Identifikasi Menggunakan RFID

dokumen-dokumen yang mirip
Saintek, Vol 5, No 1 SISTEM IDENTIFIKASI MENGGUNAKAN RADIO FREQUENCY IDENTIFICATION (RFID) Mukhlisulfatih Latief

PERANCANGAN APLIKASI RFID (RADIO FREQUENCY IDENTIFICATION) DAN MCS-51 UNTUK ADMINISTRASI KESISWAAN (HARDWARE)

Modul 3 Komunikasi Nirkabel Menggunakan RFID

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA DATA

Sistem Absensi Kepegawaian Menggunakan Radio Frequency Identification (RFID) dengan Multi Reader. Yeni Agustina

BAB II LANDASAN TEORI

SISTEM PENCETAK KARTU AKADEMIK MENGGUNAKAN AKSES TEKNOLOGI RFID

Perancangan Dan Analisis Sistem Informasi Rekam Medis Pasien Pada Rumah Sakit Menggunakan RFID Sebagai Identitas

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

::

APLIKASI RFID UNTUK PEMBELAJARAN BAGI ANAK-ANAK MENGGUNAKAN PC. Romy Kautsar, Akuwan Saleh, Muh. Agus Zainudin

BAB III PERANCANGAN ALAT

Rancang Bangun Sistem Keamanan pada Akses Pintu Masuk Ruang Brankas secara Digital. Frequency Identification) Disusun oleh :

BAB III STUDI KOMPONEN. tugas akhir ini, termasuk fungsi beserta alasan dalam pemilihan komponen. 2. Sudah memiliki Kecepatan kerja yang cepat

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA DATA

BAB IV ANALISA DAN PENGUJIAN ALAT

PERANCANGAN SISTEM PENGAMAN PINTU MENGGUNAKAN RFID TAG CARD DAN PIN BERBASIS MIKROKONTROLER AVR ATMEGA 8535

Pencatat Digital Keluar Masuknya Beras dalam Gudang Berbasis RFID (Radio Frequency Identification) dengan Menggunakan Bahasa Pemrograman Delphi 7.

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA ALAT

Aplikasi Pengiriman Data Serial Tanpa Kabel

2. BAB II PENDAHULUAN

BAB III PERENCANAAN SISTEM DAN PEMBUATAN ALAT

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. 3.1 Rancangan Perangkat Keras Sistem Penuntun Satpam. diilustrasikan berdasarkan blok diagram sebagai berikut:

Rancang Bangun Sistem Identifikasi Data Pasien pada Rekam Medis Elektronik Menggunakan Teknologi RFID

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN. Gambar 3.1. Blok sistem secara keseluruhan. Sensor tegangan dan sensor arus RTC. Antena Antena. Sensor suhu.

SISTEM ABSENSI DAN PEMINJAMAN BUKU MANDIRI PADA PERPUSTAKAAN BERBASIS RFID

Teknologi RFID Baca Tulis

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA. regulator yang digunakan seperti L7805, L7809, dan L Maka untuk

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB II KONSEP DASAR PERANCANGAN

APLIKASI RFID SEBAGAI PENGAMAN PINTU MASUK

APLIKASI RFID PADA PASAR SWALAYAN

BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI

BAB IV PENGUJIAN SISTEM. Dalam bab ini akan dibahas mengenai pengujian perangkat keras dan

BAB I PENDAHULUAN. Komunikasi nirkabel (wireless) adalah transfer informasi jarak jauh tanpa

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III DESKRIPSI DAN PERANCANGAN SISTEM

SISTEM KEAMANAN PENANGKAL PENCURIAN BAHAN PUSTAKA

ALAT PENGECEKAN PERSEDIAAN MOBIL PADA PERUSAHAAN PERSEWAAN MOBIL MENGGUNAKAN RFID DENGAN SMS SEBAGAI MEDIA TRANSMISI DATA

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA ALAT

BAB IV ANALISIS DAN PENGUJIAN. Berikut ini adalah diagram blok rangkaian secara keseluruhan dari sistem alat ukur curah hujan yang dirancang.

PROTOTYPE SISTEM KEAMANAN PINTU MENGGUNAKAN RADIO FREQUENCY IDENTIFICATION (RFID) DENGAN KATA SANDI BERBASIS MIKROKONTROLER

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA ALAT

BAB II LANDASAN TEORI

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA. serta pengujian terhadap perangkat keras (hardware), serta pada bagian sistem

ELKAHFI 200 TELEMETRY SYSTEM

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN APLIKASI

Mengetahui Posisi Dengan Modul Penerima GPS dengan Modul TF-11 dan Kabel CB-232

Dalam pengukuran dan perhitungannya logika 1 bernilai 4,59 volt. dan logika 0 bernilai 0 volt. Masing-masing logika telah berada pada output

RADIO FREQUENCY IDENTIFICATION (RFID) UNTUK KEAMANAN PARKIR SEPEDA MOTOR Di SMK X

PERANCANGAN. 4-1

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Kotak Surat Pintar Berbasis Mikrokontroler ATMEGA8535

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

DT-SENSE. UltraSonic Ranger (USR)

BAB III PERANCANGAN DAN CARA KERJA SISTEM. Pada bab ini diterangkan tentang langkah dalam merancang cara kerja

BAB III PERENCANAAN SISTEM DAN PEMBUATAN ALAT

Bidang Information Technology and Communication 336 PERANCANGAN DAN REALISASI AUTOMATIC TIME SWITCH BERBASIS REAL TIME CLOCK DS1307 UNTUK SAKLAR LAMPU

Sistim Komunikasi Nirkabel TEKNOLOGI RFID. By: Prima Kristalina POLITEKNIK ELEKTRONIKA NEGERI SURABAYA 2016

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA. Pengujian hardware sistem absensi RFID dengan custom RFID reader mencakup

PERANCANGAN SISTEM KEAMANAN AKSES BUKA PINTU MENGGUNAKAN RFID (RADIO FREQUENCY IDENTIFICATION) DAN PENGIRIMAN INFORMASI KE PONSEL

Dalam kondisi normal receiver yang sudah aktif akan mendeteksi sinyal dari transmitter. Karena ada transmisi sinyal dari transmitter maka output dari

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN ALAT

SST-21 MOVING SIGN CONTROLLER SYSTEM

APLIKASI RFID (Radio Frequency Identification) UNTUK KEAMANAN GEDUNG

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

DT-51 Application Note

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. RFID ini merelasikan 3 buah sistem yaitu sistem RFID, sistem kontrol dan display,

PERANCANGAN SISTEM VERIFIKASI KEANGGOTAAN DENGAN KARTU CERDAS NIRKONTAK BERBASIS ARDUINO MEGA 2560

PEMANFAATAN RFID SEBAGAI PEMERIKSA JUMLAH BAN DI GUDANG PENYIMPANAN BERBASISKAN ARDUINO DENGAN SMS SEBAGAI MEDIA TRANSMISI DATA

BAB III PERANCANGAN. Pada perancangan perangkat keras (hardware) ini meliputi: Rangkaian

SISTEM MANAJEMEN PARKIR MENGUNAKAN TEKNOLOGI RADIO FREQUENCY AND IDENTIFICATION (STUDI KASUS FAKULTAS MIPA UNIVERSITAS MULAWARMAN)

BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL PUSAT TEKNOLOGI AKSELERATOR DAN PROSES BAHAN Jl. Babarsari Kotak Pos 6101 Ykbb, Yogyakarta 55281

BAB III ANALISA DAN CARA KERJA RANGKAIAN

BAB IV PENGUKURAN DAN ANALISIS SISTEM. diharapkan dengan membandingkan hasil pengukuran dengan analisis. Selain itu,

TUGAS AKHIR TE

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1. Dalam penelitiannya (Nugroho, 2014) yaitu sistem absensi berbasis

DAFTAR SINGKATAN. Pemakaianpertama kali pada halaman LF Low Frequency 11 HF High Frequency

BLOK DIAGRAM DAN GAMBAR RANGKAIAN

BAB IV PENGUJIAN DAN PENGUKURAN ALAT

BAB III PERANCANGAN SISTEM

SISTEM PEMANTAU KETINGGIAN AIR SUNGAI DENGAN TAMPILAN PADA SITUS JEJARING SOSIAL TWITTER SEBAGAI PERINGATAN DINI TERHADAP BANJIR

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

PENGEMBANGAN KUNCI ELEKTRONIK MENGGUNAKAN RFID DENGAN SISTEM IoT

BAB III PERANCANGAN. 3.1 Diagram blok sistem

Permasalahan. Permasalahan pada tugas akhir ini ditekankan kepada: Koneksi Visual Basic 6.0 ke RFID reader menggunakan port serial PC

Antarmuka PC Keyboard dengan DST-AVR

MUHAMMAD ZULFIKRI NIM.

BAB III PERENCANAAN SISTEM DAN PEMBUATAN ALAT

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II TEORI PENUNJANG. 2.1 Pengenalan Radio Frequency Identification (RFID)

BAB III PERANCANGAN STAND ALONE RFID READER. Dalam penelitian ini, perancangan sistem meliputi :

BAB II DASAR TEORI. Arduino adalah pengendali mikro single-board yang bersifat opensource,

PERANCANGAN SISTEM PEMBAYARAN BIAYA PARKIR SECARA OTOMATIS MENGGUNAKAN RFID (RADIO FREQUENCY IDENTIFICATION)

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

Transkripsi:

Identifikasi Menggunakan RFID Radio Frequency Identification (RFID) adalah suatu metoda penyimpan dan mengambil kembali data melalui gelombang radio menggunakan suatu peralatan yang disebut RFID tags atau transponders. Data yang ditransmisikan dapat berupa kodekode yang bertujuan untuk mengidentifikasi suatu obyek tertentu. Suatu RFID tags dapat berupa benda yang sangat kecil, sehingga dapat disatukan dengan misalnya kertas stiker. Kertas stiker yang terdapat RFID tags tersebut dapat direkatkan ke dalam suatu produk, binatang, atau bahkan orang. Ketika kode- kode identitas yang terdapat pada RFID tags yang direkatkan dengan stiker tersebut dibaca oleh peralatan pembaca RFID tag, maka secara otomatis identitas dari benda yang telah diberi RFID tag tersebut akan segera diketahui. Kegunaan dari sebuah sistem RFID adalah untuk memungkinkan data ditransmisikan oleh sebuah peralatan portabel, yang disebut tag, yang mana tag tersebut dibaca oleh sebuah pembaca RFID dan memproses data yang terbaca tersebut sesuai dengan kebutuhan aplikasi yang akan digunakan. Data yang ditransmisikan oleh tag mungkin dapat berupa identitas atau informasi lainya misalnya informasi lokasi ataupun informasi yang lebih sepesifik la gi, misalnya harga barang, warna, tanggal produksi dan sebaginya. Pada sistem RFID umumnya, sebuah tag dipasangkan kepada suatu obyek. Pada tag tersebut terdapat transponder yang mempunyai memori digital sehingga dapat memberikan suatu kode elektronik yang unik. Peralatan pembaca tag mempunyai antena dengan sebuah transceiver dan decoder, membangkitkan sinyal untuk mengaktifkan RFID tag, sehingga dapat mengirim dan menerima dari tag tersebut. Ketika sebuah RFID tag melewati zona elektromagnetik peralatan pembaca

tag, maka RFID tag tersebut akan mendeteksi sinyal pengaktifan dari peralatan pembaca tag, dan mengirimkan sinyal balik sesuai dengan yang tersimpan dalam memori tag sebagai respon. Peralatan pembaca tag kemudian menterjemahkan data yang dikirimkan o leh RFID tag tersebut sesuai dengan kebutuhan. Proses pembacaan kode- kode data yang terdapat pada RFID tags dilakukan menggunakan gelombang radio, sehingga proses identifikasi barang atau orang menjadi jauh lebih mudah. Seseorang atau barang cukup melewati suatu gerbang atau pintu yang telah terdapat zona elektromagnetik dari pembaca RFID tag, maka identitas dari barang ataupun sesorang tersebut langsung dapat diketahui. RFID tags mempunyai bermacam- macam bentuk, misalnya berbentuk sebuah kartu identitas. Walaupun berbentuk suatu kartu, RFID tag ini telah berisi antena internal sehingga dapat menerima dan bereaksi terhadap data yang dipancarkan melalui frekwensi radio dari suatu pembaca RFID tag (RFID transceiver). Terdapat dua jenis RFID tag, yaitu RFID tag pasif dan RFID tag aktif. RFID tag pasif tidak memerlukan catu daya internal. Ketika arus elektrik pada antena dipengaruhi oleh sinyal frekuensi radio yang datang dari RFID transceiver, maka akan timbul daya yang cukup pada RFID tag untuk mengirimkan sebuah respon. Karena daya yang terbatas tersebut, maka respon dari RFID tag pasif hanyalah berupa sebuah laporan singkat, pada umumnya hanya berupa nomer ID saja. Tetapi walaupun begitu, karena RFID tag pasif tidak memerlukan catu daya internal, maka RFID t ag pasif dapat dibuat sekecil mungkin, sehingga memudahkan dalam penempatannya, bahkan dapat ditanamkan didalam kulit. Ukuran terkecil dari RFID tag pasif yang pernah dibuat adalah 0.4mm x 0.4mm. Daya jangkau RFID tag pasif agar dapat terbaca oleh

RFID transceiver adalah mulai dari sekitar 1cm sampai 6 meter, tergantung dari spesifikasinya. Sebaliknya, RFID tag aktif mempunyai catu daya internal, sehingga mempunyai jarak jangkauan yang lebih jauh dan mempunyai kapasitas memori yang lebih besar daripada RFID tag pasif, sehingga memungkinkan untuk dapat menyimpan informasi tambahan yang diberikan oleh RFID transceiver. Karena RFID tag aktif memerlukan catu daya internal, maka ukuran dari RFID tag aktif lebih besar daripada yang pasif. Karena RFID tag pasif lebih mudah dan murah, maka kebanyakan dari RFID tag yang digunakan adalah yang bertipe pasif. Terdapat empat macam frekuensi gelombang radio yang umum dipergunakan pada RFID tag. Empat macam frekunsi yang digunakan RFID tag adalah: tag frekuensi rendah (125 atau 134.2 KHz), tag frekuensi tinggi (13.56 MHz), tag UHF (868 sampai 956 MHz) dan tag gelombang mikro (2.45 GHz). Pada artikel kali ini akan dicontohkan cara penggunakan sistem RFID, dengan menggunakan sebuah modul pembaca RFID tag EM-10 dan kartu RFID tag sebagai RFID tag. Pin out dari modul pembaca RFID tag adalah seperti pada gambar 1. Modul pembaca RFID tag yang digunakan bekerja pada level tegangan 5Vdc, dengan macam tag adalah tag frekuensi rendah yaitu 125KHz. Format kartu RFID tag yang dapat dibac a adalah format kartu EM4001 atau kompatibelnya. Encoding data yang digunakan menggunakan teknik Manchester 62 bit, modulus 64. Data output dapat dipilih antara berbentuk ASCII dengan standar serial 232 ataupun berbentuk data dengan standar Wiegand 26 bit. Jarak jangkauan antara modul pembaca tag dengan tag yang akan dibaca adalah sekitar 5cm. Struktur output data dan seting pin out dari

modul pembaca RFID tag dengan format ASCII adalah seperti pada gambar 2, sedangkan untuk Wiegand 26 bit adalah seperti p ada gambar 3. Output dari modul pembaca RFID tag kemudian diumpankan ke sebuah PC sebagai host untuk kemudian diolah lebih lanjut. Tetapi output dari modul pembaca tersebut masih menggunakan level tegangan TTL, walaupun data yang dikeluarkan adalah standar serial 232. Agar dapat dihubungkan ke port serial RS232 komputer, maka diperlukan perubahan terhadap level tegangan output tersebut. Untuk mengubah level tegangan tersebut pada aplikasi kali ini menggunakan modul CB -232. Output dari modul pembaca tersebut kemudian diumpankan pada input TX dari modul CB-232, output TX dari modul CB-232 kemudian diumpankan ke port serial dari PC. Pada aplikasi kali ini struktur data yang digunakan pada modul pembaca adalah bentuk ASCII dengan cara pengiriman serial 232. Baudrate yang digunakan adalah sebesar 9600bps, 8 data bit, 1 stop bit, dan tanpa parity. Gambar contoh rangkaian pemakaian modul pembaca tersebut adalah seperti pada gambar 4. Jika kartu RFID tag memasuki zona elektromagnetik dari modul pembaca tag, yaitu sekitar 5cm dari modul penerima, maka kartu RFID tag akan mendeteksi adanya sinyal aktifasi yang dikirimkan oleh modul pembaca, dan akan meresponnya dengan mengirimkan data balik sesuai dengan yang tersimpan dalam memori kartu RFID tag tersebut. Data yang dikirimkan oleh kartu RFID tag tersebut kemudian diterima oleh modul pembaca yang kemudian mendecodenya menjadi data output dengan bentuk data sesuai dengan struktur data yang telah diset sebelumnya. Contoh data yang

diterima oleh modul penerima dan dikirmkan ke PC melalui port serial adalah seperti pada gambar 5. Gambar 1 Gambar 2

Gambar 3 VCC VCC 9 8 7 6 5 4 3 2 1 EM-10 TX IN CB-232 BUZZER

Gambar 4 Gambar 5