MIKROPROSESOR REGISTER-REGISTER MIKROPROSESOR INTEL

dokumen-dokumen yang mirip
Mikroprosesor. Bab 3: Arsitektur Mikroprosesor. INTEL 8086 Generasi Awal Prosesor PENTIUM. Arsitektur Mikroprosesor 1

REGISTER Register-register yang terdapat pada mikroprosesor, antara lain :

OPERATION SYSTEM. Jenis - Jenis Register Berdasarkan Mikroprosesor 8086/8088

R E G I S T E R. = Code Segment Register = Data Segment Register = Stack Segment Register = Extra Segment Register. 3.

PENGERTIAN REGISTER. Arsitektur Mikroprosesor INTEL 8086 Tinjauan Umum

Mata Kuliah : Bahasa Rakitan Materi ke-3

Mikroprosesor. Pertemuan 8. By: Augury

ORGANISASI DAN ARSITEKTUR KOMPUTER. rsp oak informatika

Diktat Kuliah Organisasi dan Interaksi

PETA MEMORI MIKROPROSESOR 8088

KONFIGURASI PIN-PIN MIKROPROSESOR Z 80. Yoyo somantri Dosen Jurusan Pendidikan Teknik Elektro FPTK Universitas Pendidikan Indonesia

MODUL PRAKTIKUM ORGANISASI SISTEM KOMPUTER

BAB 3 UNIT KONTROL. Universitas Gadjah Mada 1

Bahasa Rakitan By Okti Yudhanti Nur K REGISTER

Materi 3. Komponen Mikrokomputer SYSTEM HARDWARE DAN SOFTWARE DADANG MULYANA

LAPORAN PRAKTIKUM ORGANISASI KOMPUTER & BAHASA ASSEMBLY PROGRAM OPERASI ARITMATIKA. Kelas : INF 2B Praktikum 1 Nama : Fernalia NIM : J3C212210

TEORI MIKROPROSESOR 8088

Memori Semikonduktor

BAB II MIKROPROSESOR INTEL 8088

SISTEM KERJA MIKROPROSESOR

LAPORAN PRAKTIKUM. Praktek Mikroprosesor 1 Job Sheet 2

MAKALAH REGISTER. Disusun Untuk Memenuhi Tugas Pada Semester 3 Jurusan D3 Teknik Elektro Dengan Mata Kuliah Sistem Digital & Mikroprosessor

IMPLEMENTASI PENGISIAN REGISITER DATA DAN OPERASI ARITMATIKA MENGGUNAKAN PROGRAM COMMAND PROMPT, BAHASA ASSEMBLER

LAPORAN PRAKTIKUM ORGANISASI KOMPUTER & BAHASA ASSEMBLY PROGRAM POINTER OPERASI ARITMATIKA

Bahasa Rakitan PENGERTIAN REGISTER

Diktat Kuliah intel 8088

Sistem Komputer. Komputer terdiri dari CPU, Memory dan I/O (Arsitektur Von-Neumann) Ada tiga bus dalam sistem komputer

Eksplorasi Prosesor 8086 Dengan Program DEBUG

MODUL I PENGENALAN ASSEMBLY

Pada pembahasan kali ini, digunakan instruksi MOV untuk menjelaskan mode pengalamatan data. Format penulisannya adalah :

Pertemuan ke 7 Mode Pengalamatan. Computer Organization Eko Budi Setiawan

Konsep Mikroprogramming. Sistem Komputer Universitas Gunadarma

BAB II LANDASAN TEORI LANDASAN TEORI

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

Mode Pengalamatan (Addressing Mode) Keluarga Prosesor 8086

CENTRAL PROCESSING UNIT CPU

Karakteristik Instruksi Mesin

Mikroprosessor & Antarmuka

PROGRAM STUDI S1 SISTEM KOMPUTER UNIVERSITAS DIPONEGORO. Oky Dwi Nurhayati, ST, MT

BAB VII KOMPUTER SEDERHANA SAP-3 (SIMPLE AS POSSIBLE-3)

Instruksi-Instruksi Pemindahan Data. Sistem Komputer Universitas Gunadarma

J. Informatika AMIK-LB Vol.1 No.2 /Mei/2013

Hal-hal yang perlu dilakukan CPU adalah : 1. Fetch Instruction = mengambil instruksi 2. Interpret Instruction = Menterjemahkan instruksi 3.

Disusun Oleh Kelompok 5 : Abdul Haris Nabu Muh. Eka A.P Paputungan Afner Mengi Deasry Potangkuman Aufry Masugi Adel Mamonto

Hanif Fakhrurroja, MT

DASAR KOMPUTER. Assembly Language

ARSITEKTUR MIKROPROSESOR Z80. Yoyo somantri Dosen Jurusan Pendidikan Teknik Elektro FPTK Universitas Pendidikan Indonesia

BAB III ALGORITMA DAN PERANCANGAN ALGORITMA DAN PERANCANGAN

Kuis : Bahasa Rakitan (UAS)

Diktat Kuliah Instruksi dan Segmentasi

Pertemuan 2 Organisasi Komputer II. Struktur & Fungsi CPU (I)

UJIAN AKHIR SEMESTER TAHUN AKADEMIK 2010/2011

Gambar 1.1. Diagram blok mikrokontroller 8051

MODE PENGALAMATAN PROGRAM MEMORI

OF DF IF TF SF ZF AF PF CF

Mode Pengalamatan. Sistem Komputer Universitas Gunadarma

HalamanJudul. Diktat MK Mikroprosesor dan Antarmuka. Disusun oleh : Raditiana Patmasari Inung Wijayanto Ramdhan Nugraha

CENTRAL PROCESSING UNIT (CPU) Sebuah mesin tipe von neumann

MODUL V STACK dan PENGENALAN PROCEDURE

PERTEMUAN. 1. Organisasi Processor. 2. Organisasi Register

ORGANISASI INTERNAL PROSESOR Oleh: Priyanto

PERTEMUAN : 4 EKSPLORASI DEBUG

SATUAN ACARA PERKULIAHAN Mata Kuliah: BAHASA RAKITAN Jurusan / Jenjang / Kode / SKS : SI / D3 / KK /2

MODUL PRAKTIKUM SISTEM OPERASI PRAKTIKUM I MODEL PEMROGRAMAN 1

SISTEM KOMPUTER.

Mata Kuliah : Bahasa Rakitan

Intermediate Code Form

BAB I TUGAS MATA KULIAH SISTEM MIKROPROSESOR DOSEN PEMBERI TUGAS : FATAH YASIN, ST, MT.

Tahun Akademik 2015/2016 Semester I DIG1B3 Konfigurasi Perangkat Keras Komputer

Instruksi Mikroprosesor. Mode Pengalamatan-Jenis[1]

PERCOBAAN 1 PENGENALAN MIKROPROSESOR MPF-I. Oleh : Sumarna, Jurdik Fisika, FMIPA, UNY

BAB II LANDASAN TEORI

CENTRAL PROCESSING UNIT (CPU)

Pemrograman Assembler dengan Debug

PERTEMUAN : 3. Jurusan Teknik Informatika STT PLN. Riki Ruli S -

Organisasi Komputer & Organisiasi Prosesor

BAB 3 MODE AKSES MEMORI, PENGGUNAAN VARIABEL DAN STACK

: Ahmad Sadili : Teknik Komputer (Reg) Tugas Mata Kuliah Mikroprosesor. Mikroprosesor Zilog Z80

GAMBARAN UMUM SISTEM KOMPUTER

ARSITEKTUR MIKROPROSESSOR

PENERAPAN MIKROPROSESOR

Bahasa rakitan/assembly Language

Daftar Isi. Daftar Isi Pertemuan 2: Pengenalan Debug dan Interrupt P2.1. Teori Pengenalan DEBUG... 3

Tahun Akademik 2015/2016 Semester I DIG1B3 Konfigurasi Perangkat Keras Komputer

Struktur dan Fungsi Processor

JUN - ITTELKOM. Dasar Sistem Komputer [1] Dasar Mikroprosesor Intel Mikroprosesor dan Antarmuka LOGO

Dosen : Team (no cheating, no book, no note, no additional paper, no calculator)

PERTEMUAN MEMORY DAN REGISTER MIKROKONTROLER

Tipe Instruksi. Data processing. Data storage. Data movement. Control. Instruksi aritmatika dan logika. Instruksi untuk Memory. Instruksi untuk I/O

Tabel Perbandingan ROM dan RAM pada beberapa seri ATMEL

STRUKTUR CPU. Arsitektur Komputer

Pertemuan ke 6 Set Instruksi. Computer Organization Dosen : Eko Budi Setiawan

Strategi Perancangan Hardware menggunakan 2 Metode Bersamaan dan Pengantar Arsitektur Mikroprosesor

MIKROPENGENDALI C TEMU 2b AVR ARCHITECTURE. Oleh : Danny Kurnianto,S.T.,M.Eng Sekolah Tinggi Teknologi Telematika Telkom

Bab 1. Pemrograman dan Bahasa Rakitan. 1.1 Pendahuluan

10. Konsep Operasional Prosessor dan Memori

Pertemuan 10 DASAR ANTAR MUKA I/O

I/O dan Struktur Memori

Simple As Possible (SAP) - 2. Abdul Syukur

Arsitektur Dasar Mikroprosesor. Mikroprosesor 80186/80188

Transkripsi:

Perguruan Tinggi Mitra Lampung MIKROPROSESOR REGISTER-REGISTER MIKROPROSESOR INTEL 8086 Erwin Ardianto, S.T

FLAG REGISTER 8086 memiliki flag register dengan panjang16-bit. Dari 16-bit itu terdapat 9 bendera yang aktif. Dari 9 bendera yang aktif, 6 bendera diantaranya (bendera kondisi) digunakan untuk menunjukkan kondisi-kondisi yang dihasilkan oleh pelaksanaan instruksi yakni bendera CF (carry flag), PF (parity flag), AF (auxiliary carry flag), ZF (zero flag), SF (sign flag), danof (overflow flag). Sedangkan 3 bendera lainnya (bendera kontrol) digunakan untuk mengendalikan beberapa operasi prosesor.

FLAG REGISTER Flag-flag kontrol ini berbeda dengan 6 bendera kondisi dalam hal cara set dan reset-nya. Keenam flag kondisi diset dan direset oleh EU, berdasarkan hasil operasi-operasi aritmetika atau logika, sedangkan 3 flag kontrol diset dan direset oleh instruksi-instruksi khusus yang ada pada program. Flag itu adalah TF (trap flag), IF (interrupt flag), dan DF (direction flag).

DIAGRAM FLAG REGISTER

FLAG REGISTER Carry Flag Bendera carry akan diset ( CF=1 ), jika operasi ALU menghasilkan carry. Contoh:

FLAG REGISTER Parity Flag Bendera paritas (parity flag) akan diset (PF=1), jika pelaksanaan perintah oleh ALU menghasilkan jumlah bit 1 genap dan reset (PF=0) jika jumlah bit 1 ganjil. Contoh: Output ALU=01100011, maka PF= 1 Output ALU=00101010, maka PF= 0

FLAG REGISTER Auxiliary Carry Flag Bendera AF (auxiliary carry flag) akan diset (AF=1), jika dalam penjumlahan, bit ke 3 menghasilkan carry. Contoh:

FLAG REGISTER Contoh lain : Bendera zero akan diset (ZF=1), jika operasi ALU memberikan hasil 0. Bendera sign akan diset (SF=1), jika pelaksanaan perintah oleh ALU menghasilkan bilangan negatif.

FLAG REGISTER Overflow Flag Bendera OF (overflow flag) akan set jika terjadi overflow yakni jumlah bit hasil operasi lebih besar dari lebar akumulator. Contoh: Jika suatu operasi menghasilkan bilangan dengan panjang 17-bit, sedangkan akumulator 8086 hanya16-bit, maka bendera OF akan set.

FLAG REGISTER Bendera TF (trap flag) digunakan pada mode operasi langkah tunggal (single step atau trace). Jika bendera ini set, maka pelaksanaan instruksi akan dilakukan step demi step. Bendera IF (interupt flag) digunakan untuk mengijinkan interupsi dari program. Bendera DF (string direction flag) digunakan pada operasi string.

GENERAL PURPOSE REGISTER 8086 memiliki 8 buah register serba guna yakni: AH, AL, BH, BL, CH, CL, DH, DL. Khusus untuk AL juga disebut AKUMULATOR. Jika kedelapan register tersebut digunakan sebagai register 16-bit, maka pasangan AH dan AL membentuk AX, begitu juga yang lainnya.

GENERAL PURPOSE REGISTER AX: merupakan akumulator, sering digunakan untuk menyimpan hasil sementara setelah operasi aritmetika dan logika. BX: sering digunakan sebagai register base untuk menyimpan address base data yang terletak didalam memori dan juga address base tabel data. CX: dapat digunakan sebagai register count. DX: dapat digunakan sebagai register data.

REGISTER ANTRIAN Padasaat EU mendekode atau melaksanakan suatu instruksi, ia tidak memerlukan menggunakan bus sehingga dapat digunakan oleh BIU untuk mengambil 6 byte instruksi sebagai instruksi berikutnya yang akan dilaksanakan. Instruksi-instruksi tersebut dinamakan prefetched instruction dan oleh BIU disimpan dalam register FIFO (first-in first-out) yang disebut juga register antrian.

REGISTER ANTRIAN Ketika EU siap melaksanakan instruksi berikutnya, ia dengan mudah membaca instruksi-instruksi dari register antrian dalam BIU. Jadi, ketika EU sedang melaksanakan suatu instruksi, bus dapat digunakan oleh BIU untuk menulis dan membaca memori serta mengambil instruksi berikutnya.

REGISTER ANTRIAN Teknologi yang memungkinkan pengambilan instruksi berikutnya sambil melaksanakan instruksi yang ada dinamakan pipelining. Berikut ini adalah contoh perbedaan prosesor 8085 tanpa pipelining dan 8086 dengan pipelining dalam melakukan pengambilan instruksi, pelaksanaan instruksi, operasi read dan operasi write. Nampak bahwa pipelining memberikan tingkat penggunaan bus yang lebih efektif.

REGISTER ANTRIAN 8085 8086

REGISTER SEGMEN 8086 mampu mengalamati 2 20 lokasi memori, sedangkan panjang register IP yang dimilikinya hanya 16-bit. Untuk memperoleh 20-bit sinyal alamat, 8086 menggunakan bantuan register segmen. Gabungan antara register segmen16-bit dan IP 16-bit akan menghasilkan 20-bit sinyal alamat. 8086 memilki 4 buah register segmenyakni CS (code segment), SS (stack segment), ES (extra segment), dan DS (data segment).

REGISTER SEGMEN Jika suatu register segmen berisi kode misalnya CS berisi 348A, maka CS dianggap memiliki alamat awal 348A0. BIU secara otomatis akan menambahkan angka 0 dibelakang isi segmen. Setiap segmen menempati 64K byte memori, dan dapat ditempatkan dimana saja didalam ruang alamat 1-M byte.

Penempatan alamat segmen pada memori 8086

REGISTER SEGMEN IP berisi instruksi berikutnya yang akan diambil. Alamat fisik yang dihasilkan BIU diperoleh dengan cara seperti disamping

REGISTER SEGMEN Bagian alamat awal segmen yang tersimpan didalam register segmen dinamakan segment base, dalam contoh 348A adalah segment base yang tersimpan dalam CS. Isi IP merupakan offset atau jarak (displacement) antara alamat awal segmen dengan alamat fisik yang dihasilkan. Pada contoh, IP = 4214 berarti merupakan jarak antara 348A0 (alamat awal segmen) s.d. 38AB4 (alamat fisik).

REGISTER SEGMEN Format penulisan alamat fisik : segment base : offset form Contoh : Jika CS berisi 348A dan IP = 4214, akan menghasilkan alamat fisik 38AB4. Alamat fisik tersebut dapat direpresentasikan/disajikan atau ditulis dalam bentuk : CS:IP atau 348A:4214 atau CS:IP=38AB4 Berapa alamat fisik yang direpresentasikan oleh 4 370:561E, dan 7A32:0028?

REGISTER STACK POINTER Stack adalah bagian memori yang digunakan untuk menyimpan alamat dan data selama subprogram dilaksanakan. Jika sub program selesai dilaksanakan, isi stack dikembalikan ke lokasi semula, yakni IP dan akumulator. SP merupakan register yang berisi offset 16-bit yang menghasilkan alamat fisik teratas dari memori stack. Untuk membangkitkan alamat fisik 20-bit, SP memerlukan bantuan register SS (stack segment).

REGISTER STACK POINTER Contoh: jika isi SS = 5000 dan isi SP = FFE0, maka akan menghasilkan alamat fisik : Alamat fisik tersebut dapat direpresentasikan dalam 5FFE0 (single number) atau dalam bentuk SS:SP yakni 5000:FFE0

REGISTER INDEX & POINTER Kecuali SP, EU pada 8086 juga memiliki register base pointer (BP)16-bit, dan juga register index SI (source index) 16-bit, dan DI(destination index) 16- bit. Walaupun BP, SI, dan DI dapat digunakan sebagai penyimpan sementara dari data seperti halnya pada register serbaguna, namun penggunaan utama mereka adalah menyediakan offset 16-bit dari data untuk suatu segmen base. Contoh: Alamat fisik data pada memori akan dibangkitkan dengan menambah isi SI dengan alamat segmen base yang direpresentasikan oleh bilangan16-bit dalam register DS.