OPTICAL CHARACTER RECOGNIZATION (OCR)

dokumen-dokumen yang mirip
BAB VIII JARINGAN SYARAF TIRUAN

PENGENAL HURUF TULISAN TANGAN MENGGUNAKAN JARINGAN SARAF TIRUAN METODE LVQ (LEARNING VECTOR QUANTIZATION) By. Togu Sihombing. Tugas Ujian Sarjana

JARINGAN SYARAF TIRUAN

Jaringan Syaraf Tiruan

SIMULASI PENGENALAN TULISAN MENGGUNAKAN LVQ (LEARNING VECTOR QUANTIZATION )

Jaringan syaraf dengan lapisan tunggal

PENGENALAN AKSARA JAWAMENGGUNAKAN LEARNING VECTOR QUANTIZATION (LVQ)

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

JARINGAN SARAF TIRUAN (ARTIFICIAL NEURAL NETWORK) ERWIEN TJIPTA WIJAYA, ST, M.KOM

Architecture Net, Simple Neural Net

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

APLIKASI PENGENALAN POLA DAUN MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF LEARNING VECTOR QUANTIFICATION UNTUK PENENTUAN TANAMAN OBAT

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

lalu menghitung sinyal keluarannya menggunakan fungsi aktivasi,

ARTIFICIAL NEURAL NETWORK TEKNIK PERAMALAN - A

BAB 2 LANDASAN TEORI

SATIN Sains dan Teknologi Informasi

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

DAFTAR ISI. Halaman Judul. Lembar Pengesahan Pembimbing. Lembar Pengesahan Penguji. Halaman Persembahan. Halaman Motto. Kata Pengantar.

Perbandingan Antara Metode Kohonen Neural Network dengan Metode Learning Vector Quantization Pada Pengenalan Pola Tandatangan

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

IMPLEMENTASI SEGMENTASI CITRA DAN ALGORITMA LEARNING VECTOR QUANTIZATION (LVQ) DALAM PENGENALAN BENTUK BOTOL

Jaringan Syaraf Tiruan

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 2 LANDASAN TEORI

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UIN SUSKA RIAU. IIS AFRIANTY, ST., M.Sc

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

SISTEM PENGENALAN KARAKTER DENGAN JARINGAN SYARAF TIRUAN ALGORITMA PERCEPTRON

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB II NEURAL NETWORK (NN)

BAB 2 LANDASAN TEORI. fuzzy logic dengan aplikasi neuro computing. Masing-masing memiliki cara dan proses

BAB 2 LANDASAN TEORI. Pengenalan suara (voice recognition) dibagi menjadi dua jenis, yaitu

PENGENALAN POLA KEPUASAN MAHASISWA TERHADAP KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR (STUDI KASUS DI STMIK AKAKOM YOGYAKARTA) Abstrak

UKDW BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

PEMANFAATAN NEURAL NETWORK PERCEPTRON PADA PENGENALAN POLA KARAKTER

RANCANG BANGUN TOOL UNTUK JARINGAN SYARAF TIRUAN (JST) MODEL PERCEPTRON

Jaringan Syaraf Tiruan

MODEL N EURON NEURON DAN

PREDIKSI PENDAPATAN ASLI DAERAH KALIMANTAN BARAT MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION

Penerapan Learning Vector Quantization Penentuan Bidang Konsentrasi Tugas Akhir (Studi Kasus: Mahasiswa Teknik Informatika UIN Suska Riau)

BAB II MODEL NEURON DAN ARSITEKTUR JARINGAN

PENYELESAIAN MASALAH TRAVELING SALESMAN PROBLEM DENGAN JARINGAN SARAF SELF ORGANIZING

MODEL PEMBELAJARAN JARINGAN SYARAF TIRUAN UNTUK OTOMATISASI PENGEMUDIAN KENDARAAN BERODA TIGA

Jaringan Syaraf Tiruan. Disusun oleh: Liana Kusuma Ningrum

Neural Network (NN) Keuntungan penggunaan Neural Network : , terdapat tiga jenis neural network Proses Pembelajaran pada Neural Network

PENERAPAN METODE LEARNING VECTOR QUANTIZATION (LVQ) PADA PREDIKSI JURUSAN DI SMA PGRI 1 BANJARBARU

BAB III PERANCANGAN SISTEM

APLIKASI JARINGAN SYARAF TIRUAN UNTUK MEMPREDIKSI VOLUME PEMAKAIAN AIR BERSIH DI KOTA PONTIANAK

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

IDENTIFIKASI JENIS BATU AKIK MENGGUNAKAN METODE LEARNING VEKTOR QUANTIZATION (LVQ)

PEMANFAATAAN BIOMETRIKA WAJAH PADA SISTEM PRESENSI MENGGUNAKAN BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK

Realisasi Pengenalan Tulisan Tangan Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan dengan Metode Kohonen

1.1. Jaringan Syaraf Tiruan

VIII.PENGANTAR JARINGAN SYARAF TIRUAN (JST)

IDENTIFIKASI CITRA BILANGAN DESIMAL 0-9 BERBASIS LEARNING VECTOR QUANTIZATION SECARA REAL TIME

Gambar 2.1 Neuron biologi manusia (Medsker & Liebowitz, 1994)

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

APLIKASI JARINGAN SYARAF TIRUAN UNTUK MEMPREDIKSI PENYAKIT SALURAN PERNAFASAN DENGAN METODE BACKPROPAGATION

BAB II LANDASAN TEORI

Jurnal Ilmiah Komputer dan Informatika (KOMPUTA)

Program Pilihan Ganda Sederhana dengan Java

IMPLEMENTASI PENGOLAHAN CITRA DAN ALGORITMA LVQ UNTUK PENGENALAN POLA BUKU

Sebelumnya... Pembelajaran Mesin/Machine Learning Pembelajaran dengan Decision Tree (ID3) Teori Bayes dalam Pembelajaran

APLIKASI JARINGAN SARAF TIRUAN UNTUK INVENTARISASI LUAS SUMBER DAYA ALAM STUDI KASUS PULAU PARI

Pengenalan Karakter Tulisan Tangan Latin pada Jaringan Saraf Tiruan Metode Backpropagation dengan Input Citra Kamera Digital

PENGENALAN HURUF JAWA MENGGUNAKAN METODE LEARNING VECTOR QUANTIZATION (LVQ)

JARINGAN SYARAF TIRUAN (ARTIFICIAL NEURAL NETWORK) Pertemuan 11 Diema Hernyka Satyareni, M.Kom

Oleh: Ulir Rohwana ( ) Dosen Pembimbing: Prof. Dr. H. M. Isa Irawan, M.T.

Penerapan Jaringan Saraf Tiruan Metode Backpropagation Menggunakan VB 6

LEARNING VECTOR QUANTIZATION UNTUK PREDIKSI PRODUKSI KELAPA SAWIT PADA PT. PERKEBUNAN NUSANTARA I PULAU TIGA

KLASIFIKASI POLA HURUF VOKAL DENGAN MENGGUNAKAN JARINGAN SARAF TIRUAN BACKPROPAGATION. Dhita Azzahra Pancorowati

APLIKASI JARINGAN SYARAF TIRUAN UNTUK MEMPREDIKSI PENJUALAN OBAT Pada PT. METRO ARTHA PRAKARSA MENERAPKAN METODE BACKPROPAGATION

Architecture Net, Simple Neural Net

JARINGAN SYARAF TIRUAN MENGGUNAKAN ALGORITMA BACKPROPAGATION UNTUK MEMPREDIKSI NILAI UJIAN AKHIR SEKOLAH (STUDI KASUS DI MAN 2 PADANG)

SATIN Sains dan Teknologi Informasi

PENGELOMPOKAN DATA ANGIN PUTING BELIUNG DENGAN MENGGUNAKAN LVQ

BAB II DASAR TEORI Jaringan Syaraf Tiruan. Universitas Sumatera Utara

Jurnal Ilmiah Komputer dan Informatika (KOMPUTA) IMPLEMENTASI JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION UNTUK MENGENALI MOTIF BATIK

Aplikasi Mobile Pengenalan Karakter Manusia Melalui Bentuk Bagian Wajah Menggunakan Metode Learning Vector Quantization

JURNAL SAINS DAN SENI POMITS Vol. 2, No.1, (2013) 1-6 1

Analisis Jaringan Saraf Tiruan Pengenalan Pola Huruf Hiragana dengan Model Jaringan Perceptron

UKDW BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

TAHUN AKADEMIK 2016/2017. : PENGANTAR INTELEGENSI BUATAN : Betha Nurina Sari, M.Kom. : Open Book via Google Form (90 Menit)

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Bab 2 ini berisi tentang pembahasan teori-teori tentang jaringan syaraf tiruan, Algoritma Learning Vector Quantization (LVQ).

Transkripsi:

LAPORAN JARINGAN SYARAF TIRUAN OPTICAL CHARACTER RECOGNIZATION (OCR) DISUSUN OLEH: DIJAS SCHWARTZ. S (524) FIRNAS NADIRMAN (481) INDAH HERAWATI (520) NORA SISKA PUTRI (511) OKTI RAHMAWATI (522) EKSTENSI ILMU KOMPUTER JURUSAN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS GADJAH MADA 2005

PENDAHULUAN Jaringan syaraf tiruan merupakan salah satu representasi buatan dari otak manusia yang selalu mencoba untuk selalu mensimulasikan proses pembelajaran pada otak manusia. Ada beberapa tipe jaringan syaraf namun hampir semuanya memiliki komponen-komponen yang sama. Seperti halnya otak manusia, jaringan syaraf juga terdiri dari beberapa neuron dan ada hubungan antara neuron-neuron tersebut. Pada jaringan syaraf, hubungan ini dikenal dengan bobot. Neuron-neuron buatan tersebut bekerja dengan cara yang sama dengan neuron-neuron biologis. Pada jaringan syaraf, neuron-neuron akan dikumpulkan dalam lapisanlapisan (layer) yang disebut dengan lapisan neuron (neuron layer). Biasanya neuron-neuron pada satu lapisan akan dihubungkan dengan lapisan sebelum dan sesudahnya (kecuali lapisan input dan output). Informasi yang diberikan pada jaringan syaraf akan dirambatkan lapisan ke lapisan, mulai dari lapisan input sampai kelapisan output melalui lapisan lainnya yang sering dikenal dengan nama lapisan tersembunyi (hidden layer). Perambatan informasi tergantung pada algoritma pembelajarannya. Arsitektur jaringan syaraf terdiri atas: 1. Jaringan dengan lapisan tunggal (single layer net) Jaringan ini hanya memiliki satu lapisan dengan bobot terhubung. Jaringan ini hanya menerima input, kemudian akan secara langsung akan mengolahnya menjadi output tanpa harus melalui lapisan tersembunyi. 2. Jaringan dengan banyak lapisan (multilayer net) Jaringan dengan banyak lapisan, memiliki satu atau lebih lapisan yang terletak antara lapisan input dan output (memiliki satu atau lebih lapisan tersembunyi). 3. Jaringan dengan lapisan kompetitif (competitive layer net) 1

Proses Pembelajaran Perambatan informasi pada jaringan syaraf tiruan tergantung pada algoritma pembelajaran. Proses pembelajaran pada sistem syaraf tiruan juga sama seperti pada syaraf manusia, informasi yang dilewatkan dari satu neuron ke neuron lainnya berbentuk rangsangan listrik melalui dendrit. Selama proses pembelajaran, terjadi perubahan yang cukup berarti pada bobot-bobot yang menghubungkan antar neuron. Apabila ada rasangan yang sama dengan rasangan yang telah diterima oleh neuron, maka neuron akan memberikan reaksi dengan cepat. Namun apabila kelak ada rangsangan yang berbeda dengan apa yang telah diterima oleh neuron maka neuron akan segera beradaptasi untuk memberikan reaksi yang sesuai. Tidak seperti model biologis, jaringan syaraf memiliki struktur yang tidak dapat diubah, dibangun oleh sejumlah neuron, dan memiliki nilai tertentu yang menunjukkan seberapa besar koneksi antara neuron (yang dikenal dengan nama bobot). Perubahan yang terjadi selama proses pembelajaran adalah nilai bobot. Nilai bobot akan berubah jika informasi yang diberikan oleh neuron yang bersangkutan tersampaikan, dan sebaliknya. Pada saat pembelajaran dilakukan pada input yang berbeda, maka nilai bobot akan diubah secara dinamis hingga mencapai suatu nilai yang cukup seimbang. Apabila nilai ini telah tercapai mengidentifikasikan bahwa tiap-tiap input telah berhubungan dengan output yang diharapkan. Terdapat dua metode pembelajaran pada sistem syaraf tiruan, yaitu: 1. Pembelajaran terawasi (supervised learning) Metode pembelajaran disebut terawasi jika output yang diharapkan telah diketahui sebelumnya. Macam-macam pembelajaran terawasi: a) Hebb Rule b) Percepton c) Delta Rule d) Backpropagation 2

e) Hereroassociative Memory f) Bidirectional Associative Memory (BAM) g) Learning Vector Quantization (LVQ) 2. Pembelajaran tak terawasi (unsupervised learning) Pada metode pembelajaran tak terawasi tidak memerlukan target output. 3

PEMBAHASAN Kasus yang diangkat pada laporan ini adalah OPTICAL CHARACTER RECOGNIZATION (OCR). OCR adalah suatu aplikasi yang dapat mengidentifikasi karakter yang digambarkan oleh user atau image pada bidang input. Misalnya user menggambar suatu karakter alphabet pada bidang yang ditentukan kemudian OCR akan mendeteksi apakah yang digambarkan tersebut mendekati suatu karakter alphabet tertentu. Output-nya akan ditampilkan dengan menggunakan teknik jarigan syaraf tiruan. Dalam hal ini metode yang digunakan adalah Learning Vector Quantization (LVQ). LVQ merupakan suatu metode untuk melakukan pembelajaran pada lapisan kompetitif yang terawasi. Suatu lapisan kompetitif akan secara otomatis belajar untuk mengklasifikasikan vektor-vektor input. Jika dua vektor input mendekati sama, maka lapisan kompetitif akan meletakkan kedua vektor input tersebut ke dalam kelas yang sama. Algoritma : 1. Tetapkan : bobot (W), maksimum epoh (MacEpoh), error minimum yang diharapkan (Eps), Learning rate (α). 2. Masukkan : input : x(m,n); Targetm : T(1,n) 3. Tetapkan kondisi awal: epoh = 0; err = 1. 4. Kerjakan jika : (epoch < MaxEpoh) atau (α > eps) a) epoh = epoh + 1; b) kerjakan untuk i = 1 sampai n 4

o jika T = C j maka : w j (baru) = w j (lama) + α(x-w j (lama)) o jika T C j maka w j (baru) = w j (lama) - α(x-w j (lama)) c) kurangi nilai α. Algoritma di atas akan diimplementasikan dengan menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic. Pada implementasi program tersebut user diminta untuk menuliskan suatu karakter alfabet tertentu misalkan seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini. Program akan melakukan pembelajaran, sebagai nilai awal dipilih learning rate atau α (alpha) sama dengan 0.05 dengan pengurangan sebesar 0,1* α; dan maksimum epoh (MaxEpoh) sama dengan dua. Arsitektur jaringannya adalah sebagai berikut: X 1 X 2 x-w 1 Y in 1 F 1 Y 1 X 3 X 4 x-w 2 Y in 2 Y 2 F 2 X 5 X 6 Gambar 1 Arsitektur jaringan 5

1. Pembelajaran Berikut ini adalah form Administrasi Jaringan Syaraf, pada form ini admin dapat melakukan test karakter misalnya user menggambarkan karakter seperti pada Gambar 2 dibawah ini. Gambar 2 Form Adminisrator Jaringan Syaraf Tiruan Ketika tombol lihat karakter diklik maka yang digambarkan pada kotak A akan dilakukan pendeteksian untuk kemudian diubah ke dalam bentuk matrik seperti yang terlihat pada kotak B (Gambar 3). Sesuai dengan pembelajaran yang telah dilakukan ternyata dihasilkan suatu bentuk karakter, dalam hal ini adalah karakter J. 6

Kotak A Kotak B Gambar 3 Form Administrator Jaringan Syaraf Tiruan Pada form di atas disediakan fasilitas menambah dan menghapus data. Data disini maksudnya adalah karakter alfabet. 7

Berikut ini adalah potongan program pada tahap pembelajaran dengan menggunakan algoritma yang telah diberikan sebelumnya: Alpha = CSng(txtAlpha.Text) epoh = 0 Do While epoh < txtmaxepoh And Alpha > CSng(txtEps) epoh = epoh + 1 For i = 1 To jumlah_karakter For j = 1 To MAX_JENIS 'Jika data kosong maka langsung keluar If Trim(data(i, j, 1)) = "" Then Exit For For k = 1 To jumlah_karakter Bobot(k) = 0 Next k 'buat pencarian bobot For a = 1 To jumlah_karakter For k = 1 To BARIS * KOLOM Bobot(a) = Bobot(a) + ((CSng(data(i, j, k)) - w(a, k)) ^ 2) Next k Next a For a = 1 To jumlah_karakter Bobot(a) = Sqr(Bobot(a)) Next a 'pemilihan bobot terkecil pilih_bobot = Pilih_Terkecil If List_Karakter(i) = List_Karakter(pilih_bobot) Then For k = 1 To BARIS * KOLOM w(pilih_bobot, k) = w(pilih_bobot, k) + Alpha * (CSng(data(i, j, k)) - w(pilih_bobot, k)) Next Else For k = 1 To BARIS * KOLOM w(pilih_bobot, k) = w(pilih_bobot, k) - Alpha * (CSng(data(i, j, k)) - w(pilih_bobot, k)) Next End If Next j Next i Alpha = Alpha - PENGURANG_ALPHA * Alpha Loop 8

Untuk melihat hasil pembelajaran dari suatu karakter yang memiliki dua variasi pembentukan karakter itu sendiri, user dapat melakukan pemilihan dalam combo box tampilkan, misalkan pemilihan yang diinginkan adalah huruf W. Maka akan muncul dua macam karakter huruf W seperti yang terlihat pada Gambar 4 dan Gambar 5 dibawah ini : Gambar 4 Form Administrator Jaringan Syaraf Tiruan (Matriks W 1) Gambar 5 Form Administrator Jaringan Syaraf Tiruan (Matriks W 2) 9

Maka hasil pembelajaran dari dua bentuk W diatas, akan dihasilkan : Gambar 6 Form Hasil Pembelajaran Pada gambar 6. terlihat hasil pembelajaran untuk kedua matriks W adalah sebagai berikut : [W]1,0,0,0,0,0,0,0,0,0.0975,1,0,0,0,0,0,0,0,0,1,1,0.0975,0,0,0,0,0,0,0.0975,1,1,1,0,0,0,0,0,0,0.0975,1,0.9025,1,0,0,0,0.0975,0,0.0975,1,0.9025,0,1,0,0,0.0975,1,0,0.0 975,1,0,0,1,0.0975,0,1,1,0,1,0.9025,0,0,0.9025,0.0975,0.0975,1,1,0.0975,1,0,0,0,0.9025,1,1,1,1,1,1,0,0,0,0,1,1,0,1,1,0,0,0,0,0,0.9025,0,0,0,1,0,0,0 10

2. Pengujian Tampilan form pengujian adalah seperti yang terlihat pada Gambar berikut ini : Kotak B Kotak A Gambar 7 Form Pengujian User menggambarkan suatu karakter yang diinginkan pada kotak A maka hasilnya akan tampil pada kotak B. Tombol Administrator digunakan untuk memanipulasi data. Seperti yang telah dijelaskan di atas. 11