GAMBARAN UMUM PROFIL PERUSAHAAN CV TKB merupakan perusahaan yang bergerak dibidang garmen. Perusahaan ini berdiri pada tanggal 3 Maret 2008.Perusahaan ini terletak di Jl. Gardu Raya Km. 6 No. 27 Dramaga, Bogor. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bogor memberikan izin usaha dengan No. SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan): 961/10-20/PK/VI/2008. Perusahaan ini menyediakan jasa menjahit berupa celana jeans, celana bahan, jaket, kemeja, dan blus. Produk utama yang paling banyak dipesan oleh pemesan adalah celana jeans. Bahan pakaian yang akan dibuat menjadi pakaian jadi disediakan oleh perusahaan pemesan. Pemesan yang bekerja sama dengan CV TKB berasal dari perusahaan dalam negeri maupun luar negeri. Pemesan yang berasal dari Indonesia biasanya adalah pemesan asal Kota Jakarta dan Bandung. Sedangkan pemesan dari luar negeri berasal dari Negara Amerika Serikat, Uruguay, Kanada, dan Belanda. Akan tetapi, pemesan yang berasal dari luar negeri tidak bekerja sama secara langsung dengan CV TKB, melainkan melalui perusahaan lain yang berada di Indonesia. Perusahaan lain tersebut biasanya memiliki pesanan dalam jumlah besar dari pemesan luar negeri. Sehingga bekerja sama dengan CV TKB untuk memenuhi pesanan tersebut. Pesanan yang berasal dari luar negeri tersebut tidak dikirim oleh CV TKB secara langsung ke negaranegara pemesan, akan tetapi diberikan kepada perusahaan yang bekerja sama dengan pemesan luar negeri. Latar belakang berdirinya perusahaan ini adalah atas keprihatinan dan kepedulian terhadap keluarga dari pemilik yang menganggur. Selain itu keinginan untuk berkarya dengan menghasilkan suatu produk yang berkualitas tinggi. Dengan mendirikan perusahaan garmen, maka dapat menampung banyak orang untuk bekerja karena lapangan pekerjaan yang disediakan perusahaan ini cukup luas. Perusahaan berkeinginan untuk memberdayakan masyarakat sekitar yang berpendidikan kurang akan tetapi memiliki keterampilan dalam menjahit, memotong bahan, dan keterampilan lainnya yang diperlukan oleh perusahaan. Pada awal berdiri, perusahaan memiliki 15 mesin jahit yang kemudian berkembang seiring berjalannya waktu menjadi 300 mesin jahit. Berkembangnya perusahaan dan peralatannya mendorong kebutuhan pekerja yang lebih banyak. Para pekerja yang bekerja di dalam perusahaan sebagian besar berasal dari Kabupaten Bogor. Letak perusahaan yang dekat dengan Kabupaten Bogor membuat hampir seluruh pekerja berasal dari daerah disekitar perusahaan. Para pekerja berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bogor. Pemilik maupun pekerja, rata-rata adalah orang asli Bogor. Sekitar 95% pekerja maupun pemilik adalah bersuku Sunda. Tipe orang Sunda ketika bekerja adalah tidak mau mengambil pusing terhadap sesuatu, terkadang sulit diatur, tidak dapat dikeraskan jika bekerja, akan tetapi bersolidaritas tinggi. Seluruh pekerja maupun pemilik adalah muslim. Manajer perusahaan berpikir jika pekerja adalah seorang muslim, maka pekerja mampu bekerja dengan baik dan menghasilkan produk ekonomis. Setiap harinya manajer memberikan penyuluhan mengenai K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) kepada para pekerja. Selain itu memberikan ceramah bahwa bekerja secara ikhlas karena Allah SWT. Manajer juga menjelaskan bahwa
20 perusahaan tidak ada tanpa pekerja, begitu pun sebaliknya pekerja tidak ada tanpa perusahaan. Sehingga mereka bekerja untuk saling menguntungkan. Visi dan Misi Perusahaan Visi CV TKB yakni menjadi perusahaan yang mampu bersaing secara sehat baik nasional maupun regional. Sedangkan misi CV TKB, yaitu: 1. Membentuk Sumber Daya Manusia yang berketerampilan dan mampu bersaing. 2. Memberdayakan Sumber Daya Manusia yang berada di wilayah sekitar perusahaan. Struktur Organisasi CVTKB Sebagai suatu organiasi formal, CV TKB memiliki struktur organisasi pelaksana perusahaan. Struktur organisasi yang terdiri dari direktur utama, direktur, personalia, bendahara, dan pengelola dengan susunan sebagai berikut: Skema dari struktur organisasi CV TKB dapat dilihat pada Gambar 2. Keterangan: = Garis Komando = Garis Koordinasi Gambar 2 Struktur organisasi CV TKB
Garis komando adalah garis instruksi dari atas ke bawah, yaitu dari jabatan yang lebih tinggi ke jabatan yang lebih rendah. Pada CV TKB, garis komando berasal dari Direktur Utama kepada Direktur. Kemudian Direktur mempunyai garis komando kepada Personalia, Bendahara, Akunting, Pemasaran, dan Manajer Produksi. Tiap-tiap bidang membawahi satu atau lebih bagian. Personalia membawahi bagian umum dan keamanan. Bendahara membawahi kasir. Akunting membawahi staff akunting. Pemasaran membawahi asisten pemasaran. Manajer Produksi membawahi Administrasi dan memiliki garis komando kepada Kepala Cutting, Kepala Produksi, Kepala Quality Control, dan Kepala Gudang. Kepala Produksi memiliki garis komando kepada Supervisor Line 1, Supervisor Line 2, dan Supervisor Line 3. Masing-masing Supervisor Line memiliki garis komando kepada Operator. Garis koordinasi adalah garis yang menghubungkan antarbagian yang saling berkoordinasi dalam bekerja. Pada CV TKB, Direktur memiliki garis komando dan koordinasi kepada Personalia dan Bendahara. Personalia memiliki garis koordinasi kepada Bendahara. 21 Perencanaan Rekrutmen Proses Rekrutmen Perencanaan rekrutmen yang dilakukan CV TKB yaitu melakukan pendeskripsian pekerjaan dan spesifikasi pekerjaan. Deskripsi kerja adalah daftar tugas, kewajiban, dan tanggung jawab. Sedangkan spesifikasi kerja adalah daftar pengetahuan, keterampilan, kemampuan, dan karakteristik lainnya yang dibutuhkan oleh CV TKB. Strategi Rekrutmen Terdapat dua strategi rekrutmen yang dilakukan oleh CV TKB, yaitu: 1. Open Recruitment Open Recruitment adalah proses penerimaan pekerja yang diumumkan secara terbuka. CV TKB melakukan open recruitment dengan dua cara, yaitu: a. Pengumuman tentang pembukaan lowongan pekerjaan dengan menggunakan selebaran. Selebaran tersebut disebar di tempat-tempat yang dapat dilihat oleh orang banyak. b. Menggunakan iklan di media cetak 2. Close Recruitment Close Recruitment adalah proses penerimaan pekerja secara tertutup atau tidak diumumkan secara terbuka. Close recruitment pada CV TKB dilakukan untuk mencari orang yang akan mengisi jabatan-jabatan tertentu. Dasar merekrut pekerja pada close recruitment terdapat jalur kekerabatan, ketetanggaan, atau titipan. Meskipun demikian, tetap melalui proses seleksi dan harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh perusahaan.
22 Sumber Rekrutmen Sumber rekrutmen yang digunakan oleh CV TKB adalah dengan sumber eksternal. Sumber eksternal adalah pengadaan tenaga kerja diambil dari tenaga kerja yang berada diluar organisasi atau berasal dari masyarakat. Penyaringan Penyisihan calon pekerja yang tidak sesuai dengan kriteria yang ditentukan oleh CV TKB. Proses Seleksi Proses seleksi yang dilakukan oleh CV TKB adalah sebagai berikut: 1. Seleksi berkas lamaran pekerjaan Berkas yang dibutuhkan ketika melamar adalah ijazah pendidikan terakhir, kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga (KK), pas foto, dan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK). 2. Tes pekerjaan Tes pekerjaan dilakukan untuk mengetahui keterampilan dan keahlian pekerja terkait pekerjaan yang dilamarnya. 3. Wawancara pekerja Wawancara pelamar dilakukan oleh personalia. Proses Produksi Pakaian 1. Cutting (pemotongan) Proses pemotongan bahan yang telah disediakan dengan pola-pola tertentu sesuai dengan jenis pakaian yang ingin dibuat. 2. Numbering (penomoran) Proses pemberian nomer pada bahan yang telah dipotong agar tersusun rapi sesuai dengan jenisnya. 3. Loading Proses pengecekan dan penurunan bahan dari proses numbering ke proses sewing. 4. Sewing (penjahitan) Proses penjahitan bahan yang ada sesuai dengan pola yang telah dibentuk. Terdapat beberapa bagian operator jahit di dalam pabrik, yaitu operator line 1, operator line 2, operator line 3, dan operator line 4. Setiap line memiliki spesialisasi tersendiri dari tiap jenis pakaian yang dijahit. 5. Quality Control (QC) Proses pengecekan kualitas jahitan agar sesuai dengan pesanan. 6. Washing (pencucian) Proses pencucian pakaian yang telah jadi. Proses pencucian pakaian tidak dilakukan di dalam pabrik, akan tetapi dilakukan oleh pihak lain. Setelah proses pencucian, kemudian pakaian yang telah dicuci dibawa kembali ke pabrik.
7. Buang benang Proses selanjutnya adalah proses pembuangan sisa-sisa benang yang menempel pada pakaian. 8. Bartack Proses penjahitan bagian-bagian tertentu yang memerlukan penjahitan yang lebih kuat. 9. QC Finishing Proses pengecekan akhir dari pakaian yang telah jadi. 10. Packing Proses pengepakan pakaian-pakaian yang telah sesuai dengan kualitas pesanan. 11. Gudang Proses penyimpanan sementara dari pakaian-pakaian yang telah dikepakkan. 12. Pengiriman Proses pengiriman pakaian kepada pemesan. 23 Hasil Produksi Produksi yang dihasilkan oleh CV TKB setiap harinya berjumlah 3000-4000 potong pakaian. Hasil produksi pakaian di CV TKB mengalami peningkatan jika dilihat dari sejak awal berdirinya. Ketika pada awal berdiri, pakaian yang berhasil diproduksi sebesar 800 potong pakaian. Upah menjahit yang diterima perusahaan dari pemesan berbeda-beda. Hal tersebut ditentukan oleh tingkat kesulitan tiap produk dan kesepakatan bersama dalam menentukan harga. Upah menjahit yang diterima perusahaan untuk satu potong pakaian berkisar antara Rp9 000 Rp 12000. Diperkirakan dalam satu hari pendapatan yang dihasilkan adalah sebesar Rp48 000 000. Berikut ini adalah fase-fase perkembangan CV TKB: 1. Fase Perkenalan Pada fase ini perusahaan masih mencari jati diri perusahaan. Perusahaan masih mencari bentuk yang tepat untuk menjadikan perusahaan ini berkembang dan maju. Fase ini berlangsung dari awal berdiri sampai tahun ketiga. Pada awal berdiri, perusahaan masih mengalami kerugian. Hal tersebut karena perusahaan belum dikenal secara luas di dalam masyarakat. Perusahaan belum mengenal perusahaan pemesan, begitupun sebaliknya. Perusahaan pemesan belum mengenal CV TKB. Sehingga tingkat kepercayaan dari pemesan masih kurang. Selain itu, keluar masuk pekerja juga masih tinggi. 2. Fase Pertumbuhan Pada fase ini perusahaan sudah mulai dikenal oleh perusahaan pemesan dan perusahaan sudah mengenal berbagai perusahaan pemesan. Sehingga tingkat kepercayaan sudah meningkat dan perusahaan sudah dapat bernegosiasi mengenai upah menjahit. Fase ini berlangsung sejak memasuki tahun keempat. Hingga saat ini, perusahaan masih berada dalam fase pertumbuhan.
KARAKTERISTIK BURUH INDUSTRI PABRIK CV TKB Karakteristik individu merupakan faktor internal dari masing-masing individu buruh industri pabrik CV TKB yang dibagi ke dalam lima variabel, yaitu umur, status pernikahan, tingkat pendidikan, status kerja dan lama bekerja. Pada sub-bab ini diuraikan kelima variabel karakteristik individu buruh industri pabrik CV TKB. Umur Umur terendah responden pada penelitian ini adalah 16 tahun sedangkan umur tertinggi responden adalah 47 tahun. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa selang umur responden berkisar antara 16-47 tahun. Peneliti mengkategorikan umur responden berdasarkan selang umur anak, produktif muda, dan produktif tua, yaitu <18 tahun, 18-34 tahun, dan 35-47 tahun. Umur anak ditetapkan berdasarkan pasal 1 ayat (26) UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Bahwa anak adalah setiap orang yang berumur dibawah 18 (delapan belas) tahun. Adapun jumlah dan persentase sebaran responden menurut golongan umur produktif bekerja dan jenis kelamin tertera pada Tabel 3. Tabel 3 Jumlah dan persentase sebaran responden menurut golongan umur dan jenis kelamin di CV TKB, 2012 Umur Jenis Kelamin Total Laki-laki Perempuan <18 tahun 1 (3.3) 4 (13.3) 5 (8.3) 18-34 tahun 29 (96.7) 22 (73.3) 51 (85.0) 35-47 tahun 0 (0.0) 4 (13.3) 4 (6.7) Total 30 (100.0) 30 (100.0) 60 (100.0) Sumber: Data primer (2012). Buruh laki-laki maupun perempuan sebagian besar berada pada kategori umur produktif muda, yaitu sebesar 96.7 persen buruh laki-laki dan 73.3 persen buruh perempuan. Akan tetapi pada buruh perempuan dan laki-laki terdapat buruh dengan kategori umur anak, yaitu berumur <18 tahun sebesar 3.3 persen pada buruh laki-laki dan 13.3 persen pada buruh perempuan. Masih terdapatnya buruh anak mengindikasikan bahwa perlindungan terhadap buruh anak masih rendah. Pada kategori umur produktif tua, terdapat buruh perempuan yang masih bekerja sebesar 6.7 persen. Faktanya lebih banyak buruh perempuan berusia anak dan lanjut dibandingkan buruh laki-laki.
25 Status Pernikahan Status pernikahan responden pada penelitian ini dibagi ke dalam dua kategori, yaitu belum menikah dan menikah lihat Tabel 4. Tabel 4 Jumlah dan persentase sebaran responden menurut status pernikahandan jenis kelamin di CV TKB, 2012 Jenis Kelamin Status Total Laki-laki Perempuan Pernikahan Belum Menikah 25 (83.3) 18 (60.0) 43 (71.7) Menikah 5 (16.7) 12 (40.0) 17 (28.3) Total 30 (100.0) 30 (100.0) 60 (100.0) Sumber: Data primer (2012). Mayoritas buruh laki-laki dan perempuan pada penelitian ini berstatus belum menikah. Akan tetapi, lebih banyak buruh perempuan yang berstatus menikah dari buruh laki-laki. Hal tersebut karena laki-laki yang telah menikah dianggap sebagai pencari nafkah utama bagi keluarga. Sedangkan perempuan, di dalam budaya dianggap sebagai pekerja yang hanya membantu perekonomian keluarga, bukan sebagai pekerja utama. Perempuan juga bersikap patuh dan tidak banyak protes atas apa yang diterimanya. Mayoritas buruh yang dipekerjakan di CV TKB berstatus belum menikah. Manajer Personalia CV TKB menuturkan bahwa perusahaan lebih memilih buruh yang berstatus belum menikah karena beban tanggungan seseorang yang belum menikah masih lebih ringan dari yang telah menikah. Jika belum menikah maka tuntutan dari buruh belum banyak karena belum ada tanggungan keluarga. Selain itu, buruh yang belum menikah masih berumur produktif muda. Sehingga memiliki tenaga yang kuat untuk bekerja secara produktif. Tingkat Pendidikan Tingkat pendidikan pada penelitian ini dibagi menjadi tiga kategori, yaitu tamat SD disebut tingkat pendidikan rendah, tamat SMP disebut tingkat pendidikan sedang, dan tamat SMA/SMK/STM digolongkan ke dalam tingkat pendidikan tinggi.
26 Tabel 5 Jumlah dan persentase sebaran responden menurut tingkat pendidikan, dan jenis kelamin di CV TKB, 2012 Tingkat Pendidikan Jenis Kelamin Total Laki-laki Perempuan Rendah 5 (16.7) 9 (30.0) 14 (23.3) (Tamat SD) Sedang 21 (70.0) 18 (60.0) 39 (65.0) (Tamat SMP) Tinggi 4 (13.3) 3 (10.0) 7 (11.7) (Tamat SMA/SMK/STM) Total 30 (100.0) 30 (100.0) 60 (100.0) Sumber: Data primer (2012). Sebagian besar pendidikan yang ditamatkan oleh buruh laki-laki dan perempuan adalah tamat SMP yaitu kategori tingkat pendidikan sedang. Akan tetapi jika dilihat dari tingkat pendidikan rendah, yaitu menamatkan SD, buruh perempuan lebih tinggi dari buruh laki-laki. Selain itu, pada tingkat pendidikan tinggi, lebih besar jumlah buruh laki-laki yang menamatkan SMA/SMK/STM dibandingkan perempuan. Hal tersebut menunjukkan bahwa buruh perempuan yang dipekerjakan tersebut cenderung berpendidikan lebih rendah. Status Kerja Status kerja seluruh buruh dari hasil penelitian adalah buruh harian tetap. Namun demikian, berdasarkan keterampilan, status kerja buruh pada penelitian ini dibagi ke dalam dua kategori, yaitu operator dan helper. Operator adalah orang yang bekerja sesuai dengan keterampilannya. Yang dikategorikan ke dalam operator adalah operator jahit, operator finishing, ekspedisi, cutting, dan quality control. Sedangkan helper adalah orang yang bekerja membantu operator. Tabel 6 Jumlah dan persentase sebaran responden menurut status kerja dan jenis kelamin di CV TKB, 2012 Status Kerja Jenis Kelamin Total Laki-laki Perempuan Helper 0 (0.0) 11 (36.7) 11 (18.3) Operator 30 (100.0) 19 (63.3) 49 (81.7) Total 30 (100.0) 30 (100.0) 60 (100.0) Sumber: Data primer (2012). Status kerja buruh laki-laki pada penelitian ini seluruhnya adalah operator. Sedangkan pada buruh perempuan terdapat 36.7 persen yang bekerja sebagai helper. Status kerja sebagai helper berkorelasi dengan tingkat pendidikan buruh
perempuan yang masih rendah. Sehingga buruh laki-laki berstatus kerja yang lebih baik dari buruh perempuan. 27 Lama Bekerja Lama bekerja responden pada penelitian ini dibagi ke dalam tiga kategori, yaitu kurang dari 6 bulan, 6 bulan 2 tahun, dan lebih dari 2 tahun bekerja lihat Tabel 7. Tabel 7 Jumlah dan persentase sebaran responden menurut lama bekerja dan jenis kelamin di CV TKB, 2012 Lama Bekerja Jenis Kelamin Total Laki-laki Perempuan <6 bulan 10 (33.3) 13 (43.3) 23 (38.3) 6 bulan - 2 tahun 18 (60.0) 9 (30.0) 27 (45.0) >2 tahun 2 (6.7) 8 (26.7) 10 (16.7) Total 30 (100.0) 30 (100.0) 60 (100.0) Sumber: Data primer (2012). Sebagian besar buruh laki-laki dalam penelitian ini telah bekerja selama 6 bulan 2 tahun. Sedangkan sebagian besar buruh perempuan bekerja kurang dari 6 bulan. Akan tetapi, ternyata buruh perempuan lebih banyak dari buruh laki-laki pada lama bekerja lebih dari 2 tahun. Hal tersebut menunjukkan bahwa buruh perempuan lebih tekun dan teliti serta memiliki loyalitas yang tinggi. Selain itu, masih terdapat bias bahwa pekerjaan menjahit adalah pekerjaan perempuan. Banyak buruh perempuan yang baru bekerja di CV TKB karena pabrik lebih banyak memilih perempuan untuk dipekerjakan. Terdapat steriotipe bahwa perempuan bersikap patuh, mudah diatur, dan tidak banyak menuntut. Sehingga pengusaha lebih menyukai buruh perempuan untuk dipekerjakan. Ikhtisar Buruh perempuan CV TKB memiliki karakteristik, yaitu: 1) berumur produktif muda, 2) berstatus pernikahan belum menikah, 3) berpendidikan sedang, 4) status kerja operator, 5) mayoritas lama bekerja <6 bulan. Buruh laki-laki CV TKB memiliki karakteristik, yaitu: 1) berumur produktif muda, 2) berstatus pernikahan belum menikah, 3) berpendidikan sedang, 4) status kerja operator, 5) mayoritas lama bekerja 6 bulan 2 tahun. Masih terdapat buruh anak yang dipekerjakan di CV TKB mengindikasikan bahwa perlindungan pada buruh anak masih rendah. Buruh perempuan yang berstatus menikah lebih besar dari buruh laki-laki. Di dalam budaya, perempuan dianggap sebagai pekerja yang hanya membantu perekonomian keluarga, bukan sebagai pekerja utama. Selain itu, perempuan juga bersikap patuh dan tidak banyak protes atas apa yang diterimanya. Buruh perempuan yang berpendidikan rendah lebih besar dari buruh laki-laki. Hal
28 tersebut menunjukkan bahwa buruh perempuan yang dipekerjakan cenderung berpendidikan rendah. Buruh perempuan yang bekerja >2 tahun lebih besar dari buruh laki-laki. Hal tersebut menunjukkan bahwa buruh perempuan lebih tekun dan teliti serta memiliki loyalitas yang tinggi. Banyak buruh perempuan yang baru bekerja di CV TKB karena pabrik lebih banyak memilih perempuan untuk dipekerjakan. Terdapat steriotipe bahwa perempuan bersikap patuh, mudah diatur, dan tidak banyak menuntut.