PERSETUJUAN PEMBIMBING JURNAL
|
|
|
- Widya Iskandar
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 PERSETUJUAN PEMBIMBING JURNAL HUBUNGAN KONSUMSI MAKANAN KARIOGENIK DAN KEBIASAAN MENGGOSOK GIGI DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI DI SDN 8 TELAGA BIRU KABUPATEN GORONTALO Oleh DWI NILAM LAKORO NIM PEMBIMBING I PEMBIMBING II dr. Vivien Novarina A.Kasim, M. Kes NIP Andi Mursyidah, S.Kep, Ns., M.Kes Mengetahui Ketua Program Studi Ilmu Keperawatan dr. Nanang Roswita Paramata, M.Kes NIP
2 LEMBAR PENGESAHAN JURNAL HUBUNGAN KONSUMSI MAKANAN KARIOGENIK DAN KEBIASAAN MENGGOSOK GIGI DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI DI SDN 8 TELAGA BIRU KABUPATEN GORONTALO
3
4 ABSTRAK Dwi Nilam Lakoro Hubungan Konsumsi Makanan Kariogenik dan Kebiasaan Menggosok Gigi Dengan Kejadian Karies Gigi di SDN 8 Telaga Biru Kabupaten Gorontalo Tahun Skripsi Program Ilmu Studi Keperawatan, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan dan Keolahragaan, Universitas Negeri Gorontalo. Pembimbing I dr. Vivien Novarina A. Kasim, M.Kes dan pembimbing II Andi Mursyidah, S.Kep, Ns., M.Kes. Karies gigi adalah suatu proses dimana prosesnya terjadi terus berjalan ke bagian yang lebih dalam dari gigi sehingga membentuk lubang yang tidak dapat diperbaiki kembali oleh tubuh melalui proses penyembuhan yang diakibatkan karena tidak terjaganya kebersihan gigi dan adanya interaksi kuman didalam dimulut dan gigi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara konsumsi makanan kariogenik dan kebiasaan menggosok gigi dengan kejadian karies gigi di SDN 8 Telaga Biru Kabupaten Gorontalo Tahun Desain penelitian ini menggunakan jenis penelitian metode Analitik Observasional dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi berjumlah 139 murid, sampel sebanyak 57 murid dengan menggunakan tehnik Stratified Random Sampling. Hasil penelitian dianalisis dengan uji analisis bivariat menggunakan Chi-Square dan hasil yang didapatkan untuk konsumsi makanan kariogenik yaitu (p=0,002) sedangkan untuk kebiasaan menggosok gigi yaitu (p=0,000). Kesimpulannya terdapat hubungan yang bermakna antara konsumsi makanan kariogenik dan kebiasaan menggosok gigi dengan kejadian karies gigi di SDN 8 Telaga Biru Kabupaten Gorontalo Tahun Disarankan agar para murid mengurangi konsumsi makanan kariogenik dan menggosok gigi secara teratur untuk mencegah terjadinya karies gigi. Kata Kunci : Makanan Kariogenik, Menggosok Gigi, Karies Gigi Daftar Pustaka : 40 ( )
5 HUBUNGAN KONSUMSI MAKANAN KARIOGENIK DAN KEBIASAAN MENGGOSOK GIGI DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI DI SDN 8 TELAGA BIRU KABUPATEN GORONTALO Dwi Nilam Lakoro Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Ilmu Kesehatan dan Keolahragaan, Universitas Negeri Gorontalo ABSTRAK Dwi Nilam Lakoro Hubungan Konsumsi Makanan Kariogenik dan Kebiasaan Menggosok Gigi Dengan Kejadian Karies Gigi di SDN 8 Telaga Biru Kabupaten Gorontalo Tahun Skripsi Program Ilmu Studi Keperawatan,n Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan dan Keolahragaan, Universitas Negeri Gorontalo. Pembimbing I dr. Vivien Novarina A. Kasim, M.Kes dan pembimbing II Andi Mursyidah, S.Kep, Ns., M.Kes. Karies gigi adalah suatu proses dimana prosesnya terjadi terus berjalan ke bagian yang lebih dalam dari gigi sehingga membentuk lubang yang tidak dapat diperbaiki kembali oleh tubuh melalui proses penyembuhan yang diakibatkan karena tidak terjaganya kebersihan gigi dan adanya interaksi kuman didalam dimulut dan gigi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara konsumsi makanan kariogenik dan kebiasaan menggosok gigi dengan kejadian karies gigi di SDN 8 Telaga Biru Kabupaten Gorontalo Tahun Desain penelitian ini menggunakan jenis penelitian metode Analitik Observasional dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi berjumlah 139 murid, sampel sebanyak 57 murid dengan menggunakan tehnik Stratified Random Sampling. Hasil penelitian dianalisis dengan uji analisis bivariat menggunakan Chi-Square dan hasil yang didapatkan untuk konsumsi makanan kariogenik yaitu (p=0,002) sedangkan untuk kebiasaan menggosok gigi yaitu (p=0,000). Kesimpulannya terdapat hubungan yang bermakna antara konsumsi makanan kariogenik dan kebiasaan menggosok gigi dengan kejadian karies gigi di SDN 8 Telaga Biru Kabupaten Gorontalo Tahun Disarankan agar para murid mengurangi konsumsi makanan kariogenik dan menggosok gigi secara teratur untuk mencegah terjadinya karies gigi. Kata Kunci : Makanan Kariogenik, Menggosok Gigi, Karies Gigi Daftar Pustaka : 40 ( )
6 PENDAHULUAN Kesehatan gigi dan mulut merupakan hal yang masih harus mendapat perhatian khusus karena dapat dikatakan bahwa mulut adalah cermin dari kesehatan gigi. Pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesehatannya, tetapi masih banyak orang yang mengabaikannya karena ketidaktahuan dan keterampilan mereka dalam menjaga kebersihan mulut dan gigi. 1 Karies gigi masih menjadi masalah kesehatan mulut besar di negaranegara industri besar, yang mempengaruhi % dari anak-anak sekolah dan sebagian besar orang dewasa. Ini juga merupakan penyakit mulut yang paling umum di beberapa negara Asia dan Amerika Latin. 2 Karies gigi adalah suatu proses kronis regresif dimana prosesnya terjadi terus berjalan ke bagian yang lebih dalam dari gigi sehingga membentuk lubang yang tidak dapat diperbaiki kembali oleh tubuh melalui proses penyembuhan, pada proses ini terjadi demineralisasi yang disebabkan oleh adanya interaksi kuman, karbohidrat yang sesuai pada permukaan gigi dan waktu. 3 Makanan yang dapat segera dimanfaatkan oleh mikroorganisme plak disebut sebagai makanan kariogenik. Sifat makanan kariogenik yaitu mudah hancur didalam mulut, lengket, mengandung karbohidrat seperti sukrosa dan glukosa yang dapat diragikan oleh bakteri dan membentuk asam. Kebiasaan makan makanan yang salah pada anak sekolah dasar sering terjadi salah satunya mengkonsumsi jajanan makanan yang mengandung gula tinggi yang bersifat kariogenik seperti coklat, permen, kue bolu dan roti. Selain seringnya mengkonsumsi makanan kariogenik faktor lain yang menyebabkan terjadinya karies gigi adalah kebiasaan menggosok gigi yang kurang baik dan tidak teratur. 4 Waktu menggosok gigi yang tepat adalah setelah sarapan pagi dan sebelum tidur malam. Kebiasaan menggosok gigi sesuai prosedur baik dari cara menyikat gigi dan waktu yang tepat untuk menyikat gigi dapat mempengaruhi berat ringan terjadinya karies pada gigi. 5 Berdasarkan hasil studi pendahuluan dari 139 siswa di SDN 8 Telaga Biru Kabupaten Gorontalo didapatkan 65% siswa yang mengalami karies gigi. Berdasarkan hasil wawancara terhadap 10 siswa mengatakan suka sekali mengkonsumsi makanan kariogenik. Survey terhadap makanan jajanan yang paling banyak dijual dikantin SDN 08 Telaga Biru Kabupaten Gorontalo adalah makanan bergula seperti permen, es krim, roti, molen, kue dan coklat. Selain 1 Kent dan Blinkhorn Pengelolaan Tingkah Laku Pasien Pada Praktik Dokter Gigi Edisi 2. Terjemahan Oleh drg. Johan Arif Budiman Jakarta: EGC. 2 WHO oral_health/disease_burden/ global/en/. 3 Suwargiani, Anne A Indeks def-t dan DMF-T Masyarakat Desa Cipondohdan Desa Mekarsari Kecamatan Tirtamulya Kabupaten Karawang. Makalah Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran. 4 Arisman Gizi Dalam Daur Kehidupan. Jakarta : EGC. 5 Meishi P R L Hubungan Tingkat Konsumsi Makanan Kariogenik Dengan Karies Gigi Pada Anak Sekolah Dasar Swasta Muhammadiyah 08 Medan.
7 karena faktor makanan kariogenik ada juga faktor tidak merawat gigi secara teratur. Berdasarkan uraian di atas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul : Hubungan Konsumsi Makanan Kariogenik dan Kebiasaan Menggosok Gigi Dengan Kejadian Karies Gigi di SDN 8 Telaga Biru Kabupaten Gorontalo. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di SDN 8 Telaga Biru Kabupaten Gorontalo. Adapun waktu penelitian dilaksanakan pada tanggal 22 Mei s/d 31 Mei 2015.Penelitian ini menggunakan metode Analitik Observasional dengan pendekatan Cross Sectional, dengan tehnik pengambilan sampel yaitu Stratified Random Sampling. Stratified random sampling yaitu peneliti mempertimbangkan stratifikasi atau strata yang terdapat dalam populasi sehingga setiap strata terwakili dalam penentuan sampel. 6 Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan observasi. Lembar kuesioner berisi tentang konsumsi makanan kariogenik dan kebiasaan menggosok gigi, sedangkan lembar observasi melihat ada atau tidak adanya karies gigi. Sampel sebanyak 57 responden. Analisis data yang digunakan adalah uji statistik Chi- Square. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Konsumsi Makanan Kariogenik Tabel. 1 Distribusi Responden Berdasarkan Konsumsi Makanan Kariogenik di SDN 8 Telaga Biru Kabupaten Gorontalo No. Konsumsi Makanan Kariogenik Jumlah % 1. Sering 30 52,6 2. Jarang 27 47,4 Jumlah Sumber : Data Primer 2015 Tabel 1 menunjukkan bahwa berdasarkan konsumsi makanan kariogenik terdapat (52,6%) yang sering mengkonsumsi makanan kariogenik dan (47,4%) yang jarang mengkonsumsi makanan kariogenik. Hal ini disebabkan karena mereka lebih menyukai dan sering sekali makanan-makanan manis yang mengandung banyak karbohidrat seperti es krim, coklat dan permen baik di area sekolah maupun dilingkungan rumah. Kebiasaan anak mengkonsumsi makanan manis seperti coklat, permen dan ice krim 6 Dharma, Kelana Kusuma Metode Penelitian Keperawatan. Jakarta : TIM
8 disebabkan karena makanan tersebut bentuknya menarik dan rasanya yang lezat yang sangat disukai oleh anak-anak. Makanan kariogenik adalah makanan yang banyak mengandung gula yang dapat menyebabkan karies, konsumsi makanan kariogenik mempengaruhi terjadinya karies dalam hal bentuk fisik, jenis dan frekuensi mengkonsumsi makanan. 7 Makanan dengan pemanis buatan menipu tubuh dengan cara yang bisa meruntuhkan kebiasaan makanan yang baik, makanan manis berpotensi melatih anak untuk mengembangkan selera makan makanan manis secara berlebihan konsumsi makanan kariogenik yang sering dan berulang-ulang akan menyebabkan ph plak tetap di bawah normal yang menyebabkan demineralisasi enamel dan terjadilah pembentukan karies. 8 Sukrosa yang dapat menyebabkan terjadinya karies gigi dikenal dengan sebutan makanan kariogenik, jenis karbohidrat yang paling kariogenik adalah gula atau sukrosa karena mempunyai kemampuan yang lebih efisien terhadap pertumbuhan mikroorganisme asidogenik dibanding karbohidrat lain dan paling banyak dikonsumsi. Sintesa polisakarida dari sukrosa lebih tepat dari pada glukosa, fruktosa dan laktosa maka sukrosa bersifat paling kariogenik. 5 Kebiasaan Menggosok Gigi Tabel. 2 Distribusi Responden Berdasarkan Kebiasaan Menggosok Gigi di SDN 8 Telaga Biru Kabupaten Gorontalo No. Kebiasaan Menggosok Gigi Jumlah % 1. Tidak teratur 32 56,1 2. Teratur 25 43,9 Jumlah Sumber : Data Primer 2015 Tabel. 2 menunjukkan bahwa berdasarkan kebiasaan menggosok gigi terdapat (56,1%) yang cara menggosok giginya tidak teratur dan (43,9%) untuk cara menggosok gigi teratur. 7 Masriadi Tamrin., Afrida, dan Maryam Jamaluddin Dampak Konsumsi Makanan Kariogenik Dan Kebiasaan Menyikat Gigi Terhadap Kejadian Karies Gigi Pada Anak Sekolah. 8 W.Allan Walker, M.D.2006 Makanan Sehat, Untuk Bayi & Anak. Jakarta : PT Bhuana Ilmu Populer.
9 Hal ini mengindikasikan bahwa kebiasaan menyikat gigi pada anak di SDN 8 Telaga Biru Kabupaten Gorontalo masih sangat memprihatinkan karena masih rendahnya kesadaran anak untuk menyikat gigi dengan cara yang baik dan benar. Pada kebanyakan responden umumnya mereka menyikat gigi pada saat mandi pagi dan saat mandi sore. Padahal waktu yang tepatnya untuk menggosok gigi yaitu saat sesudah sarapan pagi dan sebelum tidur malam. Banyak dari mereka juga yang hanya menggosok gigi 1 kali sehari. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan ternyata hal ini terjadi karena kurangnya informasi yang ada pada masing-masing anak, mereka juga kurang mendapatkan pendidikan yang baik tentang pentingnya menggosok gigi dengan baik dan benar. Kebiasaan menggosok gigi merupakan suatu kegiatan atau rutinitas dalam hal membersihkan gigi dari sisa-sisa makanan untuk menjaga kebersihan kesehatan gigi dan mulut. 7 Kesehatan gigi individu atau masyarakat merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kesehatan individu atau masyarakat tersebut. Perilaku kesehatan gigi positif misalnya kebiasaan menyikat gigi sebaliknya perilaku kesehatan gigi negatif misalnya tidak menyikat gigi secara teratur maka kondisi kesehatan gigi dan mulut akan menurun dengan dampak antara lain mudah berlubang. 9 Waktu yang dibutuhkan untuk menyikat gigi adalah 2-3 menit dan minimal kita menggosok gigi 2x sehari yaitu pagi setelah sarapan dan yang kedua pada saat menjelang tidur, menggosok gigi setelah makan baik dilakukan agar sisa makanan yang dimakan tidak menempel digigi begitu juga dengan menggosok gigi sebelum tidur malam sangatlah penting karena saat tidur terjadi interaksi antara bakteri mulut dengan sisa makanan pada gigi. 5 Kejadian Karies Gigi Tabel. 3 Distribusi Responden Berdasarkan Kejadian Karies Gigi di SDN 8 Telaga Biru Kabupaten Gorontalo No. Observasi Jumlah % 1. Karies Gigi 33 57,9 2. Tidak Karies Gigi 24 42,1 Jumlah Sumber : Data Primer Warni L Hubungan perilaku murid SD kelas Vdan VI pada kesehatan gigi dan mulut terhadap status karies gigi di wilayah Kecamatan Deli Tua Kabupaten Deli Serdang tahun Tesis. Medan. Program Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat FKM USU.
10 Tabel.3 menunjukkan distribusi responden berdasarkan karies gigi di SDN 8 Telaga Biru Kabupaten Gorontalo, dari 57 anak yang menjadi responden didapatkan bahwa terdapat (57,9%) yang karies gigi dan (42,1%) yang tidak karies gigi. Ini merupakan cerminan dari perilaku atau sikap anak yang mengabaikan kebersihan gigi dan mulut mereka, seperti perilaku menyikat gigi yang tidak teratur dan beberapa kebiasaan anak yang lebih menyukai makanan manis. Keluhan ini dapat dimengerti karena masih banyaknya anak yang belum mengetahui hal-hal apa saja yang dapat menyebabkan gigi mereka sampai menjadi berlubang. Banyak anak-anak yang kurang kepeduliannya untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut, maka tidak heran kebanyakan dari mereka yang mengalami karies gigi. Karies gigi ini banyak terjadi pada anak-anak terutama pada gigi susu anak usia 6 sampai 14 tahun merupakan kelompok usia yang kritis dan mempunyai sifat khusus yaitu transisi pergantian gigi susu menjadi gigi permanen, pada usia ini biasanya anak-anak cenderung lebih menyukai makanan manis yang dapat merusak kesehatan gigi dan mulut mereka. Kebiasaan setelah mengkonsumsi makanan tersebut dan mereka jarang membersihkan gigi, sehingga dapat menyebabkan terjadinya karies gigi. 10 Kebersihan gigi dan mulut sebagai bagian dari kesehatan, kesehatan gigi ikut berperan dalam menentukan status kesehatan seseorang. Sisa-sisa makanan yang tertinggal dan melekat disela-sela gigi maupun permukaan gigi jika tidak segera dibersihkan dengan metode menyikat gigi yang benar maka sisa-sisa makanan tersebut akan diuraikan oleh bakteri, bakteri dapat mengubah semua makanan terutama gula menjadi asam jika sudah begini akan sulit untuk dibersihkan dan apabila hal tersebut terjadi maka ancaman mengalami karies gigi akan terjadi. 11 Hubungan Konsumsi Makanan Kariogenik Dengan Kejadian Karies Gigi Tabel.4 Hubungan Konsumsi Makanan Kariogenik dengan Kejadian Karies Gigi di SDN 8 Telaga Biru Kabupaten Gorontalo Konsumsi Makanan Kariogenik Sering Jarang Kejadian Karies Gigi Karies Gigi Tidak Karies Jumlah Gigi n % n % n % 23 40,4 7 12, , , , ,4 χ 2 ρ Value Sumini., Bibi Amikasari, dan Devi Nurhayati Hubungan Konsumsi Makanan Manis Dengan Kejadian Karies Gigi Pada Anak Prasekolah Di TK B RA Muslimat PSM Tegalrejodesa Semen Kecamatan Nguntoronadi Kabupaten Magetan 11 Dewanti Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Kesehatan Gigi Dengan Perilaku Perawatan Gigi Pada Anak Usia Sekolah Di SDN Pondok Cina 4 Depok. Skripsi. Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia.
11 Jumlah 33 57, , Sumber : Data Primer 2015 Berdasarkan tabel.4 diatas dapat diketahui untuk kategori anak yang sering mengkonsumsi makanan kariogenik lebih banyak jumlahnya dibandingkan dengan anak yang jarang mengkonsumsi makanan kariogenik. Yaitu dari (52,6%) anak yang sering mengkonsumsi makanan kariogenik terdapat (40,4%) anak yang karies gigi dan (12,3%) anak yang tidak karies gigi sedangkan untuk kategori anak yang jarang mengkonsumsi makanan kariogenik berjumlah (47,4%), terdapat (29,8%) anak yang tidak karies gigi dan (17,5%) anak yang karies gigi. Hasil analisis data dengan menggunakan uji statistik Chi-Square maka diperoleh hasil χ 2 hitung nilai ρ 0,002 (<α0,05) ini berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Dari hasil tersebut dapat dilihat bahwa ada hubungan yang signifikan antara konsumsi makanan kariogenik dengan kejadian karies gigi di SDN 8 Telaga Biru Kabupaten Gorontalo. Berdasarkan hasil penelitian diatas maka peneliti berasumsi bahwa dari (52,6%) anak yang sering mengkonsumsi makanan kariogenik ada (12,3%) anak yang tidak karies gigi. Hal ini terjadi karena peneliti melihat dari jawaban kuesioner ke 7 responden ini tentang kebiasaan menggosok gigi hasilnya didapatkan teratur. Oleh karena itu peneliti menyimpulkan walaupun mereka sering mengkonsumsi makanan kariogenik tetapi karena kebiasaan menggosok gigi yang baik dan teratur maka mereka tidak mengalami karies gigi. Sedangkan dari (47,4%) anak yang jarang mengkonsumsi makanan kariogenik ada (17,5%) anak yang karies gigi. Hal ini terjadi karena peneliti melihat dari jawaban kuesioner ke 10 responden ini tentang kebiasaan menggosok gigi hasilnya didapatkan tidak teratur. Oleh karena itu peneliti menyimpulkan walaupun mereka jarang mengkonsumsi makanan kariogenik tetapi karena kebiasaan menggosok gigi yang tidak teratur maka terjadilah karies gigi. Karies gigi erat kaitannya dengan makanan kariogenik, sekarang ini banyak dijumpai makanan kariogenik yang dijual di pasaran makanan ini sangat digemari anak sehingga perlu lebih diperhatikan pengaruh karbohidrat kariogenik dengan kejadian karies gigi. Mengingat pentingnya fungsi gigi maka sejak dini kesehatan gigi anak-anak usia sekolah perlu diperhatikan. Anak usia sekolah lebih senang untuk mengkonsumsi makanan kariogenik yang menyebabkan karies gigi dibanding dengan makanan yang tidak menyebabkan karies gigi. Alasan tersebut dikarenakan makanan kariogenik lebih nikmat dikonsumsi oleh siswa sekolah dasar tanpa tahu dampak yang diakibatkan oleh kandungan karbohidrat yang ada didalam makanan kariogenik. 12 Mengkonsumsi makanan kariogenik dengan frekuensi yang lebih tinggi akan meningkatkan kemungkinan terjadinya karies dibandingkan dengan mengkonsumsi dalam jumlah banyak tetapi dengan frekuensi yang lebih rendah Winarno Kimia Pangan Dan Gizi. Jakarta : PT. Gramedia.
12 HubunganKebiasaan Menggosok Gigi dengan Kejadian Karies Gigi di Sekolah SDN 8 Telaga Biru Kabupaten Gorontalo Tabel.5 Hubungan Hubungan Kebiasaan Menggosok Gigi dengan Kejadian Karies Gigi di SDN 8 Telaga Biru Kabupaten Gorontalo Kebiasaan Menggoso k Gigi Teratur Tidak Teratur Kejadian Karies Gigi Jumlah Tidak Karies Karies Gigi Gigi n % N % n % 29 50,9 3 5, ,1 4 7,0 21 χ 2 ρ Value Sumber : Data Primer 2015 Berdasarkan tabel.5 diatas dapat diketahui untuk kategori kebiasaan menggosok gigi tidak teratur lebih banyak jumlahnya dibandingkan dengan kategori kebiasaan menggosok gigi teratur. Dari (56,1%) anak yang memiliki kebiasaan menggosok gigi tidak teratur terdapat (50,9%) anak yang karies gigi dan yang tidak karies gigi ada (5,3%) anak sedangkan untuk (43,9%) anak yang memiliki kebiasaan menggosok gigi teratur didapatkan (7,0%) anak yang karies gigi dan (36,8%) anak yang tidak karies gigi. Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan uji statistik Chi- Square maka diperoleh hasil χ 2 hitung nilai ρ 0,000 (<α0,05) ini berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Dari hasil tersebut dapat dilihat bahwa ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan menggosok gigi dengan kejadian karies gigi di SDN 8 Telaga Biru Kabupaten Gorontalo. Berdasarkan hasil penelitian diatas maka peneliti berasumsi bahwa dari (43,9%) anak yang memiliki kebiasaan menggosok gigi teratur terdapat (7,0%) anak yang karies gigi. Hal ini terjadi karena peneliti melihat dari jawaban kuesioner ke 4 responden ini tentang konsumsi makanan kariogenik hasilnya didapatkan sering mengkonsumsi. Oleh karena itu peneliti menyimpulkan walaupun mereka memiliki kebiasaan menggosok gigi teratur tetapi karena seringnya mengkonsumsi makanan kariogenik maka terjadilah karies gigi. Sedangkan dari (56,1%) anak yang memiliki kebiasaan menggosok gigi tidak teratur terdapat (5,3%) anak yang tidak karies gigi. Hal ini terjadi karena peneliti melihat dari jawaban kuesioner ke 3 responden ini tentang konsumsi makanan kariogenik hasilnya didapatkan jarang mengkonsumsi makanan kariogenik. Oleh karena itu peneliti menyimpulkan walaupun mereka memiliki kebiasaan menggosok gigi tidak teratur tetapi karena jarang mengkonsumsi makanan kariogenik maka tidak terjadi karies gigi. Pada masa anak-anak merupakan waktu yang sangat tepat untuk menerapkan dan mengajarkan anak-anak tentang cara serta pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut yaitu dengan cara menyikat gigi karena pada masa anakanak adalah salah satu kelompok usia yang kritis untuk terkena penyakit gigi dan 36, ,9 Jumlah 33 57, ,
13 mulut seperti karies gigi pada saat anak-anak mengalami transisi pergantian gigi susu ke gigi permanen. 13 Menggosok gigi yang teratur dan baik yaitu dengan gerakan yang pendek dan lembut serta dengan tekanan yang ringan pusatkan pada daerah yang terdapat plak yaitu ditepi gusi (perbatasan gusi dan gigi), permukaan kunyah gigi dimana terdapat fissure atau celah yang sangat kecil dan sikat gigi yang paling belakang. 14 Membersihkan mulut merupakan hal penting sebagai suatu cara untuk menghindari karies gigi, yaitu menggosok gigi secara baik, benar serta teratur setelah mengkonsumsi makanan terutama makanan yang terbuat dari karbohidrat yang telah diolah yang sifatnya melekat erat pada permukaan gigi. Ketika menggosok gigi sangat penting menyikat semua permukaan gigi yang mana akan memakan waktu minimal 2-3 menit. 13 KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan tentang hubungan kebiasaan makanan kariogenik dan kebiasaan menggosok gigi dengan kejadian karies gigi di SDN 8 Telaga Biru Kabupaten Gorontalo, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Kebiasaan menggosok gigi yang paling banyak adalah tidak teratur yaitu sebanyak 32 (56,1%) anak dan konsumsi makanan kariogenik terdapat lebih banyak yang sering mengkonsumsi makanan kariogenik yaitu sebanyak 30 (52,6%) anak. 2. Kejadian karies gigi di SDN 8 Telaga Biru Kabupaten Gorontalo yaitu sebanyak 33 anak (57,9%). 3. Terdapatnya hubungan antara konsumsi makanan kariogenik dan kejadian karies gigi dengan nilai hasil yang didapatkan yaitu ρ = 0,002 < α = 0, Terdapatnya hubungan antara kebiasaan menggosok gigi dan kejadian karies gigi dengan nilai hasil yang didapatkan yaitu ρ = 0,000 < α = 0,05. SARAN. 1. Bagi Peneliti Untuk penelitian selanjutnya hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan referensi untuk lebih meneliti lebih dalam lagi tentang makanan kariogenik dengan kejadian karies gigi ataupun tentang kebiasaan menggosok gigi dengan kejadian karies gigi dan tentunya dengan variabel, jumlah responden, metode penelitian dan tempat penelitian yang berbeda. 2. Bagi Orang Tua 13 Irma Z, Indah & Intan S, Ayu Penyakit Gigi, Mulut dan THT. Yogyakarta : Nuha Medika. 14 Hidayanti, Lilik Hubungan Karakteristik Keluarga Dan Kebiasaan Konsumsi Makanan Kariogenik Dengan Keparahan Karies Gigi Anak Sekolah Dasar (Survei Pada Anak Sekolah Dasar Di Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya. Tesis.
14 Menjadi bahan masukan kepada orang tua mengenai pemeliharaan kesehatan gigi anak mereka dan agar orang tua lebih mengetahui tentang pentingnya hal-hal apa saja yang menyebabkan timbulnya karies gigi. 3. Bagi Institusi Sekolah Hasil penelitian ini bisa dijadikan acuan agar pihak sekolah mengetahui dampak dari konsumsi makanan kariogenik dan mengurangi penjualan makanan yang bersifat kariogenik sekaligus lebih memperhatikan lagi jenisjenis makanan manis apa saja yang dibawa para pedagang di area sekolah. Pihak sekolah juga lebih meningkatkan peran pendidik dalam menyampaikan pengetahuan tentang kebersihan gigi pada anak serta fungsi dari UKGS (usaha kesehatan gigi sekolah) lebih ditingkatkan dan digunakan sesuai prosedur yang semestinya. 4. Bagi Petugas Kesehatan Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai tambahan wawasan dan pengetahuan kepada perawat tentang pendidikan kesehatan gigi dan mulut sekaligus lebih meningkatkan perhatian terhadap kebersihan gigi dan karies yang terjadi pada anak. DAFTAR PUSTAKA Arisman Gizi Dalam Daur Kehidupan. Jakarta : EGC. Dharma, Kelana Kusuma Metode Penelitian Keperawatan. Jakarta : TIM Dewanti Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Kesehatan Gigi Dengan Perilaku Perawatan Gigi Pada Anak Usia Sekolah Di SDN Pondok Cina 4 Depok. Skripsi. Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia. Hidayanti, Lilik Hubungan Karakteristik Keluarga Dan Kebiasaan Konsumsi Makanan Kariogenik Dengan Keparahan Karies Gigi Anak Sekolah Dasar (Survei Pada Anak Sekolah Dasar Di Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya. Tesis. Irma Z, Indah & Intan S, Ayu Penyakit Gigi, Mulut dan THT. Yogyakarta : Nuha Medika. Kent dan Blinkhorn Pengelolaan Tingkah Laku Pasien Pada Praktik Dokter Gigi Edisi 2. Terjemahan Oleh drg. Johan Arif Budiman Jakarta: EGC. Meishi P R L Hubungan Tingkat Konsumsi Makanan Kariogenik Dengan Karies Gigi Pada Anak Sekolah Dasar Swasta Muhammadiyah 08 Medan. Pratiwi, Donna Gigi Sehat, Merawat Gigi Sehari hari. Jakarta : PT Kompas Gramedia Suwargiani, Anne A Indeks def-t dan DMF-T Masyarakat Desa Cipondohdan Desa Mekarsari Kecamatan Tirtamulya Kabupaten Karawang. Makalah Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Sumini., Bibi Amikasari, dan Devi Nurhayati Hubungan Konsumsi Makanan Manis Dengan Kejadian Karies Gigi Pada Anak Prasekolah Di TK B RA Muslimat PSM Tegalrejodesa Semen Kecamatan Nguntoronadi Kabupaten Magetan
15 Masriadi Tamrin., Afrida, dan Maryam Jamaluddin Dampak Konsumsi Makanan Kariogenik Dan Kebiasaan Menyikat Gigi Terhadap Kejadian Karies Gigi Pada Anak Sekolah. W.Allan Walker, M.D.2006 Makanan Sehat, Untuk Bayi & Anak. Jakarta : PT Bhuana Ilmu Populer Warni L Hubungan perilaku murid SD kelas Vdan VI pada kesehatan gigi dan mulut terhadap status karies gigi di wilayah Kecamatan Deli Tua Kabupaten Deli Serdang tahun Tesis. Medan. Program Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat FKM USU Winarno Kimia Pangan Dan Gizi. Jakarta : PT. Gramedia. WHO oral_health/disease_burden/ global/en/.
BAB I PENDAHULUAN. upaya untuk meningkatkan kesehatannya, tetapi masih banyak orang yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kesehatan gigi dan mulut merupakan hal yang masih harus mendapat perhatian khusus karena dapat dikatakan bahwa mulut adalah cermin dari kesehatan gigi. Pemeliharaan
BAB I PENDAHULUAN. kotoran lain yang berada di atas permukaan gigi seperti debris, karang gigi, atau
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Kebersihan gigi dan mulut merupakan salah satu hal yang penting dalam menjaga keseimbangan fungsi tubuh. Kebersihan gigi yaitu keadaan gigi geligi yang berada di dalam
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Anak usia sekolah dasar disebut juga sebagai masa sekolah. Anak
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Anak usia sekolah dasar disebut juga sebagai masa sekolah. Anak yang berada pada masa ini berkisar antara usia 6-12 tahun, masa bersekolah dalam periode ini sudah menampakkan
BAB I PENDAHULUAN. dan nilai gizi, berdasarkan data terbaru pada tahun , masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Karies gigi dan gangguan gigi berlubang merupakan gangguan kesehatan gigi yang paling umum dan banyak dijumpai pada penduduk dunia, terutama pada anak. Menurut hasil
BAB I PENDAHULUAN. akibat gangguan sangat penting pada masa kanak-kanak karena karies gigi,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Karies gigi merupakan salah satu penyakit kronis yang paling sering memengaruhi individu pada segala usia, karies gigi merupakan masalah oral yang utama pada anak-anak
HUBUNGAN KONSUMSI JENIS MAKANAN KARIOGENIK DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI PADA ANAK DI SDN KRANDON KUDUS
HUBUNGAN KONSUMSI JENIS MAKANAN KARIOGENIK DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI PADA ANAK DI SDN KRANDON KUDUS Yulisetyaningrum 1), Eko Rujianto 2) 1 STIKES Muhammadiyah Kudus email: [email protected]
I. PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG. kesehatan, terutama masalah kesehatan gigi dan mulut. Kebanyakan masyarakat
I. PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Salah satu masalah di Indonesia yang perlu diperhatikan adalah masalah kesehatan, terutama masalah kesehatan gigi mulut. Kebanyakan masyarakat Indonesia meremehkan masalah
BAB I PENDAHULUAN. cenderung meningkat sebagai akibat meningkatnya konsumsi gula seperti sukrosa.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Karies gigi merupakan masalah utama kesehatan gigi dan mulut di dunia. Di negara maju dan negara yang sedang berkembang, prevalensi karies gigi cenderung meningkat
DAMPAK KONSUMSI MAKANAN KARIOGENIK DAN KEBIASAAN MENYIKAT GIGI TERHADAP KEJADIAN KARIES GIGI PADA ANAK SEKOLAH
Journal of Pediatric Journal Nursing of Pediatric Nursing Vol. 1(1), pp. 014-018, January, 2014 Available online at http://library.stikesnh.ac.id ISSN 2354-726X DAMPAK KONSUMSI MAKANAN KARIOGENIK DAN KEBIASAAN
BAB I PENDAHULUAN. makanan sehingga membantu pencernaan, untuk berbicara serta untuk
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Gigi merupakan bagian terpenting dalam rongga mulut, karena adanya fungsi gigi yang tidak tergantikan, antara lain untuk mengunyah makanan sehingga membantu pencernaan,
BAB I PENDAHULUAN. Anak usia sekolah adalah investasi bangsa karena mereka adalah generasi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Anak usia sekolah adalah investasi bangsa karena mereka adalah generasi penerus bangsa. Kualitas bangsa di masa depan ditentukan oleh kualitas anak saat ini. Upaya
BAB 1 PENDAHULUAN. dapat dipisahkan satu dan lainnya karena akan mempengaruhi kesehatan tubuh
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian dari kesehatan tubuh yang tidak dapat dipisahkan satu dan lainnya karena akan mempengaruhi kesehatan tubuh keseluruhan. Gigi
BAB I PENDAHULUAN. 2004, didapatkan bahwa prevalensi karies di Indonesia mencapai 85%-99%.3
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penyakit infeksi gigi yang sering dialami oleh masyarakat Indonesia adalah karies.1 Menurut World Health Organization (WHO) karies gigi merupakan masalah kesehatan
Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Studi Strata 1 pada Jurusan Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan.
HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN KONSUMSI MAKANAN KARIOGENIK DAN MENGGOSOK GIGI PADA ANAK SERTA PENGETAHUAN IBU DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI DI PAUD TAMAN CERIA SURAKARTA Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan
BAB 1 PENDAHULUAN. Karies gigi adalah proses perusakan jaringan keras gigi yang dimulai dari
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Karies gigi adalah proses perusakan jaringan keras gigi yang dimulai dari enamel terus ke dentin. Proses tersebut terjadi karena sejumlah faktor (multiple factors)
BAB I PENDAHULUAN. perhatian orang tua terhadap kesehatan gigi anak, kurangnya mengenalkan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Menurut hasil Riset Kesehatan Dasar Departemen Kesehatan tahun 2007, sebanyak 75% gigi masyarakat Indonesia mengalami karies (gigi berlubang). Angka ini, dengan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kebersihan gigi dan mulut yang tidak diperhatikan, akan menimbulkan masalah, salah satunya kerusakan pada gigi seperti karies atau gigi berlubang (Oktrianda, 2011).
RELATIONSHIP BETWEEN DENTAL CARE AND CARIOGENIC FOODS WITH CHILDREN DENTAL CARIES INCIDENCE IN JURAN ELEMENTRY SCHOOL
RELATIONSHIP BETWEEN DENTAL CARE AND CARIOGENIC FOODS WITH CHILDREN DENTAL CARIES INCIDENCE IN JURAN ELEMENTRY SCHOOL Sri Mawarni 1, Evy Noor Hasanah 2, Syamsul Firdaus 3 ABSTRACT Background: The istimated
BAB 1 PENDAHULUAN. (SKRT, 2004), prevalensi karies di Indonesia mencapai 90,05%. 1 Riset Kesehatan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Karies gigi di Indonesia merupakan masalah kesehatan gigi dan mulut yang masih perlu mendapat perhatian. Berdasarkan Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT, 2004), prevalensi
BAB I PENDAHULUAN. meningkatkan kesehatan. Mulut bukan sekedar untuk pintu masuknya. menunjang kesehatan seseorang (Riyanti, 2005).
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut merupakan salah satu upaya meningkatkan kesehatan. Mulut bukan sekedar untuk pintu masuknya makanan dan minuman tetapi fungsi
FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA KARIES GIGI PADA MURID SDN 1 RAHA KABUPATEN MUNA. Ratna Umi Nurlila Dosen STIKES Mandala Waluya Kota Kendari
FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA KARIES GIGI PADA MURID SDN 1 RAHA KABUPATEN MUNA Ratna Umi Nurlila Dosen STIKES Mandala Waluya Kota Kendari Abstrak Karies gigi adalah suatu proses kronis regresif yang dimulai
HUBUNGAN FREKUENSI KONSUMSI MAKANAN KARIOGENIK DAN KEBIASAAN MENGGOSOK GIGI DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI PADA SISWA KELAS III SDN 1 & 2 SONUO
HUBUNGAN FREKUENSI KONSUMSI MAKANAN KARIOGENIK DAN KEBIASAAN MENGGOSOK GIGI DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI PADA SISWA KELAS III SDN 1 & 2 SONUO Rizki Safira Talibo Mulyadi Yolanda Bataha Program Studi Ilmu
BAB I PENDAHULUAN. Karies gigi adalah penyakit jaringan gigi yang ditandai dengan kerusakan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Gigi merupakan bagian dari alat pengunyahan pada sistem pencernaan dalam tubuh manusia. Masalah utama kesehatan gigi dan mulut anak adalah karies gigi. 1 Karies gigi
BAB I PENDAHULUAN. Mulut merupakan pintu gerbang utama di dalam sistem pencernaan. Makanan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Mulut merupakan pintu gerbang utama di dalam sistem pencernaan. Makanan dan minuman diproses di dalam mulut dengan bantuan gigi, lidah, dan saliva. Fungsi mulut bukan
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN KEBIASAAN MENGGOSOK GIGI DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI DI SDI DARUL MU MININ KOTA BANJARMASIN TAHUN 2017 ABSTRAK
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN KEBIASAAN MENGGOSOK GIGI DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI DI SDI DARUL MU MININ KOTA BANJARMASIN TAHUN 2017 Norfai 1 dan Eddy Rahman 2 1,2 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas
PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN SISWA KELAS V SD TENTANG PERAWATAN GIGI
PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN SISWA KELAS V SD TENTANG PERAWATAN GIGI Widhi Sumirat Dosen Akper Pamenang Pare Kediri Secara umum kesehatan mulut dan gigi telah mengalami peningkatan
BAB I PENDAHULUAN. yang tidak kalah pentingnya yaitu pertumbuhan gigi. Menurut Soebroto
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Proses tumbuh kembang sangat terkait dengan faktor kesehatan, dengan kata lain hanya pada anak yang sehat dapat diharapkan terjadi proses tumbuh kembang yang
BAB II TINJAUAN TEORETIS. renik dalam suatu karbohidrat yang dapat diragikan. Tandanya
BAB II TINJAUAN TEORETIS 2.1 Karies Gigi Karies merupakan suatu penyakit jaringan keras gigi, yaitu email, dentil dan sementum, yang disebabkan oleh aktivitas jasad renik dalam suatu karbohidrat yang dapat
DESTRI MAYA RANI NIM A020
HUBUNGAN FREKUENSI KONSUMSI MAKANAN KARIOGENIK DAN MENGGOSOK GIGI DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI PADA ANAK PRA SEKOLAH USIA 4 6 TAHUN DI TK ANAK CERDAS PP PAUDNI KABUPATEN SEMARANG ARTIKEL Oleh DESTRI MAYA
BAB I PENDAHULUAN. manusia. Perkembangan dan pertumbuhan di masa itu menjadi penentu
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masa balita merupakan periode penting dalam proses tumbuh kembang manusia. Perkembangan dan pertumbuhan di masa itu menjadi penentu keberhasilan pertumbuhan dan perkembangan
BAB I PENDAHULUAN. penyakit sistemik. Faktor penyebab dari penyakit gigi dan mulut dipengaruhi oleh
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penyakit gigi dan mulut merupakan penyakit yang tersebar luas di masyarakat Indonesia dan dapat menjadi sumber infeksi yang dapat mempengaruhi beberapa penyakit sistemik.
JURNAL MEYKE R. DOMILI NIM :
HUBUNGAN SARAPAN DENGAN KONSENTRASI BELAJAR SISWA DI SD NEGERI 76 KOTA TENGAH KOTA GORONTALO JURNAL Diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam mengikuti ujian Sarjana Keperawatan Oleh MEYKE R.
BAB I PENDAHULUAN. penanganan secara komprehensif, karena masalah gigi berdimensi luas serta mempunyai
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kesehatan gigi dan mulut merupakan suatu masalah kesehatan yang memerlukan penanganan secara komprehensif, karena masalah gigi berdimensi luas serta mempunyai dampak
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. keadaan ini dapat mempengaruhi kesehatan gigi anak (Ramadhan, 2010). Contoh
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Makanan sangat digemari anak-anak saat jajan disekolah keadaan ini dapat mempengaruhi kesehatan gigi anak (Ramadhan, 2010). Contoh yang dapat mempengaruhi kesehatan
BAB I PENDAHULUAN. kepada upaya peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit dengan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembangunan kesehatan diselenggarakan dengan memberikan prioritas kepada upaya peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit dengan tidak mengabaikan upaya penyembuhan
BAB I PENDAHULUAN. orang dewasa terdapat gigi tetap. Pertumbuhan gigi pertama dimulai pada
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Gigi merupakan bagian terpenting dalam rongga mulut, karena adanya fungsi gigi yang tidak tergantikan, antara lain untuk mengunyah makanan sehingga membantu pencernaan,
PENDAHULUAN. mulut adalah penyakit jaringan keries gigi (caries dentis) disamping penyakit gusi.
PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah. Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian dari kesehatan tubuh yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya sebab kesehatan gigi dan mulut akan mempengaruhi
NASKAH PUBLIKASI. Disusun untuk Dipublikasikan Pada Jurnal Ilmiah Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Surakarta
GAMBARAN POLA JAJAN, FREKUENSI MENYIKAT GIGI DAN STATUS KARIES GIGI ANAK USIA 11-12 TAHUN DI SD NEGERI GUMPANG 01 KECAMATAN KARTASURA KABUPATEN SUKOHARJO NASKAH PUBLIKASI Disusun untuk Dipublikasikan Pada
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. keparahan karies gigi pada anak usia 4-6 tahun merupakan penelitian
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Penelitian mengenai hubungan pemberian ASI eksklusif dengan tingkat keparahan karies gigi pada anak usia 4-6 tahun merupakan penelitian observational
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Makanan kariogenik menjadi makanan kegemaran anak karena bentuknya
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Makanan kariogenik menjadi makanan kegemaran anak karena bentuknya yang menarik, dan rasanya yang lezat atau enak (Suwelo,1986). Berdasarkan hasil penelitian
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Kesehatan merupakan faktor yang sangat penting untuk diperhatikan dalam
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kesehatan merupakan faktor yang sangat penting untuk diperhatikan dalam kelangsungan hidup manusia, demikian juga halnya dengan kesehatan gigi dan mulut. Apabila kesehatan
BAB 1 PENDAHULUAN. Kesehatan gigi dan mulut memiliki peranan yang besar dalam kehidupan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kesehatan gigi dan mulut memiliki peranan yang besar dalam kehidupan manusia, terutama dalam proses pencernaan makanan. Untuk itu kesehatan gigi dan mulut anak sangat
BAB I PENDAHULUAN. memiliki fungsi estetik yang menunjang kecantikan. Menjaga kebersihan gigi dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Gigi tidak hanya memiliki fungsi untuk mengunyah makanan, tetapi juga memiliki fungsi estetik yang menunjang kecantikan. Menjaga kebersihan gigi dan mulut diperlukan
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Kesehatan gigi dan mulut masyarakat Indonesia masih merupakan hal yang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kesehatan gigi dan mulut masyarakat Indonesia masih merupakan hal yang perlu mendapat perhatian serius dari tenaga kesehatan, baik dokter dan perawat gigi, hal ini
BAB I PENDAHULUAN. Kesehatan umum seseorang banyak dipengaruhi oleh kesehatan gigi.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kesehatan umum seseorang banyak dipengaruhi oleh kesehatan gigi. Kesehatan gigi sangat penting karena berpengaruh pada fungsi pengunyahan, fungsi bicara, kualitas hidup,
BAB I PENDAHULUAN. secara jasmani dan rohani. Tidak terkecuali anak-anak, setiap orang tua
BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Kesehatan merupakan bagian terpenting dalam kehidupan manusia, sehat secara jasmani dan rohani. Tidak terkecuali anak-anak, setiap orang tua menginginkan anaknya bisa
LAPORAN KEGIATAN PENGABDIAN MASYARAKAT
LAPORAN KEGIATAN PENGABDIAN MASYARAKAT PEMERIKSAAN DAN PERAWATAN KESEHATAN GIGI MULUT PADA ANAK KELAS 3 SD MUHAMMADIYAH MUNGGANG WETAN, SIDOHARJO, SAMIGALUH, KULON PROGO Oleh : Drg Dwi Suhartiningtyas,
BAB 1 PENDAHULUAN. Kesehatan mulut merupakan hal penting untuk kesehatan secara umum dan kualitas
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kesehatan mulut merupakan hal penting untuk kesehatan secara umum dan kualitas hidup. Mulut sehat berarti terbebas kanker tenggorokan, infeksi dan luka pada mulut, penyakit
BAB 1 PENDAHULUAN. Hasil studi morbiditas Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2003
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Hasil studi morbiditas Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2003 menunjukkan bahwa dari 10 (sepuluh) kelompok penyakit terbanyak yang dikeluhkan masyarakat,
Hubungan Perilaku Pemeliharaan Kesehatan Gigi dengan Karies Molar Satu Permanen pada Murid Umur 6-12 Tahun SDN 26 Lamteumen Timur Kota Banda Aceh
Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat Vol.1 No.1 Edisi Mei ISSN 28-9 217 Hubungan Perilaku Pemeliharaan Kesehatan Gigi dengan Karies Molar Satu Permanen pada Murid Umur 6-12 Tahun SDN 26 Lamteumen Timur Kota
PENELITIAN PERILAKU MENGGOSOK GIGI PADA ANAK USIA SEKOLAH. Di SDN 1 Gabel Kecamatan Sumoroto Kabupaten Ponorogo
PENELITIAN PERILAKU MENGGOSOK GIGI PADA ANAK USIA SEKOLAH Di SDN 1 Gabel Kecamatan Sumoroto Kabupaten Ponorogo Oleh: ELSA NINDHA AYU SEPTIYANI NIM : 091657 PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU
BAB I PENDAHULUAN. Masalah kesehatan gigi dan mulut saat ini masih menjadi keluhan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah kesehatan gigi dan mulut saat ini masih menjadi keluhan masyarakat Indonesia. Menurut Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) pada tahun 2001, penyakit gigi dan
BAB I PENDAHULUAN. mutu pelayanan kesehatan pada seluruh masyarakat. Menurut WHO kesehatan adalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kesehatan merupakan salah satu bagian terpenting dalam kehidupan manusia yakni kesehatan jasmani dan kesehatan rohani. Kesehatan dapat tercapai dengan meningkatkan
BAB I PENDAHULUAN. 2015). Salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang banyak dikeluhkan oleh
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan penanganan secara komprehensif karena dampaknya yang sangat luas sehingga
BAB I PENDAHULUAN. orangtua sangat menentukan dalam pertumbuhan dan perkembangan pada. (Notoatmodjo, 2003). Kesehatan gigi dan mulut pada anak apabila
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Anak adalah generasi yang akan menjadi penerus bangsa. Anak harus dididik dan diarahkan sejak usia dini. Anak merupakan anugerah orangtua dari Allah SWT sehingga
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Karies gigi adalah penyakit infeksi dan merupakan suatu proses
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Karies Gigi Karies gigi adalah penyakit infeksi dan merupakan suatu proses demineralisasi yang progresif pada jaringan keras permukaan gigi oleh asam organis yang berasal dari
PENGARUH PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TERHADAP PREVALENSI KARIES GIGI DI TK ISLAM AR RAHMAN JLN. MEDAN TG. MORAWA KECAMATAN TANJUNG MORAWA TAHUN 2014
PENGARUH PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TERHADAP PREVALENSI KARIES GIGI DI TK ISLAM AR RAHMAN JLN. MEDAN TG. MORAWA KECAMATAN TANJUNG MORAWA TAHUN 2014 Rawati Siregar Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes
SKRIPSI. Diajukan untuk memenuhi tugas dan melengkapi. syarat guna memperoleh gelar Sarjana Kedokteran Gigi. Oleh : THOMAS RIADI PURBA NIM:
PERILAKU KEBERSIHAN GIGI DAN PERBEDAAN STATUS ORAL HIGIENE MURID KELAS V SD DI DAERAH RURAL KECAMATAN PANTAI CERMIN DAN DAERAH URBAN KECAMATAN MEDAN BARAT SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi tugas dan melengkapi
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG KESEHATAN GIGI DAN MULUT DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI ANAK SDN KLECO II KELAS V DAN VI KECAMATAN LAWEYAN SURAKARTA
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG KESEHATAN GIGI DAN MULUT DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI ANAK SDN KLECO II KELAS V DAN VI KECAMATAN LAWEYAN SURAKARTA SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Meraih Derajat
: Makanan Kariogenik, Karies Gigi, prasekolah
DAMPAK KONSUMSI MAKANAN KARIOGENIK TERHADAP KEPARAHAN KARIES GIGI PADA ANAK PRA SEKOLAH (Studi Pada Anak Taman Kanak-kanak PGRI Handayani Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya) Gita Hermawati 1) Lilik
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Karies gigi merupakan masalah utama dalam kesehatan gigi dan mulut
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Karies gigi merupakan masalah utama dalam kesehatan gigi mulut anak-anak. United States Surgeon General melaporkan bahwa karies merupakan penyakit infeksi yang paling
BAB 1 PENDAHULUAN. sebelum tidur malam, hal itu dikarenakan agar sisa-sisa makanan tidak menempel di
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kesehatan gigi dan mulut adalah salah satu masalah kesehatan yang membutuhkan penanganan yang berkesinambungan karena memiliki dampak yang sangat luas, sehingga
Determinan Karies Gigi Pada Anak Sekolah Dasar Di Pulau Nusa Penida, Klungkung, Bali
Determinan Karies Gigi Pada Anak Sekolah Dasar Di Pulau Nusa Penida, Klungkung, Bali Luh Pitriyanti * 1, Ni Wayan Septarini. 2 1-2 Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fak. Kedokteran Universitas Udayana
BAB I PENDAHULUAN. lengkung rahang dan kadang-kadang terdapat rotasi gigi. 1 Gigi berjejal merupakan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Gigi berjejal atau crowding dapat diartikan sebagai ketidakharmonis antara ukuran gigi dengan ukuran rahang yang dapat menyebabkan gigi berada di luar lengkung rahang
ABSTRAK. knowledge, role of teacher, shcool dental hygiene
HUBUNGAN ANTARA PERAN GURU DALAM PROGRAM USAHA KESEHATAN GIGI SEKOLAH (UKGS) DENGAN PENGETAHUAN TERHADAP TINGKAT KARIES GIGI SISWA KELAS V DI SEKOLAH DASAR NEGERI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SOREANG TAHUN
HUBUNGAN WAKTU, TEKNIK MENGGOSOK GIGI DAN YANG DIKONSUMSI DENGAN KEJADIAN KARIES GIG SDN
HUBUNGAN WAKTU, TEKNIK MENGGOSOK GIGI DAN JENIS MAKANAN YANG DIKONSUMSI DENGAN KEJADIAN KARIES GIG PADA MURID SDN 66 PAYAKUMBUH DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LAMPASI PAYAKUMBUH TAHUN 2011 Skripsi Diajukan
BAB 1 PENDAHULUAN. Indonesia. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (RisKesDas) tahun 2013
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah kesehatan gigi dan mulut saat ini masih menjadi keluhan masyarakat Indonesia. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (RisKesDas) tahun 2013 prevalensi nasional
BAB I PENDAHULUAN. Anak usia prasekolah adalah anak yang berusia berkisar 3-6 tahun. (Soetjiningsih, 1995). Pada usia tersebut anak mengalami proses
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Anak usia prasekolah adalah anak yang berusia berkisar 3-6 tahun (Soetjiningsih, 1995). Pada usia tersebut anak mengalami proses tumbuh kembang, baik secara
Noor Ika Anggraeni* )., Ns. Suhadi, M. Kep., Sp.Kep.Kom** ), Mamat Supriyono, SKM, M. Kes-Epid*** )
HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN MENGKONSUMSI JAJANAN KARIOGENIK DAN MENGGOSOK GIGI DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI PADA ANAK SEKOLAH KELAS 1-6 DI SDN 01 WATUAJI KELING JEPARA Noor Ika Anggraeni* )., Ns. Suhadi,
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Karies Gigi Karies gigi merupakan penyakit jaringan keras gigi yang disebabkan oleh faktor etiologi yang kompleks. Karies gigi tidak hanya terjadi pada orang dewasa tetapi dapat
BAB 3 METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey analitik yang bertujuan untuk
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian survey analitik yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh perilaku kesehatan terhadap kejadian karies gigi pada murid
LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING ARTIKEL
LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING ARTIKEL HUBUNGAN PELAKSANAAN INISIASI MENYUSUI DINI (IMD) DENGAN KEBERHASILAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GLOBAL TELAGA KABUPATEN GORONTALO Oleh SRI
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Kebersihan mulut merupakan hal yang sangatlah penting. Beberapa masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kebersihan mulut merupakan hal yang sangatlah penting. Beberapa masalah mulut bisa terjadi karena karena kurangnya menjaga kebersihan gigi dan mulut sehingga kesadaran
Karies gigi dapat menyebabkan manusia tanpa memandang usia, mulai dari anak-anak sampai tua, mulai dari yang ringan sampai parah.
Karies gigi dapat menyebabkan manusia tanpa memandang usia, mulai dari anak-anak sampai tua, mulai dari yang ringan sampai parah. Kelainan yang sering dijumpai pada anak SD adalah karies gigi dan gingivitis,
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian analitik observasi dengan rancangan penelitian cross-sectional. 3.2 Tempat dan Waktu Penelitian 3.2.1
BAB I PENDAHULUAN. dibidang kesehatan gigi perlu mendapat perhatian (Depkes RI, 2010).
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembangunan kesehatan diselenggarakan dengan memberikan prioritas kepada upaya peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit dengan tidak mengabaikan upaya penyembuhan
Kata kunci : Perilaku konsumsi makanan manis, perilaku gosok gigi, kejadian karies gigi
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU MENGKONSUMSI MAKAN MAKANAN MANIS DAN PERILAKU MENGGOSOK GIGI DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI PADA ANAK TK PERTIWI 37 GUNUNG PATI 6 Ernawati*,Arwani**, Amin Samiasih*** ABSTRAK Penyakit
BAB I PENDAHULUAN. Gigi dan mulut merupakan alat pencernaan mekanis manusia. Dalam
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Gigi dan mulut merupakan alat pencernaan mekanis manusia. Dalam pencernaan, gigi dan mulut berperan untuk mengunyah dan mengancurkan makanan yang masuk kedalam
KEPATUHAN MENGGOSOK GIGI DENGAN TERJADINYA KARIES GIGI DI SDN KEBUN DADAP BARAT KECAMATAN SARONGGI
KEPATUHAN MENGGOSOK GIGI DENGAN TERJADINYA KARIES GIGI DI SDN KEBUN DADAP BARAT KECAMATAN SARONGGI Andri Setiya Wahyudi, Program Studi Diploma Kebidanan UNIJA Sumenep, e-mail; [email protected] Sudarso,
HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN MENGKONSUMSI JAJANAN DENGAN PENGALAMAN KARIES PADA GIGI SUSU ANAK USIA 4-6 TAHUN DI TK MEDAN
HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN MENGKONSUMSI JAJANAN DENGAN PENGALAMAN KARIES PADA GIGI SUSU ANAK USIA 4-6 TAHUN DI TK MEDAN SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi tugas dan melengkapi syarat guna memperoleh gelar
PENDAHULUAN... Dian Nurafifah ...ABSTRAK...
HUBUNGAN PERILAKU PENCEGAHAN KARIES GIGI DAN KEJADIAN KARIES GIGI PADA ANAK DI DUSUN SUMBERPANGGANG DESA LOPANG KECAMATAN KEMBANGBAHU KABUPATEN LAMONGAN Dian Nurafifah.......ABSTRAK....... Karies gigi
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENCEGAHAN KARIES GIGI PADA MURID KELAS SATU SDN 74/IV DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEBUN HANDIL KOTA JAMBI TAHUN
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENCEGAHAN KARIES GIGI PADA MURID KELAS SATU SDN 74/IV DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEBUN HANDIL KOTA JAMBI TAHUN 2014 Sakinah 1*, Herlina 2 1 STIKes Prima Prodi IKM
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kesehatan gigi dan mulut penduduk Indonesia merupakan hal yang perlu mendapat perhatian serius. Hal ini dapat dilihat dari tingginya angka kejadian penyakit gigi dan
PERSETUJUAN PEMBIMBING JURNAL FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMANDIRIAN LANSIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA PROVINSI GORONTALO
PERSETUJUAN PEMBIMBING JURNAL FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMANDIRIAN LANSIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA PROVINSI GORONTALO Oleh SRI OKTAVIANTI ISMAIL NIM. 841 411 028 Telah diperiksa dan disetujui
BAB 1 PENDAHULUAN. lainnya. 2 Karies yang terjadi pada anak-anak di antara usia 0-71 bulan lebih dikenal
lainnya. 2 Karies yang terjadi pada anak-anak di antara usia 0-71 bulan lebih dikenal BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kesehatan gigi dan mulut yang baik merupakan komponen integral dari kesehatan
I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. yang masih perlu mendapat perhatian. Menurut Pintauli dan Hamada (2008),
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Karies gigi di Indonesia merupakan masalah kesehatan gigi dan mulut yang masih perlu mendapat perhatian. Menurut Pintauli dan Hamada (2008), berdasarkan Survei
Hubungan antara kebiasaan konsumsi makanan manis dengan karies gigi anak usia sekolah
Vol. 65, No. 2, Mei-Agustus 216 Hal. 55 59 ISSN 24-9548 Hubungan antara kebiasaan konsumsi makanan dengan karies gigi anak usia sekolah (The relation between habitual consumption of sweet foods with tooth
HUBUNGAN TINGKAT KEJADIAN KARIES GIGI DENGAN STATUS GIZI ANAK USIA 6-7 TAHUN DI SD INPRES KANITI KECAMATAN KUPANG TENGAH KABUPATEN KUPANG
HUBUNGAN TINGKAT KEJADIAN KARIES GIGI DENGAN STATUS GIZI ANAK USIA 6-7 TAHUN DI SD INPRES KANITI KECAMATAN KUPANG TENGAH KABUPATEN KUPANG Ferdinan Fankari*) *) Program studi Keperawatan Gigi **) Poltekkes
BAB I PENDAHULUAN. diterima oleh dokter gigi adalah gigi berlubang atau karies. Hasil survey
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Keluhan masyarakat tentang kesehatan gigi dan mulut yang sering diterima oleh dokter gigi adalah gigi berlubang atau karies. Hasil survey kesehatan rumah tangga
HUBUNGAN KONSUMSI MAKANAN KARIOGENIK DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI DAN STATUS GIZI ANAK TK PEMBINA MOJOSONGO SURAKARTA
HUBUNGAN KONSUMSI MAKANAN KARIOGENIK DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI DAN STATUS GIZI ANAK TK PEMBINA MOJOSONGO SURAKARTA Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Studi Strata I pada Jurusan
I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. masalah dengan kesehatan gigi dan mulutnya. Masyarakat provinsi Daerah
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penyakit gigi dan mulut merupakan penyakit yang sering diderita oleh masyarakat Indonesia. Hasil Riset Kesehatan Dasar yang dilakukan pada tahun 2013 menunjukkan
