BAB II LANDASAN TEORI

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG MASALAH. Sujiono, dkk (2008) memaparkan bahwa motorik kasar terbentuk

Tinjauan Mata Kuliah Masa TK : perkembangan fisik dan kemampuan anak berlangsung sangat cepat. Perkembangan Motorik Perkembangan motorik identik denga

PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Pembelajaran Pendidikan Jasmani untuk Tingkat Raudhatul Athfal ( Khusus pengembangan motorik anak TK / RA )

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG UPI Kampus Serang Nova Sri Wahyuni, 2016

AKTIVITAS PEMBELAJARAN MOTORIK HALUS

Al-Hikmah Jurnal Kependidikan dan Syariah

BAB I PENDAHULUAN. lakukan sendiri dan bagaimana mereka dapat melakukannya. Perpindahan

PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Orang tua dan guru belum memahami akan perkembangan potensi yang

BAB I PENDAHULUAN. semua aspek, baik kognitif, efektif maupun fisik motorik. besar, sebagian atau seluruh anggota tubuh. Contohnya berjalan, berlari,

Gambar 4.1 Perkembangan Fisik Manusia

KAJIAN PENINGKATAN KETERAMPILAN MOTORIK KASAR ANAK DI KOTA BANDA ACEH

PENGARUH PERMAINAN LOMPAT TALI TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK DI KELOMPOK B RA AL-MUHAJIRIN PALU ABSTRAK

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. a. Jumlah subyek berdasarkan jenis kelamin

PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK USIA DINI SEBAGAI DASAR MENUJU PRESTASI OLAH RAGA. Endang Rini Sukamti, MS FIK-UNY

bab 1 gerak dasar kata kunci berjalan memutar melempar berlari mengayun menangkap melompat menekuk menendang

TUGAS TUTORIAL III MATA KULIAH METODE PENGEMANGAN FISIK TUTOR ; DIAN BUDIANA, M.PD.

MENINGKATKAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI KEGIATAN MELIPAT KERTAS

BAB I PENDAHULUAN. l.1 Latar Belakang. Golden age atau masa keemasan anak adalah masa paling penting pada

BAB I PENDAHULUAN. pembinaan dan pengembangan potensi anak dari usia 0-6 tahun. Untuk itu

I. PENDAHULUAN. dalam memasuki jenjang pendidikan selanjutnya. kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Dunia anak identik dengan dunia bermain, maka kehidupan anak usia

PENINGKATAN PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI MENARIK GARIS DALAM POLA DI TAMAN KANAK-KANAK HARAPAN BUNDA

PROGRAM PEMBELAJARAN P J O K KELAS II - SEMESTER 1

KESESUAIAN KETERAMPILAN GERAK LOKOMOTOR DAN GERAK MANIPULATIF PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN SEGUGUS II KECAMATAN GALUR SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN. Setiap manusia akan melalui tahap perkembangan dari masa bayi hingga

1 Asimetri Kemampuan usia 4 bulan. selalu meletakkan pipi ke alas secara. kedua lengan dan kepala tegak, dan dapat

Modul 3 PPG-Konten Kurikulum 1

BAB 1 GERAK DASAR KATA KUNCI BERJALAN MEMUTAR MELEMPAR BERLARI MENGAYUN MENANGKAP MELOMPAT MENEKUK MENENDANG

BAB I PENDAHULUAN. terhadap apa yang dilihat, didengar, dan dirasakan. Anak seolah-olah tidak

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

Ciri-ciri Seks Sekunder pada Masa Remaja

ANALISIS KURIKULUM & BAHAN AJAR TK B SEMESTER I. LATAR BELAKANG Manusia diciptakan Tuhan unik :

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

APA YANG HARUS DIKETAHUI DI USIA 2 TAHUN?

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR MELALUI TEKNIK LOKOMOTOR PADA ANAK KELOMPOK B DI TK NEGERI PEMBINA KECAMATAN SIPATANA KOTA GORONTALO

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan

ANALISIS MATERI. Pentingnya meningkatkan perkembangan motorik, diantaranya :

BAB I PENDAHULUAN. gembira dapat memotivasi anak untuk belajar. Lingkungan harus diciptakan

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR MELALUI PERMAINAN SONDA GANDA MODIFIKASI PADA ANAK KELOMPOK BERMAIN AL-HASANAH

CIRI-CIRI ANAK PRA SEKOLAH

BAB I PENDAHULUAN. Anak usia dini pada hakikatnya adalah anak yang berusia 0-6 tahun yang

Lampiran 1 Kuesioner kompetensi perkembangan anak usia tahun NO INDIKATOR KOGNITIF TES PERBUATAN PENILAIAN

PROGRAM PEMBELAJARAN P J O K KELAS III - SEMESTER 2

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tuti Kartini, 2014 Meningkatkan motorik kasar anak melalui pembelajaran dengan bermain media bola

BAB I PENDAHULUAN. dalam menghadapi persaingan global yang semakin ketat di zaman modren saat. Pendidikan Nasional Pasal 1 ayat 14 dinyatakan bahwa :

Hakikat Perkembangan Motorik Anak

BAB I PENDAHULUAN. kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.dalam standar

BAB I PENDAHULUAN. jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang

BAB IV HASIL PENELITIAN. A. Deskripsi Pra Tindakan

BAB I PENDAHULUAN. kandungan hingga usia 8 tahun. Pendidikan bagi anak usia dini dilakukan melalui

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB 2 DATA DAN ANALISA. Untuk mempelajari perkembangan anak dari usia 2 tahun, ada baiknya

II. TINJAUAN PUSTAKA. Hampir para ahli telah mencoba merumuskan dan membuat tafsirannya tentang

SILABUS TEMATIK KELAS I

2014 MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN MENGANYAM

TINGKAT KEMAMPUAN MOTORIK KASAR PADA ANAK KELOMPOK B TAMAN KANAK-KANAK DI GUGUS SIDO MULYO KECAMATAN MANTRIJERON KOTA YOGYAKARTA SKRIPSI

PENGARUH ALAT PERMAINAN EDUKATIF TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK DI KELOMPOK B3 TK AISYIYAH V PALU

BAB I PENDAHULUAN. salah satu cara untuk mengubah sikap dan perilaku seseorang atau kelompok

BAB I PENDAHULUAN. usia enam tahun menurut Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

KEGIATAN LATIHAN GERAK DAN LAGU (JERUK BALI) UNTUK MENINGKATKAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR PADA ANAK USIA DINI

BAB I PENDAHULUAN. berlangsung dengan sangat cepat, hal ini terlihat dari sikap anak yang terlihat jarang

BAB I PENDAHULUAN. Tubuh manusia merupakan hal yang bisa dipelajari, baik bentuk maupun

PENGGUNAAN METODE DEMONSTRASI DALAM PENINGKATAN FUNGSI MOTORIK KASAR ANAK USIA DINI DI PAUD Al-FATHONAH

1. PENDAHULUAN. lanjut, pendidikan dimulai dari sejak dini hingga akhir kelak. Dalam hal ini

Perilaku gerak dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu: (1) kontrol gerak, (2) pembelajaran

PENGEMBANGAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN MENIRU GARIS PADA ANAK KELAS A TK ABA MERBUNG KLATEN SELATAN TAHUN AJARAN 2013/2014

SILABUS TEMATIK KELAS I

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN MELIPAT KERTAS DI KELOMPOK A TK HARAPAN BANGSA JONO OGE KECAMATAN SIGI BIROMARU

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. yang dalam proses pembelajarannya menekankan pada prinsip bermain

BAB I PENDAHULUAN. mengatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk

BAB I PENDAHULUAN. pertumbuhan dan perkembangan yang pesat bahkan dikatakan sebagai

BAB I PENDAHULUAN. memasuki pendidikan selanjutnya. Pendidikan memegang peranan yang sangat

PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK MELALUI TARI LAYANG-LAYANG DI TAMAN KANAK-KANAK PRESIDEN 2 PADANG

BAB I PENDAHULUAN. mandiri ilmu yang dipelajarinya. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. Anak Usia Dini (AUD) merupakan kelompok usia yang berada dalam. proses perkembangan unik, karena proses perkembangannya (tumbuh dan

2014 USIA DINI MELALUI KEGIATAN BERJALAN DI ATAS PAPAN TITIAN

NASKAH PUBLIKASI ILMIAH PENGEMBANGAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI KEGIATAN MENGGUNTING GAMBAR PADA KELOMPOK B TK PERINTIS MONGKRONG WONOSEGORO

JURNAL. Oleh: MUIN DWI ASTUTI NPM P. Dibimbing oleh : 1. DEMA YULIANTO, M.Psi. 2. ANIK LESTARININGRUM, M.Pd.

SKRIPSI Diajukan Untuk Sebagian Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S. Pd.) Pada Jurusan PG-PAUD OLEH :

II. TINJAUAN PUSTAKA. Hampir para ahli telah mencoba merumuskan dan membuat tafsirannya tentang

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

appropriateness). Orang dewasa tidak perlu melakukan bantuan terhadap

BAB I PENDAHULUAN. Dunia anak adalah dunia bermain, di mana masa ini secara naluriah

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Anak usia dini pada hakikatnya merupakan anak yang berusia 0-6 tahun

BAB II KAJIAN PUSTAKA. hanya melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu saja dan dilakukan oleh otot-otot kecil

PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI KEGIATAN MELIPAT KERTAS DENGAN METODE PEMBERIAN TUGAS. Warjiatun

BAB I PENDAHULUAN. sumber daya manusia tersebut adalah pendidikan. 31 ayat (1) menyebutkan bahwa Setiap warga Negara berhak mendapat

TUJUAN DAN FUNGSI PENJAS

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Usia dini (0 6 tahun) merupakan usia peka dimana pada usia ini anak memiliki

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang 1.2 Rumusan masalah 1.3 Tujuan

LAMPIRAN 1. INSTRUMEN PENELITIAN Test of Gross Motor Development 2 (TGMD-2)

KONSEP GERAK DASAR UNTUK ANAK USIA DINI

Transkripsi:

BAB II LANDASAN TEORI 2.1 MOTORIK KASAR 2.1.1 Motorik Kasar Untuk merangsang motorik kasar anak menurut Sujiono, dkk, (2008) dapat di lakukan seperti melatih anak untuk meloncat, memanjat,berlari, berjinjit, berdiri diatas satu kaki dan berjalan dititian, dan sebagainya. Sedangkan menurut Rahyubi (2012) menyatakan bahwa keterampilan motorik kasar adalah keterampilan gerak atau gerakan tubuh yang memakai otot-otot besar sebagai dasar utama gerakannya. Keterampilan motorik kasar meliputi pola lokomotor (gerakan yang menyebabkan perpindahan tempat) seperti berjalan, berlari, menendang, naik turun tangga, melompat, meloncat, dan sebagainya. Juga keterampilan menguasai bola seperti melempar, menendang, dan memantulkan bola. Motorik kasar pada dasarnya adalah gerakan dasar tubuh yang terkoordinasi oleh otak, seperti berjalan, berlari, melompat, menendang, melempar, memukul, mendorong, dan menarik, oleh karena itu gerakan tersebut dikenal dengan gerakan dasar. Sujiono, (2008), berpendapat bahwa gerakan-gerakan dasar merupakan gerak pengulangan yang dilakukan terus menerus dari kebiasaan serta menjadikan sebagai dasar dari pengalaman dan lingkungan mereka. Pola gerak dasar adalah bentuk gerakan-gerakan sederhana yang bisa dibagi ke dalam 3 bentuk gerak sebagai berikut: 7

1. Keterampilan lokomotor meliputi gerak tubuh yang berpindah tempat yaitu: berjalan, berlari, melompat, meluncur, berguling, serta membantu mengembangkan kesadaran anak akan tubuhnya dalam ruang. 2. Keterampilan non lokomotor meliputi gerakan tubuh dengan posisi tubuh diam di tempat seperti: berayun, mengangkat, bergoyang, merentang, memeluk, melengkung, memutar, membungkuk, mendorong. Keterampilan ini sering di kaitkan dengan keseimbangan. 3. Keterampilan manipulatif, meliputi penggunaan serta pengontrolan gerakan otot-otot kecil yang terbatas, terutama yang berada di tangan dan kaki meregang, memeras, menarik, menggegam, memotong, meronce, membentuk, menggunting dan menulis. Perkembangan motorik kasar anak usia 5-6 tahun Sujiono, dkk (2008) meliputi: (1)berlari dan langsung menendang bola. (2) melompat-lompat dengan kaki bergantian.(3) melambungkan bola dengan satu tangan dan menengkapnya dengan dua tangan. (4) berjalan pada garis yang sudah ditentukan. (5) berjinjit dengan tangan di pinggul. (6) menyentuh jari kaki tanpa menekuk lutut. (7) mengayuhkan satu kaki kedepan atau kebelakang tanpa kehilangan keseimbangan. 8

2.2 Pengertian Berlari Lurus Dengan Rintangan 2.2.1 Pengertian berlari lurus Berlari adalah gerakan memindahkan tubuh dari satu titik ketitik lainnya dengan cara melangkahkan kaki secara bergantian hanya pada satu arah tanpa adanya belokan atau lengkungan dan pada gerakan berlari, langkahlangkah kaki yang kita gerakan ada saat kedua kaki tidak berhubungan dengan tanah. Artinya berlari pada saat tertentu kedua kaki melayang di udara. (Direktori/fpok/jur._pend._olahraga) 2.2.2 Pengertian rintangan Rintangan adalah hal atau objek yang menggugah tekad untuk meningkatkan kemampuan mengatasi masalah dan sebagai rangsangan agar kita belajar lebih giat. (Menurut Hasan, 2003) Dari pengertian berlari lurus dan pengertian rintangan dapat di jabarkan pengertian berlari lurus dengan rintangan adalah gerakan memindahkan tubuh dari satu titik ketitik lainnya dengan cara melangkahkan kaki secara bergantian hanya pada satu arah tanpa adanya belokan atau lengkungan dan pada saat tertentu kedua kaki melayang keudara untuk melewati objek yang ada di depannya. 2.3 Tujuan Pembelajaran Berlari Lurus Tujuan dari pembelajaran gerak berlari lurus adalah untuk meningkatkan kemampuan gerak dasar fundamental yang paling banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. (Direktori/fpok/jur._pend._olahraga) 9

2.4 Metode meningkatkan motorik kasar Metode merupakan bagian dari strategi kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, metode dipilih guru berdasarkan strategi kegiatan yang sudah dipilih dan ditentukan. metode juga merupakan cara untuk mencapai tujuan pembelajran tertentu. Setiap guru akan menggunakan metode, sesuai dengan gaya melaksanakan kegiatan pembelajarannya. Namun, harus diingat bahwa pendidikan di TK mempunyai ciri khas sendiri. Oleh karena itu, ada metode-metode yang lebih sesuai untuk digunakan di TK dibandingkan metode-metode lainnya. Misalnya guru TK jarang sekali menggunakan metode ceramah dikelasnya. Pemilihan metode juga ditentukan oleh karakteristik tujuan kegiatan dan karakteristik anak yang akan diajar. Karakteristik tujuan kegiatan pengembangan motorik anak TK adalah untuk mengembangkan kemampuan motorik anak, melatih anak gerakan-gerakan kasar dan halus, meningkatkan kemampuan mengelola, mengontrol gerakan tubuh dan koordinasi, serta meningkatkan keterampilan tubuh, dan cara hidup sehat. Untuk mengembangkan kemampuan motorik anak guru dapat menetapkan metode-metode yang menjamin anak tidak mengalami cedera. Oleh karena itu, guru perlu menciptakan lingkungan yang aman dan menentang, bahan dan alat dipergunakan dalam keadaan baik, serta tidak menimbulkan rasa takut dan cemas dalam menggunakannya. Selain itu, dalam pemilihan metode untuk mengembangkan keterampilan motorik anak, guru perlu menyesuaikan dengan karakteristik anak TK yang selalu bergerak, susah untuk diam, 10

mempunyai rasa ingin tahu yang kuat, senang bereksperimen dan menguji, mampu mengekspresikan diri secara kreatif, mempunyai imajinasi dan senang berbicara. dalam menentukan metode untuk megembangkan keterampilan motorik anak, guru memperhatikan tempat kegiatan apakah diruang kelas atau diluar kelas, keterampilan apa yang hendak dikembangkan melalui berbagai kegiatan, serta tema dan pola yang dipilih dalam kegiatan pembelajaran itu. Penentuan tempat kegiatan akan menentukan pula peralatan yang akan digunakan guru. Misalnya, untuk pengembangan motorik halus anak yang bertujuan agar anak dapat dapat berlatih menggerakan pergelangan tangan dengan menggambar dan mewarnai atau menggunting dan menempel maka guru dapat memilih kegiatan yang diperlukan setiap anak, seperti gunting, kertas, pensil warna atau bukubuku untuk pola yang akan digunting anak jumlah dan peralatan diharapkan sesuai dengan jumlah anak sehingga setiap anak dapat berlatih sendiri-sendiri. Perkembangan motorik merupakan proses memperoleh keterampilan dan pola gerakan yang dilakukan anak, misalnya dalam kemampuan motorik kasar anak belajar menggerakan seluruh atau sebagian besar anggota tubuh, sedangkan dalam mempelajari kemampuan motorik halus anak belajar ketetapan koordinasi tangan dan mata. Anak juga belajar menggerakkan pergelangan tangan agar lentur dan anak belajar berkreasi dan berimajinasi. 11

Metode yang digunakan adalah metode kegiatan yang dapat memacu semua kegiatan motorik yang perlu dikembangkan anak, seperti untuk kegiatan motorik halus anak dapat diberikan aktivitas menggambar, melipat, membentuk, meronce, dan sebagainya. Sedangkan untuk kegiatan motorik kasar anak dapat belajar menangkap bola, menendang, melocat, melompat, dan sebagainya. Guru saat mengembangkan perkembangan motorik anak adalah keamanan anak. Misalnya, saat anak berlari-lari diluar kelas, anak-anak perlu didampingi oleh beberapa guru untuk menjaga keamananya. Untuk menerapkan beberapa metode yang sesuai utuk pengembangan motorik anak guru perlu menentukan dan merencanakan: a. tujuan kegiatan b. tema atau topik kegiatan c. metode d. tempat kegiatan e. peralatan dan bahan yang akan digambar f. urutan langkah kegiatan apa saja yang nantinya akan dilakukan guru dan anak didiknya. selanjutnya, guru perlu melaksanakan kegiatan yang meliputi: a. kegiatan pembukan/awal b. kegiatan inti c. kegiatan penutup. Terakhir, guru perlu menentukan evaluasi hasil belajar anak dengan menentukan dan mengembangan bentuk evaluasi untuk melihat 12

kemampuan anak. Ada beberapa metode pembelajaran yang sesuai untuk mengembangkan motorik anak, misalnya metode bermain, karya wisata, demonstrasi, proyek atau pemberian tugas. Pemilihan suatu metode pembelajaran ditentukan oleh tujuan yang dicapai anak, sedankan metode merupakan cara untuk mencapai tujuan pembelajran tertentu. Untuk mengembangkan motorik anak guru dapat menerapkan metode-metode yang akan menjamin anak yang tidak mengalami cedera dan menyesuaikannya degan karakteristik anak TK. Hal- hal yang perlu dilakukan guru dalam pemilihan metode untuk meningkatkan motorik anak TK adalah menciptakan lingkungan yang aman dan kegiatan yang menantang, menyediakan tempat, bahan dan alat yang dipergunakan dalam keadaan baik, serta membimbing anak mengikuti kegiatan tanpa menimbulkan rasa takut dan cemas dalam menggunakannya. Untuk memilih metode pembelajaran yang sesuai tujuan pengembangan motorik anak. Selain itu, metode yang akan dipilih harus memungkinkan anak bergerek dan bermain karena gerak adalah unsur utama pengembangan motorik anak. (Novikasari, 2011) 2.5 Manfaat bermain jalur rel kereta api Menurut Ray,2013 ada 6 manfaat yang didapat dari permainan jalur rel kereta api: 1. Fisik motorik Anak akan kita ajak untuk memperagakan cara kereta api berjalan untuk motorik kasarnya, dan motorik halusnya ketika anak memindahkan dan menyusun gerbong-gerbong menjadi satu rangkaian kereta yang utuh. 13

2. Aspek moral dan agama Dapat kita ajarkan kepada anak ketika mengenalkan lokomotif, anak kita kenalkan bahwa adat naik kendaraan adalah membaca doa. 3. Bahasa Bahasa dapat kita kenalkan dengan bermain menggunakan metode bercerita tentang kereta api. 4. Kognitif Anak dapat kita ajak untuk menghitung roda, menyebutkan macam-macam bentuk geometri. 5. Sosial emosional Anak akan kita ajak belajar kerja sama dengan teman dan saling menghargai serta berbagi saat bernain dengan menggunakan kereta api. 6. Seni Anak kita ajak untuk bernyanyi bersama lagu kereta api. Yang menjadi fokus pada permainan jalur Rel kereta Api adalah manfaat pengembangan fisik motorik. 2.6 Manfaat Berlari Menurut lembaga American Heart Association (dalam Sari 2011), aktivitas berlari dapat menurunkan tekanan darah dan menurunkan kadar gula serta mengurangi risiko terkena diabetes. Berlari juga dapat melindungi lapisan terdalam dari pembuluh darah, menjaga dinding sel tetap utuh sehingga mengurangi risiko penyumbatan atau gumpalan pembuluh darah yang dapat menyebabkan stroke atau serangan jantung. 14

2.7 Penelitian yang relevan Penelitian oleh Noviasari (2013) berjudul Peningkatan Kemampuan Motorik Kasar Melalui Permainan Lari Zig-Zag dan Bakiak Pada Siswa Kelompok B1 Ra Masyithoh Segoroyoso II. Subyek 16 anak kelompok B1, pada siklus II kemampuan motorik kasar meningkat sejumlah 13 anak (81,25%). Penelitian Oleh Sofiah (2012) ini bertujuan untuk mengembangkan motorik kasar melalui bermain papan titian pada anak kelompok B TK Piri Nitikan Yogyakarta. Subjek penelitian 20 anak, yang terdiri dari 13 anak laki-laki dan 7 anak perempuan. Pelaksanaan tindakan siklus 2, berjalan dengan langkah pendek 19 anak (95%). Pada kegiatan berjalan dengan langkah panjang 19 anak (95%) dan berjalan dengan posisi menyamping 18 anak (90%). Penelitian oleh Pratiwi, M. Kristanto (2014) ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana permainan engklek dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar (keseimbangan tubuh) anak di TK Tunas Rimba II Semarang. Subjek dalam penelitian ini adalah kelompok B TK Tunas Rimba II Semarang dengan jumlah anak 25 anak. pada siklus I diperoleh sebesar 65,33% sedangkan pada siklus II menggunakan kegiatan bermain engklek berkelompok dengan dilombakan diperoleh sekitar 83,17%. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar kemampuan motorik kasar (keseimbangan tubuh) yang dilakukan pada siklus I dan II pada kelompok B TK Tunas Rimba II Semarang. 15

2.8 Kerangka Pikir Gerakan motorik kasar anak lebih melibatkan aktivitas otot tangan, kaki, dan seluruh anggota tubuh anak. Dalam melakukan gerakan anak mengandalkan kematangan dalam koordinasi. Berbagai macam gerakan motorik anak yang sudah di capai dapat berguna bagi kehidupan anak kelak. Pada usia TK perkembangan fisik motorik anak lebih di tekankan pada koordinasi gerakan tubuh seperti, memanjat, melompat, bergantung, melempar, menangkap, berlari, berjalan dan menjaga keseimbangan. Kemampuan motorik pada anak dapat berkembang apabila dilatih dengan stimulus. Kemampuan motorik kasar merupakan kemampuan untuk mengkoordinasikan gerak otot-otot dalam tubuh. Seiring dengan kematangan dan pengalaman anak, kemampuan gerak tersebut berkembang dengan baik dan terkoordinasi dengan baik. Bermain jalur rel kereta api merupakan salah satu sarana untuk dapat mengembangkan kemampuan motorik kasar anak usia TK karena secara tidak langsung akan belajar mengoptimalkan kemampuan berlari lurus dan koordinasi gerak yang dimilki. KONDISI AWAL TINDAKAN Kemampuan Berlari Lurus Berada Pada Kategori Kurang Sampai Pada Cukup -Berdiri Statis, -Berjalan Dinamis, - Berjalan Lurus, -Berlari Lurus, -Berlari Lurus Dengan Waktu Yang Ditentukan, - Berlari Lurus Dengan Rintangan. KONDISI AKHIR Keterampilan Berlari Lurus Dengan Rintangan Meningkat melebihi standar 80%. 16

2.9 Kriteria Keberhasilan Tindakan pada penelitian ini adalah kegiatan bermain jalur rel kereta api dapat meningkatkan motorik kasar berlari lurus dengan rintangan melalui bermain jalur rel kereta api pada anak TK B Dharma Wanita 1 Kalongan Purwodadi, standar kriteria keberhasilan ditentukan 80%. Siswa mampu menunjukan keterampilan motorik kasar berlari lurus dengan rintangan. 17