: Makanan Kariogenik, Karies Gigi, prasekolah

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. akibat gangguan sangat penting pada masa kanak-kanak karena karies gigi,

BAB I PENDAHULUAN. makanan sehingga membantu pencernaan, untuk berbicara serta untuk

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Anak usia sekolah dasar disebut juga sebagai masa sekolah. Anak

BAB I PENDAHULUAN. dan nilai gizi, berdasarkan data terbaru pada tahun , masalah

RELATIONSHIP BETWEEN DENTAL CARE AND CARIOGENIC FOODS WITH CHILDREN DENTAL CARIES INCIDENCE IN JURAN ELEMENTRY SCHOOL

HUBUNGAN KEBIASAAN KONSUMSI MAKANAN SUMBER KALSIUM DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI PADA ANAK SEKOLAH DASAR

Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Studi Strata 1 pada Jurusan Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan.

HUBUNGAN KONSUMSI MAKANAN KARIOGENIK DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI DAN STATUS GIZI ANAK TK PEMBINA MOJOSONGO SURAKARTA

BAB 1 PENDAHULUAN. dapat dipisahkan satu dan lainnya karena akan mempengaruhi kesehatan tubuh

¹Ayu Rizqy Amalia Bintari ²Ai Sri Kosnayani dan Lilik Hidayanti

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Karies gigi merupakan masalah utama dalam kesehatan gigi dan mulut

DESTRI MAYA RANI NIM A020

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Kementerian Kesehatan Tahun 2010 prevalensi karies di Indonesia mencapai 60

BAB I PENDAHULUAN. penyakit sistemik. Faktor penyebab dari penyakit gigi dan mulut dipengaruhi oleh

MINUM SUSU DENGAN PENAMBAHAN GULA DAN TANPA GULA DENGAN JUMLAH KARIES ANAK USIA 3-6 TAHUN

HUBUNGAN KONSUMSI JENIS MAKANAN KARIOGENIK DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI PADA ANAK DI SDN KRANDON KUDUS

BAB 1 PENDAHULUAN. (SKRT, 2004), prevalensi karies di Indonesia mencapai 90,05%. 1 Riset Kesehatan

PUBLIKASI KARYA ILMIAH

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

HUBUNGAN FREKUENSI KONSUMSI MAKANAN KARIOGENIK DAN KEBIASAAN MENGGOSOK GIGI DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI PADA SISWA KELAS III SDN 1 & 2 SONUO

Hana Yuwan Kartikasari, Nuryanto *)

DAMPAK KONSUMSI MAKANAN KARIOGENIK DAN KEBIASAAN MENYIKAT GIGI TERHADAP KEJADIAN KARIES GIGI PADA ANAK SEKOLAH

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. cenderung meningkat sebagai akibat meningkatnya konsumsi gula seperti sukrosa.

PREVALENSI KARIES GIGI SULUNG ANAK PRASEKOLAH DI KECAMATAN MALALAYANG KOTA MANADO

BAB I PENDAHULUAN. orang dewasa terdapat gigi tetap. Pertumbuhan gigi pertama dimulai pada

HUBUNGAN PERILAKU MENGGOSOK GIGI DAN POLA JAJAN ANAK DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI PADA MURID SD NEGERI 157 PALEMBANG. Abstrak

Gambaran kejadian karies gigi berdasarkan body mass index pada anak-anak usia bulan di TK Negeri Pembina Denpasar

FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA KARIES GIGI PADA MURID SDN 1 RAHA KABUPATEN MUNA. Ratna Umi Nurlila Dosen STIKES Mandala Waluya Kota Kendari

BAB I PENDAHULUAN. suatu karbohidrat yang dapat diragikan. Tandanya adalah demineralisasi

ABSTRAK HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN DAN PERILAKU ORANG TUA TERHADAP TINGKAT KEPARAHAN KARIES GIGI PADA ANAK KELAS 1 DI SDN X DAN Y

BAB I PENDAHULUAN. 2004, didapatkan bahwa prevalensi karies di Indonesia mencapai 85%-99%.3

DESCRIPTION OF PLAQUE SCORES ON STUDENTS WHO CONSUME FRIED FOOD IN CANTEEN OF SMP MUHAMMADIYAH I GODEAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Faktor Manajemen Pelaksanaan UKGS Dan Peran Orangtua Terhadap Status Kesehatan Gigi Dan Mulut Murid Sekolah Dasar

BAB I PENDAHULUAN. secara langsung maupun tidak langsung. Status gizi secara langsung

Hubungan Usia dan Jenis Kelamin dengan kejadian Karies Gigi Siswa Sekolah Dasar Sumbersari Dan Puger Kabupaten Jember

BAB I PENDAHULUAN. Karies gigi adalah penyakit jaringan gigi yang ditandai dengan kerusakan

BAB I PENDAHULUAN. tetapi juga terjadi pada anak-anak. Karies dengan bentuk yang khas dan

BAB 1 PENDAHULUAN. lainnya. 2 Karies yang terjadi pada anak-anak di antara usia 0-71 bulan lebih dikenal

HUBUNGAN ANTARA UPAYA IBU DALAM MENCEGAH KARIES GIGI DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI PADA ANAK DI TK AL-IHSAN KECAMATAN BANDONGAN KABUPATEN MAGELANG

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. keadaan ini dapat mempengaruhi kesehatan gigi anak (Ramadhan, 2010). Contoh

HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG KESEHATAN GIGI DAN MULUT DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI ANAK SDN KLECO II KELAS V DAN VI KECAMATAN LAWEYAN SURAKARTA

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU ORANG TUA TENTANG PEMBERIAN SUSU BOTOL DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI PADA SISWA PRASEKOLAH

INDEKS DEF-T PADA ANAK TAMAN KANAK-KANAK SEKOTA BANJARBARU KALIMANTAN SELATAN

PERSETUJUAN PEMBIMBING JURNAL

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI PADA ANAK DI TK AISYIYAH BUSTANUL ATFAL DESA LEBAKSIU LOR

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN STATUS KARIES GIGI PADA SISWA SMP KRISTEN 67 MANADO

BAB I PENDAHULUAN. bidang kesehatan gigi (Depkes RI, 2000). integral dari kesehatan secara keseluruhan yang memerlukan penanganan

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG PENCEGAHAN KARIES GIGI DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI BALITA. Nawang Siwi Sayuti 1.

A n d a l a s D e n t a l J o u r n a l P a g e 49

PENELITIAN TINGKAT KEPARAHAN KARIES DAN STATUS GIZI PADA ANAK SEKOLAH USIA 7 8 TAHUN

BAB 1 PENDAHULUAN. Karies gigi adalah proses perusakan jaringan keras gigi yang dimulai dari

Noor Ika Anggraeni* )., Ns. Suhadi, M. Kep., Sp.Kep.Kom** ), Mamat Supriyono, SKM, M. Kes-Epid*** )

BAB 3 METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey analitik yang bertujuan untuk

BAB I PENDAHULUAN. dibidang kesehatan gigi perlu mendapat perhatian (Depkes RI, 2010).

PENGARUH PENDIDIKAN, PENGALAMAN PEMERIKSAAN DAN STATUS KESEHATAN GIGI ANAK TERHADAP PERILAKU IBU MEMERIKSAKAN KESEHATAN GIGI ANAK DI KOTA BUKITTINGGI

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN KEBIASAAN MENGGOSOK GIGI DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI DI SDI DARUL MU MININ KOTA BANJARMASIN TAHUN 2017 ABSTRAK

HUBUNGAN USIA DAN JENIS KELAMIN DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI SISWA SEKOLAH DASAR SUMBERSARI DAN PUGER KABUPATEN JEMBER. *Kiswaluyo

BAB I PENDAHULUAN. meningkatkan kesehatan. Mulut bukan sekedar untuk pintu masuknya. menunjang kesehatan seseorang (Riyanti, 2005).

BAB I PENDAHULUAN. pada anak usia sekolah dasar (Soebroto, 2009). mulut adalah penyakit jaringan keras gigi (karies gigi) dan penyakit

SKRIPSI HUBUNGAN PERAN ORANGTUA DALAM MEMBIMBING MENYIKAT GIGI DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI ANAK PRASEKOLAH DI TK AZ-ZAHRA GEDANGAN SIDOARJO

Hubungan konsumsi jajanan dan status karies gigi siswa di SMP NEGERI 1 Tareran

PENGARUH MENYIKAT GIGI SEBELUM TIDUR MALAM HARI TERHADAP KARIES PADA ANAK SD NEGERI 15 JATI TANAH TINGGI ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN. penanganan secara komprehensif, karena masalah gigi berdimensi luas serta mempunyai

Kata kunci: Body Mass Index (BMI), Underweight, Overweight, Obesitas, Indeks DMF-T, Karies.

Hubungan tingkat konsumsi karbohidrat dengan kejadian karies pada anak taman kanak-kanak tunas wijaya, Desa Tonja, Kecamatan Denpasar Utara

Skripsi ini Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Ijazah S1 Kesehatan Masyarakat. Disusun Oleh : TOMY ADI NUGROHO J

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB I PENDAHULUAN. secara jasmani dan rohani. Tidak terkecuali anak-anak, setiap orang tua

HUBUNGAN KEBIASAAN MENGKONSUMSI KARBOHIDRAT SEDERHANA DENGAN KARIES GIGI

BAB I PENDAHULUAN. upaya untuk meningkatkan kesehatannya, tetapi masih banyak orang yang

PENDAHULUAN. mulut adalah penyakit jaringan keries gigi (caries dentis) disamping penyakit gusi.

BAB I PENDAHULUAN. 2015). Salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang banyak dikeluhkan oleh

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

Skripsi Ini Disusun Guna Memenuhi Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Ijazah. Disusun Oleh : Harry Maulana Prakoso J

STATUS KARIES PADA GIGI BERJEJAL DI SD NEGERI 12 TUMINTING

ABSTRAK. Kata kunci: molar, karies, menyikat gigi, makanan kariogenik. viii

KONTRIBUSI KONDISI EKONOMI KELUARGA TERHADAP STATUS GIZI (BB/TB SKOR Z) PADA ANAK USIA

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

Hubungan Karakteristik dan Konsumsi Makanan Kariogenik dengan Kejadian Karies Gigi Pada Siswa Umur 11

BAB I PENDAHULUAN. Anak usia prasekolah adalah anak yang berusia berkisar 3-6 tahun. (Soetjiningsih, 1995). Pada usia tersebut anak mengalami proses

Adequacy Levels of Energy and Protein with Nutritional Status in Infants of Poor Households in The Subdistrict of Blambangan Umpu District of Waykanan

ABSTRAK. Kata kunci : pengetahuan, sikap, perilaku, pencegahan karies, indeks karies gigi sulung

I. PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG. kesehatan, terutama masalah kesehatan gigi dan mulut. Kebanyakan masyarakat

HUBUNGAN FREKUENSI JAJAN ANAK DENGAN KEJADIAN DIARE AKUT. (Studi pada Siswa SD Cibeureum 1 di Kelurahan Kota Baru) TAHUN 2016

ABSTRAK FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI GANGGUAN MENSTRUASI PADA SISWI KELAS 2 SMA X KOTA BANDUNG TAHUN 2015

Hubungan antara kebiasaan konsumsi makanan manis dengan karies gigi anak usia sekolah

ABSTRAK HUBUNGAN EARLY CHILDHOOD CARIES (ECC) DENGAN STATUS GIZI ANAK UMUR 3-5 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MENGWI III BADUNG

PENGARUH PERAN ORANG TUA TENTANG PERAWATAN GIGI TERHADAP TERJADINYA KARIES DENTIS PADA ANAK PRA SEKOLAH

ABSTRAK. Kata Kunci : karies gigi, nutrisi, dewasa muda. Universitas Kristen Maranatha

STATUS KARIES ANAK USIA PRASEKOLAH SEKOLAH CITRA KASIH YANG MENGONSUMSI SUSU FORMULA

*Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Manado Jl. R.W. Mongisidi Malalayang Manado

Transkripsi:

DAMPAK KONSUMSI MAKANAN KARIOGENIK TERHADAP KEPARAHAN KARIES GIGI PADA ANAK PRA SEKOLAH (Studi Pada Anak Taman Kanak-kanak PGRI Handayani Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya) Gita Hermawati 1) Lilik Hidayani SKM, M.Si, dan Kiki Korneliani SKM, M.Kes 2) Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Peminatan Gizi Universitas Siliwangi (gitahermawati@ymail.com) 1) Dosen Pembimbing Bagian Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Siliwangi 2) ABSTRAK Karies gigi akan menyebabkan rasa sakit sehingga mempengaruhi asupan makanan yang pada akhirnya akan mempengaruhi status gizi anak. Disebabkan oleh tiga faktor yang berhubungan yaitu makanan, host dan bakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dampak konsumsi makanan kariogenik terhadap keparahan karies gigi pada murid Taman Kanak-kanak PGRI Handayani Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan survei dengan pendekatan cross sectional, dengan populasi dan sampel sebanyak 74 anak, instrumen penelitian kuesioner dan lembar observasi, teknik analisis yang digunakan analisis univariat tabel distribusi frekuensi dan uji bivariat yaitu dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan anak di Taman Kanak-kanak PGRI Handayani Kecamatan Mangkubumi, sebagian besar (73%) sering mengkonsumsi makanan kariorgenik, sebanyak 86,5% memiliki indeks plak kategori buruk dan sebanyak 77% memiliki keparahan karies gigi pada kategori tinggi. Ada hubungan antara kebiasaan konsumsi makanan kariogenik (p value 0,000 indeks plak 0,000) terhadap keparahan karies gigi. Penelitian ini menyarankan kepada sekolah untuk mengurangi atau membatasi frekuensi makanan kariogenik anak dan memberikan batasan kepada penjual makanan di sekitar sekolah adalah sebagai salah satu upaya mencegah karies gigi. Kata Kunci Kepustakaan : 2007-2012 : Makanan Kariogenik, Karies Gigi, prasekolah

ABSTRACT THE IMPACT OF CARIOGENIC FOOD CONSUMPTION TO THE PRE- SCHOOL (STUDENTS SERIOUS TEETH CARIES A CASE STUDY OF STUDENTS IN TAMAN KANAK-KANAK PGRI HANDAYANI KECAMATAN MANGKUBUMI TASIKMALAYA CITY). Caries teeth will cause pain when chewing and thus affect food intake that will ultimately affect to nutritional children status. It is caused by three factors that still connection between food, host and bacteria. The aim of this research is to know the impact of cariogenic food consumption to the preschool students serious teeth caries a case study of Taman Kanak-kanak PGRI Handayani this research uses survey method with cross sectional design with population and sample 74 people/student. The instrument of this research uses questioner and two paper observation. Technique of analysis the data that the writer uses in this research is analysis univariat by percentage and bivariat by chi-square test. The result of this research show that most of the students in Taman Kanak-kanak about 74% always consumption cariogenic food 86,5% have medium plaque indeks category and 77% have serious theeth caries in the high category. From this research we can know that there is the correlation between the habitual consumption cariogenic food to the teeth caries with the (p value 0,000 p value 0,000). Decrease or limits cariogenic food and give the limitation to the food seller in school is on of the effort to prevent teeth caries to the student in preschool. Key words : cariogenic food consumption, dental caries, pre-school. Reference : 2007 2012

I. PENDAHULUAN Karies gigi adalah penyakit jaringan keras gigi yang ditandai oleh rusaknya email dan dentin yang progresif yang disebabkan oleh keaktifan metabolisme plak bakteri. Disebabkan oleh tiga faktor yang berhubungan yaitu makanan, host dan bakteri (Behrman, 2002). Proses karies gigi ditandai dengan terjadinya demineralisasi pada jaringan keras gigi, terjadinya invasi bakteri dan kerusakan pada jaringan periapikal dan menimbulkan rasa nyeri (Riyanti, 2005). Apabila kondisi ini dibiarkan berlanjut akan mempengaruhi asupan makanan dan intake gizi yang mengakibatkan gangguan-gangguan pertumbuhan yang akan mempengaruhi status gizi sehingga dapat menyebabkan menurunnya fungsi biologis tubuh atau malnutrisi (Hamrui, 2009). prevalensi karies gigi semakin tinggi, Survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) 2009 menunjukkan bahwa 73% penduduk Indonesia menderita karies gigi. 85,17% anak usia pra sekolah menderita karies gigi dengan rata-rata def-t(decayed adalah jumlah dari gigi karies yang masih bisa ditambal(d), extracted adalah untuk gigi karies yang tidak dapat ditambal lagi atau gigi dicabut (e), filled adalah untuk gigi karies yang sudah ditambal (f). adalah 6,03.penelitian ini menyatakan hampir Sembilan dari sepuluh anak yang diteliti menderita karies gigi dengan rincian bahwa rata-rata harus dicabut satu gigi tiap anak dan yang harus ditambal rata-rata lima gigi tiap anak (Ruslawati,2009). Di Jawa barat terdapat 80% anak prasekolah yang menderita karies gigi dikarenakan tidak menyikat gigi dan mengkonsumsi makanan kariogenik (Susilawati, 2009). Sedangkan standar mutu pelayanan kesehatan gigi di kota Tasikmalaya baru mencakup pada anak usia Sekolah Dasar dengan diadakannya Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS). Hal ini menyebabkan tidak adanya angka yang menunjukkan berapa besar karies gigi pada anak usia prasekolah di Tasikmalaya. Berdasarkan hal tersebut di atas, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui dampak konsumsi

makanan kariogenik terhadap keparahan karies gigi di Taman Kanak-kanak PGRI Handayani Kecamatan Sambongsari Kota Tasikmalaya II. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan desain cross sectional yaitu suatu penelitian dimana pengumpulan variabel bebas, variabel terikat dilakukan secara bersama-sama atau sekaligus (Notoatmodjo, 2010). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh murid TK PGRI Handayani sebanyak 74 orang. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kebiasaan konsumsi makanan kariogenik. Di ukur dengan menggunakan FFQ (Food Frequency Questioner) kualitatif (Melly G tan, 1970). Variabel terikat dalam penelitian ini adalah keparahan karies gigi yaitu derajat keparahan yang di ukur dari indeks def-t (decayed adalah jumlah dari gigi karies yang masih bisa ditambal(d), extracted adalah untuk gigi karies yang tidak dapat ditambal lagi atau gigi dicabut (e), filled adalah untuk gigi karies yang sudah ditambal (f). III. PEMBAHASAN 1. Karakteristik Responden Dari 74 sampel anak TK didapatkan jumlah anak yang berkisar antara 4 tahun sampai dengan 6 tahun 2 bulan dengan rata-rata usia 5 tahun 2 bulan. Tabel 1 Distribusi Frekuensi Data Statistik Responden Berdasarkan Umur Umur Nilai Statistik Max 6,2 Min 4,0 Mean 5,214 Standar Deviasi 0,5193

Dari sampel anak TK didapatkan jumlah anak yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Dengan jumlah anak perempuan lebih banyak. Tabel 1.1 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Anak di TK PGRI Handayani Tasikmalaya Kebiasaan Konsumsi No F % Makanan 1 Laki-laki 31 41.9 2 Perempuan 43 58.1 Rata-rata skor kebiasaan konsumsi tiap jenis makanan kariogenik diperoleh dengan cara menjumlahkan skor frekuensi konsumsi tiap jenis makanan seluruh responden kemudian dibagi dengan jumlah responden (74 murid TK) (Melly G Tan, 1970). 70.0 62.2 Rata-rata Skor Kebiasaan Makanan 60.0 50.0 40.0 30.0 20.0 10.0 51.4 35.1 52.7 28.4 45.9 48.6 14.9 28.4 17.6 0.0 Permen Coklat Gulali Wafer Chiki kue kering Roti Isi Es krim Susu Biskuit Gambar 1 Kebiasaan Konsumsi Makanan Kariogenik pada Anak TK PGRI Handayani Tasikmalaya

Gambar 1 menunjukkan bahwa makanan kariorgenik yang sering dikonsumsi oleh anak di TK PGRI adalah susu yaitu sebanyak 38 atau 62,16% susu dikonsumsi oleh anak-anak paling sedikit 4 kali dalam satu minggu, hal itu selain disukai oleh anak-anak, juga dikarenakan para orang tua menyediakan dan menganjurkan anak-anaknya untuk meminum susu. Susu memiliki kandungan gula dan karbohidrat yang cukup tinggi dan jika tidak didukung dengan perawatan gigi dapat membentuk plak yang pada akhirnya dapat merusak struktur gigi. Untuk menilai kebiasaan mengkonsumsi makanan kariogenik di bagi dalam 2 kategori yaitu jarang jika skor < 25 dan sering jika skor > 25. Secara lengkap hasil penaliannya dapat dilihat pada Tabel 1.2. Tabel 1.2 Distribusi Frekuensi Kebiasaan Konsumsi Makanan Kariogenik pada Anak TK PGRI Handayani Tasikmalaya Kebiasaan Konsumsi No F % Makanan 1 Sering (jika total skor 25) 54 73.0 2 Jarang (jika total skor < 25) 20 27.0 Tabel 1.2 menunjukkan bahwa sebagian besar anak di TK PGRI Handayani Tasikmalaya sering mengkonsumsi makanan kariogenik yaitu sebanyak 44 atau 73%, sedangkan sebanyak 20 atau 27% anak jarang mengonsumsi makanan kariogenik. Hasil pemeriksaan aries gigi pada anak prasekolah PGRI Handayani Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya mennjukan bahwa sejumlah anak mengalami Untuk mengetahui keparahan karies gigi pada anak di TK PGRI Handayani Tasikmalaya dilakukan pemeriksaan dengan menggunakan sonde, penusuk alat, dan hasil pemeriksaan diperoleh indeks rata-rata def-t

sebesar 6,89 dengan indeks def-t terkecil 0 dan indeks def-t terbesar 16. Dalam penelitian ini keparahan karies gigi di kelompokkan menjadi 2 kriteria yaitu rendah jika def-t kurang dari 2,6 dan tinggi jika lebih dari 2,7. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 1.3 Tabel 1.3 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Keparahan Karies Gigi Pada Anak TK PGRI Handayani Tasikmalaya No Keparahan Karies Gigi F % 1 Sangat Rendah (Indeks def-t < 1,1) 13 17,6 2 Rendah (Indeks def-t 1,2-2,6) 4 5,4 3 Sedang (Indeks def-t 2,7-4,4) 4 5,4 4 Tinggi (Indeks def-t 4,5-6,6) 10 13,5 5 Sangat Tinggi (Indeks def-t > 6,6) 43 58,1 Untuk kepentingan analisis data dikategorikan menjadi 2 kategori yaitu tinggi jika indek def-t lebih dari 2,7 dan rendah jika indek def-t kurang dari 2,6 untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 1.4. Tabel 1.4 Keparahan Karies Gigi Pada Anak TK PGRI Handayani Tasikmalaya No Keparahan Karies Gigi F % 1 Tinggi (Indeks def-t > 2,7) 57 77.0 2 Rendah (Indeks def-t < 2,6) 17 23.0 Tabel 1.4 menunjukkan bahwa keparahan karies gigi pada anak di TK PGRI Handayani Tasikmalaya, sebagian besar (77%) memiliki keparahan karies gigi dengan kriteria tinggi dan sisanya sebanyak 23% memiliki keparahan karies gigi dengan kriteria rendah. Untuk mengetahui keparahan karies gigi pada anak di TK PGRI Handayani Tasikmalaya dilakukan pemeriksaan dengan menggunakan sonde, penusuk alat, dan hasil pemeriksaan diperoleh indeks rata-rata def-t sebesar

6,89 dengan indeks def-t terkecil 0 dan indeks def-t terbesar 16. Dalam penelitian ini keparahan karies gigi di kelompokkan menjadi 2 kriteria yaitu rendah jika def-t kurang dari 2,6 dan tinggi jika lebih dari 2,7. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 1.5. Tabel 1.5 Distribsi Frekuensi Keparahan Karies Gigi Pada Anak TK PGRI Handayani Tasikmalaya No Keparahan Karies Gigi F % 1 Sangat Rendah (Indeks def-t < 1,1) 13 17,6 2 Rendah (Indeks def-t 1,2-2,6) 4 5,4 3 Sedang (Indeks def-t 2,7-4,4) 4 5,4 4 Tinggi (Indeks def-t 4,5-6,6) 10 13,5 5 Sangat Tinggi (Indeks def-t > 6,6) 43 58,1 Untuk kepentingan analisis data dikategorikan menjadi 2 kategori yaitu tinggi jika indek def-t lebih dari 2,7 dan rendah jika indek def-t kurang dari 2,6 untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 1.6. Tabel 1.6 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Keparahan Karies Gigi Pada Anak TK PGRI Handayani Tasikmalaya No Keparahan Karies Gigi F % 1 Tinggi (Indeks def-t > 2,7) 57 77.0 2 Rendah (Indeks def-t < 2,6) 17 23.0 Tabel 1.6 menunjukkan bahwa keparahan karies gigi pada anak di TK PGRI Handayani Tasikmalaya, sebagian besar (77%) memiliki keparahan karies gigi dengan kriteria tinggi dan sisanya sebanyak 23% memiliki keparahan karies gigi dengan kriteria rendah.

Tabel 1.7 Table Distribusi Frekuensi Berdasarkan Hubungan Kebiasaan Konsumsi Makanan Kariogenik Terhadap Keparahan Karies Gigi Pada Anak TK PGRI Handayani Tasikmalaya Konsumsi Makanan Kariogenik Keparahan Karies Gigi Tinggi Rendah Jumlah n % N % N % P Value OR 95% Cl Sering 51 92,7 4 7,3 55 100 Jarang 6 31,6 13 68,4 19 100 Jumlah 57 77 17 23 74 100 0,000 27,625 (6,785-112,482) Tabel 1.7 menunjukkan bahwa pada anak yang memiliki keparahan karies gigi kategori tinggi sebagian besar (92,7%) sering mengonsumsi makanan kariogenik, sedangkan pada anak yang memiliki keparahan karies gigi kategori rendah sebagian besar (68,4%) jarang mengonsumsi makanan kariogenik. Berdasarkan hasil uji chi square di peroleh nilai p value 0,000 yang lebih kecil dari 0,05, artinya ada hubungan antara kebiasaan konsumsi makanan kariogenik terhadap keparahan karies gigi pada Anak di TK PGRI Handayani Tasikmalaya. Dari hasil analisis diperoleh nilai Odd Ratio (OR) 27,625 dengan 95% Cl (6,785-112,482) yang berarti bahwa anak yang sering mengkonsumsi makanan kariogenik mempunyai peluang 27,625 kali mengalami keparahan karies gigi pada kategori tinggi Berdasarkan hasil uji chi square di peroleh nilai p value 0,000 yang lebih kecil dari 0,05, artinya ada hubungan antara plak terhadap keparahan karies gigi pada Anak di TK PGRI Handayani Tasikmalaya.

Dari hasil analisis diperoleh nilai Odd Ratio (OR) 63,00 dengan 95% Cl (7,017-565,617) yang berarti bahwa anak yang memiliki keberadaan plak pada kategori tidak baik mempunyai peluang 63,00 kali mengalami keparahan karies gigi pada kategori tinggi. IV. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan dalam penelitian ini adalah sebagian besar anak menderita karies gigi dengan rata-rata indeks karies gigi 6,89, dimana sebagian besarnya (77%) memiliki karies gigi dengan kategori tinggi. Penelitian ini menyarankan kepada kepala sekolah TK PGRI Handayani untuk mengurangi atau membatasi frekuensi makanan kariogenik anak dan memberikan batasan kepada penjual makanan di sekitar sekolah adalah sebagai salah satu upaya mencegah karies gigi. V. DAFTAR PUSTAKA Behrman, 2002. Ilmu Kesehatan Anak NELSON. Vol. II. Ed. 15. Jakarta: EGC Notoatmodjo, Soekidjo (2010) Metodologi Penelitian Kesehatan. Rineka Cipta. Jakarta Hamrui, 2009. Faktor-Faktor Yang Mendukung Kebiasaan Makan-Makanan Kariogenik Dengan Terjadinya Karies Gigi Pada Anak Prasekolah. Riyanti, 2005. Dampak karies gigi dan penyakit periodontal terhadap kualitas hidup Ruslawati,2009. Diet yang dapat Merusak Gigi pada anak-anak, Badan penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Departemen Kesehatan RI. Jakarta

Susilawati, 2009. Pengaruh Makanan Kariogenik Terhadap Pembentukan Plak.Politeknik Kesehatan.Tasikmalaya Melly G Tan, 1970. Survei Konsumsi makanan.