BAB III METODE PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODOLOGI PENELITIAN

METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif

BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian

III. METODOLOGI PENELITIAN. Menurut Arikunto (2002: 160) metode penelitian adalah cara yang digunakan

METODOLOGI PENELITIAN. Menurut Arikunto Suharsimi (2006:160) Metodologi penelitian adalah cara

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Dalam suatu penelitian membutuhkan suatu metode yang sesuai untuk

R3 : Koefisien regresi X3 terhadap Y

METODOLOGI PENELITIAN. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei. Hal ini sesuai

METODE PENELITIAN. kegunaan tertentu (Sugiyono, 2010 : 16). Metode penelitian merupakan hal yang

BAB III PROSEDUR PENELITIAN. mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2010:3). Metode

untuk mengetahui hubungan antara kelincahan dan kekuatan power tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survai

BAB III PROSEDUR PENELITIAN. Rusli Lutan (2007:199) menjelaskan mengenai metode korelasional

III. METODE PENELITIAN. Suatu penelitian akan dapat berhasil dan sesuai dengan adanya prosedur

III. METODOLOGI PENELITIAN. metode deskriptif korelasional, dengan tujuan ingin mengetahui ada

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN. Berdasarkan tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui power otot

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian

BAB III PROSEDUR PENELITIAN. Metode adalah salah satu cara yang ditempuh untuk mencapai suatu tujuan.

III. METODOLOGI PENELITIAN. Menurut Suharsimi Arikunto (2006:160) Metodologi penelitian adalah cara

BAB III PROSEDUR PENELITIAN. tentunya disesuaikan dengan permasalahan yang telah dirumuskan pada penelitian

LAMPIRAN 7. Prosedur Pelaksanaan Tes. Prosedur tes : pernafasan atau dapat pula untuk mengukur VO2 Max. kebutuhan

BAB III PROSEDUR PENELITIAN. Rusli Lutan (2007:199) menjelaskan mengenai metode korelasional

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN. masalah. Tujuannya untuk menemukan jawaban terhadap persoalan yanag signifikan,

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. 2002: 108). Sedangkan menurut (Sudjana, 1996: 6) populasi adalah totalitas

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

: Panjang tungkai. : Power otot tungkai.

III. METODELOGI PENELITIAN. Bandar Lampung, maka metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Jl.Sekolah pembangunan NO. 7A Medan Sunggal

BAB III METODE PENELITIAN. yang mempengaruhi dan variabel terikat yaitu variabel yang dipengaruhi. Variabel

BAB III PROSEDUR PENELITIAN

BAB III PROSEDUR PENELITIAN. Metode adalah salah satu cara yang ditempuh dalam mencapai suatu

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. Pembangunan Surakarta pada tanggal April 2015 jam WIB selesai.

III. METODOLOGI PENELITIAN. yang akan digunakan dalam proses penelitiannya, sebab metode penelitian

III. METODE PENELITIAN. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X semester ganjil SMA Negeri 15

III. METODE PENELITIAN. digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitian. Metode penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

METODE PENELITIAN. perlakuan (treatment), seperti pendapat Thomas dan Nelson (1997:352).

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. A. Lokasi Dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian 1. Lokasi

BAB III METODE PENELITIAN. Tabel 3.1 Jadwal Tes dan Pengukuran Terhadap Variabel-varibel Penelitian. No. Variabel Penelitian Hari/Tanggal Waktu Tempat

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. validitas dan reliabilitas. Dalam bab ini akan dikemukakan hal-hal yang

BAB III METODE PENELITIAN. Desain penelitian menurut Silalahi ( 2010 : 180) yaitu, rencana dan

PENGARUH KEMAMPUAN MEMORI DAN MINAT BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS VII SMP AL ISLAM 1 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2011/2012

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III PROSEDUR PENELITIAN

METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 7 SMP Negeri 8

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. variabel merupakan obyek penelitian atau apa yang menjadi titik perhatian suatu

BAB III METODE PENELITIAN

Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah atlet PPLP Panahan Jawa Barat sebanyak 12 orang atlet.

BAB III METODE PENELITIAN. Kecamatan Candimulyo Kabupaten Magelang. Waktu penelitian dilaksanakan

BAB III METODE PENELITIAN. adalah cara atau jalan yang ditempuh untuk mencapai tujuan. Dalam

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN. antara daya ledak otot tungkai dan koordinasi mata-tangan dengan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam

III. METODOLOGI PENELITIAN. penelitian. Menurut Arikunto Suharsimi (2010:203) metode penelitian adalah

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2012/2013

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN. digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitian. Penelitian ini

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel. fenomena atau gejala utama dan pada beberapa fenomena lain yang relevan.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. yang mengkonsumsi produk minuman Teh Botol Sosro.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Tempat pelaksanaan penelitian ini adalah SMK GOTONG ROYONG

BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III PROSEDUR PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini merupakan penelitian ex post facto, yaitu penelitian yang

III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian adalah cara yang dilakukan secara sistematis mengikuti aturan-aturan,

Transkripsi:

70 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian akan dilaksanakan di hall beladiri UNY, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tempat penelitian sekaligus dijadikan sebagai tempat diselenggarakannya proses latihan serta pengambilan data penelitian 2. Waktu Penelitian Pada penelitian ini dilakukan pengambilan data selama 1 minggu. Waktu pelaksanaan perlakuan yaitu pada hari Senin, Rabu dan Jum at. Pelaksanaan penelitian mulai tanggal 20 sampai 27 Desember 2015. Penelitian dilaksanakan pada sore hari dari pukul 15.00 s/d 16.30. Secara keseluruhan kegiatan perlakuan berlangsung selama 3 kali pertemuan. B. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik studi korelasional. Ali Maksum (2012: 73) menyatakan, Melalui studi korelasional dapat diketahui suatu penelitian yang menghubungkan satu atau lebih variabel bebas dengan satu variabel terikat tanpa ada upaya mempengaruhi variabel tersebut. Hubungan antara variabel ditentukan dengan menggunakan koefisien korelasi yang dihitung dengan teknik analisis statistik. Dalam penelitian ini akan dideskripsikan mengenai hubungan dan besarnya sumbangan antara koordinasi mata-kaki, kecepatan, kekuatan, fleksibilitas dan rasio panjang tungkai-tinggi badan dengan kemampuan tendangan dollyo chagi taekwondoin 70

71 X1 X2 X3 Y X4 X5 Keterangan garnbar: Gambar. 3.1 Desain Penelitian Korelasional X1 : Fleksibilitas X2 : Kecepatan X3 : Rasio panjang tungkai dan tinggi badan X4 : Kekuatan X5 : Koordinasi mata-kaki Y : kemampuan tendangan dollyo chagi C. Variabel Penelitian Variabel penelitian dalam penelitian ini terdiri dari 5 variabel bebas (Independent) dan satu variabel terikat (dependent) dengan rincian yaitu : 1. Variabel bebas (independent) a. Variabel bebas dalam penelitian ini meliputi beberapa unsur diantaranya adalah sebagai berikut : 1) Fleksibilitas : X1

72 2) Kecepatan : X2 3) Rasio panjang tungkai dan tinggi badan : X3 4) Kekuatan : X4 5) Koordinasi mata kaki : X5 2. Variabel terikat (dependen) Dalam penelitian ini variabel terikatnya yaitu kemampuan tendangan dollyo chagi : Y D. Definisi Operasional Variabel Penelitian Definisi operasional adalah definisi yang diberikan kepada suatu variabel dengan cara memberikan arti, atau mendeskripsikan kegiatanya, atau memberikan keterangan cara mengukur variabel tersebut. Ali maksum (2012: 34). Untuk memberikan penafsiran yang sama tentang variabel-variabel dalam penelitian ini maka perlu dijelaskan definisi dari variabel-variabel penelitian yaitu sebagai berikut : 1. Koordinasi Mata Kaki a. Definisi Koordinasi adalah kemampuan atlet untuk merangkaikan beberapa unsur gerak menjadi satu gerakan yang utuh dan selaras. Koordinasi mata kaki merupakan kemampuan fisik yang sangat berpengaruh dalam cabang olahraga taekwondo. Koordinasi tersebut merupakan dasar untuk mencapai suatu keterampilan yang tinggi dalam taekwondo. b. Instrumen Instrumen yang perlu dipersiapkan yaitu dinding tembok, handycam, formulir, alat tulis, dan stopwatch. c. Satuan Ukuran Dalam mengukur koordinasi mata-kaki bisa menggunakan jumlah. 2. Kekuatan a. Definisi Kekuatan adalah kemampuan otot atau sekelompok otot untuk mengatasi beban atau tahanan. Kekuatan merupakan salah satu

73 komponen dasar biomotor yang diperlukan dalam cabang olahraga taekwondo. b. Instrumen Instrumen yang perlu dipersiapkan yaitu leg dynamometer, formulir, dan alat tulis. c. Satuan Ukuran Dalam mengukur koordinasi mata-kaki bisa menggunakan satuan ukuran kilogram. Kecepatan a. Definisi Kecepatan adalah kemampuan kemungkinan kecepatan tercepat. Gerakan seseorang dalam mengubah arah posisi tubuhnya dengan cepat dan tepat pada waktu bergerak sesuai dengan situasi yang dihadapi di arena tertentu tanpa kehilangan keseimbangan tubuhnya. Kecepatan sangat diperlukan taekwondoin dalam melakukan tendangan, khususnya tendangan dollyo chagi b. Instrumen Instrumen yang perlu dipersiapkan yaitu lintasan lari, formulir, stopwatch, dan alat tulis. c. Satuan Ukuran Dalam mengukur kecepatan menggunakan satuan detik. 3. Fleksibilitas a. Definisi Fleksibilitas adalah luas gerak persendian. Dalam pelaksanaannya, fleksibilitas dapat dibagi menjadi dua, yaitu fleksibilitas statis dan dinamis. Fleksibilitas statis ditentukan oleh ukuran dari luas gerak satu persendian atau beberapa persendian. Dalam cabang taekwondo, fleksibilitas menjadi salah satu komponen penting karena dapat mempengaruhi tinggi rendahnya tendangan. b. Instrumen Instrumen yang perlu dipersiapkan yaitu formulir dan alat tulis.

74 c. Satuan Ukuran Dalam mengukur kecepatan menggunakan satuan cm (centimeter). 4. Rasio Panjang Tungkai dan Tinggi Badan a. Definisi Panjang tungkai adalah jarak vertical antara telapak kaki sampai dengan pangkal paha yang hubungan sangat erat kaitanya sebagai pengungkit saat melompat. Diukur dari tulang belakang terbawah atau dapat diukur dengan tritrochanter sampai ke lantai. Tinggi badan merupakan faktor yang mutlak diperlukan dalam cabang olahraga yang memiliki ciri mengatasi ketinggian seperti taekwondo. Menurut Barry L Johnson (1976) berpendapat bahwa tinggi badan merupakan ukuran posisi tubuh berdiri (vertical) dengan kaki menempel pada lantai, posisi kepala dan leher tegak, pandangan rata-rata air, dada dibusungkan, dan tarik nafas beberapa saat. b. Instrumen Instrumen yang perlu dipersiapkan yaitu, formulir, dan alat tulis c. Satuan Ukuran Dalam mengukur kecepatan menggunakan satuan cm (centimeter). 5. Kemampuan Tendangan Dollyo Chagi a. Definisi Kemampuan tendangan dollyo chagi adalah proses melakukan serangkaian gerakan dikombinasikan dengan tendangan serong atau memutar dengan baik, benar, dan selaras. b. Instrumen Instrumen yang diperlukan dalam melakukan tes kemampuan tenangan dollyo chagi adalah sansak,stopwatch, dan peluit. c. Satuan ukuran Dalam mengukur kemampuan tendangan menggunakan satuan detik.

75 E. Populasi dan Sampel 1. Populasi Penelitian Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas : obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. (Sugiyono, 2007:80) Populasi didefinisikan sebagai keseluruhan subjek atau objek yang menjadi sasaran penelitian yang mempunyai karakteristik tertentu. Sedangkan menurut Arikunto (2006: 108); populasi adalah keseluruhan objek penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa UKM taekwondo UNY. 2. Sampel Penelitian Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut Sugiyono (2007: 81). Menurut Sundayana (2014: 15) Sampel adalah sejumlah (tidak semua) hal yang di observasi/diteliti yang relevan dengan masalah penelitian, dan tentunya subyek atau obyek yang diteliti tersebut mempunyai karakteristik yang dimiliki populasi. Sampel yang digunakan pada penelitian adalah mahasiswa UKM taekwondo UNY kategori kyorugi sebanyak 30 orang. Sampel akan diperoleh dengan menggunakan sistem purposive sampling. Menurut Sugiyono (2007: 85) purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Adapun pertimbangan untuk sampel penelitian ini sebagai berikut : a) Jenis kelamin laki-laki b) Bersedia mengikuti prosedur penelitian c) Sehat jasmani dan rohani d) Bersedia menjadi sampel penelitian F. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditetapkan. Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang sangat penting dalam suatu

76 penelitian karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data (Sugiyono, 2007: 224). Melalui pengumpulan data, peneliti dapat melihat gejala atau perkembangan yang terjadi pada sampel yang diteliti. Untuk memperoleh data yang akurat dibutuhkan suatu alat ukur yang sesuai dengan apa yang hendak diukur. Dalam penelitian ini data diperoleh dengan cara tes dan pengukuran. Pelaksanaan tes dilakukan di hall bela diri FIK UNY. Instrumen yang digunakan dalam penelitian untuk pengumpulan data ini ada 6 macam, yaitu : 1. Tes koordinasi mata-kaki Koordinasi didefinisikan sebagai hubungan yang harmonis dan hubungan saling berpengaruh diantara kelompok-kelompok otot selama melakukan kerja, yang ditujukan dengan berbagai tingkat keterampilan. Koordinasi dalam penelitian ini adalah koordinasi mata-kaki. Pengukuran koordinasi mata-kaki dilakukan dengan menggunakan soccer wall volley test. Tes Koordinasi Mata Kaki Target tendangan 4 m Garis batas menendang Gambar 3.2 Tes koordinasi mata kaki Tata cara pelaksanaan tes koordinasi mata kaki a. Tujuan : Mengukur kemampuan koordinasi mata kaki b. Jenis Kelamin : Laki-laki

77 c. Alat/fasilitas :Bola kaki, stop watch, alat tulis untuk menulis hasil d. Pelaksanaan : a) Testee siap dengan membawa bola kaki di belakang garis batas dengan jarak 4 meter dari dinding (sasaran/target) b) Setelah aba-aba "Ya", Testee secepat mungkin melakukan gerakan menendang bola ke arah sasaran/target (dinding) secara terus menerus selama 20 detik) 2. Tes Fleksibilitas Tes fleksibilitas ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan fleksibilitas dari sampel dengan menggunakan sit and reach. Sit reach adalah suatu bentuk tes yang digunakan untuk melihat kemampuan fleksibilitas. Berikut adalah tatacara melakukan tes sit and reach : a. Tujuan : Mengukur fleksibilitas b. Jenis Kelamin : Laki-laki c. Alat/fasilitas : Meja untuk sit and reach dan Penggaris d. Pelaksanaan : a) sampel duduk di lantai dengan punggung dan kepala merapat di dinding, kaki sepenuhnya diluruskan sampai alat sit and reach. b) Setelah itu tempatkan tangan di atas satu sama lain, c) gerakan Perlahan-lahan menekuk dan mencapai maju sejauh mungkin menggeser jari di sepanjang papan, Tahan posisi akhir selama 2 detik. Catat jarak mencapai ke terdekat. Ulangi tes sebanyak 2 kali dan catat jarak terbaik Gambar 3.3. tes Fleksibilitas Sumber : Brian Mackenzy 101 Evaluation Test, London ( 2005:73-74)

78 3. Tes Kekuatan Tes kekuatan ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan streght taekwondoin dengan menggunakan leg dynamometer. Tata Cara Pelaksanaan Tes Kekuatan a. Tujuan : Mengukur kekuatan otot tungkai b. Jenis Kelamin : Laki-laki c. Alat/fasilitas : Leg Dynamometer d. Pelaksanaan : a) Teste memakai pengikat pinggang, kemudian berdiri dengan membengkokkan kedua lututnya hingga membentuk sudut ± 45 0, kemudian alat pengikat pinggang tersebut dikaitkan pada leg dynamometer. b) Setelah itu teste berusaha sekuat-kuatnya meluruskan kedua tungkainya. c) Setelah teste itu meluruskan kedua tungkainya dengan maksimum, lalu kita lihat jarum alat-alat tersebut menunjukkan angka berapa. d) Angka tersebut menyatakan besarnya kekuatan otot tungkai teste. 5. Penilaian : Skor terbaik dari dua kali percobaan dicatat sebagai skor dalam satuan kg (kilogram) 4. Tes kecepatan Tes kecepatan ini dilakukan untuk mengetahui kecepatan berlari yang dimiliki taekwondoin. tes kecepatan dalam berlari akan membuktikan seberapa besar terhadap kemampuan tendangan dollyo chagi taekwondoin. Dalam tes kecepatan ini taekwondoin berlari secepat-cepatnya pada lintasan lari berjarak 30 meter Tatacara pelaksanaan tes kecepatan 30 meter : a. Tujuan : Mengukur kecepatan maksimal b. Jenis Kelamin : Laki-laki

79 c. Alat/fasilitas : Track Atletik 400 meter, stopwatch, peluit, cone d. Pelaksanaan : a) Tes berlari secepat-cepatnya 30 m dari awal berdiri start sampai garis finish b) Asisten harus mencatat waktu untuk atlet untuk menyelesaikan 30m tersebut. c) Analisis hasilnya adalah dengan membandingkannya dengan hasil tes sebelumnya. 5. Penilaian : Skor terbaik dari 2 kali percobaan dicatat sebagai skor Start 30 meter Finish Gambar 3.4. Diagram lapangan lari 30 meter 5. Tes rasio panjang tungkai dan tinggi badan Tungkai merupakan anggota gerak bawah yang terdiri dari seluruh kaki, mulai dari pangkal paha sampai dengan kaki. Yang dimaksud dengan tungkai adalah anggota gerak badan bagian bawah yang terdiri dari tulang anggota gerak bawah bebas (skeleton extremitas inferior liberae). Tinggi badan adalah ukuran panjang tubuh saat permukaan tempat testi berdiri tegak hingga bagian atas kepala (vertex) dalam besaran centimeter. Rasio panjang tungkai dan tinggi badan merupakan perbandingan antara panjang tungkai dan tinggi badan. Perbandingan atau rasio tersebut didapat dengan membagi panjang tungkai dengan tinggi badan di kali 100%. Panjang tungkai dan tinggi badan diukur dalam satuan cm

80 6. Tes Kemampuan Tendangan Dollyo Chagi Langkah yang dilakukan pada tes kemampuan tendangan dollyo chagi yaitu : 1) Sebelum tes dimulai subyek penelitian dikumpulkan untuk mendapatkan informasi tentang apa saja yang harus dikerjakan selama tes berlangsung. 2) Setelah diberi penjelasan kemudian disuruh melakukan persiapan dan pemanasan sesuai dengan petunjuk yang sudah diinstruksikan oleh pelatih. Hal ini dilakukan agar selama melakukan tes tidak terjadi cidera. Selain itu juga agar subyek tes dalam kondisi siap untuk melaksanakan tes. 3) Untuk langkah-langkah dalam pelaksanaan tes subjek penelitian akan diberi penjelasan tentang cara melakukan gerakan dari start sampai finish. Adapun pelaksanaan tes sebagai berikut : Gambar Tahapan Pelaksanaan Gerak Sikap Awal a. Sikap siap, kedua kaki berada dibelakang garis dengan kuda kuda kaki kanan di belakang. Arah pandangan melihat sansak. Testi berdiri di belakang garis (1,5 m) dari sansak Pelaksanaan b. Kedua kaki melakukan move (langkah ke depan) hingga kaki depan melewati batas garis yang sudah ditentukan. Stopwatch dimulai ketika testi mulai melakukan gerakan awalan

81 c. Lutut diangkat ke depan menyamping. Perputaran pinggul searah dengan pergerakan tungkai. Lutut yang diangkat, dilecutkan ke arah depan/sasaran dengan lintasan dari tengah dengan posisi badan tetap tegak menyamping menggunakan seluruh bagian punggung kaki. d. Setelah melakukan tendangan dollyo chagi, kaki yang digunakan untuk menendang turun di depan kaki yang menumpu. e. Kedua kaki melakukan langkah mundur (back step) hingga ke dua kaki melewati batas garis yang telah ditentukan. f. Kembali ke posisi awal. g. Kedua kaki melakukan move (langkah ke depan) hingga kaki depan melewati batas garis yang sudah ditentukan.

82 h. Lutut diangkat ke depan menyamping. Perputaran pinggul searah dengan pergerakan tungkai.. Lutut yang diangkat, dilecutkan ke arah depan/sasaran dengan lintasan dari tengah dengan posisi badan tetap tegak menyamping menggunakan seluruh bagian punggung kaki i. Setelah melakukan tendangan dollyo chagi, kaki yang digunakan untuk menendang turun di depan kaki yang menumpu. j. Kedua kaki melakukan langkah mundur (back step) hingga ke dua kaki melewati batas garis yang telah ditentukan. k. Kembali ke posisi awal kemudian melakukan gerakan yang sama dengan arah sasaran kepala. dengan total tendangan 4x tendangan. Stopwatch

83 dihentikan ketika kedua kaki testor berada dibelakang garis. Istirahat antar set 60 detik. Penilaian dengan Mencatat waktu pelaksanaan dari start sampai selesai. Setiap sampel melakukan dua kali dan diambil waktu terbaik. Gambar 3.5 Tes Kemampuan Tendangan dollyo chagi Sumber. Okky Indera (2014) G. Teknik analisis data Analisis data dalam penelitian ini adalah korelasi, korelasi parsial dan regresi berganda. Teknik analisis korelasi yang dimaksud adalah analisis statistik untuk mengetahui apakah ada keterkaitan antar variabel bebas dan variabel terikat dalam penelitian, maka dilakukan analisis korelasi Analisis korelasi parsial adalah suatu statistik parametrik yang digunakan untuk menguji taraf hubungan antar variabel bebas dengan variabel terikat pada kondisi variabel bebas yang lain sebagai variabel yang fungsinya untuk memurnikan hubungan anatar variabel bebas dengan variabel terikat tersebut. Analisis regresi ganda adalah pengembangan dari analisis sederhana. Kegunaanya yaitu untuk meramalkan nilai variabel terikat (Y) apabila variabel bebas minimal dua atau lebih. Menurut Ali Maksum (2012: 172) analisis regresi ganda digunakan untuk menelaah hubungan antar dua variabel atau lebih, terutama untuk menelusuri pola hubungan yang modelnya belum diketahui secara sempurna, atau untuk mengetahui bagaimana variasi dari beberapa variabel bebas (X1), (X2), (X3)... (Xa) mempengaruhi variabel terikat dalam suatu fenomena yang kompleks. Adapun langkah-langkah analisis data yang dilakukan dalam penelitian adalah :

84 1. Uji Prasyarat Analisis Sebelum melakukan uji analisis dengan rumus regresi, terlebih dahulu dilakukan sejumlah uji persyaratan untuk mengetahui kelayakan data meliputi uji reliabilitas, uji normalitas dengan kolmogorov smirnov, dan uji linieritas dengan rumus varians. Untuk keperluan perhitungan tersebut digunakan program bantu statistik SPSS (Statistical Packages For Social Sciences) Release 19.00 a. Uji Normalitas Uji normalitas data dimaksudkan untuk memperlihatkan bahwa data sampel berasal dari berasal dari populasi yang berdistribusi normal normal. Menurut Ali Maksum (2012:161) uji normalitas bertujuan untuk memastikan bahwa data yang diperoleh berdistribusi simetris atau normal, yakni sebaran angka sebagian besar ada di tengah, dan semakin ke kanan atau ke kiri, sebaran angka akan semakin kecil. Pengujian normalitas menggunakan kolmogorov smirnov. Kriteria uji jika signifikansi > 0,05 data dinyatakan normal, sebaliknya jika data <0,05 dinyatakan tidak normal. b. Uji Linieritas Menurut Ali Maksum (2012:163) uji linearitas bertujuan untuk memastikan linier tidaknya sebaran data yang ada. Uji ini biasanya digunakan sebagai prasyarat dalam analisis korelasi atau regresi. Dasar pengambilan keputusan dalam uji linearitas adalah: 1) Jika nilai probabilitas > 0,05, maka hubungan antara variabel X dengan Y adalah linear. 2) Jika nilai probabilitas < 0,05, maka hubungan antara variabel X dengan Y adalah tidak linear.

85 2. Uji Hipotesis a. Uji Reliabilitas Reliabilitas adalah keajegan sesuatu instrumen yang dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik (Ghozali, 2011). Instrumen yang baik tidak akan bersifat tendensius mengarahkan pada responden untuk memilih jawaban tertentu. Instrumen yang sudah dapat dipercaya akan menghasilkan data yang dapat dipercaya juga. Apabila datanya memang benar sesuai dengan kenyataan yang ada di lapangan, maka apabila diuji berulang kali hasilnya akan tetap sama. Reliabilities menunjuk pada tingkat keandalan sesuatu. Reliabel artinya dapat dipercaya dan dapat diandalkan. Pengertian umum menyatakan bahwa instrumen penelitian harus reliabel. Uji reliabilitas bertujuan untuk menguji instrumen penelitian guna mengetahui konsistensi alat ukur dalam mengungkapkan gejala yang sama dari objek yang diukur jika dilakukan pengukuran ulang. Uji reliabilitas dalam penelitian ini diuji dengan mempergunakan Cronbach Alpha. Cronbach Alpha adalah koefisien keandalan yang menunjukkan seberapa baik item dalam suatu kumpulan secara positif berkorelasi satu variabel dengan variabel yang lain. Sekaran (2006) berpendapat bahwa Cronbach Alpha dihitung dalam hal rata-rata interkorelasi antar-item yang mengukur konsep. Menurut Sekaran (2006), kategori koefisien alpha dari suatu pengujian adalah sebagai berikut ini: 1) 0.8 1.0 : reliabilitas baik 2) 0.6 0.799 : reliabilitas dapat diterima 3) < 0.6 : reliabilitas kurang baik

86 b. Menghitung Koefisisen Korelasi Masing-Masing Prediktor Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan perhitungan koefisien korelasi dari variasi terikat yang dapat diterangkan oleh variabel bebas, serta untuk mengetahui tingkat hubungan yang ada antara variabel X dan Y. Korelasi Pearson Product Moment dilambangkan (r) dengan ketentuan nilai r tidak lebih dari harga (-1 r +1). Apabila nilai r = - 1 artinya korelasinya negatif sempurna, r = 0 artinya tidak ada korelasi, dan r = 1 berarti korelasinya sangat kuat. Keterangan : Rxy = korelasi antar x dan y X = Hasil Tes Y = Hasil Retest Sigma = jumlah N = jumlah sampel c. Uji Analisis Koefisien Korelasi Parsial Koefisien korelasi parsial dimaksudkan untuk mencari tahu seberapa kuatkah hubungan salah satu variabel bebas terhadap variabel terikat secara parsial. Keterangan Ry1.23= koefisiem korelasi y1 dengan 2 dan 3 netral Ry2.31= koefisien korelasi y2 dengan 3 dan 1 netral Ry3.12=koefisien korelasi y3 dengan 1 dan 2 netral Koefisien korelasi menunjukan berapa besar varians total satu variabel berhubungan dengan variabel lain. Hal ini berarti tiap nilai r perlu ditafsirkan posisinya dalam keterkaitan tersebut. Untuk memberikan tafsiran pada nilai hasil koefisien parsial, maka harus dilakukan uji signifikansi melalui nilai t dengan rumus sebagai berikut. Keterangan : - jika thitung >ttabel,akan terdapat hubungan yang signifikan antara x1 dengan y pada taraf x2 dan x3 tertentu.

87 - jika t hitung<t tabel maka tidak terdapat hubungan yang signifikan antara X1 dengan Y pada taraf X2 dan X3 tertentu. d. Uji Analisis Koefisien Regresi Berganda Suatu penelitian membutuhkan analisis data interpretasi yang bertujuan menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian dalam rangka mengungkap fenomena sosial tertentu. Analisis data adalah proses penyederhanaan data ke dalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan diinterpretasikan. Metode yang dipilih untuk menganalisis data harus sesuai dengan pola penelitian dan variabel yang akan diteliti (Ghozali, 2011). Untuk pengujian hipotesis digunakan analisis regresi berdasarkan langkahlangkah yang dianjurkan oleh Baron dan Kenny (1986). Berikut persamaan model regresinya : Y : α + β1 X1 + β2 X2 + β3 X3 + β4 X4 + ε Keterangan: α : Konstanta regresi X1 : Variabel Kecepatan Lari X2 : Variabel Power Otot Tungkai X3 : Variabel Kekuatan Otot Perut X4 : Variabel Fleksibilitas Togok Y : Variabel Prestasi Tendangan β1, β2, β3 β4 : Koefisien regresi ε : Error e. Koefisien Determinasi (R 2 ) Koefisien determinasi menunujukkan berapa besar persentase variasi dalam variabel dependen yang dapat dijelaskan oleh variasi variabel independent. Nilai R 2 berada antara 0 dan 1, jika nilai R 2 semakin mendekati 1 artinya semakin besar variasi dari variabel dependen yang dapat dijelaskan oleh variabel independen.

88 f. Sumbangan Relatif Sumbangan Relatif (1) Prediktor X1 = SR % = (2) Prediktor X2 = SR % = (3) Prediktor X3 = SR % = g. Sumbangan Efektif Sumbangan Efektif X1, X2, X3 terhadap Y dengan rumus: (1) SE % X1 = SR % X1. R2 (2) SE % X2 = SR % X2. R2 (3) SE % X3 = SR % X3. R2 Keterangan : SR % = Sumbangan relatif dalam persen SE % = Sumbangan efektif dalam persen JKreg = Jumlah kuadrat regresi Y = Kriterium x1y = Jumlah produk skor deviasi antara prediktor 1 dengan kriterium x2y = Jumlah produk skor deviasi antara predikator 2 dengan kriterium x3y = Jumlah produk skor deviasi antara predikator 3 dengan kriterium a1 = Bilangan kofisien prediktor 1 a2 = Bilangan kofisien prediktor 2 a3 = Bilangan kofisien prediktor 3 R = Koefisien korelasi antara kriterium dengan prediktor