CLINICAL PATHOLOGY AND MEDICAL LABORATORY

dokumen-dokumen yang mirip
ABSTRAK. Fransisca Nathalia, Pembimbing Utama: dr.adrian Suhendra, Sp.PK., M.Kes

ABSTRAK KESESUAIAN PERHITUNGAN NILAI RATA-RATA ERITROSIT FLOW CYTOMETER DENGAN GAMBARAN POPULASI ERITROSIT PADA PEMERIKSAAN SEDIAAN APUS DARAH TEPI

BAB I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. dan cairan tubuh lain. Disamping itu pemeriksaan laboratorium juga berperan

NILAI RUJUKAN HEMATOLOGI ORANG DEWASA NORMAL DI RSUD ULIN BANJARMASIN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Comparison of Routine Hematology Results Based on Local Laboratory Reference Value and Sysmex KX-21 Reference Value in Hasan Sadikin Hospital Bandung

CLINICAL PATHOLOGY AND MEDICAL LABORATORY

Indek Eritrosit (MCV, MCH, & MCHC)

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

CLINICAL PATHOLOGY AND MEDICAL LABORATORY

ABSTRAK. Pembimbing I : Lisawati Sadeli, dr., M.Kes. Pembimbing II : Hartini Tiono, dr.

ABSTRAK UJI VALIDITAS PEMERIKSAAN LAJU ENDAP DARAH METODE MODIFIKASI WESTERGREN DENGAN SUDUT KEMIRINGAN 45 0 TERHADAP METODE RUJUKAN ICSH 1993

ABSTRAK. Dewi Tantra, 2008, Pembimbing I : Aloysius Suryawan,dr., SpOG Pembimbing II : Penny Setyawati,dr.,SpPK., M.Kes

PENGARUH PENUNDAAN PEMERIKSAAN TERHADAP HASIL PEMERIKSAAN PARAMETER ERITROSIT MENGGUNAKAN HEMATOLOGY ANALYZER SKRIPSI. Untuk Memenuhi Persyaratan

!"#!$%&"'$( )) Kata kunci: Differential counting, zona atas dan bawah

PERBANDINGAN HASIL PEMERIKSAAN LAJU ENDAP DARAH CARA WESTERGREN MENGGUNAKAN DARAH EDTA TANPA PENGENCERAN DENGAN CARA OTOMATIK

Ruswantriani, Pembimbing : Penny Setyawati, dr, SpPK, M. Kes

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang. Ketersediaan kantong darah di Indonesia masih. sangat kurang, idealnya 2,5% dari jumlah penduduk untuk

1 Universitas Kristen Maranatha

DAMPAK VOLUME DARAH DALAM TABUNG K2EDTA DENGAN HASIL JUMLAH LEUKOSIT

ABSTRAK. UJI VALIDITAS INDEKS MENTZER SEBAGAI PREDIKTOR β-thalassemia MINOR DAN ANEMIA DEFISIENSI BESI PADA POPULASI ANEMIA HIPOKROM MIKROSITER

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. rawat inap di RSU & Holistik Sejahtera Bhakti Kota Salatiga. kanker payudara positif dan di duga kanker payudara.

BAB IV METODE PENELITIAN. dan Penyakit Kandungan dan Ilmu Patologi Klinik. Penelitian telah dilaksanakan di bagian Instalasi Rekam Medis RSUP Dr.

Kata kunci: Fascioliosis, total eritrosit, kadar hemoglobin,pakced cell voleme, Sapi Bali

ABSTRAK. Penny Setyawati Martioso, dr., Sp.PK., M.Kes.

ABSTRAK. Kata Kunci: prevalensi, anemia, kelahiran prematur, bayi berat lahir rendah. vii Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK ANALISIS NILAI LEUKOSIT TERHADAP MORFOLOGI SEDIAAN APUS DARAH TEPI PADA DARAH PENDONOR DI PALANG MERAH INDONESIA KOTA BANDUNG

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... LEMBAR PERSETUJUAN... HALAMAN PENETAPAN PANITIA PENGUJI... ABSTRAK... ABSTRACK... v KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI...

ABSTRAK PREVALENSI INFEKSI SALURAN KEMIH PADA WANITA HAMIL BERDASARKAN HASIL PEMERIKSAAN URINALISIS RUTIN DI PUSKESMAS SUKAWARNA BANDUNG

BAB I PENDAHULUAN. pemeriksaan hematologi. Pemeriksaan hematologi meliputi kadar hemoglobin,

ABSTRAK INSIDENSI ANEMIA IBU HAMIL DI BAGIAN OBSTETRI GINEKOLOGI RUMAH SAKIT IMMANUEL PERIODE JANUARI-DESEMBER 2006

ABSTRAK PERBANDINGAN KADAR RET HE, FE, DAN TIBC PADA PENDERITA ANEMIA DEFISIENSI FE DENGAN ANEMIA KARENA PENYAKIT KRONIS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

CLINICAL PATHOLOGY AND MEDICAL LABORATORY

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian dilakukan di Laboratorium Central RSUP Dr. Kariadi

GAMBARAN HEMATOLOGI DOMBA SELAMA TRANSPORTASI : PERAN MULTIVITAMIN DAN MENIRAN

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang. Salah satu kondisi berbahaya yang dapat terjadi. pada ibu hamil adalah anemia.

KORELASI KADAR HEMOGLOBIN BEBAS DAN F 2α -ISOPROSTAN PLASMA PACKED RED CELL SELAMA PENYIMPANAN DI BANK DARAH

CLINICAL PATHOLOGY AND MEDICAL LABORATORY

SKRIPSI PENGARUH PERSIAPAN PREANALITIK TERHADAP HASIL TROMBOSIT PADA PESERTA PEMERIKSAAN KESEHATAN DI NIKI DIAGNOSTIC CENTER DENPASAR 2014

BAB 1 PENDAHULUAN. Defisiensi besi merupakan gangguan nutrisi yang secara umum. terjadi di seluruh dunia dan mengenai lebih kurang 25% dari seluruh

GAMBARAN HEMATOLOGI PADA PASIEN SINDROM KORONER AKUT YANG DIRAWAT DI BLU RSUP PROF. Dr. R.D. KANDOU MANADO TAHUN 2010

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Dalam system sirkulasi darah merupakan bagian penting yaitu dalam

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. oksigen. Darah terdiri dari bagian cair dan padat, bagian cair yaitu berupa plasma

BAB I PENDAHULUAN. mengukur hemoglobin pada sejumlah volume darah. Kadar normal hemoglobin

R S. D R. H I. A B D O E L M O E L O E K B A N D A R L A M P U N G

BAB I. berbagai program dan upaya kesehatan (Depkes, 2004). mutu pelayanan dan mutu hasil pemeriksaan di laboratorium.

BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian ini termasuk penelitian ilmu penyakit dalam yang menitikberatkan pada

PERBANDINGAN KADAR RET HE, FE, DAN TIBC PADA PENDERITA ANEMIA DEFISIENSI FE DENGAN ANEMIA KARENA PENYAKIT KRONIS

ABSTRAK. GAMBARAN VALIDITAS INDEKS MENTZER DAN INDEKS SHINE & LAL PADA PENDERITA β-thallassemia MAYOR

HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL DAN PEMBAHASAN

ABSTRAK KARAKTERISTIK PENDERITA MALARIA DI KABUPATEN KEPUALAUAN MENTAWAI SELAMA JANUARI-DESEMBER 2012

UKDW BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Pemeriksaan laboratorium merupakan pemeriksaan yang

HASIL DAN PEMBAHASAN

DAFTAR PUSTAKA : Gandasoebrata R, Penuntun Laboratorium Klinik. Cetakan ke 15, Jakarta:Dian Rakyat

HUBUNGAN VOLUME DARAH DALAM TABUNG K 2 EDTA DENGAN JUMLAH LEUKOSIT

PERBEDAAN TITER TROMBOSIT DAN LEUKOSIT TERHADAP DERAJAT KLINIS PASIEN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) ANAK DI RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA SKRIPSI

Curriculum vitae Riwayat Pendidikan: Riwayat Pekerjaan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Indeks Eritrosit atau Mean Cospuscular Value adalah suatu nilai rata-rata

GAMBARAN HEMATOLOGI RUTIN, TES FUNGSI HATI, DAN TES FUNGSI GINJAL PADA PASIEN PREEKLAMPSIA, EKLAMPSIA, DAN HIPERTENSI GESTASIONAL DI RS

BAB I PENDAHULUAN. hemoglobin, jumlah lekosit, hitung jenis lekosit, Laju Endap Darah (LED).

ABSTRAK UJI VALIDITAS HASIL PENGUKURAN LAJU ENDAP DARAH METODE HUMASED 20 DIBANDINGKANDENGAN METODE WESTERGREN PADA PENDERITA TBC

PERBEDAAN PROFIL LIPID LDL, HDL, DAN TRIGLISERIDA PENDERITA SINDROM KORONER AKUT ANTARA PEROKOK DAN BUKAN PEROKOK SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN. Pemeriksaan hematologi merupakan salah satu pemeriksaan yang dapat

GAMBARAN GEJALA KLINIK, HEMOGLOBIN, LEUKOSIT, TROMBOSIT DAN WIDAL PADA PENDERITA DEMAM TIFOID DENGAN

ABSTRAK PREVALENSI APENDISITIS AKUT PADA ANAK DI RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG PERIODE JANUARI-DESEMBER 2011

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

HASIL DAN PEMBAHASAN

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM BIOLOGI PERHITUNGAN JUMLAH ERITROSIT DARAH

BAB I PENDAHULUAN. laboratorium dituntut untuk memberikan hasil yang tepat, cepat dan akurat.

MATA KULIAH PATOLOGI KLINIK

ABSTRAK UJI VALIDITAS HASIL PEMERIKSAAN KADAR HEMOGLOBIN METODE TALLQVIST TERHADAP METODE FLOW CYTOMETRY

Pemeriksaan Kadar Protein Supernatan Akhir Pada Pemantapan Mutu Komponen Washed Red Cells (WRC) di UTDC PMI Kota Semarang

D DIMER PADA KEGANASAN HEMATOLOGI DI RSUP SANGLAH ABSTRAK

BAB III METODE PENELITIAN

APLIKASI METODE KESINTASAN PADA ANALISIS FAKTOR DETERMINAN LAMA RAWAT PASIEN DEMAM BERDARAH DENGUE DI RUMAH SAKIT UMUM PURI RAHARJA

Pola Lekemia Limfoblastika akut di Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK-USU/RS. Dr. Pirngadi Medan

GAMBARAN HASIL PEMERIKSAAN DARAH LENGKAP PADA PASIEN SUSPECT INFEKSI VIRUS DENGUE DI RUMAH SAKIT SURYA HUSADHA DENPASAR FEBRUARI-JULI 2014

PERBEDAAN JUMLAH TROMBOSIT CARA MANUAL PADA PEMBERIAN ANTIKOAGULAN EDTA KONVENSIONAL (PIPET MIKRO) DENGAN EDTA VACUTAINER

Kejadian Anemia Pada Penderita Leukemia Limfoblastik Akut di RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek Provinsi Lampung

PENGARUH PEMAKAIAN SETENGAH VOLUME SAMPEL DAN REAGEN PADA PEMERIKSAAN GLUKOSA DARAH METODE GOD-PAP TERHADAP NILAI SIMPANGAN BAKU DAN KOEFISIEN VARIASI

Gambaran Penggunaan Uji Serologis Ig M dan Ig G Serta Antigen NS1 Untuk Diagnosis Pasien Demam Berdarah Dengue di RSUP Haji Adam Malik Tahun 2012

ABSTRAK PREVALENSI KADAR TITER ANTI-A YANG TINGGI PADA POPULASI GOLONGAN DARAH O DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA ANGKATAN 2008

BAB I PENDAHULUAN. A.Latar Belakang. Donasi darah merupakan praktik klinis yang umum. dilakukan. Pada tahun 2012 World Health Organization

ABSTRAK GAMBARAN PENDERITA MALARIA DI KABUPATEN SUKABUMI PERIODE JANUARI-DESEMBER 2011

BAB I PENDAHULUAN. Semakin tingginya tingkat pendidikan, kesejahteraan masyarakat, dan

BAB V PEMBAHASAN. yang telah memenuhi jumlah minimal sampel sebanyak Derajat klinis dibagi menjadi 4 kategori.

ABSTRAK GAMBARAN KADAR ASAM URAT SERUM PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2

Frekuensi Hepatitis B dan Hepatitis C Positif pada Darah Donor di Unit Transfusi Darah Cabang Padang pada Tahun 2012

JUMLAH ERITROSIT, KADAR HEMATOKRIT, DAN HEMOGLOBIN IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) YANG DI INFEKSI BAKTERI Aeromonas hydrophila

Medical Laboratory Technology Journal

BAB I PENDAHULUAN. Pemeriksaan laboratorium merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk

STATUS HEMATOLOGI PENDERITA MALARIA SEREBRAL

Medical Laboratory Technology Journal

ABSTRAK. UJI DIAGNOSTIK PEMERIKSAAN TUBEX-TF DAN WIDAL TERHADAP BAKU EMAS KULTUR Salmonella typhi PADA PENDERITA TERSANGKA DEMAM TIFOID

Transkripsi:

Vol 12. No. 3 Juli 6 ISSN 08544263 INDONESIAN JOURNAL OF CLINICAL PATHOLOGY AND MEDICAL LABORATORY Majalah Patologi Klinik Indonesia dan Laboratorium Medik DAFTAR ISI PENELITIAN Pola Bakteri dan Tes Kepekaan Antibiotika Wanita Hamil dengan Bakteriuria Asimtomatis (Bacteria Pattern and Antibiotic Susceptibility Test of Pregnant women with Asymptomatic Bacteriuria) L.P. Kalalo, Aryati, B. Subagjo... 103 109 Pola dan Sensitivitas Kuman di Penderita Infeksi Saluran Kemih (Bacterial Pattern and It s Sensitivity in Patients Suffering from Urinary Tract Infection) Samirah, Darwati, Windarwati, Hardjoeno... 110 113 Profil Analisis Batu Saluran Kemih di Laboratorium Patologi Klinik (The Analysis of Urethral Stone Profile at The Clinical Pathology Laboratory) G. Ratu, A. Badji, Hardjoeno... 114 117 Uji Diagnostik Plasmodium Malaria Menggunakan Metode Imunokromatografi Diperbandingkan dengan Pemeriksaan Mikroskopis (Diagnostic Test of Plasmodium Malaria by Immunochromatographic Method Compared to Microscopic Examination) Ima Arum L, Purwanto AP, Arfi S, Tetrawindu H, M. Octora, Mulyanto, Surayah K, Amanukarti... 118 122 Nilai Troponin T (ctnt) Penderita Sindrom Koroner Akut (SKA) (Troponin T Value/cTnT of Patients with Acute Coronary Syndrome) R.A. Nawawi, Fitriani, B. Rusli, Hardjoeno... 123 126 TELAAH PUSTAKA Diagnosis Sepsis Menggunakan Procalcitonin (Sepsis Diagnosis by Procalcitonin) Buchori, Prihatini... 127 133 LAPORAN KASUS Leukemia Sel Plasma (Plasma Cell Leukemia) Wiwin H, D.B. Hadiwidjaja... 134 136 MENGENAL PRODUK BARU Nilai Rujukan Hematologi pada Orang Dewasa Sehat Berdasarkan Sysmex Xt1800i (The Haematology Reference Value of Healthy Adult People Based on Sysmex Xt1800i) T. Esa, S. Aprianti, M. Arif, Hardjoeno... 137 140 MANAJEMEN LABORATORIUM Penerapan Pemetaan Gagasan (Concept Mapping) dalam Manajemen Mutu di Laboratorium Klinik (The Implementation of Concept Mapping for Quality Management in a Clinical Laboratory) H. Kahar... 141 143 INFORMASI LABORATORIUM MEDIK TERBARU... 144 145 Dicetak oleh (printed by) Airlangga University Press. (048/0406/AUPB3E). Kampus C Unair, Jln. Mulyorejo Surabaya 60115, Indonesia. Telp. (031) 5992246, 5992247, Telp./Fax. (031) 5992248. Email: aupsby@rad.net.id. Kesalahan penulisan (isi) di luar tanggung jawab AUP

MENGENAL PRODUK BARU NILAI RUJUKAN HEMATOLOGI PADA ORANG DEWASA SEHAT BERDASARKAN SYSMEX XT1800i (The Haematology Reference Value of Healthy Adult People Based on Sysmex Xt1800i) T.Esa*, S.Aprianti, M.Arif, Hardjoeno ABSTRACT The reference values of laboratory tests are affected by factors such as instruments and methods of tests, which are always being developed. For these reasons, each laboratory is recommended to determine their own reference values. To determine the reference values of complete blood count in healthy adult people, and compare them to the reference values which is taken from the references. A crosssectional study was conducted on healthy adult people, aged 1860 years, selected during blood donation. The eight haematological parameters were estimated using Sysmex Xt1800i at Dr.Wahidin Sudirohusodo Hospital. The data were analyzed statistically by SPSS 11.5 programs. The reference values of leukocyte, erythrocyte, haemoglobin, hematocrit, MCV, MCH, MCHC and platelet were: 4400 to 00 /µl; %:4.2 6.2 106/µL; &:3.8 5.5 106/µL; %:12.5 17.3 g/dl; &:11.8 15.4 g/dl; %:38.1 50.4 %; &:31.1 49.7 %; 80,1 to 94,3 fl, 25,9 31,9 pg, 31,4 35,2 g/dl, and %:171.2 405.1 103/µL; &:191.8 441.5 103/µL, respectively. Significant differences were observed in the MCH and platelet values (p< 0,005). The values found in this study were similar to the reference value commonly used in our laboratory, except for the MCH value which was lower and the platelet value which was higher.. Key Words: Reference value, haematology, healthy adult people, Sysmex Xt1800i. PENDAHULUAN Fungsi pemeriksaan laboratorik adalah menganalisis secara kuantitatif atau kualitatif beberapa bahan, seperti darah, sumsum tulang, serum, tinja, air kemih dan cairan tubuh lain. Disamping itu pemeriksaan laboratorik juga berperan dalam memilih jenis uji maupun penilaiannya untuk membantu menetapkan diagnosis dan penatalaksanaan penderita. Uji laboratorik, termasuk uji hematologi dapat berfungsi sebagai uji penyaringan untuk mengetahui adanya kelainan proses fisiologi tubuh, membantu menetapkan diagnosis, membuat diagnosis banding, memantau perjalanan penyakit, penatalaksanaan penderita dan menentukan prognosis. Disamping itu data laboratorik dipakai pula sebagai pemeriksaan penyaring untuk mendapatkan populasi sehat dan tetapan nilai rujukan. 1 3 Beberapa uji hematologi yang lazim dipakai ialah uji kadar hemoglobin (Hb); jumlah eritrosit, leukosit, trombosit; nilai hematokrit (Hm), laju endap darah (LED), dan menentukan indeks eritrosit. 46 Indeks eritrosit terdiri dari MCV (Mean Cell Volume), * Bagian Patologi Klinik FK.UNHAS/RS. Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar/ Unit Pelayanan Laboratorium RS Dr. Wahidin Sudirohusodo Jl. Perintis Kemerdekaan Km 10. Makassar Telp : 0411 582678/586010. MCH (Mean Cell Hemoglobin) dan MCHC (Mean Cell Hemoglobin Concentration). Nilainya diperoleh dari perhitungan eritrosit, hemoglobin maupun hematokrit. Penentuan nilai ini penting dalam menetapkan kelainan anemia secara morfologis. 5,6 Nilai parameter hematologi dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti usia, jenis kelamin, ras, faktor nutrisi dan lingkungan, ketinggian, alat dan metode tes yang dipakai. 7 9 Oleh karena alat laboratorium selalu berkembang dan metode uji yang dipakai juga berkembang dan berubah, maka sebaiknya setiap laboratorium klinik menggunakan nilai rujukan sendiri yang sesuai dengan keadaan setempat. 2,7,8,10 Nilai rujukan tersebut sangat penting untuk menaksir data hematologi dalam menangani penderita serta untuk kepentingan penelitian. 10,11 Namun, sehubungan beberapa keterbatasan, sampai saat ini nilai rujukan parameter hematologi masih menggunakan nilai yang tertera di selipat (leaflet) reagen (pereaksi) atau kepustakaan dari luar negeri yang mungkin saja tidak sesuai untuk keadaan setempat. 9,10 Diunit pelayanan laboratorium RS Dr. Wahidin Sudirohusodo, saat ini beberapa alat hematologi otomatik digunakan, tetapi belum pernah diteliti untuk menentukan nilai rujukan berdasarkan alat tersebut. Oleh karena itu pada penelitian ini akan diteliti orang dewasa sehat guna menentukan nilai rujukan darahnya secara lengkap dengan memilih 137

salah satu alat hematologi otomatik yaitu Sysmex Xt 1800i, lebih praktis menyingkat waktu pelayanan. Tujuan penelitian ini ialah untuk menentukan dan membandingkan nilai yang diperoleh dengan nilai rujukan parameter Hb, jumlah eritrosit, dan leukosit nilai hematokrit dan MCV (mean cell volume), MCH (mean cell hemoglobin), MCHC (mean cell hemoglobin concentration) serta jumlah trombosit orang dewasa sehat yang bertempat tinggal di Makassar, menggunakan alat hematologi otomatik Sysmex Xt 1800i. BAHAN DAN METODE Penelitian dilakukan secara kerat lintang (cross sectional). Bahan penelitian dikumpulkan dari darah orang donor pria dan orang donor wanita berusia 18 60 tahun, yang menyumbangkan darah pertama kali atau kedua kalinya. Secara klinis sehat menurut kriteria donor darah PMI dan tidak minum obat apapun. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus sampai September 4. Darah diambil pada waktu mendonor, melalui pipa kantung transfusi (transfusion bag), langsung ke tabung vacutainer yang berisi K 3 EDTA. Dari bahan yang didapat Hb akan diuji, jumlah eritrosit dan leukosit; nilai MCV, MCH, MCHC serta jumlah trombosit, menggunakan alat hematologi otomatik Sysmex Xt1800i. Pengujian dilakukan dengan asas pengukuran untuk masingmasing parameter sebagai berikut: 12 a. Leukosit: Flowcytometri b. Eritrosit dan trombosit: Hydro Dynamic Focusing c. Hemoglobin: SLSHemoglobin (Sodium Lauryl sulfatehemoglobin). d. Indeks eritrosit dihitung secara otomatis Pemeriksaan bahan Untuk mencari nilai rujukan parameter hematologi digunakan 3 ml bahan darah K 3 EDTA dalam vacutainer. Bahan sampel yang didapat diperiksa dalam waktu 2 sampai 3 jam sejak pengambilannya. Pengujian dilakukan sesuai dengan standar yang dianjurkan oleh pabrik. Pengolahan data 1315 Data diolah menggunakan program Statistical Product and Service Solutions (SPSS) versi 11,5. untuk menentukan kelompok data yang diperoleh berdistribusi normal atau tidak dipakai uji Kolmogorov Smirnov. Bila distribusinya normal, maka diuji dengan Unpaired Ttest untuk kemaknaan kelompok lakilaki dan perempuan. Tetapi bila didapatkan distribusi tidak normal maka kemaknaan diuji secara Mann Whitney. Bila di antara kelompok lakilaki dan perempuan tidak ada perbedaan yang bermakna, data kedua kelompok digabung untuk perhitungan nilai rujukan. Akan tetapi jika terdapat perbedaan bermakna di antara keduanya, maka nilai rujukan dihitung untuk masingmasing kelompok. Nilai rujukan diperoleh dengan perhitungan Confidence Interval (CI) 95% (2SD). Nilainya lalu dibandingkan dengan nilai rujukan (reference) yang dipakai di laboratorium tempat penelitian dengan menggunakan onesample Ttest. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada uji ketelitian dan ketepatan alat Sysmex Xt 1800i keadaan jalan (within run) secara dalam dan berselang hari (between day) dengan bahan kontrol echeck didapatkan CV dan penyimpangan (D%) dalam batas yang masih diperbolehkan menurut PDS Patklin. 2 Untuk menentukan distribusi nilai yang didapat di kedelapan parameter tersebut untuk seluruh sampel kelompok pria dan wanita digunakan uji Kolmogorov Smirnov. Didasari uji tersebut didapatkan bahwa semua parameter memiliki distribusi normal. Uji statistik Unpaired Ttest selanjutnya dilakukan untuk menguji kemaknaan antara kelompok pria dan wanita terhadap semua parameter, karena semua data berdistribusi normal, dan hasilnya dilaporkan di Tabel 1. Didasari data yang ada ditentukan nilai rujukan menggunakan rumus confidence interval 95% (±2SD) dan didapatkan perolehan yang tertera di Tabel 2. Tabel 1. Hasil uji perbedaan jenis kelamin terhadap delapan parameter Parameter Leukosit Eritrosit Hemoglobin Hematokrit MCV MCH MCHC Trombosit Unpaired t test p<0,005 0,026 0,067 0,149 0,054 Interpretasi Perbedaan yang bermakna menurut jenis kelamin didapatkan di parameter eritrosit, hemoglobin, hematokrit. Hal tersebut sesuai dengan kenyataan, bahwa lakilaki memiliki nilai lebih tinggi diketiga parameter tersebut dibandingkan dengan perempuan. Hal ini antara lain disebabkan oleh faktor hormon androgen dalam proses eritropoiesis dan kehilangan darah saat menstruasi. 4,9 Keadaan ini juga didapatkan pada penelitian ini, yang memperlihatkan nilai rujukan ketiga parameter itu dan diperoleh nilai yang lebih tinggi pada lakilaki (lihat Tabel 2). 138 Indonesian Journal of Clinical Pathology and Medical Laboratory, Vol. 12, No. 3, Juli 6: 127130

Tabel 2. Nilai rujukan delapan parameter berdasarkan confidence interval 95% (±2SD) Parameter Leukosit (ribu/µl) Eritrosit (juta/µl) Hemoglobin (gr/dl) Hematokrit (%) MCV (fl) MCH (pg) MCHC (gr/dl) Trombosit (ribu/µl) Lakilaki Lakilaki Lakilaki Lakilaki Hal yang sama diperoleh dari hasil penelitian oleh Fridawati 16 pada orang dewasa di Jakarta, Tsegaye 9 di Ethiopia dan Kaya 7 di Turkey. 7,9,16 Pada nilai trombosit didapatkan juga perbedaan antara jenis kelamin, yaitu nilai untuk perempuan lebih tinggi dari pada untuk lakilaki. Hal yang sama didapatkan pada penelitian oleh Fridawati, 16 tetapi oleh Tsegaye 9 dan Kaya 7 tidak diperoleh perbedaan bermakna menurut jenis kelamin. 7,9,16 Pada keadaan fisiologis jumlah trombosit dapat bervariasi. Peningkatan jumlah trombosit dapat terjadi setelah aktivitas fisik, pada saat ovulasi dan sesudah haid, serta pada keadaan pascakeguguran (abortus) dan persalinan. 5 Stres oksidatif dinyatakan juga meningkatkan jumlah trombosit. Kepustakaan lain menyebutkan bahwa bisa saja terdapat perbedaan jumlah trombosit antara jenis kelamin; dan diperempuan terdapat nilai 20% lebih tinggi. Namun, tidak diperoleh bukti pengaruh kontrasepsi oral terhadap perubahan jumlah trombosit. 4 Pada penelitian ini, hasil trombosit yang tinggi kemungkinan dipengaruhi oleh siklus haid tersebut. Namun, keterbatasan para peneliti ialah tidak menganamnesis lebih rinci kemungkinan faktor yang berpengaruh tersebut. Nilai rujukan yang diperoleh pada penelitian ini tidak menunjukkan hasil yang jauh dengan N Nilai rujukan (±2SD) 4,4 4,2 3,8 12,5 11,8 38,1 31,1 80,1 25,9 31,4 171,2 191,8 10,0 6,2 5,5 17,3 15,4 50,4 49,7 94,3 31,9 35,2 405,1 441,5 penelitian yang dilakukan oleh Fridawati 16 dan nilai rujukan yang diperoleh oleh alat Sysmex sendiri. 12,16 Demikian pula setelah dibandingkan dengan nilai rujukan yang sekarang dipakai di laboratorium tempat penelitian ini. Saat ini yang diperoleh dari rujukan (reference), hasilnya secara bermakna, kecuali pada parameter MCH dan trombosit. Oleh karena rujukan yang dipakai sekarang ini nilainya tidak dibedakan antara lakilaki dan perempuan. Maka untuk menilai ada atau tidak ada perbedaan dengan rujukan baru yang diperoleh, data diolah tanpa dibedakan antara jenis kelamin. Rujukan umum dan nilai yang diperoleh dibandingkan dengan nilai rujukan (reference) tersebut dengan menggunakan uji onesample Ttest. Hasilnya diperlihatkan di Tabel 3. Tampak tidak terdapat perbedaan bermakna pada enam (6) nilai parameter yaitu leukosit, eritrosit, hemoglobin, hematokrit, nilai MCV dan MCHC. Akan tetapi dengan nilai MCH dan trombosit. Perbedaan yang didapatkan ini belum diyakini sebagai nilai yang secara mutlak, oleh karena ada keterbatasan dalam penelitian ini. Yaitu karena apusan darah tepi yang gambarannya disesuaikan dengan hasil perhitungan alat otomatik tidak dinilai. Sehingga dengan demikian lebih jelas dapat dinilai morfologi dan jumlah sel darah tersebut, sebab nilai MCH telah diketahui yang berhubungan dengan kadar (konsentrasi) hemoglobin di dalam eritrosit yang dapat menentukan warna eritrosit apakah hypochrom atau normochrom. 5 Hal yang sama juga berlaku pada nilai trombosit, yang tidak diperkuat dengan sediaan apusan darah tepi. SIMPULAN DAN SARAN Nilai rujukan yang diperoleh berdasarkan alat Sysmex Xt1800i, ialah, untuk jumlah: leukosit : 4400 00/µl. Eritrosit % : 4,2 6,2 juta/µl. Eritrosit & : 3,8 5,5 juta/µl Hemoglobin % : 12,5 17,3 g/dl Hemoglobin & : 11,8 15,4 g/dl Tabel 3. Hasil uji perbandingan antara dua nilai rujukan Parameter N Nilai rujukan One Sample Ttest p< 0,005 perbedaan rerata Leukosit (ribu/µl) Eritrosit (juta/µl) Hemoglobin (gr/dl) Hematokrit (%) MCV (fl) MCH (pg) MCHC (gr/dl) Trombosit (ribu/µl) 4,4 10,0 3,9 6,0 11,8 16,7 33,6 51,1 80,1 94,3 25,9 31,9 31,4 35,2 178,4 426,4 0,037 0,025 0,007 0,548 0,008 0,722 0,205 0,085 0,233 0,186 0,313 1,112 0,024 27,390 Nilai Rujukan Hematologi pada Orang Dewasa Sehat Esa, dkk. 139

Hematokrit % : 38,1 50,4% Hematokrit & : 31,1 49,7% MCV : 80,1 94,3 fl MCH : 25,9 31,9 pg MCHC : 31,4 35,2 g/dl Trombosit % : 171,2 405,1 ribu/µl Trombosit & : 191,8 441,5 ribu/µl Data yang diperoleh secara bermakna dengan nilai rujukan yang telah dipakai sebelumnya di laboratorium tempat penelitian, kecuali untuk nilai MCH dan Trombosit. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan nilai rujukan yang dapat dipakai secara umum di masingmasing laboratorium dengan menggunakan kriteria sampel yang lebih ketat disertai analisis apusan darah tepi. DAFTAR PUSTAKA 1. Wirawan R. Pemantapan Kualitas Uji Hematologik. Edisi I. Jakarta, Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Indonesia, 2. 2. Kresno SB, Nilai rujukan. Laporan Kegiatan Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik Indonesia (PDS Patklin), Jakarta PP PDS Patklin, 30 Juni 1996. 3. Perkins SL, Examination Of The Blood and Bone Marrow, In Wintrobe s Clinical Hematology. 10 th ed. Baltimore, USA. 1999, 9 30. 4. Dacie JV, Basic Haematological techniques, In Practical Haematology. 8 th ed. Edinburgh, Churchill Livingstone, 1996. 49 82. 5. Corbett JV, Hematology Test, In Laboratory Test and Diagnostic Procedures with Nursing Diagnosis, 6 th Ed. New Jersey, USA. 4, 24 60. 6. Hardjoeno, Interpretasi Hasil tes Laboratorium Hematologi. Dalam Interpretasi Hasil Tes Laboratorium Diagnostik, Lembaga Penerbitan UNHAS, 3, 29 67. 7. Kaya H, Kyky I, Akarsu E, Hematological Values of Healthy Adult Population Living at Moderate Altitude (1869 m, Erzurum, Turkey). Turky J Haematol, 0, 17(3):123 128. 8. Mochsen AF, ElHazmi, Warsi AS, Normal Reference Values For Hematological Parameters, Red Cell Indices, HB A2 and HB F From Early Childhood through Adolescence In Saudis, Annals of Saudi Medicine, 1, 21(3 4):165 169. 9. Tsegaye A, Messele T, Tilahun T, Immunohematological Referene Range for Adult Ethiopians. Clinical and Diagnostic Laboratory Immunology, 1999, (5):410 414. 10. Furruqh S, Anitha D, Venkatesh T, Estimation of Reverence Values in Liver Function test in Health Plan Individuals of An Urban South Indian Population. Indian Journal Of Clinical Biochemistry, 4, 19(2):72 79. 11. Tugume SB, Piwowar EM, Lutalo T, Hematological Reference Ranges Among Healthy Ugandans. Clinical and Diagnostic Laboratory Immunology, 1995, 233 235. 12. Manual Operating Sysmex XT1800i. 13. Tjokronegoro A, Sumedi S, Metodologi Penelitian bidang kedokteran FKUI, 1999, 143 150. 14. Koduah M, Iles TC, Nix BJ., Centile Chart I: New Method of Assessment for Univariate Reference Intervals. Clinical Chemistry, 4, 50(5):901 906. 15. Griffiths JK, Iles TC, Koduah M, Nix BJ., Centile Chart II: Alternative Nonparametric Approach For Establishing Time Spesific Reference Centiles and Assessment of the Sample Size Required. Clin Chem. 4 May; 50(5):907 14. Epub 4 Mar 11. 16. Fridawati V. Nilai rujukan beberapa parameter hematology orang Indonesia dewasa di Jakarta, Makalah Penelitian Akhir, Bagian Patologi Klinik FKUI/RSCM. Jakarta. 1994. 140 Indonesian Journal of Clinical Pathology and Medical Laboratory, Vol. 12, No. 3, Juli 6: 127130