4/2/2012. Nur Hidayat

dokumen-dokumen yang mirip
Khamir. Karakteristik Khamir

Khamir Lebih sering dikenal sebagai ragi/yeast Termasuk kapang, namun berbentuk sel tunggal/uniseluler. Dari kelompok Ascomycetes dan Basidiomycetes T

JAMUR (fungi) Oleh : Firman Jaya,S.Pt.,MP 4/3/2016 1

Mikroorganisme dalam Industri Fermentasi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dicampurkan dengan bahan-bahan lain seperti gula, garam, dan bumbu,

TEKNOLOGI FERMENTASI PANGAN. Agroindustrial Departement, Faculty of Agricultural Technology, Brawijaya University

A. Reproduksi Vegetatif : yaitu reproduksi dengan cara Pertunasan, Pembelahan, Pembelahan tunas dan Sporulasi aseksual B. Reproduksi Seksual : yaitu

JAMUR (FUNGI) KHAMIR (YEAST)

BIOTEKNOLOGI FERMENTASI

Pendahuluan Fermentasi telah lama dikenal manusia dan kini beberapa diantaranya berkembang ke arah industri spt roti, minuman beralkohol, yoghurt, kej

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

Media Kultur. Pendahuluan. Komposisi Media 3/9/2016. Materi Kuliah Mikrobiologi Industri Minggu ke 3 Nur Hidayat

I PENDAHULUAN. (1.5) Kerangka Pemikiran, (1.6) Hipotesis Penelitian, dan (1.7) Waktu dan

Media Kultur. Pendahuluan

BAB I PENDAHULUAN. kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat. Sedangkan ketersediaan

Fungi/Jamur/Mycota. Perkuliahan Kapita Selekta Biologi SMA 1

PENGARUH KONSENTRASI RAGI TERHADAP UJI ORGANOLEPTIK TAPE UBI JALAR

Effect of ammonium concentration on alcoholic fermentation kinetics by wine yeasts for high sugar content

BAB I PENDAHULUAN. Ethanol banyak dipergunakan dalam berbagai aspek kehidupan, baik industri

Produk Bioindustri di Indonesia

HASIL DAN PEMBAHASAN. Kondisi Umum Penelitian. Tabel 3. Pertumbuhan Aspergillus niger pada substrat wheat bran selama fermentasi Hari Fermentasi

KETAHANAN MIKROORGANISME TERHADAP KEASAMAN TINGGI DAN SENYAWA LIPOFILAT. Materi-10. Pertemuan ke-9 1

Isolasi, Identifikasi dan Uji Potensi Yeast dari Rhizosfer Rhizophora mucronata Wonorejo dalam Mendegradasi Lipid, Selulosa dan Lignin

RESUME MATA KULIAH MIKROBIOLOGI TERAPAN (Habitat, Substrat, Mikroorganisme)

I. PENDAHULUAN. cara ditempuh, antara lain memperhatikan dan mengatur makanan yang

PEMBUATAN BIOETANOL DARI UBI JALAR (Ipomea batatas) DENGAN PROSES FERMENTASI Saccharomyces cerevisiae

PROSES PENGOLAHAN MAKANAN FERMENTASI - Fermentasi merupakan salah satu metode pengawetan bahan pangan. -Banyak mikroorganisme dimanfaatkan untuk produ

BAB I PENDAHULUAN. berasal dari seduhan tanaman teh ( Camelia sinensis ). Secara umum teh

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Ketela pohon merupakan tanaman yang sudah tidak asing lagi bagi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Kedelai merupakan salah satu anggota tanaman kacang-kacangan yang

LAPORAN TUGAS AKHIR PEMANFAATAN TONGKOL JAGUNG SEBAGAI BAHAN BAKU BIOETANOL DENGAN PROSES HIROLISIS H 2 SO 4 DAN FERMENTASI SACCHAROMYCES CEREVICEAE

MIKROBIOLOGI INDUSTRI Memanfaatkan mo sbg kompnen untuk industri Produk mo dlm industri: zat kimia, antibiotik, zat tumbuh, enzim, makanan dan minuman

BAB I PENDAHULUAN. Pengembangan produk pangan menggunakan bahan baku kacang-kacangan

HASIL DAN PEMBAHASAN

Kuliah Kapang. Nur Hidayat Materi Kuliah Minggu 3 Bioindustri Kapang

Bioindustri Minggu 5 Oleh : Sri Kumalaningsih

BAB I PENDAHULUAN. dua, yaitu, bioteknologi konvensional (tradisional) dan bioteknologi

Distilasi, Filtrasi dan Ekstraksi

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

Haris Dianto Darwindra BAB VI PEMBAHASAN

... TAPE. Yuniar Lidyawati ( ) Anita Novalia ( ) Dyan Fitrisari ( )

KADAR BIOETANOL LIMBAH PADAT BASAH TAPIOKA (DIENDAPKAN 5 HARI) DENGAN DOSIS RAGI DAN WAKTU FERMENTASI YANG BERBEDA

Kuliah ke-1. Dr.oec.troph.Ir.Krishna Purnawan Candra, M.S. Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman. PS Teknologi Hasil Pertanian September 2011

JAMUR (fungi) Oleh : Firman Jaya,S.Pt.,MP 4/3/2016 1

BAB I PENDAHULUAN. Bioetanol merupakan salah satu alternatif energi pengganti minyak bumi

Nimas Mayang Sabrina S, STP, MP, MSc Lab. Bioindustri, Jur Teknologi Industri Pertanian Universitas Brawijaya

I. PENDAHULUAN. Penelitian, (6) Hipotesis Penelitian dan (7) Tempat dan Waktu Penelitian

PEMBUATAN BIOETANOL DARI BUAH SALAK DENGAN PROSES FERMENTASI DAN DISTILASI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. mikrobia asli yang terdapat pada kulit buah. Fermentasi secara tradisional ini hasilnya

APLIKASI PEMBUATAN BIOETANOL DENGAN PROSES FERMENTASI DAN DISTILASI BERBAHAN DASAR KULIT KETELA

BAB I PENDAHULUAN. Pisang merupakan salah satu jenis buah yang digemari, selain rasanya

KADAR GLUKOSA DAN BIOETANOL PADA FERMENTASI TEPUNG KETELA POHON (Manihot utilissima Pohl) DENGAN DOSIS RAGI DAN WAKTU FERMENTASI YANG BERBEDA

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan salah satu negara yang kebutuhan bahan bakarnya

Kata pengantar...2 Daftar isi...3 Bab I pendahuluan A. Latar belakang...4 B. Rumusan masalah...4 C. Tujuan penelitian... 5 D. Manfaat penelitian...

BIOTEKNOLOGI DASAR Program studi BIoteknologi. By Seprianto S.Pi, M.Si

PENGARUH WAKTU FERMENTASI DAN PERSENTASE STARTER PADA NIRA AREN (Arenga pinnata) TERHADAP BIOETHANOL YANG DIHASILKAN

BAB I PENDAHULUAN. Umbi-umbian adalah bahan nabati yang dapat diperoleh dari dalam

LEMBAR KERJA SISWA DEWI FATMAWATI

LOGO BAKING TITIS SARI

I. PENDAHULUAN. Singkong ( Manihot esculenta) merupakan salah satu komoditas yang memiliki

Saccharomyces pastorianus (Ragi Pembentuk Bir)

STANDAR MUTU MINUMAN BERALKOHOL. Kategori Pangan Definisi Standar Mutu

Laporan Praktikum Bioteknologi FERMENTASI ALKOHOL (PEMBUATAN SARI BUAH BERALKOHOL)

Bakteri memerlukan Aw relatif tinggi untuk pertumbuhan > 0,90

Pengaruh Hidrolisa Asam pada Proses Pembuatan Bioetanol dari Pati Ganyong (Canna edulis Ker.) dengan Proses Fermentasi Anaerob

TK2204 MIKROBIOLOGI INDUSTRI IDENTIFIKASI JAMUR (YEAST) : Saccharomyces cerevisiae. Nama / NIM : 1. Samuel / Novika Suwardana /

BAB I PENDAHULUAN. Pengelolaan energi dunia saat ini telah bergeser dari sisi penawaran ke sisi

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I. PENDAHULUAN. Indonesia adalah negara beriklim tropis yang banyak memiliki keaneka

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. diinkubasi dengan pembungkus daun Jati (Tectona grandis L.). Koji lamtoro yang

BAB I PENGANTAR. Lipase merupakan enzim yang berperan sebagai katalis dalam proses

BIOETANOL DARI BONGGOL POHON PISANG BIOETHANOL FROM BANANA TREE WASTE

TUGAS AKHIR. PEMANFAATAN TALAS (Calocasia esculenta L. Schott) SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIOETANOL

TEMPE. Sub Pokok Bahasan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Etanol disebut juga etil alkohol dengan rumus kimia C2H5OH atau

Prinsip-prinsip Penanganan dan Pengolahan Bahan Agroindustri

Aplikasi mikrobiologi (bioteknologi) Lili sugiyarto

ASPEK MIKROBIOLOGIS PENGEMASAN MAKANAN

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

FERMENTASI TEMPE MATERI KULIAH BIOINDUSTRI NUR HIDAYAT

BAB I PENDAHULUAN. samping itu, tingkat pencemaran udara dari gas buangan hasil pembakaran bahan

II. Tujuan : Setelah melakukan percobaan ini praktikan dapat mengetahui proses pembuatan dan proses fermentasi pada tape singkong.

BAB I PENDAHULUAN. tahun 1960-an ubi jalar telah menyebar hampir di seluruh Indonesia

I PENDAHULUAN. Pemikiran, (6) Hipotesis Penelitian, dan (7) Waktu dan Tempat Penelitian

TEKNOLOGI FERMENTASI ED. 2

I. PENDAHULUAN. Persediaan bahan bakar fosil yang bersifat unrenewable saat ini semakin

Bakteri. mikroorganisme dalam industri. Minggu 02: Contoh peran mikroorganisme 9/13/2016

PEMANFAATAN PATI GARUT(Maranta arundinaceae) SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIOETANOL DENGAN FERMENTASI OLEH SACHAROMYCES CEREVICEAE

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Kedudukan taksonomi kapang Rhizopus oligosporus menurut Lendecker

Fermentasi Susu. Nur Hidayat Mikrobiologi Industri. Susu sapi sesuai untuk fermentasi mikrobia

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

PEMANFAATAN BUAH NANAS SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIOETANOL

I. PENDAHULUAN. Mikroorganisme merupakan bagian dari kekayaan dan keragaman hayati

KERUSAKAN BAHAN PANGAN TITIS SARI

Haris Dianto Darwindra BAB VI PEMBAHASAN

Transkripsi:

Nur Hidayat http://nurhidayat.lecture.ub.ac.id Termasuk kapang, namun berbentuk sel tunggal/uniseluler. Dari kelompok Ascomycetes dan Basidiomycetes Tersebar luas di alam. Ada yang bermanfaat adapula yg merugikan bagi manusia. Manfaat: untuk pembuatan roti, bir, wine, vinegar dsb. Merusak sauerkraut, juice buah, sirups, molase, madu Bentuk sperical sampai ovoid kadang membentuk miselium semu. Ukuran bervariasi Reproduksi secara aseksual melalui pembentukan tunas, pembelahan sel, spora aseksual. Secara seksual menghasilkan askospora dg cara konyugasi: isogami, heterogami, askospora Membentuk lapisan film di atas medium cair. 1

Sel harus muda dari kultur yang sehat Aerasi baik Suhu cukup tinggi Ada faktor lain: ph, cahaya, CaSO4, ekstrak tanaman, dll. Jumlah spora: 1, 2, 4, 8 tgt spesiesnya. Saccharomyces cerevisiae: membentuk tunas, satu askus dg 4 akospora Candida sp: membentuk pseudomiselium, sel-sel yang memanjang Scizosaccharomyces: pembelahan sel Hansenula: askospora berbentuk seperti topi Bentuk-bentuk lain. Pembentukan tunas Blastospora: Terbentuknya tunas pada miselium kemudian tumbuh menjadi spora. Misal Candida sp Arthrospora/oidium: terjadi segmentasi pada ujung hifa. Misal Geotrichum sp Khlamidospora: terjadi pembulatan dan penebalan dinding sel pada hifa vegetatif. Misal Geotrichum sp. 2

Air 68 83 % N-total 7 9 % adapula 2,5 14 % Protein murni 64 79 % Basa purin + 10 % Basa pirimidin + 4 % As. Amino, nukleotida + 15 % Karbohidrat: glikogen, deoksiribosa, amilosa, selulosa dll Lipida: gliserida, asam lemak, fosfolipida, sterol Dinding sel terdiri atas khitin Konsentrasi solute [gula/garam] lebih tinggi daripada bakteri Kelembaban yg dibutuhkan lebih rendah daripada bakteri dan lebih tinggi daripada kapang Aw pertumbuhan secara umum 0,88 0,94. Aw minimal unt khamir dari susu kental 0,90; khamir roti: 0,905. Khamir osmotik: 0,62 0,65 Suhu optimal: 25 30 C, maksimum 35 47 C. Tidak tumbuh pada ph basa dg optimal pada 4,0 4,5. Gula merupakan sumber energi yang paling baik 1. Genus Saccharomyces S. cerevisiae: pembuatan roti, wine, alkohol, gliserol, enzim invertase, PST. S. Carlbergensis: pembuatan bir S. fragilis & S. lactis: fermentasi laktosa pada produk-produk susu. S. rouxii: osmofilik pada fermentasi kecap 3

T. sphaerica: fermentasi laktosa, menyebabkan: Kerusakan produk susu Kerusakan susu kental manis Kerusakan konsentrat juice buah Kerusakan makanan yg asam Penyebab kerusakan makanan yang asam dan bergaram C. utilis: sebagai PST C. lipolytica: merusak margarin Pichia, Hansenula, Debaryomyces, Candida, Trichosporon. Tumbuh dipermukaan produk-produk yang asam Mengoksidasi asam dan menyebabkan kerusakan produk 4

Tumbuh pada tekanan osmosis tinggi: gula, garam, dsb Penyebab kerusakan pada buah kering, juice, madu, sirup Penting pada produksi kecap Khamir (sering anaerob) and kapang berfilamen (umumnya aerob) Produk fermentation khamir: karbon dioksida, etanol, protein sel tunggal, ragi. Etanol: kecambah atau bijibijian yang diproses (beer), anggur (wine), buah (cider), madu (mead) Metanol: selulosa 5

Minuman: wine beer brem bali Makanan: Roti, tape, brem padat Sumber lemak Bahan bakar: alkohol, metanol 17 18 6

Ethanol produced from agricultural residues, woody biomass, fibers, municipal solid waste, switchgrass Process converts lignocellulosic feedstock (LCF) into component sugars, which are then fermented to ethanol Source: American Coalition for Ethanol (http://www.ethanol.org/documents/acerfssummary.pdf) 19 Boyle, Renewable Energy, Oxford University Press (2004) 20 Corn kernels are ground in a hammermill to expose the starch The ground grain is mixed with water, cooked briefly and enzymes are added to convert the starch to sugar using a chemical reaction called hydrolysis. Yeast is added to ferment the sugars to ethanol. The ethanol is separated from the mixture by distillation and the water is removed from the mixture using dehydration 21 7

Energy content about 2/3 of gasoline So E10 (10% ethanol, 90% gasoline) will cause your gas mileage to decrease 3-4% Takes energy to create ethanol from starchy sugars Positive net energy balance Energy output/input = 1.67 22 Kontaminan biologis (dan/atau kurang higienis), aroma kurang baik Khamir dari sumber liar tersedia langsung dan tidak dapat digunakan kembali Gunakan buah yang tidak bersaing dengan buah konsumsi Aman dan ~stabil kontaminan terkendali Biji-bijian dapat tumbuh lebih mudah dibandingkan anggur Kaya nutrisi, ditingkatkan dengan proses perkecambahan Membutuhkan tek tinggi untuk starter khamir 8

Peningkatan kecernaan dan kandungan protein terigu maupun tepung lainnya Relatif stabil dan mudah dlm transportasi Citarasa disukai Starter khamir liar sering mengandung lactobacilli 9