BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

APLIKASI METODE TRANSPORTASI DALAM OPTIMASI BIAYA DISTRIBUSI BERAS MISKIN (RASKIN) PADA PERUM BULOG SUB DIVRE MEDAN SKRIPSI

APLIKASI METODE TRANSPORTASI DALAM OPTIMASI BIAYA DISTRIBUSI BERAS MISKIN (RASKIN) PADA PERUM BULOG SUB DIVRE MEDAN

UKDW BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB III MODEL TRANSPORTASI. memperkecil total biaya distribusi (Hillier dan Lieberman, 2001, hlm. 354).

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Optimization of Transportation Cost Using Genetic Algorithm

Optimasi Pendistribusian Barang Menggunakan Metode Stepping Stone dan Metode Modified Distribution (MODI)

DAFTAR ISI. Lembar Pengesahan Riwayat Hidup. Kata Pengantar Daftar Isi Daftar Gambar Daftar Tabel

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

ANALISA PERBANDINGAN METODE VAM DAN MODI DALAM PENGIRIMAN BARANG PADA PT. MITRA MAYA INDONESIA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Prof. Dr. Ir. ZULKIFLI ALAMSYAH, M.Sc. Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Jambi

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pemilihan Judul

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

IMPLEMENTASI METODE NWC DAN MODI DALAM PENGOPTIMALAN BIAYA PENDISTRIBUSIAN PUPUK (STUDI KASUS : PT. PERKEBUNAN RIMBA AYU)

BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Pengertian Program Linier (Linear Programming)

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI

MODEL TRANSPORTASI. Sesi XI : Model Transportasi

Riset Operasional TABEL TRANSPORTASI. Keterangan: S m = Sumber barang T n = Tujuan barang X mn = Jumlah barang yang didistribusikan

PENGOPTIMALAN BIAYA DISTRIBUSI BARANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE TRANSPORTASI PADA PT. YUSINDO MITRA PERSADA

PENDISTRIBUSIAN BBA DENGAN METODE PROGRAMA LINIER (PERSOALAN TRANSPORTASI) Oleh : Ratna Imanira Sofiani, S.Si Dosen Universitas Komputer Indonesia

MENGOPTIMALKAN BIAYA DISTRIBUSI PAKAN TERNAK DENGAN MENGGUNAKAN METODE TRANSPORTASI (Studi Kasus di PT. X Krian)

DAFTAR ISI. JUDUL BAGIAN DALAM... i. LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING... ii. ABSTRAK... iii. ABSTRACT... iv. KATA PENGANTAR... v. DAFTAR ISI...

ANALISIS EFISIENSI BIAYA DENGAN METODE TRANSPORTASI DAN DECISION TREE PADA DISTRIBUSI BARANG PT. CAHAYA TALENTA ASIA

Metode Transportasi. Muhlis Tahir

Model Transportasi /ZA 1

PENERAPAN MODEL TRANSPORTASI DAN DECISION TREE PADA DISTRIBUSI BARANG

IMPLEMENTASI ALGORITMA GREEDY PADA METODE TRANSPORTASI DENGAN MENGGUNAKAN VAM DALAM PENDISTRIBUSIAN PRODUK

BAB 3 LANGKAH PEMECAHAN MASALAH

BAB III METODE PENELITIAN. daya yang ada seefisien mungkin, dengan biaya yang sekecil-kecilnya untuk

TRANSPORTATION PROBLEM

BAB VII METODE TRANSPORTASI

TEKNIK RISET OPERASI UNDA

BAB 2 LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN

biaya distribusi dapat ditekan seminimal mungkin

Analisis Biaya Distribusi Tas Dengan Menggunakan Metode Transportasi Solusi Awal Pada CV. Nabilah Putri.

Universitas Sam Ratulangi Manado

OPTIMASI MASALAH TRANSPORTASI MENGGUNAKAN METODE POTENSIAL PADA SISTEM DISTRIBUSI PT. MEGA ELTRA PERSERO CABANG MEDAN SKRIPSI

Manajemen Sains. Eko Prasetyo. Teknik Informatika UMG Modul 5 MODEL TRANSPORTASI. 5.1 Pengertian Model Transportasi

METODE TRANSPORTASI Permintaan Masalah diatas diilustrasikan sebagai suatu model jaringan pada gambar sebagai berikut:

APLIKASI METODE TRANSPORTASI DALAM OPTIMASI BIAYA DISTRIBUSI BERAS SEJAHTERA PADA PERUM BULOG SUB-DIVRE SIDOARJO

Metode Transportasi. Rudi Susanto

MODEL TRANSPORTASI MATAKULIAH RISET OPERASIONAL Pertemuan Ke-12 & 13. Riani Lubis Jurusan Teknik Informatika Universitas Komputer Indonesia

UMMU KALSUM UNIVERSITAS GUNADARMA

Artinya : penugasan adalah sub bagian dari program linier.

TRANSPORTASI & PENUGASAN

MODEL TRANSPORTASI - I MATAKULIAH RISET OPERASIONAL Pertemuan Ke-6

Manajemen Sains. Model Transportasi. Eko Prasetyo Teknik Informatika Univ. Muhammadiyah Gresik 2011

MASALAH TRANSPORTASI

#6 METODE TRANSPORTASI

DAFTAR ISI. Kata Pengantar. Daftar Tabel Daftar Gambar... Daftar Lampiran.

Team Dosen Riset Operasional Program Studi Teknik Informatika Universitas Komputer Indonesia

METODE IMPROVED EXPONENTIAL APPROACH DALAM MENENTUKAN SOLUSI OPTIMUM PADA MASALAH TRANSPORTASI

DAFTAR ISI ABSTRAK... ABSTRACT... KATA PENGANTAR... iii. UCAPAN TERIMA KASIH... iv. DAFTAR ISI... vii DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR...

MODEL TRANSPORTASI - I MATAKULIAH RISET OPERASIONAL Pertemuan Ke-7. Riani Lubis Program Studi Teknik Informatika Universitas Komputer Indonesia

TRANSPORTASI APROKSIMASI VOGEL

OPTIMALISASI PENDISTRIBUSIAN BARANG DI PT. SINAR NIAGA SEJAHTERA MENGGUNAKAN METODE SIMPLEX

Prof. Dr. Ir. ZULKIFLI ALAMSYAH, M.Sc. Program Magister Agribisnis Universitas Jambi

Hermansyah, Helmi, Eka Wulan Ramadhani INTISARI

TRANSPORTASI NORTH WEST CORNER (NWC)

OPTIMASI DISTRIBUSI GULA MERAH PADA UD SARI BUMI RAYA MENGGUNAKAN MODEL TRANSPORTASI DAN METODE LEAST COST

Metode Kuantitatif Manajemen, Kelompok 5, MB IPB E49, 2014 OPERATION RESEARCH - TRANSPORTATION MODELS. Presented by Group 5 E49

BAB I PENDAHULUAN. distribusi sangat tergantung kepada pemilihan moda transportasi yang

BAB 2 LANDASAN TEORI

METODE TRANSPORTASI. Gudang A Gudang B Gudang C Kapasitas pabrik Pabrik W. Rp 20 Rp 5 Rp Rp 15 Rp 20 Rp Rp 25 Rp 10 Rp 19 50

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

OPTIMASI MASALAH TRANSPORTASI DENGAN MENGGUNAKAN METODE POTENSIAL PADA SISTEM DISTRIBUSI PT. XYZ

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

Penggunaan Metode Transportasi Dalam...( Ni Ketut Kertiasih)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. berhubungan dengan pendistribusian barang dari sumber (misalnya, pabrik) ke

METODE TRANSPORTASI. GUDANG A GUDANG B GUDANG C KAPASITAS PABRIK PABRIK W. RP 20 RP 5 RP RP 15 RP 20 RP RP 25 RP 10 RP 19 50

BAB VII. METODE TRANSPORTASI

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA. School of Business Management Management Entrepreneurship Bachelor Thesis (S1) Even Semester Year 2014/2015

BAB II LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN. Menurut James A.F. Stoner (2006, p7), manajemen adalah suatu

BAB I PENDAHULUAN. mengalami perubahan besar dalam hal telekomunikasi dan bertransaksi. Sebagian

Optimasi Pendistribusian Makanan Ringan pada Algoritma Transportasi Menggunakan Metode Voge

BAB I PENDAHULUAN. Jumlah Produksi Beras Indonesia

BAB I PENDAHULUAN I.1

ANALISIS PENERAPAN METODE TRANSPORTASI UNTUK MEMINIMALISASI BIAYA DISTRIBUSI PADA PT. DELI AGUNG PATRIA PERKASA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

LAPORAN RESMI MODUL V TRANSPORTATION AND TRANSHIPMENT

TUGAS AKHIR. Diajukan Sebagai Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta

Transkripsi:

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Diketahui bahwa kebutuhan akan pelayanan pengantaran secara langsung dalam memanjakan konsumen atau masyarakat cukup tinggi tetapi masih dapat dihitung dengan jari akan pemenuhan fasilitas tersebut. Kondisi lalulintas saat ini membuat banyak masyarakat yang enggan untuk keluar rumah atau rumitnya memasuki suatu tempat pembelanjaan serta area parkir yang terbatas padahal hanya sekedar berkeinginan mencicipi ragaman makanan yang tersedia di sana. Semua kendala diatas atau mungkin masih banyak lagi yang membuat meningkatkan grafik kebutuhan akan layanan antar makanan yang cepat, tepat dengan tanpa mengurangi dari kualitas, mutu serta rasa makanan yang dipesan. Fasilitas akan pelayanan secara langsung tersebut baru hanya dapat diberikan oleh pemilik-pemilik makanan siap saji yang cukup ternama, ada pula beberapa pemilik makanan siap saji berskala kecil yang mencoba memberikan pelayanan serupa akan tetapi tidak pernah bertahan lama dikarenakan timbulnya biaya rutin yang harus dikeluarkan serta biaya biaya lain yang timbul yang tidak sesuai dengan biaya pengantaran yang dikenakan. "Delivery service kemudian menjadi kebutuhan karena orang semakin sibuk, di sisi lain kenyamanannya berkurang karena macet, waktunya berkurang, dan keamanan di jalan tidak terjamin. Delivery service menjadi cara untuk memenuhi kebutuhan dengan menawarkan kenyamanan. Daripada panas-panasan, lebih baik memesan makanan di luar," (Kompas, 19 September 2012). Pengantaran atau yang dikenal dengan Delivery menjadi solusi atas ketatnya persaingan usaha di masa kini karena setiap perusahaan akan dituntut untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada pelanggannya. Sebelumnya masih banyak perusahaan yang memandang fasilitas layan antar atau delivery ini bagi pelanggannya hanyalah berupa bentuk layanan tambahan yang cenderung menjadi cost center, namun saat ini telah terbukti bahwa layanan ini akan menjadi salah satu profit center bagi bisnis para mitra usaha. Krisis ekonomi yang menerpa justru menjadi momen bagi perusahaan yang melihat besarnya peluang untuk langsung memasarkan dan mengirim produknya ke tangan pelanggan. Produk tersebut dapat berupa makanan, minuman, kosmetik, obatobatan, elektronik atau produk antar lainnya. Untuk itu PT. Ningrat Muda Mandiri hadir, dimana PT. Ningrat Muda Mandiri adalah sebuah perusahaan (Busines 1

2 Procces Management) yang berdiri pada awal tahun 90-an dan awalnya bergerak di bidang general contractor dan pengelolaan hotel dan wisata (Hospitality Management). Pada tahun 1999, perusahaan berkembang dengan membuka sebuah divisi baru yaitu divisi Delivery Management. Divisi ini memberikan pelayanan dalam pengantaran produk dari lokasi mitra usaha kepada para pelanggannya. Dengan pengalaman yang diperoleh dan kepercayaan para mitra yang semakin tinggi, kami saat ini telah berkembang menjadi sebuah perusahaan penyedia jasa alih daya (outsource provider company). Diantara beberapa divisi yang ada di PT. Ningrat Muda Mandiri salah satunya adalah FOODTAXI, divisi yang akan diteliti disini, yaitu divisi yang menangani pengantaran berupa makanan dari mitra mitra PT. Ningrat Muda Mandiri tersebut. Dunia usaha yang semakin berkembang saat ini menimbulkan persaingan yang ketat diantara perusahaan perusahaan di dunia, termasuk Indonesia. Persaingan yang ketat tersebut mengakibatkan tidak sedikit perusahaan yang tutup, karena tidak mampu menbiayai kegiatan usahanya. Oleh karena itu, salah satu cara agar perusahaan dapat bertahan dan memperoleh keuntungan adalah dengan menekan biaya-biaya pengeluaran seminimal mungkin. Penelitian ini adalah bagaimana cara meminimalisi biaya dan metode mana yang paling baik agar pengeluaran FOODTAXI lebih efisien. Berikut ini merupakan data permintaan dan biaya distribusi barang yang diperoleh secara langsung dari PT. Ningrat Muda Mandiri. Tabel 1.1 Permintaan dan Data Biaya Distribusi PT. Ningrat Muda Mandiri N o. Tanggal Permin -taan (2013-2014) Rincian (rupiah) Gaji Rider Bensin Service Lain-Lain Total Biaya Distribusi (Rupiah) 1 Januari 1555 27.430.200 5.211.738 4.114.530-36.756.468 2 Februari 989 18.692.100 3.551.499 2.803.815 1.500.000 26.547.414 3 Maret 1980 32.432.400 6.162.156 4.864.860 1.000.000 44.459.416 4 April 1950 31.122.000 5.913.180 4.668.300-41.703.480 5 Mei 1776 29.836.800 5.668.992 4.475.520 1.500.000 41.481.312 6 Juni 1580 29.862.000 5.673.780 4.479.300 425.000 40.440.080

7 Juli 1789 30.055.200 5.710.488 4.508.280-40.273.968 3 8 Agustus 1800 34.020.000 6.463.800 5.103.000-45.586.800 9 September 1522 28.765.800 5.465.502 4.314.870-38.546.172 10 Oktober 2170 36.456.000 6.926.640 5.468.400-48.851.040 11 November 1908 32.054.400 6.090.336 4.808.160 1.000.000 43.952.896 12 Desember 1980 34.927.200 6.636.168 5.239.080-46.802.448 Total 2013 20.999 365.654.100 69.474.279 54.848.115 5.425.000 495.401.496 1 Januari 2138 37.521.900 7.504.380 6.753.942 75.219 52.155.441 2 Februari 2300 41.400.000 8.280.000 7.452.000 414.000 57.546.000 3 Maret 2155 38.790.000 7.758.000 6.982.200-53.530.200 4 April 1900 38.475.000 7.695.000 6.925.500 384.750 53.480.250 5 Mei 1809 32.562.000 6.512.400 5.861.160 325.620 45.261.180 6 Juni 2300 46.575.000 9.315.000 8.383.500-64.273.500 7 Juli 2401 43.218.000 8.643.600 7.779.240 432.180 60.073.020 8 Agustus 9 September 10 Oktober 11 November 12 Desember 2578 52.204.500 10.440.900 9.396.810 522.045 72.564.255 2501 50.645.250 10.129.050 9.116.145-69.890.445 2666 47.988.000 9.597.600 8.637.840 479.880 66.703.320 2801 50.418.000 10.083.600 9.075.240 504.180 70.081.020 2450 46.305.000 9.261.000 8.334.900 463.050 64.363.950 Total 2014 27.999 526.102.650 105.220.53 0 Sumber: Data dari perusahaan (2015) 94.698.477 3.900.924 729.922.581 Total permintaan FOODTAXI (PT. Ningrat Muda Mandiri) pada tahun 2013 sebanyak 20.999 unit dan pada tahun 2014 sebesar 27.999 unit. Total permintaan pada tahun 2014 meningkat sebesar 25,00% atau meningkat 7000 unit. Total biaya distribusi FOODTAXI (PT. Ningrat Muda Mandiri) pada tahun 2013 adalah sebesar Rp. 495.401.496 dan tahun 2014 total biaya distribusi perusahaan adalah sebesar Rp. 729.922.581. Data tersebut menunjukan adanya peningkatan biaya distribusi sebesar Rp. 234.521.085 atau 32,129% pada tahun 2014.

4 Faktor-faktor yang berpengaruh dalam kelancaran suatu proses distribusi antara lain penentuan rute dan alat transportasi. Transportasi mencerminkan seberapa cepat dan seberapa tepat produk dapat berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Ditujukan sebagai (Time In Transit) ketepatan waktu dalam pengangkutan dan ketepatan jasa (consistency of service). Jika suatu produk tidak tersedia pada saat dibutuhkan akan terjadi kerugian yang tidak terhitung, seperti kehilangan penjualan, ketidakpuasan konsumen, kehilangan kepercayaan konsumen dan keterlambatan produksi. Perusahaan harus memikirkan alternatif lain ketika sedang dihadapi masalah seperti kekurangan armada, atau kendaraan untuk mengantar, pada saat permintaan dari pelanggan mengalami peningkatan. maka dari itu perusahaan harus memikirkan alternatif lain seperti menyewa jasa kendaraan lain untuk mengantar, pada kendaraan yang dimiliki perusahaan tidak cukup. Perusahaan jasa pengiriman barang FOODTAXI membutuhkan solusi yang sebaiknya diambil untuk mengefisiensikan biaya untuk setiap pengiriman barang tanpa mengabaikan kepuasan pelanggan dan memaksimalkan profit perusahaan, yaitu alternatif mana yang akan dipilih untuk meminimalkan biaya pengiriman barang, apakah dengan memperluas cabang pusat kendaraan berangkat atau memperbanyak kendaraan dan pekerja, dengan itu jarak tempuh dari tempat berangkat ke penerima akan lebih dekat dan efisien. dan jika ada permasalahan dengan kekurangan kendaraan apakah akan mengambil alternatif dengan menyewa jasa sewa mobil lain. Maka penulis tertarik untuk menganalisa bagaimana FOODTAXI (PT. Ningrat Muda Mandiri) bisa mendapatkan biaya yang minimal untuk pengiriman barang, dan mempercepat pengiriman barang. Maka penulis tertarik untuk menganalisa FOODTAXI (PT. Ningrat Muda Mandiri) dengan judul dengan judul dengan judul ANALISIS EFISIENSI BIAYA DENGAN MENERAPKAN METODE TRANSPORTASI DAN DECISION TREE PADA PENGIRIMAN BARANG FOOD TAXI (PT. NINGRAT MUDA MANDIRI) Alasan pemilihan judul karena penulis ingin mencoba mencari metode transportasi mana yang lebih baik digunakan oleh FOODTAXI (PT. Ningrat Muda Mandiri) sehingga FOODTAXI bisa mendapatkan biaya pengiriman barang yang minim, dan sehingga dapat lebih unggul lagi dalam pengiriman barang yang efisien waktu, jarak, dan biaya. Dan pengambilan keputusan menggunakan decision tree model untuk mengetahui apakah menyewa kendaraan dengan jasa lain akan lebih efisien.

5 1.2 Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang ada, maka peneliti mengidentifikasi masalah yang akan di teliti, yaitu: 1. Berapakah biaya optimal pengiriman barang FOODTAXI menurut metode North West Corner (NWC), Least Cost, dan Vogel Approximation Method (VAM) serta metode yang sedang berjalan? 2. Berdasarkan hasil biaya pengiriman barang yang diperoleh, metode manakah yang sebaiknya digunakan oleh FOODTAXI. 3. Berapakah biaya optimal pengiriman barang FOODTAXI dengan menggunakan jasa sewa mobil menurut metode Decision Tree 1.3 Ruang Lingkup 1. Penelitian dilakukan pada kantor FOODTAXI ( PT. Ningrat Muda Mandiri) 2. Penelitian yang dilakukan hanya sebagian mitra perusahaan karena terbatasnya data yang diberikan oleh perusahaan. 3. Ruang lingkup penelitian ini difokuskan pada hal-hal yang berkaitan dengan sistem proses pengiriman barang FOODTAXI yang meliputi: Sistem Transportasi Tingkat permintaan Tingkat pengiriman Transportasi Jasa 4. Perancangan metode transportasi terkait dengan pengeluaran biaya operasional pengantaran barang perusahaan yang sesuai dengan situasi serta kondisi yang sedang dihadapi oleh FOODTAXI (PT. Ningrat Muda Mandiri) saat ini 5. Metode yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari metode North West Corner (NWC), Least Cost, Vogel Approximation Method (VAM), dan Decision Tree.

6 1.4 Tujuan dan Manfaat Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk : 1. Untuk mengetahui biaya optimal pengiriman barang FOODTAXI menurut metode North West Corner (NWC), Least Cost, dan Vogel Approximation Method (VAM). 2. Untuk mengetahui manakah metode yang lebih baik digunakan oleh FOODTAXI (PT. Ningrat Muda Mandiri). 3. Untuk mengetahui alternatif solusi yang sebaiknya dipilih oleh FOODTAXI (PT. Ningrat Muda Mandiri) dalam mengoptimalkan efisiensi biaya pengiriman barang untuk masing- masing daerah dengan menggunakan metode Decision Tree. Manfaat yang dapat diambil dari penelitian adalah: Dengan dilakukan penelitian ini,maka diharapkan dapat memperoleh manfaat bagi : 1. Pihak FoodTaxi ( PT. Ningrat Muda Mandiri). Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai dasar pertimbangan dalam membuat suatu keputusan dimasa yang akan datang. Hasil penelitan ini diharapkan dapat memberikan saran untuk perusahaan dalam menetapkan biaya yang minimal untuk memperoleh laba maksimal. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu menberikan alternative solusi lain jika perusahaan kekurangan kendaraan untuk mengantar. 2. Bagi Penulis Penulis dapat menerapkan ilmu dan pengetahuan yang telah di peroleh selama mengikuti perkuliahan, maupun wawasan yang diperoleh diluar perkuliahan. Memperdalam pengetahuan mengenai metode North West Corner (NWC), Least Cost, Vogel Approximation Method (VAM), dan Decision Tree. Penulis dapat mengembangkan kemampuan dalam menganalisa kejadian dalam kehidupan ekonomi yang sebenarnya.

7 1.5 State of The Art Tabel 1.2 State of The Art No Tahun Peneliti Judul Penelitian Hasil Penelitian 1 2014 Adwell Mhlanga, Immaculate S. Nduna, Dr Florence Matarise, Albert Machisvo. Innovative application of Dantzig s North West Corner Rule to solve a transportation problem North-West Corner adalah metode untuk mendapatkan solusi dasar awal yang layak untuk masalah transportasi dalam mengabaikan biaya. Mengabaikan ini tentu menyebabkan tingginya jumlah iterasi untuk optimalitas. Makalah ini berisi sebuah pencarian cara untuk memasukkan biaya dalam penggunaan metode North-West menyebabkan bereksperimen dengan penciptaan northwest south-east low cost broad band orientation yang luas dalam matriks 2 2012 N. M. Deshmukh AN INNOVATIVE METHOD FOR SOLVING TRANSPORTATION PROBLEM biaya transportasi. Masalah transportasi merupakan kelas khusus Linear Programming Masalah yang berkaitan dengan distribusi komoditas tunggal dari berbagai Sumber pasokan ke berbagai tujuan permintaan sedemikian rupa bahwa biaya transportasi total

8 3 2010 Ryuichi Kitamura The effects of added transportation capacity on travel: a review of theoretical and empirical results diminimalkan. Biasanya untuk alokasi awal dalam kasus metode masalah transportasi seperti Metode sudut North-West (NWCM), Metode Biaya Terkecil (LCM), Metode Pendekatan Vogel (VAM) digunakan. Akhirnya tujuan untuk optimalitas MODI cek dilakukan. Pemahaman yang lebih baik dapat menuntun dalam pergunaan waktu perjalanan. Penambahan kapasitas transportasi mempengaruhi semua atribut perjalanan yang dibuat oleh penduduk perkotaan: waktu hari, tujuan, modus, rute, dan menghubungkan perjalanan. Komponen: sistem transportasi pasokan, penggunaan lahan, aksesibilitas, dan permintaan perjalanan. makalah ini menyajikan review hasil teoritis dan empiris dalam literatur yang menjelaskan tentang pengaruh

4 2012 Arlita Armanto; Haryadi Sarjono PENERAPAN MODEL TRANSPORTASI DAN DECISION TREE PADA DISTRIBUSI BARANG 9 penambahan kapasitas transportasi. Pendistribusian barang sangat erat kaitannya dengan biaya Transportasi. Metode Transportasi yang digunakan oleh perusahaan akan berdampak besar pada profit perusahaan tersebut. Apabila profit yang diperoleh perusahaan dapat maksimal, perusahaan akan mampu mengembangkan usahanya menjadi lebih besar lagi. Langkah pemecahan masalah yang dilakukan yaitu penetapan kriteria optimasi, pengembangan alternatif solusi, pengembangan model optimasi, serta melakukan rancangan implikasi solusi terpilih. Langkahlangkah ini digunakan untuk mengoptimalkan biaya pengiriman barang untuk memperoleh profit yang maksimal. Penelitian memperoleh hasil yaitu biaya

10 5 2014 Lolyta Damora Simbolon, Marihat Situmorang, Normalina Napitupulu Sumber: Peneliti APLIKASI METODE TRANSPORTASI DALAM OPTIMASI BIAYA DISTRIBUSI beras miskin (Raskin) pada perum bulog sub divre Medan. pengiriman barang menggunakan metode yang sedang berjalan di perusahaan sudah optimal. Metode Transportasi adalah suatu metode yang dapat digunakan untuk menentukan pengalokasian barang yang paling efektif dari suatu sumber ke suatu tujuan tertentu dengan biaya yang seminimal mungkin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah metode transportasi dapat memberi penghematan atau efisiensi biaya distribusi RASKIN. Metode yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari Metode Pendekatan Vogel (VAM) untuk menganalisa solusi fisibel awal; Modified Distribution (MODI) untuk menganalisa solusi optimum.