Putih Abu Hitam Coklat

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV KONSEP PERANCANGAN

KISI-KISI PEDOMAN WAWANCARA

ELEMEN PEMBENTUK RUANG INTERIOR

BAB V KONSEP PERANCANGAN. Gaya dari perancangan interior Museum permainan tradisional Jakarta ini mengarah pada gaya

Gambar V.1 Aplikasi Ide (Sumber : Penulis)

BAB V PENUTUP. Gambar V.1 Aplikasi Ide (Sumber : Penulis) commit to user

KLINIK ULTRAMODERN Penulis : Imelda Anwar Fotografer : M. Ifran Nurdin

BAB V KONSEP PERANCANGAN DAN HASIL DESAIN

Penjelasan Skema : Konsep Citra yang diangkat merupakan representasi dari filosofi kehidupan suku Asmat yang berpusat pada 3 hal yaitu : Asmat sebagai

KONSEP MAKRO & KONSEP MIKRO

TEoRI DAN DeSAIN TERPILIH

BAB V KONSEP PERANCANGAN

BAB III KAJIAN LAPANGAN

BAB IV ANALISA PROYEK. Peranan Praktikan dalam mengerjakan proyek ini adalah sebagai junior designer 2

Desain Interior Kantor PT. Insastama dengan Konsep Industrial Modern

BAB V KONSEP PERANCANGAN DAN HASIL DESAIN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. sebagai denah khusus dengan tujuan pendalaman lebih pada kedua bidang

Gambar 5. 1 Citra ruang 1 Gambar 5. 2 Citra ruang 2 2. Lounge Lounge merupakan salah satu area dimana pengunjung dapat bersantai dan bersosialisasi de

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V ANALISIS Pengantar

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Konsep BAB V KONSEP. 5.1 Kerangka Konsep. 5.2 Konsep Young Dynamic

BAB V KONSEP PERANCANGAN. Kebutuhan : Kekinian, penataannya simetris, dapat diartikan bercampur dengan gaya lain sebelumnya

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. Beberapa simpulan dari hasil perancangan ini adalah:

Desain Interior Hotel Alila dengan Langgam Modern Luxury Nuansa Budaya Jawa

INTERIOR Konsep interior kontemporer (Materi pertemuan 9 )

BAB IV KONSEP STYLE DESAIN INTERIOR

BAB 5 KONSEP PERANCANGAN DESAIN

Alamat : Jl. Boulevard Bukit Gading Raya, Jakarta, Kota Jakarta Utara.

ELEMEN ESTETIS. Topeng Cepot pada Dinding. Ukiran pada partisi

PERANCANGAN RUANG DALAM

DATA PENULIS. Alamat di Bandung : Terusan Babakan Sukaresik No.3, Bandung. Alamat Asal : Jendral Sudirman No.93 Brebes - Jawa Tengah

Bab IV. Konsep Perancangan

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB V HASIL RANCANGAN

BAB 4 HASIL & PEMBAHASAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN. Bagan 4.1 Kerangka Berpikir Konsep

KONSEP PERANCANGAN INTERIOR RUANG TIDUR UTAMA

BAB III STUDI LAPANGAN

BAB III KONSEP PERANCANGAN

BAB IV KONSEP DESAIN. Konsep utama dari pool dan lounge yang akan dibuat adalah FUN atau menyenangkan


BAB IV SINTESA PEMBAHASAN. yang diusung dalam sebuah konsep desain Hotel Mulia adalah luxurious

BAB III STUDI LAPANGAN

A. IDE GAGASAN PERANCANGAN


8 Macam Nuansa Warna Interior Minimalis

BAB V KONSEP 5.1 KONSEP DESAIN KONSEP GAYA

Desain Interior Restoran pada Rest Area di Kabupaten Probolinggo Berkonsep Jawa Rustik dengan Sentuhan Ikon Khas Probolinggo

KONSEP TUGAS AKHIR REDESAIN RESTORAN ITALIA PRONTO DENGAN KONSEP ITALIA KONTEMPORER

Natural Friendly Neoclassical Style. Architecture

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN BEAUTY CLINIC DAN WELLNESS CENTER. Penggabungan 2 fungsi dalam 1 bangunan

SANGGAR DANSA Dl YOGYAKARTA

BAB V KONSEP PERANCANGAN. Taman

BAB VI HASIL PERANCANGAN. Penerapan Tema dasar Arsitektur Islam yang berwawasan lingkungan pada

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

Gambar 5.2 Mind Mapping Perawat dan Pengunjung Gambar 5.3 Mind Mapping Site dan Bangunan 1

hunian lama, BERNYAWA BARU Fotografer Lindung Soemarhadi

INTERIOR PERPUSTAKAAN TK DESIGNED BY. HOLME scompany

BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KONSEP PERANCANGAN

ANYER BEACH RESORT BAB V KONSEP PERANCANGAN

BAB III PERMASALAHAN & DATA SURVEY PEMBANDING

Architecture. Modern Aesthetic. Neoclassic Style Teks: Widya Prawira Foto: Bambang Purwanto. Home Diary #009 / 2015

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB V Konsep. 5.1 Konsep Ide dasar

BAB IV ANALISA PROYEK. 4.1 Peranan Praktikan dalam Proyek Rumah Beryl. 1. Membantu membenahi layout yang diberikan owner kepada perusahaan.

Architecture. White Simplicity in. Neoclassic. Home 80 #006 / Diary

BAB IV KONSEP PERANCANGAN MUSEUM MARITIM NUSANTARA. pada pemberian informasi seputar sejarah kemaritiman nusantara masa lalu

BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

KONSEP PERANCANGAN RUMAH SAKIT KHUSUS PARU


BAB IV TINJAUAN KHUSUS

BAB IV: PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

BAB V KONSEP PERANCANGAN

KONSEP DESAIN. WARNA Warna yang digunakan adalah warna khas budaya Toraja yang terdapat pada elemen arsitektural dan motif ornamen.


DAFTAR GAMBAR. Pemandangan Selat Lombok dari Amankila Gambar 2.2 Latar Belakang Gunung Agung dari Amankila...55

BAB V KONSEP PERANCANGAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB III KONSEP PERANCANGAN INTERIOR

III. METODE PENCIPTAAN. A. Implementasi Teoritik

Desain Interior Restoran Seafood Layar Bukit Mas dengan Konsep Modern Country di Surabaya

BAB IV KONSEP PERANCANGAN. Tujuan dari perancangan Pusat Gerontologi di Jawa Barat merupakan

BAB VI KESIMPULAN. Gambar 6.1 Area Lobby. Desain Interior Surabaya Art Space sebagai Ajang Kreativitas dan Apresiasi

BAB 5 KONSEP PERANCANGAN. adalah High-Tech Of Wood. Konsep High-Tech Of Wood ini memiliki pengertian

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB III PROSES PERANCANGAN. A. Bagan Pemecahan Masalah

PERANCANGAN INTERIOR PUSAT KEBUDAYAAN YOGYAKARTA INTERIOR DESIGN OF YOGYAKARTA CULTURAL CENTER

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

bahasa dan mulai menyebarkan ajaran Kristus kepada orang lain yang beranekaragam. Hal tersebut mirip dengan karakter umat di Gereja St. Monika BSD yan

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KONSEP PERANCANGAN

Transkripsi:

KONSEP PERANCANGAN RUANG DALAM Tema yang saya terapkan pada tugas Perancangan Ruang Dalam ini adalah konsep Kontemporer. Karakteristik dari konsep kontemporer adalah konsep ruang yang terkesan terbuka atau open plan, harmonisasi ruangan yang menyatu dengan ruang luar, memiliki fasad yang terbuka. Karakter konsep desain dengan menggunakan warma-warma yang netral. Praktis, fungsional dengan pengolahan geometris yang simple. Terlihat juga dari penggunaan jendela yang besar, memiliki kombinasi bentuk-bentuk yang unik dan aneh serta banyak menggunakan material alam serta selaras dengan perkembangan desain kekinian. Umumnya desain interior kontemporer lebih sederhana dan minim ornamen tetapi lebih berani dengan memainkan corak. Bagaimana menjadikan rumah tampil sebagaimana rumah kontemporer. Ciri desain interior kontemporer yaitu : Pencahayaan dan sirkulasi. Umumnya desain interior kontemporer terdiri dari jendela dan angin-angin yang berukuran lebih lebar. Konsep terbuka. Desain interior rumah kontemporer tidak memiliki banyak sekat antar ruang. Warna netral. Desain interior rumah kontemporer umumnya menggunakan warnawarna netral seperti hitam, putih, abu-abu dan coklat. Material alam seperti beberapa bebatuan dan kayu serta dapat juga menggunakan bahan lain seperti wool, katun atau bahan lainnya. Putih Abu Hitam Coklat Penerapan Konsep warna yang digunakan adalah Putih, Abu, Hitam dan Coklat sebagai warna yang Netral dan merupakan karakter warna konsep Kontemporer. Warnawarna akan diterapkan pada ruangan termasuk furniture maupun komponen penyusun ruang untuk memperoleh keharmonisan konsep desain.

Kotak/balok Lingkaran Garis Lengkung Bentuk yang digunakan pada konsep Kontemporer adalah bentuk-bentuk balok/kotak, lingkaran. Garis dan bentuk lengkung. Bentuk Kotak biasanya banyak diterapkan dalam konsep kontemporer agar desain lebih terlihat simple dan elegant. Bentuk Lingkaran diterapkan agar adanya irama atau bentuk yang unik dalam desain sesuai dengan karakter konsep Kontemporer. Bentuk garis atau bergaris diterapkan karena bentuk ini juga bagian dari konsep Kontemporer agar desain lebih terlihat adanya keharmonisan bentuk agar desain tidak terlihat monotone. Bentuk Melengkung ini sebagai variasi bentuk untuk terwujudnya inovasi bentuk yang terbaru sehingga desain terkesan unik dan aneh namun memiliki fungsi dan daya tarik yang maksimal. ALTERNATIVE 1 Pada gambar diatas saya masih menggunakan penempatan yang sama dengan objek yang diobservasi, namun elemen-elemen penyusun ruangnya seperti cat, tekstur dan lainnya akan diubah menjadi konsep Kontemporer. Seeperti contohnya karpet yang tebal dengan warna abu.

Cat berwarna putih Lukisan frame simple Sofa berwarna abu Pada gambar diatas dijelaskan bahwa cat yang digunakan berwarna putih untuk mendukung konsep kontemporer sekaliigus menjadi warna pokok yang netral pada desain. Selain itu juga terdapat lukisan-lukisan yang simple dengan warna putih abu sampai hitam untuk keharmonisan ruangan. Sofa juga digunakan warna abu agar warna-warna terlihat satu konsep. Korden berwarna abu kehitaman Dinding finishing kaca Korden dengan warna abu kehitaman sebagai gradasi konsep warna yang ada pada ruangan. Kemudian dindng dengan finishing kaca pada bagian ruang duduk untuk memperolah kesan ruang yang terbuka seperti dengan konsep desain kontemporer. Dengan dinding kaca

maka pencahayaan alami akan masuk dengan leluasa, kemudian civitas yang berada di dalamnya juga dapat menikmati view yang ada di luar ruangan. Space Kosong yg Luas (Terbuka) Bukaan Dinding Semi + View yang Menarik Bukaan Lebar (Tanpa Pintu) Pada lobby ini tidak terlalu banyak perubahan yang terjadi pada penempatan posisi furniture. Namun yang akan dirubah adalah konsep warna dan bentuk elemen-elemen penyusun ruangnya seperti plafond, dinding maupun lantai. Karena ruang maupun setting lobby ini sudah masuk ke dalam konsep kontemporer yaitu ruangan yang luas dan terbuka. Dilihat dari perletakkan furniturenya juga tidak terlalu sumpek atau berdesakan dan memberikan keleluasaan ruang. Bukaan dengan dinding semi pada bagian utara membuat udara terkesan sangat luas dan terbuka. Hal ini menjadikan sirkulasi pencahayaan dan penghawaan alami masuk dengan mudah dan dapat dimanfaatkan dengan baik. Gate masuk lobby yang tanpa memiliki pintu juga membantu membuat ruang terkesan menjadi lebih luas dan tidak menghalangi sirkulasi. Space kosong yang luas pada bagian tengah lobby juga menjadikan ruangan terasa sangat luas sehingga civitas dapat sangat leluasa bergerak. Jadi dengan penempatan seperti pada sketsa. Menjadikan ruangan sangat terkesan luas.

Kayu Jati Downlight Pada elemen bagian atas dirubah dari yang aslinya expose kini menjadi memiliki plafond dengan konsep Kontemporer. Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa konsep kontemporer juga mengambil style kekinian, kemudian saya terapkan juga konsep plafond yang sering digunakan di era sekarang. Plafond yang digunakan diambil dari bentuk balok/kotak dengan masukan serta tingkat ke atas, sehingga ruangan tetap terkesan luas dan elegant. Plafond berbahan triplek dan gypsum dengan gradasi warna coklat dari warna coklat tua di tingkatan paling bawah dan coklat muda pada tingkatan paling atas. Pada bagian tengah atau paling atas difinishing dengan kayu jati dengan finishing politure coklat bening agar serat kayu terlihat serta dengan pemasangan memanjang sehingga terkesan elegant. Warna coklat serta bahan kayu dipilih agar dapat mendukung penerapan konsep kontemporer. Untuk komponen yang menempel pada plafond juga terdapat lampu tanam/downlight sebagai pencahayaan buatan.

Setting sofa pada Lobby seperti pada gambar diatas agar tidak terlalu banyak menghabiskan ruang. Satu setnya terdiri dari 1 sofa panjang, 2 sofa single dan 1 meja. Dalam satu setting sofa dapat menghabiskan ruang selebar 350cm x 192 cm atau sekitar 6,72 m 2. Dimana pada lobby terdapaat 4 set sofa yang berfungsi sebagai ruang tunggu dari pengunjung Villa ketika akan check in atau check out dari Villa Pita Maha Resort & Spa. Sofa dipilih agar furniture terkesan lebih elegant dan menyatu dengan konsep Kontemporer. Sofa juga dapat memberikan rasa nyaman untuk civitas yang menggunakannya, sehingga orang yang menunggu tidak akan cepat merasa bosan.

Sofa single yang hanya dapat menampung 1 orang dewasa untuk duduk. Dengan warna coklat sesuai dengan konsep Kontemporer menjadikan furniture menjadi menyatu dengan ruangan. Pada sofa ini juga terdapat bantal dengan warna coklat. Sofa dipilih agar lebih empuk untuk memperoleh kenyamanan civitas ketika menunggu di lobby. Sofa panjang dengan dimensi panjang 210 cm, lebar 122 cm dan tinggi 90 cm dapat menampung 3 oraang dewasa untuk duduk. Warna yang digunakan juga sama dengan sofa single agar penampilan warna terkesan rapi. Sofa panjang dipilih agar dapat menampung orang lebih banyak dalam satu set sofa pada lobby. Total daya tampung per satu set sofa adalah sebanyak 5 orang dewasa. Sehingga dengan jumlah 4 set sofa pada lobby, dapat menampung sebanyak 20 orang pengunjung untuk jumlah maksimalnya.