BAB 5 KESIMPULAN DAN IMPLIKASI

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV Analisis Dan Pembahasan

BAB III DESAIN PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB II LANDASAN TEORITIS

Mental Accounting. Perilaku Boros Versus Self-Control

MENTAL ACCOUNTING : PERILAKU BOROS VERSUS SELF-CONTROL. Tesis

BAB V KESIMPULAN DAN IMPLIKASI

BAB V KESIMPULAN DAN IMPLIKASI

BAB I PENDAHULUAN. tahun ke atas) menjadi hampir 30 juta jiwa tahun Dan dalam waktu sepuluh

BAB V KESIMPULAN DAN IMPLIKASI

BAB I PENDAHULUAN. berupa untung atau rugi. Mengurangi potensi kerugian atau resiko merupakan

IDENTIFIKASI FENOMENA MENTAL ACCOUNTING: ANTARA EVALUASI SEGREGASI DAN INTEGRASI

BAB I PENDAHULUAN. memenuhi kebutuhan hidup setiap orang. Seseorang akan berusaha memenuhi

BAB I PENDAHULUAN. Kompensasi merupakan bagian manajemen sumber daya manusia yang sulit

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, KETERBATASAN DAN SARAN. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh jaringan sosial,

BAB II TINJUAN PUSTAKA

Abstrak. ii Universitas Kristen Maranatha

BAB V SIMPULAN DAN IMPLIKASI

ANALISIS HASIL SURVEY KEPUASAN MAHASISWA LAYANAN MINAT BAKAT, SOFT SKILL, BIMBINGAN KONSELING, KESEHATAN, DAN BEASISWA 2012/2013

BAB V PENUTUP. 1. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan studi ke lapangan, yakni

BAB V PENUTUP. sumbangan pemikiran dari hasil penelitian kepada pihak pihak tertentu yang. yang berada di Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang.

BAB I PENDAHULUAN. konsumen merasa tidak puas dapat melakukan keluhan yang dapat merusak citra

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. yang dilakukan di Hotel Santika Premiere Slipi, Jakarta. Kuesioner yang

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha

LAMPIRAN 1 : SURAT IJIN PENELITIAN TESIS

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. linear sederhana menggunakan SPSS diperoleh kesimpulan sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

SKRIPSI. DISUSUN OLEH: Yoan Wijaya

JASA PENGIRIMAN BARANG TIKI DAN PELANGGAN. I. Karakteristik Responden 1. Nama Responden :

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan untuk mencapai tujuan. Tercapainya tujuan perusahaan tidak hanya

BAB V PENUTUP. dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 2. Self-efficacy berpengaruh positif terhadap audit judgment. Hasil

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. meningkatnya kebutuhan tanah untuk tempat tinggal dan kegiatan aktifitas lainnya.

BAB I PENDAHULUAN. tergantung pada tenaga kerja yang dimiliki oleh organisasi. yang lebih serius dibandingkan dengan sumber daya lainnya

BAB I PENDAHULUAN. Perencanaan Keuangan yang menjadi suatu ilmu yang mengelola keuangan pribadi dengan

BAB I PENDAHULUAN. dengan harapan mendapatkan pertumbuhan modal (capital growth) dalam jangka

BAB 1 PENDAHULUAN. suatu organisasi. Dalam setiap perusahan maupun dalam sebuah instansi pemerintah,

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB V HASIL PENELITIAN

BAB V PENUTUP. 5.1 Kesimpulan

Tinjauan Atas Sistem Informasi Akuntansi Pembayaran Gaji Karyawan Kontrak Outsourcing Pada PT. Inti Bumi Perkasa

BAB I PENDAHULUAN. dengan terciptanya mesin baru dan peralatan canggih. Terciptanya teknologi yang

BAB V PEMBAHASAN DAN KESIMPULAN

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, untuk mengetahui

BAB V KESIMPULAN DAN IMPLIKASI

BAB I PENDAHULUAN. sendiri adalah kegiatan penanaman modal untuk harta yang dimiliki baik

BAB V PENUTUP 5.1. Kesimpulan

ABSTRAK. dalam menghasilkan mahasiswa yang berkompeten. perilaku belajar sebesar 8,9%. Teknik pengambilan sampel dengan cara simple

BAB IV GAMBARAN UMUM. tersebut bisa dilihat pada tabel 4.1. Tabel 4.1 Terlampir

BAB I PENDAHULUAN. mengikuti pertumbuhan jumlah penduduk. Kelangsungan usaha eceran sangat

HANIFATUL LIL JADIDAH

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Prosedur Penggajian pada RS. Omni Alam Sutera

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

PENGARUH PENERAPAN AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN TERHADAP KINERJA MANAJER PUSAT PERTANGGUNGJAWABAN ( Studi Kasus Pada PT. Sintas Kurama Perdana )

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul

BAB 3 METODE PENELITIAN

ANALISIS FAKTOR PENERIMAAN DAN PENGGUNAAN TEKNOLOGI DALAM SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DENGAN PENDEKATAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL

PENGARUH UPAH LEMBUR DAN TUNJANGAN KESEHATAN TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA CV. SUMBER MULYO KLATEN

PENGARUH DUKUNGAN AKADEMIK ORANG TUA DAN JARAK TEMPAT TINGGAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN. dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:

BAB V KESIMPULAN. Marketing terhadap Loyalitas Konsumen pada Starbucks. maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

RISIKO AUDIT DAN MATERIALITAS DALAM PELAKSANAAN AUDIT

III. METODE PENELITIAN. deskriptif. Metode deskriptif digunakan bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk

PENGARUH FAKTOR - FAKTOR PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP KINERJA INDIVIDUAL PADA KPP PRATAMA SALATIGA KERTAS KERJA

BAB V PENUTUP. hidupnya. Subjek A dan B menemukan makna hidup dari pengalaman tragis,

Transkripsi:

BAB 5 KESIMPULAN DAN IMPLIKASI Pada bab ini akan disajikan kesimpulan dari uraian sebelumnya dan merupakan intisari dari hasil penelitian dan jawaban dari persoalan penelitian. Kesimpulan yang diperoleh selanjutnya akan menjadi dasar penyusunan implikasi teoritas. 5.1 KESIMPULAN Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan dua persoalan penelitian yaitu kecenderungan mental accounting pada Pegawai Non Akademik UKSW Salatiga khususnya wanita dan apakah mental accounting dapat digunakan sebagai perangkat self-control. Hasil yang diperoleh dari studi ini menjawab persoalan penelitian yang pertama bahwa terdapat kecenderungan mental accounting pada Pegawai Non Akademik UKSW Salatiga khususnya wanita. Perilaku mental accounting muncul ketika seseorang memiliki kecenderungan untuk mengelompokan dan memberlakukan uang secara berbeda antara lain tergantung dari mana uang tersebut berasal. Hasil temuan dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat kecenderungan mental accounting dalam pengelolaan keuangan Pegawai Non Akademik UKSW Salatiga khususnya wanita. 51

Selanjutnya untuk persoalan penelitian yang kedua adalah aspek mental accounting sebagai perangkat self-control. Penelitian ini menyebutkan bahwa responden yang merupakan pegawai wanita pada Non Akademik UKSW Salatiga tidak terpengaruh ketika dihadapkan dengan kebutuhan yang dianggap kurang penting serta tidak akan mengambil uang yang sudah dialokasikan di pos-pos tertentu untuk memuaskan keinginan yang tiba-tiba muncul. Maka, dapat disimpulkan bahwa persoalan penelitian kedua terbukti terjadi pada objek penelitian, bahwa Pegawai Non Akademik UKSW Salatiga khususnya wanita setuju mental accounting dapat digunakan sebagai perangkat self-control karena dapat digunakan untuk mencegah pemanfaatan dana untuk kepentingan konsumtif dan dapat membantu pengelolaan keuangan. 52

Dari hasil penelitian juga ditemukan perbedaan mental accounting berdasarkan perbedaan demografi responden yang terdiri dari marital status, usia dan tingkat pendidikan, diketahui bahwa kecenderungan mental accounting berpeluang terjadi pada responden yang belum menikah. Hasil penelitian menunjukan bahwa pegawai wanita dengan usia kurang dari 40 tahun cenderung mengalami perilaku mental accounting dibandingkan dengan usia lebih dari 40 tahun. Hasil dari penelitian ini juga memberikan informasi bahwa perilaku mental accounting cenderung dialami oleh pegawai wanita dengan tingkat pendidikan S1 ke atas daripada tingkat pendidikan responden lainnya. 5.2 Implikasi 5.2.1 Implikasi Teoritis Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat kecenderungan perilaku mental accounting dalam pengelolaan keuangan. Dengan demikian, hal tersebut mendukung pendapat Thaller dan Shefrin (1981) yang mengungkapkan bahwa mental accounting terjadi bilamana seseorang menggolongkan masukan dan keluaran berdasarkan pos-pos seperti halnya model akuntansi (account code). Mental 53

accounting menunjuk pada perilaku atau cara berpikir seseorang yang memiliki kecenderungan untuk mengelompokan dan memberlakukan uang secara berbeda antara lain tergantung dari mana uang tersebut berasal. Selanjutnya, Hattereje, Heath dan Min (2009) mengungkapkan bahwa mental accounting dapat membawa dampak tidak baik dalam pengambilan keputusan. Namun,menurut Karlsson (1998) dan Hoch dan Loewenstein (1991) mengungkapkan bahwa mental accounting dapat digunakan sebagai perangkat self-control. Hasil penelitian menunjukan bahwa mental accounting berdampak positif dalam pengelolaan keuangan yaitu dapat digunakan sebagai perangkat self-control karena dapat digunakan untuk mencegah pemanfaatan dana untuk kepentingan yang bersifat konsumtif. Hal ini berarti bahwa walaupun seseorang berpikir tidak rasional namun tidak selamanya berdampak negatif, sehingga penelitian ini bertolak belakang dengan Chattereje dkk melainkan mendukung pendapat Karlsson (1998) dan Hoch dan Loewenstein (1991). 5.2.2 Implikasi Terapan Dari kesimpulan penelitian yang diperoleh, ada hal yang harus diperhatikan dan menjadi masukan bagi Pegawai Non Akademik UKSW Salatiga khususnya wanita, yaitu sebagian besar bahkan hampir semua responden memperlakukan gaji rutin berbeda dari gaji yang berasal dari TTB (tunjangan 54

tengah bulan) atau bonus sehingga gaji yang berasal dari TTB/bonus lebih cepat habis untuk hal-hal yang bersifat konsumtif daripada gaji rutin. Oleh karena itu, walaupun dalam pengalokasian berbeda dengan gaji rutin, diharapkan penggunaan gaji yang berasal dari TTB/bonus juga untuk halhal yang bersifat produktif. 5.3 Keterbatasan Penelitian Pada penelitian ini, penulis menyadari terdapat kekurangan-kekurangan pada penulisan penelitian ini antara lain bahwa pengujian kecenderungan perilaku mental accounting dan mental acconting sebagai perangkat self-control menggunakan metode survey dengan teknik kuisioner, dimana instrumennya dibuat oleh peneliti sendiri sehingga masih belum baku. Kuisioner dalam penelitian ini juga bersifat pemisalan atau pengandaian sehingga responden diminta untuk memberikan tanggapan atau gambaran suatu peristiwa atau kejadian. Hal tersebut dilain sisi kurang mencerminkan perilaku responden yang sesungguhnya karena hanya bersifar gambaran. Diharapkan penelitian selanjutnya dapat menguji ulang instrument tersebut. Penelitian dengan topik mental accounting masih relatif sedikit, oleh sebab itu perlu lebih digali hal-hal lain tentang mental accounting. 55