STRUCTURAL EQUATION MODELING 6

dokumen-dokumen yang mirip
(S.3) METODE MULTILEVEL STRUCTURAL EQUATION MODELING DENGAN WEIGHTED LEAST SQUARE ESTIMATION UNTUK ANALISIS PELAYANAN KESEHATAN IBU

TINJAUAN PUSTAKA Spesifikasi Model Berbagai model dalam pemodelan persamaan struktural telah dikembangkan oleh banyak peneliti diantaranya Bollen

PEMODELAN HUBUNGAN IMT DAN DEPRESI DENGAN TEKNIK ANALISIS MULTIVARIAT PADA KASUS DATA TAK NORMAL

II LANDASAN TEORI Definisi 1 (Prestasi Belajar) b. Faktor Eksternal Definisi 2 (Faktor-Faktor yang mempengaruhi prestasi) a.

LANGKAH-LANGKAH ANALISIS DATA PEMODELAN PERSAMAAN STRUKTURAL. Oleh: I Wayan Jaman Adi Putra

DAFTAR SIMBOL γ Besarnya pengaruh variabel eksogen terhadap variabel endogen β Besarnya pengaruh variabel endogen terhadap variabel endogen...

Ketakbiasan Dalam Model Analisis Faktor Konfirmatori Pada Metode Pendugaan Maximum Likelihood Untuk Data Ordinal

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan tujuan untuk memperoleh

PENERAPAN ANALISIS FAKTOR KONFIRMATORI STRUCTURAL EQUATION MODELING PADA MODEL HUBUNGAN KEBIASAAN MEROKOK DAN TEKANAN DARAH

ANALISIS STRUCTURAL EQUATION MODEL DENGAN PENDEKATAN BAYESIAN

Ketakbiasan Dalam Model Analisis Faktor Konfirmatori (CFA) Pada Metode Pendugaan Kuadrat Terkecil Terboboti (Weighted Least Square) Untuk Data Ordinal

III. METODE PENELITIAN

VIII ANALISIS SERVICE QUALITY DALAM MEMBENTUK KEPUASAN DAN LOYALITAS

BAB I PENDAHULUAN. Program Keluarga Berencana (KB) yang dimulai tahun 1970 telah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Mahasiswa Ditinjau dari Karakteristik Lingkungan Kampus (Studi Kasus di Jurusan Matematika FMIPA Unsri)

IMPLEMENTASI SEM DALAM MEMBANDINGKAN PRESTASI BELAJAR SISWA SEKOLAH NEGERI DAN SEKOLAH SWASTA

BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang

1. Pendahuluan PENGARUH FASILITAS KESEHATAN DAN FAKTOR SOSIO-EKONOMI TERHADAP DERAJAT KELANGSUNGAN HIDUP ANAK MELALUI PEMODELAN PERSAMAAN TERSTUKTUR

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN MAHASISWA DALAM PEMILIHAN JURUSAN MENGGUNAKAN STRUCTURAL EQUATION MODELING

ASUMSI MODEL SEM. d j

BAB II LANDASAN TEORI

Ketakbiasan Dalam Model Analisis Faktor Konfirmatori Pada Metode Pendugaan Kuadrat Terkecil Tak Terboboti (Unweighted Least Square) Untuk Data Ordinal

A.Sejarah SEM dan Pengertian B.Model SEM C.Persamaan Matematis dalam SEM D.Konsep dan Istilah E. Asumsi F. Bagian SEM G.Proses Analisis SEM

METODE PENELITIAN Sumber Data

ANALISIS STRUCTURAL EQUATION MODEL (SEM)

II. TINJAUAN PUSTAKA. Pemodelan persamaan struktural (Structural Equation Modeling, SEM) adalah

Structural Equation Modelling untuk Mengetahui Keterkaitan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kemiskinan di Kabupaten Jombang

VIII. ANALISIS STRUCTUAL EQUATION MODEL (SEM)

Model Persamaan Struktural Kepuasan Pengguna Alumni Jurusan Matematika FMIPA Universitas Bengkulu

BAB 4 METODE PENELITIAN. Komprehensif terhadap Kesejahteraan Masyarakat serta Kemandirian Masyarakat

(Σλ i ) METODE. Data

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN

BAB III MODEL KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang dan Permasalahan

PEMODELAN PERSAMAAN STRUKTURAL PADA KEPUASAN WISATAWAN CINA BERKUNJUNG DI INDONESIA. Jurusan Statistika, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

III. METODE PENELITIAN

IV. METODE PENELITIAN

INDEKS KECOCOKAN DARI BEBERAPA METODE ESTIMASI UNTUK UKURAN SAMPEL TERTENTU PADA MODEL PERSAMAAN STRUKTURAL

BAB III METODE PENELITIAN

Ketakbiasan Dalam Model CFA (Confirmatory Factor Analysis) Pada Metode Estimasi DWLS (Diagonally Weighted Least Squares) Untuk Data Ordinal

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN. faktor risiko lain yang berperan terhadap kejadian kehamilan tidak diinginkan

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survei yaitu

STRUCTURAL EQUATIO MODELLI G (SEM) DE GA MODEL STRUKTURAL REGRESI SPASIAL. Tisti Ilda Prihandini 1, Sony Sunaryo 2

III. METODOLOGI PENELITIAN

x 1 x 3 x 4 y 1 x 5 x 6 x 7 x 8 BAHAN DAN METODE δ 1 λ 41 ξ 1 δ 4 λ 51 γ 21 δ 6 λ 61 ε 1 δ 3 η 1 γ 31 δ 7 λ 71 ξ 2 λ 81 ξ 3 λ 31 δ 5

III. METODE PENELITIAN. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder.

PENGARUH HUMAN CAPITAL DAN CORPORATE VALUE TERHADAP KINERJA KARYAWAN

PATH ANALYSIS & STRUCTURAL EQUATION MODEL. Liche Seniati Sem. Ganjil 2009/2010 Program Magister Profesi F.Psi.UI

mengenai seksualitas membuat para remaja mencari tahu sendiri dari teman atau

BAB III METODE PENELITIAN

Analisis Pengaruh Kualitas Layanan, Kepuasan Pelanggan, dan Kepercayaan terhadap Loyalitas Pelanggan Flexi Mobile Broadband

METODOLOGI PENELITIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. karena melibatkan sejumlah variable bebas (independent variable) dan variabel

BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN

PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP KECENDERUNGAN JIWA WIRAUSAHA MAHASISWA ITS DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PERSAMAAN STRUKTURAL

Indonesia - Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2007

Model Hubungan Kesehatan, Keselamatan dan Lingkungan Kerja Terhadap Produktivitas Dengan Metode SEM

PERBANDINGAN METODE MAXIMUM LIKELIHOOD UNWEIGTED LEAST SQUARE

PENERAPAN LOGIKA FUZZY DAN SEM UNTUK MENGUKUR KEDALAMAN SPIRITUAL DOSEN, KARYAWAN, DAN MAHASISWA

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia diterjemahkan sebagai Tujuan Pembangunan Milenium yang

MULTIGROUP STRUCTURAL EQUATION MODELS (SEM) DATA KEMISKINAN INDONESIA. Abstrak

PERBANDINGAN METODE PENDUGAAN PARAMETER DALAM PEMODELAN PERSAMAAN STRUKTURAL LA MBAU

PENGGUNAAN METODE STRUCTURAL EQUATION MODELING UNTUK ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS PELAYANAN PERPUSTAKAAN DENGAN PROGRAM LISREL 8.

SEM. Structural Equation Model. Aplikasi SEM pada Tesis. Oleh : DIAN SRIREZEKI, STP., MM

2 METODE. Kerangka Pemikiran

III. METODOLOGI PENELITIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. SEM (Structural Equation Modeling) adalah suatu teknik statistik yang mampu

ESTIMASI MODEL PERSAMAAN STRUKTURAL MELALUI PENDEKATAN BAYESIAN (Studi Kasus: Data Kinerja Pegawai Universitas Bina Darma Palembang)

BAB III METODE PENELITIAN

ANALISIS EVALUASI PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN MODEL PERSAMAAN STRUKTURAL DI UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK

BAB III METODE PENELITIAN

VIII ANALISIS STRUCTURAL EQUATION MODEL (SEM)

BAB I PENDAHULUAN. sewajarnya untuk mempelajari cara bagaimana variabel-variabel itu dapat

Motivasi. Persepsi. Sikap Keyakinan perilaku Evaluasi konsekuensi. Norma subjektif Keyakinan normatif Motivasi mematuhi

Oleh : Muhammad Amin Paris, S.Pd., M.Si (Dosen Fak. Tarbiyah IAIN Antasari Banjarmasin) Abstrak

ESTIMASI PARAMETER PADA SISTEM PERSAMAAN SIMULTAN DENGAN METODE LIMITED INFORMATION MAXIMUM LIKELIHOOD (LIML) SKRIPSI

ANALISIS PENDUDUK BEKERJA BERDASARKAN SEKTOR PEKERJAAN DAN JAM KERJA MENGGUNAKAN REGRESI PROBIT BIVARIAT DI PROVINSI ACEH

METODE PENELITIAN. = λ 14 X 2 + δ. X2.6 = λ 15 X 2 + δ 15

III. METODOLOGI PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

BAB I PENDAHULUAN. system kesehatan yang bertujuan untuk menjaga kesehatan ibu selama kehamilan

BAB III METODE PENELITIAN. menjelaskan bahwa populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Populasi

ANALISIS FAKTOR KONFIRMATORI DUA TINGKAT PADA KUALITAS PELAYANAN PT BANK NEGARA INDONESIA CABANG BANDAR LAMPUNG. (Skripsi) Oleh.

Transkripsi:

STRUCTURAL EQUATION MODELING 6 (S.1) MUTHÉN S CATEGORICAL VARIABLE METHODOLOGY PADA STUDI TENTANG FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PENGGUNAAN KONTRASEPSI MODERN Irma Damayanti, Toni Toharudin, Yusep Suparman 1Mahasiswa Program Magister Statistika Terapan Universitas Padjadjaran Bandung Jl. Ir. H. Juanda No. 4 Bandung, Jawa Barat 2,3Dosen Jurusan Statistika Universitas Padjajaran Jl. Raya Bandung Sumedang Km. 21 Jatinangor Sumedang 45363 - Indonesia email: 1 irma.dy@gmail.com, 2 toni.t0104@gmail.com, 3 yusep.suparman@unpad.ac.id Abstrak Structural Equation Modeling (SEM) merupakan suatu teknik multivariat yang dapat digunakan untuk mendeskripsikan keterkaitan hubungan linier secara simultan antara variabel-variabel pengamatan, yang melibatkan variabel laten yang tidak dapat diukur secara langsung. SEM dapat digunakan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan kontrasepsi modern di Indonesia. Namun demikian, metodologi umum SEM ditujukan hanya untuk indikator kontinu. Hal ini berbeda dengan variabel-variabel yang mempengaruhi penggunaan kontrasepsi modern di Indonesia yang mencakup variabel kontinu dan variabel biner. Jika variabel semacam ini dipaksakan menggunakan SEM konvensional maka akan menghasilkan analisis yang menyimpang. Dalam studi ini, identifikasi faktor-faktor tersebut dilakukan dengan menggunakan Muthén s Categorical Variable Methodology (CVM) yang merupakan general SEM yang dapat diaplikasikan untuk laten variabel yang memiliki indikator berganda yang tidak semuanya kontinu (campuran biner (dikotomi), polytomous berurut, dan kontinu). Kata kunci: Structural Equation Modeling, Muthén s Categorical Variable Methodology (CVM), kontrasepsi modern. 1. PENDAHULUAN Tujuan kelima Millenium Development Goals-MDGs difokuskan pada meningkatkan kesehatan ibu dengan target menurunkan angka kematian ibu. Meskipun Indonesia belum memiliki data statistik vital yang langsung dapat menghitung Angka Kematian Ibu (AKI), estimasi AKI telah dilakukan. Estimasi AKI dalam Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) diperoleh dengan mengumpulkan informasi dari saudara perempuan yang meninggal semasa kehamilan, persalinan, atau setelah melahirkan (Bappenas, 2004). Sebab utama kematian ibu di Indonesia selama kehamilan, persalinan dan nifas adalah perdarahan, infeksi, dan eklampsi atau gangguan akibat tekanan darah tinggi saat kehamilan. 439

Sebagian dari kematian ibu juga disebabkan karena aborsi tidak aman dan terkomplikasi yang kebanyakan adalah akibat dari kehamilan tidak dikehendaki (KTD). Kontrasepsi modern memainkan peran penting untuk menurunkan kehamilan yang tidak dikehendaki (Bappenas, 2004). Secara global, kontrasepsi membantu mencegah 187 juta kehamilan yang tidak dikehendaki (Darroch dkk, 2008). Kebijakan menyangkut populasi perlu dialihkan dari kepedulian yang sempit terhadap pengembangan pelayanan tetapi juga mempertimbangkan kondisi dan pengaruh sosial yang lebih luas tentang tekad dan konsekuensi dari posisi wanita dalam masyarakat (Casterline & Sinding, 2000). SEM dapat digunakan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan kontrasepsi modern di Indonesia. Namun demikian, metodologi umum SEM ditujukan hanya untuk indikator kontinu. Hal ini berbeda dengan variabel-variabel yang mempengaruhi penggunaan kontrasepsi modern di Indonesia yang mencakup variabel kontinu dan variabel biner. Jika variabel semacam ini dipaksakan menggunakan SEM konvensional maka akan menghasilkan analisis yang menyimpang. Dengan demikian diperlukan SEM yang mampu mengakomodasi laten variabel yang memiliki indikator yang tidak semuanya kontinu agar tidak terjadi penyimpangan analisis. Tujuan yang ingin dicapai adalah menemukan faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan kontrasepsi modern di Indonesia dengan menggunakan Muthén s Categorical Variable Methodology (CVM) yang merupakan general SEM yang dapat diaplikasikan untuk laten variabel yang memiliki indikator berganda yang tidak semuanya kontinu (campuran biner (dikotomi), polytomous berurut, dan kontinu). 2. TINJAUAN PUSTAKA Berikut adalah Model SEM (Joreskog, 1996): 1. Model Struktural η = βη + Γξ + ζ (1) 2. Model Pengukuran Untuk variabel laten endogen y = Λ η + ε (2) Untuk variabel laten eksogen x = Λ ξ + δ (3) Bila Φ matriks berukuran n x n, Ψ matriks m x m merupakan matriks kovarian bagi ξ dan ζ, sedangkan Θ dan Θ berturut-turut adalah matriks 440

kovarian bagi ε dan δ, maka matriks kovarian bagi Z=(Y,X ) yang dilambangkan dengan Σ = Σ(θ) dapat dinyatakan sebagai: Σ =Σ(θ) = Σ yy Σ xy Σ yx Σ xx, dimana, Σ yy adalah matriks kovarian bagi variabel pengamatan Y yaitu: Σ yy = Λ y ( I-B) - 1 ( ΓΦΓ + Ψ) [(I-B) - 1 ] Λ y + Θ ε (5) Σ yx adalah matriks kovarian bagi variabel pengamatan Y dengan X yang dapat ditulis sebagai: Σ yx = Λ y ( I-B) - 1 ΓΦΛ x (6) sedangkan Σ xy merupakan matriks transpose dari Σ yx dan matriks kovarian bagi variabel pengamatan X adalah: Σ xx = Λ x ΦΛ x + Θ δ Dari persamaan (5), (6) dan (7) dalam bentuk matriks Σ(θ), maka diperoleh matriks kovarian yang digambarkan dalam suatu fungsi parameter model dengan rumus sebagai berikut: Σ(θ) = Λ y (1 B) 1 (ΓΦΓ + Ψ) (1 B) 1 Λ y + Θ ε Λ y (1 B) 1 ΓΦΛ x Λ y (1 B) 1 ΓΦΛ x Λ x ΦΛ x + Θ δ (8) Estimator konsisten dari matriks kovarian asimptotik dari estimator θ adalah A ( ) W ( ) A ( ), (9) dengan A ( ) = σ ( ) / θ. (10) Fungsi umum weighted least squares dapat pula dinyatakan dengan F ( ) = p π(k) W p π(k), (11) atau F = (s σ) W (s σ). (12) Penelitian ini dibatasi pada estimator Weighted Least Squares Mean and Varianceadjusted (WLSMV) yang merupakan robust WLS yang dapat digunakan pada data dengan kombinasi variabel outcome biner, polytomous terurut, dan kontinu. WLSMV menyediakan estimasi yang robust untuk standar error dan uji chi-square untuk semua model fit. Studi simulasi dengan menggunakan WLSMV telah menunjukkan hasil yang positif (Flora & Curran, 2004; Muthén & Asparouhov, 2002). Statistik goodness-of-fit yang robust didefinisikan sebagai: G = [d/tr(uγ) ]nf k, (13) di mana d dihitung sebagai integer yang paling dekat dengan d* d = tr(uγ) /tr((uγ) ), (14) (4) (7) 441

dengan U = (W W Δ(Δ W Δ) Δ W ), (15) dan F k sebagaimana pada (11) adalah minimum dari F ( ) = p π(k) W p π(k). dengan p = n d, (16) dan π merupakan vektor dari peluang univariat dan bivariat, k merupakan parameter model, W p adalah matriks penimbang positif definit. 3. METODE Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) merupakan survei yang dirancang khusus untuk mendapatkan data tentang karakteristik/indikator demografi dan kesehatan yang dapat dibandingkan secara internasional. Kegiatan SDKI 2007 mencakup pencatatan rumah tangga dan tiga modul individu, yaitu modul wanita pernah kawin (WPK), modul pria kawin (PK), dan modul remaja (R). Populasi dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2007 adalah seluruh rumah tangga Indonesia, sedangkan populasi dari modul wanita pernah kawin (WPK) yang dimaksud dalam penelitian ini adalah seluruh wanita pernah kawin di Indonesia. Kerangka sampel yang digunakan adalah daftar sampel Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2007. Dalam rancangan sampel tersebut ditentukan paling sedikit 40 blok sensus (BS) untuk setiap provinsi. Blok sensus didefinisikan sebagai wilayah kerja pencacahan yang merupakan bagian dari suatu wilayah desa/kelurahan. Pada tiap BS terpilih, diambil 25 sampel rumah tangga secara acak untuk diwawancarai. Di setiap provinsi, pemilihan sampel BS di wilayah perkotaan dan pedesaan dilakukan menggunakan sampling beberapa tahap (multi stages stratified sampling). Di daerah perkotaan, tahap pertama BS dipilih secara sistematik sampling, kemudian pada tahap kedua di setiap BS terpilih, dipilih sampel rumah tangga secara acak. Di daerah pedesaan pemilihan rumah tangga dilakukan dengan tiga tahap: tahap pertama kecamatan dipilih dengan proporsi banyaknya rumah tangga, tahap kedua dipilih BS dengan sistematik sampling pada setiap kecamatan terpilih, tahap ketiga dipilih sampel rumah tangga secara acak pada setiap BS terpilih. 442

Pada sampel rumah tangga terpilih, seluruh wanita pernah kawin (WPK) dan berumur 15-49 tahun dalam rumah tangga diwawancarai secara individu. Delapan rumah tangga di setiap BS yang terpilih untuk sampel wanita kemudian dipilih untuk mendapatkan sampel pria, selanjutnya seluruh pria yang berstatus kawin umur 15-54 tahun dalam rumah tangga tersebut. Adapun untuk sampel remaja berumur 15-24 tahun diidentifikasi dari wawancara rumah tangga. Selanjutnya, yang akan menjadi fokus dalam penelitian ini adalah beberapa variabel yang menyangkut responden WPK berumur 15-49 tahun. Jumlah sampel wanita pernah kawin umur 15-49 tahun adalah sebanyak 32.895 orang, dengan rincian 13.087 di daerah perkotaan dan 19.808 di daerah perdesaan. Variabel-variabel yang digunakan didefinisikan sebagai berikut, a) Variabel terukur y 1 = penggunaan kontrasepsi modern, tipe data : biner b) Variabel laten endogen Faktor Ekonomi, dengan dua indikator, yaitu; 1. y 2 = Index Kekayaan, variabel kontinu 2. y 3 = Pekerja wanita dibayar, variabel kategorik tak berurut (skala nominal), diperlakukan sebagai variabel kontinu c) Variabel laten endogen Otonomi Wanita dan Hubungan dengan Suami, dengan dua indikator, yaitu; 1. y 4 = Seringnya berdiskusi tentang dengan suami, variabel berskala ordinal, diperlakukan sebagai variabel kontinu 2. y 5 = Jumlah anak yang diinginkan pasangan, variabel kategorik tak berurut (skala nominal), diperlakukan sebagai variabel kontinu 3. y 6 = Persetujuan suami terhadap, variabel kategorik berurut (skala ordinal), diperlakukan sebagai variabel kontinu d) Variabel laten endogen Faktor Sikap, dengan tiga indikator, yaitu; 1. y 7 = Jumlah anak ideal, variabel kategorik tak berurut (skala nominal), diperlakukan sebagai variabel kontinu 2. y 8 = Keinginan mempunyai anak lagi, variabel kategorik tak berurut (skala nominal), diperlakukan sebagai variabel kontinu 3. y 9 = Persetujuan terhadap, variabel kategorik berurut (skala ordinal), diperlakukan sebagai variabel kontinu 4. y 10 = Locus of control, variabel kategorik berurut (skala ordinal), diperlakukan sebagai variabel kontinu e) Variabel laten endogen Pengetahuan dan Akses terhadap Keluarga Berencana, dengan tiga indikator, yaitu; 1. y 11 = Pengetahuan terhadap metode, tipe data : biner 443

2. y 12 = Pengetahuan terhadap sumber, tipe data : biner 3. y 13 = Kunjungan ke klinik kesehatan dan diberi tahu tentang, tipe data : biner f) Variabel laten endogen Pendidikan Wanita, dengan dua indikator, yaitu; 1. y 14 = Pernah bersekolah, tipe data : biner 2. y 15 = Tingkat pendidikan, variabel kategorik berurut (skala ordinal), diperlakukan sebagai variabel kontinu g) Variabel laten eksogen Faktor Sosial-Demografi, dengan empat indikator, yaitu; 1. x 1 = Umur (dibagi 10), diperlakukan sebagai variabel kontinu 2. x 2 = Jumlah anak yang masih hidup, variabel kategorik tak berurut (skala nominal), diperlakukan sebagai variabel kontinu 3. x 3 = Lokasi perkotaan vs pedesaan, variabel kategorik tak berurut (skala nominal), diperlakukan sebagai variabel kontinu 4. x 4 = Agama, variabel kategorik tak berurut (skala nominal), diperlakukan sebagai variabel kontinu Langkah-langkah operasional adalah sebagai berikut: a) Pengembangan model berbasis konsep Faktor ekonomi Kekayaan Pekerja wanita dibayar Faktor sosial-demografi Umur Jumlah anak masih hidup Lokasi perkotaan/pedesaan Agama Pendidikan wanita Pernah bersekolah Tingkat pendidikan Otonomi wanita dan hubungan dengan suami Diskusi tentang keluarga berencana dengan suami Jumlah anak yang diinginkan pasangan Persetujuan suami terhadap Faktor sikap Jumlah anak ideal Keinginan mempunyai anak lagi Persetujuan terhadap Locus of Control Penggunaan kontrasepsi modern Pengetahuan dan akses terhadap Pengetahuan terhadap metode Pengetahuan terhadap sumber Kunjungan ke klinik kesehatan dan diberi tahu tentang keluarga berencana Gambar 1. Kerangka Konseptual 444

b) Spesifikasi model dan mengkonstruksikan diagram jalur c) Identifikasi model Gambar 3.2. Konsep Path Diagram Berdasar variabel-variabel yang digunakan pada diagram jalur dan model matematis dapat dihitung bahwa jumlah data (jumlah persamaan) adalah (p+q)(p+q+1)/2 = (15+4)(15+4+1)/2 = 190. Banyaknya parameter yang diestimasi: matriks Λ y sebanyak 14, matriks Λ x sebanyak 4, matriks Β sebanyak 4, matriks Γ sebanyak 5, matriks sebanyak 4, matriks sebanyak 15. Jadi, diperoleh total parameter = 46, sehingga diperoleh derajat bebas positif sebesar 190-46 = 144. Model yang dispesifikasikan adalah over-identified karena jumlah data yang diketahui (jumlah persamaan) lebih dari jumlah parameter. d) Menentukan matriks input data e) Estimasi parameter f) Evaluasi nilai estimasi dan model fit g) Respesifikasi model h) Interpretasi model 4. PENUTUP Sehubungan dengan belum selesainya proses pengolahan, maka penulis belum dapat menampilkan hasil dan pembahasan. Hasil yang ingin diharapkan dari penelitian ini adalah didapatnya pengetahuan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan kontrasepsi di Indonesia dengan menerapkan Muthén s Categorical Variable Methodology (CVM) yang mengakomodir laten variabel yang memiliki indikator berganda yang tidak semuanya kontinu dan metode estimasi Weighted Least Squares Mean and Variance-adjusted (WLSMV), sehingga memudahkan bagi pengambilan kebijakan untuk menentukan suatu prioritas kebijakan publik. 445

5. DAFTAR PUSTAKA Badan Pusat Statistik. 2007. Pedoman Pewawancara Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2007 (Modul Wanita Pernah Kawin). Badan Pusat Statistik, Jakarta Badan Pusat Statistik & Macro International. 2007. Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2007. Calverton, Maryland, USA: BPS dan Macro International. Casterline, J.B., & Sinding, S.W. 2000. Unmet Need for Family Planning in Developing Countries and Implications for Population Policy. Population and Development Review, 26(4): 691 723. Darroch, J.E., Singh, S., & Nadeau, J. 2008. Contraception: An Investment in Lives, Health and Development. In: In Brief (No.5). New York: Guttmacher Institute and UNFPA. Flora, D.B., & Curran, P.J. 2004. An Empirical Evaluation of Alternative Methods of Estimation for Confirmatory Factor Analysis With Ordinal Data. Psychological Methods, 9: 466 491. Jöreskog, K. G., Sörbom, D. 1996. LISREL 8, Scientific Software International, Uppsala Universitet. Laporan Perkembangan Pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium Indonesia (Millennium Development Goals). 2004. Bappenas. Muthén, B., & Asparouhov, T. 2002. Latent Variable Analysis With Categorical Outcomes: Multiple Group and Growth Modelling In Mplus. Mplus Web Notes No. 4. 446