Temuan Survei Nasional: 1-9 Agustus 2016

dokumen-dokumen yang mirip
ISU KEBANGKITAN PKI SEBUAH PENILAIAN PUBLIK NASIONAL. Temuan Survei September 2017

EFEK KAMPANYE DAN EFEK JOKOWI: ELEKTABILITAS PARTAI JELANG PEMILU LEGISLATIF 2014

KONTROVERSI PUBLIK TENTANG LGBT DI INDONESIA

EFEK PENCAPRESAN JOKO WIDODO PADA ELEKTABILITAS PARTAI POLITIK

KUALITAS PERSONAL DAN ELEKTABILITAS CALON PRESIDEN DI MATA PEMILIH

RILIS SURVEI NASIONAL 24 MARET 6 APRIL 2018

PROSPEK KABINET DAN KOALISI PARPOL

AMANDEMEN UUD 45 UNTUK PENGUATAN DEWAN PERWAKILAN DAERAH (DPD) SEBUAH EVALUASI PUBLIK. LEMBAGA SURVEI INDONESIA (LSI)

PEMILIH MENGAMBANG DAN PROSPEK PERUBAHAN KEKUATAN PARTAI POLITIK

RASIONALITAS PEMILIH: KONTESTASI PARTAI MENJELANG PEMILU 2009

SPLIT-TICKET VOTING, KARAKTERISTIK PERSONAL, DAN ELEKTABILITAS BAKAL CALON PRESIDEN

PROTES MASSA DAN KEPEMIMPINAN NASIONAL SEBUAH EVALUASI PUBLIK

EVALUASI 13 TAHUN REFORMASI DAN 18 BULAN PEMERINTAHAN SBY - BOEDIONO

DUKUNGAN TERHADAP CALON INDEPENDEN

MEDIA SURVEI NASIONAL

SURVEI NASIONAL PEMILIH MUDA: EVALUASI PEMERINTAHAN, CITRA DAN PILIHAN PARPOL DI KALANGAN PEMILIH MUDA JELANG PEMILU 2014

Perubahan Politik 2014: Trend Sentimen Pemilih pada Partai Politik

HASIL EXIT POLL PEMILU LEGISLATIF Rabu, 9 April 2014

KEPERCAYAAN PUBLIK PADA PEMBERANTASAN KORUPSI

KESENJANGAN PENDAPATAN: Harapan Publik terhadap Pemerintahan Jokowi-JK SURVEI NASIONAL

Konsolidasi Demokrasi. Lembaga Survei Indonesia (LSI)

PRO-KONTRA PILKADA LANGSUNG. Temuan Survei: 25 Oktober 3 November 2014

SIKAP DAN PERILAKU PEMILIH TERHADAP POLITIK UANG

PEMETAAN DAN KAJIAN CEPAT

SPLIT VOTING DALAM PEMILIHAN PRESIDEN 2009

Kekuatan Elektoral Partai-Partai Islam Menjelang Pemilu 2009

Head to Head Jokowi-JK Versus Prabowo Hatta Dan Kampanye Negatif. Mei 2014

EVALUASI PUBLIK TERHADAP KINERJA 6 BULAN PEMERINTAHAN JOKOWI-JK

Evaluasi Pemilih atas Kinerja Dua Tahun Partai Politik. Survei Nasional Maret 2006 Lembaga Survei Indonesia (LSI)

Ada Apa dengan Milenial? Orientasi Sosial, Ekonomi dan Politik. Rilis dan Konferensi Pers Survei Nasional CSIS 2017 Jakarta, 2 November 2017

EFEK CALON TERHADAP PEROLEHAN SUARA PARTAI MENJELANG PEMILU 2009

KAMPANYE DAN PERILAKU PEMILIH DALAM PILKADA GUBERNUR DKI JAKARTA. Temuan Survei Juli 2007

PREDIKSI PEROLEHAN SUARA PEMILIH PADA PILKADA DKI JAKARTA 2007

RASIONALITAS PILKADA DAN CALON INDEPENDEN UNTUK PILKADA DKI JAKARTA

LEMBAGA PEMBERANTASAN SURVEI OPINI PUBLIK NASIONAL

Optimisme Publik, Konsolidasi Kekuasaan dan Dinamika Elektoral

HASIL SURVEI NASIONAL PROGRAM PARTAI POLITIK DAN KOMPETENSI CALON PRESIDEN 2014 SURVEI DAN POLING INDONESIA

Kenaikan Elektoral & Kepuasan Publik

EFEK POPULARITAS CALON LEGISLATIF TERHADAP ELEKTABILITAS PARTAI JELANG PEMILU 2014

ProfilAnggotaDPRdan DPDRI Pusat Kajian Politik Departemen Ilmu Politik FISIP UniversitasIndonesia 26 September 2014

KINERJA PEMERINTAHAN SBY-BOEDIONO SEBUAH EVALUASI PUBLIK

Laporan Survei PREFERENSI POLITIK MASYARAKAT Menuju Pemilihan Langsung Gubernur/Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta 2017

PENDAHULUAN TEMUAN SURVEI NASIONAL 2400 RESPONDEN PERIODE SURVEI 8 15 NOVEMBER 2017

TREND ORIENTASI NILAI-NILAI POLITIK ISLAMIS VS NILAI-NILAI POLITIK SEKULER DAN KEKUATAN ISLAM POLITIK

PROSPEK KEPEMIMPINAN NASIONAL EVALUASI PUBLIK TIGA TAHUN PRESIDEN

PELUANG CALON-CALON GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR DI JAWA BARAT

MENAKAR KANDIDAT CAPRES & PERILAKU PEMILIH DALAM PEMILU PRESIDEN 2014

13 HARI YANG MENENTUKAN HEAD TO HEAD PRABOWO HATTA VS JOKOWI - JK. Lingkaran Survei Indonesia Juni 2014

PILKADA OLEH DPRD DINILAI PUBLIK SEBAGAI PENGHIANATAN PARTAI

RILIS SURVEI NASIONAL 2012 STAGNASI PERILAKU PEMILIH: FENOMENA PARTAI POLITIK MATI SURI

KECENDERUNGAN SIKAP & PERILAKU PEMILIH DALAM PEMILU LEGISLATIF 2014

LAPORAN QUICK COUNT PEMILU LEGISLATIF

Tiga Isu Menanti Kabinet Jokowi. LSI DENNY JA Oktober 2014

EVALUASI PUBLIK DUA SETENGAH TAHUN PEMERINTAHAN JOKOWI - JK

KOMUNALISME DAN POPULISME MASYARAKAT INDONESIA

Matahari Kembar Kapolri? LSI DENNY JA Januari 2015

Press Release HASIL SURVEI

SILENT REVOLUTION : KAMPANYE, KOMPETISI CALEG, DAN KEKUATAN PARTAI MENJELANG PEMILU Lembaga Survei Indonesia (LSI) Oktober 2008

Kondisi Hukum SETELAH KASUS BG LSI DENNY JA FEBRUARI 2015

Lembaga Survei Indonesia - IFES Indonesia. Survei Nasional Pasca Pemilihan Umum Presiden 2014 Oktober 2014

PASKA MUNASLUB: Golkar Perlu Branding Baru? LSI DENNY JA Analis Survei Nasional, Mei 2016

ISU AGAMA KALAHKAN AHOK?

Publik Menilai SBY Sebagai Aktor Utama Kemunduran Demokrasi Jika Pilkada oleh DPRD

KRISIS CAPRES DAN CAWAPRES PARTAI ISLAM : SIAPAKAH PASANGAN CAPRES- CAWAPRES TERKUAT PEMILU 2014? Lingkaran Survei Indonesia Maret 2013

LAPORAN SURVEI NASIONAL MEMBACA PETA DUKUNGAN & ELEKTABILITAS CAPRES-CAWAPRES 2014

KEPERCAYAAN TERHADAP DPR DI TITIK TERENDAH. LSI DENNY JA Analis Survei Nasional, Desember 2015

ISU-ISU PUBLIK DAN PILKADA GUBERNUR DKI JAKARTA 2007

Temuan Survei: Januari Rilis Surnas LSI Temuan Survei: Januari

PEMANTAUAN CAPAIAN PROGRAM & KEGIATAN KEMENKES TA 2015 OLEH: BIRO PERENCANAAN & ANGGARAN JAKARTA, 7 DESEMBER 2015

Mayoritas Publik Ingin DPR Tandingan Segara Bubarkan Diri. LSI DENNY JA November 2014

Transkripsi:

Temuan Survei Nasional: 1-9 Agustus 2016

Latar Belakang Secara definitif (by definition) maupun substantif, demokasi menitikberatkan peran publik dalam proses politik. Pemerintahan yang demokratis adalah pemerintahan yang mengakomodasi partisipasi publik dalam setiap proses pembuatan kebijakan (Lembaga Survei Indonesia, 2010). Namun, proses perumusan kebijakan publik dalam mengagregasi kepentingan warga adalah masalah yang sangat kompleks yang melibatkan berbagai institusi politik, mulai dari partai politik, parlemen, menteri atau kabinet hingga presiden. Para ahli ilmu politik mengenalkan konsep responsiveness di mana warga memberikan aspirasi atas suatu kebijakan dan partai politik atau pemerintah memberikan tanggapan berupa paket kebijakan Hubungan antara masyarakat dan pemerintah disebut representasi (Jacobs and Shapiro, 2000). Dengan demikian, akuntabilitas adalah pada saat warga menilai balik proses implementasi kebijakan itu serta menuntut pertanggungjawaban pemerintah (Przworksi, Stokes, and Manin, 1999). 2

Latar Belakang Setiap lembaga tentu berhak dan mungkin memiliki kriteria masingmasing dalam menilai tingkat keberhasilan kinerja pemerintah. Namun pada akhirnya evaluasi publik adalah cara penting untuk mengukur tingkat keberhasilan (atau kegagalan) pemerintah karena publiklah yang akan dikenai dampak sebuah kebijakan (Lembaga Survei Indonesia, 2010). Oleh karena itu, evaluasi publik menjadi krusial karena demokrasi mengandaikan setiap warga punya hak yang sama untuk menilai baik buruknya kinerja pemerintah. Oleh karena itu, akuntabilitas publik menjadi masalah yang krusial di pemerintahan yang demokratis. Lantas, bagaimanakah penilaian warga secara nasional atas kinerja pemerintahan Jokowi jelang dua tahun pasca dilantik sebagai presiden? Bagaimanakah evaluasi publik terhadap kinerja pemerintah pascareshuffle jilid kedua? Sejauh mana publik yakin perombakan kabinet mampu meningkatkan kinerja pemerintahan? Bagaimana sikap publik terhadap tax amnesty, bergabungnya Golkar dan PAN ke pemerintahan, dipilihnya Tito Karnavian sebagai Kapolri dan lain-lain? 3

Latar Belakang Efek demografis juga dipercaya dapat mempengaruhi evaluasi warga atas kinerja pemerintah akan digali. Sikap partisanship warga juga akan dicek sejauhmana signifikansinya dalam menentukan penilaian publik atas kinerja pemerintah. Survei ini menitikberatkan pada aspek akuntabilitas, terutama penilaian publik kinerja pemerintah secara umum. Penilaian warga terhadap performa pemerintah yang bersifat retrospektif secara teoretik punya efek secara elektoral, baik kepada partai-partai koalisi pemerintah maupun partai oposisi. Jika evaluasi publik terhadap kinerja pemerintah baik, maka partai koalisi akan mendapat insentif elektoral. Jika tidak, justru partaipartai oposisi yang menangguk berkahnya secara elektoral. Dampak elektoral juga akan dinikmati oleh presiden sebagai pucuk pemerintahan. Jika approval rating presiden baik, maka elektabilitasnya sebagai presiden juga ikut terangkat. Demikian juga dengan sebaliknya. Untuk mengukur dampak elektoral, temuan mengenai pilihan warga atas partai politik dan presiden jika pemilu diadakan hari ini akan disajikan. 4

Metodologi Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Dari populasi itu dipilih secara random (multistage random sampling) 1220 responden. Margin of error rata-rata dari survei dengan ukuran sampel tersebut sebesar +/- 2.9% pada tingkat kepercayaan 95% (dengan asumsi simple random sampling). Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih. Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20% dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check). Dalam quality control tidak ditemukan kesalahan berarti. Waktu wawancara lapangan 1 9 Agustus 2016. 5

Flow chat penarikan sampel Populasi desa/kelurahan tingkat Nasional Dapil 1 Ds 1 Ds n RT1 RT2 RT3. Dapil k Ds 1 Ds m RT5 Desa/kelurahan di tingkat Dapil dipilih secara random dengan jumlah proporsional Di setiap desa/kelurahan dipilih sebanyak 5 RT dengan cara random KK1 KK2 Di masing-masing RT/Lingkungan dipilih secara random dua KK Laki-laki Perempuan Di KK terpilih dipilih secara random Satu orang yang punya hak pilih laki-laki/perempuan 6

PROFIL DEMOGRAFI RESPONDEN KATEGORI SAMPEL POPULASI KATEGORI SAMPEL POPULASI GENDER AGAMA Laki-laki 50.0 50.1 Islam 89.8 87.3 Perempuan 50.0 49.9 Katolik/Protestan 8.4 9.8 DESA-KOTA Lainnya 1.9 3.0 Pedesaan 50.8 50.2 ETNIS Perkotaa 49.2 49.8 Jawa 40.6 40.2 Sunda 15.2 15.5 Madura 4.8 3.0 Bugis 2.7 2.7 Betawi 2.9 2.9 Batak 3.0 3.6 Minang 2.5 2.7 Lainnya 28.3 29.4 7

PROFIL DEMOGRAFI RESPONDEN KATEGORI SAMPEL POPULASI KATEGORI SAMPEL POPULASI PROVINSI PROVINSI ACEH 1.6 1.8 NTB 1.6 1.9 SUMUT 4.9 5.3 NTT 1.6 1.7 SUMBAR 1.6 1.9 KALBAR 1.6 1.9 RIAU 2.5 2.2 KALTENG 0.8 1.0 JAMBI 1.6 1.3 KALSEL 1.6 1.5 SUMSEL 3.3 3.1 KALTIM 1.6 1.3 BENGKULU 0.8 0.7 KALTARA 0.8 0.2 LAMPUNG 3.3 3.2 SULUT 0.8 1.0 BABEL 0.8 0.5 SULTENG 0.8 1.0 KEPRI 0.8 0.7 SULSEL 3.3 3.4 DKI 3.3 3.8 SULTRA 0.8 1.0 JABAR 17.2 17.6 GORONTALO 0.8 0.4 JATENG 13.9 14.5 SULBAR 0.8 0.5 DIY 1.6 1.5 MALUKU 0.8 0.6 JATIM 15.6 16.3 MALUT 0.8 0.4 BANTEN 4.1 4.2 PAPUA BARAT 0.8 0.4 BALI 1.6 1.6 PAPUA 1.6 1.7 8

Apakah Ibu/Bapak melihat keadaan ekonomi nasional pada umumnya sekarang ini menjadi jauh lebih buruk, lebih buruk, tidak ada perubahan, lebih baik, atau jauh lebih baik ini dibanding tahun lalu? (%) 40 35 36 36 30 25 20 18 15 10 5 0 1 Jauh lebih buruk Lebih Buruk Tidak ada perubahan Lebih Baik 2 Jauh lebih baik 6 Tidak tahu/tidak jawab Yang merasa kondisi ekonomi sekarang lebih baik/jauh lebih baik dibanding tahun lalu sekitar 38%, dua kali lebih banyak dibanding yang merasa lebih buruk/jauh lebih buruk 19%. 10

70 60 Lebih baik Sama Lebih buruk T idak tahu 50 40 30 20 10 0 Sumber: LSI, SMRC, Indikator 11

Sep '03 Okt '04 Des '04 Apr '05 Jun '05 Sept Des '05 Sept Des '06 Apr '07 Jun '07 Sep '07 Des '07 Apr '08 Jun '08 Sep '08 Okt '08 Des '08 Feb '09 Mar'09 Apr'09 Mei'09 Jun'09 Jul'09 Nov'09 Jan'10 Mar'10 Aug'10 Okt'10 Des'10 Mei'11 Jul'11 Des'11 Feb'12 Des'12 Mar'13 Apr'13 Okt'13 Des'13 Jan'14 Mrt'14 Apr'14 Mei'14 Jun'14 Jul'14 Okt'14 Jun'15 Okt'15 Des'15 Jan'16 Mar'16 Apr'16 Jun'16 Jul'16 70 60 50 40 30 20 10 47 41 37 9 28 29 8 32 7 6 6 6 17 15 53 43 38 50 58 49 45 1211 44 42 1112 40 37 9 32 9 34 31 3027 8 31 8 8 30 2121 21 24 26 26 28 8 8 28 32 7 7 7 7 7 2625 21 23 2626 6 6 2420 25 7 6 6 6 6 23 21 6 18 5 19 4 4 16 3 4 4 4 5 5 3 2 7 6 6 7 7 42 27 28 26 29 23 19 3 4 4 4 3 3 18 16 14 12 10 8 6 4 2 0 0 persepsi kondisi ekonomi nasional: sekarang lebih buruk dari tahun lalu Inflasi YoY (sumber: BPS) Sumber: LSI, SMRC, Indikator, BPS 12

Okt'14 Nov'14 Des'14 Jan'15 Feb'15 Mar'15 Apr'15 Mei'15 Jun'15 Jul'15 Ags'15 Sep'15 Okt'15 Nov'15 Des'15 Jan'16 Feb'16 Mar'16 Apr'16 Mei'16 Jun'16 Jul'16 Inflasi YoY 9 8 7 6 5 4 3 2 1 0 4.83 6.23 8.36 6.96 6.29 6.38 6.79 7.15 7.26 7.26 7.18 6.83 6.25 4.89 3.35 4.14 4.42 4.45 3.60 3.33 3.45 3.21 13

Apakah Ibu/Bapak melihat keadaan ekonomi NASIONAL pada umumnya dalam SETAHUN KE DEPAN menjadi jauh lebih buruk, lebih buruk, tidak ada perubahan, lebih baik, atau jauh lebih baik dibanding keadaan SEKARANG INI? (%) 60 50 51 40 30 20 21 17 10 0 1 Jauh lebih buruk 5 Lebih Buruk Tidak ada perubahan Lebih Baik 5 Jauh lebih baik Tidak tahu/jawab Yang merasa optimis kondisi ekonomi setahun ke depan lebih baik/jauh lebih baik dibanding sekarang sekitar 56%, jauh lebih banyak dibanding yang merasa akan menjadi lebih buruk/jauh lebih buruk 6%. 14

Evaluasi warga terhadap kondisi ekonomi nasional di bulan Agustus 2016 ini positif. Yang menyatakan kondisi ekonomi nasional sekarang lebih baik dibanding tahun lalu lebih banyak dari yang mengatakan lebih buruk. Sentimen atas kondisi ekonomi nasional ini sangat terkait dengan inflasi yang secara reguler dirilis BPS: Inflasi naik, sentimen negatif naik; inflasi turun, sentimen negatif turun. Warga umumnya optimistis dengan ekonomi nasional ke depan. Ini modal psikologis penting. 15

Bagaimana Ibu/Bapak melihat keadaan politik nasional sekarang? Sangat baik, baik, sedang, buruk atau sangat buruk? (%) 40 35 30 31 36 25 20 19 15 10 10 5 0 1 Sangat Baik Baik Sedang Buruk Sangat Buruk Tidak tahu/tidak jawab Warga yang menilai kondisi politik nasional sekarang sedang 36%, yang menilai baik atau sangat baik 32%, sedangkan yang menilai buruk atau sangat buruk 21%. 2 16

50 40 30 20 10 42 40 39 39 40 40 39 37 38 37 37 37 37 34 35 36 37 36 36 37 37 38 38 36 35 35 35 36 36 36 36 34 34 35 34 34 34 34 32 32 33 31 31 32 33 31 32 32 33 30 31 30 31 26 28 29 30 31 31 26 27 27 24 26 27 28 30 31 30 29 29 29 28 29 29 29 28 27 28 28 27 28 28 27 27 26 27 25 25 23 23 23 24 25 25 24 23 23 23 24 24 24 24 23 23 23 22 21 22 20 21 21 19 19 19 18 17 17 18 17 17 15 15 13 14 11 11 10 9 9 10 9 9 10 11 11 11 10 10 8 8 8 9 9 10 10 11 12 9 10 11 13 14 15 14 12 13 10 11 11 10 7 0 B aik Sedang B uruk T idak tahu Sumber: LSI, SMRC, Indikator 17

Bagaimana Ibu/Bapak melihat keadaan penegakan hukum secara nasional sekarang? Sangat baik, baik, sedang, buruk atau sangat buruk? (%) 45 40 40 35 30 30 25 20 19 15 10 5 0 3 Sangat Baik Baik Sedang Buruk Sangat Buruk 2 5 Tidak tahu/tidak jawab Yang mengatakan kondisi penegakan hukum sekarang baik atau sangat baik 43%, dua kali lebih banyak dari yang mengatakan buruk atau sangat buruk 21%. Sementara yang menilai sedang 30%. 18

70 60 50 40 30 20 10 0 59 61 59 54 48 49 46 46 43 43 43 41 41 42 41 40 40 41 41 43 39 37 37 38 3535 35 33 33 34 33 31 32 35 34 34 36 36 36 35 35 37 33 34 32 33 36 38 39 34 35 33 32 28 28 30 32 30 30 30 3131 31 31 28 29 29 29 30 28 23 24 25 26 28 29 32 30 31 30 31 31 29 28 29 30 27 26 26 26 26 27 27 27 27 26 28 25 25 24 22 23 22 23 23 22 22 22 20 20 21 18 18 18 14 14 14 15 15 11 10 11 6 6 7 7 8 9 7 7 5 5 5 5 5 6 7 7 7 6 6 9 7 6 6 6 6 6 7 7 4 5 6 6 6 7 7 8 7 5 5 5 5 B aik Sedang B uruk T idak tahu Sumber: LSI, SMRC, Indikator 19

Bagaimana Ibu/Bapak melihat keadaan keamanan nasional sekarang? Sangat baik, baik, sedang, buruk atau sangat buruk? (%) 60 57 50 40 30 25 20 13 10 0 3 Sangat Baik Baik Sedang Buruk Sangat Buruk 1 2 Tidak tahu/tidak jawab Yang mengatakan kondisi keamanan nasional sekarang baik atau sangat baik 60%, jauh lebih banyak dari yang mengatakan buruk atau sangat buruk 14%. Sementara yang menilai sedang 25%. 20

80 70 69 67 60 50 52 59 58 55 57 57 60 59 55 59 59 55 48 55 54 53 52 47 45 50 46 46 47 45 52 50 54 52 49 61 53 60 46 48 59 59 58 59 60 40 30 20 10 0 28 26 27 27 29 27 29 31 32 30 31 29 30 30 30 30 29 28 27 26 28 27 28 28 25 26 23 23 22 24 24 27 27 24 25 26 23 24 25 25 22 22 20 21 21 21 21 19 20 21 18 19 15 13 16 15 16 15 16 17 19 17 15 16 14 13 13 13 13 14 11 12 10 10 10 10 10 9 10 11 9 6 3 4 5 2 3 4 5 6 5 3 3 5 4 3 3 4 2 2 2 3 3 4 4 4 4 5 3 4 5 4 3 5 2 3 3 3 3 2 3 2 B aik Sedang B uruk T idak tahu Sumber: LSI, SMRC, Indikator. 21

Kondisi politik nasional umumnya dinilai sedang-sedang saja, tidak terlalu buruk dan juga tidak sangat baik. Namun demikian, dalam setahun terakhir trennya terlihat terus membaik. Pada Agustus 2016 ini yang menilai kondisi politik nasional dalam keadaan baik 33%, jauh lebih positif dibanding Oktober 2015 lalu yang hanya 19%. Sementara itu kondisi keamanan nasional dan penegakan hukumnya umumnya dinilai baik. 22

KERJA PEMERINTAH PRESIDEN JOKOWI MENANGGULANGI BERBAGAI MASALAH

Kerja Pemerintah Jokowi Menanggulangi Berbagai Masalah Bagaimana kerja pemerintah Presiden Jokowi untuk menanggulangi masalah-masalah berikut ini sekarang dibanding tahun lalu?... (%) Semakin baik Semakin buruk Tidak ada perubahan TT/TJ Membangun jalan-jalan umum 63 9 27 2 Membuat agar pelayanan kesehatan di puskesmas/rumah sakit terjangkau 56 9 33 2 Membangun sarana transportasi umum 44 10 40 6 Membuat agar sekolah dan perguruan tinggi terjangkau oleh warga 44 12 39 6 Membuat obatan-obatan terjangkau warga pada umumnya 41 15 41 3 Mengurangi/bahkan menghilangkan ancaman Narkoba terhadap warga 41 17 33 9 Menekan/bahkan menghilangkan rasa terancam warga dari teroris 37 12 36 14 Menjamin kesetaraan hak-hak warga negara apapun latar belakangnya 33 9 44 14 Meningkatkan pemerataan kesejahteraan bagi warga 25 17 49 9 Menekan pada tingkat yang rendah korupsi uang Negara 24 22 41 12 Membuat harga-harga kebutuhan pokok agar terjangkau 22 31 45 2 Menyediakan lapangan kerja 19 33 44 3 Mengurangi jumlah orang miksin 18 35 44 4 Mengurangi pengangguran 16 37 43 4 0% 25% 50% 75% 100% 24

Kerja pemeritah Jokowi yang dinilai paling mengalami kemajuan adalah pembangunan jalan-jalan umum, selanjutnya membuat pelayanan kesehatan di rumah sakit atau puskesmas yang terjangkau oleh warga pada umumnya. Mayoritas warga menilai kerja pemerintah dalam masalah-masalah tersebut semakin baik dibanding tahun lalu. Kerja pemerintah juga dinilai mengalami kemajuan dalam membangun sarana transportasi umum, membuat agar sekolah dan perguruan tinggi terjangkau oleh warga, membuat obatan-obatan terjangkau warga pada umumnya, mengurangi atau bahkan menghilangkan ancaman narkoba terhadap warga, menekan/bahkan menghilangkan rasa terancam warga dari teroris. Yang menilai kerja pemerintah semakin baik lebih banyak dibanding yang menilai tidak ada perubahan atau yang menilai lebih buruk. 25

Sementara itu, meskipun yang menilai semakin baik lebih banyak jumlahnya dibanding yang menilai semakin buruk, lebih banyak warga yang menilai bahwa kerja pemerintah Jokowi tidak ada perubahan dalam hal menjamin kesetaraan hak-hak warga negara apapun latar belakangnya, meningkatkan pemerataan kesejahteraan bagi warga, menekan pada tingkat yang rendah korupsi uang negara. Yang paling harus diperhatikan adalah kerja pemerintah Jokowi dalam mengurangi pengangguran, mengurangi jumlah orang miskin, menyediakan lapangan kerja, membuat harga-harga kebutuhan pokok agar terjangkau. Warga yang menilai kerja pemerintah semakin buruk lebih banyak dibanding yang menilai semakin baik. 26

Joko Widodo (Jokowi) menjadi presiden kita sejak dilantik pada 20 Oktober 2014. Secara umum, apakah sejauh ini Ibu/Bapak sangat puas, cukup puas, kurang puas, atau tidak puas sama sekali dengan kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi)? (%) 70 60 60 50 40 30 28 20 10 0 8 Sangat puas Cukup Puas Kurang puas Tidak puas sama sekali 3 2 TT/TJ Mayoritas warga (68%) merasa sangat puas atau cukup puas dengan kinerja Presiden Jokowi. Sementara yang kurang puas atau tidak puas sama sekali jumlahnya sekitar 31%. 28

Nov'04 Des'004 Mar'05 Jun'05 Sept' 05 Des' 05 Jan' 06 Mar' 06 Jun'06 Sep'06 Nov' 06 Des'06 Feb' 07 Mar'07 Mei' 07 Jun'07 Sep'07 Des'07 Mar'08 Jun'08 Sep'08 Okt'08 Des'08 Feb'09 Mar'09 Apr'09 Mei'09 Jun'09 Jul'09 Nov'09 Jan'10 Mar'10 Aug'10 Okt'10 Des'10 Mei'11 Jul'11 Des'11 Feb'12 Sep'12 Des'12 Mar'13 Apr'13 Jun'13 Okt'13 Des'13 Apr'14 Jul'14 Okt'14 Jan'15 Jun'15 Okt'15 Des'15 Jan'16 Mar'16 Apr'16 Jun'16 Ags'16 100 90 80 70 60 50 80 71 69 65 63 5656 55 58 67 64 67 54 55 5658 53 54 50 45 56 63 69 70 74 808079 85 75 70 6969 6566 6263 5957 60 53 5456 56 58 5452 56 51 62 67 6768 59 62 5353 40 30 20 SBY Jokowi 41 10 0 Sumber: LSI, SMRC, Indikator 29

Seberapa yakin Ibu/Bapak Joko Widodo (Jokowi) mampu memimpin Indonesia ke depan menjadi lebih baik dari sekarang? (%) 70 60 63 50 40 30 20 10 0 11 Sangat yakin Cukup yakin Kurang yakin Tidak yakin sama sekali 19 2 5 Tidak tahu Mayoritas warga (74%) merasa yakin dengan kemampuan Jokowi memimpin bangsa ini menjadi lebih baik. 30

80 74 74 72 74 72 70 64 63 60 55 Yakin 50 40 38 Tidak yakin TT/TJ 30 20 19 19 27 29 22 22 21 10 6 6 7 8 8 6 6 5 0 Okt'14 Jan'15 Jun'15 Okt'15 Des'15 Mar'16 Jun'16 Ags'16 Sumber: SMRC, Indikator 31

Okt'14 Jan'15 Jun'15 Okt'15 Des'15 Mar'16 Apr'16 Jun'16 Ags'16 Paralel antara kepuasan atas kinerja Jokowi dan persepsi atas berbagai kondisi 70 67 68 60 62 60 59 59 62 58 59 60 Puas dengan kinerja Jokowi 53 53 53 50 40 30 20 33 23 40 31 46 41 32 24 22 48 31 22 19 43 40 32 30 27 27 41 41 43 36 37 38 33 29 29 Kondisi keamanan baik Penegakan hukum baik Kondisi ekonomi lebih baik Kondisi politik baik 10 Evaluasi atas kinerja Jokowi berhubungan dengan persepsi atas berbagai kondisi. Semakin positif persepsi publik atas kondisi ekonomi, politik, hukum, dan keamanan, semakin tinggi tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Jokowi. 32

Hubungan antara evaluasi atas kinerja Presiden Jokowi & persepsi atas berbagai kondisi Korelasi Pearson Kepuasan atas kinerja Presiden Jokowi Kondisi ekonomi.841(**) Kondisi politik.802(*) Penegakan hukum.755(*) Kondisi keamanan.794(*) Evaluasi terhadap kinerja Presiden Jokowi paling kuat hubungannya dengan persepsi atas kondisi ekonomi (r=0.841). 33

Kepuasan atas Kinerja Presiden Jokowi Menurut Demografi BASE SANGAT /CUKUP PUAS KURANG /TIDAK PUAS TIDAK TAHU GENDER Laki- laki 50.0 69 30 1 Perempuan 50.0 66 30 3 DESA-KOTA Pedesaan 50.8 73 24 2 Perkotaan 49.2 62 36 3 UMUR <= 21 thn 5.2 63 37 0 22-25 thn 5.0 62 38 0 26-40 thn 38.1 64 34 2 41-55 thn 35.0 69 28 3 > 55 thn 16.7 76 21 3 Mayoritas warga di semua kelompok gender, desa-kota dan umur merasa puas dengan kinerja Presiden Jokowi. 34

Kepuasan atas Kinerja Presiden Jokowi menurut Demografi BASE SANGAT /CUKUP PUAS KURANG /TIDAK PUAS TIDAK TAHU PENDIDIKAN <= SD 38.8 70 26 4 SLTP 20.1 68 30 2 SLTA 30.0 66 33 1 Kuliah 11.1 65 35 0 PENDAPATAN < 1 Juta 30.5 72 26 2 1 Juta - < 2 35.3 67 30 3 => 2 Juta 34.2 64 34 2 Mayoritas warga di semua kelompok pendidikan dan pendapatan merasa puas dengan kinerja Presiden Jokowi. 35

Kepuasan atas Kinerja Presiden Jokowi menurut Demografi BASE PEKERJAAN SANGAT /CUKUP PUAS KURANG /TIDAK PUAS TIDAK TAHU Petani/peternak/nelayan/ buruh kasar/pembantu/kerja tdk tetap/ 42.0 71 27 2 PKL/supir/ ojek/satpam/hansip Pengusaha/pegawai (PNS/swasta/desa)/guru/dosen/p 19.9 64 34 2 rofesional Ibu rumah tangga 25.6 63 33 4 Sekolah/Kuliah 2.3 68 32 0 Pensiun 3.0 78 22 0 Lainnya 7.1 71 26 2 Mayoritas warga di semua kelompok pekerjaan merasa puas dengan kinerja Presiden Jokowi. 36

Kepuasan atas Kinerja Presiden Jokowi menurut Demografi BASE SANGAT /CUKUP PUAS KURANG /TIDAK PUAS TIDAK TAHU ETNIS Jawa 40.6 75 24 1 Sunda 15.2 51 45 4 Madura 4.8 69 29 2 Bugis 2.7 55 39 6 Betawi 2.9 69 31 0 Batak 3.0 51 46 3 Minang 2.5 42 55 3 Lainnya 28.3 70 26 3 AGAMA Islam 89.8 65 32 2 Katolik + Protestan 8.4 84 15 1 Lainnya 1.9 91 4 4 Mayoritas warga di hampir semua kelompok etnis dan agama merasa puas dengan kinerja Presiden Jokowi, kecuali pada etnis Minang. 37

Kepuasan atas Kinerja Presiden Jokowi menurut Wilayah BASE SANGAT /CUKUP PUAS KURANG /TIDAK PUAS TIDAK TAHU WILAYAH Sumatera 21.3 56 42 2 DKI+Banten 7.4 54 44 1 Jabar 17.2 55 41 4 Jateng+DIY 15.6 80 18 2 Jatim 15.6 79 20 1 Tengah (Bali Nusa 11.5 77 21 1 Kalimantan) Timur (Sulawesi Maluku Papua) 11.5 74 21 6 Mayoritas warga di semua kategori wilayah merasa puas dengan kinerja Presiden Jokowi. 38

Kepuasan atas Kinerja Presiden Jokowi menurut Pilihan Presiden pada 2014 dan Pilihan Partai pada Pileg 2014 BASE SANGAT /CUKUP PUAS KURANG /TIDAK PUAS TIDAK TAHU PILIHAN PADA PILPRES 2014 Prabowo-Hatta 46.8 47 51 3 Jokowi-JK 53.2 78 21 1 PILIHAN PARTAI PADA PILEG 2014 NASDEM 6.7 56 40 4 PKB 9.0 75 24 1 PKS 6.8 45 55 0 PDIP 18.9 84 15 0 GOLKAR 14.7 66 32 2 GERINDRA 11.8 34 61 5 DEMOKRAT 10.2 74 22 4 PAN 7.6 64 36 0 PPP 6.5 58 40 2 HANURA 5.3 80 20 0 Pemilih Jokowi-JK di pilpres 2014 mayoirtas puas dengan kinerja Presiden Jokowi, sebaliknya pemilih Prabowo-Hatta mayoritas tidak puas. Dan pemilih partai di pemilu 2014 umumnya puas dengan kinerja Jokowi, kecuali pada pemilih Gerindra dan PKS. 39

Di bulan Agustus 2016 ini, mayoritas warga, 68% sangat atau cukup puas dengan kinerja presiden Jokowi. Tingkat kepuasan warga terhadap Jokowi ini tertinggi setelah Jokowi menjabat sebagai presiden. Di samping itu tingkat kepercayaan pada presiden Jokowi mampu memimpin bangsa ini juga tinggi (74%). Ini modal psiko-politik penting untuk dukungan pada kepemimpinan nasional terlepas dari banyak masalah yang dihadapi bangsa ini. 40

Evaluasi atas kinerja Presiden berhubungan erat dengan persepsi atas berbagai kondisi, terutama kondisi ekonomi. Mayoritas warga di hampir semua kelompok demografi merasa puas dengan kinerja Presiden Jokowi, kecuali pada etnis Minang. Pilpres 2014 masih berbekas. Pemilih Jokowi-JK di pilpres 2014 mayoritas puas dengan kinerja Presiden Jokowi, sebaliknya pemilih Prabowo-Hatta mayoritas tidak puas. Pemilih partai di pemilu 2014 umumnya puas dengan kinerja Jokowi, kecuali pemilih Gerindra dan PKS. 41

Trust terhadap Institusi Demokrasi Kami akan menyebutkan beberapa nama lembaga. Tolong sebutkan tingkat kepercayaan Ibu/Bapak terhadap lembaga-lembaga tersebut. Apakah Ibu/Bapak sangat percaya, cukup percaya, sedikit percaya, atau tidak percaya sama sekali? (%) Sangat/cukup percaya Sedikit/tidak percaya sama sekali Tidak tahu Presiden Tentara Nasional Indonesia (TNI) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Polisi Republik Indonesia (Polri) Pegawai negeri Pengadilan Kejaksaan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Partai Politik 89 88 82 73 68 64 61 54 53 46 9 2 8 5 12 6 22 4 25 7 31 5 32 7 37 9 40 7 45 8 0% 25% 50% 75% 100% Di antara 10 lembaga demokrasi, yang paling dipercaya adalah Presiden, 89%, selanjutnya TNI 88%, KPK 82%. Lembaga yang paling rendah tingkat kepercayaannya adalah partai politik 46%, selanjutnya DPR 53%. 43

Tren Tingkat Kepercayaan Terhadap Institusi Demokrasi Kami akan menyebutkan beberapa nama lembaga. Tolong sebutkan tingkat kepercayaan Ibu/Bapak terhadap lembaga-lembaga tersebut. Apakah Ibu/Bapak sangat percaya, cukup percaya, sedikit percaya, atau tidak percaya sama sekali? (%) 95 90 85 80 89 83 80 80 79 89 88 82 Presiden TNI 75 KPK 70 65 60 Jan'15 Jan'16 Ags'16 44

Tren Tingkat Kepercayaan Terhadap Institusi Demokrasi (lanjutan) Kami akan menyebutkan beberapa nama lembaga. Tolong sebutkan tingkat kepercayaan Ibu/Bapak terhadap lembaga-lembaga tersebut. Apakah Ibu/Bapak sangat percaya, cukup percaya, sedikit percaya, atau tidak percaya sama sekali? (%) 65 60 59 55 50 45 40 50 48 39 53 46 DPR Partai Politik 35 30 25 20 Jan'15 Jan'16 Ags'16 45

Di antara 10 lembaga demokrasi, yang paling dipercaya adalah Presiden, 89%, selanjutnya TNI 88%, KPK 82%. Sementara lembaga yang paling rendah tingkat kepercayaannya adalah partai politik 46%, selanjutnya DPR 53%. 46

Secara umum, apakah sejauh ini Ibu/Bapak sangat puas, cukup puas, kurang puas, atau tidak puas sama sekali dengan KERJA PARA MENTERI dalam membantu Presiden Jokowi dan Wakil Presiden M. Jusuf Kalla menyelesaikan berbagai masalah? (%) 70 60 59 50 40 30 20 10 0 3 Sangat puas Cukup Puas Kurang puas Tidak puas sama sekali 25 2 11 TT/TJ Yang merasa puas dengan kinerja para menteri dalam membantu Jokowi-JK sekitar 62%, sedangkan yang tidak puas sekitar 27%. 48

Penilaian pada kinerja kabinet sebagian besar (62%) merasa puas, sisanya kurang/tidak puas (27%) atau tidak punya pendapat (11%). 49

Beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 27 Juli 2016, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan perombakan dalam kabinet kerjanya, yaitu mengganti atau menggeser sejumlah menteri dengan orang baru atau menteri lama ke posisi menteri yang baru, atau lebih dikenal dengan istilah Reshuffle Kabinet. Apakah Ibu/Bapak tahu tentang berita tersebut? Jika tahu, seberapa yakin Ibu/Bapak perombakan kabinet kerja yang dilakukan mampu membuat kinerja pemerintahan ke depan menjadi lebih baik dari sekarang? 70 60 64 Tidak tahu, 47 Ya, tahu, 53 TAHU? 50 40 30 20 10 0 10 Sangat yakin Cukup yakin 17 Kurang yakin 1 Tidak yakin sama sekali Warga yang tahu ada reshuffle kabinet sekitar 53%. Di antara yang tahu, mayoritas (74%) merasa yakin bahwa reshuffle akan membuat kinerja pemerintah Jokowi menjadi lebih baik. 9 TT/TJ 50

Awareness & keyakinan atas reshuffle kabinet menurut Demografi BASE TAHU ADA RESHUFFLE KABINET JOKOWI? TAHU TIDAK...LANJUTAN: KALAU TAHU, APAKAH YAKIN RESHUFFLE AKAN MEMBUAT KINERJA PEMERINTAH JOKOWI MENJADI LEBIH BAIK? SANGAT /CUKUP YAKIN KURANG /TIDAK YAKIN TT/TJ GENDER Laki-laki 50.0 60 40 74 18 8 Perempuan 50.0 47 53 72 18 10 DESA-KOTA Pedesaan 50.8 47 53 77 15 8 Perkotaan 49.2 60 40 71 19 10 UMUR <= 21 thn 5.2 52 48 76 21 3 22-25 thn 5.0 52 48 81 16 3 26-40 thn 38.1 59 41 75 16 9 41-55 thn 35.0 54 46 74 19 7 > 55 thn 16.7 40 60 63 18 18 Reshuffle kabinet lebih banyak diketahui oleh kelompok laki-laki dan yang tinggal di perkotaan. Di semua lapisan demografi, warga yang tahu ada reshuffle mayoritas merasa yakin bahwa reshuffle akan membuat kinerja pemerintah lebih baik. 51

Awareness dan Keyakinan atas Reshuffle Kabinet menurut Demografi BASE TAHU ADA RESHUFFLE KABINET JOKOWI? TAHU TIDAK...LANJUTAN: KALAU TAHU, APAKAH YAKIN RESHUFFLE AKAN MEMBUAT KINERJA PEMERINTAH JOKOWI MENJADI LEBIH BAIK? SANGAT /CUKUP YAKIN KURANG /TIDAK YAKIN TT/TJ PENDIDIKAN <= SD 38.8 29 71 72 15 12 SLTP 20.1 56 44 78 14 8 SLTA 30.0 70 30 74 19 7 Kuliah 11.1 85 15 69 23 9 PENDAPATAN < 1 Juta 30.5 29 71 80 10 10 1 Juta - < 2 Juta 35.3 56 44 72 19 10 => 2 Juta 34.2 72 28 72 20 8 Reshuffle kabinet lebih banyak diketahui oleh kelompok warga yang berpendidikan dan berpendapatan lebih tinggi. Di semua kelompok pendidikan dan pendapatan, warga yang tahu ada reshuffle mayoritas merasa yakin bahwa reshuffle akan membuat kinerja pemerintah lebih baik. 52

Awareness dan Keyakinan atas Reshuffle Kabinet menurut Demografi BASE TAHU ADA RESHUFFLE KABINET JOKOWI? TAHU TIDAK...LANJUTAN: KALAU TAHU, APAKAH YAKIN RESHUFFLE AKAN MEMBUAT KINERJA PEMERINTAH JOKOWI MENJADI LEBIH BAIK? SANGAT /CUKUP YAKIN KURANG /TIDAK YAKIN TT/TJ WILAYAH Sumatera 21.3 62 38 71 19 9 DKI+Banten 7.4 64 36 69 31 0 Jabar 17.2 51 49 77 13 10 Jateng+DIY 15.6 58 42 75 19 6 Jatim 15.6 42 58 76 16 8 Tengah (Bali Nusa Kalimantan) 11.5 46 54 72 13 16 Timur (Sulawesi Maluku Papua) 11.5 50 50 73 14 13 Reshuffle kabinet paling banyak diketahui oleh warga di DKI+Banten. Di semua kelompok wilayah, warga yang tahu ada reshuffle mayoritas merasa yakin bahwa reshuffle akan membuat kinerja pemerintah lebih baik. 53

Berikut ini adalah nama-nama menteri yang baru dilantik oleh Presiden Jokowi hasil perombakan Kabinet Kerja Jilid 2. Seberapa percaya Ibu/Bapak terhadap setiap nama-nama menteri tersebut akan meningkatkan kinerja pemerintahan ke depannya? (%) Sangat/Cukup Percaya Kurang/Tidak percaya Tidak tahu Sri Mulyani Indrawati (Menteri Keuangan) 56 8 36 Wiranto (Menko Polhukam) 54 10 36 Luhut Binsar Pandjaitan (Menko Kemaritiman) 47 9 44 Muhadjir Effendi (Mendikbud) 44 9 47 Sofyan Djalil (Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN) 43 9 48 Bambang Brodjonegoro (Menteri PPN, Kepala Bappenas) 43 9 48 Airlangga Hartarto (Menteri Perindustrian) 42 10 48 Archandra Tahar (Menteri ESDM) 41 9 50 Thomas Lembong (Kepala BKPM) 41 10 49 Budi Karya Sumadi (Menteri Perhubungan) 41 10 49 Asman Abnur (MENPAN-RB) 41 10 49 Enggartiasto Lukita (Menteri Perdagangan) 41 9 50 Eko Putro Sanjoyo (Menteri Desa, Pemb. Daerah Tertinggal & dan Transmigrasi) 40 10 50 0% 25% 50% 75% 100% Di antara menteri-menteri baru hasil reshuffle kabinet Jokowi, yang mendapat kepercayaan paling tinggi dari masyarakat adalah Sri Mulyani (Menteri Keuangan). 54

Warga yang tahu baru-baru ini ada reshuffle kabinet sekitar 53%. Di antara yang tahu, mayoritas (74%) merasa yakin bahwa reshuffle akan membuat kinerja pemerintah Jokowi menjadi lebih baik. Reshuffle kabinet lebih banyak diketahui oleh kelompok lakilaki, tinggal di perkotaan, berpendidikan dan berpendapatan tinggi, dan di wilayah DKI+Banten. Di semua lapisan demografi, warga yang tahu ada reshuffle mayoritas merasa yakin bahwa reshuffle akan membuat kinerja pemerintah lebih baik. Di antara menteri-menteri baru hasil reshuffle kabinet Jokowi, yang mendapat kepercayaan paling tinggi dari masyarakat adalah Sri Mulyani (Menteri Keuangan). 55

Reshuffle kabinet lebih banyak diketahui oleh kelompok laki-laki, tinggal di perkotaan, berpendidikan dan berpendapatan tinggi, dan di wilayah DKI+Banten. Di semua lapisan demografi, warga yang tahu ada reshuffle mayoritas merasa yakin bahwa reshuffle akan membuat kinerja pemerintah lebih baik. Di antara menteri-menteri baru hasil reshuffle kabinet Jokowi, yang mendapat kepercayaan paling tinggi dari masyarakat adalah Sri Mulyani (Menteri Keuangan). 56

Isu-Isu Aktual: Kartu Indonesia Sehat & Pintar Tax Amnesty Tito Karnavian sebagai Kapolri Dukungan Partai-Partai di Pemerintahan Jokowi

Kartu Indonesia Sehat & Kartu Indonesia Pintar

Apakah Ibu/Bapak tahu atau pernah dengar program Kartu Indonesia Sehat (KIS) dari pemerintah?... (%) 90 80 70 72 80 60 50 JAN'15 40 30 20 28 20 AGS'16 10 0 Ya Tidak Mayoritas warga (80%) tahu atau pernah dengar program Kartu Indonesia Sehat. Dalam satu setengah tahun terakhir jumlah warga yang tahu KIS mengalami kenaikan (dari 72% menjadi 80%). 59

Jika Ya, apakah program Kartu Indonesia Sehat (KIS) sangat berarti, cukup berarti, kurang berarti atau tidak berarti sama sekali dalam membantu meringankan beban rakyat yang memerlukan?... (%) (Base: responden yang tahu atau pernah dengar KIS) 60 50 48 52 43 40 30 20 31 JAN'15 AGS'16 10 0 9 4 2 1 7 4 Sangat berarti Cukup berarti Kurang berarti Tidak berarti sama sekali TT/TJ Di antara yang tahu, hampir semuanya (91%) menilai bahwa Kartu Indonesia Sehat sangat atau cukup berarti meringankan beban rakyat. Dibanding Januari 2015, yang mengatakan sangat atau cukup berarti pada Agustus 2016 ini mengalami kenaikan (dari 83% menjadi 91%) 60

Apakah keluarga Ibu/Bapak ini menerima layanan kesehatan dengan Kartu Indonesia Sehat (KIS) tersebut (%) (Base: semua responden) 100 90 91 80 70 71 60 50 40 30 29 JAN'15 AGS'16 20 10 9 0 Ya Tidak Warga yang mengatakan keluarganya merima layanan kesehatan dengan Kartu Indonesia Sehat pada Agustus 2016 ini sekitar 29%, naik dibanding Januari 2015 lalu yang hanya 9%. 61

Apakah Ibu/Bapak tahu atau pernah dengar program Kartu Indonesia Pintar (KIP) dari pemerintah?... (%) 80 70 60 66 71 50 40 30 34 29 JAN'15 AGS'16 20 10 0 Ya Tidak Mayoritas warga (71%) tahu atau pernah dengar program Kartu Indonesia Pintar. Dalam satu setengah tahun terakhir jumlah warga yang tahu KIP mengalami kenaikan (dari 66% menjadi 71%). 62

Jika Ya, apakah program Kartu Indonesia Pintar (KIP) sangat berarti, cukup berarti, kurang berarti atau tidak berarti sama sekali dalam membantu meringankan beban rakyat yang memerlukan?... (%) (Base: responden yang tahu atau pernah dengar KIP) 60 50 54 47 46 40 30 20 29 JAN'15 AGS'16 10 0 7 2 2 1 8 4 Sangat berarti Cukup berarti Kurang berarti Tidak berarti sama sekali TT/TJ Di antara yang tahu, hampir semuanya (93%) menilai bahwa Kartu Indonesia Pintar sangat atau cukup berarti meringankan beban rakyat. Dibanding Januari 2015, yang mengatakan sangat atau cukup berarti pada Agustus 2016 ini mengalami kenaikan (dari 83% menjadi 93%) 63

Apakah keluarga Ibu/Bapak ini menerima layanan dari Kartu Indonesia Pintar (KIP) tersebut? (%) (Base: semua responden) 120 100 95 86 80 60 40 JAN'15 AGS'16 20 0 5 Ya 14 Tidak Keluarga yang merima layanan dari Kartu Indonesia Pintar pada Agustus 2016 ini sekitar 14%, naik dibanding Januari 2015 lalu yang hanya sekitar 5%.. 64

KARTU INDONESIA SEHAT: Mayoritas warga (80%) tahu atau pernah dengar program Kartu Indonesia Sehat. Dalam satu setengah tahun terakhir jumlah warga yang tahu KIS mengalami kenaikan (dari 72% menjadi 80%). Di antara yang tahu, hampir semuanya (91%) menilai bahwa Kartu Indonesia Sehat sangat atau cukup berarti meringankan beban rakyat. Dibanding Januari 2015, yang mengatakan sangat atau cukup berarti pada Agustus 2016 ini mengalami kenaikan (dari 83% menjadi 91%) Warga yang mengatakan keluarganya merima layanan kesehatan dengan Kartu Indonesia Sehat pada Agustus 2016 ini sekitar 29%, naik dibanding Januari 2015 lalu yang hanya 9%. 65

KARTU INDONESIA PINTAR: Mayoritas warga (71%) tahu atau pernah dengar program Kartu Indonesia Pintar. Dalam satu setengah tahun terakhir jumlah warga yang tahu KIS mengalami kenaikan (dari 66% menjadi 71%). Di antara yang tahu, hampir semuanya (93%) menilai bahwa Kartu Indonesia Pintar sangat atau cukup berarti meringankan beban rakyat. Dibanding Januari 2015, yang mengatakan sangat atau cukup berarti pada Agustus 2016 ini mengalami kenaikan (dari 83% menjadi 93%) Keluarga yang merima layanan dari Kartu Indonesia Pintar pada Agustus 2016 ini sekitar 14%, naik dibanding Januari 2015 lalu yang hanya sekitar 5%. 66

Tahu atau Pernah Dengar Berita tentang Tax Amnesty? Apakah Ibu/Bapak tahu atau pernah dengar berita tentang kebijakan Tax Amnesty?... (%) 90 84 80 70 60 50 40 30 20 16 10 0 Ya Tidak Hanya 16% warga yang tahu atau pernah dengar kebijakan Tax Amnesty. 68

Lanjutan...: Bila tahu, setuju dengan Tax Amnesty? Bila YA, ada warga yang setuju dan ada yang tidak setuju dengan rencana pengampunan pajak ini. Bagaimana dengan pendapat Ibu/Bapak sendiri? Apakah Ibu/Bapak setuju atau tidak setuju dengan kebijakan pemerintah melakukan pengampunan pajak (tax amnesty)?... (%) 80 70 69 60 50 40 30 20 10 23 8 0 Setuju Tidak setuju Tidak tahu/tidak jawab Di antara yang tahu, mayoritas setuju (69%) dengan kebijakan Tax Amnesty. 69

Apakah sejauh ini Ibu/Bapak bayar pajak? Apakah sejauh ini Ibu/Bapak bayar pajak atau tidak?... (%) (Base: semua responden) 100 90 87 80 70 60 50 40 30 20 10 0 10 Ya Tidak Tidak tahu/tidak jawab 3 Mayoritas warga (87%) mengaku sejauh ini bayar pajak. 70

... Lanjutan: Jika Ya, semua pendapatan dan kekayaan dibayar pajaknya atau tidak? Jika Ya, apakah semua pendapatan dan kekayaan Ibu/Bapak yang harus dipajaki dibayar pajaknya, atau tidak semuanya? (Base: responden yang menjawab bayar pajak) Semua pendapatan dan kekayaan yang harus dipajaki dibayar semua pajaknya 58 Bayar pajak, tapi tidak semuanya (hanya bayar pajak sebagian dari yang seharusnya) 38 Tidak tahu/tidak jawab 3 0 10 20 30 40 50 60 70 Di antara warga yang bayar pajak, mayoritas (58%) menyatakan membayar semua pajak atas pendapatan dan kekayaannya. Namun demikian, cukup banyak (38%) yang hanya bayar pajak sebagian dari yang seharusnya. 71

Lanjutan...: Bila Tidak, mengapa tidak bayar pajak? Jika Tidak, boleh tahu mengapa Ibu/Bapak tidak bayar pajak?... (%) (Base: responden yang menjawab tidak membayar pajak) 60 56 50 40 30 25 20 10 0 Tidak punya yang kena wajib pajak Tidak tahu kena wajib pajak atau tidak 13 Tidak mengerti cara bayar pajak 2 Tidak mau bayar pajak 4 Tidak jawab Di antara yang tidak bayar pajak, alasan utama tidak bayar pajak adalah karena tidak termasuk wajib pajak (56%), selanjutnya tidak tahu kena wajib pajak atau tidak (25%), tidak mengerti cara bayar pajak (13%), dan tidak mau bayar pajak (2%). 72

Hanya 16% warga yang tahu atau pernah dengar kebijakan Tax Amnesty. Di antara yang tahu, mayoritas setuju (69%) dengan kebijakan Tax Amnesty. Mayoritas warga, sekitar 87%, mengaku sejauh ini bayar pajak. Yang tidak membayar pajak sekitar 10%, dan sisanya 3% menjawab tidak tahu atau tidak menjawab. Di antara warga yang bayar pajak, mayoritas (58%) menyatakan membayar semua pajak atas pendapatan dan kekayaannya. Namun demikian, cukup banyak (38%) yang hanya bayar pajak sebagian dari yang seharusnya. Alasan utama tidak bayar pajak adalah karena tidak termasuk wajib pajak (56%), selanjutnya tidak tahu kena wajib pajak atau tidak (25%), tidak mengerti cara bayar pajak (13%), dan tidak mau bayar pajak (2%). 73

Mengikuti berita bahwa Presiden Jokowi telah memilih dan melantik Tito Karnavian sebagai Kapolri? Apakah Ibu/Bapak mengikuti berita bahwa Presiden Jokowi telah memilih dan melantik Tito Karnavian, sebagai Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri)?... (%) 70 60 58 50 40 42 30 20 10 0 Ya Tidak Sekitar 42% warga mengikuti berita bahwa Presiden Jokowi telah memilih dan melantik Tito Karnavian sebagai Kapolri. 75

Lanjutan...: Bila YA, apakah Presiden Jokowi telah membuat keputusan yang tepat dalam pemilihan tersebut? Bila YA, apakah Presiden Jokowi telah membuat keputusan yang tepat dalam pemilihan tersebut?... (%) 100 90 91 80 70 60 50 40 30 20 10 0 8 Ya Tidak Tidak tahu/tidak jawab 1 Di antara yang mengikuti berita pemilihan Tito Karnavian sebagai Kapolri, mayoritas warga (91%) menilai bahwa Presiden Jokowi telah membuat keputusan yang tepat dalam pemilihan tersebut. 76

Lanjutan...: Bila YA, mengapa? Bila YA, mengapa? Jawaban bisa lebih dari satu... (%) (Base: responden yang menjawab bahwa keputusan Jokowi memilih Tito Karnavian adalah keputusan yang tepat) Tito Karnavian sudah melewati sejumlah jabatan-jabatan penting di kepolisian dan dinilai sukses seperti Kepala Densus 88 Anti-teror, Kapolda Papua, Kapolda Metro Jaya, dan Tito Karnavian adalah polisi terbaik di jajaran petinggi kepolisian sekarang ini 31 37 Punya komitmen untuk melakukan perubahan penting di tubuh Polri Orangnya bersih dari korupsi Orangnya Pintar Bisa bekerja sama dengan penegak hukm lain terutama KPK dan kejaksaan 15 13 12 10 Secara khusus berlatar belakang pendidikan ahli anti terror 6 Orangnya rendah hati dan mudah bergaul 4 TT/TJ 11 0 5 10 15 20 25 30 35 40 Jokowi dianggap telah membuat keputusan tepat dalam pemilihan Tito Karnavian terutama karena Tito Karnavian dinilai sudah melewati sejumlah jabatan-jabatan penting di kepolisian & dinilai sukses (37%), selanjutnya karena Tito dinilai sebagai polisi terbaik di jajaran petinggi kepolisian sekarang ini (31%). 77

Lanjutan...: Bila TIDAK, mengapa? Bila TIDAK, mengapa? Jawaban bisa lebih dari satu... (%) (Base: responden yang menjawab bahwa keputusan Jokowi memilih Tito Karnavian bukan keputusan yang tepat) Masih terlalu muda hingga ia melangkahi sejumlah seniornya di kepolisian 20 Selama memimpin Denus 88 anti terror banyak melanggar hak azasi manusia 2 Akan sulit mewujudkan visi dan misinya karena kurang mendapat dukungan di tubuh Polri sendiri 2 TT/TJ 76 0 10 20 30 40 50 60 70 80 Sementara itu, bagi mereka yang menilai bahwakeputusan Jokowi dalam pemilihan Tito Karnavian tidak tepat, alasanya adalah karena Tito masih terlalu muda sehingga melangkahi sejumlah seniornya di kepolisian (20%). 78

Sekitar 42% warga mengikuti berita bahwa Presiden Jokowi telah memilih dan melantik Tito Karnavian sebagai Kapolri. Di antara yang mengikuti berita pemilihan Tito Karnavian sebagai Kaporli, hampir semua warga (91%) menilai bahwa Presiden Jokowi telah membuat keputusan yang tepat dalam pemilihan tersebut. Yang menilai tidak tepat hanya 8%. Jokowi dianggap telah membuat keputusan tepat dalam pemilihan Tito Karnavian terutama karena Tito Karnavian dinilai sudah melewati sejumlah jabatan-jabatan penting di kepolisian & dinilai sukses, selanjutnya karena Tito dinilai sebagai polisi terbaik di jajaran petinggi kepolisian sekarang ini. Sementara itu, bagi mereka yang menilai bahwa keputusan Jokowi dalam pemilihan Tito Karnavian tidak tepat, alasan utamanya adalah karena Tito masih terlalu muda sehingga melangkahi sejumlah seniornya di kepolisian. 79

Sekarang sebagian besar partai-partai politik sudah mendukung pemerintah Presiden Jokowi sehingga pemerintah mendapat dukungan lebih banyak dan lebih kuat dari partai politik. Menurut Ibu/Bapak, apakah perubahan ini positif (baik) atau negatif (tidak baik) buat negeri kita secara umum? (%) 100 80 81.5 60 40 20 0 15.1 3.4 Positif/baik Negatif/tidak baik TT/TJ Umumnya warga (81.5%) berpendapat bahwa dukungan lebih banyak dan lebih kuat dari partai politik yang diperoleh pemerintah Jokowi saat ini sebagai hal yang positif (baik). 81

Kalau POSITIF/BAIK, mengapa? (%) Presiden akan lebih mudah menjalankan pemerintahan karena mendapatkan kekuatan mayoritas di DPR 55 Agenda-agenda pemerintah untuk kesejahteraan rakyat tidak akan mendapat hambatan di DPR 20 Presiden sebagaimana diamanatkan konstitusi bisa mengambil keputusan secara lebih mandiri, tanpa campur tangan partai 12 TT/TJ 13 0 10 20 30 40 50 60 Alasan utama yang mengatakan bahwa dukungan lebih banyak dari partai politik sebagai hal yang positif (baik) adalah Presiden akan lebih mudah menjalankan pemerintahan karena mendapatkan kekuatan mayoritas di DPR. 82

Kalau NEGATIF/TIDAK BAIK, mengapa? (%) Tidak ada kekuatan yang berarti untk mengontrol pelaksanaan pemerintah 57 Presiden terkesan mengendalikan partai-partai itu sehingga mereka kurang mandiri 35 TT/TJ 8 0 10 20 30 40 50 60 Alasan utama yang mengatakan bahwa dukungan lebih banyak dari partai politik sebagai hal yang mengatif (tidak baik) adalah Tidak ada kekuatan yang berarti untuk mengontrol pelaksanaan pemerintah. 83

Seberapa setuju Ibu/Bapak dengan bergabungnya Partai Golkar ke dalam koalisi partai pendukung pemerintahan Jokowi? (%) 100 80 60 40 20 0 4.8 46.6 18.7 2.5 Sangat setuju Setuju Kurang setuju Sangat tidak setuju 27.5 TT/TJ Mayoritas warga (51.4%) setuju atau sangat setuju dengan bergabungnya Partai Golkar di pemerintahan Jokowi. 84

100 Belum lama ini, Partai Golkar di bawah kepemimpinan Ketua Umumnya yang baru, Setya Novanto, memutuskan untuk bergabung ke dalam koalisi partai pendukung pemerintahan Jokowi. Seberapa yakin Ibu/Bapak Partai Golkar akan terus mendukung pemerintahan Jokowi termasuk ketika pemerintah mengeluarkan kebijakan yang tidak populer (misalnya seperti kebijakan menaikkan harga BBM)? (%) 80 60 40 20 0 2.3 31.6 24.0 4.1 38.0 Sangat yakin Cukup yakin Kurang yakin Tidak yakin sama sekali TT/TJ Warga yang sangat/cukup yakin bahwa Partai Golkar akan terus mendukung Pemerintahan Jokowi jumlahnya hanya sekitar 33.9%, hampir sama dengan yang kurang/tidak yakin 28.1%. Sementara itu 38% sisanya menjawab tidak tahu. 85

Beberapa hari yang lalu, melalui Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas), Partai Golkar mengumumkan dukungannya kepada Joko Widodo sebagai calon Presiden dalam Pemilu tahun 2019 mendatang. Seberapa percaya Ibu/Bapak Partai Golkar akan tetap mendukung Jokowi sebagai calon Presiden hingga pelaksanaan Pemilu tahun 2019 mendatang? (%) 100 80 60 40 29.3 25.3 37.7 20 0 3.1 Sangat percaya Cukup percaya Kurang percaya 4.6 Tidak percaya sama sekali TT/TJ Warga yang sangat/cukup percaya bahwa Partai Golkar akan mengusung Jokowi sebagai calon presiden 2019 nanti jumlahnya hanya sekitar 32.4%, hampir sama dengan yang kurang/tidak percaya 29.9%. Sementara itu 37.7% sisanya menjawab tidak tahu. 86

KOALISI BESAR PEMERINTAHAN JOKOWI Umumnya warga (81.5%) berpendapat bahwa dukungan lebih banyak dan lebih kuat dari partai politik yang diperoleh pemerintah Jokowi saat ini sebagai hal yang positif (baik). Yang berpendapat negatif hanya 15.1%. Alasan utama yang mengatakan bahwa dukungan lebih banyak dari partai politik sebagai hal yang positif (baik) adalah Presiden akan lebih mudah menjalankan pemerintahan karena mendapatkan kekuatan mayoritas di DPR. Sementara bagi yang berpendapat bahwa dukungan lebih banyak dari partai politik sebagai hal yang mengatif (tidak baik) alasan utamanya adalah tidak ada kekuatan yang berarti untuk mengontrol pelaksanaan pemerintah. 87

DUKUNGAN GOLKAR KEPADA PEMERINTAH: Mayoritas warga (51.4%) setuju atau sangat setuju dengan bergabungnya Partai Golkar di pemerintahan Jokowi. Namun warga yang sangat/cukup yakin bahwa Partai Golkar akan terus mendukung Pemerintahan Jokowi jumlahnya hanya sekitar 33.9%, hampir sama dengan yang kurang/tidak yakin 28.1%. Sementara itu 38% sisanya menjawab tidak tahu. Sementara itu, hanya 32.4% warga yang sangat/cukup percaya bahwa Partai Golkar akan mengusung Jokowi sebagai calon presiden 2019 nanti, hampir sama dengan yang kurang/tidak percaya 29.9%. Sementara 37.7% sisanya menjawab tidak tahu. 88

TT/TJ PBB HANURA PERINDO NASDEM PAN PKS PPP DEMOKRAT PKB GERINDRA GOLKAR PDIP Jika pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) diadakan sekarang ini, partai atau calon dari partai mana yang akan Ibu/Bapak pilih? (%) 40 37.8 35 30 25 20 21.6 15 12.5 10 5 0 5.7 5.4 4.8 4.3 2.1 2.0 2.0 1.3 0.4 0.1 Dalam jawaban spontan, bila pemilu diadakan sekarang PDIP mendapat suara terbanyak, 21.6%, selanjutnya Golkar 12.5%, Gerindra 5.7%, PKB 5.4%, Demokrat 4.8%, PPP 4.3%. Partai-partai lain di bawah 3%, dan yang tidak tahu 37.8%. 90

TT/TJ Lainnya Hanura PAN Nasdem Perindo PKS PPP Demokrat PKB Gerindra Golkar PDIP 30 Jika pemilihan anggota DPR diadakan sekarang ini, partai atau calon dari partai mana yang akan Ibu/Bapak pilih dari daftar partai berikut ini? (%) 26.6 25 20 15 10 5 0 18.9 16.1 14.7 11.8 8.2 9.0 7.1 Apr'2014 (KPU) Ags'2016 10.2 6.3 6.5 6.8 6.7 7.6 5.1 3.2 2.7 2.6 2.6 0.0 5.3 2.4 0.7 0.7 18.0 Dalam format pertanyaan semi terbuka (responden diberikan daftar partai untuk dipilih, dan boleh memilih partai lainnya yang tidak ada di dalam daftar), PDIP mendapat suara terbanyak, 26.6%, selanjutnya Golkar 16.1%, Gerindra 8.2%, PKB 7.1%, Demokrat 6.3%, PPP 6.1%, PKS 3.2%. Partaipartai lain di bawah 3%, dan yang tidak tahu 18%. 91

Ada orang yang merasa dekat dengan partai politik tertentu dalam jangka waktu yang lama, walaupun mungkin suatu saat akan memilih partai yang berbeda. Bagaimana dengan Ibu/Bapak, apakah ada partai politik yang Ibu/Bapak merasa lebih dekat dengannya? Jika ya, dengan partai apa Ibu/Bapak merasa lebih dekat? Jika ya, Seberapa dekatkah Ibu/Bapak dengan partai tersebut? (%) 60 50 40 30 20 10 0 Tidak mau jawab/r ahasia, 2.7 Tidak, 85.9 16.5 Sangat dekat Ya, 11.4 51.8 Cukup dekat YA? 27.3 Sedikit dekat YA? 4.3 TT/TJ PDIP Golkar PKB Gerindra PPP PKS Demokrat NasDem PAN PBB PSI Perindo PKPI Hanura Lainnya Tidak tahu/tidak jawab 1.4 0.7 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 5.0 5.0 2.9 2.9 3.6 7.2 10.8 15.8 44.6 0 10 20 30 40 50 92

Mei'11 Jun'11 Jul'11 Des'11 Feb'12 Mei'12 Jun'12 Okt'12 Des'12 Mar'13 Okt'13 Des'13 Jan'14 Feb-Mrt'14 Mrt'14 Apr'14 Mei'14 Jun'14 Jan'15 Apr'16 Jun'16 Ags'16 Tren Party ID 25 21 21 20 15 10 18 18 18 14 17 14 12 14 10 12 14 13 15 15 13 12 16 10 11 11 5 0 93

Bila pemilu diadakan sekarang, dalam format pertanyaan semi terbuka PDIP mendapat suara terbanyak, 26.6%, selanjutnya Golkar 16.1%, Gerindra 8.2%, PKB 7.1%, Demokrat 6.3%, PPP 6.1%, PKS 3.2%. Partai-partai lain di bawah 3%, dan yang tidak tahu 18%. Peta kekuatan partai politik masih bisa berubah. Ini karena loyalitas pemilih kepada Partai yang sangat rendah (Party ID hanya sekitar 11%). Selain itu, masa Pemilu masih cukup jauh. 94

Pemilihan Presiden 2019 masih sekitar 3 tahun lagi. Tapi bila pemilihan Presiden diadakan sekarang ini, siapa yang akan Ibu/Bapak pilih?... % Joko Widodo (Jokowi) Prabowo Subianto Susilo Bambang Yudhoyono Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) Hary Tanoesudibjo Megawati Soekarnoputri Tri Rismaharini Ridwan Kamil Aburizal Bakrie Surya Paloh M. Jusuf Kalla Ganjar Pranowo Wiranto BJ. Habibie Anis Baswedan Sri Mulyani Indrawati Saparuddin Pramono Edhie Wibowo Pramono Anung Mahfud MD M. Yusril Ihza Mahendra Ichsanuddin Nursy Hutomo Mandala Putra Hidayat Nurwahid Chairul Tanjung Amien Rais Aa Gym TT/TJ/rahasia 1.4 2.6 0.8 0.7 0.6 0.4 0.4 0.2 0.2 0.2 0.2 0.2 0.2 0.1 0.1 0.1 0.1 0.1 0.1 0.1 0.1 0.1 0.1 0.1 0.1 10.1 35.6 Dalam jawaban spontan, bila pemilihan presiden diadakan sekarang, Jokowi mendapat dukungan terbanyak, 35.6%, selanjutnya Prabowo 10.1%. 45.2 0 10 20 30 40 50 96

Pemilihan Presiden 2019 masih sekitar 4 tahun lagi. Tapi bila pemilihan Presiden diadakan sekarang ini, siapa yang akan Ibu/Bapak pilih? (%) 40 35 35.6 30 25 25.5 31.1 32.4 Joko Widodo (Jokowi) 20 21.4 Prabowo Subianto 15 10 13.5 11.8 12.6 9.4 10.1 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) 5 0 4.5 3.2 2.2 2.6 2.6 Okt'15 Des'15 Mar'16 Jun'16 Aug'16 Sumber: SMRC, Indikator Dukungan kepada Jokowi sebagai presiden terus naik, sedangkan Prabowo cenderung turun. 97

Siapa yang akan Ibu/Bapak pilih jadi presiden sekarang ini jika nama-nama berikut maju sebagai calon presiden? (INTERVIEWER: kocok kartu drop card (37 kartu). Tunjukan satu-satu secara acak hingga semua kartu terbaca sekaligus oleh responden. Bila responden tak bisa baca, bantu bacakan) Joko Widodo (Jokowi) Prabowo Subianto Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) Hary Tanoesudibjo Megawati Soekarnoputri Ridwan Kamil Rhoma Irama Tri Rismaharini M. Jusuf Kalla Aburizal Bakrie Wiranto Ganjar Pranowo Surya Paloh M. Yusril Ihza Mahendra Sri Mulyani Indrawati Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto) Chairul Tanjung Hidayat Nurwahid Agus Harimurti Yudhoyono Zulkifli Hasan Soekarwo Pramono Edhie Wibowo Ahmad Heryawan Sutiyoso Pramono Anung Muhaimin Iskandar M. Sohibul Iman Kristiani Herrawati Yudhoyono (Bu Ani) Agung Laksono Tjahjo Kumolo Suryadharma Ali Puan Maharani Moeldoko M. Romahurmuziy Grace Natalie Gita Wirjawan Lainnya Tidak tahu/tidak jawab 5.2 2.33.1 1.9 1.6 1.4 1.2 1.2 1.1 0.9 0.7 0.5 0.4 0.3 0.3 0.3 0.2 0.2 0.2 0.2 0.2 0.2 0.1 0.1 0.1 0.1 0.1 0.1 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.2 13.3 15.5 Dalam pertanyaan semi terbuka, bila pemilihan presiden diadakan sekarang, Jokowi mendapat dukungan terbanyak, 46.7%, selanjutnya Prabowo 15.5%. 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 46.7 98

Siapa yang akan Ibu/Bapak pilih jadi presiden sekarang ini jika nama-nama berikut maju sebagai calon presiden? (%) 50 45 44.0 46.7 40 35 30 30.8 33.4 40.5 Joko Widodo (Jokowi) Prabowo Subianto 25 20 15 20.3 21.2 17.9 15.3 15.5 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) 10 5 7.5 6.6 4.9 5.3 5.2 0 Okt'15 Des'15 Mar'16 Jun'16 Ags'16 Sumber: SMRC, Indikator Dukungan kepada Jokowi sebagai presiden terus naik, sedangkan Prabowo cenderung turun. 99

Bila pemilihan presiden diadakan sekarang, Jokowi mendapat dukungan terbanyak. Selanjutnya Prabowo Subianto. Dalam jawaban spontan, dukungan untuk Jokowi pada Agustus 2016 ini sebesar 35.6%, Prabowo 10.1%, dan nama-nama lain di bawah 3%. Dalam bentuk pertanyaan semi terbuka, dukungan kepada Jokowi sebesar 46.7%, disusul Prabowo 15.5%, SBY 3.1%, dan nama-nama lain di bawah 3%. Dukungan kepada Jokowi sebagai presiden terlihat terus membesar, sedangkan Prabowo cenderung turun. 100

Dukungan kepada Calon Presiden (Semi Terbuka) menurut Demografi BASE Jokowi Prabowo Lainnya Belum tahu Laki-laki 50.0 GENDER 48 18 22 12 Perempuan 50.0 45 13 27 15 DESA-KOTA Pedesaan 50.8 54 12 21 13 Perkotaan 49.2 39 19 28 14 UMUR <= 21 thn 5.2 27 25 38 10 22-25 thn 5.0 43 13 36 8 26-40 thn 38.1 43 18 28 12 41-55 thn 35.0 52 13 23 13 > 55 thn 16.7 53 13 13 21 Jokowi unggul atas Prabowo di setiap kelompok gender, desa-kota, dan umur. 102

Dukungan kepada Calon Presiden (Semi Terbuka) menurut Demografi BASE Jokowi Prabowo Lainnya Belum tahu <= SD 38.8 PENDIDIKAN 51 11 20 17 SLTP 20.1 48 13 25 14 SLTA 30.0 44 19 29 8 PT 11.1 36 24 27 12 PENDAPATAN < 1 Juta 30.5 52 10 22 16 1 Juta - < 2 Juta 35.3 48 14 26 13 => 2 Juta 34.2 40 22 26 12 Jokowi unggul atas Prabowo di setiap kelompok pendidikan dan pendapatan. 103

Dukungan kepada Calon Presiden (Semi Terbuka) menurut Demografi BASE Jokowi Prabowo Lainnya Belum tahu KEGIATAN (PEKERJAAN) Petani/peternak/nelayan/ buruh kasar/pembantu/kerja tdk tetap/ PKL/supir/ 42.0 53 13 21 12 ojek/satpam/hansip Pengusaha/pegawai (PNS/swasta/desa)/guru/dose 19.9 36 24 29 11 n/profesional Ibu rumah tangga 25.6 44 13 29 14 Sekolah/Kuliah 2.3 18 29 39 14 Pensiun 3.0 57 14 5 24 Lainnya 7.1 54 9 21 16 Jokowi sementara unggul atas Prabowo di hampir semua kelompok pekerjaan, kecuali di kelompok pelajar/mahasiswa yang lebih banyak memilih Prabowo. 104

Dukungan kepada Calon Presiden (Semi Terbuka) menurut Demografi BASE Jokowi Prabowo Lainnya Belum tahu Jawa 40.6 ETNIS 49 12 26 13 Sunda 15.2 29 21 35 15 Madura 4.8 57 22 12 9 Bugis 2.7 52 9 24 15 Betawi 2.9 20 37 31 11 Batak 3.0 70 11 14 5 Minang 2.5 19 42 32 6 Lainnya 28.3 53 12 19 15 AGAMA Islam 89.8 43 17 26 13 Kristen (Katolik & Protestan) 8.4 81 5 9 5 Lainnya 1.9 48 0 4 48 Jokowi sementara unggul atas Prabowo di hampir semua kelompok etnis, kecuali di kelompok etnis Minang dan Betawi yang lebih banyak memilih Prabowo. Jokowi juga sementara ini unggul di semua kelompok agama. 105

Dukungan kepada Calon Presiden (Semi Terbuka) menurut Wilayah BASE Jokowi Prabowo Lainnya Belum tahu WILAYAH Sumatera 21.3 42 20 30 9 DKI+Banten 7.4 32 26 34 8 Jabar 17.2 28 23 32 17 Jateng+DIY 15.6 59 7 25 9 Jatim 15.6 52 14 20 15 Tengah (Bali Nusa Kalimantan) 11.5 49 9 15 28 Timur (Sulawesi Maluku Papua) 11.5 69 11 12 8 Jokowi sementara unggul atas Prabowo di semua wilayah. 106

Dukungan kepada calon presiden (semi terbuka) menurut kepuasan atas kinerja Jokowi BASE Jokowi Prabowo Lainnya Belum tahu KEPUASAN ATAS KINERJA PRESIDEN JOKOWI Sangat/cukup puas 67.5 60 9 19 12 Kurang/tidak puas 30.1 20 30 37 13 Dukungan terhadap calon presiden berkaitan dengan evaluasi atas kinerja Presiden. Publik yang puas dengan kinerja Jokowi mayoritas memilih Jokowi, sedangkan publik yang tidak puas lebih banyak yang memilih Prabowo sebagai presiden. 107

Dukungan kepada calon presiden (semi terbuka) menurut keyakinan atas kemampuan Jokowi BASE Jokowi Prabowo Lainnya Belum tahu KEYAKINAN ATAS KEMAMPUAN JOKOWI MEMIMPIN Sangat/cukup yakin 74.0 58 9 21 12 Kurang/tidak yakin 20.8 10 39 39 12 Dukungan terhadap calon presiden juga berkaitan berkaitan dengan persepsi atas kemampuan Jokowi memimpin bangsa ini. Warga yang yakin dengan kemampuan Jokowi mayoritas memilih Jokowi, sedangkan yang tidak yakin lebih banyak yang memilih Prabowo sebagai presiden. 108

Dukungan kepada calon presiden (semi terbuka) menurut massa pemilih partai BASE Jokowi Prabowo Lainnya Belum tahu MASSA PEMILIH PARTAI NASDEM 2.6 59 6 31 3 PKB 7.1 56 7 28 9 PKS 3.2 18 31 46 5 PDIP 26.6 69 5 19 7 GOLKAR 16.1 49 17 28 6 GERINDRA 8.2 16 62 18 4 DEMOKRAT 6.3 38 22 34 6 PAN 2.6 44 19 34 3 PPP 5.1 39 19 29 13 HANURA 0.7 56 0 33 11 PERINDO 2.7 24 18 55 3 LAINNYA 0.7 88 0 13 0 TT/TJ 18.0 33 7 16 44 Jokowi unggul di hampir semua kelompok massa pemilh partai, kecuali pada massa pemilih Gerindra dan PKS yang lebih banyak memilih Prabowo. 109

Bila pemilihan presiden diadakan sekarang, Jokowi unggul atas Prabowo di hampir setiap kelompok demografi, kecuali pada kelopok pelajar/mahasiswa, etnis Betawi dan etnis Minang. Dukungan terhadap calon presiden berkaitan dengan evaluasi atas kinerja Presiden. Publik yang puas dengan kinerja Jokowi mayoritas memilih Jokowi, sedangkan publik yang tidak puas lebih banyak yang memilih Prabowo sebagai presiden. Jokowi sementara ini unggul di hampir semua kelompok massa pemilh partai, kecuali pada massa pemilih Gerindra dan PKS yang lebih banyak memilih Prabowo. 110

Mayoritas warga (68%) merasa puas dengan kinerja Presiden Jokowi. Tingkat kepuasan warga terhadap Jokowi ini tertinggi setelah Jokowi menjabat sebagai presiden. Tingkat kepercayaan pada kemampuan presiden Jokowi untuk memimpin bangsa ini juga tinggi (74%). Ini modal psiko-politik penting untuk dukungan pada kepemimpinan nasional terlepas dari banyak masalah yang dihadapi bangsa ini. 112

Evaluasi atas kinerja Presiden berhubungan erat dengan persepsi atas berbagai kondisi, terutama kondisi ekonomi nasional. Dan sentimen atas kondisi ekonomi nasional ini sangat terkait dengan inflasi yang secara reguler dirilis BPS: Inflasi naik, sentimen negatif naik; inflasi turun, sentimen negatif turun. Warga juga umumnya optimistis dengan ekonomi nasional ke depan. Ini modal psikologis penting. 113

Secara lebih spesifik, kerja pemeritah Jokowi yang dinilai paling mengalami kemajuan adalah pembangunan jalan-jalan umum, selanjutnya membuat pelayanan kesehatan di rumah sakit atau puskesmas yang terjangkau oleh warga pada umumnya. Mayoritas warga menilai kerja pemerintah dalam masalah-masalah tersebut semakin baik dibanding tahun lalu. Kerja pemerintah juga dinilai mengalami kemajuan dalam membangun sarana transportasi umum, membuat agar sekolah dan perguruan tinggi terjangkau oleh warga, membuat obatan-obatan terjangkau warga pada umumnya, mengurangi/bahkan menghilangkan ancaman Narkoba terhadap warga, menekan/bahkan menghilangkan rasa terancam warga dari teroris. Yang menilai kerja pemerintah semakin baik lebih banyak dibanding yang menilai tidak ada perubahan atau yang menilai lebih buruk. 114

Sementara itu, meskipun yang menilai semakin baik lebih banyak jumlahnya dibanding yang menilai semakin buruk, lebih banyak warga yang menilai bahwa kerja pemerintah Jokowi tidak ada perubahan dalam menjamin kesetaraan hak-hak warga negara apapun latar belakangnya, meningkatkan pemerataan kesejahteraan bagi warga, menekan pada tingkat yang rendah korupsi uang Negara. Yang paling harus diperhatikan adalah kerja pemerintah Jokowi dalam mengurangi pengangguran, mengurangi jumlah orang miskin, menyediakan lapangan kerja, membuat harga-harga kebutuhan pokok agar terjangkau. Warga yang menilai kerja pemerintah semakin buruk lebih banyak dibanding yang menilai semakin baik. 115

Warga pada umumnya mendukung atau menilai secara positif kebijakan-kebijakan atau langkah-langkah yang diambil oleh Presiden Jokowi: Reshuffle Kabinet: Warga yang tahu bahwa baru-baru ini ada reshuffle kabinet jumlahnya sekitar 53%. Dan di antara yang tahu, mayoritas (74%) merasa yakin bahwa reshuffle akan membuat kinerja pemerintah Jokowi menjadi lebih baik. Ini menunjukkan bahwa reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden Jokowi didukung oleh warga pada umumnya. Di antara menteri-menteri baru hasil reshuffle kabinet Jokowi, yang mendapat kepercayaan paling tinggi dari masyarakat adalah Sri Mulyani (Menteri Keuangan). 116

Pengangkatan Tito Karnavian sebagai Kapolri: Sekitar 42% warga mengikuti berita bahwa Presiden Jokowi telah memilih dan melantik Tito Karnavian sebagai Kapolri. Dan di antara yang mengikuti, hampir semua (91%) menilai bahwa Presiden Jokowi telah membuat keputusan yang tepat dalam pemilihan tersebut. Alasan utama Jokowi dianggap telah membuat keputusan tepat dalam hal ini terutama karena Tito Karnavian dinilai sudah melewati sejumlah jabatan-jabatan penting di kepolisian & dinilai sukses, selanjutnya karena Tito dinilai sebagai polisi terbaik di jajaran petinggi kepolisian sekarang ini. 117

Kartu Indonesia Sehat & Kartu Indonesia Pintar: Mayoritas warga tahu atau pernah dengar program Kartu Indonesia Sehat (80%) dan Kartu Indonesia Pintar (71%). Di antara yang tahu, hampir semuanya menilai bahwa Kartu Indonesia Sehat dan Kartu Indonesia Pintar sangat atau cukup berarti meringankan beban rakyat yang memerlukan. Tax Amnesty: Hanya 16% warga yang tahu atau pernah dengar kebijakan Tax Amnesty. Namun demikian, di antara yang tahu, mayoritas (69%) menyatakan setuju dengan kebijakan Tax Amnesty ini. 118

Mayoritas warga, sekitar 87%, mengaku sejauh ini bayar pajak. Yang menyatakan tidak membayar pajak sekitar 10%, dan sisanya 3% tidak tahu atau tidak menjawab. Alasan utama tidak bayar pajak adalah karena tidak termasuk wajib pajak (56%), selanjutnya tidak tahu kena wajib pajak atau tidak (25%), tidak mengerti cara bayar pajak (13%), dan tidak mau bayar pajak (2%). Sementara itu, di antara warga yang bayar pajak, mayoritas (58%) menyatakan membayar semua pajak atas pendapatan dan kekayaannya. Namun demikian, cukup banyak (38%) yang hanya bayar pajak sebagian dari yang seharusnya. Ini menunjukkan bahwa potensi untuk menaikkan pendapatan Negara dari sektor pajak masih sangat besar. 119

Koalisi Besar di Pemerintahan Jokowi: Umumnya warga (81.5%) berpendapat bahwa dukungan lebih banyak dan lebih kuat dari partai politik yang diperoleh pemerintah Jokowi saat ini sebagai hal yang positif (baik). Alasan utama yang mengatakan bahwa dukungan lebih banyak dari partai politik sebagai hal yang positif (baik) adalah Presiden akan lebih mudah menjalankan pemerintahan karena mendapatkan kekuatan mayoritas di DPR. 120

Tentang Dukungan Golkar kepada Pemerintahan Jokowi: Mayoritas warga (51.4%) setuju atau sangat setuju dengan bergabungnya Partai Golkar di pemerintahan Jokowi. Namun demikian, warga yang sangat/cukup yakin bahwa Partai Golkar akan terus mendukung Pemerintahan Jokowi jumlahnya hanya sekitar 33.9%. Sebanyak 28.1% menyatakan kurang/tidak yakin 28.1%, dan 38% tidak tahu atau tidak bisa menjawab. Partai Golkar telah mengumumkan dukungannya kepada Joko Widodo sebagai calon Presiden mendatang. Namun demikian, hanya 32.4% warga yang sangat/cukup percaya bahwa Partai Golkar akan mengusung Jokowi sebagai calon presiden 2019 nanti, hampir sama dengan yang kurang/tidak percaya 29.9%. Sementara 37.7% sisanya menjawab tidak tahu. 121

Bila pemilu diadakan sekarang, PDIP mendapat suara terbanyak. Dalam format pertanyaan semi terbuka, PDIP mendapat dukungan 26.6%, selanjutnya Golkar 16.1%, Gerindra 8.2%, PKB 7.1%, Demokrat 6.3%, PPP 6.1%, PKS 3.2%. Partai-partai lain di bawah 3%, dan yang tidak tahu 18%. Namun demikian, peta kekuatan partai politik masih bisa berubah. Ini karena loyalitas pemilih kepada Partai yang sangat rendah (Party ID hanya sekitar 11%). Selain itu, masa Pemilu masih jauh. 122

Bila pemilihan presiden diadakan sekarang, Jokowi mendapat dukungan terbanyak. Selanjutnya Prabowo Subianto. Sampai saat ini, belum muncul tokoh alternatif bila pemilihan presiden diadakan sekarang. Jokowi dan Prabowo yang bertarung di pemilihan 2014 kemarin masih yang paling banyak mendapat dukungan dan cukup jauh dibanding tokoh lain. Dukungan kepada Jokowi sebagai presiden terlihat terus mengalami kenaikan, sedangkan dukungan pada Prabowo cenderung menurun. 123

Jokowi unggul atas Prabowo di hampir setiap kelompok demografi, kecuali pada kelompok pelajar/mahasiswa, etnis Betawi dan etnis Minang. Dukungan terhadap calon presiden berkaitan dengan evaluasi atas kinerja Presiden. Publik yang puas dengan kinerja Jokowi mayoritas memilih Jokowi, sedangkan publik yang tidak puas dengan kinerja Jokowi lebih banyak yang memilih Prabowo sebagai presiden. Jokowi sementara ini unggul di hampir semua kelompok massa pemilh partai, kecuali pada massa pemilih Gerindra dan PKS yang lebih banyak memilih Prabowo. 124

Sejauh ini pemerintahan Jokowi cukup legitimate di mata warga. Mayoritas warga merasa puas dengan kerja Jokowi, dan mayoritas juga masih optimistis dengan kemampuan Jokowi memimpin bangsa ini. Jokowi juga masih mendapat dukungan paling besar bila pemilihan presiden diadakan sekarang. Namun demikian, opini publik tidaklah statis, bisa berubah tergantung pada seberapa positif atau negatif kinerja pemerintahan Jokowi ke depan, dan seberapa dekat kebijakan pemerintah dengan aspirasi warga. Bila kinerja Jokowi dinilai semakin positif, dukungan kepadanya bisa semakin tinggi, atau sebaliknya. 125