BAB III METODOLOGI PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
Bab III Metode Penelitian

METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

1 BAB III 2 METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. pendekatan kuantitatif. Menurut Mohammad Nazir (1998: 63), metode

III. METODE PENELITIAN. pendekatan kuantitatif. Menurut Mohammad Nazir (1998: 63), metode

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di LBPP LIA Bandar Lampung yang bealamat di Jl.

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Bab 3 METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. domestik maupun di pasar internasional. Fenomena ini semakin menyadarkan para

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Utara No. 9A, Tol Tomang, Kebon Jeruk, Jakarta 11510

Analisis Kualitas Layanan Perpustakaan Menggunakan Metode Kano Di Perpustakaan Universitas Kadiri

BAB III METODE ANALISIS

BAB 3 METODE PENELITIAN. asosiatif. Menurut Kusmayadi dan Endar Sugiarto dalam buku Prof. J. Supranto,

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. (Sugiyono, 2002: 11). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh

BAB II LANDASAN TEORI

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN. analisis data kuantitatif dengan menggunakan pendekatan kolerasional. dengan pendekatan korelasional adalah

METODE PENELITIAN. Sumber data yang dipergunakan dalam penelitian ini meliputi : Merupakan data yang langsung didapatkan melalui penyebaran kuisioner

BAB 4 PENGUMPULAN, PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan yang dapat menghasilkan barang atau jasa berkualitas yang mampu

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. terletak di sebelah selatan Kota Bandung yang berjarak sekitar ± 50 km dari pusat

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Diagram Alir Berikut ini merupakan diagram alur penelitian yang digunakan dalam penelitian ini.

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

Usulan Perbaikan Kualitas Pelayanan Pada PT.X Menggunakan Metode Kano Dan Triz

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Alur Penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

Soeharto (1989: 150) mengemukakan untuk pengambilan sampel yang tingkat homogenitasnya tinggi untuk populasi dibawah 100 dapat dipergunakan sebagai sa

BAB III METODE PENELITIAN. verifikatif. Model analisis deskriptif merupakan metode yang memberikan

III. METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian dilakukan melalui tahap-tahap penelitian yang diatur secara

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Langkah langkah (flow chart) pemecahan masalah. Mulai. Observasi Pendahuluan. Penetapan Tujuan

BAB I PENDAHULUAN. repository.unisba.ac.id

BAB III METODE PENELITIAN. dalam jenis penelitian lapangan (field research). Agar penelitian ini lebih

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian, definisi operasional variabel penelitian, populasi dan metode

III. METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Tipe penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini objek penelitiannya di Badan Penanaman Modal dan

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian kausalitas, yang mana digunakan

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. bagi perusahaan. Hal ini disebabkan karena kualitas jasa dapat digunakan

BAB III METODE PENELITIAN. yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel-variabel Penelitian. membuktikan secara empiris hipotesis tersebut maka variabel yang diteliti:

III. METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PEMECAHAN MASALAH

BAB III METODE PENELITIAN. digunakan untuk mendapatkan dari tempat tertentu yang alamiah (bukan buatan),

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

BAB III METODE PENELITIAN. Peneliti berasumsi bahwa mayoritas pendengar acara tersebut adalah muda-mudi

METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Pengamatan dilakukan terhadap karyawan di Daerah Operasional II PT.

BAB III METODE PENELITIAN. Tipe penelitian dalam penelitian ini adalah tipe penelitian yang bersifat

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survey

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Objek yang akan diteliti yaitu mengenai Situasi Pembelian Pengaruhnya

METODE PENELITIAN Pendekatan Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. implikasikan pada penumpang pesawat udara di Bandara Internasional Adi

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG. kualitas pelayanan yang diberikan perusahaan kepada konsumen.

III. METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Menurut sumber perolehannya, data dapat dibagi menjadi dua yaitu :

BAB I PENDAHULUAN. memenangkan persaingan setiap organisasi atau penyedia jasa harus

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. dengan menggunakan jenis penelitian eksplanatif dan metode penelitian kuantitatif.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Objek penelitian adalah sesuatu yang akan menjadi pusat penelitian. Objek

Transkripsi:

BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metodologi penelitian adalah sekumpulan peraturan, kegiatan, dan prosedur yang digunakan oleh pelaku suatu disiplin ilmu. Metodologi juga merupakan analisis teoritis mengenai suatu cara atau metode. Penelitian merupakan suatu penyelidikan yang sistematis untuk meningkatkan sejumlah pengetahuan, juga merupakan suatu usaha yang sistematis dan terorganisasi untuk menyelidiki masalah tertentu yang memerlukan jawaban. Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh pengetahuan yang dapat menjawab berbagai pertanyaan-pertanyaan atau dapat memecahkan suatu permasalahan. 3.1 Kerangka Pemecahan Masalah Kerangka pemecahan masalah merupakan serangkaian prosedur dan langkah-langkah dalam melakukan penelitian. Kerangka pemecahan masalah ini bertujuan untuk mendapatkan tahapan yang terstruktur secara sistematis, sehingga penelitian dapat dilakukan dengan efektif dan efisien serta tujuan dari penelitian dapat tercapai dengan baik. Selain itu juga kerangka pemecahan masalah sangat bermanfaat untuk mempermudah pembaca, sehingga hasil penelitian ini dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah. Setiap tahapan yang dilakukan mengacu pada teori-teori dan hasil-hasil penelitian yang sudah ada, yang relevan dengan penelitian yang dilakukan yang pada akhirnya penelitian diharapkan akan memberi manfaat dan dapat dikembangkan lagi sehingga dapat menyempurnakan dan melengkapi kesimpulan-kesimpulan yang akan dihasilkan. Pada penelitian ini, penulis membahas usulan perbaikan kualitas pelayanan pada Borma Toserba Unit Cileunyi. Dimana pada penelitian kualitas pelayanan ini digunakan metode KANO sebagai tools untuk mengkategorikan serta memetakan hasil pengolahan variabel-variabel kualitas pelayanan. Sedangkan metode TRIZ digunakan sebagai tools untuk usulan perbaikan yang akan dirancang. Secara garis besar terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan dalam menyelesaikan penelitian ini. Langkah-langkah tersebut yaitu studi pendahuluan, penetapan tujuan, pengumpulan data, pengolahan data, analisis dan usulan 84

perbaikan, serta kesimpulan. Tahapan kerangka pemecahan masalah tersebut dapat dilihat secara skematis pada Gambar 3.1. Mulai Studi Pendahuluan Studi Lapangan Studi Pustaka Penentuan Tujuan Penelitian Identifikasi dan Penentuan Variabel Penelitian Pembuatan Kuesioner Pengumpulan Data Penyebaran Kuisoner Pretest Butir Kuisoner tidak Reliabel Dikeluarkan Uji Validitas Valid Tidak Butir Kuisoner tidak Valid Diperbaiki Ya Uji Reliabilitas Tidak Reliabel Ya Penentuan Jumlah Sampel Penyebaran Kuisoner sesungguhnya A 85

A Pengolahan Data Identifikasi Keunggulan dan Kelemahan Atribut Klasifikasi Atribut Berdasarkan Model KANO Pemetaan Kategori KANO Perancangan Usulan Perbaikan Menggunakan Metode TRIZ Langkah 1 : Analisa Masalah Solusi Awal Langkah 2 : Pemodelan Masalah dan Analisis Kontradiksi Mendefinisikan Masalah Langkah 3 : Eliminasi Kontradiksi Berdasarkan TRIZ Inventive Principles Langkah 4 : Penerapan Inventive Principle Tidak Ditemukan Solusi Ya Langkah 5 : Evaluasi Solusi Ya Ditemukan Masalah Baru Memilih Solusi Tidak Analisis Kesimpulan dan saran Selesai Gambar 3. 1 Flowchart Kerangka Pemecahan Masalah 86

3.2 Uraian Kerangka Pemecahan Masalah 3.2.1 Studi Pendahuluan Langkah awal dalam melakukan penelitian ini adalah melakukan studi pendahuluan dimana tahapan ini merupakan awal pemikiran untuk dapat melakukan tahapan-tahapan selanjutnya. Pada studi pendahuluan dilakukan dua studi/pembelajaran yakni studi lapangan dan studi literatur untuk menemukan masalah yang akan dibahas. a. Studi Lapangan Studi lapangan merupakan kegiatan observasi dalam mengungkapkan fakta-fakta untuk memperoleh keterangan atau data yang akurat dengan cara terjun langsung ke lapangan (wawancara). Tahapan ini dilakukan dengan cara antara lain adalah dengan datang langsung ke gerai Borma Toserba Unit Cileunyi, untuk melakukan pengumpulan data-data perusahaan dengan melakukan wawancara dengan pihak perusahaan yang dapat dijadikan bahan penelitian. Data-data yang dikumpulkan pada studi lapangan ini adalah antara lain data skunder atau data yang telah tersedia yaitu data umum perusahaan dan data pelanggan Borma Toserba Unit Cileunyi pada periode tahun 2014 (Januari-Desember). Selain data skunder pada studi lapangan juga dikumpulkan data primer berupa wawancara dengan pelanggan Borma Toserba unit Cileunyi terkait pelayanan yang ada di Borma Toserba unit Cileuny dan observasi langsung di gerai Borma Toserba unit Cileunyi. b. Studi pustaka Studi pustaka merupakan pencarian sumber-sumber rujukan yang berhubungan dengan permasalahan yang akan dibahas. Dengan tujuan untuk memperoleh referensi yang dibutuhkan dalam proses pengerjaan menyelesaikan Tugas Akhir. Pada tahap ini penulis mengumpulkan berbagai teori yang berhubungan dengan permasalahan yang dibahas, teori-teori dan informasi tersebut didapatkan dari buku-buku ilmiah, laporan penelitian, karangan-karangan ilmiah, peraturan-peraturan, ketetapan-ketetapan, buku tahunan, ensiklopedia, dan sumber-sumber 87

tertulis baik tercetak maupun elektronik lainnya. sehingga nantinya akan membantu dalam penyelesaian masalah dalam penelitian Tugas Akhir ini. 3.2.2 Penentuan Masalah dan Tujuan Penelitian Dalam penelitian ini ditetapkan beberapa tujuan penelitian dari hasil rumusan masalah yang sebelumnya telah direncanakan dengan maksud untuk memfokuskan permasalahan yang dibahas. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah seperti yang telah dijelaskan pada bab pendahuluan subab perumusan masalah dan tujuan penelitian dimana perumusan masalah yang telah di rancang yaitu bagaimana pengukuran kualitas pelayanan dan kepuasan pada Borma Toserba unit Cileunyi, Bagaimana mengidentifikasi variabel pelayanan yang termasuk kedalam kateogri keungulan dan kelemahan dengan metode KANO berdasarkan keperluan dan penilaian pelanggan dan perumusan masalah yang terakhir adalah Bagaimana usulan perbaikan kualitas pelayanan di Borma Toserba unit Cileunyi pada variabel pelayanan yang termasuk kedalam kategori kelemahan dengan menggunakan metode TRIZ. Dan untuk tujuan penelitian adalah harapan serta jawaban dari pertanyaan pada perumusan masalah. Dimana hasil dari tujuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi usulan perbaikan untuk pihak perusahaan yakni dalam hal ini kepada Borma Toserba unit Cileunyi. 3.2.3 Identifikasi dan Penentuan Variable Penelitian Pengukuran tingkat kepuasan pelanggan perlu dilakukan sebagai dasar pengambilan data dilapangan. Alat yang digunakan untuk mengukur tingkat pelayanan yang diberikan Borma Toserba unit Cileunyi untuk mendapatkan kepuasan pelanggan ialah daftar pertanyaan (kuisoner). Pada tahapan penyusunan kuesioner perlu dilakukannya identifikasi variabel, dalam identifikasi variabel penelitian ini dijelaskan tentang variabelvariabel yang dibutuhkan dan diinginkan oleh pelanggan terhadap pelayanan di Borma Toserba unit Cileunyi. Setelahnya variabel penelitian diidentifikasi dan ditentukan selanjutnya variabel tersebut dikelompokan ke dalam lima dimensi kualitas jasa, yakni dimensi tangible meliputi tampilan fisik dari Pelayanan yang ada di Borma Toserba Unit Cileunyi, dimensi reliability meliputi kemampuan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan, dimensi responsiveness 88

meliputi ketanggapan dalam melayani pelanggan dengan informasi yang jelas saat berbelanja di Borma Toserba Unit Cileunyi, dimensi assurance meliputi jaminan atau kepastian dari pihak perusahaan kepada pelanggan untuk dapat menumbuhkan rasa percara, rasa aman ketika berbelanja, serta dimensi empathy meliputi rasa peduli, percaya dan perhatian dari pihak perusahaan kepada pelanggan terkait keinginan pelanggan terhadap pelayanan Borma Toserba unit Cileunyi. 3.2.4 Pengumpulan Data Pada tahap pengumpulan data, data-data yang diperlukan meliputi data primer dan data sekunder. Data primer ialah data yang berasal dari sumber asli atau pertama. Data ini dari narasumber atau dalam istilah teknisnya responden, yaitu orang yang akan dijadikan obyek penelitian atau orang yang akan dijadikan sebagai sarana mendapatkan informasi ataupun data. Dalam hal ini, obyek tersebut adalah pelanggan Borma Toserba unit Cileunyi. Dimana data yang akan diambil dari para pelanggan Borma Toserba Unit Cileunyi adalah tingkat kepuasan pelayanan yang diberikan Borma Toserba Unit Cileunyi kepada pelanggan berdasarkan variabel-variabel pelayanan yang telah dirancang sebelumnya sebanyak 26 variabel pelayanan. Sedangkan Data sekunder merupakan data yang sudah tersedia. Dalam hal ini data sekunder adalah data pelanggan yang berbelanja ke gerai Borma Toserba Unit Cileunyi pada periode tahun 2014 (Januari-Desember), dengan demikian hanya tinggal mencari dan mengumpulkan data pendukung dari data primer sehingga tidak berpedoman pada data sekunder saja. Selain itu, data juga dapat diperoleh dengan melakukan wawancara dan observasi kepada pihak-pihak yang terkait. a. Penyusunan Kuesioner Dalam penyusunan kuesioner yang berhubungan dengan variabel-variabel layanan di Borma Toserba unit Cileunyi. Kuesioner yang dibuat terdiri dari empat kolom. Pada kolom pertama merupakan pertanyaan yang diajukan kepada responden terkait kepuasan pelanggan terhadap pelayanan yang diberikan perusahaan. Pada kolom kedua merupakan kolom untuk mengukur kepuasan atas pelayanan yang diberikan oleh pihak Borma Toserba Unit Cileunyi. Kemudian pada bagian kolom ketiga dan keempat mulai mengarah 89

pada model KANO dengan melibatkan pertanyaan yang bersifat fungsional (layanan berfungsi) dan disfungsional (layanan tidak berfungsi). b. Penyebaran Kuesioner Pretest Pada proses penyebaran kuesioner terlebih dahulu dilakukan identifikasi populasi. Identifikasi populasi adalah langkah awal dalam penelitian dengan tujuan untuk mengetahui siapa yang menjadi responden. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah pelanggan yang sudah terbiasa berbelanja di Borma Toserba Unit Cileunyi. Identifikasi populasi ini kemudian dikelompokkan berdasarkan jenis kelamin, usia, pekerjaan dan pendidikan terakhir pelanggan/responden. Selanjutnya adalah menentukan teknik pengambilan sampel akan digunakan dimana pada penelitian ini adalah dengan menggunakan non probability/non random sampling atau sampel tidak acak. Adapun dasar pokok dari non random sampling adalah bahwa tidak semua anggota populasi mempunyai peluang yang sama untuk dimasukkan sebagai anggota sampel artinya sampel yang terpilih untuk dijadikan responden hanya responden yang sudah berkunjung dan berbelanja di gerai Borma Toserba Unit Cileunyi. Penyebaran kuesioner pretest ini bertujuan untuk menguji keandalan kuesioner yang disebarkan. Berdasarkan teorema limit pusat (centra limit theorem), umumnya untuk rataan sampel yang baik apabila n 30. Oleh karena itu, penyebaran kuesioner pretest pada penelitian ini akan dilakukan sampel sebanyak 30 data pengamatan. Pada penelitian ini menggunakan skala likert 1-5 dimana 1 berarti sangat tidak puas dan 5 sangat puas. c. Uji Validitas Validitas menunjukkan sejauh mana ketepatan dan kecermatan alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Dilakukan untuk mengetahui sampai sejauh mana keandalan dari variabel-variabel pertanyaan yang diajukan pada kuisioner. Di sini berarti apakah variabel-variabel yang ditanyakan sudah mewakili penelitian yang telah dilakukan atau dengan kata lain validitas menggambarkan bahwa suatu instrument benar mampu mengukur variabel yang diukur dalam penelitian serta mampu menunjukan tingkat kesesuaian 90

antara konsep dan hasil pengukuran. Rumus yang digunakan yaitu rumus korelasi produk moment seperti persamaan persamaan (2.2). d. Uji reliabilitas Reliabilitas menunjukkan tingkat kepercayaan dari hasil suatu pengukuran. Pengukuran yang memiliki reliabilitas yang tinggi adalah pengukuran yang mampu memberikan hasil ukur yang terpercaya. Tinggi rendahnya reliabilitas ditunjukkan oleh angka yang disebut sebagai koefisien reliabilitas. Metode yang dipilih untuk menguji keandalan alat ukur dalam penelitian ini adalah metode yang menggunakan koefisien Alpha Croncbach seperti pada persamaan (2.3) sampai (2.6). d. Penentuan Jumlah Sampel Untuk menentukan ukuran sampel dari suatu populasi dapat digunakan rumus slovin, seperti pada persamaan (2.1). Dan dengan mengunakan persamaan (2.1) dilakukan perhitungan jumlah sampel yang diperlukan dalam penelitian ini. f. Penyebaran Kuisoner Sesungguhnya Penyebaran kuesioner sesungguhnya dilakukan kepada pelanggan Borma Toserba Unit Cileunyi. Kuesioner yang dikumpulkan diharapkan dapat mewakili jumlah pelanggan Borma Toserba unit Cileunyi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian survei, yaitu penelitian yang mengambil sampel dari suatu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data yang utama. 3.2.5 Pengolahan Data a. Identifikasi Keunggulan dan Kelemahan Untuk mengukur dan mengidentifikasi keunggulan dan kelamahan diperoleh dengan cara sebagai berikut: 1. Jumlah keseluruhan skor pada setiap variabel untuk semua responden. 2. Kemudian hasilnya dibagi dengan jumlah seluruh responden. 3. Jumlah seluruh rata-rata dari setiap variabel dibagi dengan jumlah variabel. 4. Menentukan kategori variabel dikatakan unggul/lemah apabila rata-rata tingkat kepuasan di atas grand mean tingkat kepuasan. Dimana variabel atau variabel dikatakan unggul jika nilai kepuasan lebih besar dari pada nilai grand mean. Dan 91

variabel atau variabel dikatakan lemah jika nilai kepuasan lebih kecil dari pada nilai grand mean. Rumus perhitungan rata-rata variabel pelayanan: Mencari grand mean kepuasan konsumen (3.1) = (3.2) Dimana: = rata-rata skor tiap kepuasan ke-i = Grand mean tingkat kepuasan pelanggan = skor tiap variabel kepuasan n = Jumlah responden m = Jumlah variabel b. Klasifikasi Variabel Berdasarkan Model KANO Mengklasifikasikan variabel kedalam kategori KANO yaitu antara lain (one dimensional (Satu Ukuran), attractive (Menarik), must be (Keharusan), indifferent (Netral), reverse (Kemunduran), dan questionable (Diragukan)). Kemudian menentukan kategori variabel dan menghitung jumlah masing- masing kategori variabel, serta pemetaan terhadap kategori KANO. 3.2.6 Perancangan Usulan Perbaikan Kualitas Pelayanan Dengan Metode TRIZ Berikut ini tahapan perancangan usulan perbaikan kualitas pelayanan dengan menggunakan metode TRIZ, sebagai berikut: a. Analisis Masalah Awal Pada tahapan awal didapatkan hasil dari pemetaan variabel dengan metode KANO yang termasuk kedalam kategori kelemahan variabel pelayanan. Dimana hasil dari variabel yang termasuk kedalam kategori kelemahan adalah prioritas utama untuk dilakukannya perbaikan kualitas oleh pihak Borma Toserba Unit Cileunyi. Setelah didapat variabel yang termasuk kedalam kategori kelemahan selanjutnya adalah menentukan prioritas perbaikan berdasarkan nilai dari perhitungan untuk menentukan unggul 92

atau lemahnya variabel berdasarkan grand mean. Dimana nilai yang paling kecil di bawah grand mean menjadi prioritas utama begitu seterusnya. b. Pemodelan Masalah dan Analisa Kontradiksi Tahapan selanjutnya setelah mengetahui prioritas perbaikan layanan adalah menentukan Inventive Principles adalah menentukan dan menjelaskan sebab akibat dari rancangan perbaikan yang akan diterapkan terhadap variabel lain apakah memberikan keuntungan atau justru memberikan kerugian atau kelemahan baru. Terdapat beberapa tahapan yaitu membuat Situation Model, menentukan arahan dasar (Direction for Innovation), menentukan Inventive Principles dengan menggunakan Directed Brainstorming model c. Eliminasi Kontradiksi Berdasarkan TRIZ Inventive Principles Tujuan dari analisis kontradiksi adalah untuk mengidentifikasi dua komponen yang bertentangan pada sistem, atau dua persyaratan yang berlawanan pada elemen yang sama. Kemudian untuk melakukan perbaikan atau peningkatan kualitas dari permasalahan yang ada dilakukan eliminasi kontradiksi berdasarkan TRIZ inventive principles. Inventive priciples untuk setiap kotradiksi. d. Penerapan Inventive Principles Pada tahapan akhir ini analisis yang berdasarkan Inventive Principles selanjutnya akan disesuaikan dengan kondisi nyata yang terjadi pada Borma Toserba Unit Cileunyi. Dimana usulan yang cocok dan paling memberikan kontradiksi terkecil terhadap variabel lain yang sudah baik. 3.2.7 Analisis Pada penelitian ini analisis yang akan dilakukan adalah analisis kualitatif dan analisis kuantitatif dan usulan perancangan Perbaikan Kualitas Pelayanan Dengan Metode TRIZ. Berikut penjelasannya: 1. Analisis Kualitatif Berikut ini merupakan analisis kualitatif yaitu sebagai berikut: a. Mengidentifikasi segala sesuatu yang dapat diberi berbagai macam nilai/variabel-variabel keinginan pelanggan berdasarkan observasi untuk 93

dimasukkan dalam kuesioner untuk membantu responden dalam menjawab pernyataan dan juga pertanyaan. b. Menterjemahkan keinginan palanggan kedalam bahasa teknik (penentuan variabel-variabel/karakteristik tunggal untuk suatu obyek, obyek/kejadian). Mengidentifikasi hubungan antara variabel (karakteristik) untuk mengetahui bagaimana pengaruh positif/negatif yang terjadi jika dilakukan perubahan suatu sifat terhadap sifat lain. c. Menentukan variabel yang termasuk kategori keunggulan dan kelemahan serta mengintegrasikannya berdasarkan Metode KANO. d. Analisis kualitas pelayanan serta usulan perbaikan di Borma Toserba Unit Cileunyi secara menyeluruh menggunakan metode TRIZ. 2. Analisis Kuantitatif Berikut ini merupakan analisis kualitatif yaitu sebagai berikut: a. Menentukan jumlah kuesioner yang sah/tidak cacat meliputi kelengkapan pengisian kuesioner, kelengkapan makna jawaban, konsistensi antar jawaban (jawaban hanya satu untuk setiap pertanyaan) dan relevansi jawaban. Kemudian data yang masuk (data mentah) diringkas dalam tabel. b. Menghitung keunggulan dalam setiap variabel. c. Menghitung jumlah masing-masing kategori dalam tiap-tiap variabel. 3.2.8 Kesimpulan dan Saran Setelah dilakukan pengumpulan dan pengolahan data kemudian hasil dari pengolahan data dihubungkan dengan teori-teori yang telah ada, maka dapat ditarik kesimpulan dengan hasil akhir dirangkum dalam suatu laporan penelitian, sehingga dari penelitian ini akan diakhiri dengan pemberian usulan inisiatif setrategi yang diajukan untuk menyempurnakan hasil penelitian. Hasil penelitian ini juga dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan oleh pihak perusahaan dalam dalam menetukan sikap kinerja perusahaan dalam hal perbaikan kualitas layanan. 94