BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Desain Penelitian Jenis penelitian ini adalah Quasy Eksperiment dengan desain penelitian pretest-posttest with control group design. Penelitian terdiri dari 2 kelompok, kelompok pertama sebagai kelompok eksperimen yaitu sebelum diberikan perlakuan diberikan pretest kemudian diberikan perlakuan metode pembelajaran Small Group Discussion kemudian dilakukan posttest, sedangkan kelompok kedua bertindak sebagai kelompok kontrol yaitu sebelum diberikan ceramah dilakukan pretest kemudian diberikan metode pembelajaran ceramah dilakukan postest (Notoatmodjo, 2010). Pretest Perlakuan Posttest Kelompok eksperimen: O 1 X 1 O 2 Kelompok kontrol : O 3 X 2 O 4 Gambar 2 Diagram rancangan penelitian perbedaan metode Small Group Discussion dan ceramah terhadap hasil belajar KB IUD. Keterangan : O 1 : Pengamatan hasil belajar pada nilai pretest KB IUD sebelum diberi perlakuan (kelompok eksperimen) 1
O 2 :Pengamatan hasil belajar pada nilai postetst KB IUD setelah diberi perlakuan dengan metode Small Group Discussion (kelompok eksperimen) O 3 : Pengamatan hasil belajar pada nilai pretest KB IUD sebelum diberi perlakuan (Kelompok kontrol) O 4 : Pengamatan hasil belajar pada nilai posttest KB IUD sesudah diberi perlakuan dengan metode ceramah (Kelompok kontrol) X 1 :Perlakuan dengan metode Small Group Discussion (eksperimen) X 2 :Perlakuan dengan metode ceramah (kontrol) B. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Prodi DIII Kebidanan Fakultas Kedokteran UNS pada bulan Desember 2015 Juni 2016. C. Populasi Penelitian 1. Populasi Target Populasi target adalah populasi yang menjadi kriteria sampling dan menjadi sasaran akhir penelitian (Nursalam, 2008). Populasi target dalam dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester IV yang mengikuti pembelajaran mata kuliah pelayanan KB pada materi KB IUD. 2. Populasi Aktual Populasi aktual adalah populasi yang memenuhi kriteria penelitian dan biasanya dapat dijangkau oleh peneliti dari kelompoknya (Nursalam, 2008). Populasi aktual dalam
penelitian ini adalah mahasiswa D III Kebidanan FK UNS semester IV yang mengikuti pembelajaran mata kuliah pelayanan KB pada materi KB IUD sebanyak 50 mahasiswa. D. Sampel dan Teknik Sampling Sampel adalah bagian dari populasi yang dipilih dengan cara tertentu sehingga dianggap dapat mewakili populasinya (Sastroasmoro, 2010). Menurut Nursalam (2008), sampling merupakan proses menyeleksi porsi dari populasi untuk dapat mewakili populasi. 1. Sampel dari penelitian ini adalah mahasiswa semester IV Prodi DIII Kebidanan FK UNS yang mengikuti pembelajaran KB IUD. 2. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik simple random sampling atau sampel acak sederhana yaitu pengambilan sampel sedemikian rupa sehingga setiap unit dasar (individu) mempunyai kesempatan yang sama untuk diambil sebagai sampel (Notoatmojo, 2010). E. Estimasi Besar Sampel Besarnya sampel ditentukan dengan menggunakan rumus slovin yaitu sebagai berikut : = = 49,89 dibulatkan 50
Keterangan : n N : jumlah sampel : jumlah populasi d : tingkat signifikan (d = 0,05) Dengan menggunakan rumus diatas, jumlah populasi mahasiswa DIII Kebidanan FK UNS semester IV adalah 57 sehingga didapat besar sampel 50 siswi. F. Kriteria Retriksi 1. Kriteria Inklusi a. Mahasiswa DIII Kebidanan FK UNS semester IV angakatan tahun 2014/2015. b. Mengikuti pembelajaran tentang pelayanan KB pada materi KB IUD. 2. Kriteria Ekslusi a. Tidak bersedia menjadi responden penelitian b. Mahasiswa yang sakit atau tidak hadir saat penelitian. G. Pengalokasian Subjek Cara mengelompokkan subjek yaitu membagi sampel sebanyak 50 mahasiswa menjadi dua kelompok sama besar secara random. Kelompok Small Group Discussion sebanyak 25 mahasiswa dan Ceramah sebanyak 25 mahasiswa.
H. Definisi Operasional No Variabel Definisi Operasional Cara Mengukur 1. Variabel Bebas (Metode Pembelajar an) 2. Variabel Terikat (Pengetahu an Kognitif KB IUD) Metode pembelajaran dengan menggunakan metode a.ceramah yaitu memberikan informasi dan penjelasan mengenai materi KB IUD secara searah. b.small Group Discussion yaitu Metode pembelajaran dimana lebih menekankan kepada aktivitas dan interaksi diantara peserta didik untuk saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran Pengetahuan kognitif tentang KB IUD merupakan pemahaman mahasiswa tentang KB IUD meliputi : pengertian, macammacam, keuntungankerugian, indikasikontraindikasi,waktu dan cara pemasangan IUD. Pengetahu an sebelum dan sesudah pembelaja ran Soal Objektif Skala Nominal Interval Nilai Variasi Benar : sesuai dengan materi yang disampaikan Salah : tidak sesuai dengan materi Nilai 90 : A 80-89 : A - 75-79 : B + 70-74 : B 67-69 : B - 64-66 : C + 60-63 : C 50-59 : D < 50 : E I. Intervensi Penelitian
Bentuk intervensi yang dilakukan dalam penelitian ini, kelompok eksperimen diberi perlakuan dengan menggunakan metode pembelajaran Small Group Discussion dengan 5 langkah tahapan (terlampir) alokasi waktunya 1x100 menit, 25 mahasiswa dibagi secara acak menjadi 5 kelompok. Peneliti menggunakan strategi Cooperative Learning seperti yang dikemukakan Muslimin Ibrahim, dkk (2000: 8), dalam model Cooperative Learning mengharuskan siswa untuk saling bekerja sama dan saling bergantung secara positif antar satu sama lain dalam konteks struktur tugas, struktur tujuan dan struktur reward. Pembelajaran kooperatif dapat memberi keuntungan baik pada siswa kelompok bawah maupun kelompok atas yang bekerja sama menyelesaikan tugas tugas akademik dimana siswa kelompok atas akan menjadi tutor bagi siswa kelompok bawah, jadi memperoleh bantuan khusus teman sebayanya, yang memiliki orientasi bahasa yang sama. Setelah dibagi kelompoknya masing- masing kelompok duduk melingkar dengan diberikan jarak antar kelompok. Sebelum diberikan metode Small Group Discussion mahasiswa tersebut diberikan pretest seminggu sebelumnya. Setelah itu peneliti memberikan narasi (terlampir) yang isinya meliputi pengertian sampai cara dan waktu pemasangan IUD. Setiap kelompok diberikan topik yang sama, setelah itu setiap kelompok diminta
presentasi tujuannya agar bisa sharing satu sama lain tentang materi KB IUD. Kemudian di hari yang sama dan dalam waktu bersamaan tapi beda tempat pada kelompok kontrol yang terdiri dari 25 mahasiswa menggunakan metode pembelajaran ceramah pada materi KB IUD dengan alokasi waktu 1x100 menit. Sebelum diberikan ceramah mahasiswa diberikan pretest bersama kelompok eksperimen seminggu sebelum posttest. Pada penelitian ini akan dibantu oleh 5 orang mahasiswa D IV bidan pendidik FK UNS untuk membantu jalannya penelitian, mahasiswa tersebut sebelumnya dilakukan persamaan persepsi oleh peneliti. 15 hari kemudian dilakukan posttest. J. Instrumentasi Penelitian Metode pengumpulan data yang digunakan untuk mendapatkan hasil belajar peserta didik mengenai KB IUD adalah dengan tes sesudah proses pembelajaran yang dilakukan pada satu kelas. Alat yang digunakan dalam pengumpulan data adalah soal tes objektif tentang KB IUD. Soal disusun oleh peneliti yang materinya diambil dari sumber teori. Hasil tes akan diberi nilai 1-100. Soal yang telah dibuat terlebih dahulu akan diuji cobakan dan dianalisis. Instrumen yang nantinya telah diuji cobakan terlebih dahulu kepada peserta didik diluar sampel penelitian (mahasiswa D3 Kebidanan Stikes Aisyiyah Surakarta semester IV), kemudian
dilakukan analisis soal tes berupa tes validitas dan reliabilitas instrumen. Membandingkan hasil belajar mahasiswa kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan post test untuk mengetahui peningkatan aspek kognitif. Kisi- kisi soal sebagai berikut : Tabel 2 Kisi-kisi soal Deskriptor Indikator Nomor soal Jumlah soal Hasil belajar materi KB IUD 6,18,20,35,40 8,14,21,23,24, 5 butir soal 7 butir soal yang dicapai 37,39 peserta didik pada 5 butir soal ranah kognitif 2,12,10,15,34 setelah mengikuti 7 butir soal proses pembelajaran KB IUD 5 butir soal 1. Pengertian IUD 2. Macammacam IUD 3. Cara kerja dan efek samping IUD 4. Keuntung an dan kerugian IUD 5. Indikasi dan kontraindi kasi IUD 6. Waktu pemasang an IUD 7. Teknik pemasang an IUD Jumlah 5,14,17,19,22, 29,32 11,7,27,31,36 1,3,4,9,13,16, 17 25,26,28,30,33,38 7 butir soal 6 butir soal 40 Skoring : Jika Benar 1 Jika Salah 0
Rumus : (Jumlah skor jawaban yang benar) x 100 Total Skor K. Uji Validitas dan reliabilitas Adapun analisis soal tersebut adalah sebagai berikut : Untuk mengetahui validitas dan reliabilitas instrumen maka terlebih dahulu diuji cobakan. Uji validitas dan reliabilitas soal pada penelitian ini dilakukan pada 30 mahasiswa semester IV Prodi DIII Stikes Aisyiyah Surakarta. Alasan penulis memilih instansi tersebut karena mempunyai karakteristik yang hampir sama dengan DIII Kebidanan UNS yaitu merupakan institusi kebidanan, mempunyai akreditasi B, mempunyai mahasiswa kebidanan semester IV yang belum mendapatkan materi KB IUD. a.1.1) Validitas Suatu instrumen dapat digunakan dalam penelitian bila telah dinyatakan valid. Sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur tergantung kepada mampu tidaknya alat tersebut mencapai tujuan pengukuran yang dikehendaki dengan tepat (Dahlan, 2013). Validitas merupakan keseuaian antara alat ukur, cara pengukuran dengan objek pengukuran (Taufiqurrahman, 2008). Perhitungan validitas dalam penelitian ini menggunakan Pearson Product moment dibantu dengan program SPSS versi 23. Jika nilai r hitung > r tabel maka dinyatakan valid. Jika r hitung < r tabel maka
dinyatakan tidak valid (Notoatmodjo, 2010). r tabel dengan n=30 adalah 2,048. Setelah diuji validitasnya, ada 7 soal yang tidak valid dari 40 soal yang diujikan. 7 soal yang tidak valid yaitu nomor 8, 23, 24, 26, 37, 39, 40. Soal yang tidak valid tidak dipakai dalam penelitian karena sub variabel yang ingin diukur pengetahuannya dengan pertanyaan yang tidak valid telah diwakili oleh pertanyaan lain yang valid. a.1.2) Reliabilitas Reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau diandalkan, yang berarti menunjukkan sejauh mana hasil pengukura itu tetap konsisten (ajeg) bila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama, dengan menggunakan alat ukur yang sama (Notoatmodjo, 2010). Uji realibilitas pada instrumen pada penelitian ini menggunakan Cronbach s Alpha dibantu dengan SPSS versi 23. Instrumen dikatan reliabel jika nilai Alpha Cronbach diatas 0,6 (Notoatmodjo, 2010). Nilai Alpha Cronbach pada penelitian ini adalah 0,832 sehingga instrumen dinyatakan reliabel. b. Pengelolaan dan Analisis Data 1. Pengelolaan Data a. Pengklasifikasian data
Pembagian menjadi 2 kelompok, dimana kelompok pertama sebagai eksperimen diberikan perlakuan metode pembelajaran Small Group Discussion dan kelompok kedua sebagai kontrol dengan metode pembelajaran ceramah. b. Koding Usaha mengklasifikasikan jawaban-jawaban responden dengan jalan menandai masing- masing kode tertentu yaitu pada variabel bebas dengan kode 1 pada metode pembelajaran Small Group Discussion dan kode 2 pada metode pembelajaran ceramah. Sedangkan pada variabel terikat menggunakan kode angka yaitu antara 0 sampai 100 untuk menunjukkan hasil belajar. c. Tabulating Usaha penyajian data terutama pengolahan data yang analisis kuantitatif. Jawaban dari masing-masing responden kemudian dimasukkan dalam tabel. Pada tabel vertikal menunjukkan variabel bebas yaitu metode pembelajaran Small Group Discussion dan metode pembelajaran ceramah, sedangkan tabel horizontal menunjukkan variabel terikat yaitu hasil belajar (Notoatmodjo, 2010). 2. Analisis Data
a. Analisis Bivariat Analisis bivariat adalah analisis yang dilakukan terhadap variabel yang diduga berhubungan atau berkorelasi (Notoatmodjo, 2010)). Penelitian ini memiliki jenis hipotesis komparatif dengan masalah skala pengukuran numerik karena variabel independent (metode Small Group Discussion dan Ceramah) menggunakan skala nominal (kategorik) dan variabel independent (hasil belajar) menggunakan skala interval (numerik). Analisis data uji hipotesis komparatif numerik tidak berpasangan menggunakan uji independent t test. Namun jika syarat uji tersebut tidak terpenuhi maka akan dilakukan uji alternatif non parametrik yakni uji Mann Whitney. Sebelum dilakukan uji komparatif, terlebih dahulu dilakukan uji normalitas data. Analisis bivariat dilakukan dengan bantuan program SPSS ( Statistical Package for Social Sience) For windows (Dahlan, 2011). 1). Uji Normalitas Data Uji normalitas data menggunakan rumus Saphiro Wilk. Uji Saphiro Wilk adalah uji beda antara data yang diuji normalitasnya dengan data normal baku. Jika signifikansi < 0,05 besar terdapat perbedaan yang signifikan, dan jika signifikansi > 0,05 maka tidak
terjadi perbedaan yang signifikan. Penerapan pada uji Saphiro Wilk adalah jika signifikansi < 0,05 berarti data yang akan diuji mempunyai perbedaan signifikansi dengan data normal baku, berarti data tersebut tidak normal. Jika signifikansi > 0.05 maka tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara data yang akan diuji dengan data normal baku. Artinya data yang diuji normal (Dahlan,2012). Data yang dihasilkan dalam uji normalitas baik data dari kelompok eksperimen dan data dari kelompok kontrol berdistribusi tidak normal. 2). Uji hipotesis Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan Mann Whitney karena membandingkan dua rata- rata yang berasal dari kelompok yang berbeda dengan skala interval atau ratio dan data berdistribusi tidak normal. Data diolah dengan program SPSS (Notoatmodjo, 2012). Uji statistik dikatakan signifikan jika p < 0,05.
14