KAJIAN STRUKTUR BAHASA SUNDA

dokumen-dokumen yang mirip
DESKRIPSI DAN SILABUS. Linguistik Umum DR 400. Hernawan, S.Pd., M.Pd. NIP

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)

PROSEDUR. Sosiolinguistik IN329. Dr. Andoyo Sastromiharjo, MPd. Afi Fadlilah, S.S., M.Hum.

SILABUS SOSIOLINGUISTIK BIL008. Dr. Gatot Sarmidi, M.Pd.

DESKRIPSI, SILABUS, DAN SAP

SILABUS SEMANTIK DR413. Dr. H. Yayat Sudaryat, M.Hum. Hernawan, S.Pd., M.Pd. Haris Santosa Nugraha, M.Pd. PROSEDUR PELAKSANAAN PERKULIAHAN

BAB V PENUTUP. 1. Bentuk register medis anak dalam rubrik Konsultasi Ahli di Tabloid

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA FAKULTAS PENDIDIKAN BAHSA DAN SENI SILABUS MATA KULIAH

PROSEDUR PELAKSANAAN PERKULIAHAN SILABUS LINGUISTIK HISTORIS KOMPARATIF DR418. dibuat oleh

SEMANTIK DR 416. Dr. Yayat Sudaryat, M. Hum/1033 Hernawan, S.Pd., M.Pd./2226

OLEH DRA. NUNUNG SITARESMI, M.PD. FPBS UPI

SILABUS PRAGMATIK (DR 417) Dr. Hj. Nunuy Nurjanah, M.Pd. Retty Isnendes, S.Pd., M.Hum.

BAB V PENUTUP. bahasa Jawa dalam bahasa Indonesia pada karangan siswa kelas VII SMPN 2

DESKRIPSI DAN SILABUS MATA KULIAH SEMANTIK BI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

PEMILIHAN BAHASA DALAM MASYARAKAT PEDESAAN DI KABUPATEN TEGAL DAN IMPLIKASINYA SEBAGAI ALTERATIF BAHAN AJAR MATA KULIAH SOSIOLINGUISTIK.

BAB V PENUTUP. berdasarkan konteks pemakaian dibedakan atas istilah umum, dan istilah

ESKRIPSI, SILABUS, DAN SAP

BAB V PENUTUP. Berdasarkan hasil dari penelitian berjudul Interferensi Morfologis

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA KAMPUS CIBIRU PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR SILABUS

KONSTRUKSI SINTAKTIS NOMINAL DALAM BAHASA SUNDA

BAB V PENUTUP. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang kajian. Aji Kabupaten Jepara dapat disimpulkan sebagai berikut.

DESKRIPSI, SILABUS, DAN SAP

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

1. Identitas Mata Kuliah 2. Tujuan Mata Kuliah 3. Deskripsi Mata Kuliah 4. Pendekatan Pembelajaran

BAB V PENUTUP. burung lawet ini adalah elips (pelesapan S,P,O,K) hal ini dilakukan untuk

SILABUS. 1. Identitas Mata kuliah

BAB V PENUTUP. bab sebelumnya maka dapat ditarik kesimpulan seperti berikut ini. dalam bidang fonologi (vokal dan konsonan) dan leksikal.

DESKRIPSI, SILABUS, DAN SAP FILSAFAT DR 436. Dr. Hj. Nunuy Nurjanah, M.Pd. Agus Suherman, S.Pd.

BAB V PENUTUP. bab sebelumnya. Analisis jenis kalimat, bentuk penanda dan fungsi tindak tutur

SILABUS FONOLOGI BAHASA INDONESIA BIL002. Ardhana Reswari, MA.

DESKRIPSI, SILABUS, DAN SAP

DESKRIPSI, SILABUS, DAN SAP

SILABUS. 1. Identitas Mata Kuliah. Nama mata kuliah : Linguistik Komparatif Kode Mata Kuliah : IN419

UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI HAJI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK PROGRAM STUDI ILMU HUKUM

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Dewasa ini, bahasa Indonesia semakin berkembang. Dalam penelitiannya

sudah diketahui supaya tidak berulang-ulang menyebut benda tersebut, bahasa Jawa anak usia lima tahun yang berupa tingkat tutur krama, berjenis

SILABI. I. Identitas Mata Kuliah

PROGRAM PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR KAMPUS CIBIRU UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA SILABUS

SILABUS DAN SATUAN ACARA PERKULIAHAN

BAB I PENDAHULUAN. komponen yang berpola secara tetap dan dapat dikaidahkan. Sebagai sebuah

PERBANDINGAN MORFEM TERIKAT BAHASA INDONESIA DENGAN MORFEM TERIKAT BAHASA MELAYU SUBDIALEK KECAMATAN LINGGA UTARA KABUPATEN LINGGA ARTIKEL E-JOURNAL

RAGAM BAHASA PEDAGANG KAKI LIMA DI TERMINAL PURABAYA SURABAYA: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK. Ratna Dewi Kartikasari Universitas Muhammadiyah Jakarta

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB V PENUTUP. 1. Jenis makna konotatif yang terdapat dalam antologi cerkak majalah Djaka

HUBUNGAN VARIASI BAHASA DENGAN KELOMPOK SOSIAL DAN PEMAKAIAN BAHASA

BAB III PENUTUP. A. Kesimpulan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Bahasa adalah suatu alat komunikasi pada manusia untuk menyatakan

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)

SILABUS. 1. Identitas Mata Kuliah. Nomor Kode : : IN 413

Kariman, Volume 02, No. 02, Tahun

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB II KAJIAN TEORI. Persinggungan antara dua bahasa atau lebih akan menyebabkan kontak

2/27/2017. Kemunculan AK; Kuliah 1 Sejarah Perkembangan, Konsep dan Teori Analisis Bezaan

Nama Mata Kuliah : Konsep Dasar Bahasa Indonesia Kode Mata Kuliah : KSD -224

ANALISIS JARGON DALAM GAME ONLINE FOOTBALL SAGA 2

ANALISIS CAMPUR KODE DALAM CERAMAH AGAMA DI MASJID ROUDHOTUL MUTTAQIN KARANGPLOSO KABUPATEN MALANG SKRIPSI

BAB V PENUTUP. rubrik cerita Pasir Luhur Cinatur pada majalah PS, maka diperoleh simpulan

SILABUS KAMPUS CIBIRU / /

SILABUS MATA KULIAH : SINTAKSIS

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER

JURNAL. Javanese Language Interferance in Language Essay of Fifth Grader in MI Yaa Bunayya Dandong Srengat Blitar

ANALISIS BENTUK MORFEM BAHASA MELAYU DIALEK TANJUNG AMBAT KECAMATAN SENAYANG

BAB I PENDAHULUAN. manusia lain dalam kehidupan sehari-harinya. Untuk melakukan interaksi

LINGUSTIK UMUM DR 400

CAMPUR KODE PADA IKLAN TELEVISI JUNI - NOVEMBER TAHUN 2014

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

ANALISIS REDUPLIKASI MORFOLOGIS BAHASA MELAYU SUB DIALEK MASYARAKAT SUNGAI GUNTUNG KECAMATAN KATEMAN KABUPATEN TEMBILAHAN RIAU

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

BAB I PENDAHULUAN. berinteraksi, dan mengidentifikasi diri (Kridalaksana, 2001: 21). Sebagai alat

STRUKTUR KALIMAT BAHASA INDONESIA DALAM KARANGAN DESKRIPSI MAHASISWA PROGRAM BAHASA DAN SASTRA INDONESIA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA.

Krisis Kepercayaan Diri Mahasiswa dalam Berkomunikasi Menggunakan Bahasa Inggris

SILABUS MONOLOG DR 424

ANALISIS KONTRASTIF PROSES MORFOLOGIS BAHASA KANGEAN DAN BAHASA INDONESIA SKRIPSI. Oleh: Ummu Atika

INTERERENSI FONOLOGIS DAN MORFOLOGIS BAHASA JAWA KE DALAM BAHASA INDONESIA PADA PROSES PEMBELAJARAN DI SD SE-KECAMATAN KRAMAT, KABUPATEN TEGAL

SEMINAR KESUSASTERAAN MELAYU ANTAR BANGSA ( INDONESIA, BRUNEI DARUSSALAM, THAILAND DAN MALAYSIA ) 21 MEI 2001 DI LABORATORIUM PARIWISATA USU O L E H

BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA. ada di luar bahasa yang digunakan akal budi memahami hal-hal lain (KBBI,

Abstrak. Kata kunci: silogisme kategoris, kalimat, klausa. Latar Belakang Pelajaran kalimat merupakan dasar dari pelajaran mengarang.

KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SUNAN AMPEL SURABAYA FAKULTAS USHULUDDIN - JURUSAN TAFSIR HADIS

I. PENDAHULUAN. Sekolah Menengah Kejuruan merupakan satuan pendidikan formal yang

ANALISIS KESANTUNAN TUTURAN DALAM VIDEO IKLAN LAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT SKRIPSI

SATUAN ACARA PERKULIAHAN. Fonologi DR 411. Dr. Yayat Sudaryat, M.Hum. Hernawan, S.Pd., M.Pd.

I. PENDAHULUAN. berkomunikasi, dalam arti alat untuk menyampaikan pikiran, gagasan, konsep atau

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Iin Pratiwi Ningsih Manurung Drs. Azhar Umar, M.Pd. ABSTRAK

DESKRIPSI, SILABUS, DAN SAP BAHASA ARAB DR 422. DR. H. Rahman, M.Pd. Dr. Hj. Nunuy Nurjanah, M.Pd.

SILABUS DAN SATUAN ACARA PERKULIAHAN

PENYEBAB INTERFERENSI GRAMATIS

BAB V PENUTUP. serta berdasarkan rumusan masalah dan tujuan penelitian, tuturan ekspresif dalam

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

ANALISIS CAMPUR KODE BAHASA PENYIAR PROGRAM SEMBANG SEKAMPUNG RADIO PANDAWA EDISI MARET-APRIL 2015 ARTIKEL E-JOURNAL

KOHESI DAN KOHERENSI RUBRIK BERITA MAJALAH MANDUTA TAHUN SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MORFOLOGI DR 412

ANALISIS CAMPUR KODE DALAM SURAT KABAR BATAM POS RUBRIK OPINI EDISI 11 JANUARI-11 MARET 2013 ARTIKEL E-JOURNAL

BAB I PENDAHULUAN. kehidupan sosial budaya masyarakat pemakainya (periksa Kartini et al., 1982:1).

SILABUS: KONSEP DASAR BAHASA DAN SASTRA INDONESIA SD Revisi: 02 Tgl berlaku Hal... dari... Semester... Nama Mata Kuliah Jam...

ALIH KODE DAN CAMPUR KODE PERCAKAPAN STAF FKIP UNIVERSITAS AL ASYARIAH MANDAR

BAB 2 LANDASAN TEORI. Dalam penelitian ini, dijelaskan konsep bentuk, khususnya afiksasi, dan

Prosiding Seminar Nasional Volume 02, Nomor 1 ISSN

SILABUS DAN SATUAN ACARA PERKULIAHAN

SILABUS PSIKOLINGUISTIK (IN 303) Drs. Kholid A. Harras, M.Pd. JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

Transkripsi:

KAJIAN STRUKTUR BAHASA SUNDA A. DESKRIPSI Kuliah ini berbicara tentang struktur bahasa Sunda. Kita idak dapat langsung berbicara tentang srtuktur tanpa mendasarkannya pada teori bahasa atau linguistik. Itu sebabnya, struktur bahasa Sunda dibahas melaluinpembahasan ilmu bahasa tentang struktur, baik struktur fonem, frasa, klausa, dan struktur kalimat. Ada hal-hal yang sifatnya umum, universal, tetapi sesuai dengan kenyataan bahasa-bahasa, maka dalam bahasa Sunda pun ada hal-hal yang, bersifat unik. Pengetahuan tentang bahasa Indonesia didasari wawasan teori linguistik yang merupakan salah satu syarat dasar bagi pengjaran bahasa Indonesia. Perkuliahan mencakup pembahasan pengertian bahasa, dasar pandangan linguistik tentang bahasa, usaha pendeskripsian struktur bahasa Indonesia mencakup struktur fonologi, morfologi, dan struktur sintaksis, termasuk usaha mencari persfektif baru dalam mendeskripsikan struktur bahasa Sunda dengan menerapkan teori linguistik. B. TUJUAN Perkuliahan Kajian Struktur Bahasa Sunda menjelaskan bagaimana sturktur bahasa Sunda dengan mendasarkannya pada teori linguitik, sehingga diperoleh pandangan yang tepat dan sistematis mengenai struktur bahasa Sunda itu. Dengan pengethuan tersebut, dengan wawasan teori yang cukup, diharapkan bahwa para siswa akan dapat memahami semua gejala kebahasaan yang timbul dalam pemakaian bahasa Sunda sehingga sebagai tenaga pendidik yang sekaligus ilmuwan dapat turut serta dalam pembinaan dan pengembangan bahasa Sunda, ksususnya melalui pengajaran bahasa Sunda. C. POKOK-POKOK PERKULIAHAN Pertemuan ke-1: Pengertian bahasa. Pertemuan ke-2: Perbandingan antara teori tata bahasa tradisional dengan tata bahasa struktural. Pertemuan ke-3: Fonologi (fonetik, fonemik, fonem segmental dan suprasegmental, vokal, konsonan, artikulasi, artikulator, tulisan ortografis, fonetis, dan fonemis). Pertemuan ke-4: Morfologi (batasannya, morfem bebas dan terikat, morfem utuh dan terbagi, morfem sederhana dan kompleks). Pertemuan ke-5: Lanjutan morfologi (afiks: prefiks, infiks, sufiks, konfiks, simulfiks, gabungan afiks) dan klitika.

Pertemuan ke-6: Lanjutan morfologi (gejala morfo-fonemik, alomorf, asimilasi, disimilasi, metatesis, blending, kontraksi) Pertemuan ke-7: morfologi: afiksasi dan segala persoalan afiksasi dalam bahasa Indonesia. Pertemuan ke-8: morfologi: reduplikasi dan segala persoalan reduplikasi (bentuk dan makna) dalam bahasa Sunda. Pertemuan ke-9: Ujian Tengah Semester. Pertemuan ke-10: morfologi: masalah pemajemukan/katamajemuk dalam bahasa Sunda. Pertemuan ke-11: Pertemuan ke-12: Smtaksis (frasa, klausa, kalimat) Lanjutan sintaksis (fungsi, kategori, peran) dan macam-macam teori pakar bahasa baik tradisional maupun struktural tentang itu. Pertemuan ke-13: Lanjutan sintaksis (kalimat majemuk koordinatif dan subordinatif). Pertemuan ke-14: Masalah-masalah yang menyangkut struktur bahasa (tata bahasa) dalam bahasa Sunda. Pertemuan ke-15: Seminar kelas tentang masalah-masalah bahasa Sunda. Pertemuan ke-16: Seminar kelas tentang masalah-masalah bahasa Sunda. Pertemuan ke-17: Seminar kelas tentang masalah-masalah bahasa Sunda. Pertemuan ke-18: Ujian Akhir Semester D. RUJUKAN Alisjahbana, Sutan Takdir, (1981). Tata Bahasa Baru Bahasa Indonesia, jilid 1. Jakarta: Dian Rakyat. Alisjahbana, Sutan Takdir, (1976). Tata Bahasa Baru Bahasa Indonesia. Jakarta: Dian Rakyat. Chomsky, Noam. (1971). Syntactic Structure. The Hague: Mouton. Djoko Kentjono. Ed. (1982). Dasar-dasar Linguistik Umum. Jakarta: Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Fokker, A.A. (1960). Sintaksis Indonesia (Terjemahan Djonhar). Jakarta: Prajna Paramita. Gleason, H.A. (1969). An Introduction on Descriptive Linguistics. Cambridge: Universitas Press. Kridalaksana, Harimurti. (1986). Kelas Kata dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Gramedia.

Kridalaksana, Harimurti. (1988). Beberapa Prinsip Perpaduan Leksem dalam Bahasa Indonesia. Yogyakarta: Kanisius. Kridalaksana, Harimurti. (1989). Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Gramedia. Lyons, John. (1971). Introduction to Theoretical Linguistics. Cambridge: University Press. Mees, CA. (1954). Tata Bahasa Indonesia. Jakarta: J.B. Wolters. Moeliono, Anton, dkk. (1988). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI. Ophuysen, Ch.A. (1983). Tata Bahasa Melayu (Terjemahan T.W. Kamil). Prawirasumantri, Abud. (spk) (1989) Kamekaran, Adegan, jeung Kandaga Kecap Basa Sunda. Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah, FPBS, IKIP Bandung. Prawirasumantri, Abud & Agus Suriamiharja. (19730. Idomatik Sunda. IKIP Bandung. Ramlan, M. (1967). Ilmu Bahasa Indonesia Morfologi. Yogyakarta: UP Indonesia. Ramlan, M. (1981). Ilmu Bahasa Indonesia Sintaksis. Yogyakarta: UP Karyono.16 Robins, R.H. (1971). General Linguistics an Introductory Survey. London: Longman Rusyana, Yus dan Samsuri. (1976). Pedoman Penulisan Tata Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Samsuri (1978). Analisis Bahasa. Jakarta: Erlangga. Samsuri (1985). Tata Kalimat Bahasa Indonesia. Jakarta: sastra Hudaya. Sasrasuganda, K. (1986). Kitab yang Menyatakan Jalannya Bahasa Meiayu. Jakarta: Balai Pustaka. Simatupang, M.D.S. (1979). Reduplikasi Morfemis Bahasa Indonesia. Jakarta: Djambatan. Sudaryanto (1979). Predikat-Objek dalam Bahasa Indonesia: Keselarasan Pola-Urutan. Jakarta: Djambatan. Wijk, D. Gerth van. (1985). Tata Bahasa Meiayu (Terjemahan T.W. Kamil). Jakarta: Djambatan. Verhaar, J.W.M. (1977). Pengantar Linguistik. University Press. Yogyakarta: Gajahmada Zain, Sutan Moehammad (1952). Djalan Bahasa Indonesia. Jakarta: Dharman. Robins, R.H. (1971). General Linguistics an Introductory Survey. London: Longman

Rusyana, Yus dan Samsuri. (1976). Pedoman Penulisan Tata Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Samsuri (1978). Analisis Bahasa. Jakarta: Eriangga. Samsuri (1985). Tata Kalimat Bahasa Indonesia. Jakarta: sastra Hudaya. Sasrasuganda, K. (1986). Kitab yang Menyatakan Jalannya Bahasa Meiayu. Jakarta: Balai Pustaka. Simatupang, M.D.S. (1979). Redupiikasi Morfemis Bahasa Indonesia. Jakarta: Djambatan. Sudaryanto (1979). Predikat-Objek dalam Bahasa Indonesia: Keselarasan Pola-Urutan. Jakarta: Djambatan. Sutawijaya, Alam. (dkk.) (1981) Sistem Perulangan Bahasa Sunda. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Depdikbud. Wijk, D. Gerth van. (1985). Tata Bahasa Meiayu (Terjemahan T.W. Kamil). Jakarta: Djambatan. Wirakusumah, R. Momon & I Buldan Djajawiguna. (1962). Kandaga Tatabasa. Bandung: Penerbit Ganaco NV. Verhaar, J.W.M. (1977). Pengantar Linguistik. University Press. Yogyakarta: Gajahmada Zain, Sutan Moehammad (1952). Djalan Bahasa Indonesia. Jakarta: Dharman.

SOSIOLINGUISTIK(DR603) SILABUS Oleh Dr. Hj. Nunuy Nurjanah, M.Pd. NIP 19670710 199102 2001 PRODI PENDIDIKAN BAHASA DAN BUDAYA SUNDA SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2009

SOSIOLINGUISTIK(DR603) A. DESKRIPSI Mata kuliah ini diberikan untuk menimbulkan pemahaman bahwa bahasa itu tidak terlepas dari masyarakat yang memakainya. Dalam struktur kurikulum program pengajaran bahasa diharapkan mata kuliah ini dapat melengkapi pengetahuan dan wawasan para siswa bahwa bahasa itu erat hubungannya dengan penggunaannya, dan oleh karena itu, hal itu harus dipertimbangkan dalam perencanaan dan penyelenggaraan pengajaran bahasa. Kuliah sosiolinguistik meliputi pengertian serta segi-segi keilmuan sosiolingistik, hubungan bahasa dengan masyarakat, ragam bahasa, dialek, regiater, bahasa standar, diglossia, tokoh dan pokok garapannya, istilahistilah yang digunakan, dan penerapan sosiolingustik pada kebijakan bahasan perencanaan bahasa dan pengajaran bahasa. B. TUJUAN umum perkulihan adalah untuk menumbuhkan pemahaman secara sistematis terhadap teori, generalisasi, temuan ilmiah serta asumsi tentang sosiolingustik, dan kemampuan untuk menerapkan semua itu dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan meneliti masalah-masalah sosiolingustik, termasuk bagi keperluan pengajaran bahasa. Pemahaman serta penerapan sosiolinguistik diharapkan akan menimbulkan sikap yang leb ih tepat terhadap bahasa di kalangan para pengajar bahasa, yaitu bahwa di samping strukturnya, bahasa itu mempunyai hubungan yang erat dengan penggunaannya, yang sama-sama harus dipertimbangkan dalam pengajaran bahasa. C. POKOK-POKOK PERKULIAHAN Pertemuan ke-1: Pengertian, tujuan, objek masalah, dan metode sosiolinguistik Pertemuan ke-2: Pemakaian bahasa dan kesadaran berbahasa Pertemuan ke-3: Keanekaragaman bahasa: masyarakat bahasa, repertoire bahasa, dan variasi bahasa Pertemuan ke-4: Kedwibahasaan dan diglosia Pertemuak ke-5: Standarisasi dan pengautonomian bahasa Pertemuan ke-6: Dialek, register, dan ragam bahasa Pertemuan ke-7: Penerapan sosiolinguistik: kebijaksanaan, perencanaan, pendidikan, dan pengajaran bahasa Pertemuan ke-8: UJIAN TENGAH SEMESTER Pertemuan ke-9: Pokok-pokok permasalahan penelitian sosiolinguistik

Pertemuan ke-10 Penelitian lapangan Pertemuan ke-11: Penelitian lapangan Pertemuan ke-12: Seminar penelitian lapangan Pertemuan ke-13: Seminar penelitian lapangan Pertemuan ke-14: Seminar penelitian lapangan Pertemuan ke-15: Seminar penelitian lapangan Pertemuan ke-16: UJIAN AKHIR SEMESTER RUJUKAN Alwasilah, A. Chaedar. (1985). Sosiologi Bahasa. Bandung: Angkasa. Djojosuroto, Kinayati. (2007). Filsafat Bahasa. Yogyakarta: Pustaka Book Publisher. Fasold, Ralp. (1984). The Sociolinguistics of Society. New York: Basil Blackwell. Hudson, R.A. (1980). Sociolinguistics. London: Cambridge University Press. Kushartanti, Untung Yuwono, & Multamia RMT Laauder. (2007). Bahasa. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Pesona Kridalaksana, Harimurti. (1984). Kamus Linguistik. Jaakarta: PT Gramedia. Lubis, A. Hamid Hasan. (1993). Jenggala Bahasa Indonesia. Bandung: Angkasa. Mahsun. (2005). Metode Penelitian Bahasa. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Nababan, P.W.J. (1986). Sosiolinguistik. Jakarta: PT Gramedia. Parera, Jos Daniel. (1986). Studi Linguistik Umum dan Historis Bandingan. Jakarta: Erlangga. Pateda, Mansoer. (!988). Aspek-aspek Psikolinguistik. Ende: Nusa Indah. Pride, J.B. dan Janet Holmes (1976) (reprinted). Sociolingustics Selected Reading. Hermondsworth: Penguin Books. Purwo, Bambang Kaswanti. (1992). Bahasa Budaya. Jakarta: Lembaga Bahasa Unika Atma Jaya. Rusyana, Yus. (1988). Perihal Kedwibahasaan (Bilingualisme). Jakarta: Depdikbud Dirjendikti.

DESKRIPSI, SILABUS, DAN SAP SOSIOLINGUISTIK DR603 Dr. Hj. Nunuy Nurjanah, M.Pd. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Budaya Sunda Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia 2009

DESKRIPSI MATA KULIAH DR603 SOSILINGUISTIK; S-2; 3 SKS; SEMESTER 1 Mata kuliah ini diberikan untuk menimbulkan pemahaman bahwa bahasa itu tidak terlepas dari masyarakat yang memakainya. Dalam struktur kurikulum program pengajaran bahasa diharapkan mata kuliah ini dapat melengkapi pengetahuan dan wawasan para siswa bahwa bahasa itu erat hubungannya dengan penggunaannya, dan oleh karena itu, hal itu harus dipertimbangkan dalam perencanaan dan penyelenggaraan pengajaran bahasa. Kuliah sosiolinguistik meliputi pengertian serta segi-segi keilmuan sosiolingistik, hubungan bahasa dengan masyarakat, ragam bahasa, dialek, regiater, bahasa standar, diglossia, tokoh dan pokok garapannya, istilahistilah yang digunakan, dan penerapan sosiolingustik pada kebijakan bahasan perencanaan bahasa dan pengajaran bahasa.

SILABUS 1. Identitas Mata Kuliah Nama Mata Kuliah: Sosiolinguistik Nomer Kode: DR 603 Jumlah SKS: 3 SKS Semester: I Kelompok Mata Kuliah: Keahlian Bidang Studi Program Studi/Program: Pendidikan Bahasa dan Budaya Sunda/S-2 Status Mata Kuliah: - Prasyarat: - Dosen/Kode Dosen: Dr. Hj. Nunuy Nurjanah, M.Pd./1557 2 umum perkulihan adalah untuk menumbuhkan pemahaman secara sistematis terhadap teori, generalisasi, temuan ilmiah serta asumsi tentang sosiolingustik, dan kemampuan untuk menerapkan semua itu dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan meneliti masalah-masalah sosiolingustik, termasuk bagi keperluan pengajaran bahasa. Pemahaman serta penerapan sosiolinguistik diharapkan akan menimbulkan sikap yang lebih tepat terhadap bahasa di kalangan para pengajar bahasa, yaitu bahwa di samping strukturnya, bahasa itu mempunyai hubungan yang erat dengan penggunaannya, yang sama-sama harus dipertimbangkan dalam pengajaran bahasa. 3. Deskripsi Isi Mata kuliah ini diberikan untuk menimbulkan pemahaman bahwa bahasa itu tidak terlepas dari masyarakat yang memakainya. Dalam struktur kurikulum program pengajaran bahasa diharapkan mata kuliah ini dapat melengkapi pengetahuan dan wawasan para siswa bahwa bahasa itu erat hubungannya dengan penggunaannya, dan oleh karena itu, hal itu harus dipertimbangkan dalam perencanaan dan penyelenggaraan pengajaran bahasa. Kuliah sosiolinguistik meliputi pengertian serta segi-segi keilmuan sosiolingistik, hubungan bahasa dengan masyarakat, ragam bahasa, dialek, regiater, bahasa standar, diglossia, tokoh dan pokok garapannya, istilahistilah yang digunakan, dan penerapan sosiolingustik pada kebijakan bahasan perencanaan bahasa dan pengajaran bahasa. 4. Pendekatan Pembelajaran Pendekatan: Ekspositori, komunikatif, dan konstruktivisme Metode: Penemuan, tanya jawab tugas, latihan, dan ceramah Tugas: Laporan bab/buku, makalah, dan penyajian Media: LCD

5. Evaluasi *Kehadiran *Laporan buku *Makalah *Penyajian dan diskusi *UTS *UAS Batas lulus: PAP 75% Nilai: 1kehadiran + 1 Tugas+1UTS+2UAS: 5 Kehadiran minimal: 85% dari perkuliahan 6. Rincian Materi Perkuliahan Tiap Pertemuan Pertemuan Pokok Bahasan 1. Pengertian, tujuan, objek masalah, dan metode sosiolinguistik 2. Pemakaian bahasa dan kesadaran berbahasa 3. Keanekaragaman bahasa: masyarakat bahasa, repertoire bahasa, dan variasi bahasa 4. Kedwibahasaan dan diglosia 5. Standarisasi dan pengautonomian bahasa 6. Dialek, register, dan ragam bahasa 7. Penerapan sosiolinguistik: kebijaksanaan, perencanaan, pendidikan, dan pengajaran bahasa 8. UJIAN TENGAH SEMESTER 9. Pokok-pokok permasalahan penelitian sosiolinguistik 10. Penelitian lapangan 11. Penelitian lapangan 12. Seminar penelitian lapangan 13. Seminar penelitian lapangan 14. Seminar penelitian lapangan 15. Seminar penelitian lapangan 16. UJIAN AKHIR SEMESTER 7. Daftar Buku a. Buku Utama Alwasilah, A. Chaedar. (1985). Sosiologi Bahasa. Bandung: Angkasa. Aslinda dan Leni Syafyahya. (2007). Pengantar Sosiolinguistik. Bandung: PT Reflika Aditama. Chaer, Abdul. (1993). Pembakuan Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Fasold, Ralp. (1984). The Sociolinguistics of Society. New York: Basil Blackwell. Hudson, R.A. (1980). Sociolinguistics. London: Cambridge University Press. Mahsun. (2005). Metode Penelitian Bahasa. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Nababan, P.W.J. (1986). Sosiolinguistik. Jakarta: PT Gramedia. Parera, Jos Daniel. (1986). Studi Linguistik Umum dan Historis Bandingan. Jakarta: Erlangga. Pateda, Mansoer. (1987). Sosiolinguistik. Bandung: Angkasa. Pateda, Mansoer. (!988). Aspek-aspek Psikolinguistik. Ende: Nusa Indah. Pride, J.B. dan Janet Holmes (1976) (reprinted). Sociolingustics Selected Reading. Hermondsworth: Penguin Books. Rusyana, Yus. (1988). Perihal Kedwibahasaan (Bilingualisme). Jakarta: Depdikbud Dirjendikti. Suryatin, E. (Saduran). (1998). Sosiolinguistik. Bandung: Yayasan Amal Keluarga. Suwito. (1993). Pengantar Awal Sosiolinguistik. Solo: Henary Offset. b. Referensi Djojosuroto, Kinayati. (2007). Filsafat Bahasa. Yogyakarta: Pustaka Book Publisher. Kushartanti, Untung Yuwono, & Multamia RMT Laauder. (2007). Bahasa. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Pesona Kridalaksana, Harimurti. (1984). Kamus Linguistik. Jaakarta: PT Gramedia. Lubis, A. Hamid Hasan. (1993). Jenggala Bahasa Indonesia. Bandung: Angkasa. Purwo, Bambang Kaswanti. (1992). Bahasa Budaya. Jakarta: Lembaga Bahasa Unika Atma Jaya.

SATUAN ACARA PERKULIAHAN Kode & nama mata kuliah: DR 603 Topik bahasan: Pengertian, tujuan, objek masalah, dan metode sosiolinguistik umum: Para mahasiswa dapat menjelaskan pengertian, tujuan, objek masalah, dan metode sosiolinguistik Jumlah pertemuan: 1 (satu) kali Pertemuan 1 Dapat menjelaskan pengertian, tujuan, objek, dan metode sosiolinguistik Suppokok bahasan dan rincian materi Pengertian, tujuan, objek, metode sosiolinguistik Presentasi mahasiswa, bertanya jawab, dan berdiskusi. Makalah dan presentasi Topik bahasan: Pemakaian bahasa dan kesadaran berbahasa umum: Para mahasiswa dapat menjelaskan pemakaian bahasa dan kesadaran berbahasa Media & buku Pateda, 1987:1-10 Jumlah pertemuan: Pertemuan 2 Dapat menjelaskan 1 (satu) kali Subpokok bahasan dan rincian materi Pemakaian bahasa dan kesadaran berbahasa Presentasi mahasiswa, bertanya jawab, dan berdiskusi. Makalah dan presentasi. Media & buku Pateda, 1987:11-32 Topik bahasan: Keanekaragaman bahasa: masyarakat bahasa, repertoire bahasa, dan variasi bahasa umum: Para mahasiswa dapat menjelaskan keanekaragaman bahasa: masyarakat bahasa, repertoire bahasa, dan variasi bahasa Jumlah pertemuan: Pertemuan 3 Dapat menjelaskan keanekaragama n bahasa: masyarakat bahasa, repertoire bahasa, dan Suppokok bahasan dan rincian materi 1 (satu) kali Keanekaragaman bahasa: masyarakat bahasa, repertoire bahasa, dan variasi bahasa. Presentasi mahasiswa, bertanya jawab, dan berdiskusi Makalah dan presentasi. Media & buku Aslinda& Leni Syafyahy a, 2007: 15-21

variasi bahasa Topik bahasan: Kedwibahasaan dan diglosia umum: Para mahasiswa dapat menjelaskan kedwibahasaan dan diglosia Jumlah pertemuan: 1 (satu) kali Pertemuan 4 Dapat menjelaskan Kedwibahasaan dan diglosia Suppokok bahasan dan rincian materi Kedwibahasaan diglosia dan Presentasi mahasiswa, bertanya jawab, dan berdiskusi Makalah dan presentasi Media & buku Aslinda& Leni Syafyahya, 2007: 23-26 Topik bahasan: Standarisasi dan pengautonomian bahasa umum: Para mahasiswa dapat menjelaskan standarisasi dan pengautonomian bahasa Jumlah pertemuan: 1 (satu) kali Pertemuan 5 Standarisasi dan pengautonomia n bahasa Suppokok bahasan dan rincian materi Standarisasi pengautonomian bahasa dan. Presentasi mahasiswa, bertanya jawab, dan berdiskusi Makalah dan presentasi Media & buku Suwito, 1983: 127-167 Topik bahasan: umum: Jumlah pertemuan: Dialek, register, dan ragam bahasa Para mahasiswa dapat menjelaskan dialek, register, dan ragam bahasa 1 (satu) kali

Pertemuan 6 Dapat menjelaskan Dialek, register, dan bahasa ragam Suppokok bahasan dan rincian materi Dialek, register, dan ragam bahasa Presentasi mahasiswa, bertanya jawab, dan berdiskusi Makalah dan presentasi Media & buku Suryatin, 1998: 20-59 Topik bahasan: umum: Jumlah pertemuan: Penerapan sosiolinguistik: kebijaksanaan, perencanaan, pendidikan, dan pengajaran bahasa Para mahasiswa dapat menjelaskan 1 (satu) kali Pertemuan 7 Dapat menjelaskan Penerapan sosiolinguistik: kebijaksanaan, perencanaan, pendidikan, dan pengajaran bahasa Suppokok bahasan dan rincian materi Penerapan sosiolinguisti Presentasi kebijaksanaan, perencanmahasiswa, pendidikan, dan pengaja bertanya jawab, dan berdiskusi Makalah dan presentasi Media & buku Suwito, 1983: 96-112 Topik bahasan: umum: Jumlah pertemuan: UTS Mahasiswa dapat melaksanakan UTS 1 (satu) kali 8 Mengerjakan ujian tengah semester. Suppokok bahasan dan rincian materi UTS Melaksanakan UTS Pertemuan Mengerjakan UTS Media & buku -

Topik bahasan: Pokok-pokok permasalahan penelitian sosiolinguistik umum: Para mahasiswa dapat mengidentifikasi pokok-pokok permasalahan penelitian sosiolinguistik Jumlah pertemuan: 1 (satu) kali Pertemuan 9 Mahasiswa dapat mengidentifikasi pokok-pokok permasalahan penelitian sosiolinguistik Suppokok bahasan dan rincian materi Pokok-pokok permasalahan sosiolinguistik Presentasi mahasiswa, bertanya jawab, dan berdiskusi Presentasi identifikasi masalah dalam penelitian sosilinguistik Media & buku Mahsun,, 2005. Nababan, 1986 Topik bahasan: umum: Jumlah pertemuan: Penelitian lapangan Para mahasiswa dapat melakukan penelitian lapangan 6 (enam) kali Pertemuan 10-15 Mahasiswa dapat melakukan penelitian lapangan Suppokok bahasan dan rincian materi Penelitian individual Presentasi mahasiswa, bertanya jawab, dan berdiskusi Makalah dan presentasi Media & buku Makalah hasil penelitian Topik bahasan: umum: Jumlah pertemuan: UAS Para mahasiswa dapat mengikuti UAS 1 (satu) kali 16 Mahasiswa bisa mengerjakan soal UAS. Suppokok bahasan dan rincian materi UAS Pelaksanaan UAS Pertemuan Melaksanakan UAS. Media & buku -

SOSIOLINGUISTIK 1. Pengertian sosiolinguistik a. Cabang linguistik yang mempelajari hubungan dan saling pengaruh antara perilaku bahasa dan perilaku sosial (Kridalaksana, 1984:181). b. Studi atau pembahasan dari bahasa sehubungan dengan pentur bahasa itu sebagai anggota masyarakat. Sosiolinguistik mempelajari dan membahas aspek-aspek kemasyarakatan bahasa, nya perbedaan-perbedaan (variasi) yang terdapat dalam bahasa yang berkaitan dengan faktor-faktor kemasyarakatan (sosial) (Nababan, 1986:2). 2. sosiolinguistik Sosioliguistik mempunyai relevansi pada pengajaran bahasa oleh karena: a. Bahasa memang dipakai dalam masyarakat. b. Bahasa seharusnya diajarkan dalam konteks atau latar belakang kemasyarakatan. c. pengajaran bahasa ber pada keperluan masyarakat dan penggunaan bahasa di masyarakat. Sumbangan utama sosiolinguistik kepada pengajaran bahasa adalah 1. penekanan kebermaknaan bahasa dalam pengajaran bahasa 2. pengertian yang lebih mendalam tentang ragam bahasa 3. tujuan pengajaran bahasa yang ber pada penggunaan bahasa dalam masyarakat 4. bentuk-bentuk bahasa yang diajarkan disesuaikan dengan bentuk-bentuk bahasa yang terdapat (yang berfungsi) di masyarakat. 3. Objek masalah sosiolingustik Nababan (1986:3) menyebutkan masalah utama dalam sosiolinguistik adalah: a. mengkaji bahasa dalam konteks sosial dan kebudayaan;

b. menghubungkan faktor-faktor kebahasaan, ciri-ciri, dan ragam bahasa dengan situasi serta faktorfaktor sosial dan budaya; dan c. mengkaji fungsi-fungsi sosial dan penggunaan bahasa dan masyarakat. Topik-topik umum dalam pembahasan sosiolinguistik adalah: i Bahasa, dialek, idiolek, dan ragam bahasa. ii. Repertoar bahasa iii. Masyarakat bahasa iv. Kedwibahasaan dan kegandabahasaan v. Fungsi kemasyarakatan bahasa dan profil sosiolinguistik vi. Penggunaan bahasa (etnografi berbahasa) vii. Sikap bahasa viii. Perencanaan bahasa ix. Interaksi sosiolinguistik x. Bahasa da kebudayaan 4. Metode Sosiolingustik Sosiolinguistik adalah suatu studi antardisiplin. Jadi, tidak mengherankan bahwa metode-metode yang dipergunakan dalam mempelajari masalah-masalahnya diambil dari kedua disiplin yang bersangkutan, yaitu sosiologi dan linguistik. Metode-metode linguistik dipergunakan untuk memerikan (mendskripsikan) bentukbentuk bahasa serta unsur-unsurnya yang diemukan atau diperolah. Bentuk-bentuk serta variasi-varias bahasa diperikan dengan metode linguistik dan digambarkan dengan notasi/tanda-tanda fonetik/fonemik. Cara-cara mengumpulkan data dari lapangan (masyarakat) kebanyakan diambil dari lmu sosiologi, kususnya yang berhubungan dengan pengamatan, kuesioner, dan wawancara. Analisis untuk mendapatkan pola-pola umum dalam tindak laku berbahasa juga menggunakan metode statistik dari sosiologi. Cara mendapatkan suatu gambaran yang benar dari sesuatu masalah dalam sesuatu kelompok secara hemat tetapi memadai ialah dengan memilih sesuatu sampel yang betul-betul mewakili kelompok itu, yang dapat ditentukan dengan meode-metode yang berdasrkan teori kemungkinan (probabilitas). Dalam analisis pun dipergunakan juga rumus-rumus statistik yang sederhana. Metode seperti ini disebut metode survai.

Topik-topik untuk penelitian Sosiolinguistik 1. Bahasa dan gender 2. Bahasa dan Umur 3. Bahasa dan kelas sosial 4. Penggunaan bahasa dan profesi (politisi, guru, akademisi, ulama, wartawan, dll.) 5. Penggunaan bahasa di dalam dunia pendidikan 6. Penggunaan bahasa oleh penutur daerah tertentu 7. Penggunaan bahasa di dalam media massa 8. Penggunaan bahasa di dalam debat DPR(D) 9. Penggunaan bahasa oleh pejabat 10. Penggunaan bahasa di dalam wawancara 11. Penggunaan bahasa di dalam wawancara televisi (dialog interaktif) 12. Penggunaan bahasa di sidang pengadilan 13. Penggunaan bahasa di dalam interogasi polisi 14. Penggunaan bahasa di antara dokter dan pasien 15. Penggunaan bahasa oleh guru atau murid di kelas 16. Penggunaan bahasa di kalangan anak balita kelas sosial bawah dan kelas sosial menengah 17. Bahasa dan Ketidaksamaan berbahasa di kalangan mahasiswa, murid, guru, dll. 18. Penggunaan bahasa di dalam bidang-bidang tertentu (hukum agama, jual beli, dll.) 19. Penggunaan bahasa dalam surat-surat resmi (kontrak, perjanjian, maklumat pemerintah, notariat, dll.) 20. Bahasa dan strategi berbahasa 21. Penggunaan bahasa dn prinsip kerja sama 22. Kesantunan berbahasa 23. Kesepadanan adptasi linguistik dengan adaptasi sosial di antara masyarakat tutur bahasa yang berbeda dan lainnya.