II. TINJAUAN PUSTAKA

dokumen-dokumen yang mirip
I. PENDAHULUAN Latar Belakang

I. PENDAHULUAN. Gurami merupakan jenis ikan air tawar atau payau dan hidup di dasar

I. PENDAHULUAN. Ikan merupakan alternatif pilihan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

genus Barbodes, sedangkan ikan lalawak sungai dan kolam termasuk ke dalam species Barbodes ballaroides. Susunan kromosom ikan lalawak jengkol berbeda

II. TINJAUAN PUSTAKA

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

I. PENDAHULUAN. Ikan baung (Mystus nemurus) adalah ikan air tawar yang terdapat di

PENGARUH PENAMBAHAN SENYAWA OSMOLIT ORGANIK TAURIN PADA PAKAN ALAMI TERHADAP PERKEMBANGAN GONAD GURAMI (Osphronemus gouramy)

TINJAUAN PUSTAKA. perkembangan di Inggris dan Amerika Serikat, itik ini menjadi popular. Itik peking

PENGANTAR. Latar Belakang. Itik lokal di Indonesia merupakan plasma nutfah yang perlu dilestarikan dan

I. PENDAHULUAN. salah satu daya pikat dari ikan lele. Bagi pembudidaya, ikan lele merupakan ikan

I. PENDAHULUAN. Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan salah satu jenis ikan air tawar

I. PENDAHULUAN. adalah ikan gurami (Osphronemus gouramy) (Khaeruman dan Amri, 2003).

I. PENDAHULUAN. Usaha budidaya ikan baung telah berkembang, tetapi perkembangan budidaya

3.KUALITAS TELUR IKAN

II.TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Jangkaru (2002), ikan gurami dapat diklasifikasikan sebagai

II. TINJAUAN PUSTAKA. Ikan patin siam merupakan salah satu komoditas ikan yang dikenal sebagai

Gambar 1. Ikan lele dumbo (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

II. TINJAUAN PUSTAKA. A. Reproduksi dan Perkembangan Gonad Ikan Lele. Ikan lele (Clarias sp) pertama kali matang kelamin pada umur 6 bulan dengan

I. PENDAHULUAN. Ikan gurami ( Osphronemus gouramy L.) merupakan ikan air tawar yang

PENDAHULUAN Latar belakang

BAB I. PENDAHULUAN. Protein adalah jenis asupan makan yang penting bagi kelangsungan

TINJAUAN PUSTAKA. Broiler adalah istilah yang biasa dipakai untuk menyebut ayam hasil

2.KEBUTUHAN NUTRISI INDUK IKAN

statistik menggunakan T-test (α=5%), baik pada perlakuan taurin dan tanpa diberi Hubungan kematangan gonad jantan tanpa perlakuan berdasarkan indeks

Nutrisi Pakan pada Pendederan kerapu

I. PENDAHULUAN. lkan nila merupakan salah satu jenis ikan yang bernilai ekonomis tinggi. Ikan nila

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. lokal (Bos sundaicus), sapi Zebu (Bos indicus) dan sapi Eropa (Bos taurus). Sapi

TINJAUAN PUSTAKA. A. Klasifikasi Ikan Gurami (Osphronemus gouramy) Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) Nomor

HASIL DAN PEMBAHASAN

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

TINJAUAN PUSTAKA. Gambar 1. Ikan nila merah Oreochromis sp.

I. PENDAHULUAN. Ikan merupakan salah satu sumber gizi penting untuk proses kelangsungan

II. TINJAUAN PUSTAKA. Daphnia sp. digolongkan ke dalam Filum Arthropoda, Kelas Crustacea, Subkelas

MAKALAH MATA KULIAH PANGAN DAN GIZI HASIL TERNAK. Oleh : Titian Rahmad S. H

Titin Herawati, Ayi Yustiati, Yuli Andriani

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

Pengertian Bahan Pangan Hewani Dan Nabati Dan Pengolahannya

2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Tempe Kacang-kacangan dan biji-bijian seperti kacang kedelai, kacang tanah, biji kecipir, koro, kelapa, dll merupakan bahan

KOMPOSISI PAKAN DAN TUBUH HEWAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Derajat Pemijahan Fekunditas Pemijahan

I. PENDAHULUAN. berupa potensi hayati maupun non hayati. Sumberdaya kelautan tersebut dapat

BAB I PENDAHULUAN. asli Indonesia. Daerah asalnya adalah India dan Afrika Tengah. Tanaman ini

I. PENDAHULUAN. masyarakat Indonesia. Menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan (2015),

Tingkat Kelangsungan Hidup

II. TINJAUAN PUSTAKA. Beras analog merupakan beras tiruan yang terbuat dari tepung lokal non-beras.

I. PENDAHULUAN. seluas seluas hektar dan perairan kolam seluas hektar (Cahyono,

HORMON REPRODUKSI JANTAN

TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Bernhard Grzimek (1973) dalam Yovita H.I dan Mahmud Amin

I. TINJAUAN PUSTAKA. Dari hasil penelusuran Effendie (2002), ikan Gurami dapat di klasifikasikan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Ayam broiler termasuk ke dalam ordo Galliformes,familyPhasianidae dan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

II. TINJAUAN PUSTAKA. Klasifikasi lele menurut SNI (2000), adalah sebagai berikut : Kelas : Pisces. Ordo : Ostariophysi. Famili : Clariidae

Tingkat Penggunaan Limbah Laju Pertumbuhan %

BAB IV HASIL. Pertumbuhan. Perlakuan A (0%) B (5%) C (10%) D (15%) E (20%) gurame. Pertambahan

PENDAHULUAN Latar Belakang

II. TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. subfilum vertebrata atau hewan bertulang belakang. Merak hijau adalah burung

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

I. PENDAHULUAN. sekaligus dapat memberdayakan ekonomi rakyat terutama di pedesaan.

I. PENDAHULUAN. Indonesia adalah negara kepulauan yang 70% alamnya merupakan perairan

Pakan ternak. Dibutuhkan oleh ternak untuk : 1. Hidup pokok 2. Pertumbuhan 3. Produksi 4. Mengganti sel yang rusak pada jaringan

Teknologi Produksi Bahan Baku Pakan. Program Alih Jenjang D4 Bidang Akuakultur SITH, ITB VEDCA - SEAMOLEC

BAB I PENDAHULUAN. berjalannya waktu. Hal ini merupakan pertanda baik khususnya untuk

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Ikan Gurame ( Osphronemus goramy 2.2 Pertumbuhan Ikan Gurame

Peristiwa Kimiawi (Sistem Hormon)

Karenanya labu kuning yang bisa mencapai ukuran besar ini juga membawa beragam manfaat hebat untuk mencegah beragam penyakit, di antaranya:

I. PENDAHULUAN. lemak omega 3 yang ada pada ikan (Sutrisno, Santoso, Antoro, 2000).

II. TINJAUAN PUSTAKA. ukuran panjang tubuh sekitar 20 cm dan ukuran berat tubuh gram. Di

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. disebut arus dan merupakan ciri khas ekosistem sungai (Odum, 1996). dua cara yang berbeda dasar pembagiannya, yaitu :

BAB I PENDAHULUAN. berkaitan dengan timbulnya sifat-sifat kelamin sekunder, mempertahankan sistem

BAB I PENDAHULUAN. Pada zaman dahulu hingga sekarang banyak masyarakat Indonesia

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. zaman dahulu jus buah dijadikan minuman raja-raja untuk menjaga kesehatan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Kambing Kacang merupakan kambing lokal Indonesia yang memiliki

II. TINJAUAN PUSTAKA

Kehamilan akan meningkatkan metabolisme energi karena itu kebutuhan energi dan zat gizi lainnya juga mengalami peningkatan selama masa kehamilan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. golongan lipida. Orang menganggap kolesterol merupakan satu-satunya lemak

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. unggas air yang cocok untuk dikembangbiakkan di Indonesia. Sistem

KONSEP ILMU GIZI DAN PENGELOMPOKAN ZAT-ZAT GIZI. Fitriana Mustikaningrum S.Gz., M.Sc

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Clarias fuscus yang asli Taiwan dengan induk jantan lele Clarias mossambius yang

HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

disusun oleh: Willyan Djaja

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Klasifikasi dan Morfologi Lele Masamo (Clarias gariepinus) Subclass: Telostei. Ordo : Ostariophysi

BAB I KLARIFIKASI HASIL PERTANIAN

HASIL DAN PEMBAHASAN. Konsumsi Bahan Kering (BK) 300, ,94 Total (g/e/hr) ± 115,13 Konsumsi BK Ransum (% BB) 450,29 ± 100,76 3,20

HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Gambar 1. Cara penggunaan alat pemeras madu. Gambar 2. Alat Pemeras madu. Gambar 3. Alat Penyaring madu Gambar 4. Ruang pengolahan madu 70 %

BAB I PENDAHULUAN. seluruh bagian tanaman kelapa mempunyai manfaat yang besar. Demikian. (The Tree of Life) atau pohon yang amat

TINJAUAN PUSTAKA. A. Kacang Hijau

II. TINJAUAN PUSTAKA. berasal dari protein. Bahan ini berfungsi untuk membangun otot, sel-sel, dan

I PENDAHULUAN. Pemikiran,(6) Hipotesis Penelitian, dan (7) Tempat dan Waktu Penelitian.

PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. kambing Kacang yang lebih banyak sehingga ciri-ciri kambing ini lebih menyerupai

BAB I PENDAHULUAN. akan pangan hewani berkualitas juga semakin meningkat. Salah satu pangan hewani

Transkripsi:

II. TINJAUAN PUSTAKA A. Gurami 1. Klasifikasi Menurut Jangkaru (2004), klasifikasi ikan gurame adalah sebagai berikut : Kingdom Phylum Class Order Sub-Order Family Genus Species : Animalia : Chordata : Pisces : Labirinthici; : Anabantoidei; : Anabantidae; : Osphronemus; : Osphronemus gouramy 2. Morfologi Gurami Menurut Susanto (1999), gurami memiliki badan pipih ke samping (compressed). Jika dilihat dari samping berbentuk lonjong, hampir oval. Pada ikan yang sudah dewasa, lebar badannya hampir dua kali panjang kepala atau ¾ kali panjang tubuhnya. Ikan gurami yang masih berusia muda memiliki bentuk kepala lancip ke depan, dan setelah tua menjadi dempak, bagian punggung ikan gurame berwarna merah sawo sedangkan pada bagian perut berwarna kekuning-kuningan atau keperak-perakan. Mempunyai sepasang sirip perut yang mengalami perubahan menjadi 6

sepasang benang panjang yang berfungsi sebagai alat peraba. Sirip yang keras menempel pada punggungnya, sedangkan garis rusuknya menyilang di bagian bawah sirip punggung. Panjang tubuh maksimum 65 cm. Gambar 1. Gurami Jantan Gambar 2. Gurami betina 3. Habitat Ikan gurami merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang dapat hidup di perairan yang tenang dan dalam. Gurami dapat tumbuh dan berkembang pada perairan tropis dan subtropis (Djarijah dan Pusowardoyo, 1992). Menurut Weber dan Beaufort (1922), di alam, gurami hidup di sungaisungai, rawa, dan kolam, serta dapat menyesuaikan diri pada perairan yang agak payau. Sari (2009) mengungkapkan pada suhu antara 24 o C - 28 0 C ikan gurami akan tumbuh sangat baik. Bila berdasarkan ketinggian tempat, ikan ini menyukai daerah pantai hingga tanah dengan ketinggian hingga 800 meter dari permukaan laut. 7

B. Pakan dan Vitamin Ketersediaan pakan merupakan salah satu faktor penting yang menentukan pertumbuhan ikan yang dipelihara. Pemberian pakan yang teratur dengan kualitas dan kuantitas yang tinggi dapat meningkatkan pertumbuhan tubuh ikan menjadi lebih cepat. Pemberian pakan hewani dan pakan nabati yang ideal dapat merangsang pertumbuhan gurami. Komposisi pemberian pakan hewani dan nabati yang baik adalah 2%/kg. Untuk memenuhi pakan nabati, bisa disediakan berbagai jenis hijauan seperti daun sente, kangkung, daun ubi kayu, tanaman air atau daun tanaman darat yang lunak dan masih muda. Pemberian daun sente (Alocasia machoriza), sejenis talas-talasan menunjukkan pertumbuhan yang paling baik (Agus, 2001). Halver (1980) mengungkapkan bahwa pakan induk mempunyai peranan penting bagi pematangan gonad dalam menghasilkan telur dan perkembangan larva dengan kualitas baik (daya tetas tinggi, tingkat kelangsungan hidup tinggi). Pemberian pakan yang berkualitas baik pakan buatan maupun hijauan pada tahapan produksi telur gurame merupakan satu hal yang penting. Disamping itu ikan gurame pada semua tahap pemeliharaan tidak dapat terlepas dari kebutuhannya terhadap bahan alami terutama hijauan. Pembesaran gurame secara intensif tanpa pemberian hijauan umumnya mengakibatkan ketahanan terhadap penyakit yang relatif rendah. Vitamin merupakan zat gizi esensial yang dibutuhkan ikan dari makanannya, karena ikan tidak dapat mensintesa sendiri di dalam tubuhnya. Kebutuhan vitamin oleh ikan bervariasi menurut spesies, ukuran, dan umur. Vitamin 8

utama yang diperlukan oleh ikan adalah A, D, E, K, B1, B2, B3, B5, B6, dan B12. Vitamin A dan E merupakan faktor penting untuk menjaga ikan berada dalam kondisi prima untuk memijah. Jika ikan kekurangan vitamin A, dapat menyebabkan terhambatnya pertumbuhan ikan dan dapat menyebabkan terjadinya tulang punggung yang melengkung. Vitamin K merupakan vitamin yang berperan penting dalam proses penggumpalan darah. Vitamin B1, B2, dan B6 penting untuk pertumbuhan normal. Vitamin B3 dan C diperlukan untuk proses pencernaan. Selain itu vitamin C juga diperlukan dalam pertumbuhan tulang dan gigi. Vitamin B5 merupakan faktor utama dalam proses metabolisme. C. Daun Kimpul Tanaman kimpul dapat tumbuh baik di daerah tropika basah dengan curah hujan merata sepanjang tahun. Umumnya tanaman kimpul akan memberikan hasil yang optimum pada lahan yang kering dan gembur, sedangkan pada lahan yang becek atau tergenang air tanaman ini tidak dapat tumbuh dengan baik (Kay, 1973). Daun kimpul mengandung protein 170-240 g/kg berat kering (BK), serat 218-398 g/kg BK, serta menjadi sumber penting kalsium (> 69 g/kg BK), natrium, besi dan mangan. Protein mengandung asam amino esensial dengan lisin berkisar 43-57 kg/g protein. Daun kimpul berpotensi sebagai pakan ternak, meskipun daya cernanya lebih rendah dibandingkan daun talas (Lylian et al. 2009). 9

Daun dan umbi kimpul mengandung saponin dan flavonoida, di samping itu daunnya juga mengandung alkaloida dan polifenol. Kandungan senyawa tersebut dapat meningkatkan daya tahan ikan terhadap serangan penyakit, terutama penyakit bisul dan mata belo (http://tanamanobat.org/475/kimpul/, 2013). Oleh karena itu, para pembudidaya gurami menggunakan daun kimpul sebagai pakan hijauan. Gambar 3. Tanaman kimpul (Xanthosoma sagittifolium) D. Tepung Kacang Kedelai Tepung kacang kedelai mengandung energi sebesar 347 kkal, protein 35,9 g, karbohidrat 29,9 g, lemak 20,6 g, kalsium 195 mg, fosfor 554 mg, dan zat besi 8 mg. Selain itu dalam tepung kacang kedelai juga terkandung vitamin A sebanyak 140 IU, vitamin B1 0,77 mg dan vitamin C 0 mg (http://keju.blogspot.com, 2013) Dilihat dari kandungan gizinya, kedelai merupakan sumber protein, lemak, vitamin, dan mineral yang baik. Kedelai mengandung protein tinggi dan mengandung sedikit lemak. Protein kedelai juga dibuktikan paling baik 10

dibandingkan jenis kacang-kacangan lainnya. Kandungan proteinnya setara dengan protein hewani dari daging, susu dan telur (http://www.feminaonline.com.htm, 2006). Gambar 4. Tepung Kedelai E. Taurin Taurin merupakan salah satu jenis asam amino bebas yang keberadaannya melimpah pada jaringan ikan dan mamalia. Taurin berperan penting dalam menjaga kelancaran berbagai proses pada tubuh hewan dan manusia. Lebih dari 50 persen asam amino bebas di jantung adalah taurin. Taurin memiliki aksi positif terhadap kontraksi otot jantung, yaitu melalui pengaturan kadar ion kalsium dalam sel. Taurin juga membantu pergerakan ion kalium, natrium, kalsium, dan magnesium keluar masuk sel yang berperan dalam penghantaran impuls sel saraf sehingga bila ada rangsangan dari Sistem Saraf Pusat (SSP) maka rangsangan ini akan diteruskan dengan cepat ke sel-sel efektor (Ismail et al., 2005). Gambar 5. Rumus Kimia Senyawa Taurin 11

Taurin berperan dalam proses osmoregulasi, modulasi, neurotransmitter, pelepasan hormone, anti oksidasi, modulasi tingkat kalsium selular, dan berkaitan dengan asam empedu di mamalia. Taurin juga berperan penting dalam proses reproduksi (Matsunari, 2006). Menurut Redmond et al (1983), taurin berfungsi untuk stabilitas membran, keseimbangan homeostatis dari kalsium, menstimulasi glikolisis dan glikogenesis, memacu pertumbuhan dan penglihatan. Meskipun demikian, kemampuan ikan untuk mensintesis taurin bergantung dari spesies itu sendiri dan kemungkinan berpengaruh terhadap stadia perkembangan ikan. Taurin dibutuhkan untuk pertumbuhan otak dan susunan syaraf juga penting untuk pertumbuhan retina. Pada hewan percobaan dengan defisiensi taurin akan berakibat kegagalan pertumbuhan, kegagalan fungsi sistem saraf, kerja asam empedu dan terjadinya gangguan pada retina mata (Fatimah 2005). Aktivitas taurin untuk meregulasi tekanan osmotik sel. Taurin digunakan oleh hewan air dalam beradaptasi terhadap perbedaan salinitas lingkungan. Untuk proses regulasi ini, tubuh lebih menggunakan asam amino nonesensial seperti taurin dibandingkan asam amino esensial (Okuzumi dan Fujii 2000). F. Matang Gonad Ikan Kematangan gonad merupakan suatu tahapan tertentu perkembangan gonad sebelum dan sesudah memijah. Dalam proses reproduksi, sebagian besar hasil metabolisme tertuju pada perkembangan gonad. Berat gonad semakin bertambah dan mencapai maksimum ketika ikan akan memijah, kemudian beratnya menurun setelah pemijahan (Hartono, 2009). Effendie (1997) 12

mengungkapkan bahwa semakin meningkat tingkat kematangan gonad, diameter telur yang ada dalam gonad akan menjadi semakin besar. Pertambahan bobot gonad ikan betina pada saat stadium matang gonad umumnya dapat mencapai 10-25 persen dari bobot tubuh dan pada ikan jantan 5-10 persen. Tingkat kematangan gonad dapat ditentukan melalui 2 cara yaitu melalui penelitian mikroskopis dengan cara mengamati pertumbuhan sel-sel gonad serta melalui pengamatan morfologi (visual) dengan cara melihat keadaan dan ukuran gonad. Pengamatan secara morfologi merupakan cara yang umum yang sering digunakan untuk melihat kematangan gonad. Dalam mencapai kematangan gonad, dapat dibagi dalam beberapa tahapan. Secara umum tahap tersebut adalah akan memijah, baru memijah atau sudah selesai memijah. Ukuran ikan saat pertama kali matang gonad (length at first maturity, Lm) bergantung pada pertumbuhan ikan itu sendiri dan faktor lingkungan. Pembagian tahap kematangan gonad dilakukan dalam dua cara, yakni analisis laboratorium dan pengamatan visual. Cara yang umum digunakan ialah metode pengamatan visual berdasarkan ukuran dan penampakan gonad, sebagai catatan metode ini bersifat subyektif. Indikator pembagian tahapan kematangan gonad dengan cara visual ialah: 1. Ukuran gonad dalam menempati rongga badan (kecil, 1/4 bag, 1/2 bag, 3/4 bag atau penuh); 2. Berat gonad segar (ditimbang); 3. Penampakan: warna gonad; 13

4. Penampakan butiran telur (ova) untuk ikan betina (opaque, translucens/ripe/gravid), 5. Ada tidaknya pembuluh darah, dll. Faktor-faktor yang mempengaruhi kematangan gonad dibedakan atas faktor yang berkaitan dengan sistem endrokinologi atau sistem hormonal yang bekerja didalam (endogenous) tubuh dan faktor lingkungan yang ada diluar (exogenous). Faktor lingkungan yang mempengaruhi kematangan gonad meliputi temperatur, air, kualitas air, periode panjang (photoperiod), pasang surut, gelombang, temperatur udara, dan makanan (kualitas dan kuantitas) (Setyono, 2011). Indeks kematangan gonad (IKG) merupakan suatu perubahan yang terjadi dalam gonad secara kuantitatif yang menunjukkan perbandingan berat gonad dengan berat tubuh ikan termasuk gonad yang dinyatakan dalam persen. IKG akan meningkat nilainya dan akan mencapai batas maksimum pada waktu akan terjadi pemijahan. Pada ikan jantan nilai IKG ini lebih kecil dibandingkan dengan ikan betina (Effendie, 1997). G. Kebutuhan Nutrisi Semua jenis ikan membutuhkan zat gizi yang baik, biasanya terdiri dari protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral serta energi untuk aktivitas. Jumlah zat gizi yang dibutuhkan bergantung kepada jenis, ukuran, lingkungan hidup ikan dan stadia reproduksi. Menurut Musida (2008), untuk mematangkan gonad betina diperlukan nutrien jenis tertentu, yang masing- 14

masing jenis nutrien mempunyai peran yang berbeda. Ikan yang telah mencapai fase matang gonad kebutuhan nutriennya akan meningkat untuk pembentukan hormon reproduksi dan pemenuhan energi untuk pertumbuhan gonad, sehingga pola kebiasaan makannya akan mengalami perubahan. Komponen nutrien yang diperlukan untuk pematangan gonad ikan betina menurut Yulfiperius (2003) antara lain : a. Protein Protein merupakan molekul kompleks yang terdiri dari asam-asam amino, baik esensial maupun non-esensial. Protein dengan kandungan asam-asam aminonya diperlukan untuk pertumbuhan, pemeliharaan jaringan tubuh, pembentukan enzim dan beberapa hormon serta antibodi dalam tubuh, disamping itu juga berfungsi sebagai sumber energi. Protein merupakan komponen esensial yang dibutuhkan untuk reproduksi. Protein merupakan komponen dominan kuning telur, sedangkan jumlah dan komposisi telur menentukan besar kecil ukuran telur dan ukuran telur merupakan indikator kualitas telur. Komposisi kimia kuning telur bergantung kepada status nutrien yang diberikan dan kondisi induk itu sendiri. Kebutuhan protein untuk ikan berbeda-beda menurut spesiesnya dan pada umumnya berkisar antara 25 sampai 40%. b. Lipid/lemak Lemak mempunyai peranan yang penting bagi ikan, karena selain sebagai sumber energi non protein dan asam lemak esensial juga berfungsi memelihara struktur dan fungsi membran sel. Pakan induk yang 15

kekurangan asam lemak essensial menghasilkan laju pematangan gonad yang rendah. Lemak berperan dalam pembetukan hormon tetstosteron, estradiol, dan steroid. Peranan asam lemak esensial bagi perkembangan embrio adalah sebagai penyusun struktur membran sel dan sebagai prekursor prostaglandin, selain sebagai sumber energi. Komposisi lipida yang relatif rendah dengan Ω3-HUFA tinggi dapat meningkatkan kematangan gonad. c. Karbohidrat Pada ikan, tingkat pemanfaatan karbohidrat dalam pakan umumnya lebih rendah khususnya pada ikan karnivora. Ikan yang hidup di perairan tropis dan di air tawar lebih mampu memanfaatkan karbohidrat daripada ikan yang hidup di perairan dingin dan air laut. Sebagai sumber energi, ikan laut lebih banyak memanfaatkan protein dan lemak daripada karbohidrat. Kemampuan ikan untuk memanfaatkan karbohidrat bergantung kepada kemampuannya dalam menghasilkan enzim amilase. Umumnya ikan air tawar memerlukan karbohidrat lebih besar dari 20%. d. Vitamin C dan E Vitamin C dan E diperlukan sebagai antioksidan untuk melindungi butirbutir lemak yang terdapat dalam sel telur. Vitamin C secara struktural merupakan vitamin yang paling sederhana, dibutuhkan untuk mempertahankan proses-proses fisiologi hewan, termasuk juga ikan. Vitamin C memainkan peranan yang penting sebagai koenzim didalam berbagai reaksi hidroksilasi yang meliputi hidroksilasi triptofan, tirosin, 16

lisin, penilalanin dan prolin. Kebutuhan vitamin C untuk ikan bergantung kepada spesies, kondisi lingkungan, ada atau tidaknya stres fisiologis, umur ikan dan komposisi pakan. Untuk induk ikan nila merah membutuhkan vitamin C sebesar 2000 mg/kg pakan. Sedangkan untuk pemeliharaan induk rainbow trout pemberiannya paling sedikit 100 mg AAs/kg pakan. Vitamin E (α-tokoferol) adalah salah satu unsur nutrien yang harus ada dalam pakan, karena dibutuhkan sebagai bahan struktur somatik, gonadik dan penentu kualitas telur. Apabila oosit atau telur dalam perkembangannya tidak memperoleh vitamin dalam jumlah yang cukup, maka telur akan menjadi busuk, diameter telur relatif kecil dan derajat penetasan rendah, selanjutnya memungkinkan terjadinya derajat kelangsungan hidup larva yang rendah. α-tokoferol berperan dalam melindungi unit-unit oosit atau telur akibat kerusakan oleh proses oksidasi. Jadi dengan adanya α-tokoferol, maka asam lemak tidak jenuh terutama asam lemak esensial tidak teroksidasi, sehingga selanjutnya hasil reproduksi dapat ditingkatkan. H. Hormon Hormon yang potensial digunakan untuk merangsang ovulasi dan pemijahan pada dasarnya dapat dibagi menjadi 3 kelompok yaitu sebagai berikut : 1. Gonadotropin 2. LHRH-a n (luteinizing hormone releasing hormone) 3. Steroid 17

Gonadotropin-releasing hormones (dihasilkan oleh hipotalamus) merangsang hipofisa untuk menghasilkan Luteinizing Hormone (LH) dan Follicle Stimulating Hormone (FSH). LH dan FSH merangsang pematangan kelenjar reproduktif dan pelepasan hormon seksual: a. Ovarium pada wanita melepaskan estrogen b. Testis pada pria melepaskan androgen (misalnya testosteron). (Crim, 1991) dalam (Zairin, 2003). Perkembangan gonad pada ikan membutuhkan hormon gonadotropin yang dilepaskan oleh kelenjar pituitari yang kemudian terbawa aliran darah masuk ke gonad. Gonadotropin kemudian masuk ke sel teka, menstimulir terbentuknya testosteron yang kemudian akan masuk ke sel granulosa untuk diubah oleh enzim aromatase menjadi estradiol 17β. Hormon estradiol 17β kemudian masuk ke dalam hati melalui aliran darah dan merangsang hati untuk mensintesis vitelogenin yang akan dialirkan lewat darah menuju gonad untuk diserap oleh oosit sehingga penyerapan vitelogenin ini disertai dengan perkembangan diameter telur (Sumantri 2006) dalam (Permadi, 2009). Pola pelepasan hormon dan kadar hormon di dalam darah merupakan petunjuk dari adanya perangsangan maupun penghambatan dalam pelepasan LH dan FSH oleh hipofisa. Misalnya, penurunan kadar hormon seksual merangsang hipofisa untuk melepaskan lebih banyak LH dan FSH. Hormon dilepaskan setiap 1-3 jam, karena itu kadar hormon di dalam darah biasanya turun naik (Sumantri 2006) dalam (Permadi, 2009). 18

19