B. Kemahasiswaan 1. Sistem seleksi

dokumen-dokumen yang mirip
J. Suasana Akademik 1. Sarana yang Tersedia untuk Memelihara Interaksi Dosen-Mahasiswa

KOMPONEN D SUMBER DAYA MANUSIA

Tabel 3.1 Data Mahasiswa Reguler dan Lulusan Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Inbonesia FKIP Unsri. Jumlah Total Mahasiswa.

Tema : MENINGKATKAN KINERJA DAN SINERGI EKS-FPBS UNTUK MENGHASILKAN SDM YANG PROFESIONAL DAN BERKUALITAS DI BIDANG KEPENDIDIKAN DAN NONKEPENDIDIKAN

II. Rangkuman Eksekutif

STANDAR KEMAHASISWAAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL

STANDAR 4 SUMBER DAYA MANUSIA

Reguler bukan Transfer. Reguler bukan. Transfer (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16)

I. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. bangsa. Peran pendidikan adalah menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM)

ORGANISASI KEMAHASISWAAN

PEDOMAN PENERIMA TANDA KEHORMATAN SATYALENCANA PENDIDIKAN BAGI KEPALA SEKOLAH TAHUN 2016

G.Tata Pamong (Governance) 1. Struktur dan Suasana Organisasi Secara umum, posisi Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia terlihat pada diagram Struktur

Tabel N.1 Alasan Perekrutan Lulusan

Rerata IPK mahasiswa Jurusan/Program Studi Akuntansi selama empat semester ( ) sebesar 2,97 persen, atau masuk kriteria baik.

D. Kurikulum 1. Kesesuaian Kurikulum dengan Visi, Misi, Sasaran, dan Tujuan Kurikulum yang dipergunakan di Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra

RENCANA OPERASIONAL PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN TAHUN

PEDOMAN PEMBINAAN KEMAHASISWAAN DAN PENGEMBANGAN PERANAN ALUMNI

Menimbang: Mengingat:

STANDAR 3. KEMAHASISWAAN DAN LULUSAN

STANDAR 3 KEMAHASISWAAN DAN LULUSAN

DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR. i DAFTAR ISI. ii RANGKUMAN EKSEKUTIF viii TIM PENYUSUN EVALUASI DIRI.. xi

BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA (BEM) AKADEMI KEBIDANAN BINA SEHAT NUSANTARA KABUPATEN BONE ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA PEMBUKAAN

L. Sistem Jaminan Mutu 1. Pengelolaan Mutu Secara Internal pada Tingkat Program Studi 2. Hubungan dengan Penjaminan Mutu pada Tingkat Lembaga

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan hal yang sangat penting, bahkan pendidikan telah

BOBOT PENILAIAN BORANG PRODI

KOMPONEN G PENELITIAN, PELAYANAN/PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, DAN KERJASAMA

RENCANA STRATEGIS PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI

PEMBANTU KETUA I BIDANG AKADEMIK

PROFIL SEKOLAH Sunday, 27 June :50. A. Latar Belakang

Manfaat Evaluasi diri

PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS PADJADJARAN NOMOR 70 TAHUN 2015 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA PENGELOLA UNIVERSITAS PADJADJARAN

Standar Mahasiswa & Pengelolaan Alumni STIKES HARAPAN IBU

Borang Kinerja Jurusan Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian

DASAR PERENCANAAN STRATEGIS

PENINGKATAN MUTU PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING (BIPA) YANG PROFESIONAL

PERATURAN WALIKOTA TASIKMALAYA

BAB I PENDAHULUAN. perilaku seseorang sebagai usaha mencerdaskan manusia melalui kegiatan. manusia dewasa, mandiri dan bertanggung jawab.

BAB III STANDAR PROSES

STANDAR PENILAIAN PEMBELAJARAN STIKES HARAPAN IBU JAMBI

PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS WIDYA DHARMA KLATEN Nomor 2 Tahun 2014 tentang PEDOMAN ORGANISASI KEMAHASISWAAN DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS WIDYA DHARMA

BORANG BARU VS BORANG LAMA

PEDOMAN BEASISWA PRESTASI UTAMA (BPU) / PEMILIHAN MAHASISWA BERPRESTASI (PILMAPRES) PROGRAM SARJANA

PENGEMBANGAN KEMAHASISWAAN UNIVERSITAS MERCU BUANA YOGYAKARTA

M. Penelitian, Publikasi, Skripsi, dan Pengabdian kepada Masyarakat 1. Kualitas, Produktivitas, Relevansi Sasaran, dan Efisiensi Pemanfaatan Dana

BAB V PENUTUP. Berdasarkan hasil penelitian Korelasi Karakteristik Input Mahasiswa (Jalur

WORKSHOP AKREDITASI PROGRAM STUDI ITY PENYUSUNAN BORANG STANDAR 2 DAN 4. di BPM UMY

NOMOR : % TAHUN 2017

Pengambilan di bagian akademik

SEKILAS MENGENAI.. 1 PROGRAM STUDI ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS PADJADJARAN

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2018 TENTANG PENUGASAN GURU SEBAGAI KEPALA SEKOLAH

RENSTRA PROGRAM STUDI DIPLOMA IV TEKNIK PERPIPAAN POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA

VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, SERTA STRATEGI PENCAPAIAN

M. Budi Djatmiko. Ketua Umum APTISI Pusat Ketua Umum HPT Kes Indonesia Pengaggas Akreditasi Mandiri dan Ketua LAM APTISI

STANDAR 3. KEMAHASISWAAN DAN LULUSAN

STANDAR 1. VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, SERTA STRATEGI PENCAPAIAN

Dokumen Pendukung Hasil Akreditasi

REKTOR UNIVERSITAS GADJAH MADA,

STANDAR 1. VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, SERTA STRATEGI PENCAPAIAN. 1.1 Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran serta Strategi Pencapaian

Jumlah Total Mahasiswa Reguler bukan. Reguler bukan Transfer. Transfer


BUPATI LOMBOK BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI LOMBOK BARAT,

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM DEPARTEMEN AGAMA REPUBLIK INDONESIA Nomor : Dj.I/253/2007

MAHASISWA DAN LULUSANMAHASISWA DAN LULUSAN (2) 1. Pelayanan untuk Mahasiswa. a. Bantuan Tutorial yang bersifat Akademik

RENCANA OPERASIONAL PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS ILMU SOSIAL & ILMU POLITIK UNIVERSITAS UDAYANA TAHUN

PANDUAN BEASISWA JALUR PRESTASI PENERIMAAN MAHASISWA BARU UNIVERSITAS FAJAR TAHUN AKADEMIK

BAB I KETENTUAN UMUM. Dalam keputusan ini yang dimaksud dengan: Pasal 1

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 33 TAHUN 2006 TENTANG STATUTA UNIVERSITAS AIRLANGGA

PERATURAN MENTERI PEMUDA DAN OLAHRAGA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 0059 TAHUN 2013 TENTANG PENGEMBANGAN KEPEMIMPINAN PEMUDA

RENCANA STRATEGIS PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Pemilihan Akademisi Berprestasi Politeknik Negeri Sriwijaya tahun 2010

ANGGARAN RUMAH TANGGA BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA TAHUN 2017

DRAFT RENCANA STRATEGIS

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA)

Manual Mutu Sumber Daya Manusia Universitas Sanata Dharma MM.LPM-USD.10

PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS PADJADJARAN NOMOR 40 TAHUN 2016 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA PENGELOLA UNIVERSITAS PADJADJARAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

AKREDITASI PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEPERAWATAN

RENCANA OPERASIONAL FAKULTAS EKONOMI

PANDUAN ORGANISASI KEMAHASISWAAN (ORMAWA) UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Standar Mutu UMSIDA (di copy dari BPM UMSIDA) 0

INFORMASI PENDAFTARAN SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA TAHUN AKADEMIK 2007/2008

GUBERNUR JAWA BARAT PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT NOMOR : 16 TAHUN TENTANG

PEDOMAN SISTEM SELEKSI, PEREKRUTAN, PENEMPATAN, PENGEMBANGAN, RETENSI, DAN PEMBERHENTIAN DOSEN

2013, No Mengingat e. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, huruf c, dan huruf d, perlu membentuk Undang-U

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Dunia pendidikan sedang diguncang oleh berbagai perubahan seperti

AMANDEMEN PERTAMA UNDANG-UNDANG DASAR REPUBLIK MAHASISWA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2015

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Salahsatu kewenangan otonomi daerah yaitu memiliki kewenangan untuk

SERTIFIKASI GURU DAN DOSEN TAHUN 2009: DASAR HUKUM DAN PELAKSANAANNYA 1

BUKU PEDOMAN BEASISWA

STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

PEMBERDAYAAN DAN PENGUATAN PTS DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN. Oleh Prof. Dr. H. SUYATNO, M.Pd.

BAB 1 PENDAHULUAN. education). Pendidikan sangat penting bagi peningkatan kualitas sumber daya

Transkripsi:

14 B. Kemahasiswaan Tujuan penyelenggaraan Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia salah satu di antaranya adalah mendidik mahasiswa calon tenaga kependidikan yang profesional dan berkelayakan dalam bidang studi bahasa dan sastra Indonesia sehingga dengan kemmapuan yang dimilikinya itu, mereka dapat berkiprah dalam pembangunan negara. Oleh karena itu, untuk mencapai tujuan tersebut, Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia memberikan dorongan dan peluang kepada para mahasiswa untuk menimba pengalaman melalui aktivitas akademik dan organisasi kemahasiswaan. Berikut dipaparkan profil kemahasiswaan Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, yang meliputi sistem seleksi, profil mahasiswa, keterlibatan mahasiswa dalam berbagai organisasi dan kegiatan, serta berbagai jenis pelayanan yang diberikan program studi kepada mahasiswa. 1. Sistem seleksi Minat masyarakat untuk memasuki Program Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FPBS UPI sangat tinggi. Hal ini terbukti pada setiap tahun jumlah calon mahasiswa yang mendaftar ke Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia, hingga tahun 2005, mencapai antara 770-1020 orang. Rekrutmen mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia sampai saat ini dilakukan melalui jalur SPMB (Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru) yang diselenggarakan panitia khusus (PUML Bandung). SPMB dilakukan secara transparan dengan sistem komputerisasi. Mahasiswa yang dinyatakan lulus SPMB secara otomatis menjadi calon mahasiswa dan menjadi mahasiswa setelah melakukan registrasi di BAAK UPI. Calon mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia adalah lulusan SMA atau sederajat yang memiliki kemampuan akademik, motivasi dan kesiapan belajar, serta wawasan dan pengetahuan yang baik yang dibuktikan melalui SPMB. Selain melalui SPMB, Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia pun melakukan rekrutmen mahasiswa untuk tingkat dua ke atas atau mahasiswa yang mengambil cuti akademik. Seleksi ini dilakukan untuk menilai kelayakan dan kesiapan belajar mahasiwa di Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia. Tes dilakukan melalui tes tertulis

15 dan tes lisan (wawancara). Hasil penilaian disampaikan kepada rektor dan diumumkan melalui BAAK UPI. Proporsi penerimaan (rekrutmen) mahasiswa baru di Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dapat digambarkan sebagai berikut. Tabel B.1 Proporsi Penerimaan Mahasiswa Baru Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jumlah Daya Jumlah yang Tahun Pendaftar Tampung Diterima 2001/2002 1021 80 100 2002/2003 786 80 80 2003/2004 773 80 84 2004/2005 853 80 85 2005/2006 967 80 90 Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa mahasiswa yang masuk ke Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia dihasilkan melalui mekanisme seleksi yang ketat. Dari jumlah pendaftar, sekitar 10%-15% yang diterima. Ini menunjukkan keketatan untuk masuk Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia tergolong tinggi. Jumlah mahasiswa di Prodi ini apabila dibandingkan dengan jumlah dosen rasionya masih belum ideal. Oleh karena itu, dalam rangka meningkatkan kualitas mahasiswa, jumlah mahasiswa yang diterima harus dibatasi sesuai dengan kemampuan Prodi antara 60-80 orang mahasiswa dengan jumlah dosen yang hanya 40 orang dan jumlah mahasiswa keseluruhan sekira 400 orang. Penambahasan mahasiswa baru dilakukan harus memperhatikan kelengkapan fasilitas dan kesiapan tenaga dosen Prodi. 2. Profil mahasiswa: akademik, sosio-ekonomi, dan pribadi Secara akademik mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia memiliki kualifikasi yang memadai. Karena persaingan yang ketat untuk masuk

16 ke Prodi ini, mahasiswa yang lolos hanyalah mereka yang memiliki daya saing yang cukup tinggi. Secara akademik, mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia relatif homogen dengan tingkat kecerdasan yang relatif sama. Oleh karena itu, peningkatan kemampuan akademik mahasiswa diarahkan pada kompetensi konkret, melalui pengembangan keterampilan kebahasaan dan kesusastraan. Kondisi akademik mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dapat digambarkan sebagai berikut. Tabel B.2 IPK Mahasiswa Tahun Indeks Prestasi Komulatif Minimal Maksimal Rata-rata 2001/2002 2,24 3,38 2,97 2002/2003 2,34 3,68 3,06 2003/2004 2,65 3,60 3,18 2004/2005 2,76 3,86 3,30 2005/2006 3,09 3,82 3,43 Secara sosial ekonomi, mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia berasal dari latar keluarga yang bervariasi. Orang tua mereka kebanyakan pegawai negeri sipil, sementara sisanya merupakan pegawai swasta (wiraswasta). Secara umum, orang tua mahasiswa merupakan kelas menengah, sebagaian kecil merupakan kelas atas dan sebagian kecil merupakan kelas bawah. Kondisi ekonomi seperti ini bagi sebagian besar mahasiswa mendukung proses pencapaian tujuan pendidikan. Dengan mengambil sampel mahasiswa angkatan 2005, dapat diketahui latar belakang sosioekonomi orangtua mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia sebagai berikut.

17 Tabel B.3 Latar Belakang Sosioekonomi No Pekerjaan Orangtua Jumlah % 1 PNS Non-Guru 13 14,44 2 PNS Guru 17 18,88 3 TNI/Polri 6 6,66 4 Petani 9 10 5 Pegawai Swasta 11 12,22 6 Wiraswasta 15 16,66 7 Pensiunan 8 8,88 8 Lain-lain 1 1,11 Jumlah 90 100 Dari segi kemampuan finasial mahasiswa, saat ini tercatat sekitar 25 orang mahasiswa yang menyatakan diri berasal dari keluarga kurang mampu. Jumlah tersebut teridentifikasi dari jumlah lamaran beasiswa prestatif bagi mahasiswa ekonomi lemah yang masuk ke Jurusan. Dari segi tempat lahir, Mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, di Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia terdapat juga mahasiswa asing yang berasal dari Thailand Selatan. Dengan mengambil sampel mahasiswa angkatan 2005, berikut ini dipaparkan data daerah asal mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia. Tabel B.4 Daerah Asal Mahasiswa No Daerah Asal Jumlah % 1 Bandung Raya 38 42,22 2 Jawa Barat Luar Bandung 41 45,55 3 Luar Jawa Barat 11 12,22 Jumlah 90 100

18 Kehidupan pribadi mahasiswa berjalan secara baik. Di antara para mahasiswa selain kuliah mengisi masa mahasiswanya dengan berbagai aktivitas kemahasiswaan yang menunjang peningkatan kualitas pendidikan. Para mahasiswa merupakan individu yang memiliki idealisme dan cita-cita menyelesaikan perkuliahan secepat mungkin dengan prestasi yang baik. Sebagian kecil mahasiswa (yang berasal dari kota Bandung dan sekitarnya) tinggal bersama orang tua mereka. Namun, sebagian besar mahasiswa yang berasal dari luar kota Bandung dan Jawa Barat mengontrak di rumah-rumah penduduk sekitar kampus yang jaraknya sangat dekat dari kampus. Secara umum, mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia memiliki kepribadian yang baik. Hal tersebut ditandai dengan tidak adanya pelanggaran atas tata tertib akademik dan etika pergaulan di kampus. Sampai saat ini tidak ada masalah serius yang berkaitan dengan pribadi mahasiswa. Gambaran mengenai kondisi mahasiswa dilihat dari sosial ekononomi dan kehidupan pribadi mereka dapat digambarkan sebagai berikut. Tabel B.5 Kondisi Umum Mahasiswa Usia (Thn) Jenis Kelamin Sosial Ekonomi Daerah Asal Jurusan SLTA 17-22 Sebagian besar (65%) perempuan dan sisanya (35%) laki-laki Sebagian besar dari kelas menengah (70%), sebagian kecil dari kelas atas (15%) dan sebagian kecil dari kelas bawah (15%) Sebagian besar berasal dari daerah di Jawa Barat dan Banten, selebihnya dari luar pulau Jawa IPA, IPS, Bahasa, SMK Kelompok Manajemen Bisnis

19 3. Keterlibatan mahasiswa dalam berbagai komisi yang relevan Keterlibatan mahasiswa sebagaimana diuraikan dalam Pedoman Akademik UPI berikut ini. Para mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia banyak terlibat dalam berbagai aktivitas kemahasiswaan, penelitian, pengabdian pada masyarakat, minat bakat, keagamaan, kesenian dan lain-lain yang berkaitan dengan pengembangan dan pembinaan kesadaran mereka dalam memanfaatkan ilmu, teknologi, seni, dan agama bagi masyarakat, sehingga mereka terdorong untuk menerapkannya dalam pembangunan masyarakat (Pedoman Akademik UPI, 2005:56). Keikutsertaan para mahasiswa dilakukan dalam bentuk penelitian dengan para dosen, pengembangan media pembelajaran, pengembangan programprogram kerjasama dengan penerbit, tutorial mahasiswa, pengabdian pada masyarakat dan lain-lain. Posisi mahasiswa dalam kegiatan komisi-komisi tersebut pada umumnya sebagai tenaga pembantu atau tenaga pelaksana. Berbagai macam kegiatan kemahasiswaan, khususnya dalam tataran jurusan, dikoordinasikan langsung oleh Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia (HIMA SATRASIA) yang dipimpin oleh seorang ketua dibantu oleh seorang sekretaris umum, dua orang bendahara, dan tiga orang ketua bidang. Ketua Bidang yang terdapat di HIMA membawahi beberapa subbidang yang secara khusus berperan dalam menjalankan dan mengkoordinasikan program kerja HIMA. Adapun keorganisasian HIMA SATRASIA adalah sebagai berikut. 1. Ketua Bidang I (Institusi dan Organisasi) a. Subbidang Pengkaderan b. Subbidang Humas dan Publikasi c. Subbidanhg Dokumentasi 2. Ketua Bidang II (Kesejahteraan Mahasiswa) a. Subbidang Dana Usaha b. Subbidang Perpustakaan c. Subbidang Fasilitas 3. Ketua Bidang III (Minat Bakat) a. Subbidang Olahraga

20 b. Subbidang Kerohanian c. Subbidang Keputrian d. Subbidang PARSOSPOLMAWA e. Subbidang Kesenian f. Subbidang Penerbitan g. Subbidang Pengembangan Akademik Mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia selalu aktif berpartisipasi mengikuti kegiatan yang diadakan BEM Fakultas dan Universitas. Mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia tidak hanya berperan aktif sebagai peserta kegiatan, tetapi juga berperan sebagai panitia penyelenggara kegiatan yang diiikuti oleh mahasiswa UPI. Dalam prosesnya, tercatat bahwa mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia meraih beberapa predikat penghargaan seperti tersaji pada tabel berikut. No Nama Kegiatan 1 Pekan Olahraga Mahasiswa FPBS Tabel B.6 Pencapaian Mahasiswa dalam Kegiatan Lembaga Penyelenggara BEM FPBS UPI Waktu Pelaksanaan 13-20 Januari 2006 Prestasi Juara II Volley Putri 2 MTQ Mahasiswa UPTQ UPI April 2005 Juara 1 Kaligrafi Juara II Murratal Juara I Fahmil Quran Juara I Syahril Quran 3 Sayembara Penulisan Novel Tingkat Nasional Dewan Kesenian Jakarta 2003 Juara I Penulisan Novel 4 Lomba Penulisan STBA Juli 2005 Juara I

21 Puisi 5 Lomba Penulisan Puisi Tk. Nasional 6 Lomba Penulisan Puisi YAPARI Majalah Sastra Horison dan UIN Syarif Hidayatulloh Mei 2005 Juara I FLP Bandung Mei 2005 Juara I 7 Festival Film Pendek Global TV April 2005 Finalis Selain itu pula terdapat sejumlah anggota HIMA SATRASIA yang ikut terlibat dalam lembaga kemahasiswaan di tingkat Fakultas dan Universitas dan beberapa orang di antaranya menduduki jabatan penting. Berikut ini disajikan data keterlibatan mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia dalam ormawa tingkat Fakultas dan Universitas. Tabel B.7 Keterlibatan Mahasiswa dalam Ormawa tingkat Fakultas dan Universitas No Nama Angkatan Tingkat Jabatan 1 Ahmad Irawan 2002 Fakultas Ketua Bidang Kerohanian 2 Arif Setiawan 2002 Fakultas Ketua Bidang Minat dan Bakat 3 Nur F. Yulistiani 2002 Fakultas Anggota Bidang Pengkaderan 4 Rina Fauziah Hasna 2002 Fakultas Sekretaris 5 Mardiyah S 2002 Fakultas Anggota Kesekretariatan 6 Widi Nurlaila 2002 Fakultas Anggota Kerohanian 7 Suharti 2002 Fakultas Anggota

22 Kerohanian 8 Adi Faridl Hamzah 2000 Universitas Advokasi Internal 4. Kegiatan ekstra-kurikuler Kegiatan ektrakurikuler mahasiswa Progaram Studi Bahasa dan Sastra Indonesia terdiri atas organisasi kemahasiswaan (BEM) dan organisasi minat bakat (UKM). Kegiatan ektrakurikuler merupakan kegiatan kemahasiswaan yang dirancang di luar kegiatan akademik yang bertujuan untuk melengkapi dan menunjang kegiatan akademik untuk mencapai tujuan pendidikan nasional, baik di dalam maupun di luar kampus (Pedoman Pengembangan Kegiatan Kemahasiswaan, 2001:2). Kegiatan ekstrakurikuler ormawa terdiri atas BEM Jurusan, BEM FPBS, dan BEM UPI. Kegiatan BEM ini merupakan latihan bagi mahasiswa untuk belajar memimpin dan mengelola organisasi secara baik. Sementara itu, kegiatan minat dan bakat melalui unit kegiatan mahasiswa (UKM) dilakukan para mahasiswa untuk mengembangkan bakat dan mengasah kemampuan mereka di bidang yang menjadi konsentrasi dan minat mereka. Sebagian besar mahasiswa Prodi Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia terlibat dalam organisasi yang relevan dengan kependidikan akademik jurusan, seperti UKM Estetika (Seni dan Budaya), UKM Penerbitan Isola, UKM Studi Kemasyarakatan, UKM Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa, UKM Teater Mahasiswa, UKM ASAS (Arena Studi dan Apresiasi Sastra), dan UKM Sanggar Budidaya Linguistik (SBL UPI). Di samping itu, para mahasiswa berkomunitas dalam kelompok kecil menerbitkan buletin dan majalah terbatas sebagai media pembelaran menulis dan apresiasi sastra. Keterlibatan kegiatan mahasiswa dalam unit-unit ekstrakurikuler ini telah mematangkan daya pikir dan kemampuan mahasiswa dan menjadi pelengkap dalam kemampuan studi para mahasiswa. Di antara para mahasiswa program ini menjadi penulis di berbagai media massa lokal dan nasional. Mereka juga sering memenangkan berbagai lomba karya tulis ilmiah di berbagai instansi pemerintah (Dikti, Polri, Pemda, dan lain-lain) dan instansi swasta (Toyota, Telkom dan lainlain). Di antara mereka juga tampil dalam berbagai pementasan drama dan teater,

23 membacakan puisi, menulis puisi, musikalisasi puisi dan berbagai kegiatan apresiasi sastra yang mendorong pencapaian tujuan pendidikan. Potensi yang sangat besar ini belum sepenuhnya dapat diarahkan secara baik. Masih banyak potens-potensi mahasiswa yang belum dikembangkan karena berbagai keterbatasan sarana, fasilitas, dan pembimbingan dari para dosennya. Minimnya praktisi di Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia merupakan kelemahan dalam mengarahkan dan membimbing para mahasiswa memasuki dunia kemasyarakatan dan dunia profesi yang sebenarnya. 5. Keberlanjutan penerimaan mahasiswa Dengan jumlah penerimaan yang hanya 10% s.d. 15% dari jumlah pelamar pada setiap tahunnya, menunjukkan peminat jurusan ini sangat kompetitif. Di masa mendatang potensi besar ini harus dimanfaatkan dalam rangka pengembangan jurusan. Peluang besar ini pun, saat ini, didorong oleh prospektifnya masa depan guru di Indonesia. Peluang pasar yang besar telah ikut mendorong semakin tingginya daya saing memasuki jurusan ini. Penerimaan mahasiswa pada masa mendatang masih akan mengikuti sistem yang diterapkan universitas, yakni melalui SPMB, PMDK, dan penerimaan tingkat dua ke atas. Namun demikian, apabila dimungkinkan menurut peraturan dan AD/ART UPI BHMN jurusan ini sangat berpeluang mengembangkan diri dalam merekrut mahasiswa baru yang lebih banyak dalam rangka mengembangkan jurusan dan program yang lebih baik. Di samping peluang besar dari mahasiswa reguler inipun belum teroptimalkan karena terbatasnya fasilitas dan kemampuan jurusan-- peluang menerima mahasiswa juga terbuka sangat lebar dari para guru yang belum memperoleh pendidikan sarjana (S1), para sarjana sastra yang ingin mengajar, dan para profesional (domestik dan asing) yang ingin belajar bahasa Indonesia. Peluang besar ini sama sekali belum tersentuh oleh jurusan mengingat belum ada payung hukum yang memungkinkan dibukanya program-program pendidikan bagi mereka. Daya kompetitif yang tinggi di jurusan disebabkan faktor pasar kerja yang terbuka lebar. Pada setiap jenjang pendidikan, mata pelajaran bahasa

24 Indonesia dibutuhkan dengan porsi jam yang banyak. Demikian pula mata pelajaran bahasa Indonesia menjadi salah satu mata pelajaran yang di-uan-kan. Hal ini menunjukkan bahwa mata pelajaran ini menduduki peran penting dalam pendidikan di Indonesia. Saat ini masa tunggu mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia tidak lebih dari satu semester, pada umumnya sejak mahasiswa sudah dipersiapkan dan mempersiapkan diri untuk bekerja, terutama di jalur pendidikan (guru dan dosen). Namun, tidak semua alumni bergerak menjadi guru atau dosen, ada juga yang bergerak dalam bidang lain, seperti ahli bahasa (Balai Bahasa), penyuluh bahasa, editor, sastrawan, pengelola media, pengusaha, wartawan, perusahaan swasta, politisi, aktivis sosial, pekerja LSM dan lain-lain yang porsinya lebih kurang 20% dari jumlah lulusan. Keberhasilan dan eksistensi mereka pada bidangnya menunjukkan bahwa daya saing lulusan di luar bidang pendidikan patut dibanggakan dan menjadi indikator bahwa para alumni jurusan ini memiliki daya saing yang tinggi di masyarakat. Saat ini, kebutuhan akan lulusan Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia semakin meningkat, karena bahasa Indonesia bukan hanya menjadi mata pelajaran di sekolah-sekolah di Indonesia, namun juga menjadi mata pelajaran di sekolah dan universitas di luar negeri, seperti Australia, Amerika, RRC, dan lain-lain. Besarnya minat orang asing dalam mempelajari bahasa dan budaya Indonesia merupakan tantangan bagi jurusan ini untuk mengembangkan diri lebih kompetitif dan profesional. Untuk itu, di jurusan ini dikembangkan BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing). Setiap tahunnya jurusan ini menerima mahasiswa asing dari berbagai negara dan mereka menyatakan puas dengan pelayanan yang diberikan jurusan. 6. Pelayanan untuk mahasiswa a) Bantuan tutorial yang bersifat akademik Bimbingan studi adalah segala kegiatan yang berfungsi membantu mahasiswa dalam penyelesaian studinya. Bimbingan ini di antaranya meliputi bimbingan

25 dalam pengambilan program studi dan bimbingan dalam memecahkan masalah yang dihadapi oleh mahasiswa (Pedoman Akademik UPI, 2005: 31-32). Bentuan tutorial (bimbingan akademik) di Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dilakukan oleh dosen pembimbing akademik (dosen PA). Setiap dosen PA membimbing antara 15-18 mahasiswa. Dalam setiap semester mereka mengadakan pertemuan sekurangnya 3 kali. Namun, di luar itu, dosen PA melakukan bimbingan kepada para mahasiswa bimbingannya setiap saat sesuai kebutuhan. Posisi strategis dosen PA adalah dalam rangka membantu kegiatan akademik mahasiswa dan membantu menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi para mahasiswa selama menjadi mahasiswa. b) Informasi dan bimbingan karir Disadari bahwa tugas jurusan bukan hanya melahirkan sarjana, namun juga memberikan pelayanan dalam mengakses dunia kerja (karir) bagi para alumninya. Untuk itu, jurusan ini secara formal menjalin berbagai kerjasama dengan berbagai instansi dalam hal pemanfaatan alumni jurusan. Jurusan juga melakukan komunikasi yang kontinu dengan alumni yang belum bekerja dan menginformasikan setiap ada kesempatan kerja yang melalui jurusan. Jurusan bahasa Indonesia saat ini sedang menyiapkan website jurusan yang dihadapkan setiap informasi karir dapat disosialisasikan kepada para alumninya. Di samping itu, secara kelembagaan UPI informasi dan bimbingan karir dilakukan dengan mengakses potensi-potensi yang dimiliki UPT Bimbingan dan Konseling UPI serta lembaga Forum Komunikasi dan Konsultasi Dinamika SDM UPI (FKKD-SDM UPI) yang berada di bawah LPM UPI. Lembaga ini merupakan lembaga fasilitator UPI dengan dunia usaha dalam rangka menginformasikan setiap kesempatan lowongan kerja. Peran aktif jurusan dalam lembaga ini dilakukan dengan melibatkan beberapa orang dosen menjadi pengelola FKKD- SDM UPI sehingga setiap kesempatan akan terinformasikan kepada para mahasiswa dan alumni. Hal lain yang dilakukan jurusan adalah menguatkan jaringan alumni melalui IKA agar terbina komunikasi dan terbuka peluang dan akses bagi alumni muda.

26 c) Konseling pribadi dan sosial Konseling di jurusan ini dilakukan melalui berbagai lembaga, baik dosen PA, jurusan, maupun melalui UPT Layanan Bimbingan dan Konseling. Secara kelembagaan UPT ini menyelengarakan (1) penelusuran masalah-masalah umum mahasiswa, (2) orientasi studi dan pengenalan kampus (lingkungan belajar), (3) bimbingan akhlak, etika, moral dan budi pekerti, (4) informasi tentang narkoba, aids, dan permasalahannya, dan (5) konseling masalah-masalah sosial-pribadi (Pedoman Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling, 2001:15-16). Melalui upaya konseling dari berbagai pihak, terutama dosen PA yang merupakan organ paling dekat dengan mahasiswa diharapkan para mahasiswa dapat menyelesaikan persoalan-persoalan pribadi dan sosial yang dialami selama mereka menjadi mahasiswa. Upaya konseling selama ini yang dilakukan jurusan telah berhasil mengoptimalkan waktu studi para mahasiswa sehingga mereka bisa menyelesaikan pendidikan tepat waktunya. Tabel B.1 Deskripsi SWOT Komponen Kemahasiswaan Kekuatan (Strengths) Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia diseleksi melalui mekanisme Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru yang diselaksanakan dalam skala nasional. Dengan demikian, mahsiswa yang masuk ke Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia merupakan mahasiwa yang terseleksi secara ketat dengan tingkat persaingan yang tinggi. Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia sangat aktif dalam berbagai kegiatan kemahsiswaan. Hal ini memberikan peluang kepada mahasiswa untuk melakukan pembelajaran di luar kelas. Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ada yang memiliki prestasi tingkat nasional dalam bidang yang berkaitan dengan akademik. Hal ini secara tidak langsung dapat memotivasi mahasiswa yang lain untuk menunjukkan prestasinya. Tradisi kerjasama Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

27 dan Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dalam berbagai kegiatan menyebabkan hubungan antara dosen dan mahasiswa berlangsung baik. Hal ini berdampak pada terbentuknya suasana pembelajaran yang kondusif. Permintaan terhadap lulusan Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia tergolong sangat tinggi. Bahkan, ada beberapa di antaranya yang sudah bekerja sebelum menyelesaikan pekerjaannya. Proses pembimbingan akademik yang dilaksanakan dosen berjalan sangat baik. Kondisi ini sangat memungkinkan bagi Prodi untuk mendeteksi dan menangani masalah-masalah mahasiswa secara langsung dan cepat. Beasiswa yang tersedia untuk mahasiswa yang kurang mampu dan berprestasi sangat baik. Hal ini sangat membantu mahasiswa untuk menjaga keberlanjutan studinya. Kelemahan (Weakness) Proses pelacakan alumni masih dalam tahap rintisan. Sehingga data yang diperoleh Prodi tentang alumni belum menggambarkan kekuatan yang alumni sesungguhnya. Prodi belum memiliki program pengenalan lulusan kepada para pengguna lulusan. Saat ini, Prodi cenderung pasif untuk memasarkan lulusan. Prodi hanya melakukan kontak dengan lulusan apabila ada permintaan dari para pengguna lulusan. Peluang (Oppurtunities) Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dapat menjaring mahasiswa dengan kualitas yang sangat baik karena lahirnya UU Guru dan Dosen berdampak pada tingginya minat masyarakat untuk memilih bidang kependidikan sebagai profesi yang ideal. Perubahan status UPI menjadi PT BHMN memberikan kebebasan kepada Prodi untuk melibatkan mahasiwa dalam melaksanakan kegiatan yang menghasilkan pemasukan. Ancaman (Threats) Mahasiswa yang terlampau aktif dalam organisasi kemahasiswaan cenderung

28 terlambat menyelesaikan studinya Masalah-masalah non-akademik mahasiswa yang tidak terdeteksi Prodi dapat menyebabkan hambatan dalam menyelesaikan studinya.