Perancangan Survei Galangan Irfan Eko Sandjaja 1, Dian Purnamasari 1 1 UPT Balai Teknologi Hidrodinamika BPPT * E-mail: irfanlhi@yahoo.com Abstrak Pentingnya kuesioner untuk penelitian survei menentukan keberhasilan penelitian yang berkaitan dengan kualitas data (data primer). Kualitas data tergantung pada kualitas instrumen kualitas teknik pengumpulan data.. Dengan menggunakan metode prosentase untuk pengukuran hasil kuisioner maka instrumen penelitian dalam bentuk kuisioner survei galangan dengan membangun konsep variabel - variabel yang dioperasionalkan berdasarkan dimensi (indikator) dengan pengembangan beberapa pernyataan pertanyaan. yang disajikan merupakan jenis berstruktur dibagi menjadi tiga bagian utama yaitu identitas responden, pengantar tujuan kuisioner skala Guttman terdapat 5 item pertanyaan pada variabel organisasi, 12 item pertanyaan pada variabel fasilitas, peralatan & proses produksi, 6 item pertanyaan pada variabel SDM 5 item pertanyaan pada variabel informasi & komunikasi. Dengan demikian jumlah item pernyataan yang disampaikan kepada subyek penelitian sebanyak 28 item pernyataan Kata Kunci: instrumen penelitian,kuesioner, variabel, responden. 1. PENDAHULUAN Perencanaan produksi pembangunan kapal di galangan kapal dapat berjalan dengan baik menghasilkan produk yang diinginkan apabila direncanakan dengan memperhitungkan kemampuan galangan kapal fasilitas yang dimiliki oleh galangan tersebut. Dengan melaksanakansurveygalanganuntukmemahami perkembangan terkini tentang proses perencanaan produksi dalam pengelolaan order bangunan kapal baru yang masuk ke perusahaan serta pengelolaan galangan kapal, sumberdaya manusia, sistem informasi, teknologi pembuatan kapal, pengadaan bahan baku, produksi, operasi galangan, Total Quality Management (TQM). Kualitas data penelitian tergantung pada kualitas instrumen serta kualitas teknik pengumpulan datanya, Sekarang (2000). Teknik pengumpulan data berhubungan dengan penyusunan (desain) studi penelitian, jenis sumber data serta cara pengumpulan data. Cara pengumpulan data dapat dilakukan melalui tiga cara yaitu: wawancara, observasi pengisian kuesioner oleh responden penelitian. Adapun jenis data meliputi data primer data sekunder, lebih mudah mempertanggungjawabkan data sekunder dibandingkan dengan data primer. Kualitas data primer yang dikumpulkan berdasarkan teknik survei ditentukan oleh kualitas instrumen yang diwakili oleh pernyataan - pernyataan atau pertanyaan - pertanyaan yang ada di dalam kuesioner penelitian tersebut. Survei merupakan alternatif metode komunikasi dengan mengajukan pertanyaan pada responden merekam jawabannya untuk dianalisis lebih lanjut (Cooper Emory,1995). Permasalahan dalam teknik survei lebih terkait dengan pembuatan kuesionernya karena berhubungan langsung dengan daya tanggap responden. Di sisi lain perlu upaya tertentu dalam rangka memberikan pemahaman kepada responden sehingga responden mau menjawab menyelesaikan kuesioner. Mengingat pentingnya permasalahan sebagaimana telah diuraikan tersebut maka perancangan kuesioner yang komprehensif untuk survei galangan sehingga dapat diketahui sumber daya yang dipakai lingkup pekerjaan serta pengalaman dari personal yang terlibat sehingga kapasitas produksi per-satuan waktu dari masing - masing aktivitas dapat ditentukan. 1.1 Merancang Kuesioner Tujuan utama dari kuesioner adalah untuk membantu ekstrak data dari responden. Ini berfungsi sebagai panduan standar untuk pewawancara yang masing - masing perlu mengajukan pertanyaan dengan cara yang persis sama. Tanpa standar ini, pertanyaan akan disampaikan dengan cara sesuai kebijaksanaan masing - masing individu. 27
Kuesioner yang baik adalah iterasi yang dimulai sebagai draft kasar, melalui perbaikan terus - menerus, akan dikonversi secara tepat diformat dalam dokumen. Dalam mendesain kuesioner, tidak ada prosedur yang pasti dalam menghasilkan kuesioner yang baik. Langkah-langkah untuk membuat kuisioner adalah (Aaker, 1995): 1) Merencanakan hal-hal yang akan diukur 2) Memformulasikan pertanyaan agar didapatkan informasi yang dibutuhkan 3) Memutuskan tata bahasa perintah dari pertanyaannya, serta layout kuesioner. 4) Menggunakan sample yang kecil, test kuesioner untuk ambiguitas hal-hal yang belum dicantumkan. 5) Memeriksa memperbaiki permasalahan, test kembali bila perlu Sekaran (1992) membagi variabel menjadi 4 jenis berdasarkan hubungan antar variabelnya sebagai berikut : 1) dependen (variabel kriteria): merupakan variabel yang menjadi fokus utama untuk menjelaskan atau memprediksikan variabilitas variabel dependen. Melalui analisis terhadap variabel dependen, dapat ditemukan jawaban atau solusi dari suatu masalah. 2) independen (variabel penduga): merupakan variabel yang mempengaruhi variabel dependen secara negatif ataupun positif. Apabila variabel independen muncul, maka variabel dependen juga akan muncul. Naik turunnya nilai variabel independen akan menyebabkan naik turunnya nilai variabel dependen. 3) moderator: merupakan variabel yang memiliki pengaruh kontingen yang kuat terhadap hubungan variabel independen - variabel dependen. Keberadaan variabel moderator akan memodifikasi hubungan yang diharapkan dari variabel independen variabel dependen. Pada kasus lain, hubungan antara variabel independen variabel dependen akan terjadi dengan aya variabel moderator. 4) intervening: merupakan variabel yang muncul diantara waktu munculnya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. intervening merupakan fungsi dari variabel independen, yang membantu menjelaskan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Ilustrasi dari keempat jenis variabel tesebut dapat digambarkan sebagai berikut: Independen Intervening Dependen Moderator Gambar 1. Hubungan antar variabel (Sekaran,1992) 1.2 Jenis Kuesioner Ada 3 jenis pertanyaan dalam kuesioner, yakni pertanyaan terbuka, tertutup, gabungan tertutup terbuka. Pertanyaan dengan jawaban terbuka adalah pertanyaan yang memberikan kebebasan penuh kepada responden untuk menjawabnya. Segkan pertanyaan dengan jawaban tertutup adalah sebaliknya, yaitu 28
semua alternatif jawaban responden sudah disediakan. Responden tinggal memilih alternatif jawaban yang dianggapnya sesuai. a) Kuesioner dengan jawaban tertutup: Salah satu keuntungannya untuk kuesioner ini adalah sebagai berikut: i. Jawaban-jawaban bersifat standar bisa dibandingkan dengan jawaban orang lain; ii. Jawaban-jawabannya jauh lebih mudah dikoding dianalisis, bahkan sering secara langsung dapat dikoding dari pertanyaan yang ada, sehingga hal ini dapat menghemat tenaga waktu; iii. Responden lebih merasa yakin akan jawaban-jawabannya, terutama bagi mereka yang sebelumnya tidak yakin; iv. Jawaban-jawaban relatif lebih lengkap karena sudah dipersiapkan sebelumnya oleh peneliti; v. Analisis formulasinya lebih mudah jika dibandingkan dengan model kuesioner dengan jawaban terbuka Meskipun demikian, ada juga kelemahannya, yakni: i. Sangat mudah bagi responden untuk menebak setiap jawaban, meskipun sebetulnya mereka tidak memahami masalahnya; ii. Responden merasa frustrasi dengan sediaan jawaban yang tidak satu pun yang sesuai dengan keinginannya; iii. Sering terjadi jawaban-jawaban yang terlalu banyak sehingga membingungkan responden iv. untuk memilihnya; Tidak bisa mendeteksi aya perbedaan pendapat antara responden dengan peneliti karena responden hanya disuruh memilih alternatif jawaban yang tersedia. b) Kuesioner dengan jawaban terbuka: Keuntungannya adalah dapat digunakan apabila semua alternatif jawaban tidak diketahui oleh peneliti, atau manakala peneliti ingin melihat bagaimana mengapa jawaban responden serta alasanalasannya. Hal ini sangat baik untuk menambah pengetahuan peneliti akan masalah yang diutarakannya, membolehkan responden untuk menjawab sedetil atau serinci mungkin atas apa yang ditanyakan peneliti. Dalam hal ini endapat responden dapat diketahui dengan baik oleh peneliti. c) Kuesioner dengan jawaban tertutup terbuka (gabungan): Untuk menjembatani kekurangan-kekurangan seperti tadi, maka sering digunakan pertanyaan model gabungan antara keduanya.dengan model tertutup tebuka, semua kekurangan seperti tadi bisa diatasi. Misalnya dalam satu pertanyaan, disamping disediakan alternatif jawaban oleh peneliti, juga perlu disediakan alternatif terbuka (c. ) untuk diisi sendiri oleh responden sesuai dengan pendapatnya secara bebas. Dalam mengolah data untuk model terakhir ini, bisa dilakukan pengelompokan ulang atas semua jawaban responden pada alternatif terbuka tadi. Atau bisa juga peneliti melihat ulang apakah jawaban responden yang terakhir itu sebenarnya sudah termasuk ke dalam salah satu alternatif jawaban yang tersedia. Dan jika ternyata jawabannya sama dengan salah satu alternatif jawaban yang tersedia namun dalam bahasa yang berbeda, peneliti bisa menganggapnya sebagai jawaban seperti pada alternatif yang tersedia tadi. Dalam menyusun desain penelitian survei adalah menurunkan matriks operasionalisasi ke dalam item - tem pertanyaan. Pertanyaan survei yang baik dapat menjaring informasi yang lebih tepat. Berikut adalah ciri-ciri pertanyaan penelitian yang baik: a. Jelas menggunakan bahasa yang sederhana b. Padat c. Spesifik d. Bisa dijawab e. Memiliki relevansi dengan responden f. Tidak menggunakan kalimat negatif g. Hindari menggunakan terminology yang bias h. Hindari menanyakan dua hal sekaligus dalam suatu pertanyaan 29
1.3 Jenis Skala 1.3.1 Skala Likert Skala Likert adalah suatu skala psikometrik yang umum digunakan dalam kuesioner, merupakan skala yang paling banyak digunakan dalam riset berupa survei. Sewaktu menanggapi pertanyaan dalam skala Likert, responden menentukan tingkat persetujuan mereka terhadap suatu pernyataan dengan memilih salah satu dari pilihan yang tersedia.ada dua bentuk pertanyaan yang menggunakan Likert yaitu pertanyaan positif untuk mengukur minat positif, bentuk pertanyaan negatif untuk mengukur minat negatif. Pertanyaan positif diberi skor 5, 4, 3, 2, 1; segkan bentuk pertanyaan negatif diberi skor 1, 2, 3, 4, 5. Biasanya disediakan lima pilihan skala dengan format seperti: 1. Sangat Tidak Setuju (STS) 2. Tidak Setuju (TS) 3. Netral atau Biasa (B) 4. Setuju (S) 5. Sangat setuju (SS) Penskalaan ini apabila dikaitkan dengan jenis data yang dihasilkan adalah data Ordinal. Selain pilihan dengan lima skala seperti contoh di atas, kag digunakan juga skala dengan tujuh atau sembilan tingkat. Suatu studi empiris menemukan bahwa beberapa karakteristik statistik hasil kuesioner dengan berbagai jumlah pilihan tersebut ternyata sangat mirip. 1.3.2 Skala Guttman Skala Guttman yaitu skala yang menginginkan jawaban tegas seperti jawaban benar-salah, yatidak, pernah tidak pernah.untuk jawaban positif seperti setuju, benar, pernah semacamnya diberi skor 1; segkan untuk jawaban negatif seperti tidak setuju, salah, tidak, tidak pernah, semacamnya diberi skor 0. Dengan skala ini, akan diperoleh jawaban yang tegas yaitu Ya - Tidak, Benar - Salah lain-lain. Skala ini dapat pula dibentuk dalam bentuk checklist atau pilihan ganda.skor 1 untuk skor tertinggi skor 0 untuk terendah. 1.3.3 Skala Rating Skala rating adalah data mentah yang diperoleh berupa angka kemudian ditafsirkan dalam pengertian kualitatif. Contoh : Seberapa baik televisi merek X? Berilah jawaban angka : 4 bila produk sangat baik 3 bila produk cukup baik 2 bila produk kurang baik 1 bila produk sangat tidak baik 1.3.4 Skala Semantik Defferensial Skala defferensial yaitu skala untuk mengukur sikap lainnya, tetapi bentuknya bukan pilihan ganda atau checklist tetapi tersusun dalam satu garis kontinum.skala Semantik defferensial disusun dalam suatu garis dimana jawaban sangat positif terletak dibagian kanan garis, segkan jawaban sangat negatif terletak dibagian kiri garis atau sebaliknya. Data yang diperoleh adalah data interval baisanya skala ini digunakan untuk mengukur sikap/karakteristik tertentu yang dipunyai oleh seseorang.responden dapat memberi jawaban pada rentang jawaban yang positif sampai dengan negatif. 30
1.4 Format Kuesioner Emory (1995) dalam bukunya Husein Umar (2005) komponen inti kuesioner menurut Emory, ada 4 komponen inti dari sebuah kuesioner yaitu : a. Aya subyek, yaitu individu atau lembaga yang melaksanakan riset b. Aya ajakan, yaitu permohonan dari peneliti kepada responden untuk turut serta mengisi secara aktif obyektif pertanyaan maupun pernyataan yang tersedia. Dalam kata pengantar, peneliti harus menjelaskan secara ringkas tujuan kegunaan penelitian, serta harapan atau permintaan yang khusus ditujukan kepada responden. c. Aya petunjuk pegisian kuesioner, dimana petunjuk yang tersedia harus mudah di mengerti. d. Aya pertanyaan maupun pernyataan tempat mengisi jawaban, baik secara tertutup, semi tertutup ataupun terbuka. Dalam membuat pertanyaan yang berkaitan dengan variabel utama penelitian jangan lupa memberikan isian untuk identitas responden agar peneliti mengetahui karakteristik biografik, demografik, atau social responden penelitian. Walau pada awalnya hanya sekedar bersifat informatif, namun seringkali bisa digunakan sebagai bahan analisis. 2. METODE PENELITIAN Langkah-langkah yang diperlukan untuk merancang mengelola kuesioner disajikan pada Gambar 2. Perencanaan hal-hal yang akan diukur Memeriksa tujuan penelitian, mendapatkan informasi tambahan dari studi pustaka, menentukan variabel, Formulasi Rancangan Pertanyaan, tata bahasa, Pemeriksaan Perbaikan Memeriksa kesesuaian pertanyaan terhadap Gambar 2. Kerangka penelitian 1. Perencanaan hal - hal yang akan diukur Pada tahap perencanaan dengan memeriksa kembali tujuan penelitian sehingga diperoleh informasiinformasi yang relevan diperlukan untuk kuesioner serta mencari informasi tambahan pada issue penelitian dari sumber data sekunder untuk penelitian eksploratori untuk dapat menentukan variablevariabel apa yang diperlukan yang akan diukur dalam suatu kuesioner. 2. Formulasi kuisioner Pada tahap formulasi kuesioner perlu ditentukan isi dari setiap pertanyaan serta bagaimana format dari tiap pertanyaan.aya daftar kategori dapat menyediakan jawaban yang mungkin tidak dapat dipikirkan oleh reponden juga dapat menghindari pertanyaan yang sulit dengan pilihan alternatif yang mudah. 3. Pemeriksaan perbaikan Pertanyaan-pertanyaan harus mengikuti urutan logis sebagai sebuah bagian dari aliranyang menyatu harus dipastikan tidak terlalu panjang.setiap pertanyaan ditinjau kembali dibenarkan posisinya dalam 31
kuesioner. Hasil jawaban pretest dapat digunakan untuk menganalisis dengan melihat apakah pola jawaban masuk akal 3. HASIL DAN PEMBAHASAN dalam penelitian ini terdiri atas 4 (empat) buah variabel seperti yang disajikan pada table 1 yang meliputi : 1) organisasi yaitu kemampuan manajemen perencanaan, pengorganisasian evaluasi capaian perusahaan 2) fasilitas,peralatan&proses produksi yaitu kemampuan manajemen mengelola mengendalikan sarana prasarana serta proses produksi 3) SDM yaitu kemampuan manajemen dalam mengembangkan meningkatkan sumber daya manusia. 4) informasi&komunikasi yaitu kemampuan manajemen mengembangkan mengelola sitem informasi komunikasi. yang disajikan merupakan jenis berstruktur dengan skala Guttman memuat jawaban Ya Tidak sehingga responden diminta untuk memilih satu jawaban yg sesuai dengan cara memberikan tanda check list ( ). dibagi menjadi tiga bagian utama yaitu identitas responden, pengantar tujuan kuisioner terdapat 5 item pertanyaan untuk mengungkap variabel organisasi, 12 item pertanyaan untuk mengungkap variabel fasilitas,peralatan&proses produksi, 6 item pertanyaan untuk mengungkap variabel SDM, 5 item pertanyaan untuk mengungkap variabel informasi&komunikasi. Dengan demikian jumlah item pernyataan yang disampaikan kepada subyek penelitian sebanyak 28 item pertanyaan. Tabel 1. Kisi-kisi kuisioner survei galangan Indikator Deskriptor Skala Instrumen Terbentuknya stuktur organisasi Penerapan manajemen big2 yang sesuai bentuk organisasi kondisi Organisasi galangan Guttman IV Berkomitmen dengan visi nasional. (1-5) Orientasi pimpinan perusahaan Fasilitas, Peralatan& Proses produksi SDM Informasi & Komunikasi Pengelolaan pengendalian fasilitas peralatan yang memadai Peningkatan kualitas proses produksi menjadi lebih terspesialisasi. Peningkatan pendidikan ketrampilan personil untuk melaksanakan tugas. Pengembangan pengelolaan informasi komunikasi sitem Terdokumentasi data fasilitas peralatan Petunjuk pengoperasian alat fasilitas Jenis, kualitas ketepatan waktu proses produksi Kesesuaian pendidikan Pelatihan ketrampilan Uraian Tugas / Pekerjaan Penyimpanan data Kemampuan melakukan koordinasi termasuk mau dikoordinasi. Pimbimbingan langsung dari atasan atas pekerjaan yang seg dilaksanakan Guttman Guttman Guttman I (1-12) II (1-5) III (1-5) 32
4. KESIMPULAN Secara mendasar (prinsip dasarnya) peneliti berwenang untuk membentuk konsep yang bervariasi nilainya yang akan menjadi variabel dimana sangat dipengaruhi oleh wawasan teoritis empiris dari seorang peneliti. Setelah membuat definisi konsep harus mengoperasionalkannya berupa definisi operasional berdasarkan dimensi-dimensi (indikator) yang selanjutnya menjadi dasar pembuatan kuesioner penelitian. ini melengkapi kegiatan penelitian yang dilakukan survei langsung ke galangan wawancara untuk mendapatkan segala informasi galangan kapal kapasitas yang dimiliki oleh galangan tersebut sehingga data yang diperlukan dapat diperoleh dengan baik. 5. DAFTAR PUSTAKA [1]. Aaker, D. A. 1995. Strategic Market Management. New York: John Wiley & Sons, Inc. [2]. Bollen, Kenneth A. 1989. Structural Equations with Latent Variables. New York: John Wiley & Sons, Inc. [3]. Dr Thomas F Burgess A general introduction to the design of questionnaires for survey research. May 2001 EDITION: 1.1 [4]. Foddy, W. (1994) Constructing Questions for Interviews and Questionnaires, Cambridge University Press. [5]. Husein Umar, Buku Riset Sumber Daya Manusia, PT.Gramedia Pustaka Utama, Jakarta 2005, Cetakan ke-7 ISBN 979-605-862-6 [6]. Jogiyanto. 2005. Metodologi Penelitian Bisnis: Salah Kaprah Pengalaman-pengalaman, BPFE, Yogyakarta [7]. Sekaran, Uma. 1992. Research Methods For Business: A Skill Building Approach, Secon Edition. New York: John Wiley & Sons, Inc. [8]. Suyadi Studi Perencanaan Sistem Untuk Pendukung Keputusan Proyek Kapal Bangunan Baru, TEKNIK Vol. 30 No. 1 Tahun 2009, ISSN 0852-1697. 33