PROGRAM PENINGKATAN MUTU SDM KESEHATAN Oleh : Yuti Suhartati Kepala Pusat Peningkatan Mutu SDMK Badan PPSDM Kesehatan Surabaya, 24 November 2016
OUTLINE I. Registrasi Tenaga Kesehatan II. TUBEL, PPDS / PPDGS III. Pengembangan Jabatan Fungsional
KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN STR PENGEMBANG AN KARIR SDMK PENINGKATAN KUALITAS SDMK PENGEMBANG AN PROFESI NAKES PENINGKATAN PENDIDIKAN SDM KESEHATAN
REGISTRASI TENAGA KESEHATAN Setiap Tenaga Kesehatan yang menjalankan praktik wajib memiliki STR. STR diberikan oleh konsil masing-masing Tenaga Kesehatan setelah memenuhi persyaratan. STR berlaku selama 5 (lima) tahun dan dapat diregistrasi ulang setelah memenuhi persyaratan. Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara Registrasi dan Registrasi ulang diatur dengan Peraturan Konsil masing-masing Tenaga Kesehatan Pasal 44-45 UU No. 36/2014
STR ONLINE STR Online terdiri atas beberapa aplikasi yang akan terus dikembangkan secara bertahap sesuai kebutuhan Aplikasi Registrasi Online untuk pemohon baru Aplikasi Reregistrasi Online untuk perpanjangan Aplikasi MTKP pengelolaan di MTKP Aplikasi MTKI pengelolaan di MTKI Aplikasi Search Engine Bagi pemangku kepentingan terkait
Pengajuan permohonan STR hanya dapat dilakukan pada hari dan jam kerja Pengajuan permohonan STR dapat dilakukan kapanpun Input data dilakukan petugas, sehingga sering salah Input data dilakukan mandiri oleh pemohon Proses tidak dapat ditelusuri secara realtime oleh pemohon Proses dapat ditelusuri secara realtime oleh pemohon setiap saat Verifikasi keabsahan ijazah sulit dilakukan Verifikasi keabsahan ijazah melalui web service PD DIKTI Data terpisah antara MTKI, MTKP dan organisasi profesi Data terintegrasi antara MTKI, MTKP dan organisasi profesi
DAFTAR PROVINSI YANG SUDAH STR ONLINE NO. PROVINSI 1 DKI Jakarta 2 Jawa Timur 3 Nusa Tenggara Barat 4 Jawa Tengah 5 Kepulauan Riau 6 Sulawesi Selatan 7 Jambi 8 Sulawesi Tengah 9 DIY 10 Sulawesi Utara 11 Jawa Barat 12 Sumatera Utara 13 Kalimantan Selatan 14 Lampung 15 Bangka Belitung 16 Sumatera Selatan 17 Bali NO. PROVINSI 18 Kalimantan Tengah 19 Gorontalo 20 Nusa Tenggara Timur 21 Sulawesi Tenggara 22 Aceh 23 Sulawesi Barat 24 Maluku 25 Bengkulu 26 Kalimantan Timur 27 Banten 28 Sumatera Barat 29 Riau 30 Kalimantan Barat 31 Kalimantan Utara 32 Maluku Utara 33 Papua Barat 34 Papua
Aplikasi Registrasi Online dapat diakses melalui: mtki.kemkes.go.id
LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI (LSP) TENAGA KESEHATAN
STRUKTUR LSP NAKES (sesuai SK Menkes 262 tahun 2016) FUNGSI LSP NAKES: Melaksanakan SERTIFIKASI KOMPETENSI kerja bagi tenaga kesehatan yang akan bekerja di luar negeri PENASEHAT PENGARAH PELAKSANA Sekretariat Bidang I: Pengembangan Skema Sertifikasi dan Standar Kompetensi Kerja Bidang II: Sertifikasi dan Koordinasi Asesor Bidang III: Kerja Sama Bidang IV: Manajemen Mutu
PELUANG PASAR KERJA TENAGA KERJA KESEHATAN INDONESIA KE LUAR NEGERI Timur Tengah Uni Emirat Arab Qatar kuwait Arab Saudi Bahrain Europe Inggris Belgia Belanda Spanyol North America USA Canada Mexico Asia Jepang Timor Leste Taiwan Singapura Brunei Malaysia Thailand Hongkong Africa Sudan Afrika Selatan Namibia Oceania Australia
SERTIFIKASI PERAWAT INDONESIA KE LUAR NEGERI MAHASISWA UJI KOMPETENSI EXIT-EXAM DI PT BNP2TKI LULUS PT - Ijazah - Sertif Kompetensi/ - Sertif Profesi REGISTRASI: STR oleh MTKI/ Konsil LSP BEKERJA DI DN Pemagangan di RS (2 th) PENDAYAGUNAAN KE LN G to G G to P P to P LDP + TUK 13
ROAD MAP SERTIFIKASI INTERNASIONAL di INDONESIA 2016-2020 NO 1 Pembentukan LSP dan semua perangkatnya 2 Menghadirkan uji LSP RN (NCLEX di Indonesia) oleh BNP2TKI 3 Perekrutan asesor kompetensi dan lisensi sesuai kebutuhan 4 Audit mutu terhadap kualitas skema, asesor, materi uji dan TUK 5 Proses sertifikasi berdasar negara tujuan Timur Tengah 6 Pengembangan skema sertifikasi berdasar negara yang menggunakan NCLEX (Amerika dan Amerika Utara) 7 Proses Sertifikasi** ke negara Amerika dan Amerika Utara 8 Pengembangan skema sertifikasi ke negara tujuan berikutnya (Australia dan Jerman) 9 Proses Sertifikasi ke negara Australia dan Jerman 10 Pengembangan skema sertifikasi ke negara tujuan lainnya 11 Proses Sertifikasi** ke negara tujuan lainnya 12 Pengajuan lisensi ulang ke BNSP 13 Perbaikan dan peningkatan kualitas skema sertifikasi, asesor, materi uji ataupun TUK untuk proses sertifikasi selanjutnya 14 Penyegaran asesor 15 Resertifikasi asesor 16 Resertifikasi perawat 17 Menjalin kerjasama dengan BNP2TKI dan K/L lain untuk penempatan perawat yang telah tersertifikasi 18. Proses rekognisi Internasional: Prometric dan NCLEX WAKTU 2016 2017 2018 2019 2020
PENINGKATAN PENDIDIKAN SDMK PPDS/PPDGDS 4 Spesialis Dasar 4 Spesialisasi Penunjang 1 PK Sub Spesialis Tubel SDMK S1 Profesi S1 Profesi S2 S3 Surat Edaran Program Tugas Belajar SDMK tahun 2017 sudah dapat didownload melalui puskatmutu-sdmk.kemkes.go.id atau http://tubel.bppsdmk.kemkes.go.id s/d 5 Januari 2017 Berkas paling lambat 20 Januari 2017
KEBIJAKAN PENGEMBANGAN JABATAN FUNGSIONAL KESEHATAN
PIMPINAN TINGGI (kel.jab tinggi) UTAMA MADYA PRATAMA JABATAN ADMINISTRASI (TUSI PELAYANAN PUBLIK & ADM-PEM) ADMINSTRATOR Eselon III PENGAWAS Eselon IV PELAKSANA Eselon V dan JF umum KEAHLIAN Penyelia Mahir Terampil Pemula KETERAMPILAN
TUGAS, PERAN & KEDUDUKAN JABATAN FUNGSIONAL ASN TUGAS PERAN KEDUDUKAN melaksanakan tugas pelayanan berdasarkan profesi jabatan fungsional keahlian dan/atau keterampilan tertentu memiliki peran sebagai pelaksana tugas di bidang pelayanan dan profesi jabatan fungsional yang berdasarkan pada keahlian dan/atau keterampilan tertentu berkedudukan dibawah dan bertanggung jawab secara langsung pada pejabat pimpinan tinggi atau pejabat administrasi yang memiliki keterkaitan dengan pelaksanaan tugas jabatan fungsional tertentu
Regulasi Jabfung Kesehatan NO NAMA JAFUNG PERMENPAN SKB (JUKLAK) 19 PERMENKES (JUKNIS) SYARAT PENDIDIKAN 1 ADMINKES 42/2000 251/2001 19/2002 S1 KES 2 APOTEKER 07/2008 1113/2008 377/2009 APOTEKER 3 ASST.APOTEKER 08/2008 1114/2008 376/2009 D-III FAR 4 BIDAN 01/2008 1110/2008 551/2009 D-I/D-III/S1 5 DOKTER 139/2003 1738/2003 - DOKTER 6 DOKTER GIGI 141/2003 1740/2003 - DRG 7 DOKDIKNIS 17/2008 1201/2009 - DR.SPES 8 ENTOMOLOG 18/2000 396/2001 1201/2004 D-I/D-III/S1 9 EPIDEMIOLOG 17/2000 395/2001 1200/2004 D-I/-/D-IV/S1 10 FISIKAWAN MED 12/2008 1111/2008 262/2009 S1 FISMED 11 FISIOTERAPIS 04/2004 209/2004 640/2005 D-III FIS 12 NUTRISIONIS 23/2001 894/2001 1306/2001 D-III/S1 GIZI 13 OKUPASI TERAPI 123/2005 101/2006 991/2006 D-III OKUP 14 ORTOTIS PROS 122/2005 100//2006 993/2006 D-III
Regulasi Jabfung Kesehatan NO NAMA JAFUNG PERMENPA N SKB (JUKLAK) PERMENKES (JUKNIS) SYARAT PENDIDIKAN 15 PKM 58/2000 1811/2000 66/2001 D-III/S-1 16 PEREKAM MEDIS 30/2013 48/22/2014 47/2015 D-III/S-1 17 PERAWAT 25/2014 5/6/2015 - D-III/S1 18 PERAWAT GIGI 23/2014 4/5/2015 - D-III/S1 19 PRANATA LABKS 08/2006 611/2006 413/2007 SLA-S1 20 PSIKOLOG KLINS 11/2008 1112/2008 613/2010 S1 21 RADIOGRAFER 29/2013 47/21/2014 52/2015 D-III/S1 22 REFRAKSIONIS 47/2005 1368/2005 994/2006 D-III REFRAK 23 SANITARIAN 10/2006 19/2000 393/2001 1206/2004 D1-S1 24 TEKNISI ELEKT 28/2013 46/23/2014 51/2015 D-III/S1 25 TEKNISI GIGI 06/2007 1148/2007 365/2008 D-III TG 26 TEKNISI TRANFSI 05/2007 1147/2007 364/2008 D-1 TD 27 TERAPIS WICARA 48/2005 1367/2005 992/2006 D-III TW 28 PEMBIMBING KESJA 13/2013 (47/2013) 50/18-2013 62/2014 D-IV-S1 20
Regulator Mapping Stakeholder Jabfung Kes Kemen-PAN RB BKN Kemkeu Kemkum-HAM Sekneg 28 Jabfung Kesehatan Org Profesi Puskat Mutu SDMK Hukor Kemkes Hukormas Instansi Pengguna Pusat PBAK/Tim Penilai AK Pusat Unit Pembina Pusat Ropeg Kemkes Puslat SDMK BBPK Instansi Pengguna Daerah 21 Jf creation PBAK/Tim Penilai AK Daerah Unit Pembina Daerah BKD Bapelkes
PERAN INSTANSI PEMBINA DAN INSTANSI PENGGUNA JABATAN FUNGSIONAL KESEHATAN INSTANSI PEMBINA a. Mengembangkan jabatan fungsional dan menyusun petunjuk teknis; b. Menyusun pedoman formasi; c. Menetapakan standard formasi; d. Mengusulkan tunjangan jabatan; e. Melakukan sosialisasi serta petunjuk pelaksanaannya; f. Menyusun kurikulum diklat fungsional / teknis fungsional; g. Memfasilitasi diklat fungsional / teknis fungsional; h. Mengembangkan sistem informasi Jabatan; i. Memfasilitasi pelaksanaan Jabatan Fungsional; j. Memfasilitasi pembentukan organisasi profesi; k. Memfasilitasi penyusunan dan penetepan etika profesi dan kode etik jabatan; l. Melakukan pembinaan terhadap Tim Penilai; m. Menyelenggarakan uji kompetensi Jabatan; dan n. Melakukan monev Jabatan Fungsional INSTANSI PENGGUNA a. Menyusun formasi jabatan untuk setiap jenjang; b. Melaksanakan pengangkatan, pemindahan, pe mbebasan, sementara, pemberh etian dari dan dalam jabatan fungsional c. Penyelenggaraan Pembinaan - Memfasilitasi pelaksanaan tugas - Melakukan penilaian prestasi kerja. - Menyusun Manajemen diklat d. Berkoordinasi dengan instansi pembina jabfung 22 Perlu Pembagian Peran PNS PROFESIONAL
UNIT PEMBINA JABATAN FUNGSIONAL KESEHATAN NO UNIT PEMBINA JABATAN FUNGSIONAL JUMLAH 1 Ditjen Pelayanan Kesehatan 2 Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dokter Pendidik Klinis, Dokter, Dokter Gigi, Perawat, Perawat Gigi, Bidan, Radiografer, Pranata Labkes, Perekam Medis, Fisioterapis, Teknis Elektromedis, Ortotis Prostetis, Okupasi Terapis, Terapis Wicara, Refraksionis Optisen, Teknisi Gigi, Teknisi Transfusi Darah, Fisikawan Medis Entomolog Kesehatan, Epidemiolog Kesehatan,Psikolog Klinis 3 3 Ditjen Kefarmasian dan Alkes Apoteker, Asisten Apoteker 2 18 4 Ditjen Kesehatan Masyarakat Nutrisionis, Pembimbing Kesehatan Kerja, Penyuluh Kesehatan Masyarakat, Sanitarian 4 5 Pusat Determinan (diusulkan) Administrator Kesehatan 1 Jumlah 28
INSTANSI PENGGUNA DI DAERAH 34 Dinas Kesehatan Provinsi 52 RSU Provinsi 54 RSK Provinsi 562 Balai/ Labkes/faskes lain Prov/Kab/Kota 416 Dinas Kesehatan Kabupaten 98 Dinas Kesehatan Kota 535 RSU Kab/Kota Data tahun 2015-2016 21 RSK Kab/Kota 9700 Puskesmas
KONDISI PENGELOLAAN JABATAN FUNGSIONAL
Pokok Permasalahan/Kondisi Saat Ini No Pokok Bahasan Permasalahan yg perlu diselesaikan 1 Regulasi: Permenpan, Juklak, Juknis 1. Regulasi sebagian besar sudah lama (tidak relevan) 2. Perlu penyesuaian dengan aturan terbaru (UU ASN dan UU Nakes) * 2 Pedoman Formasi Formasi untuk setiap rumah jabatan per kategori per jenjang jabatan belum tersedia 3 Standar Kompetensi Sebagian besar belum memiliki Standar Kompetensi Jabatan 4 Diklat 1. Kurikulum yang ada belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan terhadap pemenuhan standar 2. Diklat teknis fungsional masih terbatas 5 Pendataan & Sistem Informasi 1. Belum tersedia pangkalan data secara nasional 2. Sistem informasi belum ada/belum terintegrasi 6. Pembinaan 1. Fungsi Unit pembina belum optimal 2. Tim penilai belum optimal/sebagian subyektif 7. Uji Kompetensi 1. Regulasi,sarana dan prasarana belum disiapkan 2. Pengorganisasian yang sangat luas
Kondisi Saat Ini 1.Regulasi/Kebijakan Jabfung belum memadai. 2.Standar Kompetensi. 3.Pedoman Formasi. 4.Sosialisasi regulasi/kebijakan Jabfung <<. 5.Pelatihan pejabat fungsional yang <<. 6.Database <<, sisfo. 7.Standarisasi tim penilai <<. 8.Binwas pengelolaan << 9.Organisasi Profesi Jabfung. UPAYA Grand Design (Visi, Misi, Sasaran) Road Map 2016-2019 Kondisi Yg Diharapkan 1. Regulasi/kebijakan Jabfung yang update. 2. Tersusunnya Standar Kompetensi (Manajerial,Teknis&Sos Kultural). 3. Adanya Pedoman Formasi. 4. Sosialisasi regulasi/kebijakan Jabfung berkesinambungan. 5. Pelatihan bagi pejabat fungsional sesuai kebutuhan 6. Sisfo yang terstruktur, terintegrasi dan ter-update 7. Pedoman tim penilai. 8. Binwas pengelolaan jabfung yg berjenjang & berkesinambungan. 9. Organisasi Profesi Jabffung
Pusat Peningkatan Mutu SDM Kesehatan Grand Design Pengelolaan Jabatan Fungsional 2016 Maksud & Tujuan Rencana Jangka Panjang Pengelolaan Jabatan Fungsional Rancangan induk yang berisikan penatalaksanaan dan pengelolaan Jabatan Fungsional di lingkungan Kementerian Kesehatan Memberikan arah dalam pelaksanaan pengelolaan jabatan fungsional secara Nasional selama kurun waktu tahun 2016-2019 Badan PPSDM Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Kerangka Pikir GRAND DESIGN PENGELOLAAN JABFUNG Monitoring dan Evaluasi Analisis Beban Kerja Tusi Organisa si Pelaksanaa n jabfung Perencanaan Pengangkatan Pengembangan Regulasi Analisis Jabatan Formasi Latsar Pengangkatan pertama/ Inpasing/ Pindah jabatan Tunjangan Penilaian Kinerja Pemenuhan Angka kredit Pelatihan Jenjang Kenaikan jenjang Uji Kompetensi Penilaia n Angka Kredit Alih Jabatan Puncak Karir Berhenti Sistem Informasi E-jabfung JF Creation
ROAD MAP PENGELOLAAN JABFUNG 2018 2019 2016 1. Mapping kebutuhan 2. Strategic Action Plan 3. Pengembangan Jabfung Baru 4.Pembangunan Database Jabfungkes 2017 1. Memperkuat regulasi pengelolaan jabfung 2. Pengembangan Sistem Informasi (e-pak) 3. Monitoring Evaluasi Pengelolaan Jabfung 1. Memperkuat regulasi pengelolaan jabfung 2. Mengoptimalkan Pengelolaan Jabfung (perencanaan, pengangkatan, pengembangan) 3. Penguatan Sistem Informasi 4.MonevPengelolaa n Jabfung 1. Memperkuat regulasi pengelolaan jabfung 2. Standarisasi Pengelolaan Jabfung 3. Penguatan Sistem Informasi 4.Monitoring Evaluasi Pengelolaan Jabfung
Action Plan 2016 Pengembangan Jabatan Fungsional Regulasi Pemetaan & Sistem Informasi Kompetensi Pelatihan Pembinaan 1.Revisi PMK 72/2014 ttg Pembina Jabfung 2.Penyusunan Jabfung Baru: Penata Anestesi 3.Revisi Jabfung PKM Promkes Revisi Permenpan JabfungNutrisionis & Sanitarian 4.Finalisasi Juknis Perawat dan Perawat Gigi 5.Perpres tunjangan 6 jabfung 6.Mendorong Unit Pembina mengeva-luasi matrik butir kegiatan 31 1.SE Format Data Isian Satker Pengguna Pusat/Provin si/kab/kota/ UPT 2.Penyusunan Pangkalan Data Jabfung 3.Harmonisasi Data Jabfung Unit Pembina- Ropeg-BKN 4.Penyusunan e-jabfung 1.Penyusuna n Pedoman Uji Kompetensi 2.Mendorong Unit Pembina menyusun Standar Kompetensi manajerial (21 jabfung) dan teknis (28 jabfung) 1. Koordinasi dengan Puslat terkait identifikasi kebutuhan diklat jabfung 2. Koordinasi penyusuna n modul diklat agar sinkron dengan kompetensi yg ditetapkan 1.Penetapan Unit Pembina Jabfung Kemenkes 2.SE Tim Penilai Jabfung di Provinsi 3.Mendorong unit pembina mengevaluasi butir-butir kegiatan 4.Supervisi, monev berjenjang
PEMETAAN JABATAN FUNGSIONAL
REKAPITULASI DATA PNS BERDASARKAN JABATAN FUNGSIONAL KESEHATAN NO JABATAN FUNGSIONAL JUMLAH NO JABATAN FUNGSIONAL JUMLAH 1 Administrator Kesehatan 1.418 2 Apoteker 3.826 3 Asisten Apoteker 11.851 4 Bidan 76.113 5 Dokter 22.873 6 Dokter Gigi 6.729 7 Dokter Pendidik Klinis 1.453 8 Entomolog Kesehatan 115 9 Epidemiolog Kesehatan 1.572 10 Fisikawan Medis 74 11 Fisioterapis 2.241 12 Nutrisionis 10.993 13 Okupasi Terapis 109 14 Ortosis Prostetis 21 Sumber Data : Direktorat Pengolahan Data dan Sistem Informasi BKN Maret 2016 15 Pembimbing Kesehatan Kerja 27 16 Penyuluh Kesehatan Masyarakat 3.987 17 Perawat 155.544 18 Perawat Gigi 9.919 19 Perekam Medis 3.038 20 Pranata Laboratorium Kesehatan 12.891 21 Psikolog Klinis 111 22 Radiografer 2.605 23 Refraksionis Optisien 359 24 Sanitarian 11.029 25 Teknisi elektromedis 1.246 26 Teknisi Gigi 115 27 Teknisi Transfusi Darah 133 28 Terapis Wicara 75 TOTAL 340.467
JUMLAH TENAGA FUNGSIONAL DENGAN PEMBINA KEMENTERIAN KESEHATAN PADA DINAS KESEHATAN PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kep. Bangka Belitung Kepulauan Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah D I Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali NTB NTT Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Kalimantan Utara Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua 35.000 Terapis Wicara Tek.Transfusi Darah 30.000 Teknisi Gigi Teknisi elektromedis Sanitarian 25.000 Refraksionis Optisien Radiografer Psikolog Klinis 20.000 Pranata Labkes Perekam Medis Perawat Gigi 15.000 Perawat Penyuluh Kesmas 10.000 Pembimbing Kesja Ortosis Prostetis Okupasi Terapis 5.000 Nutrisionis Fisioterapis Fisikawan Medis - Epidemiolog Kesehatan Entomolog Kesehatan Dokter Pendidik Klinis Dokter Gigi Dokter
UJI KOMPETENSI JABATAN FUNGSIONAL KESEHATAN
Latar Belakang PermenPAN no. 25/2014 UU Nomor 5 tahun 2014 PermenPAN no. 28/2013 PermenPAN no. 23/2014 Permenpan no.47/2013. Pengembangan karier Pegawai Negeri Sipil dilakukan berdasarkan kualifikasi, kompetensi, penilaian kinerja, dan kebutuhan Instansi Pemerintah. untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme yang akan naik jenjang jabatan PermenPAN no.29/2013 PermenPAN no.30/2013 Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Kesehatan
Tahapan Persiapan Uji Kompetensi Text in here Text in here Mar- Agus Sep des Jan - feb Sepdes Mar- April Mei Juni Jul - Ags Sept - Okt Nov - des 2018 Penyusunan Peraturan Menteri Kesehatan Pra Uji Coba Sosiali sasi Pemben tukan dan pembek alan tim penguji Penyusu nan materi uji Persiapa n tempat Uji Coba pelaksan aan Evaluasi Uji Coba pelaksanaa n Persiap an Akhir Pelaksanaan Ukom JFK Januari 2018 2016 2017 2018
PENUTUP 1 2 3 STR Online telah dapat diaktivasi di seluruh Provinsi. Diharapkan masing-masing Dinkes Provinsi melalui MTKP untuk mengoptimalkan pelayanan STR Masing-masing stakeholder diharapkan menetapkan Strategic Action Plan Pengelolaan Jabfungkes dengan indikator dan milestone yang jelas Untuk pelaksanaan uji kompetensi jabfung diharapkan Unit Pembina dan Instansi Pengguna sebagai unsur penyelenggara uji kompetensi 4 jabfung dapat mempersiapkan hal-hal yang diperlukan antara lain: 1. Sosialisasi Ukomjabfung di wilayah kerja masing-masing 2. 5 Pemetaan pejabat fungsional 3. Pembentukan tim penguji 4. Pendanaan.
Add your company slogan