PENGAPLIKASIAN ANALISIS LAYOUT DAN BEP PADA PERUSAHAAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

DAFTAR ISI 1.1 LATAR BELAKANG PENELITIAN IDENTIFIKASI MASALAH MAKSUD DAN TUJUAN PENELITIAN KEGUNAAN PENELITIAN 4

ANALISIS PENERAPAN METODE KESEIMBANGAN LINI PADA EFISIENSI LAYOUT FASILITAS PRODUKSI UD SUMBER AYEM

ANALISIS ALIRAN MATERIAL PERTEMUAN #5 TKT TAUFIQUR RACHMAN PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS

BAB 2 LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN

ABSTRAK. Perencanaan laba diperlukan oleh perusahaan agar perusahaan dapat

Manajemen Sains. Rudi susanto

Manajemen Keuangan. Break-Even Point

ANALISA PENERAPAN LINEAR PROGRAMMING UNTUK MENGOPTIMALKAN JUMLAH PRODUKSI DALAM MEMPEROLEH KEUNTUNGAN MAKSIMAL CV. CIPTA UNGGUL PRATAMA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ANALISIS STRATEGI TATA LETAK TERHADAP PRODUKTIVITAS OPERASIONAL PRODUKSI DAN INVENTORY CONTROL PADA PT.MEGATAMA PLASINDO

TIN314 - Perancangan Tata Letak Fasilitas Materi #5 Genap 2015/2106. TIN314 - Perancangan Tata Letak Fasilitas

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

JURNAL MEDIA EKONOMI Vol. 21, No.3 Desember 2016 ISSN:

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

PENGARUH SERVICE QUALITY TERHADAP CUSTOMER SATISFACTION DAN DAMPAKNYA TERHADAP CUSTOMER LOYALITY PADA PERUSAHAAN JASA

Pencapaian Biaya Minimum Menggunakan Metode Hungarian Dan Daftar Kombinasi

M. Yusuf Universitas Pamulang Abstract

III. METODE PENELITIAN

PENERAPAN MODEL TRANSPORTASI DAN DECISION TREE PADA DISTRIBUSI BARANG

TIN Ekonomi Teknik Materi #1 Genap 2015/2016 TIN205 EKONOMI TEKNIK

Introduction to Management Science: Sains Manajemen. Taylor, B. W., 2009, Introduction to Management Science

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PERSEDIAAN BAHAN BAKU MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (STUDI KASUS: PT.

Optimalisasi Tata Letak Mesin Produksi Terhadap Kinerja Karyawan Pada CV. ABC Aceh Besar

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

ANALISIS TITIK IMPAS PADA HOTEL WISATA GRAND BARUMBAY & RESORT SAMARINDA KHAS KALIMANTAN TIMUR UNTUK TAHUN 2009, 2010 & 2011.

III. METODE PENELITIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ANALISIS BREAK EVENT POINT (TITIK IMPAS) DAN BAURAN PEMASARAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 LANDASAN TEORI

Gambar 1. Grafik Waktu Biaya

ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA PT. SANTOSA AGRINDO. Ira Mutiara 1, Moh. Mukhsin 2

BAB 2 LANDASAN TEORI

ANALISIS PERENCANAAN AGREGAT PADA CV. SUMBER REZEKI DI SAMARINDA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul

Gambar 1. Grafik Waktu Biaya

BAB IV PENUTUP. dan menganalisis perhitungan HPP pada CV Danmas Cushion dapat diberikan

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN. Hal pertama yang dilakukan dalam menganalisa Break Even Point adalah

BAB 3 Metode Penelitian

BAB II LANDASAN TEORI. secara efektif dan efisien. Dalam rangka ini dikembangkan pemikiran-pemikiran dan

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Landasan Penelitian Terdahulu Hasil penelitian terdahulu digunakan sebagai referensi dalam

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Klasifikasi Biaya dan Perhitungan Harga Jual Produk pada PT. JCO Donuts

BAB I PENDAHULUAN. mengkoordinasikan penggunaan sumber daya sumber daya yang berupa. sumber daya manusia, sumber daya alam, dan sumber daya dana serta

ANALISIS BREAK EVENT POINT SERTA KEBIJAKAN MARK-UP PADA TUNAS G & A TOYS

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

ANALISIS BREAK EVENT POINT (TITIK IMPAS) SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA PADA PABRIK TAHU SUMEDANG

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Konsep Just in Time Guna Mengatasi Kesia-Siaan dan Variabilitas dalam Optimasi Kualitas Produk

BAB III METODE PENELITIAN

BAB II ANALISIS PROFITABILITAS PELANGGAN DAN PELAPORAN SEGMEN

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil pembahasan dan perancangan terhadap sistem informasi

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN. terdapat beberapa pertanyaan penelitian yang menjadi tujuan dalam penelitian ini.

KONTRAK PERKULIAHAN : KT221212

UNIVERSITAS MERCU BUANA FAKULTAS : Ilmu Komputer PROGRAM STUDI : Sistem Informasi

Analisis Perencanaan Kapasitas Produksi Menggunakan Metode Break Even Point (Studi Kasus pada Usaha Kerajinan Tangan Ardy Craft) JURNAL

ANALISIS BIAYA VOLUME LABA SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA (STUDI KASUS PABRIK TAHU BANDUNG TONO)

PENGGUNAAN MATEMATIKA EKONOMI UNTUK ANALISIS BREAK EVEN PADA CV KAISAR REPROFURNI JEPARA

BAB III PENGOLAHAN DATA PENELITIA N

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

PERENCANAAN TATA LETAK GUDANG PENYIMPANAN PRODUK PT PIPA BAJA DENGAN METODE DEDICATED STORAGE

ANALISIS BIAYA, VOLUME PENJUALAN, DAN LABA SEBAGAI ALAT UNTUK MENYUSUN PERENCANAAN LABA JANGKA PENDEK PADA KEDAI MANG DEDE

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB III LANGKAH PEMECAHAN MASALAH. Kriteria optimasi yang digunakan dalam menganalisis kebutuhan produksi

ANALISA BREAK EVENT POINT

Seminar Nasional IENACO 2016 ISSN: PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS PRODUKSI PT MITRA PRESISI PLASTINDO

SOLUSI PENCAPAIAN BIAYA MINIMUM BAGI PASANGAN LIMA PEKERJAAN DAN LIMA MESIN MENGGUNAKAN METODE HUNGARIAN

ANALISIS COST VOLUME PROFIT SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA PADA PABRIK BINGKAI LARISSA FRAME DEPOK

Manajemen Pemasaran. Fungsi dan arus saluran pemasaran, keputusan rancangan saluran, keputusan manajemen saluran, dinamika saluran.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Pengertian Manajemen Produksi dan Operasi

ANALISIS BREAK EVEN POINT (BEP)

BAB I PENDAHULUAN. 1 Universitas Bhayangkara Jaya. Pengaruh Audit..., Prasasti, Fakultas Ekonomi 2015

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

How to Build a Good Financial Plan

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang. Pada saat ini perkembangan usaha di Indonesia semakin tumbuh pesat. Hal

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN. menentukan efisiensi sebuah manajemen operasional perusahaan dalam jangka

KONTRAK PERKULIAHAN : KT221212

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 1 PENDAHULUAN. giat untuk meningkatkan kinerjanya agar dapat memenuhi permintaan tersebut. Banyak

BAB 1 PENDAHULUAN. banyak perubahan-perubahan mendasar pada setiap kegiatan bisnis suatu perusahaan.

Transkripsi:

PENGAPLIKASIAN ANALISIS LAYOUT DAN BEP PADA PERUSAHAAN *) Program Studi Manajemen UNKRIS Alamat: Kampus UNKRIS, Jatiwaringin Jakarta Timur harryindrahandrito@yahoo.co.id ISSN : 2338-4794 Vol. 4. No. 2 Mei 2016 Abstract: This research applied two model of analysis, layout and BEP which has its own differentiate but yet still got common things of eficiency for layout or cost. Kata Kunci: Layout, BEP. PENDAHULUAN Bagi perusahaan perencanaan tata letak fasiltas akan menjadi hal yang penting, karena setiap pabrik / perusahaan harus mampu bertahan untuk waktu yang lama dan hasil kegiatan pengoperasian dapat berjalan dengan baik dengan fasilitas yang ada dapat dimanfaatkan secara efektif, tak hanya itu faktor penunjang lain yang juga harus diperhatikan agar sebuah industri mampu bertahan adalah mesin, pekerja, sistem produksi dan fasilitasnya, maka kesalahan didalam perencanaan layout akan menyebabkan terganggunya kegiatan produksi. Perbaikan atau perubahan terhadap layout yang sudah ada sebelumnya bukanlah suatu persoalan yang mudah dan dapat dilaksanakan setiap kali ada kehendak, karena untuk melaksanakannya dibutuhkan pertimbangan terutama terkait masalah biaya, dan kapasitas produksi perusahaan. Namun salah satu kegiatan yang diperlukan untuk dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas kerja perusahaan adalah dengan melakukan perbaikan atau penataan letak fasilitas yang baik. Dengan tata letak fasilitas yang baik diharapkan akan dapat meminimalkan biaya yang tidak seharusnya dikeluarkan dan mampu mempermudah operator didalamnya serta dapat mengurangi proses yang tidak diperlukan dalam kegiatan produksi. Dalam pembahasan mengenai tata letak kantor dan fasilitas yang harus ada dalam pabrik serta perhitungan analisis biaya, dapat dilihat bahwa pihak perusahaan memiliki keinginan untuk merubah tata letak kantor, melakukan perbaikan terhadap fasilitas pabrik yang telah berjalan sampai saat ini dalam usaha meningkatkan kinerja perusahaan baik bagi karyawannya maupun proses produksi agar dapat lebih efisien dan efektif serta melakukan analisa biaya. METODE PENELITIAN Kriteria optimasi yang digunakan dalam perbaikan tata letak posisi departemen pada perusahaan adalah sebagai berikut : 1). Analisis Layout; Kriteria optimasi: Variabel utama yang akan dibahas pada penelitian ini adalah layout kantor pada perusahaan. Untuk mengoptimalkan proses penerimaan informasi maka diperlukan pengumpulan data berupa blue print atau cetak biru tata letak meja yang ada didalam kantor yang dimiliki oleh perusahaan. 2). Perhitungan BEP ( Break Event Point ): Kriteria Optimasi: Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perhitungan

dengan perhitungan BEP atau titik impas. Beberapa hal yang dibutuhkan untuk menghitung dengan metode ini adalah: Jumlah-jumlah biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan, yang dalam hal ini berkaitan dengan biaya tetap atau fixed cost, variable cost yang dibutuhkan oleh perusahaan dalam memulai kegiatan operasional dan produksi. Pengembangan Alternatif Solusi 1) Tata Letak ( Layout ); Tata letak (Layout) dianalisis menggunakan perhitungan analisa Relation Chart atau menentukan tingkat kedekatan antara tiap anggota organisasi didalam kantor, dengan menggunakan foto blue print desain asli kantor yang didapatkan dari perusahaan. 2) Perhitungan lanjutan dengan analisa BEP atau perhitungan titik impas; Metode yang diusulkan pada perusahaan adalah dengan menggunakan metode BEP, untuk mengetahui strategi perencanaan dan pengendalian biaya dalam proses produksi agar menjadi optimal yang dianalisis menggunakan jumlah tingkat pengeluaran yang berkaitan dengan biaya dalam kegiatan produksi. Penggunaan metode tersebut selanjutnya dapat diuraikan sebagai berikut : Jenis dan Sumber Data dapat menambah unit mesin atau fasilitas produksi agar kegiatan produksi semakin optimal Sumber : Pengolahan Data, 2016 Jenis dan Metode Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Menurut Sugiyono (2007), penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variable mandiri, baik satu variabel atau lebih tanpa membuat perbandingan, atau menghubungkan dengan variabel yang lain. Penelitian deskriptif dapat dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan perhitungan matematis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pemecahan masalah (problem solving) dengan unit analisis berupa organisasi perusahaan itu sendiri. Horizon waktu atau time horizon yang digunakan pada penelitian ini adalah cross sectional, dimana menurut Umar (2005), merupakan sekumpulan data untuk meneliti fenomena tertentu dalam satu kurun waktu saja. Penetapan jenis penelitian, metode penelitian, unit analisis, dan time horizon yang digunakan oleh peneliti untuk masing masing tujuan penelitian akan dijelaskan secara ringkas pada tabel desain penelitian sebagai berikut: Desain Penelitian Tujuan Data Sumber Data T-1 Membuat perbaikan terhadap tata letak kantor yang terdapat pada perusahaan T-2 Melakukan perhitungan dengan metode BEP untuk membantu perusahaan menentukan biaya produksi secara lebih optimal T-3 Memberi pertimbangan pada perusahaan untuk Jenis Data Tujuan Penelitan Desain Penelitian Jenis Penelitian Unit Analisis T 1 Deskriptif Organisasi Cross T 2 Deskriptif Organisasi Cross T 3 Deskriptif Organisasi Cross Sumber : Data Olahan Penelitian (2016) Waktu Penelitian

Keterangan: T-1: Untuk mengetahui tata letak kantor yang sesuai untuk diterapkan pada perusahaan. T-2: Untuk mengetahui penetapan jumlah produksi secara lebih optimal agar membantu perusahaan semakin berkembang. T-3: Untuk memberi pertimbangan pada perusahaan untuk dapat menambah unit mesin atau fasilitas produksi agar kegiatan produksi semakin optimal. HASIL Analisis Layout Kantor Analisa didasarkan pada hubungan antar karyawan dengan cara melihat seberapa sering mereka melakukan kontak dalam melakukan pekerjaannya. Tata letak disini memiliki tujuan untuk mengatasi masalah arus informasi, khususnya informasi antara pihak lapangan serta pihak kantor yang dimana penanggung jawab pihak lapangan atau manajer operasional dan pabrik terkadang susah ditemui karena sering melakukan aktivitas diluar kantor untuk melakukan pekerjaannya sehingga menimbulkan biaya tambahan berupa biaya telepon yang digunakan untuk mengetahui posisi ataupun mencari manajer bagian operasional dan pabrik ketika dibutuhkan. Dalam menentukan bagaimana bentuk office layout nantinya, yang hatrus dilakukan adalah membuat Relationship Chart dahulu untuk mengetahui hubungan antar staff yang bekerja. Diagram ini dibuat berdasarkan pengamatan ketika mengunjungi perusahaan dimana kegiatan pengamatan menghabiskan waktu kurang lebih 6 jam dari sekitar empat kali pertemuan. Pada relationship chart yang ditentukan adalah seberapa penting kedekatan antar peran dari staff berdasarkan keseringan pertemuan yang ada dengan menggunakan 6 nilai yang ditentukan berdasarkan teori relationship chart, berikut adalah tingkat pertemuan pada tabel berikut : Tabel Tingkat Pertemuan Rata-Rata per Jam Di r Se k Fi n Opr. & Pab. Per s. Kary.Pab rik / Staff Direktur - 10 2 1 2 0-1 Sekretari 10-6 6 7 1 s Finance 2 6-4 8 0-1 Personali 2 7 8 1-2 a Operasio 1 6 4-1 8 nal dan Pabrik Karyawa n Pabrik / Staff 0-1 1 0-1 8 8 - Sumber : Data Olahan Tabel Closeness Value Table Value Closeness Tingkat Pertemuan per Jam A Absolutely 10 Necessary E Especially 8-9 Important I Important 6-7 O Ordinary 3-5 Closeness OK U Unimportant 0-2 X Undesireable 0 Sumber: Data Olahan, 2016 Tabel Relation Chart Diagram

Pro duk Harga (P) Analisis BEP Untuk saat ini fixed cost dari perusahaan adalah sebesar Rp 75.000.000, dimana tersedia beberapa tipe produk yang ditawarkan yang mana datanya sebagai berikut : VC Tabel Hasil Perhitungan BEP VC/ P 1- VC/ P Sumber : Data Olahan, 2016 Perkiraan Hasil Penjualan (Rp) % Hasil Penjualan (w) Kontribu si Margin (1-VC/P) (w) A 3.000 2.500 0,83 0,17 21.000.000 0,25 0,0425 B 6.000 5.500 0,91 0,09 48.000.000 0,28 0,0252 C 1.500 500 0,33 0,67 6.000.000 0,28 0,1876 D 1.300 800 0,61 0,39 3.900.000 0,10 0,061 E 1.200 700 0,58 0,42 3.000.000 0,08 0,0464 Jum lah 81.900.000 1 0,9117 Perhitungan BEP dalam Rupiah dalam 1 bulan : BEP Rp = 75.000.000 = 82.263.903/ perbulan 0,9117 BEP A = 0,25 x 82.263.903 = 6.855 unit 3.000 BEP B = 0,28 x 82.263.903 = 3.838 unit 6.000 BEP C = 0,28 x 82.263.903 = 15.355 unit 1.500 BEP D = 0,10 x 82.263.903 = 6.327 unit 1.300 BEP E = 0,08 x 82.263.903 = 5.484 unit 1.200 Setelah diperoleh data perihal biaya tetap dan biaya variabel tiap produk maka akan dilakukan perhitungan terhadap tingkat penjualan yang dimaksudkan untuk memudahkan perusahaan mengetahui jumlah produk yang harus diproduksi oleh perusahaan sesuai kebutuhan, dan didapati hasil untuk produk A perusahaan harus dapat menghasilkan 6.855 unit, produk B sebanyak 3.838 unit, produk C sebanyak 15.355 unit, produk D sebanyak 6.327 unit, dan produk E sebanyak 5.484 unit agar dapat memperoleh BEP dalam rupiah sebesar Rp 82.263.903/ perbulan. PEMBAHASAN Berdasarkan susunan tata letak kantor perusahaan saat ini, masih terdapat hambatan dalam proses penyaluran informasi anatara bagian atau departemen operasional dan pabrik dengan bagian personalia yang dapat dilihat pada gambar, walaupun jarak antar meja tidak terlalu jauh, namun tetap saja dibutuhkan komunikasi yang baik antar kedua departemen tersebut, oleh karenanya disampaikan usulan tata letak kantor yang baru berdasarkan analisa Relationship Chart dan dengan bantuan MS. Visio agar dapat membantu setiap anggota organisasi atau tiap departemen yang ada saat ini untuk dapat berkomunikasi secara lebih baik lagi, dan hasil akhir usulan diperoleh pergantian posisi antara departemen personalia dengan bagian operasional dan pabrik yang dapat dilihat pada gambar. Usulan lain yang diajukan adalah menginngat berdasarkan teori dari Heizer dan Render (2011, p314-p329) mengenai perencanaan kapasitas, maka diharapkan usulan yang di tawarkan dapat semakin membantu perusahaan dalam pemenuhan pesanan dan mempercepat perusahaan dalam memperoleh BEP, untuk saat ini usulan bagi perusahaan adalah menerapkan perencanaan kapasitas untuk jangka pendek yang menawarkan cukup banyak pilihan bagi perusahaan dalam hal pemenuhan produksi yang ada saat ini, namun yang diusulkan saat ini dan berdasarkan kondisi dilapangan, maka diajukan usulan berupa pengoptimalan terhadap penggunaan mesin dan tenaga karyawan yang ada sehingga tidak ada yang menganggur, karena bila dilihat dari hasil BEP produk A sebesar 6.855 unit, BEP produk B sebesar 3.838 unit, BEP C sebesar 15.355, BEP produk D sebesar 6.327 unit, BEP produk E sebesar 5.484 unit, sehingga BEP dalam rupiah yang diperoleh adalah sebesar Rp 82.263.903/ perbulan. masih memiliki

kemampuan untuk dapat beroperasi dan berproduksi lebih optimal, sehingga belum terlalu diperlukan penambahan mesin produksi. KESIMPULAN DAN SARAN Dari hasil analisis dan pengamatan dilapangan maka peneliti menyimpulkan bahwa harus adanya perubahan posisi yang ada di kantor yaitu yang berkaitan dengan posisi departemen operasional dan pabrik dengan posisi departemen personalia hal ini didasarkan pada hasil analisis Relasionship Chart dan dengan bantuan MS.Visio yang telah dilakukan, sehingga agar proses pendistribusian informasi menjadi lebih lancar dibutuhkan perubahan antara kedua departemen tersebut yang dapat dilihat pada gambar. Hal yang harus dilakukan oleh perusahaan saat ini adalah melakukan pengoptimalan terhadap penggunaan mesin produksi yang ada, dan pemanfaatan kayawan yang ada sehingga perusahaan dapat mencapai BEP dalam rupiah sebesar Rp 82.263.903/ perbulan. Dengan hasil analisis perhitungan berupa BEP untuk produk A sebesar 6.855 unit, BEP untuk produk B sebesar 3.838 unit, BEP C untuk sebesar 15.355, BEP produk untuk D sebesar 6.327 unit, dan BEP untuk produk E sebesar 5.484 unit. DAFTAR PUSTAKA Dyck, B., & Neubert, M. (2009). Principles of Management. South- Western: Cengage Learning. Detiana, T. (2011). Manajemen Operasional Strategi dan Analisa Services dan Manufaktur. Jakarta: Mitra Wacana Media. Herjanto, E. (2007). Manajemen Operasi (edisi ketiga). Jakarta: Grasindo. Heizer, J. & Render, B. (2009). Manajemen Operasi (edisi 9). Jakarta: Salemba Empat. -------------------------------- (2010). Manajemen Operasi (buku 1 edisi 9). Jakarta: Salemba Empat. -------------------------------- (2015). Manajemen Operasi (edisi 11). Jakarta: Salemba Empat. Prasetya, H., & Lukiastuti, F., (2011). Manajemen Operasi. Yogyakarta: Media Presindo. Robbins, S.P., & Coulter, M. (2007). Management (9th edition). New Jersey: Prentice Hall, Pearson. Rusdiana, H.A. (2014). Manajemen Operasi. Bandung: Pustaka Setia. Stevenson, W. J., & Chuong, S.S., (2014). Operations Management (9 th edition). Jakarta: Salemba Empat.