LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 MARET 2009 DAN 2008 (MATA UANG INDONESIA)
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 MARET 2009 DAN 2008 Daftar Isi Halaman Neraca Konsolidasi... 1-2 Laporan Laba Rugi Konsolidasi... 3 Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasi... 4 Laporan Arus Kas Konsolidasi... 5 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi... 6-36
NERACA KONSOLIDASI Catatan AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas dan setara kas 2,3 107.980.360.569 88.346.627.852 Piutang usaha - setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar Rp 3.143.131.708 pada tahun 2009 dan Rp 2.867.386.237 pada tahun 2008 2,4,9 106.538.562.585 91.334.375.985 Piutang lain-lain - pihak ketiga 3.997.161.773 4.007.027.995 Pajak dibayar di muka 2,12 204.923.620 225.436.939 Persediaan 2,6,9 49.106.536.032 47.970.620.012 Biaya dibayar di muka 2 4.949.094.649 4.158.847.607 Uang muka pemasok dan lainnya 7 5.425.027.936 5.509.955.550 JUMLAH AKTIVA LANCAR 278.201.667.164 241.552.891.940 AKTIVA TIDAK LANCAR Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp 66.445.915.036 pada tahun 2009 dan Rp 61.169.216.414 pada tahun 2008 2, 8 58.891.611.011 53.522.358.765 Properti investasi 2,8 17.406.861.377 17.406.861.377 Taksiran tagihan restitusi pajak penghasilan 2,12-4.224.347.650 Aktiva pajak tangguhan - bersih 2,12 1.877.233.017 2.591.452.511 Uang jaminan Pihak ketiga 59.656.048 55.202.570 Pihak yang mempunyai hubungan istimewa 2,5 1.386.559.785 1.385.059.779 Lain-lain 983.680.000 1.252.480.092 JUMLAH AKTIVA TIDAK LANCAR 80.605.601.238 80.437.762.744 JUMLAH AKTIVA 358.807.268.402 321.990.654.684 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan. 1
NERACA KONSOLIDASI (lanjutan) KEWAJIBAN DAN EKUITAS Catatan KEWAJIBAN LANCAR Hutang bank jangka pendek 6,8,9 4.726.257.532 4.111.151.977 Hutang usaha 10 16.802.076.144 15.668.798.425 Hutang lain-lain 11 6.545.720.734 3.097.317.111 Hutang pajak 2,12 6.558.980.169 4.597.475.439 Biaya masih harus dibayar 1.302.859.900 978.773.656 Hutang dividen 240.374.163 237.450.913 Hutang sewa pembiayaan yang jatuh tempo dalam satu tahun 2,8 404.599.486 631.701.033 JUMLAH KEWAJIBAN LANCAR 36.580.868.128 29.322.668.554 KEWAJIBAN TIDAK LANCAR Hutang sewa pembiayaan - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun 2,8 791.500.841 360.451.340 Kewajiban pajak tangguhan - bersih 2,12 346.248.854 653.229.575 Kewajiban imbalan kerja 2,13 6.828.922.113 4.499.441.320 JUMLAH KEWAJIBAN TIDAK LANCAR 7.966.671.808 5.513.122.235 JUMLAH KEWAJIBAN 44.547.539.936 34.835.790.789 HAK MINORITAS ATAS AKTIVA BERSIH ANAK PERUSAHAAN 2 12.000.000 12.000.000 EKUITAS Modal saham - nilai nominal Rp125 per saham Modal dasar - 800.000.000 saham Modal ditempatkan dan disetor penuh - 428.000.000 saham 14 53.500.000.000 53.500.000.000 Tambahan modal disetor - agio saham 1,15 56.700.000.000 56.700.000.000 Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali 10.000.000 10.000.000 Akumulasi selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan 2 29.364.303.450 25.841.931.025 Saldo laba 174.673.425.016 151.090.932.870 JUMLAH EKUITAS 314.247.728.466 287.142.863.895 JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 358.807.268.402 321.990.654.684 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan. 2
LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASI Catatan PENJUALAN BERSIH 2,17 79.427.838.144 67.997.044.813 BEBAN POKOK PENJUALAN 2,18 33.387.283.212 28.422.764.732 LABA KOTOR 46.040.554.932 39.574.280.081 BEBAN USAHA 2,5,19 Penjualan 27.875.726.155 24.118.551.795 Umum dan administrasi 7.892.724.763 6.731.707.436 Jumlah Beban Usaha 35.768.450.918 30.850.259.231 LABA USAHA 10.272.104.014 8.724.020.850 PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN Laba selisih kurs - bersih 2 2.625.596.760 (300.514.499) Penghasilan bunga 1.406.176.232 720.926.561 Laba atas penjualan aset tetap 2,8 136.630.000 51.400.000 Beban program pengembangan perusahaan 20 (327.539.704) (136.325.050) Beban bunga (299.296.884) (180.585.673) Lain-lain bersiih 42.253.323 254.100.088 Penghasilan (beban) Lain-lain Bersih 3.583.819.727 409.001.427 LABA SEBELUM MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN 13.855.923.741 9.133.022.277 MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN 2,12 Kini 3.502.787.631 2.119.404.463 Tangguhan 28.721.666 207.227.809 Beban Pajak Bersih 3.531.509.297 2.326.632.272 LABA BERSIH 10.324.414.444 6.806.390.005. LABA BERSIH PER SAHAM DASAR 21 24 16. Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan. 3
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASI Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Akumulasi Selisih Kurs Modal Ditempatkan Tambahan Modal Entitas Karena Penjabaran Catatan dan Disetor Penuh Disetor-Agio Saham Sepengendali Laporan Keuangan Saldo Laba Jumlah Ekuitas Saldo 1 Januari 2008 53.500.000.000 56.700.000.000 10.000.000 25.064.825.613 144.284.542.865 279.559.368.478 Laba bersih - - - - 6.806.390.005 6.806.390.005 Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan - - - 777.105.412-777.105.412 Saldo 31 Maret 2008 53.500.000.000 56.700.000.000 10.000.000 25.841.931.025 151.090.932.870 287.142.863.895 Saldo 1 Januari 2009 53.500.000.000 56.700.000.000 10.000.000 29.063.630.853 164.349.010.572 303.622.641.425 Laba bersih - - - - 10.324.414.444 10.324.414.444 Dividen kas 16 - - - - - - Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan - - - 300.672.597-300.672.597 Saldo 31 Maret 2009 53.500.000.000 56.700.000.000 10.000.000 29.364.303.450 174.673.425.016 314.247.728.466 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan. 4
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI Catatan ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan kas dari pelanggan 82.002.477.135 62.769.178.619 Pembayaran kas kepada pemasok, karyawan dan beban operasi lainnya (73.090.742.872) (59.901.301.511) Kas diperoleh dari aktivitas operasi 8.911.734.263 2.867.877.108 Pembayaran untuk: Pajak (6.306.174.743) (1.145.657.872) Beban bunga (299.296.884) (180.585.673) Penerimaan dari penghasilan bunga 1.406.176.232 720.926.561 Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi 3.712.438.868 2.262.560.124 ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Hasil penjualan aset tetap 8 136.630.000 51.400.000 Perolehan aset tetap (1.904.463.499) (1.852.961.056) Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi (1.767.833.499) (1.801.561.056) ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Sewa pembiayaan 819.500.302 (195.160.840) Pembayaran pinjaman bank jangka pendek bersih 942.445.327 96.358.056 Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan 1.761.945.629 (98.802.784) KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS 3.706.550.998 362.196.284 KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 3 104.273.809.571 87.984.431.568 KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 3 107.980.360.569 88.346.627.852 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan. 5
1. UMUM Pendirian Perusahaan PT Mustika Ratu Tbk ( Perusahaan ) didirikan berdasarkan akta No. 35 pada tanggal 14 Maret 1978 oleh Notaris G.H.S. Loemban Tobing, S.H. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dengan Surat Keputusan No. Y.A.5/188/15 tanggal 22 Desember 1978 dan diumumkan dalam Berita Negara No. 8 tanggal 25 Januari 1980, Tambahan No. 45. Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta No. 136 pada tanggal 17 Juli 2008 oleh Notaris Soetjipto, S.H.M.Kn, terutama mengenai penyesuaian dengan Undang Undang Perseroan Terbatas No. 40 tahun 2007 tentang anggaran dasar Perusahaan. Perubahan tersebut telah dilaporkan dan sampai saat ini masih dalam proses mendapatkan pengesahan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi pabrikasi, perdagangan dan distribusi jamu dan kosmetik tradisional serta minuman sehat, dan kegiatan usaha lain yang berkaitan. Perusahaan berdomisili di Jalan Gatot Subroto, Jakarta dan pabrik berlokasi di Jalan Raya Bogor KM. 26,4 Ciracas, Jakarta Timur. Perusahaan memulai kegiatan komersial pada tahun 1978. Penawaran Umum Saham Perusahaan Perusahaan memperoleh Surat Pemberitahuan Efektif atas Pernyataan Pendaftaran Emisi Saham No. S-874/PM/95 pada tanggal 28 Juni 1995 dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) atas Pendaftaran Perusahaan sebagai Perusahaan Publik. Perusahaan menawarkan 27 juta lembar saham kepada masyarakat dengan nilai nominal Rp 500 per saham dengan harga penawaran Rp 2.600 per saham melalui bursa efek di Indonesia. Kelebihan harga jual saham atas nilai nominal saham telah dibukukan sebagai agio saham (Catatan 15). Perusahaan memperoleh persetujuan untuk mencatatkan seluruh sahamnya sebanyak 107.000.000 lembar saham di Bursa Efek Jakarta tanggal 27 Juli 1995 berdasarkan Surat Direksi PT Bursa Efek Jakarta No. S-376/BEJ.1.2/VII/1995 pada tanggal 24 Juli 1995. Pada tahun 2002 Perusahaan melakukan pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan nilai nominal lama Rp 500 per lembar saham menjadi nilai nominal baru sebesar Rp 125 per lembar saham. Pemecahan nilai nominal saham tersebut telah diumumkan oleh PT Bursa Efek Jakarta melalui surat No. PENG-453/BEJ.EEM/08-2002 tanggal 1 Agustus 2002. Jumlah saham beredar setelah dilakukan pemecahan nilai nominal menjadi sebesar 428.000.000 lembar saham. 6
1. UMUM (lanjutan) Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham yang diaktakan dengan akta No. 163 tanggal 17 Juli 2008 dan akta No. 14 pada tanggal 17 Agustus 2007 oleh Notaris Sutjipto, S.H.M.Kn., susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal adalah sebagai berikut: Presiden Komisaris : Haryo Tedjo Baskoro, MBA Presiden Komisaris : Haryo Tedjo Baskoro, MBA Komisaris Independen : Prof. DR. F. G. Winarno Komisaris Independen : Prof. DR. F. G. Winarno Komisaris : Darodjatun Sanusi, MBA Komisaris : Darodjatun Sanusi, MBA Presiden Direktur : DR. B.R.A. Mooryati Soedibyo Presiden Direktur : DR.B.R.A. Mooryati Soedibyo Wakil Presiden Direktur : Putri Kuswisnuwardani, MBA Wakil Presiden Direktur : Putri Kuswisnuwardani, MBA Direktur : Dewi Nur Handayani, BBA Direktur : Dewi Nur Handayani, BBA Arman S. Tjitrosoebono, MBA Arman S. Tjitrosoebono, MBA Zulfikar Lukman, MBA Jumlah gaji dan tunjangan lain yang diperoleh Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan dan Anak Perusahaan masing-masing sebesar Rp 1.477.935.580 dan Rp1.232.962.844 pada tahun 2009 dan 2008 Pada tanggal, Perusahaan dan Anak Perusahaan masing-masing memiliki 2.313 dan 2.454 karyawan (tidak diaudit). 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasi Laporan keuangan konsolidasi disajikan sesuai dengan prinsip-prinsip dan praktek akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, yaitu Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) serta Peraturan dan Pedoman Penyajian Laporan Keuangan yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) untuk perusahaan manufaktur. Laporan keuangan konsolidasi disusun berdasarkan basis akrual dengan menggunakan konsep biaya historis (historical cost), kecuali persediaan yang dinyatakan sebesar nilai yang terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih (the lower of cost or net realizable value) dan aset tetap Anak Perusahaan luar negeri yang telah dinilai kembali. Laporan arus kas konsolidasi mencerminkan penerimaan dan pembayaran kas dan setara kas dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Laporan arus kas dari aktivitas operasi disusun dengan menggunakan metode langsung. Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasi adalah rupiah. 7
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) Prinsip-prinsip konsolidasi Laporan keuangan konsolidasi meliputi laporan keuangan Perusahaan dan Anak-anak Perusahaan dengan persentase pemilikan lebih dari 50%, baik dimiliki secara langsung maupun tidak langsung adalah sebagai berikut: Persentase Tahun Mulai Pemilikan (%) Jumlah Aktiva Beroperasi Secara Kegiatan Usaha Domisili Komersial PT Mustika Ratubuana Distribusi dan International perdagangan Jakarta 1992 99.90 99.90 149.511.581.067 142.917.334.696 PT Mustika Ratu Distribusi dan (M) Sdn. Bhd. perdagangan Malaysia 1993 100.00 100.00 38.776.824.186 36.520.631.772 PT Mustika Ratu Properties (M) Penyewaan Sdn. Bhd. properti Malaysia 1997 100.00 100.00 16.576.820.408 15.399.695.545 PT Mustika International Distribusi dan Laboratories * perdagangan Jakarta 1997 99.90 99.90 4.000.000 4.000.000 PT Paras Cantik Distribusi dan Kenanga perdagangan Jakarta 2006 99.80 99.80 1.563.373.675 1.264.080.121 * Tidak aktif beroperasi PT Mustika Ratubuana International (MRBI) saat ini memiliki cabang-cabang yang berlokasi di Jakarta, Bandung, Semarang dan Surabaya. Untuk tujuan konsolidasi, akun-akun PT Mustika Ratu (M) Sdn. Bhd., dan PT Mustika Ratu Properties (M) Sdn. Bhd., Anak-anak Perusahaan yang berkedudukan di Malaysia, dikonversikan ke mata uang rupiah dengan dasar sebagai berikut: Akun-akun neraca Akun-akun laba rugi - kurs tengah pada tanggal neraca - kurs rata-rata bulanan pada tahun yang bersangkutan Selisih kurs karena penjabaran akun-akun neraca dan laba rugi dilaporkan secara terpisah pada komponen ekuitas dalam akun Akumulasi Selisih Kurs Karena Penjabaran Laporan Keuangan pada neraca konsolidasi. Semua saldo akun dan transaksi yang signifikan antar perusahaan telah dieliminasi. Bagian proporsional dari pemegang saham minoritas pada Anak Perusahaan disajikan sebagai Hak Minoritas atas Aktiva Bersih Anak Perusahaan pada neraca konsolidasi. Setara kas Deposito berjangka yang akan jatuh tempo dalam waktu tiga (3) bulan atau kurang sejak tanggal penempatannya yang tidak dibatasi penggunaannya serta tidak dijaminkan atas hutang, diklasifikasikan sebagai Setara Kas. 8
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) Investasi Investasi pada surat berharga diperdagangkan disajikan sebesar nilai wajar. Laba atau rugi yang belum direalisasi akibat kenaikan atau penurunan nilai wajar surat berharga dikreditkan atau dibebankan dalam laporan laba rugi konsolidasi tahun berjalan. Transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa Perusahaan dan Anak Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagaimana didefinisikan dalam PSAK No. 7 tentang Pengungkapan Pihakpihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa. Semua transaksi material dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, baik yang dilakukan atau yang tidak dilakukan berdasarkan persyaratan dan kondisi normal sebagaimana yang dilakukan dengan pihak ketiga, telah diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasi. Penyisihan piutang ragu-ragu Penyisihan piutang ragu-ragu ditetapkan berdasarkan penelaahan terhadap kolektibilitas piutang masing-masing pelanggan pada akhir tahun. Persediaan Persediaan dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi bersih (the lower of cost or net realizable value). Biaya perolehan dinyatakan berdasarkan metode masuk pertama keluar pertama (FIFO). Penyisihan persediaan usang ditetapkan untuk menurunkan nilai tercatat persediaan ke nilai realisasi bersihnya berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan persediaan pada akhir tahun. Biaya dibayar di muka Biaya dibayar di muka dibebankan sesuai masa manfaatnya dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method). Aset tetap Efektif tanggal 1 Januari 2008, Perusahaan menerapkan PSAK No. 16 (Revisi 2007), Aset Tetap, yang menggantikan PSAK No. 16 (1994) Aktiva Tetap dan Aktiva Lain-lain dan PSAK No. 17 (1994) Akuntansi Penyusutan. Berdasarkan PSAK No. 16 (Revisi 2007), suatu entitas harus memilih antara model biaya (cost model) atau model revaluasi (revaluation model) sebagai kebijakan akuntansi atas aset tetap. Perusahaan telah memilih untuk menggunakan model biaya sebagai kebijakan akuntansi pengukuran aset tetapnya. Penerapan PSAK revisi ini tidak menimbulkan dampak yang signifikan terhadap laporan keuangan Perusahaan. Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan, dikurangi akumulasi penyusutan dan penurunan nilai aset. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap sebagai berikut: 9
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) Aset tetap (lanjutan) Tahun Sewa tanah jangka panjang 99 Bangunan dan prasarana 20/50 Mesin dan peralatan pabrik 10 Peralatan dan perabot kantor 2-5 Kendaraan 5 Masa manfaat ekonomis, nilai residu dan metode penyusutan direview setiap akhir tahun dan pengaruh dari setiap perubahan estimasi tersebut berlaku prospektif. Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi pada saat terjadinya. Biaya penggantian komponen suatu aset dan biaya inspeksi yang signifikan diakui dalam jumlah tercatat aset jika memenuhi kriteria untuk diakui sebagai bagian dari aset. Aset tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau yang dijual, biaya perolehan serta akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari kelompok aset tetap yang bersangkutan dan laba atau rugi yang terjadinya dibukukan dalam laporan laba rugi tahun yang bersangkutan. Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar harga perolehan dan disajikan sebagai bagian dari aset tetap. Akumulasi biaya perolehan aset dalam penyelesaian akan dipindahkan ke masing-masing aset tetap yang bersangkutan pada saat aset tersebut selesai dikerjakan dan siap digunakan. Sesuai dengan PSAK No. 47 tentang Akuntansi Tanah, perolehan tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak disusutkan. Biaya perpanjangan hak pemilikan tanah ditangguhkan dan diamortisasi sepanjang periode hak atas tanah atau umur ekonomis tanah. Sesuai dengan PSAK No. 48 tentang Penurunan Nilai Aktiva, nilai aktiva ditelaah untuk setiap penurunan dan kemungkinan penghapusan aktiva ke nilai wajar jika terjadi peristiwa atau perubahan keadaan yang menunjukkan bahwa nilai tercatat tidak dapat diperoleh kembali. Properti Investasi Properti investasi adalah properti berupa tanah yang dimilki Perusahaan untuk kenaikan nilai. Tanah investasi diukur sebesar nilai perolehan dan tidak disusutkan. Sewa Efektif tanggal 1 Januari 2008, Perusahaan menerapkan PSAK No. 30 (Revisi 2007), Sewa, yang menggantikan PSAK No. 30 (1990) Akuntansi Sewa Guna Usaha. Berdasarkan PSAK No. 30 (Revisi 2007) klasifikasi sewa didasarkan pada sejauh mana risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset sewaan berada pada lessor atau lessee, dan pada substansi transaksi dan bukan pada bentuk kontraknya. 10
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) Sewa (lanjutan) Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemiikan aset. Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa operasi jika sewa tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Pada awal masa sewa, lessee mengakui sewa pembiayaan sebagai aset dan kewajiban dalam neraca sebesar nilai wajar aset sewaan atau sebesar nilai kini dari pembayaran sewa minimum, jika nilai kini lebih rendah dari nilai wajar. Pembayaran sewa minimum harus dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian yang merupakan pelunasan kewajiban. Beban keuangan harus dialokasikan ke setiap periode selama masa sewa sedemikian rupa sehingga menghasilkan suatu tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo kewajiban. Jumlah yang dapat disusutkan dari aset sewaan dialokasikan ke setiap periode akuntansi selama perkiraan masa penggunaan dengan dasar yang sistematis dan konsisten dengan kebijakan penyusutan aset yang dimiliki. Jika tidak terdapat kepastian yang memadai bahwa lessee akan mendapatkan hak kepemilikan pada akhir masa sewa, maka aset sewaan disusutkan selama periode yang lebih pendek antara masa sewa dan umur manfaat aset sewaan. Perusahaan menerapkan PSAK No. 30 (Revisi 2007) secara prosfektif, perlakuan akuntansi sebelumnya untuk transaksi dan saldo sewa telah diterapkan dengan tepat. Penerapan PSAK revisi ini tidak menimbulkan dampak yang signifikan terhadap laporan keuangan Perusahaan. Pengakuan pendapatan dan beban Pendapatan dari penjualan lokal diakui pada saat penyerahan barang kepada pelanggan. Pendapatan dari penjualan ekspor diakui sesuai dengan persyaratan pengiriman. Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basis). Transaksi dan saldo dalam mata uang asing Transaksi dalam mata uang asing dicatat dalam rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal neraca, aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing disesuaikan untuk mencerminkan kurs yang berlaku terakhir dari Bank Indonesia pada tanggal tersebut. Laba atau rugi kurs yang terjadi dikreditkan atau dibebankan pada usaha tahun berjalan. Kurs yang digunakan pada tanggal, adalah sebagai berikut: Dolar Amerika Serikat 11.575,00 9.217,00 Ringgit Malaysia 3.171,68 2.893,43 Dolar Singapura 7.617,41 6.683,36 Kurs tersebut dihitung berdasarkan rata-rata kurs beli dan kurs jual uang kertas asing dan/atau kurs transaksi terakhir dari Bank Indonesia untuk tahun berjalan. 11
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali Sesuai dengan PSAK No.38 tentang Akuntansi Restrukturisasi Entitas Sepengendali, tidak ada pengakuan laba atau rugi atas pengalihan aktiva, saham, atau instrumen kepemilikan lainnya antar entitas sepengendali. Selisih nilai pengalihan dengan nilai buku sehubungan dengan transaksi antar entitas sepengendali bukan merupakan goodwill dan selisih ini disajikan sebagai bagian dari ekuitas Pajak penghasilan Beban pajak kini disajikan berdasarkan taksiran penghasilan kena pajak tahun berjalan. Aktiva dan kewajiban pajak tangguhan diakui berdasarkan perbedaan temporer antara dasar pelaporan komersial dan dasar pajak atas aktiva dan kewajiban pada masing-masing tanggal pelaporan. Manfaat pajak masa yang akan datang, seperti akumulasi rugi fiskal yang belum digunakan diakui sejauh terdapat cukup kemungkinan atas realisasi dari manfaat pajak tersebut. Pajak tangguhan dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada tanggal neraca. Perubahan nilai tercatat aktiva dan kewajiban pajak tangguhan yang disebabkan oleh perubahan tarif pajak dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasi tahun berjalan, kecuali untuk transakasi-transaksi yang sebelumnya telah langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas. Perubahan atas kewajiban pajak dicatat ketika hasil pemeriksaan diterima atau hasil dari keberatan ditetapkan dalam hal pengajuan keberatan oleh Perusahaan/ atau Anak Perusahaan. Imbalan kerja Perusahaan dan Anak Perusahaan mencatat imbalan kerja berdasarkan Undang-undang No. 13 tahun 2003 tanggal 25 Maret 2003 ( UU No. 13 ). Berdasarkan PSAK No. 24 (Revisi 2004 Imbalan Kerja ), biaya imbalan kerja dihitung berdasarkan UU No. 13 dengan menggunakan metode perhitungan aktuarial projected unit credit. Keuntungan atau kerugian aktuarial diakui sebagai penghasilan atau beban apabila akumulasi keuntungan atau kerugian aktuarial bersih yang belum diakui untuk masing-masing program pada akhir tahun pelaporan sebelumnya melebihi jumlah 10% dari kewajiban imbalan pasti pada tanggal tersebut. Keuntungan atau kerugian aktuarial ini diakui selama rata-rata sisa masa kerja karyawan dengan menggunakan metode garis lurus. Biaya jasa lalu yang timbul akibat pengenalan program imbalan pasti atau perubahan kewajiban imbalan kerja dari program sebelumnya harus diamortisasi sampai imbalan kerja tersebut telah menjadi hak karyawan. 12
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) Pelaporan segmen Perusahaan dan Anak Perusahaan bergerak dalam bidang pabrikasi, perdagangan dan distribusi jamu dan kosmetik tradisional serta minuman sehat dan kegiatan usaha lain yang berkaitan. Sesuai dengan struktur organisasi dan struktur manajemen serta sistem pelaporan internal Perusahaan dan Anak Perusahaan, pelaporan segmen primer atas informasi keuangan disajikan berdasarkan segmen usaha karena risiko dan imbalan sangat dipengaruhi oleh jenis kegiatan usaha yang berbeda. Pelaporan segmen sekunder ditentukan berdasarkan lokasi geografis dari kegiatan usaha Perusahaan dan Anak Perusahaan. Informasi keuangan atas pelaporan segmen berdasarkan PSAK No. 5 (Revisi 2000) disajikan dalam Catatan 24. Laba bersih per saham dasar Laba bersih per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih tahun berjalan dengan jumlah ratarata tertimbang saham yang beredar selama tahun yang bersangkutan. Pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007, jumlah rata-rata tertimbang saham adalah sebesar 428.000.000 lembar saham. Penggunaan estimasi Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum mengharuskan manajemen membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi nilai yang dilaporkan. Sehubungan dengan adanya ketidakpastian yang melekat dalam pembuatan estimasi, maka realisasi yang akan terjadi dapat berbeda dengan estimasi yang telah dilaporkan sebelumnya. 3. KAS DAN SETARA KAS Kas Rupiah 810.599.463 879.887.114 Ringgit Malaysia 19.600.982 17.881.397 Dolar Amerika Serikat 544.680 544.680 830.745.125 898.313.191 13
3. KAS DAN SETARA KAS (lanjutan) Bank Rupiah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 21.969.137.289 18.730.518.134 PT Bank CIMB Niaga Tbk (dahulu PT Bank Niaga Tbk dan PT Bank Lippo Tbk) 1.357.436.370 757.170.988 PT Bank Central Asia Tbk 96.784.480 93.157.960 PT Bank Pan Indonesia Tbk 2.000.000 - Dolar Amerika Serikat Standard Chartered Bank 1.245.662.280 1.956.594.899 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 849.308.101 579.631.507 Ringgit Malaysia RHB Bank, Malaysia 1.648.376.205 1.396.965.770 Maybank Malaysia 94.753.179 863.112.571 27.263.457.904 24.377.151.829 Deposito berjangka Dolar Amerika Serikat American Express Bank Ltd., Singapura 57.835.639.999 49.071.162.832 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 5.850.517.541 - Rupiah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 5.100.000.000 5.400.000.000 PT Bank CIMB Niaga Tbk (dahulu PT Bank Niaga Tbk) 6.000.000.000 7.500.000.000 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 4.000.000.000 1.000.000.000 PT Bank Danamon Tbk 1.000.000.000 - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 100.000.000 100.000.000 79.886.157.540 63.071.162.832 Jumlah 107.980.360.569 88.346.627.852 Tingkat suku bunga per tahun adalah sebagai berikut: Deposito berjangka Dolar Amerika Serikat 0,47% - 7,13% 2,44% - 4,85% Deposito berjangka Rupiah 11,00% -13,00% 5,25% - 7,75% 14
4. PIUTANG USAHA Rincian piutang usaha kepada pihak ketiga adalah sebagai berikut : 15 Penjualan Langsung Dalam Negeri Jakarta 11.164.128.866 12.140.694.750 Jawa Timur 5.259.240.491 5.246.003.473 Jawa Barat 4.323.959.261 3.619.757.389 Jawa Tengah 1.085.888.086 973.006.658 Luar Negeri Malaysia 27.223.974.362 22.215.757.797 Negara lainnya 4.499.276.746 3.349.273.029 Distributor PT Dos Ni Roha 8.743.153.006 9.771.738.775 PT Jalur Sutramas 4.484.564.931 3.043.138.298 PT Global Mitra Prima Medan 3.807.895.958 4.119.188.587 PT.Petama Mustika Utama 2.573.796.609 2.064.077.513 PT Batu Rusa 2.530.429.023 1.688.271.835 PT Rajawali Nusindo 2.491.316.900 1.870.913.779 PT Anugrah Niaga Jaya 2.471.897.575 2.262.156.355 PT Laut Indah Jaya 2.314.840.957 1.605.807.006 PT Bintang Sri Wijaya 2.189.987.533 2.182.070.543 PT Delta Pusaka Pratama 2.189.388.316 1.541.780.585 PT Mustika Tiara Kapuas 1.983.076.262 1.342.311.874 PT Sinar Bintang Mas 1.766.706.906 1.555.246.616 CV Sumber Agung Sejahtera 1.716.396.672 348.783.121 CV Tiara Mas 1.569.213.421 379.910.055 CV Cakra Nusantara 1.528.545.844 1.172.009.394 PT Matakar Pantam 1.428.937.112 1.117.220.507 PT Mandiri Abadi 1.254.254.733 1.317.687.940 UD Murah Jaya 1.236.701.941 742.654.069 UD Duta Air Mentari 973.455.153 394.969.558 PD Mitta Jaya 879.630.815 826.101.893 PT Mitra Rejeki Lestari 876.235.045 963.650.147 PT Andalan Prima Indonesia 850.708.583 512.031.033 PD Romeico 732.301.227 602.807.509 PT Media Mustika 714.771.641 579.996.999 CV Tunggal Jaya 685.084.085 515.163.785 CV Matakar Kendari 625.666.152 387.635.165 PT Selatan Jaya Aditama 588.141.558 932.515.053 PT Citra Manise Sejati 583.559.958 283.791.730 PT Plambo Pratama 551.295.144 437.735.631 CV Bella Karina 492.987.430 249.662.137 CV Sinar Pagi Cemerlang 410.703.184 266.644.144
4. PIUTANG USAHA (lanjutan) UD Yova Jaya Tarakan 260.417.140 - UD Aneka 257.502.309 249.467.312 CV Terlaksana Sukses Mandiri - 598.417.727 Sanitas 254.482.853 CV Sumber Agung 151.684.455 Lain-lain (masing-masing di bawah Rp 100.000.000) 361.663.358 325.545.143 57.625.226.481 46.657.269.126 Jumlah 109.681.694.293 94.201.762.222 Penyisihan piutang ragu-ragu (3.143.131.708) (2.867.386.237) Bersih 106.538.562.585 91.334.375.985 Rincian piutang usaha menurut jenis mata uang adalah sebagai berikut: Rupiah 77.958.443.185 68.636.731.396 Ringgit Malaysia 27.223.974.362 22.215.757.797 Dolar Amerika Serikat 4.499.276.746 3.349.273.029 Jumlah 109.681.694.293 94.201.762.222 Berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan akun piutang masing-masing pelanggan pada akhir tahun, manajemen Perusahaan dan Anak Perusahaan berpendapat bahwa penyisihan piutang ragu-ragu telah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang usaha. Analisis umur piutang usaha adalah sebagai berikut: Persentase (%) Lancar 79.144.199.909 67.354.259.989 72,16 71,50 Jatuh tempo 1-30 hari 17.376.378.761 14.299.827.505 15,84 15,18 31-60 hari 8.480.149.014 6.970.930.404 7,73 7,40 Lebih dari 60 hari 4.680.966.609 5.576.744.324 4,27 5,92 Jumlah 109.681.694.293 94.201.762.222 100,00 100,00 Piutang usaha digunakan sebagai jaminan atas hutang yang diperoleh dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Catatan 9). 16
5. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA Dalam kegiatan usaha normal, Perusahaan dan Anak Perusahaan melakukan transaksi dengan pihakpihak yang mempunyai hubungan istimewa, sebagai berikut: Perusahaan dan Anak Perusahaan menyewa ruangan kantor yang dimiliki oleh PT Mustika Ratu Centre, perusahaan afiliasi. Biaya sewa yang dibebankan ke dalam usaha sebesar Rp 956.385.319 atau 2,67% dari jumlah beban usaha konsolidasi pada tahun 2009 dan Rp 545.490.687 atau 1,77% dari jumlah beban usaha konsolidasi pada tahun 2008. Perusahaan dan Anak Perusahaan juga menempatkan uang jaminan sewa sebesar Rp 1.386.559.785 atau 0,39% dari jumlah aktiva konsolidasi pada tanggal 31 Maret 2009 dan Rp 1.385.059.779 atau 0,43 % dari jumlah aktiva konsolidasi pada 31 Maret 2008. 6. PERSEDIAAN Persediaan terdiri dari: Barang jadi 23.085.467.469 25.711.474.857 Bahan baku 20.666.963.649 18.927.707.750 Barang dalam proses 5.354.104.914 3.331.437.405 Jumlah 49.106.536.032 47.970.620.012 Persediaan milik Perusahaan digunakan sebagai jaminan atas hutang yang diperoleh dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Catatan 10). Pada tanggal, persediaan telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan pencurian dengan nilai pertanggungan masing-masing sebesar Rp 38.965.000.000 dan RM 1.700.000 dan Rp 60.000.000.000. Manajemen berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian dari risiko kebakaran dan pencurian. 7. UANG MUKA PEMASOK DAN LAINNYA Uang muka terdiri dari: Uang muka pemasok 3.304.322.353 3.884.753.921 Uang muka kontraktor 72.166.684 124.500.000 Lain-lain 2.048.538.899 1.500.701.629 Jumlah 5.425.027.936 5.509.955.550 17
8. ASET TETAP Saldo Saldo 2009 Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Akhir Nilai tercatat Pemilikan Langsung Tanah 11.090.469.852 - - - 11.090.469.852 Sewa tanah jangka panjang 15.891.111.759 92.322.211 - - 15.983.433.970 Bangunan dan prasarana 29.089.783.322 146.451.806 - - 29.236.235.128 Mesin dan peralatan pabrik 21.554.777.880 39.310.332 - - 21.594.088.212 Peralatan dan perabot kantor 26.938.949.554 507.041.411 - - 27.445.990.965 Kendaraan 16.260.205.636 24.907.739 160.715.455-16.124.397.920 Sub Jumlah 120.825.298.003 810.033.499 160.715.455-121.474.616.047 Aset dalam penyelesaian Mesin dan peralatan pabrik 72.080.000 - - - 72.080.000 Jumlah Kepemilikan langsung 120.897.378.003 810.033.499 160.715.455-121.546.696.047 Sewa pembiayaan Kendaraan 2.696.400.000 1.094.430.000 - - 3.790.830.000 Jumlah 123.593.778.003 1.904.463.499 160.715.455-125.337.526.047 Akumulasi Penyusutan Pemilikan Langsung Sewa tanah jangka panjang 5.614.179.077 72.969.846 - - 5.687.148.923 Bangunan dan prasarana 10.460.134.715 291.755.332 - - 10.751.890.047 Mesin dan peralatan pabrik 13.047.338.049 311.032.209 - - 13.358.370.258 Peralatan dan perabot kantor 20.595.803.875 503.462.957 - - 21.099.266.832 Kendaraan 13.999.004.060 178.425.368 160.715.455-14.016.713.973 Sub Jumlah 63.716.459.776 1.357.645.712 160.715.455-64.913.390.033 Sewa pembiayaan Kendaraan 1.395.988.333 136.536.670 - - 1.532.525.003 Jumlah 65.112.448.109 1.494.182.382 160.715.455-66.445.915.036 Nilai Buku 58.481.329.894 58.891.611.011 18
8. ASET TETAP (lanjutan) Saldo Saldo 2008 Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Akhir Nilai tercatat Pemilikan Langsung Tanah 11.090.469.852 - - - 11.090.469.852 Sewa tanah jangka panjang 14.252.090.148 329.124.649 - - 14.581.214.797 Bangunan dan prasarana 27.599.222.401 262.571.921 - - 27.861.794.322 Mesin dan peralatan pabrik 17.358.662.301 170.240.409 - - 17.528.902.710 Peralatan dan perabot kantor 24.077.890.005 407.542.057 - - 24.485.432.062 Kendaraan 15.806.979.416 683.482.020 43.100.000-16.447.361.436 110.185.314.123 1.852.961.056 43.100.000-111.995.175.179 Sewa Guna Usaha Kendaraan 2.696.400.000 - - - 2.696.400.000 Jumlah 112.881.714.123 1.852.961.056 43.100.000-114.691.575.179 Akumulasi Penyusutan Pemilikan Langsung Sewa tanah jangka panjang 4.891.199.603 149.650.234 - - 5.040.849.837 Bangunan dan prasarana 9.262.306.119 293.566.944 - - 9.555.873.063 Mesin dan peralatan pabrik 12.022.872.508 233.098.174 - - 12.255.970.682 Peralatan dan perabot kantor 18.731.297.331 473.068.613 - - 19.204.365.944 Kendaraan 13.867.315.987 305.229.239 43.100.000-14.129.445.226 58.774.991.548 1.454.613.204 43.100.000-60.186.504.752 Sewa Guna Usaha Kendaraan 871.358.327 111.353.335 - - 982.711.662 Jumlah 59.646.349.875 1.565.966.539 43.100.000-61.169.216.414 Nilai Buku 53.235.364.248 53.522.358.765 Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut: Beban pokok penjualan 479.145.206 350.778.449 Beban penjualan (Catatan 19) 604.509.057 707.700.972 Beban umum dan administrasi (Catatan 19) 347.664.025 292.939.423 Jumlah 1.431.318.288 1.351.418.844 19
8. ASET TETAP (lanjutan) Rincian penjualan aset tetap adalah sebagai berikut: Nilai buku - - Harga jual 136.630.000 51.400.000 Laba penjualan 136.630.000 51.400.000 Dalam mutasi penambahan nilai tercatat dan akumulasi penyusutan, termasuk selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan Anak Perusahaan luar negeri masing-masing sebesar Rp174.774.695 dan Rp 63.571.435 pada tahun 2009. Penambahan masing-masing sebesar Rp 612.339.142 dan Rp 212.590.082 pada tahun 2008. Jenis pemilikan hak atas tanah milik Perusahaan seluruhnya berupa Hak Guna Bangunan (HGB). Hak atas tanah tersebut akan berakhir dalam berbagai tanggal dari tahun 2028 sampai dengan tahun 2030. Manajemen berpendapat bahwa hak atas tanah tersebut dapat diperbaharui atau diperpanjang kembali pada saat jatuh tempo. Perusahaan memiliki tanah seluas 100.995 meter persegi berlokasi di Cibitung, Bekasi, yang belum digunakan untuk usaha. Pada tanggal, jumlah biaya perolehan tanah tersebut sebesar Rp 17.406.861.377 disajikan sebagai Properti investasi dalam akun aktiva tidak lancar. Jenis pemilikan hak atas tanah milik Perusahaan seluruhnya berupa Hak Guna Bangunan (HGB). Hak atas tanah tersebut akan berakhir pada tanggal 11 Agustus 2028. Manajemen berpendapat bahwa hak atas tanah tersebut dapat diperbaharui atau diperpanjang kembali pada saat jatuh tempo. Pada tanggal, aset tetap Perusahaan dan Anak Perusahaan telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 50.799.344.000, dan RM 2.650.000 dan Rp 79.140.000.000. Perusahaan juga memiliki asuransi terhadap gangguan usaha sebesar Rp 15.000.000.000. Manajemen Perusahaan dan Anak Perusahaan berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian dari risiko kebakaran dan risiko lainnya. Berdasarkan penelaahan manajemen, tidak terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang mengindikasikan adanya penurunan nilai aset tetap pada tanggal. PT Mustika Ratubuana Internasional ( Anak Perusahaan dalam negeri ) mengadakan perjanjian sewa pembiayaan dengan PT Orix Indonesia Finance, untuk membeli kendaraan dengan jangka waktu 3 tahun yang berakhir pada tanggal 28 September 2008 dan pada tanggal 21 Agustus 2007 kembali mengadakan perjanjian sewa pembiayaan dengan PT Orix Indonesia Finance dengan jangka waktu 3 tahun yang berakhir pada tanggal 28 Juli 2010. Dan pada tanggal 9 Desember 2008,18 Januari 2009,15 Februari 2009 dan 18 Maret 2009 kembali mengadakan perjanjian sewa pembiayaan dengan PT Bank Pan Indonesia Tbk untuk membeli kendaraan dengan jangka waktu 3 tahun yang berakhir pada tanggal 8 November 2011,18 Desember 2011,dan 18 Januari 2012. 20
8. ASET TETAP (lanjutan) Pada tahun 2007, PT Mustika Ratu (M) Sdn. Bhd. ( Anak Perusahaan luar negeri ) mengadakan perjanjian sewa pembiayaan dengan Affin Bank Berhad (Malaysia) dengan jangka waktu 3 tahun hingga 2010. Pembayaran hutang minimum di masa yang akan datang berdasarkan perjanjian sewa pembiayaan pada tanggal 21 Agustus 2007 dan 28 Nopember 2005 adalah sebagai berikut: Tahun 2008-702.186.402 2009 524.382.616 286.667.543 2010 521.663.856 118.859.000 2011 388.168.069-2012 13.332.920 - Jumlah 1.447.547.461 1.107.712.945 Dikurangi bagian bunga (251.447.134) (115.560.572) Jumlah hutang sewa pembiayaan 1.196.100.327 992.152.373 Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun (404.599.486) (631.701.033) Bagian jangka panjang 791.500.841 360.451.340. 9. HUTANG BANK JANGKA PENDEK Akun ini terdiri dari: PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 4.726.257.532 4.111.151.977 Perusahaan memperoleh pinjaman dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berupa fasilitas cerukan dengan jumlah maksimum sebesar Rp 7.400.000.000 yang jatuh tempo pada tanggal 30 September 2008. Pada tanggal 5 September 2008, Bank memperpanjang jangka waktu pinjaman sampai dengan tanggal 30 September 2009. Pinjaman ini dijamin dengan persediaan dan piutang dagang yang telah diikat secara fiducia pada tahun 2008 (Catatan 5 dan 7). Pinjaman ini dikenakan tingkat suku bunga sebesar 14.50% pada tahun 2009 dan 11.75% pada tahun 2008. Berdasarkan perjanjian kredit dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Perusahaan tidak diperbolehkan untuk melakukan hal-hal berikut ini tanpa memperoleh persetujuan tertulis dari Bank: a. Membagikan dividen > 50 % dari laba bersih setelah pajak Perusahaan b. Memindahtangankan barang agunan c. Memperoleh fasilitas kredit atau pinjaman dari pihak lain, kecuali dalam transaksi usaha yang wajar 21
9. HUTANG BANK JANGKA PENDEK (lanjutan) d. Mengaitkan diri sebagai penjamin hutang atau menjaminkan harta kekayaan perusahaan kepada pihak lain e. Menyewakan objek agunan kredit f. Mengubah bentuk dan tata susunan objek agunan kredit 10. HUTANG USAHA Akun ini merupakan kewajiban yang timbul atas pembelian bahan baku, suku cadang, perlengkapan pabrik dan/atau jasa dari pihak ketiga, dengan rincian sebagai berikut : 22 PT Dynaplast Tbk 1.504.328.660 1.214.445.981 PT Sumber Kita Indah 1.310.210.000 1.501.555.000 PT Multiplast Jaya Tata Mandiri 1.261.400.246 642.595.416 PT Tri Tunggal Artha Makmur 1.104.657.620 539.047.761 PT Symrise 823.321.483 589.866.079 PT Cognis Indonesia 732.537.301 772.997.436 PT Megasetia Agung Kimia 468.659.488 144.955.426 PT Menjangan Sakti 460.238.350 - PT Berlina 441.950.300 - PT Techpack Asia 353.037.300 259.358.000 PT Orientanindo 341.759.990 349.236.000 PT Kencana Pratama Gemilang 296.410.950 - PT Hasil Raya Industri 253.968.017 191.800.994 PT Kemas Indah Maju 244.876.720 116.967.774 PT Superlabel Indonesia 239.237.680 502.205.000 PT Nardevchem Kemindo 225.841.882 270.691.664 PT Cahaya Bumi Cemerlang 211.548.441 388.833.819 PT Prima Kalpast 205.172.770 100.588.619 PT Bumi Mulia Indah Lestari 175.450.334 508.345.214 PT Mane Indonesia 153.128.167 343.873.860 PT Subahtera Semesta 139.122.500 - PT Indographica Ekakarsa 128.837.500 - PT Jutarasa Abadi 125.053.500 - PT Nardatita 119.436.191 102.936.471 PT Guru Indonesia 118.809.461 122.130.361 PT Lautan Luas 117.070.980 262.541.486 PT Merpati Mahardika 113.094.121 230.090.728 PT White Oils Nusantara 108.060.942 - PT Timur Jaya Plastindo 102.685.000 - PT Focus Group 100.815.000 - UD Cakra Buana/H. Wijaya 95.061.600 217.048.800 PT Asvelia Gracia Pratama 93.129.685 115.554.384 PT Gelpi Kurnia Lestari 87.008.346 130.180.411 UD Sigit Gutomo 82.733.500 120.966.950 PT Mandira Buana 67.034.880 156.270.675
10. HUTANG USAHA (lanjutan) PT Primasindo Makmur Kencana 66.879.804 124.471.089 PT Kemiko Indonesia 65.868.963 156.282.909 PT Avesta Continental Pack 46.585.000 218.601.900 PT Indokonverta Indah 33.066.000 125.356.000 PT Era Variasi Intertika 27.288.788 128.033.510 PT Signa Husada 18.518.500 116.853.860 PT Dwipar Loka Ayu 17.089.065 474.820.596 PT Petra Kemindo Pratama Mandiri 12.944.060 104.470.521 PT Bakti Jala Kencana 11.281.270 112.789.393 PT Smart Corp Tbk - 773.496.096 PT Tugu Pakulonan - 201.026.650 PT Grafilia Prima Printing - 186.056.750 PT Anugrah Kimia Ariwidya - 185.316.670 PT Tigaka Distrindo Perkasa - 174.494.618 PT Rexam Der Kwei Kemas - 167.860.000 PT Phytochemindo Reksa - 160.186.542 PT Hadi Putra Jaya - 119.002.620 Lainnya (masing-masing di bawah Rp 100.000.000) 4.096.865.789 2.244.594.392 Jumlah 16.802.076.144 15.668.798.425 Rincian hutang usaha berdasarkan jenis mata uang adalah sebagai berikut: Rupiah 15.817.273.986 14.685.938.561 Dolar Amerika Serikat 984.802.158 982.859.864 Jumlah 16.802.076.144 15.668.798.425 Analisis umur hutang usaha adalah sebagai berikut: Persentase (%) Lancar 13.230.570.607 13.329.446.820 78,74 85,07 Jatuh tempo 1-30 hari 3.278.105.168 2.121.555.307 19,51 13,54 31-60 hari 293.400.369 217.796.298 1,75 1,39 Jumlah 16.802.076.144 15.668.798.425 100,00 100,00 23
11. HUTANG LAIN-LAIN Hutang lain-lain merupakan hutang kepada pihak ketiga yang timbul atas transaksi sebagai berikut: Periklanan 4.636.370.813 1.628.661.126 Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100.000.000) 1.909.349.921 1.468.655.985 Jumlah 6.545.720.734 3.097.317.111 12. PERPAJAKAN a. Pajak dibayar dimuka merupakan Pajak Pertambahan Nilai Anak Perusahaan sebesar Rp 204.923.620 pada tahun 2009 dan Rp 225.436.939 pada tahun 2008. b. Taksiran tagihan restitusi pajak penghasilan 2008 Anak Perusahaan dalam negeri 2005 2.502.501.569 2003 769.033.289 2002 952.812.792 Jumlah 4.224.347.650 Dalam rangka restitusi kelebihan pembayaran pajak penghasilan badan Anak Perusahaan dalam negeri tahun 2003 sebesar Rp 2.038.901.092, Direktorat Jenderal Pajak telah menyelesaikan pemeriksaan dan menerbitkan Surat Ketetapan Pajak No. 00029/406/03/005/05 tanggal 24 Maret 2005 yang menyetujui kelebihan pembayaran pajak penghasilan badan tahun 2003 sebesar Rp 1.912.922.224. Pada tahun 2005 selisih sebesar Rp 125.978.868 dibebankan ke operasi tahun 2005 sebagai bagian dari Penghasilan (Beban) Lain-lain. Anak Perusahaan telah menerima pembayaran dari SKPLB diatas sebesar Rp 999.856.054 akan tetapi berdasarkan STP No.0000543/WPJ.20/KP.0608/2004 tanggal 25 Agustus 2005, Anak Perusahaan memiliki tunggakan pajak PPh Pasal 25 untuk tahun 2004 sebesar Rp 144.032.881 yang dipindahbukukan dari perhitungan lebih bayar, sehingga terdapat taksiran pajak lebih bayar pajak sebesar Rp 769.033.289. Berdasarkan Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar dari Direktoral Jenderal Pajak No. 00023/406/005/007/08 tanggal 23 September 2008, PT MRBI, salah satu anak perusahaan dalam negeri menerima tagihan restitusi pajak penghasilan tahun pajak 2005 sebesar Rp 1.834.280.200 dari jumlah yang diklaim sebesar Rp 2.502.501.569. Selisih tagihan restitusi pajak sebesar Rp 668.221.369 untuk tahun pajak 2005 dan tagihan restitusi pajak yang tidak tertagih sebesar Rp 769.033.289 untuk tahun pajak 2003 dan sebesar 24
12. PERPAJAKAN (lanjutan) Rp 952.812.792 untuk tahun pajak 2002 dengan total nilai sebesar Rp 2.390.067.450 dicatat dan dibebankan pada bagian pendapatan dan beban lain-lain pada laporan laba rugi konsolidasi tahun berjalan c. Hutang pajak: Pajak Penghasilan Pasal 21 177.800.493 208.400.076 Pasal 23 17.759.463 70.998.528 Pasal 25 374.051.519 323.741.568 Taksiran Pajak Penghasilan 2.871.920.045 1.538.176.741 Pajak Pertambahan Nilai 2.110.997.228 1.538.002.616 Pajak lainnya 1.006.451.421 918.155.910 Jumlah 6.558.980.169 4.597.475.439 d. Rekonsiliasi antara laba konsolidasi sebelum beban (manfaat) pajak penghasilan seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi konsolidasi dan taksiran penghasilan kena pajak untuk tahun yang berakhir pada tanggal adalah sebagai berikut: Laba konsolidasi sebelum beban (manfaat) pajak penghasilan menurut laporan laba rugi konsolidasi 13.855.923.741 9.133.022.277 Dikurangi laba Anak Perusahaan sebelum pajak penghasilan (8.449.322.160) (4.446.671.680) Laba Perusahaan sebelum pajak penghasilan 5.406.601.581 4.686.350.597 Beda temporer Imbalan kerja - (242.557.959) Penyusutan aset tetap (40.948.480) 108.347.171 Pembayaran imbalan kerja (294.281.784) - Beda tetap Beban jamuan tamu, kesejahteraan karyawan, sumbangan dan lain-lain 181.114.180 206.615.129 Penghasilan bunga yang sudah dikenakan pajak penghasilan final (1.221.419.719) (594.583.359) Taksiran penghasilan kena pajak Perusahaan 4.031.065.778 4.164.171.579 25
12. PERPAJAKAN (lanjutan) e. Perhitungan beban pajak kini dan taksiran hutang pajak adalah sebagai berikut: Beban pajak kini Perusahaan 1.113.198.412 1.231.751.467 Anak Perusahaan dalam negeri 2.386.517.248 881.278.839 Anak Perusahaan luar negeri 3.071.971 6.374.157 Jumlah beban pajak kini 3.502.787.631 2.119.404.463 Pajak penghasilan dibayar di muka Perusahaan Pasal 25 432.253.336 392.847.522 Fiskal Luar Negeri 5.000.000 9.000.000 437.253.336 401.847.522 Anak Perusahaan dalam negeri Pasal 25 193.614.250 173.380.200 Fiskal luar negeri - 6.000.000 193.614.250 179.380.200 Jumlah pajak penghasilan dibayar di muka 630.867.586 581.227.722 Taksiran hutang pajak penghasilan badan Perusahaan 675.945.076 829.903.945 Anak Perusahaan dalam negeri 2.192.902.998 701.898.639 Anak Perusahaan luar negeri 3.071.971 6.374.157 Jumlah hutang pajak 2.871.920.045 1.538.176.741 26
12. PERPAJAKAN (lanjutan) f. Perhitungan manfaat (beban) pajak tangguhan atas beda temporer yang signifikan antara pelaporan komersial dan pajak dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku untuk tahun 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut: Perusahaan Penyisihan imbalan kerja (82.398.900) (72.767.388) Penyusutan aset tetap (11.465.574) 32.504.151 (93.864.474) (40.263.237) Anak Perusahaan dalam negeri Penyisihan imbalan kerja 24.181.807 (39.472.111) Penyusutan aset tetap 40.961.001 (127.492.461) 65.142.808 (166.964.572) Anak Perusahaan luar negeri - - Manfaat (beban) pajak penghasilan tangguhan bersih (28.721.666) (207.227.809) g. Aktiva (kewajiban) pajak tangguhan terdiri dari: Perusahaan Aktiva pajak tangguhan Kewajiban imbalan kerja 1.466.827.217 1.520.418.728 Kewajiban pajak tangguhan Penyusutan aset tetap (392.029.242) (213.317.976) Pembayaran imbalan kerja - (642.672.622) Aktiva pajak tangguhan bersih 1.074.797.975 664.428.130 27
12. PERPAJAKAN (lanjutan) Anak Perusahaan luar negeri Aktiva pajak tangguhan Akumulasi rugi fiskal - 1.117.107.400 Penyisihan piutang ragu-ragu 817.214.244 755.108.040 Penyusutan aset tetap (14.779.202) 54.808.941 Aktiva pajak tangguhan bersih 802.435.042 1.927.024.381 Jumlah Aktiva pajak tangguhan 1.877.233.017 2.591.452.511. Anak Perusahaan dalam negeri Aktiva pajak tangguhan Imbalan kerja 527.669.873 260.343.409 Kewajiban pajak tangguhan Penyusutan aset tetap (1.023.480.851) (860.601.210) Sewa pembiayaan 149.562.124 (52.971.774) Kewajiban pajak tangguhan bersih (346.248.854) (653.229.575) Jumlah kewajiban pajak tangguhan bersih (346.248.854) (653.229.575) Pada tanggal, kewajiban pajak tangguhan-bersih Anak Perusahaan luar negeri sudah termasuk selisih penjabaran laporan keuangan dalam mata uang asing. Pada September 2008, Undang-undang No. 7 tahun 1983 mengenai pajak penghasilan diubah untuk keempat kalinya dengan Undang-undang No. 36 Tahun 2008. Perubahan tersebut juga mencakup perubahan tarif pajak penghasilan badan dari sebelumnya menggunakan tarif pajak bertingkat menjadi tarif tunggal yaitu 28% untuk tahun fiskal 2009 dan 25% untuk tahun fiskal 2010 dan seterusnya. 13. KEWAJIBAN IMBALAN KERJA Perusahaan dan anak perusahaan memberikan imbalan untuk karyawannya yang telah mencapai usia pensiun yaitu 55 tahun sesuai dengan Undang-undang No.13/2003 tanggal 25 Maret 2003. Kewajiban imbalan kerja tersebut tidak didanai. Tabel berikut ini merangkum komponen-komponen atas beban imbalan kerja bersih yang diakui dalam laporan laba rugi konsolidasi dan jumlah yang disajikan dalam neraca konsolidasi sebagai kewajiban imbalan kerja berdasarkan estimasi perusahaan 28
13. KEWAJIBAN IMBALAN KERJA (lanjutan) Mutasi kewajiban imbalan kerja adalah sebagai berikut : Saldo awal tahun 7.123.203.897 4.873.572.983 Penyisihan tahun berjalan - - Pembayaran selama tahun berjalan (294.281.784) (374.131.663 ) Saldo akhir tahun 6.828.922.113 4.499.441.320 Asumsi-asumsi dasar yang digunakan dalam menentukan kewajiban imbalan kerja pada tanggal adalah sebagai berikut: Tingkat bunga 12% per tahun 10% per tahun Tingkat kenaikan upah 7% per tahun 10% per tahun Tingkat kematian CSO 1980 CSO 1980 Umur pensiun 55 tahun 55 tahun 14. MODAL SAHAM Berdasarkan catatan dari Biro Administrasi Efek, PT Datindo Entrycom, susunan pemilikan saham Perusahaan pada tanggal adalah sebagai berikut: Jumlah Saham Ditempatkan dan Persentase Pemegang Saham Disetor Penuh Pemilikan (%) Jumlah PT Mustika Ratu Investama 305.002.000 71,262 38.125.250.000 Mellon S/A Investors PAC International, Jakarta 39.453.500 9,218 4.931.687.500 BRA. Mooryati Soedibyo 120.000 0,028 46.800.000 Masyarakat (masing-masing dengan pemilikan kurang dari 5%) 83.424.500 19,492 10.396.262.500 Jumlah 428.000.000 100,00 53.500.000.000 15. TAMBAHAN MODAL DISETOR - AGIO SAHAM Agio saham merupakan selisih sebesar Rp 56.700.000.000 antara jumlah nilai nominal per saham seperti yang tercantum dalam anggaran dasar Perusahaan dengan hasil yang diterima dari para pemegang saham sehubungan dengan penawaran saham kepada masyarakat pada tahun 1995 (Catatan 1). 29
16. DIVIDEN KAS Berdasarkan Rapat Umum Tahunan Para Pemegang Saham yang diaktakan dengan akta No.163 oleh Notaris Sutjipto, S.H., tanggal 18 Juni 2008 para pemegang saham setuju untuk membagikan dividen kas sebesar Rp 2.225.600.000 atau Rp 5,20 per saham untuk tahun buku 2007. 17. PENJUALAN BERSIH Rincian penjualan bersih kepada pihak ketiga, berdasarkan jenis produk adalah sebagai berikut: Penjualan Kosmetik 85.047.155.509 75.477.284.836 Jamu 16.991.319.270 11.708.585.937 Minuman kesehatan 895.146.880 862.701.509 Lain-lain 1.230.009.915 662.283.717 Jumlah 104.163.631.574 88.710.855.999 Retur dan potongan penjualan (24.735.793.430) (20.713.811.186) Penjualan Bersih 79.427.838.144 67.997.044.813 Tidak terdapat penjualan kepada satu pelanggan yang jumlah penjualan selama setahun melebihi 10% dari jumlah penjualan bersih konsolidasi. 18. BEBAN POKOK PENJUALAN Rincian beban pokok penjualan adalah sebagai berikut: Bahan baku yang digunakan 25.815.959.822 18.563.734.364 Upah buruh langsung 3.915.636.120 3.240.331.012 Beban pabrikasi 3.891.383.766 3.227.938.495 Jumlah Beban Produksi 33.622.979.708 25.032.003.871 Persediaan barang dalam proses Awal tahun 1.509.507.054 5.020.764.287 Akhir tahun (5.354.104.913) (3.331.437.405) Beban Pokok Produksi 29.778.381.849 26.721.330.753 Persediaan barang jadi Awal tahun 26.694.368.832 27.412.908.836 Akhir tahun (23.085.467.469) (25.711.474.857) Beban Pokok Penjualan 33.387.283.212 28.422.764.732 30
18. BEBAN POKOK PENJUALAN (lanjutan) Tidak terdapat pembelian dari satu pemasok yang jumlah pembelian selama setahun melebihi 10% dari jumlah pembelian konsolidasi. 19. BEBAN USAHA Rincian beban usaha adalah sebagai berikut: Beban Penjualan Iklan dan promosi 16.392.518.618 13.986.992.118 Gaji, upah dan imbalan kerja 7.578.043.323 6.187.895.864 Transportasi 1.183.921.653 1.124.752.004 Penyusutan aset tetap (Catatan 9) 604.509.057 707.700.972 Perjalanan dinas 447.098.427 598.039.572 Perlengkapan kantor 356.653.156 132.813.944 Pendidikan dan seminar 250.088.328 407.471.950 Asuransi dan perizinan 222.774.225 128.761.690 Telekomunikasi 198.405.877 255.569.627 Listrik dan energi 120.034.251 95.109.876 Perbaikan dan pemeliharaan 105.088.894 139.780.608 Sewa gedung 72.465.505 102.771.331 Jasa profesional 62.300.173 1.375.525 Jamuan tamu dan sumbangan 42.398.517 41.487.100 Lain-lain 239.426.151 208.029.614 Jumlah Beban Penjualan 27.875.726.155 24.118.551.795 Beban Umum dan Administrasi Gaji, upah dan imbalan kerja 4.518.839.189 3.585.529.830 Sewa gedung 1.004.174.129 594.450.521 Jasa profesional 537.311.941 108.214.549 Telekomunikasi 351.787.894 312.419.244 Penyusutan aset tetap (Catatan 9) 347.664.025 292.939.423 Perlengkapan kantor 175.550.548 103.040.531 Perbaikan dan pemeliharaan 147.232.028 336.774.662 Perjalanan dinas 140.533.314 223.060.210 Asuransi dan perizinan 134.483.514 128.695.429 Jamuan tamu dan sumbangan 100.815.540 109.279.194 Listrik dan energi 76.945.510 71.160.495 Transportasi 50.784.500 - Pendidikan dan seminar 23.258.654 222.744.033 Lain-lain 283.343.977 643.399.315 Jumlah Beban Umum dan Administrasi 7.892.724.763 6.731.707.436 Jumlah Beban Usaha 35.768.450.918 30.850.259.231 31
20. BEBAN PROGRAM PENGEMBANGAN PERUSAHAAN Akun ini merupakan beban program pengembangan perusahaan yang terjadi sehubungan dengan program pelestarian dan pengembangan kebudayaan dengan tujuan memelihara citra Perusahaan dan Anak Perusahaan pada produk-produk tradisional. 21. LABA BERSIH PER SAHAM DASAR Laba bersih per saham dasar dihitung sebagai berikut: Jumlah Rata-rata Laba Bersih Laba Bersih Tertimbang Saham per Saham Dasar 2009 10.324.414.444 428.000.000 24 2008 6.806.390.005 428.000.000 16 22. AKTIVA DAN KEWAJIBAN DALAM MATA UANG ASING Pada tanggal 31 Maret 2009, aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing adalah sebagai berikut: Mata Uang Asing Ekuivalen Rupiah Aktiva Dolar Amerika Serikat Kas dan setara kas Kas AS$ 47 544.680 Bank 180.991 2.094.970.381 Deposito berjangka 5.502.044 63.686.157.540 Piutang usaha 388.706 4.499.276.746 Uang jaminan 94.941 1.098.942.075 AS$ 6.166.729 71.379.891.422 Ringgit Malaysia Kas dan setara kas Kas RM 6.180 19.600.982 Bank 549.592 1.743.129.384 Piutang usaha 8.583.456 27.223.974.362 Piutang lain-lain - pihak ketiga 155.178 492.174.452 Uang jaminan 7.380 23.406.998 RM 9.301.786 29.502.286.178 32
22. AKTIVA DAN KEWAJIBAN DALAM MATA UANG ASING (lanjutan) Kewajiban Dolar Amerika Serikat Hutang usaha AS$ 85.080 984.802.158 Ringgit Malaysia Hutang lain-lain RM 63.904 202.682.912 Aktiva Bersih 99.694.692.530 Kurs rata-rata mata uang asing pada tanggal 27 April 2009 adalah sebesar Rp 10.830 untuk 1 Dolar Amerika Serikat dan Rp 3.012,95 untuk 1 Ringgit Malaysia. Kurs tersebut dihitung berdasarkan ratarata kurs beli dan jual uang kertas asing dan/atau kurs transaksi yang ditetapkan oleh Bank Indonesia pada tanggal tersebut. Jika aktiva dan kewajiban dalam mata uang asing pada tanggal 31 Maret 2009 dijabarkan dengan menggunakan kurs rata-rata pada tanggal 27 April 2009, maka laba selisih kurs akan menurun sebesar Rp 5.997.158.372. 23. PELAPORAN SEGMEN Informasi berdasarkan segmen usaha adalah sebagai berikut: 2009 Perdagangan Pabrikasi dan distribusi Eliminasi Konsolidasi Penjualan Penjualan ekstern 3.623.482.046 75.804.356.098-79.427.838.144 Penjualan antar segmen 42.117.923.704 - (42.117.923.704) - Jumlah Penjualan 45.741.405.750 75.804.356.098 (42.117.923.704) 79.427.838.144 Penghasilan Laba kotor 13.873.915.190 32.789.258.102 (622.618.360) 46.040.554.932 Beban usaha (12.608.379.669) (23.782.689.609) 622.618.360 (35.768.450.918) Penghasilan bunga bersih 1.052.332.172 54.547.176-1.106.879.348 Penghasilan (beban) lain-lain - bersih 8.471.881.201 215.519.739 (6.210.460.561) 2.476.940.379 Beban pajak (1.207.062.886 ) (2.324.446.411) - (3.531.509.297) Laba bersih 9.582.686.008 6.952.188.997 (6.210.460.561) 10.324.414.444 Informasi lainnya Aktiva segmen 327.891.712.349 206.432.599.336 (175.517.043.283) 358.807.268.402 Kewajiban segmen 43.750.015.769 71.281.612.071 (70.484.087.904) 44.547.539.936 Perolehan aset tetap 141.131.240 1.763.332.259-1.904.463.499 Beban penyusutan 789.929.227 641.389.061-1.431.318.288 33
23. PELAPORAN SEGMEN (lanjutan) 2008 Perdagangan Pabrikasi dan distribusi Eliminasi Konsolidasi Penjualan ekstern 2.486.482.042 65.510.562.771-67.997.044.813 Penjualan antar segmen 40.672.106.006 - (40.672.106.006) - Jumlah Penjualan 43.158.588.048 65.510.562.771 (40.672.106.006) 67.997.044.813 Penghasilan Laba kotor 12.147.328.440 28.214.458.358 (787.506.717) 39.574.280.081 Beban usaha (6.976.087.805) (25.042.941.051) 1.168.769.625 (30.850.259.231) Penghasilan bunga - bersih 444.836.102 95.504.786-540.340.888 Penghasilan (beban) lain-lain - bersih 2.081.065.064 798.386.680 (3.010.791.205) (131.339.461) Beban pajak (1.272.014.704 ) (1.054.617.568) - (2.326.632.272) Laba bersih 6.425.127.097 3.010.791.205 (2.629.528.297) 6.806.390.005 Informasi lainnya Aktiva segmen 305.461.732.091 196.105.742.133 (179.576.819.540) 321.990.654.684 Kewajiban segmen 45.739.379.671 77.926.424.460 (88.830.013.342) 34.835.790.789 Perolehan aktiva tetap 392.139.659 1.460.821.397-1.852.961.056 Beban penyusutan 625.473.486 725.945.358-1.351.418.844 Informasi berdasarkan segmen geografis adalah sebagai berikut: 2009 Perdagangan Pabrikasi dan distribusi Eliminasi Konsolidasi Penjualan Luar negeri 9.041.050.035 9.510.819.726 (5.417.567.989) 13.134.301.772 Dalam negeri 36.700.355.715 66.293.536.372 (36.700.355.715) 66.293.536.372 Jumlah 45.741.405.750 75.804.356.098 42.117.923.704 79.427.838.144 2008 Perdagangan Pabrikasi dan distribusi Eliminasi Konsolidasi Penjualan Luar negeri 7.993.309.325 8.559.467.871 (5.506.827.282) 11.045.949.914 Dalam negeri 35.165.278.723 56.951.094.899 (35.165.278.723) 56.951.094.899 Jumlah 43.158.588.048 65.510.562.770 (40.672.106.005) 67.997.044.813 34
24. REVISI PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia menerbitkan revisi PSAK, ikhtisar berikut: 1. PSAK No. 14 (Revisi 2008), Persediaan, yang mengatur perlakuan akuntansi untuk persediaan. Pernyataan ini menyediakan panduan dalam menentuan biaya dan pengakuan selanjutnya sebagai beban, termasuk setiap penurunan menjadi nilai realisasi neto dan panduan rumus biaya yang digunakan untuk menentukan biaya persediaan. Berdasarkan pernyataan ini metode pencatatan persediaan mengunakan semua metode kecuali LIFO (Last in First Out). Pernyataan revisi ini menggantikan PSAK No. 14 (1994) Persediaan dan berlaku efektif untuk laporan keuangan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2009. Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia menerbitkan revisi PSAK, ikhtisar berikut (lanjutan): 2. PSAK No. 50 (Revisi 2006), Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan, berisi persyaratan penyajian dari instrumen keuangan dan pengidentifikasian informasi yang harus diungkapkan. Persyaratan penyajian tersebut diterapkan terhadap klasifikasi instrumen keuangan, dari perspektif penerbit, dalam aset keuangan, kewajiban keuangan, dan instrumen ekuitas; pengklasifikasian yang terkait dengan suku bunga, dividen, kerugian dan keuntungan, dan keadaan dimana aset keuangan dan kewajiban keuangan akan saling hapus. Pernyataan ini mensyaratkan pengungkapan, antara lain, informasi mengenai faktor yang mempengaruhi jumlah, waktu dan tingkat kepastian arus kas masa datang yang terkait dengan instrumen keuangan dan kebijakan akuntansi yang diterapkan untuk instrumen tersebut. PSAK No. 50 (Revisi 2006) ini menggantikan PSAK No. 50 Akuntasi Investasi Efek Tertentu dan diterapkan secara prospektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2010. Penerapan lebih dini diperkenankan dan harus diungkapkan. 3. PSAK No. 55 (Revisi 2006), Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran, yang mengatur prinsip-prinsip dasar pengakuan dan pengukuran aset keuangan, kewajiban keuangan, dan kontrak pembelian dan penjualan item non-keuangan. Pernyataan ini, antara lain, memberikan definisi dan karakteristik terhadap derivatif, kategori dari instrumen keuangan, pengakuan dan pengukuran, akuntansi lindung nilai dan penetapan dari hubungan lindung nilai. PSAK No. 55 (Revisi 2006) ini menggantikan PSAK No. 55 Akuntansi Instrumen Derivatif dan Aktivitas Lindung Nilai, dan diterapkan secara prospektif untuk laporan keuangan yang mencakup periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2010. Penerapan lebih dini diperkenankan dan harus diungkapkan. Perusahaan sedang mengevaluasi dampak dari revisi PSAK 14, 50 dan 55 dan belum menentukan dampaknya terhadap laporan keuangannya. 25. KONDISI EKONOMI Krisis finansial global yang terjadi sejak triwulan terakhir tahun 2008 berdampak terhadap perekonomian Indonesia yang menyebabkan tidak stabilnya nilai tukar mata uang, menurunnya harga saham di pasar efek dan kenaikan suku bunga pinjaman. Hal-hal tersebut secara negatif mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Perbaikan dan pemulihan ekonomi tergantung pada beberapa faktor seperti kebijakan fiskal dan moneter yang dilakukan oleh Pemerintah dan lainnya, yang merupakan suatu tindakan yang berada di luar kendali Perusahaan dan Anak Perusahaan. 35
26. PENYELESAIAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Manajemen Perusahaan dan Anak Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan konsolidasi terlampir yang diselesaikan pada tanggal 27 April 2009. 36