BAB IV PERANCANGAN SISTEM

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV PERANCANGAN SISTEM

BAB IV PERANCANGAN SISTEM. Perancangan sistem adalah suatu gambaran sketsa sistem atau pengaturan dari

BAB IV PERANCANGAN SISTEM

BAB IV PERANCANGAN SISTEM. Perancangan sistem merupakan pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan

BAB IV PERANCANGAN SISTEM. Perancangan ini dibuat untuk ditunjukkan kepada user, programmer, atau ahli

BAB IV PERANCANGAN SISTEM. Perancangan sistem adalah suatu gambaran sketsa sistem atau pengaturan

BAB IV PERANCANGAN SISTEM

BAB IV PERANCANGAN SISTEM

BAB IV PERANCANGAN SISTEM

BAB IV PERANCANGAN SISTEM. Perancangan sistem adalah suatu gambaran sketsa sistem atau pengaturan dari

BAB IV PERANCANGAN SISTEM

BAB IV PERANCANGAN SISTEM

BAB IV PERANCANGAN SISTEM

BAB IV PERANCANGAN SISTEM

BAB IV PERANCANGAN SISTEM

BAB IV PERANCANGAN SISTEM

BAB IV PERANCANGAN SISTEM. fungsional dan persiapan untuk perancangan implementasi, menggambarkan

BAB IV PERANCANGAN SISTEM

BAB IV PERANCANGAN SISTEM

BAB IV PERANCANGAN SISTEM

/1. Flowmap Usulan Daftar Anggota

BAB IV PERANCANGAN SISTEM. Perancangan sistem adalah suatu gambaran sketsa sistem atau pengaturan

Gambar 4.1 Flowmap Usulan Pengecekan Berkas

BAB IV PERANCANGAN SISTEM. Perancangan sistem adalah suatu gambaran sketsa sistem atau pengaturan dari

BAB IV PERANCANGAN SISTEM. Perancangan proses merupakan proses usulan sebagai perbaikan dari proses

BAB IV PERANCANGAN SISTEM. dengan maksud untuk memenuhi kebutuhan para pengguna sistem. Suatu sistem yang

BAB IV PERANCANGAN SISTEM

BAB IV PERANCANGAN SISTEM

BAB IV PERANCANGAN SISTEM. yang stabil dan mudah dikembangkan di masa mendatang. Perancangan yang

1. Flowmap Usulan Penyewaan

BAB IV PERANCANGAN SISTEM. Dibawah ini adalah usulan prosedur kliring penyerahan sebagai berikut :

BAB IV PERANCANGAN SISTEM

BAB IV PERANCANGAN SISTEM

BAB IV PERANCANGAN SISTEM. baik mengenai sistem informasi pengelolaan data persediaan barang TOKO RIA

BAB IV PERANCANGAN SISTEM

BAB IV. Analisis dan Perancangan Sistem Analisis sistem Informasi Pensiun yang sedang berjalan di Dinas

BAB IV PERANCANGAN SISTEM

BAB IV PERANCANGAN SISTEM

BAB IV PERANCANGAN SISTEM. sebelum melakuan pengkodean kedalam suatu bahasa pemograman. Dalam

BAB IV PERANCANGAN SISTEM

BAB III PEMBAHASAN 3.1 Analisis sistem yang berjalan

BAB IV PERANCANGAN SISTEM

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. diketahui dan diidentifikasi sehingga dalam membangun perangkat lunak lebih

BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB IV PERANCANGAN SISTEM

BAB IV PERANCANGAN SISTEM

BAB IV ANALISIS KERJA PRAKTEK. sehingga menghambat kegiatan operasional dalam perusahaan.

BAB IV PERANCANGAN SISTEM

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. berjalan secara utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. sistem penjualan dan stok barang. Dengan menganalisis prosedur sistem yang

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Analisis dan perancangan sistem menggunakan perancangan terstruktur.

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. terhadap sistem yang sedang berjalan (Current sistem). Oleh karena itu kita perlu

BAB III ANALISIS SISTEM

BAB IV PERANCANGAN SISTEM

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Analisis sistem adalah penguraian dari sistem informasi yang utuh ke dalam

BAB IV ANALISIS PRAKTEK KERJA LAPANGAN

Pelanggan Admin Manager. Fotokopi ktp Fotokopi kk. Input data penjualan tunai. Cetak faktur tunai. Faktur tunai. Faktur di tandatangani.

BAB II LANDASAN TEORI

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. untuk mengetahui lebih jelas bagaimana cara kerja sistem tersebut dan masalah

BAB IV PERANCANGAN SISTEM

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM Analisis system adalah suatu proses yang dilakukan oleh peneliti agar dapat memahami

SISTEM INFORMASI PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) DI BADAN ARSIP DAERAH SUMATERA SELATAN DI PALEMBANG MENGGUNAKAN DELPHI 2007 DAN SQL SERVER 2008

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasi dan

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. memenuhi kebutuhan akan data suatu sistem yang sedang berjalan di suatu

BAB IV PERANCANGAN SISTEM

BAB IV PERANCANGAN. dengan proses yang ditentukan, berikut ini adalah tahapan tahapan dari proses. 1. Rancangan Bagan Alir Document ( Flow Map )

BAB IV PERANCANGAN SISTEM

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. bagian-bagian komponen dengan maksud untuk mengidentifikasi dan

BAB IV PERANCANGAN SISTEM. memberikan gambaran kepada pemakai (user) mengenai sistem yang baru

BAB IV ANALISIS KERJA PRAKTEK

BAB IV PERANCANGAN SISTEM. sebelum melakukan coding kedalam suatu bahasa pemograman. Dalam

BAB IV ANALISIS PERANCANGAN SISTEM

BAB IV PERANCANGAN SISTEM

BAB IV PERANCANGAN SISTEM. mengembangkan solusi yang terbaik bagi permasalahan. perancangan sistem

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. itu analisis sistem yang berjalan merupakan tahapan penting dalam rangka

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Analisis sistem yang berjalan pada PT. Rajawali Neon bertujuan untuk

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III PEMBAHASAN. Pembahasan yang kami lakukan pada kerja praktek di PT. Malayandi Tour & Travel hanya mengenai karyawan tetap saja.

KATA PENGANTAR. Bandung, 03 Agustus Penulis

BAB III PEMBAHASAN. Dalam pembuatan sistem informasi pengarsipan surat ini mempunyai dua

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. informasi yang utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB II LANDASAN TEORI

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Penulis melakukan penelitian pada Toko Nada Bandung yang beralamat di

BAB IV PERANCANGAN SISTEM

4.1.1 Perancangan Flowmap Yang Diusulkan. 1. Prosedur Surat Masuk Yang Diusulkan

DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL... i. HALAMAN PENGESAHAN... ii. HALAMAN PERSEMBAHAN... iii. MOTTO... iv. KATA PENGANTAR... v. DAFTAR ISI...

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. membentuknya. Selanjutnya mengidentifikasi dan mengevaluasi permasalahan

Transkripsi:

51 BAB IV PERANCANGAN SISTEM Perancangan sistem adalah suatu gambaran sketsa sistem atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah kedalam kesatuan yang utuh dan berfungsi. Perancangan ini dibuat untuk ditujukan kepada pemakai, perancang sistem atau ahli analisa atau ahli yang berhubungan dengan perancangan ini, perancangan sistem dibuat berdasarkan masukan dari hasil analisa untuk menyelesaikan permasalahan yang ada pada tahap analisa. Untuk membuat suatu sistem informasi yang memiliki kemampuan handal, maka perlu sebuah perancangan sistem dengan tujuan untuk memperbaiki masalah yang terjadi. Perancangan sistem secara umum bertujuan untuk memberikan gambaran secara umum kepada pemakai sistem yang baru dan juga merupakan persiapan dari rancangan terperinci dengan mengidentifikasi komponen komponen sistem informasi. Rancangan ini meliputi Flow Map yang diusulkan, Diagram Konteks, Data Flow Diagram, Entity Relationship Diagram, Struktur Program, Rancangan Input,Rancangan Proses dan RancanganOutput.

52 4.1. Prosedur Usulan Perhitungan Harga Pokok Produksi dengan Metode Full Costing Dibawah ini adalah prosedur perhitungan harga pokok produksi dengan metode full costing yang diusulkan pada PT. Bobo Bakery sebagai berikut ; a. Bagian logistik membuat surat pengajuan dana dan diserahkan ke bagian keuangan. b. Bagian keuangan menyerahkan surat pengajuan dana tersebut ke pimpinan untuk disetujui, jika di setujui maka akan diserahkan ke bagian keuangan setelah ditanda tangani dan jika tidak surat pengajuan dana tersebut akan dikembalikan ke bagian logistik. c. Bagian keuangan akan membuat kwitansi dalam rangkap dua untuk bagian logistik tanda tangan sebagai bukti pengeluaran uang oleh bagian keuangan dan sebagai tanda terima uang oleh bagian logistik. d. Setelah ditanda tangani kwitansi rangkap pertama diarsip dan rangkap kedua untuk bagian logistik. e. Kemudian setelah terima kwitansi bagian keuangan akan mengeluarkan dana untuk bagian logistik. f. Bagian logistik menggunakan dana tersebut dan mengembalikan dalam bentuk bukti ataupun nota. g. Nota / bukti yang diterima bagian keuangan akan dicatat ke buku kas dan buku kas beserta nota akan diserahkan kepada bagian pembukuan untuk dicek kemudian diinput kedalam database PT. BB.

53 h. Setelah diinput biaya yang dikeluarkan, bagian pembukuan akan mencetak laporan biaya dan mengecek biaya sebenarnya. i. Setelah mengecek biaya sebenarnya akan menghasilkan data biaya terpakai. j. Bagian pembukuan menginput data biaya terpakai ke dalam database PT. BB dan mencetak laporan harga pokok dua rangkap kemudian diserahkan ke pimpinan. k. Pimpinan akan meneliti laporan tersebut, jika pimpinan menyetujuinya ia akan menandatangani dan rangkap kedua dikembalikan ke bagian pembukuan tetapi jika ia tidak menyetujuinya maka akan dikembalikan dua rangkap ke bagian pembukuan tanpa tanda tangan. Untuk lebih jelasnya, lihat flowmap usulan perhitungan harga pokok metode full costing berikut ini:

54 BAGIAN LOGISTIK BAGIAN KEUANGAN BAGIAN PEMBUKUAN PIMPINAN SURAT PENGAJUAN DANA SURAT PENGAJUAN DANA KWITANSI SURAT PENGAJUAN DANA NOTA T SETUJU Y TTD BUAT KWIT ANSI BUKU KAS TTD KWITANSI BUAT NOTA 2 KWITANSI KWITANSI 2 INPUT PT. BB CETAK LAPORAN BIAYA SURAT PENGAJUAN DANA LAPORAN HARGA POKOK 2 NOTA NOTA LAPORAN BIAYA T SETUJU CATA T BUKU KAS PENG ECEK AN BIAYA Y TTD BUKU KAS DATA BIAYA TERPAKAI LAPORAN HARGA POKOK 2 INPUT PT. BB CETAK LAPORAN HARGA POKOK LAPORAN HARGA POKOK 2 LAPORAN HARGA POKOK Gambar 4.1 Flowmap Usulan Perhitungan Harga Pokok Metode Full Costing

55 4.2. Diagram Konteks Diagram konteks adalah diagram yang menggambarkan hubungan antara entitas eksternal dengan sistem. Dimana data yang diinputkan oleh bagian entitas eksternal akan diproses di dalam sistem dan akan menghasilkan laporan yang diinginkan oleh entitas eksternal tersebut. Gambar 4.2 Diagram Konteks

56 4.3. Data Flow Diagram Data Flow Diagram (DFD) adalah diagram yang digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang sudah jadi atau sistem yang baru dirancang yang akan dikembangkan secara logika, tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik kemana data tersebut disimpan. Disamping itu Data Flow Diagram (DFD) juga dapat menggambarkan arus data yang terstruktur dan jelas dari mulai pengisian data sampai dengan keluarannya. Arus data pada Data Flow Diagram (DFD) ini dapat berupa masukan untuk sistem atau keluaran dari sistem, sehingga akan menghasilkan sebuah keluaran yang akan disampaikan pada pengguna atau penerima sistem.

57 Gambar 4.3 Data Flow Diagram Level 0 Dari DFD Level 0 diatas terdapat tujuh proses yang dapat dijabarkan sebagai berikut : a. Proses 1.0 adalah proses pengajuan dana yang langsung berhubungan dengan tabel data produk. b. Proses 2.0 adalah proses pengeluaran dana yang langsung berhubungan dengan tabel add biaya. c. Proses 3.0 adalah proses perhitungan biaya bahan baku yang langsung berhubungan dengan tabel biaya.

58 d. Proses 4.0 adalah proses pengecekan biaya tenaga kerja yang langsung berhubungan dengan tabel tenaga kerja. e. Proses 5.0 adalah proses penginputan jam kerja mesin yang langsung berhubungan dengan tabel jam kerja mesin. f. Proses 6.0 adalah proses perhitungan biaya overhead pabrik yang langsung berhubungan dengan tabel overhead pabrik. g. Proses 7.0 adalah proses perhitungan harga pokok yang langsung berhubungan dengan tabel harga pokok. h. Proses 8.0 adalah proses cetak yang akan mencetak laporan kepada pihak yang membutuhkan. Data Flow Diagram level 1 merupakan penurunan dari proses yang terjadi pada level 0 lebih secara terperinci, pada Aplikasi Perhitungan Harga Pokok Produksi dengan Metode Full Costing untuk Menentukan Biaya Produksi PT. Bobo Bakery uraian proses yang terjadi seperti berikut ini :

59 Gambar 4.4 Data Flow Diagram Level 1 Proses 1 Data Flow Diagram Level 1 proses 1.0 terdiri dari beberapa proses diantaranya sebagai berikut : a. Proses 1.1 Input Data Produk adalah proses penginputan data produk ke dalam tabel produk. b. Proses 1.2 Edit Data Produk adalah proses perubahan data produk yang sudah tersimpan dalam tabel produk, dengan cara mengambilnya dari tabel kemudian diubah dan disimpan kembali kedalam tabel produk.

60 c. Proses 1.3 Search Data Produk adalah proses pencarian data produk yang tersimpan di tabel produk. d. Proses 1.4 Delete Data Produk adalah proses penghapusan per record data proyek yang tersimpan di tabel produk. Gambar 4.5 Data Flow Diagram Level 1 Proses 2 Data Flow Diagram Level 1 proses 2.0 terdiri dari beberapa proses diantaranya sebagai berikut : a. Proses 2.1 Input Data Pengeluaran Dana adalah proses penginputan data pengeluaran dana ke dalam tabel add biaya. b. Proses 2.2 Edit Data Pengeluaran Dana adalah proses perubahan data pengeluaran dana yang sudah tersimpan dalam tabel add biaya, dengan cara

61 mengambilnya dari tabel kemudian diubah dan disimpan kembali kedalam tabel add biaya. c. Proses 2.3 Search Data Pengeluaran Dana adalah proses pencarian data pengeluaran dana yang tersimpan di tabel add biaya. d. Proses 2.4 Delete Data Pengeluaran Dana adalah proses penghapusan per record data pengeluaran dana yang tersimpan di tabel add biaya. Gambar 4.6 Data Flow Diagram Level 1 Proses 3 Data Flow Diagram Level 1 proses 3.0 terdiri dari beberapa proses diantaranya sebagai berikut :

62 a. Proses 3.1 Input Data Biaya adalah proses penginputan data biaya ke dalam tabel biaya. b. Proses 3.2 Edit Data Biaya adalah proses perubahan data biaya yang sudah tersimpan dalam tabel biaya, dengan cara mengambilnya dari tabel kemudian diubah dan disimpan kembali kedalam tabel biaya. c. Proses 3.3 Search Data Biaya adalah proses pencarian data biaya yang tersimpan di tabel biaya. d. Proses 3.4 Delete Data Biaya adalah proses penghapusan per record data biaya yang tersimpan di tabel biaya. Gambar 4.7 Data Flow Diagram Level 1 Proses 4

63 Data Flow Diagram Level 1 proses 4.0 terdiri dari beberapa proses diantaranya sebagai berikut : a. Proses 4.1 Input Data BTK adalah proses penginputan data BTK ke dalam tabel tenaga kerja. b. Proses 4.2 Edit Data BTK adalah proses perubahan data BTK yang sudah tersimpan dalam tabel tenaga kerja, dengan cara mengambilnya dari tabel kemudian diubah dan disimpan kembali kedalam tabel tenaga kerja. c. Proses 4.3 Search Data BTK adalah proses pencarian data BTK yang tersimpan di tabel tenaga kerja. d. Proses 4.4 Delete Data BTK adalah proses penghapusan per record data BTK yang tersimpan di tabel tenaga kerja.

64 Gambar 4.8 Data Flow Diagram Level 1 Proses 5 Data Flow Diagram Level 1 proses 5.0 terdiri dari beberapa proses diantaranya sebagai berikut : a. Proses 5.1 Input Data Jam Kerja Mesin adalah proses penginputan data jam kerja mesin ke dalam tabel jam kerja mesin. b. Proses 5.2 Edit Data Jam Kerja Mesin adalah proses perubahan data jam kerja mesin yang sudah tersimpan dalam tabel jam kerja mesin, dengan cara mengambilnya dari tabel kemudian diubah dan disimpan kembali kedalam tabel jam kerja mesin.

65 c. Proses 5.3 Search Data Jam Kerja Mesin adalah proses pencarian data jam kerja mesin yang tersimpan di tabel jam kerja mesin. d. Proses 5.4 Delete Data Jam Kerja Mesin adalah proses penghapusan per record data jam kerja mesin yang tersimpan di tabel jam kerja mesin. Gambar 4.9 Data Flow Diagram Level 1 Proses 6 Data Flow Diagram Level 1 proses 6.0 terdiri dari beberapa proses diantaranya sebagai berikut : a. Proses 6.1 Input Data BOP adalah proses penginputan data BOP ke dalam tabel overhead pabrik.

66 b. Proses 6.2 Edit Data BOP adalah proses perubahan data BOP yang sudah tersimpan dalam tabel overhead pabrik, dengan cara mengambilnya dari tabel kemudian diubah dan disimpan kembali kedalam tabel overhead pabrik. c. Proses 6.3 Search Data BOP adalah proses pencarian data BOP yang tersimpan di tabel overhead pabrik. d. Proses 6.4 Delete Data BOP adalah proses penghapusan per record data BOP yang tersimpan di tabel overhead pabrik. Gambar 4.10 Data Flow Diagram Level 1 Proses 7 Data Flow Diagram Level 1 proses 7.0 terdiri dari beberapa proses diantaranya sebagai berikut :

67 a. Proses 7.1 Penambahan BBB dan BTK adalah proses penambahan biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja ke dalam tabel harga pokok. b. Proses 7.2 Kemudian ditambah dengan BOP adalah proses penambahan hasil dari penambahan biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja dengan BOP kedalam tabel harga pokok. c. Proses 7.3 Hasilnya dibagi jumlah produksi adalah proses pembagian hasil penambahan biaya bahan baku, biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik dengan jumlah produksi kedalam tabel harga pokok. 4.4. Entity Relationship Diagram (ERD) Entity Relationship Diagram(ERD) atau Diagram antar Entitas adalah suatu diagram yang menggambarkan hubungan objek data yang disimpan yang ada dalam suatu sistem secara konseptual. Objek Data adalah objek yang dapat dicatat atau direkam atau segala sesuatu yang ada dan dapat dibedakan entitas dapat berupa orang, benda, tempat, peristiwa atau konsep yang bisa diolah untuk menghasilkan informasi, rancangan, diagram entitas ini dibuat menurut data yang ada sehingga dapat menjelaskan hubungan data data. Atribut yang berhubungan dengan perangkat lunak Aplikasi Perhitungan Harga Pokok Produksi dengan Metode Full Costing untuk Menentukan Biaya Produksi PT. Bobo Bakery dapat digambarkan sebagai berikut :

68 Gambar 4.11 Entity Relationship Diagram (ERD) 4.5. Perancangan Struktur Tabel Dalam pembuatan suatu program suatu relasi antar tabel sangat mendukung berhasilnya suatu pemograman. Maka relasi antar tabel akan ditampilkan sebagai berikut: Gambar 4.12 Rancangan Struktur Relasi Antar Tabel

69 4.6. Perancangan Struktur File Didalam pembuatan program dibutuhkan suatu spesifikasi file yang dimaksudkan untuk dapat melakukan kegiatan kegiatan dalam pengaturan dan pencarian data dan pembuatan laporan yang dapat mempermudah kerja sistem komputer. Untuk itu sistem pengolahan data ini membutuhkan spesifikasi file untuk mempermudah dalam melakukan pemrograman, yang dapat dilihat dari tabel tabel berikut ini : Nama Tabel : Produk Primary Key : Kode_Produk Tabel 4.1 Struktur File Produk No Nama_Field Tipe Ukuran Keterangan 1 Kode_Produk Text 5 Kode dari suatu produk 2 Nama_Produk Text 20 Nama dari suatu produk 3 Komposisi Text 50 Komposisi dari suatu produk Nama Tabel : AddBiaya Primary Key : Kode_Pds Tabel 4.2 Struktur File AddBiaya No Nama_Field Tipe Ukuran Keterangan 1 Kode_Pds Text 7 Kode suatu produksi 2 Nama_Produk Text 20 Nama dari suatu produk 3 Qty_Tepung Text 3 Quantity tepung

70 4 Satuan_Tepung Currency - Harga satuan tepung 5 Qty_Mentega Text 3 Quantity mentega 6 Satuan_Mentega Currency - Harga satuan mentega 7 Qty_Gula Text 3 Quantity gula 8 Satuan_ Gula Currency - Harga satuan gula 9 Qty_SusuBubuk Text 3 Quantity susu bubuk 10 Satuan_ SusuBubuk Currency - Harga satuan susu bubuk 11 Qty_Telur Text 3 Quantity telur 12 Satuan_ Telur Currency - Harga satuan telur 13 Qty_Lain Text 3 Quantity bahan lainnya 14 Satuan_Lain Currency - Harga satuan bahan lainnya 15 Keterangan Text 50 Keterangan bahan lainnya Nama Tabel : Biaya Primary Key : Kode_Pds Tabel 4.3 Struktur File Biaya No Nama_Field Tipe Ukuran Keterangan 1 Kode_Pds Text 7 Kode dari suatu produksi 2 Resep Text 2 Jumlah resep yang dibuat 3 Qty Text 4 Jumlah quantity yang dihasilkan 4 Tgl_Biaya Date/Time - Tanggal biaya digunakan 5 Kode_Produk Text 3 Kode dari suatu produk 6 Nama_Produk Text 20 Nama dari suatu produk 7 Tepung Currency - Jumlah harga tepung 8 Mentega Currency - Jumlah harga mentega 9 Gula Currency - Jumlah harga gula 10 Susu_Bubuk Currency - Jumlah harga susu bubuk 11 Telur Currency - Jumlah harga tepung 12 Lainnya Currency - Jumlah harga lainnya 13 Total Currency - Total biaya bahan baku

71 Nama Tabel : Tenaga_Kerja Primary Key : Kode_Pds Tabel 4.4 Struktur File Tenaga Kerja No Nama_Field Tipe Ukuran Keterangan 1 Kode_Pds Text 7 Kode dari suatu produksi 2 Resep Text 2 Jumlah resep yang dibuat 3 Qty Text 4 Jumlah quantity yang dihasilkan 4 Jlh_TKT Text 3 Jumlah tenaga kerja tetap 5 JK_TKT Text 3 Jam kerja tenaga kerja tetap 6 Upah_TKT Currency - Upah tenaga kerja tetap 7 JK_TKT_Lembur Text 3 Jam lembur tenaga kerja tetap 8 Upah_TKT_Lembur Currency - Upah lembur tenaga kerja tetap 9 Jlh_TKH Text 3 Jumlah tenaga kerja harian 10 JK_TKH Text 3 Jam kerja tenaga kerja harian 11 Upah_TKH Currency - Upah tenga kerja harian 12 JK_TKH_Lembur Text 3 Jam lembur tenaga kerja harian 13 Upah_TKH_Lembur Currency - Upah lembur tenaga kerja harian 14 Total_BTK Currency - Jumlah biaya tenaga kerja Nama Tabel : Jam_Kerja_Mesin Primary Key : Kode_Pds Tabel 4.5 Struktur File Jam Kerja Mesin No Nama_Field Tipe Ukuran Keterangan 1 Kode_Pds Text 7 Kode dari suatu produksi 2 JK_Roll Currency - Jam kerja mesin roll 3 H_Roll Currency - Harga mesin roll 4 JK_Mixer Currency - Jam kerja mesin mixer 5 H_Mixer Currency - Harga mesin mixer

72 6 JK_Packing Currency - Jam kerja mesin packing 7 H_Packing Currency - Harga mesin packing 8 JK_Baking Currency - Jam kerja mesin baking 9 H_Baking Currency - Harga mesin baking 10 JK_Pengiris Currency - Jam kerja mesin pengiris 11 H_Pengiris Currency - Harga mesin pengiris Nama Tabel : Overhead_pabrik Primary Key : Kode_Pds Tabel 4.6 Struktur File Overhead Pabrik No Nama_Field Tipe Ukuran Keterangan 1 Kode_Pds Text 7 Kode dari suatu produksi 2 Resep Text 2 Jumlah resep yang dibuat 3 Qty Text 4 Jumlah quantity yang dihasilkan 4 M_Roll Currency - Nominal mesin roll 5 M_Mixer Currency - Nominal mesin mixer 6 M_Packing Currency - Nominal mesin packing 7 M_Baking Currency - Nominal mesin baking 8 M_Pengiris Currency - Nominal mesin pengiris 9 Total_BOP Currency - Total biaya overhead pabrik Nama Tabel : Harga_Pokok Primary Key : Kode_Pds Tabel 4.7 Struktur File Harga Pokok No Nama_Field Tipe Ukuran Keterangan 1 Tgl_Pds Date/Time - Tanggal produksi 2 Kode_Pds Text 7 Kode dari suatu produksi 3 Nama_Produk Text 20 Nama dari suatu produk 4 Total_BBB Currency - Total biaya bahan baku

73 5 Total _BTK Currency - Total biaya tenaga kerja 6 Total _BOP Currency - Total biaya overhead pabrik 7 Total Currency - Total biaya produksi 8 Jlh_Pds Text 5 Jumlah yang diproduksi 9 HPP Currency - Harga pokok produksi Kamus Data Tabel 4.8 Kamus Data Produk Tabel Produk Kode_Produk Nama_Produk Komposisi Kode produk yang akan dipanggil ke tabel biaya Nama produk yang akan dipanggil ke tabel biaya dan harga_pokok Komposisi dari suatu produk Tabel 4.9 Kamus Data AddBiaya Tabel AddBiaya Kode_Pds Nama_Produk Qty_Tepung Satuan_Tepung Qty_Mentega Satuan_Mentega Qty_Gula Satuan_ Gula Qty_SusuBubuk Satuan_ SusuBubuk Qty_Telur Satuan_ Telur Qty_Lain Kode produksi yang akan dipanggil ke tabel biaya, tenaga_kerja, jam_kerja_mesin, overhead_pabrik dan harga_pokok. Nama produk yang dipanggil dari tabel produk Quantity tepung Harga satuan tepung Quantity mentega Harga satuan mentega Quantity gula Harga satuan gula Quantity susu bubuk Harga satuan susu bubuk Quantity telur Harga satuan telur Quantity bahan lainnya

74 Satuan_Lain Keterangan Harga satuan bahan lainnya Keterangan bahan lainnya Tabel 4.11 Kamus Data Biaya Tabel Biaya Kode_Pds Resep Qty Tgl_Biaya Kode_Produk Nama_Produk Tepung Mentega Gula Susu_Bubuk Telur Lainnya Total Kode produksi yang berhubungan dengan tabel addbiaya Jumlah resep yang akan dipanggil ke tabel tenaga_kerja, jam_kerja_mesin, overhead_pabrik dan harga_pokok. Jumlah quantity yang akan dipanggil ke tabel tenaga_kerja, jam_kerja_mesin, overhead_pabrik dan harga_pokok. Tanggal biaya digunakan Kode dari suatu produk Nama dari suatu produk Jumlah harga tepung Jumlah harga mentega Jumlah harga gula Jumlah harga susu bubuk Jumlah harga tepung Jumlah harga lainnya Total biaya bahan baku yang akan dipanggil ke tabel harga_pokok. Tabel 4.12 Kamus Data Tenaga_Kerja Tabel Tenaga_Kerja Kode_Pds Resep Qty Jlh_TKT JK_TKT Upah_TKT JK_TKT_Lembur Upah_TKT_Lembur Jlh_TKH Kode produksi yang dipanggil dari tabel addbiaya. Jumlah resep yang dipanggil dari tabel biaya. Jumlah quantity yang dipanggil dari tabel biaya. Jumlah tenaga kerja tetap Jam kerja tenaga kerja tetap Upah tenaga kerja tetap Jam lembur tenaga kerja tetap Upah lembur tenaga kerja tetap Jumlah tenaga kerja harian

75 JK_TKH Upah_TKH JK_TKH_Lembur Upah_TKH_Lembur Total_BTK Jam kerja tenaga kerja harian Upah tenga kerja harian Jam lembur tenaga kerja harian Upah lembur tenaga kerja harian Jumlah biaya tenaga kerja yang akan dipanggil ke tabel harga_pokok. Tabel 4.13 Kamus Data Jam_Kerja_Mesin Tabel Jam_Kerja_Mesin Kode_Pds JK_Roll H_Roll JK_Mixer H_Mixer JK_Packing H_Packing JK_Baking H_Baking JK_Pengiris H_Pengiris Kode produksi yang dipanggil dari tabel addbiaya. Jam kerja mesin roll Harga mesin roll Jam kerja mesin mixer Harga mesin mixer Jam kerja mesin packing Harga mesin packing Jam kerja mesin baking Harga mesin baking Jam kerja mesin pengiris Harga mesin pengiris Tabel 4.14 Kamus Data Overhead_pabrik Tabel Overhead_pabrik Kode_Pds Resep Qty M_Roll M_Mixer M_Packing M_Baking M_Pengiris Total_BOP Kode produksi yang dipanggil dari tabel addbiaya. Jumlah resep yang dipanggil dari tabel biaya. Jumlah quantity yang dipanggil dari tabel biaya. Nominal mesin roll Nominal mesin mixer Nominal mesin packing Nominal mesin baking Nominal mesin pengiris Total biaya overhead pabrik yang akan dipanggil ke tabel harga_pokok,

76 Tabel 4.15 Kamus Data Harga_Pokok Tabel Harga_Pokok Tgl_Pds Kode_Pds Nama_Produk Total_BBB Total _BTK Total _BOP Total Jlh_Pds HPP Tanggal produksi yang dipanggil dari tabel biaya Kode produksi yang dipanggil dari tabel addbiaya. Nama yang dipanggil dari tabel biaya Total biaya bahan baku yang dipanggil dari tabel biaya. Total biaya tenaga kerja yang dipanggil dari tabel tenaga_kerja. Total biaya overhead pabrik yang dipanggil dari tabel overhead_pabrik. Total biaya produksi. Jumlah yang diproduksi yang dipanggil dari tabel biaya. Harga pokok produksi. 4.7. Perancangan Struktur Program Struktur program adalah suatu konsep pembuatan yang mempunyai fungsi utuk mengelompokkan instruksi kedalam sub program fungsional dimana setiap sub program tersebut memiliki tugas dan fungsi tertentu yang digunakan untuk mendukung dari keseluruhan program yang dibuat. Struktur program yang dibuat adalah sebagai berikut :

77 Gambar 4.13 Struktur Program Aplikasi Perhitungan HPP PT. Bobo Bakery 4.8. Perancangan Struktur Menu Struktur menu merupakan bentuk umum dalam suatu perancangan aplikasi yang dapat memudahkan pengguna dalam menggunakan sistem yang dibangun. Dengan adanya struktur menu ini, maka proses pengolahan data diharapkan lebih

78 cepat dilakukan, sehingga keterlambatan dalam penyajian data dapat ditekan seminimal mungkin. Gambar 4.14 Struktur Menu Aplikasi Perhitungan HPP PT. Bobo Bakery

79 4.8.1. Rancangan Input Rancangan input adalah rancangan dari dokumen dasar yang digunakan untuk merekap data yang digunakan. Perancangan input meliputi bentuk dokumen dokumen input yang akan digunakan untuk menangkap data input. Gambar 4.15 Design Login

80 Gambar 4.16 Design Input Produk Gambar 4.17 Design Input Biaya

81 Gambar 4.18 Design Input Biaya Tenaga Kerja Gambar 4.19 Design Input Biaya Overhead Pabrik

82 Gambar 4.20 Design Input Harga Pokok Produksi 4.8.2. Rancangan Output Rancangan output adalah rancangan dalam bentuk laporan dari hasil pemrosesan input yang diterima dari sistem pengolahan data tersebut. Untuk menentukan rancangan keluaran diperlukan kecermatan, ketelitian dan kesabaran dengan harapan keluaran yang dihasilkan merupakan laporan laporan yang akurat dan relevan serta dapat dimengertikan oleh pemakainya.

83 Gambar 4.21 Design Output Laporan Produk Gambar 4.22 Design Output Laporan Rincian Bahan Baku

84 Gambar 4.23 Design Output Laporan Biaya Bahan Baku Gambar 4.24 Design Output Laporan Biaya Tenaga Kerja

85 Gambar 4.25 Design Output Laporan Biaya Overhead Pabrik Gambar 4.26 Design Output Laporan Jam Kerja Mesin

Gambar 4.27 Design Output Laporan Harga Pokok Produksi 86