PENGELOLAAN KOTA PUSAKA INDONESIA

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Upaya Memahami Sejarah Perkembangan Kota dalam Peradaban Masa Lampau untuk Penerapan Masa Kini di Kota Pusaka Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)

AGENDA AKSI DEKADE KETIGA GERAKAN PUSAKA INDONESIA DASA WARSA Tema "Pusaka untuk Kesejahteraan Rakyat"

BAB 6. RENCANA AKSI Manajemen Kota Pusaka

BAB 7. PENCAPAIAN PELAKSANAAN AKSI HINGGA TAHUN

BAB 1. PENDAHULUAN Latar Belakang

STRATEGI PERWUJUDAN KERJASAMA ANTAR DAERAH DALAM PERCEPATAN PEMENUHAN STANDAR PELAYANAN PERKOTAAN

PELESTARIAN BANGUNAN GEDUNG CAGAR BUDAYA, TONGGAK KEBERLANJUTAN KOTA PUSAKA 1. Laretna T.Adishakti

KEWENANGAN DIY (UU 13/2012)

Permasalahan dan prinsip-prinsip konservasi kawasan pusaka 1. Permasalahan konservasi/pelestarian

GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

PEMERINTAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

ARAH KEBIJAKAN, STRATEGI DAN INDIKATOR KEBERHASILAN 2019 URUSAN KEISTIMEWAAN. Musrenbang DIY 2017

BERITA DAERAH KABUPATEN KULON PROGO

PROGRAM JANGKA PENDEK: - Peningkatan kapasitas P3KP - Pengelolaan secara internal

PEDOMAN REVITALISASI KAWASAN PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR 18/PRT/M/2011

GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN DAERAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 1 TAHUN 2017

PELESTARIAN BANGUNAN DAN LINGKUNGAN

RANCANGAN RKPD DINAS PERTANAHAN DAN TATA RUANG DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN ANGGARAN 2017

Gambar 1 Kerangka pemikiran 2 TINJAUAN PUSTAKA. Lanskap Sejarah

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 66 TAHUN 2015 TENTANG PELESTARIAN CAGAR BUDAYA PROVINSI JAWA TIMUR

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

Visi Misi Gubernur DIY: Rancangan Cascade RPJMD DIY

BAB I PENDAHULUAN. Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPDA), lima kawasan cagar budaya

INDONESIA NEW URBAN ACTION

Oleh: Direktur Jenderal Kebudayaan Prof. Kacung Marijan, MA, Ph.D.

PROGRAM STUDI ARSITEKTUR LINGKUNGAN BINAAN (PS ALB)

REDESAIN GEDUNG BIOSKOP DI KAWASAN MALIOBORO, YOGYAKARTA BAGIAN I. Pendahuluan dan Latar Belakang UKDW TUGAS AKHIR WILFRIDUS GALIH PRAKOSA

BAB I PENDAHULUAN Keberadaan Kota Yogyakarta Sebagai Kota Pusaka

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

BAB II GAMBARAN UMUM PEMERINTAHAN KOTA YOGYAKARTA DAN BADAN LINGKUNGAN HIDUP YOGYAKARTA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Jumlah remaja di Indonesia memiliki potensi yang besar dalam. usia produktif sangat mempengaruhi keberhasilan pembangunan daerah,

V BAB V PENYAJIAN VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN

FRAKSI KEBANGKITAN NASIONAL DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Alamat : Jalan Malioboro Nomor 54 Yogyakarta, Telp:

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB V. Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Banjarbaru Tahun Visi

BAB I PENDAHULUAN. yang menjadi salah satu daftar warisan budaya dunia (world heritage list) dibawah

Dasar Kebijakan Pelestarian Kota Pusaka 1. Tantangan Kota Pusaka 2. Dasar Kebijakan terkait (di Indonesia) 3. Konvensi Internasional

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

Sistem Penyelenggaraan Penataan Ruang

Teknik inventarisasi I. Pertimbangan dalam teknik inventarisasi

DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN KOTA TANJUNGPINANG

Visi dan Misi RPJMD Kabupaten Kediri Tahun

Pusaka Kota dan Kota Pusaka

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI

RUANG : BENTANG SAUJANA ALAM DAN BUDAYA

BAB I LATAR BELAKANG

Pemerintah gelar aksi pelestarian pusaka Indonesia Ayu Rachmaningtyas Selasa, 24 Desember :53 WIB

RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) SEKTOR PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Strategi dan Arah Kebijakan

BAB I PENDAHULUAN. Pada masa kini kota-kota di Indonesia telah banyak mengalami. perkembangan dan perubahan yang sangat pesat. Pembangunan massa dan

NUR END NUR AH END JANU AH AR JANU TI AR

BAB I PENDAHULUAN. sustainable tourism development, village tourism, ecotourism, merupakan

BAB I. PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Tujuan Pembelajaran. Mahasiswa mampu memahami tinjauan kebijakan pariwisata Mahasiswa mengidentifikasi interaksi wisatawan

8.12.(2) Proyek Percontohan Kawasan Budaya Kotagede: Konservasi Seni pertunjukan Kampung dan Lingkungannya di Yogyakarta.

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN URUSAN WAJIB LINGKUNGAN HIDUP

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Persoalan Perancangan

BAB I PENDAHULUAN. Gambar 1. 1 Peta Wisata Kabupaten Sleman Sumber : diakses Maret Diakses tanggal 7 Maret 2013, 15.

Kota Pusaka Dunia. 1. Kota Pusaka Dunia 2. Konvensi dunia tentang pusaka budaya dan pusaka alam 3. Penetapan Kota Pusaka Dunia oleh UNESCO

PRESERVASI DAN KONSERVASI (Pelestarian Bangunan dan Lingkungan) Oleh: Jonny Wongso, ST, MT

I. PENDAHULUAN. Tingginya laju kerusakan hutan tropis yang memicu persoalan-persoalan

KETERPADUAN PENANGANAN PERMUKIMAN KUMUH PERKOTAAN

TERWUJUDNYA MASYARAKAT INDRAMAYU YANG RELIGIUS, MAJU, MANDIRI, SEJAHTERA SERTA TERCIPTANYA KEUNGGULAN DAERAH

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

PENGURANGAN RISIKO BENCANA DALAM PROGRAM PENATAAN DAN PELESTARIAN KOTA PUSAKA

BAB I PENDAHULUAN. mengalami pertumbuhan pesat. Yogyakarta sebagai Ibukota Provinsi Daerah

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN LUMAJANG

BAB III TINJAUAN KOTA YOGYAKARTA Kondisi Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta

BAB I PENDAHULUAN. setiap kali Kraton melaksanakan perayaan. Sepanjang Jalan Malioboro adalah penutur cerita bagi setiap orang yang

BAB V KESIMPULAN. Dari uraian hasil penelitian mengenai aspek pewarisan Tari. Klasik Gaya Yogyakarta (TKGY) yang dilakukan oleh Kraton

WORLD HERITAGE DAY A Tribute to Borobudur Community in Conserving a World Heritage. Borobudur Magelang, Jawa Tengah, April 2012

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN DAERAH ISTIMEWA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 3 TAHUN 2015 TENTANG

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL KEBUDAYAAN KEBIJAKAN PROGRAM DAN ANGGARAN DITJEN KEBUDAYAAN TAHUN 2016

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN. Visi Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Aceh Tamiang Tahun 2013-

Arahan Pengembangan Kawasan Cagar Budaya Singosari Malang sebagai Heritage Tourism

PENGARUH GLOBALISASI TERHADAP PERENCANAAN KOTA Studi kasus kota New York, London dan Tokyo (Global Cities)

BAB I PENDAHULUAN. Wisata alam dapat diartikan sebagai bentuk kegiatan wisata yang

KESIAPAN KABUPATEN MAROS MELAKSANAKAN SDGs. Ir. H. M. HATTA RAHMAN, MM (BUPATI MAROS)

Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah Bidang Kebudayaan Tahun 2014

Visi Indonesia Pembangun- an Manusiaa Ekonomi. Infrastruktur. Kelautan. Transportasi dan Konektivitas. Pertanian. Pariwisata. dan.

BAB I Pendahuluan. Pariwisata merupakan sebuah industri yang menjanjikan. Posisi pariwisata

Transkripsi:

Pendawa Lima PENGELOLAAN KOTA PUSAKA INDONESIA Laretna T. Adishakti -- Center for Heritage Conservation, Jurusan Arsitektur dan Perencanaan UGM -- Jogja Heritage Society

PERUBAHAN PARADIGMA APA ITU PEMBANGUNAN? KOTA BOSTON DULU KOTA BOSTON SEKARANG

KOTA SEOUL KOREA SELATAN

Nilai dan Keragamanan Pusaka Kota Kota adalah tempat untuk hidup Pelestarian pusaka sejatinya merupakan gerakan kebudayaan. Pelestarian pusaka perkotaan tidak hanya tentang masa lalu saja dan tidak terbatas pada monumen. Perlu mempertimbangkan elemen sosial-budaya dan di antaranya ekonomi lingkungan lokal yang terajut membentuk pusaka urban (ASEFUGM, 2012) atau pusaka rural.

Kishore Rao (2012), Direktur UNESCO World Heritage Center menegaskan pentingnya pengelolaan perubahan dalam Kota Pusaka. Upaya pelestarian pusaka perkotaan telah berevolusi: Dari monumen dan situs arkeologi ke kota yang hidup dan saujana Dari restorasi ke regenerasi serta panduan perencanaan dan disain perkotaan. Dari mono-disiplin ke integrasi dan perencanaan partisipatori. Perubahan-perubahan yang terus terjadi perlu dikelola dengan tetap agar pusaka-pusaka yang ada terlindungi dan termuliakan. Di sisi lain, mampu pula menghasilkan pusakapusaka baru. 2255 2005 1755? FORMATION OF THE CITY OF YOGYAKARTA

APA KOTA PUSAKA? Adalah kota atau kabupaten yang memiliki Keunggulan Nilai Nasional (KNN) rajutan berbagai pusaka dan memiliki Rencana Induk Pelestarian Kota Pusaka dan Pengelolaan Pelestarian dalam melestarikan KNN (Piagam Pelestarian Kota Pusaka Indonesia 2013 - Program Penataan dan Pelestarian Kota Pusaka Indonesia, Ditjen Penataan Ruang KemenPU)

Deklarasi di Kemenko Kesra 23 Desember 2013 PIAGAM PELESTARIAN KOTA PUSAKA INDONESIA 2013 Piagam adalah kesepakatan masyarakat pelestari pusaka untuk melestarikan kota pusaka di Indonesia

Kriteria OUTSTANDING NATIONAL VALUE Indonesia belum memiliki kriteria nasional untuk penetapan sebuah kota sebagai Kota Pusaka Nasional, sebagaimana kriteria Outstanding Universal Value UNESCO untuk penetapan sebagai pusaka dunia. Untuk itu perlu disusun kriteria Oustanding National Value (Keunggulan Nilai Nasional).

Pengelolaan dan Pelestarian Kota Pusaka di Indonesia Piagam Pelestarian Kota Pusaka Indonesia 2013 Dikembangkan oleh Laretna T. Adishakti, 2014 Kota Pusaka tidak hanya ranah fisik saja. Kota Pusaka wajib memiliki Rencana Pengelolaan Kota Pusaka. Piagam PKPI 2013 menyebutkan juga bahwa Rencana Pengelolaan Kota Pusaka perlu didukung manajemen yang handal, holistik, sistematik, dan komprehensif Pengembangan Instrumen instrumen : 1) Kelembagaan dan Tata Kelola Kota Pusaka 2) Inventarisasi dan Dokumentasi Pusaka 3) Informasi, Edukasi dan Promosi Kota Pusaka 4) Ekonomi Kota Pusaka 5) Pengelolaan Resiko Bencana untuk Kota Pusaka 6) Pengembangan Kehidupan Budaya Masyarakat 7) Perencanaan Ruang Kota Pusaka dan Sarana Prasarana 8) Olah Desain Bentuk Kota Pusaka

KEUNGGULAN NILAI & IDENTITAS UTAMA MASING- MASING KAWASAN OLAH DISAIN BENTUK (Inst. VIII) PERENCANAAN RUANG & SARANA PRASARANA (Inst. VII) Kode VII.1. VII.2. VII.3. VII.4. VII.5. VII.6. Perencanaan Ruang & Sarana Prasarana Struktur Ruang Pola Pemanfataan Ruang Pemukiman Lansekap Transportasi Sarana dan Prasarana Instrumen 1. KELEMBAGAAN & TATA KELOLA PENGEMBANGAN BUDAYA KEHIDUPAN MASYARAKAT (Inst.VI) Instrumen 2. INVENTARISASI & DOKUMENTASI Lingkup: Kawasan Pusaka, Antar Kawasan Pusaka, Kota Pusaka Kode Olah Desain Bentuk HOME Instrumen 3. INFORMASI, EDUKASI &PROMOSI Instrumen 5. PENGELOLAAN RESIKO BENCANA UNTUK PUSAKA Instrumen 4. EKONOMI PUSAKA VIII.1. VIII.2. VIII.3. VIII.4. VIII.5. VIII.6. VIII.7. Penanda Formasi Sejarah Olah Desain Bangunan Tata Bangunan Olah Desain Ruang Luar dan Vegetasi Olah Desain Jalan Pusaka Olah Desain Panorama Olah Desain Media Luar Ruang

INSTRUMEN 1 Kelembagaan dan Tata Kelola: Pengelolaan Kota Pusaka merupakan kewenangan Walikota/Bupati peran serta masyarakat dan swasta harus dilibatkan. Perlu dipersiapkan manual pengelolaan kota pusaka untuk Walikota/Bupati Perlu integrasi multi sektor dan disiplin, nasional dan daerah, serta keterlibatan masyarakat dan pihak swasta

Pelestarian pusaka kota bukan hanya untuk memugar monumen, bukan untuk turis saja. Upaya integrasi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan masa depannya hingga mampu secara mandiri melindungi, mengembangkan dan memanfaatkan keunggulan pusaka kota. Pemerintah perlu didorong untuk mengambil bagian dalam interaksi antara persoalan pusaka dan dunia usaha.

INSTRUMEN 2. INVENTARISASI & DOKUMENTASI Pendataan dan pembaharuan data merupakan aspek yang penting, namun selama ini menjadi bagian yang terpinggirkan. Sulit untuk memperoleh data tentang kota pusaka yang integratif dan mudah diakses. Untuk itu perlu ditetapkan lembaga yang menjadi leading sector pendataan ini. INSTRUMEN 3. INFORMASI, EDUKASI & PROMOSI Perlu dikembangkan pendidikan tentang Pelestarian Kota Pusaka dari tingkat pendidikan dasar hingga perguruan tinggi baik secara formal maupun informal. Demikian pula pelatihan-pelatihan dasar hingga mahir untuk profesional, staff teknis hingga eksekutif tentang Pelestarian Kota Pusaka Pembentukan Galeri Pusaka pada tiap-tiap kota pusaka merupakan kebutuhan sehingga benar-benar mampu untuk menjadi media pembaharuan dan pelengkapan data serta menjadi pusat informasi dan pendidikan informal.

INSTRUMEN 4. EKONOMI KOTA PUSAKA - Peluang kota pusaka adalah pembangkit ekonomi kreatif perlu ditindaklajuti dan menjadi gerakan bersama masyarakat. Selama ini cukup banyak ekonomi kreatif dikembangkan, namun belum terkait dengan penataan kota beserta infrastrukturnya. - Bagaimana mengembangkan pariwisata kota pusaka yang tepat?.

Perlu dikembangkan skema-skema Publicprivate Partnership atau Business to Bussiness untuk kota pusaka sebagai media peningkatan aksi kreatif masyarakat Olah Disain Arsitektur Pusaka RUMAH TINGGAL @SITA After Before

after before after @SITA

INSTRUMEN 5. PENGELOLAAN RESIKO BENCANA UNTUK PUSAKA Perlu dipersiapkan manual mitigasi bencana untuk kota pusaka.

INSTRUMEN 6. PENGEMBANGAN BUDAYA KEHIDUPAN MASYARAKAT Pengembangan pusaka ragawi jadi satu kesatuan dg pengembangan kehidupan budaya masyarakat termasuk pusaka budaya tak ragawi. Instrumen 1. KELEMBAGAAN & TATA KELOLA KEUNGGULAN NILAI & IDENTITAS UTAMA MASING- MASING KAWASAN OLAH DISAIN BENTUK (Inst. VIII) PERENCANAAN RUANG & SARANA PRASARANA (Inst. VII) PENGEMBANGAN BUDAYA KEHIDUPAN MASYARAKAT (Inst.VI) Instrumen 2. INVENTARISASI & DOKUMENTASI Kode VII.1. VII.2. VII.3. VII.4. VII.5. VII.6. Perencanaan Ruang & Sarana Prasarana Struktur Ruang Pola Pemanfataan Ruang Pemukiman Lansekap Transportasi Sarana dan Prasarana Lingkup: Kawasan Pusaka, Antar Kawasan Pusaka, Kota Pusaka Kode Olah Desain Bentuk Instrumen 3. INFORMASI, EDUKASI &PROMOSI Instrumen 5. PENGELOLAAN RESIKO BENCANA UNTUK PUSAKA Instrumen 4. EKONOMI PUSAKA VIII.1. VIII.2. VIII.3. VIII.4. VIII.5. VIII.6. VIII.7. Penanda Formasi Sejarah Olah Desain Bangunan Tata Bangunan Olah Desain Ruang Luar dan Vegetasi Olah Desain Jalan Pusaka Olah Desain Panorama Olah Desain Media Luar Ruang

OLAH DISAIN BENTUK KOTA PUSAKA (Inst. VIII) VIII OLAH DISAIN BENTUK VIII.1. Penanda formasi sejarah VIII. 2. Olah Disain Arsitektur Pusaka VIII. 3. Tata Bangunan VIII. 4. Olah Disain Ruang Luar & Vegetasi VIII. 5. Olah Disain Jalan Pusaka VIII. 6. Olah Disain Panorama VIII. 7. Olah Disain Media Luar Ruang PENGEMBANGAN BUDAYA KEHIDUPAN MASYARAKAT (Inst.VI) PENATAAN RUANG & SARANA PRASARANA (Inst. VII) VII.6 SARANA PRASARANA VII.5 Perlu disusun perencana kota di semua aras yang berwawasan pusaka (lingkungan budaya). TRANSPORTASI VII.1 STRUKTUR RUANG PUSAKA VI PEMANFAATAN SOSIAL/BUDAYA/ EDUKASI SNIVI PVIII / BISNIS KREATIF/ PARIWISATA LANSEKAP VII.4 VII.2 POLA PEMANFAAT AN RUANG PUSAKA VII.3 PERMUKIMAN KAWASAN PUSAKA Dikembangkan untuk RDTR Skematik Instrumen VII. PENATAAN RUANG KOTA PUSAKA & SARANA PRASARANA

OLAH DISAIN BENTUK KOTA PUSAKA (Inst. VIII) VII PENATAAN RUANG & SARANA PRASARANA: VII.1. Struktur Ruang VII. 2. Pola Ruang VII. 3. Landskap VII. 4. Permukiman VII. 5. Transportasi VII. 6 Sarana & Prasarana PENGEMBANGAN BUDAYA KEHIDUPAN MASYARAKAT (Inst.VI) PENATAAN RUANG & SARANA PRASARANA (Inst. VII) Skematik Instrumen VIII. OLAH DISAIN BENTUK KOTA PUSAKA Perlu dikembangkan instrumen Analisis Dampak Pusaka (Heritage Impact Assessment) untuk analisis dan memutuskan Olah Disain Arsitektur/kawasan Pusaka bisa berlanjut / tidak. OLAH DISAIN MEDIA LUAR RUANG VIII.6 VIII.7 OLAH DISAIN PANORAMA VIII.5 PENANDA FORMASI SEJARAH VIII.2 KOTA/KAWA SAN OLAH DISAIN ARSITEKTUR PUSAKA & VI BARU PEMANFAATAN SOSIAL/BUDAYA/ EDUKASI SNIVI PVIII / BISNIS KREATIF/ PARIWISATA OLAH DISAIN JALAN PUSAKA VIII.1 VIII VIII.4 VIII.3 TATA BANGUNAN OLAH DISAIN RUANG LUAR & VEGETASI KAWASAN PUSAKA Dikembangkan untuk RTBL

Di abad 21, kota yang direncanakan menjadi kota dunia membutuhkan pelestarian pusaka sebagai bagian dari strategi (Rypkema, 2002) Rencana Induk Pelestarian Kawasan Budaya DIY, 2014

RENCANA INDUK KOTA PUSAKA YOGYAKARTA LINTAS KOTA-KABUPATEN 2015-2034

Ruang Lingkup Pekerjaan Kawasan Budaya Perkotaan DIY dan Kec. Imogiri

Filosofi Ekologis DELAPAN FILOSOFI TATA RUANG (KEISTIMEWAAN SAAT FORMASI KASULTANAN YOGYAKARTA) Bab VI Pasal 53 Perdais No.1 Tahun 2013 Filosofi Budaya HAMEMAYU HAYUNING BAWANA harmoni, kelestarian lingkungan, sosial ekonomi SANGKAN PARANING DUMADI spiritual transenden MANUNGGALING KAWULA LAN GUSTI humanisme, asas kepemimpinan demokratis SUMBU FILOSOFIS ketaatan historis SUMBU IMAJINER harmonisasi lingkungan TAHTA UNTUK RAKYAT kebersamaan CATUR GATRA TUNGGAL filosofi inti kota PATHOK NEGORO delineasi spasial PerkotaanYogyakarta Innovative Innovative Thoughts Innovative References Innovative System Innovative Practices YOGYAKARTA KOTA PUSAKA EKOLOGIS & BUDAYA INOVATIF (lintas kota kabupaten)

PETA KEUNGGULAN YOGYAKARTA 1. Nilai Ekologis 2. Nilai Arkeologi/ Kepurbakalaan 3. Nilai Filosofis/ Spiritual 4. Nilai Keragaman Budaya/Plurarisme/ Multi kulturalisme 5. Nilai Revolusi Perjuangan/ Keindonesiaan 6. Nilai Pendidikan 7. Nilai Seni Tradisi dan Kontemporer 8. Nilai Kerakyatan/ Komunitas Kampung dan Peran anak Muda

2015 + 260 Tahun TRANSFORMASI YOGYAKARTA KOTA PUSAKA EKOLOGIS & BUDAYA INOVATIF (lintas kota kabupaten) Innovative Innovative Thoughts Innovative References Innovative System Innovative Practices 1. Nilai Ekologis 2. Nilai Arkeologi/ Kepurbakalaan 3. Nilai Filosiofis/ Spiritual 4. Nilai Keragaman Budaya/Plurarisme/ Multi kulturalisme 5. Nilai Revolusi/ Perjuangan/ Keindonesiaan 6. Nilai Pendidikan 7. Nilai Seni Tradisi dan Kontemporer 8. Nilai Kerakyatan/ Komunitas Kampung dan Peran anak Muda DELAPAN NILAI KEUNGGULAN YOGYAKARTA CITRA KOTA ISTIMEWA

TUJUH NILAI KEUNGGULAN YOGYAKARTA 1. Nilai Ekologis 2. Nilai Arkeologi/ Kepurbakalaan 3. Nilai Filosiofis/ Spiritual 4. Nilai Keragaman Budaya/Plurarisme/ Multi kulturalisme 5. Nilai Revolusi/ Perjuangan/ Keindonesiaan 6. Nilai Pendidikan 7. Nilai Seni Tradisi dan Kontemporer 8. Nilai Kerakyatan/ Komunitas Kampung dan Peran anak Muda PERTIMBANGAN LAIN 1. Legal (UU PR, UU CB) 2. Pertimbangan Pragmatis Catatan: Penetapan satu kawasan bisa berdasar pada beberapa nilai keunggulan PENETAPAN KAWASAN BUDAYA 1. Kawasan Koridor Sumbu Filosofis 2. Kawasan Pusaka Kraton 3. Kawasan Pusaka Pakualaman 4. Kawasan Pusaka Kotagede 5. Kawasan Pusaka Kotabaru 6. Kawasan Pusaka Malioboro 7. Kawasan Saujana Pusaka Imogiri 8. Kawasan Pusaka Pendidikan 9. Kawasan Pusaka Patok Negoro 10. Kawasan Pusaka Jetis 11. Kawasan Pusaka Sagan 12. Kawasan Pusaka Baciro 13. Kawasan Pusaka Pengok 14. Kawasan Budaya Nitiprayan 15. Kawasan Budaya Koridor S. Code 16. Kawasan Budaya Koridor S. Winongo 17. Kawasan Budaya Koridor S. Gajah Wong 18. Kawasan Budaya Koridor S. Bedog 19. Kawasan Budaya Selokan Mataram 20. Kawasan Ekologis-Budaya Yogyakarta Bagian Utara 21. Kawasan Ekologis-Budaya Yogyakarta Bagian Selatan 22. Kawasan Pengembangan Budaya Yogyakarta BagianTimur 23. Kawasan Pengembangan Budaya Yogyakarta Bagian Barat

SKEMA RENCANA INDUK TERIMAKASIH