ANALISIS NILAI HASIL TERHADAP BIAYA PADA PROYEK KONSTRUKSI (Studi Kasus Pada Proyek Pembangunan Gedung Perkuliahan Fisipol Universitas Gadjah Mada Yogyakarta) Analysis On Earned Value to Cost of Construction Project (Case Study at Building-Construction FISIPOL Department of Gadjah Mada University Yogyakarta) SKRIPSI Disusun Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Pada Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta Disusun oleh: KARNILA NIM. I 1109014 JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2012
LEMBAR PERSETUJUAN ANALISIS NILAI HASIL TERHADAP BIAYA PADA PROYEK KONSTRUKSI (Studi Kasus Pada Proyek Pembangunan Gedung Perkuliahan Fisipol Universitas Gadjah Mada Yogyakarta) Analysis On Earned Value to Cost of Construction Project (Case Study at Building-Construction FISIPOL Department of Gadjah Mada University Yogyakarta) Disusun oleh: KARNILA NIM. I 1109014 Telah disetujui untuk dipertahankan dihadapan Tim penguji Pendadaran Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta Persetujuan Dosen Pembimbing Dosen Pembimbing I Dosen Pembimbing II Ir. Siti Qomariyah, M.Sc NIP. 19580615 198501 2 001 Ir. Sugiyarto, MT NIP. 19551121 198702 1 002
LEMBAR PERSETUJUAN ANALISIS NILAI HASIL TERHADAP BIAYA PADA PROYEK KONSTRUKSI (Studi Kasus Pada Proyek Pembangunan Gedung Perkuliahan Fisipol Universitas Gadjah Mada Yogyakarta) Disusun oleh: KARNILA NIM. I 1109014 Telah disetujui untuk dipertahankan dihadapan Tim penguji Pendadaran Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta Persetujuan Dosen Pembimbing Dosen Pembimbing I Dosen Pembimbing II Ir. Siti Qomariyah, M.Sc NIP. 19580615 198501 2 001 Ir. Sugiyarto, MT NIP. 19551121 198702 1 002
PENGESAHAN SKRIPSI ANALISIS NILAI HASIL TERHADAP BIAYA PADA PROYEK KONSTRUKSI (Studi Kasus Pada Pembangunan Gedung Perkuliahan Fisipol Universitas Gadjah Mada Yogyakarta) Disusun oleh: KARNILA NIM. I 1109014 Telah dipertahankan di hadapan Tim Penguji Pendadaran Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta, Pada hari : Senin Tanggal : 11 Juni 2012 Tim Penguji: 1. Ir. Siti Qomariyah, M.Sc... NIP. 19580615 198501 2 001 2. Ir. Sugiyarto, MT... NIP. 19551121 198702 1 002 3. Ir.Suyatno K., MT... NIP. 19481130 198010 1 001 4. Ir. Fajar Sri Handayani, MT... NIP. 19750922 199903 2 001 Disahkan, Ketua Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UNS Disahkan, Ketua Program S1 Non-Reguler Jurusan Teknik Sipil Ir. Bambang Santosa, MT NIP. 19590823 198601 1 001 Edy Purwanto, ST, MT NIP. 19680912 199702 1 001
MOTTO ( Ali bin Abi Thalib).. Kita harus cukup tegar untuk memaafkan kesalahan, cukup pintar untuk belajar dari kesalahan dan cukup kuat untuk mengoreksi kesalahan PERSEMBAHAN Alloh SWT Bapak & ibu tercinta, Suamiku (A. Fata Salele) dan 2 bidadariku (Fitra &Alysha) Trimakasih buat support, kasih sayang atas support, bantuan dan pengalaman hidup yang diberikan sehingga bisa sampai pada keadaan saat ini ASM ku Bapak Asharyanto Thanks atas kesempatan yang diberikan selama ini buat double job April, Ipung, Dwex dan Teman2 S1 Swadana Transfer angkatan 2009 Dan Semua teman2 yang belum disebutkan,trimakasih. Tetap Semangat!!!
ABSTRAK Karnila, 2012, ANALISIS NILAI HASIL TERHADAP BIAYA PADA PROYEK KONSTRUKSI (Studi Kasus Pada Pembangunan Gedung Perkuliahan Fisipol Universitas Gadjah Mada Yogyakarta), Skripsi, Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Sumberdaya utama terbatas pada tahap pelaksanaan suatu proyek kostruksi adalah biaya, mutu dan waktu. Perencanaan, penjadualan dan pengendalian adalah langkah penting untuk dilakukan agar tujuan pelaksanaan proyek dengan sumberdaya terbatas ini tercapai. (Eaned Value) adalah sutau metode pengendalian yang digunakan untuk mengendalikan biaya dan jadual proyek secara terpadu. Metode ini memberikan informasi status kinerja proyek pada suatu periode pelaporan dan memberikan informasi prediksi biaya yang dibutuhkan dan waktu untuk penyelesaian seluruh pekerjaan berdasarkan indikator kinerja saat pelaporan. Pada Pembangunan Gedung Perkuliahan FISIPOL Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, informasi yang didapat saat pelaporan pada minggu ke-36 adalah Budget Cost of Work Schedule (BCWS) / Planed Value (PV) = Rp 23.800.000.000, Budget Cost of Work Performance (BCWP) / Earned Value (EV) = Rp 23.524.158.000. sehingga di dapat keuntungan sebesar Rp 275.824.000. Prediksi biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan (Estimation All Completion/EAC) berdasarkan analisis nilai hasil memerlukan biaya Rp 22,828,337,624. Kinerja proyek dikatakan untung (Cost Varian/ CV= + Rp 960,400,809 dan Cost Performed Index /CPI= 1.0425639 >1). Sedangkan dengan mempertimbangkan bunga berjalan selama masa konstruksi, dengan tingkat bunga 12% per tahun, total biaya proyek sebesar Rp 24,915,251,041 sehingga proyek tidak layak untuk diteruskan. Kata kunci: kinerja, jadual, biaya, nilai hasil, varian, indek.
ABSTRACT Karnila, 2012, Analysis On Earned Value to Cost of Construction Project (Case Study at Building-Construction FISIPOL Department of Gadjah Mada University Yogyakarta). Thesis, Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Sebelas Maret University, Surakarta. Cost, performance and time are the major constrain resources in project execution. The important action to find project objective with limited resources are planning, scheduling and controlling. controlling. This method informed the project performanced in period reporting and to predict the total project cost completion and the project time completion based on performances indicator reporting. an Gedung Perkuliahan FIS Gadjah Mada University Yogyakarta, the progress information such as Planed Value (PV)= IDR 23,800,000,000, Earned Value (EV) = IDR 23,524,158.,000. In this report the cost project performance had profit IDR 275,824,000 If this project performanced continued until the project completion by earned value analysis, the project cost completion has been estimated about IDR 22,828,337,624, that is under the budget (< IDR 23,800,000,000). In this report the cost project performance had profit (Cost Varian, CV = + IDR 960,400,809 and Cost Performed Index,CPI=1.0425639 >1). The project cost has been estimated about IDR 24,915,251,041 by consideration return 12% per year along the mass of project, then the project is not feasibility to continous. Keywords: performance, schedule, cost, earned value, varian, index.
KATA PENGANTAR Puji Syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas segala limpahan rahmat dan karunia-nya telah menyelesaikan skripsi ini. Skripsi ini berjudul Analisis Nilai Hasil Pada Proyek Konstruksi (Studi Kasus pada Pembangunan Gedung Perkuliahan FISIPOL UGM Yogyakarta Skripsi mengenai analisis nilai hasil terhadap biaya ini dilatarbelakangi oleh perlunya pengendalian biaya pada proyek konstruksi. Skripsi mengenai analisis nilai hasil terhadap biaya ini meliputi perhitungan prakiraan biaya penyelesaian proyek sehingga dapat diketahui apakah Proyek tersebut menguntungkan atau tidak. Penyusunan skripsi dapat berjalan lancar tidak lepas dari bimbingan, dukungan, dan motivasi dari berbagai pihak. Dalam kesempatan ini penulis ingin berterimakasih kepada: 1. Ibu Ir. Siti Qomariah, Msc. Selaku dosen pembimbing I 2. Bapak Ir. Sugiyarto, MT. Selaku pembimbing II 3. Bapak Ir. Suyatno K., MT selaku dosen penguji 4. Ibu Ir. Fajar Sri Handayani, MT. selaku dosen penguji 5. Semua pihak yang telah memberikan bantuan serta dukungan kepada penulis. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa tulisan ini masih jauh dari kesempurnaan. Namun demikian, penulis berharap hasil penelitian ini dapat bermanfaat untuk para pembaca. Surakarta, Juni 2012 Penulis
DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL...... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING...... ii HALAMAN PENGESAHAN...... iii HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN...... iv ABSTRAK...... v KATA PENGANTAR...... vii DAFTAR ISI...... ix DAFTAR TABEL...... xii DAFTAR GAMBAR...... xiii DAFTAR RUMUS...... xiv DAFTAR NOTASI..... xv PENUTUP... xvi DAFTAR LAMPIRAN...... xvii... 1.1. Latar B... 1.2. Rumusan... 1.3. Batasa 1.4. 1.5. Manfaat Penelitian...3 BAB 2 LAND......4 2.1. Tinjauan Pu...4 2.2. Dasar Te...4... 2.2.2....7
2.2.3....7 2.2.3.1. Pengertian Earned Value Analysis...8 2.2.3.1.1....8...9...9 2.2.3.2. Earned Value Concept (Konsep Nilai hasil)...10 2.2.3.2.1. Indikator-Indikator yang dipergunakan...11 2.2.4. Estimasi Biaya Langsung dan Biaya Tidak langsung....16 2.2.4.1. Biaya Langsung...16 2.2.4.2. Biaya Tidak Langsung...17...19 3.1. Metode Penel...19 3.2....... 3.4....19 BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN...23 4.1. Actual Cost of Work Performance (ACWP)... 23 4.1.1. Perhitungan Biaya Langsung... 23 4.1.2. Perhitungan Biaya Tak Langsung dan Total Biaya Konstruksi... 25 4.1.3. Perhitungan Actual Cost of Work Performance (ACWP)... 26 4.2. Budget Cost of Work Schedule (BCWS)... 27 4.3. Budget Cost of Work Performance (BCWP)... 30 4.4. Cost Performance Index (CPI)... 35 4.5. Cost Varians (CV)... 37 4.6. Estimation Temporary Completion (ETC)... 38 4.7. Estimation All Completion (EAC)...... 40 4.8. Perbandingan PV, EV, AC... 42 4.9. Grafik Histogram EAC... 44
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN...42 5.1. Kesimpulan...42 5.2. Saran...43 DAFTAR PUSTAKA... xviii LAMPIRAN
DAFTAR TABEL Halaman Tabel 2.1. Analisis Varians Terpadu... 14 Tabel 2.2. Alternatif Perhitungan EAC... 16 Tabel 4.1. Perhitungan Biaya Langsung... 24 Tabel 4.2. Perhitungan Total Biaya Langsung... 25 Tabel 4.3. Perhitungan Actual Cost of Work Performance (ACWP)... 26 Tabel 4.4. Perhitungan Budget Cost of Work Schedule (BCWS) minggu ke-2... 28 Tabel 4.5. Perhitungan Budget Cost of Work Schedule (BCWS)... 29 Tabel 4.6. Perhitungan Budget Cost of Work Performance (BCWP)... 30 Tabel 4.7. Perhitungan Cost Performance Index (CPI)... 36 Tabel 4.8. Perhitungan Cost Varians (CV)... 37 Tabel 4.9. Perhitungan Estimation Temporary Completion (ETC)... 39 Tabel 4.10. Perhitungan Estimation All Completion (EAC)... 40
DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 2.1.... 12 Gambar 3.1. Bagan Alir Tahap-Tahap Penelitian... 23 Gambar 4.1. Grafik Perbandingan PV, EV, dan AC... 42 Gambar 4.2. Grafik Histogram EAC Tiap Minggu... 44
DAFTAR RUMUS Halaman Rumus 2.1. Nilai Hasil... 11 Rumus 2.2. Varians Biaya... 12 Rumus 2.3. Varians Jadwal... 12 Rumus 2.4. Indeks Kinerja Biaya... 14 Rumus 2.5. Indeks Kinerja Jadwal... 14 Rumus 2.6. Estimation Temporary Completion... 15 Rumus 2.7. Estimation All Completion... 15 Rumus 2.8. Estimation All Completion... 16 Rumus 2.9. Estimation All Completion... 16 Rumus 2.10. Estimation All Completion... 16 Rumus 2.11. Estimation Temporary Schedule... 16 Rumus 2.12. Estimation All Schedule... 16 35
DAFTAR NOTASI ACWP = Actual Cost of Work Performance (Biaya Aktual) BAC = Budget At Completion (Anggaran Proyek) BCWP = Budget Cost of Work Performance (Nilai Hasil) BCWS = Budget Cost of Work Schedule (Jadwal Anggaran) CPI = Cost Performance Index (Indeks Kinerja Biaya) CV = Cost Variance (Varian Biaya) EAC = Estimatiaon all Completion (Perkiraan Biaya Keseluruhan) EAS = Estimation All Schedule (Perkiraan Jadwal/waktu seluruhnya) ETC = Estimation Temporary Completion (Estimasi Biaya Sesaat) ETS = Estimation Temporary Schedule (Estimasi Jadwal Sesaat) EVA = Earned Value Analysis (Analisis Nilai Hasil) SPI = Schedule Performance Index (Indeks Kinerja Jadwal) PV = Present Value (Nilai Anggaran)
PENUTUP Puji Syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-nya, sehingga sehingga skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik. Diharapkan skripsi ini dapat bermanfaat bagi penyusun sendiri maupun bagi pembaca sekalian. Disadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini masih banyak terdapat kekurangan yang perlu pembenahan, untuk itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat diharapkan sebagai bekal kesempurnaan studi kasus dimasa yang akan datang. Akhirnya saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu serta mohon maaf apabila terdapat hal-hal yang kurang berkenan di hati pembaca sekalian. Penyusun
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Perkembangan industri konstruksi di Indonesia makin pesat, sejalan dengan perkembangan jaman yang menuntut adanya modernisasi. Pembangunan gedung gedung bertingkat tinggi semakin marak dan bervariasi. Salah satu penyebab pembangunan gedung bertingkat adalah semakin sempitnya lahan yang ada. Pembangunan gedung-gedung bertingkat biasanya merupakan proyek yang besar, sehingga membutuhkan manajemen yang baik agar hasilnya sesuai dengan yang direncanakan. Manajemen yang baik dalam suatu proyek melibatkan berbagai bidang pekerjaan yang ada dalam proyek tersebut. Selain dibutuhkan peralatan (machine), bahan (material), uang (money), metode (method) juga diperlukan tenaga tenaga ahli (man) yang bisa bekerja sama antara satu dengan yang lainnya. Hal ini tidak lepas dari pengetahuan dan keahlian yang mereka miliki. Masalah yang komplek selama pelaksanaan pekerjaan proyek mengakibatkan banyak proyek yang selesai tidak sesuai dengan yang direncanakan. Baik tidak tepat waktu, mutu, dan biayanya yang terkadang terjadi overbudget Untuk mengatasi hal ini perlu adanya manajemen biaya, kualitas, dan waktu yang baik. Manajemen yang baik tidak hanya harus dimiliki oleh pemilik proyek, tetapi penerapan terhadap bawahan, dalam hal ini tenaga kerja yang terlibat didalamnya sangat diperlukan. Perencanaan dan pengendalian biaya dan waktu merupakan bagian dari manajemen proyek konstruksi secara keseluruhan. Selain penilaian dari segi kualitas, prestasi suatu proyek dapat pula dinilai dari segi biaya dan waktu. Biaya yang telah dikeluarkan dan waktu yang digunakan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan harus diukur secara kontinyu penyimpangannya terhadap rencana. Adanya penyimpangan
biaya dan waktu yang signifikan mengindikasikan pengelolaan proyek yang buruk. Adanya indikator prestasi proyek dari segi biaya dan waktu ini memungkinkan tindakan pencegahan agar proyek berjalan sesuai dengan rencana. Terdapat kecenderungan 70% dari proyek mengalami overbudget dan selesai melebihi jadwal (ANSI/EIA 748, global Engineering Document 800-854-7179) Pengendalian biaya dan waktu yang baik diharapkan dapat membantu pelaksanaan proyek agar sesuai dengan waktu yang direncanakan. Beberapa metode yang digunakan untuk menajemen waktu dan biaya pelaksanaan proyek atara lain: 1. Work Breakdown Structure (WBS) 2. Critical Parth Methode (CPM) 3. Presedence Diagram 4. Programme Evaluation and Review Tecnique (PERT) 5. Analisis Varians 6. Analisis Nilai Hasil (Earned Value) Penelitian ini mengambil studi kasus proyek pembangunan gedung perkuliahan FISIPOL Universitas Gadjah Mada. Pelaksanaan proyek tersebut berlangsung selama 44 minggu sedangkan rencananya hanya 36 minggu. Studi menggunakan metode analisis nilai hasil (Earned Value Analysis). Hal ini bertujuan agar mengetahui sampai sejauh mana proyek yang dilaksanakan sesuai dengan rencana kerja, dan seberapa banyak anggaran biaya yang sudah digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan sampai batas waktu yang digunakan. Namun demikian, penelitian ini sebagai studi/latihan bagi mahasiswa bukan dengan tujuan komersial atau mencari keuntungan. 1.2. Rumusan Masalah Rumusan masalah yang dapat ditarik dari latar belakang adalah: 1. Apakah kontraktor mengalami keuntungan berdasarkan nilai kontrak?
2. Apakah kontraktor mengalami keuntungan berdasarkan nilai hasil? 3. Berapakah besarnya biaya konstruksi dengan memperhitungkan bunga selama masa konstruksi? 1.3. Batasan Masalah Penelitian ini dibatasi oleh hal-hal sebagai berikut: 1. Pengambilan data dilakukan pada Proyek Pembangunan Gedung Perkuliahan Fisipol UGM. 2. Analisis proyek menggunakan Konsep Nilai hasil (Earned Value Analysis) 3. Analisis dibatasi pada variabel biaya. 1.4. Tujuan Penelitian Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah: 1. Untuk mengetahui ada atau tidaknya keuntungan berdasarkan analisis nilai sebenarnya (riil). 2. Untuk mengetahui ada atau tidaknya keuntungan berdasarkan analisis nilai hasil. 3. Untuk mengetahui besarnya total biaya konstruksi dengan memperhitungkan bunga selama masa konstruksi. 1.5. Manfaat Penelitian Manfaat dari penelitian ini adalah: 1. Memperdalam ilmu pengetahuan tentang manajemen khususnya yang berkaitan dengan biaya pelaksanaan proyek. 2. Memberikan gambaran penerapan Earned Value Analysis untuk pengendalian biaya dan waktu pada proyek. BAB II
LANDASAN TEORI 2.1. Tinjauan Pustaka Metode earned value merupakan salah satu alat yang digunakan dalam pengelolaan proyek yang mengintegrasikan biaya dan waktu. Konsep earned value menyajikan tiga dimensi yaitu penyelesaian fisik dari proyek (the percent complete) yang mencerminkan rencana penyerapan biaya (budgeted cost), biaya aktual yang sudah dikeluarkan atau yang disebut dengan actual cost, serta apa yang didapatkan dari biaya yang sudah dikeluarkan atau yang disebut earned value. Dari ketiga dimensi tersebut, dengan konsep earned value, dapat dihubungkan antara kinerja biaya dengan waktu yang berasal dari perhitungan varian dari biaya dan waktu (Flemming dan Koppelman, 1994). Berdasarkan kinerja biaya dan waktu ini, seorang manajer proyek dapat mengidentifikasi kinerja keseluruhan proyek maupun paket-paket pekerjaan di dalamnya dan kemudian memprediksi kinerja biaya dan waktu penyelesaian proyek dengan asumsi bahwa kecenderungan yang terjadi pada saat pelaporan akan terus berlangsung sampai proyek tersebut selesai. Hasil dari evaluasi kinerja proyek tersebut dapat digunakan sebagai early warning jika terdapat inefisiensi kinerja dalam penyelesaian proyek sehingga dapat dilakukan kebijakankebijakan manajemen dan perubahan metode pelaksanaan agar pembengkakan biaya dan keterlambatan penyelesaian proyek dapat dicegah. 2.2. Dasar Teori 2.2.1. Proyek Proyek adalah kombinasi dari sumberdaya manusia dan non-manusia yang secara bersama-sama ditempatkan dalam organisasi sementara untuk mencapai tujuan tertentu. Proyek merupakan kegiatan dan tugas terencana yang mempunyai karakteristik sebagai berikut :
1. Mempunyai tujuan tertentu yang harus diselesaikan dalam kriteria tertentu 2. Mempunyai keterbatasan pendanaan / anggaran 3. Menggunakan sumber daya dalam pelaksanaannya ( misal : uang, tenaga kerja manusia, peralatan, dan lain sebagainya) 4. Mempunyai organisasi temporer baik formal maupun non formal 5. Mempunyai keterbatasan waktu yang jelas antara permulaan dan akhir proyek. Secara umum terdapat 3 (tiga) indikator yang menunjukkan keberhasilan suatu proyek (Iman Suharto, 1997), yaitu : 1. On time (tepat waktu), yaitu ketepatan waktu penyelesaian proyek sesuai dengan yang dijadwalkan. 2. On specification (tepat spesifikasi / kualitas), dari spesifikasi yang telah ditentukan, pemilik proyek menginginkan mutu pekerjaan yang bagus. 3. On budget (tepat anggaran / biaya) Sejalan dengan semakin besarnya tuntutan konsumen saat ini, ukuran sukses tidaknya proyek tidak hanya dapat dilihat dari ketiga kriteria diatas, tapi juga meliputi penyelesaian proyek yang : 1. Dalam batas waktu yang ditentukan. 2. Dalam dana yang dianggarkan pada spesifikasi atau prestasi yang ditentukan. 3. Diterima oleh konsumen atau pemakai. 4. Dengan perubahan minimum dari perjanjian. 5. Tanpa mengganggu alur kerja utama organisasi. 6. Tanpa mengubah kultur perusahaan. Tiga unsur terakhir berkaitan dengan pelaksanaan proyek yang meleset dari cakupan proyek yang seharusnya. Karena kompleksnya tugas, pentingnya proyek dan tingkat pengambilan keputusan dalam menangani suatu proyek diperlukan adanya
manajemen proyek. Definisi manajemen proyek adalah aplikasi pengetahuan, ketrampilan, alat, dan teknik dalam aktifitas proyek untuk memenuhi atau melebihi kebutuhan dan harapan stakeholder dari suatu proyek. (Project Management Institute, 1996). Manajemen proyek ini berupa proses perencanaan, pengaturan, pengarahan dan pengawasan sumber daya perusahaan dalam waktu yang relatif singkat yang ditentukan untuk memenuhi tujuan dan hasil spesifik (Kezner, Harold, 1995). Proses mencapai tujuan ada batasan yang harus dipenuhi yaitu besarnya biaya (anggaran) yang dialokasikan, jadwal, dan mutu yang harus dipenuhi. Ketiga hal tersebut merupakan parameter penting bagi penyelenggara proyek yang sering diasosiasikan sebagai sasaran proyek. Ketiga batasan diatas disebut sebagai kendala (triple constraint) yaitu: 1. Anggaran Proyek yang harus diselesaikan dengan biaya yang tidak boleh melebihi anggaran. Proyek-proyek yang melibatkan dana dalam jumlah besar dan jadwal pengerjaan bertahun-tahun, anggarannya tidak hanya ditentukan dalam total proyek, tetapi dipecah atas komponen-komponennya atau per periode tertentu yang jumlahnya disesuaikan dengan keperluan. Dengan demikian, penyelesaian bagian-bagian proyek harus memenuhi sasaran anggaran per periode. 2. Jadwal Proyek harus dikerjakan dalam suatu kurun waktu yang ditentukan dan terbatas. Jika tidak, maka akan menimbulkan berbagai dampak negatif. 3. Mutu Produk atau hasil kegiatan harus memenuhi spesifikasi dan kriteria yang dipersyaratkan, yang berarti mampu memenuhi tugas yang dimaksudkan atau sering disebut sebagai fit for the intended use. Ketiga batasan tersebut saling berhubungan, yang berarti jika ingin meningkatkan kinerja produk yang telah disepakati, maka umumnya harus diikuti dengan
meningkatnya mutu, yang selanjutnya akan berakibat pada naiknya biaya yang dapat melebihi anggaran yang sudah ditetapkan. Sebaliknya, jika ingin menekan biaya, maka akan berimbas pada waktu dan mutu yang telah ditetapkan semula. 2.2.2. Perencanaan Proyek Proyek harus diselesaikan dalam jangka waktu terbatas sesuai dengan kesepakatan. Apabila proyek tidak ditangani dengan benar, kegiatan dalam proyek akan mengakibatkan munculnya berbagai dampak negatif yang pada akhirnya bermuara pada kegagalan dalam mencapai tujuan dan sasaran yang dicita-citakan (Istimawan Dipohusodo, 1995:4). Kegiatan yang dilakukan dalam suatu proyek tidak akan bisa sama persis dengan yang sudah dilakukan sebelumnya, sehingga perlu adanya perencanaan proyek yang matang. Merencanakan dan memperkirakan sebuah proyek bukan hal yang mudah, jadi harus berdasarkan teori yang bisa mendukung. Hal ini untuk memudahkan penelusuran masalah apabila proyek tersebut dievaluasi. 2.2.3. Metode dan Teknik Pengendalian Biaya dan Waktu (Earned Value) Upaya pengendalian merupakan proses pengukuran, evaluasi, dan membetulkan kinerja proyek. Pada proyek konstruksi, ada tiga unsur yang perlu selalu dikendalikan dan diukur, yaitu: kemajuan (progress) yang dicapai dibandingkan terhadap kesepakatan kontrak, pembiayaan terhadap rencana anggaran, dan mutu hasil pekerjaan terhadap spesifikasi teknis (Istimawan Dipohusodo, 1995:407) Perkiraan biaya mempunyai peranan yang penting dalam proyek. Pertama, perkiraan biaya bisa digunakan untuk menghitung besarnya biaya yang diperlukan untuk membangun suatu proyek, selanjutnya memiliki spektrum yang luas untuk merencanakan dan mengendalikan sumber daya yang ada ( Iman Suharto, 1997: 126)
sesuai dengan kata perkiraan biaya yang berarti nilai yang didapat tidak dapat akurat atau sesuai 100% dengan rencana yang ada. Metode pengendalian proyek yang digunakan adalah Metode Pengendalian Biaya dan Waktu Terpadu (Earned Value). Metode ini mengkaji kecenderungan Varian Waktu dan Varian Biaya pada suatu periode waktu selama proyek berlangsung (Iman Suharto, 1997). 2.2.3.1. Pengertian Earned Value Analysis Metode Earned Value (nilai hasil) adalah metode pengendalian yang digunakan untuk mengendalikan biaya dan waktu proyek secara terpadu. Metode ini memberikan informasi status kinerja proyek pada suatu periode pelaporan dan memberikan informasi prediksi biaya yang dibutuhkan dan waktu untuk penyelesaian seluruh pekerjaan berdasarkan indikator kinerja saat pelaporan. Selama tahap konstruksi earned value juga menyediakan informasi mengenai: 1. Biaya aktual yang telah diserap suatu pekerjaan, berdasarkan penyerapan dana dari sumber daya yang telah dipergunakan oleh pekerjaan tersebut. 2. Nilai pekerjaan tersebut, berdasarkan kemajuan yang telah dicapainya. 3. Variasi biaya dan jadwal yang mencerminkan adanya under run (lebih cepat atau lebih murah) atau over run (lebih lambat atau lebih mahal). 4. Kecenderungan penyelesaian pekerjaan tersebut berdasarkan data-data variansi yang telah dialami. Berdasarkan penelitian, proyek-proyek yang baru menyelesaikan 15% pekerjaannya namun telah over-budget biasanya mengalami over run (lebih mahal dari yang telah direncanakan) pada saat penyelesainnya (CMS Information System,1999). 2.2.3.1.1. Metode Analisis Varians
Metode analisis varians adalah metode untuk mengendalikan biaya dan waktu suatu kegiatan proyek konstruksi. Identifikasi dalam metode ini dilakukan dengan membandingkan jumlah biaya sesungguhnya yang dikeluarkan terhadap anggaran. Analisis varians dilakukan dengan mengumpulkan informasi tentang status terakhir kemajuan proyek saat pelaporan dengan menghitung jumlah unit pekerjaan yang telah diselesaikan kemudian dibandingkan dengan perencanaan atau melihat catatan penggunaan sumber daya. Metode ini akan memperlihatkan perbedaan antara biaya pelaksanaan terhadap anggaran dan waktu pelaksanaan terhadap jadwal. (Iman Suharto, 1997) menggambarkan kemajuan volume pekerjaan yang diselesaikan sepanjang siklus berdasarkan perencanaan akan memperlihatkan terjadinya penyimpangan. (Istimawan Dipohusodo, 1995) hal berikut ini: 1. Pada analisis kemajuan proyek secara keseluruhan, maupun kemajuan untuk setiap satuan unit pekerjaan atau elemen-elemennya. 2. Pada kegiatan engineering dan pembelian untuk menganalisis presentase (%) penyelesaian pekerjaan, misalnya jam-orang untuk menyiapkan rancangan, produksi gambar, menyusun pengajuan pembelian, terhadap waktu. 3. Pada kegiatan konstruksi, yaitu untuk menganalisis pemakaian tenaga kerja atau jam-orang dan untuk menganalisis presentase (%) penyelesaian serta pekerjaan-pekerjaan lain yang diukur (dinyatakan) dalam unit versus waktu.
pimpinan proyek, karena dapat menunjukkan dengan jelas kemajuan proyek dalam bentuk yang mudah dipahami. 2.2.3.1.3. B Kombinasi an (milestone) adalah salah satu teknik pengendalian kemajuan proyek. Milestone adalah titik yang dianggap menandai suatu peristiwa yang dianggap penting dalam rangkaian pelaksanaan proyek. Titik milestone ditentukan pada waktu pembuatan perencanaan dasar yang disiapkan sebagai tolok ukur kegiatan pengendalian kemajuan proyek. Penggunaan kemajuan proyek. 2.2.3.2. Earned Value Concept ( Konsep Nilai Hasil) Konsep nilai hasil merupakan bagian dari konsep analisis varians. Analisis varians hanya menunjukkan perbedaan antara hasil kerja pada waktu pelaporan dibandingkan dengan anggaran atau jadwalnya. Kelemahan metode analisis varians adalah hanya menganalisa varians dan jadwal masing-masing secara terpisah sehingga tidak dapat mengungkapkan masalah kinerja kegiatan yang sedang dilakukan. Sedangkan dengan metode konsep nilai hasil dapat diketahui kinerja kegiatan yang sedang dilakukan serta dapat meningkatkan efektivitas dalam meningkatkan kegiatan proyek. Dengan memakai asumsi bahwa kecenderungan yang ada dan terungkap pada saat pelaporan akan terus berlangsung, maka metode prakiraan atau proyeksi masa depan proyek, seperti: 1. Dapatkah proyek diselesaikan dengan kondisi yang ada. 2. Berapa besar prakiraan biaya untuk menyelesaikan poyek. 3. Berapa besar keterlambatan/kemajuan proyek.
Konsep nilai hasil adalah konsep yang menghitung besarnya biaya yang menurut anggaran sesuai dengan pekerjaan yang telah dilaksanakan. Ditinjau dari jumlah pekerjaan yang telah diselesaikan berarti konsep ini mengatur besarnya unit pekerjaan yang diselesaikan pada suatu waktu bila dinilai berdasarkan jumlah anggaran yang disediakan untuk pekerjaan tersebut. Perhitungan ini dapat untuk mengetahui hubungan antara apa yang sesungguhnya telah dicapai secara fisik terhadap jumlah anggaran yang telah dikeluarkan, yang dapat ditulis dengan rumus (Iman suharto, 1997): Nilai Hasil = (% penyelesaian) x (anggaran) ( 2.1) Keterangan: 1. % penyelesaian yang dicapai pada saat pelaporan. 2. Anggaran yang dimaksud adalah real cost biaya proyek. 2.2.3.2.1. Indikator-Indikator yang Dipergunakan Penggunaan konsep nilai hasil dalam penilaian kinerja proyek dijelaskan dalam Gambar 2.1 berikut:
Indikator-indikator yang dipergunakan adalah biaya aktual (actual cost), nilai hasil (earned value) dan jadwal anggaraan (planed value). a. Biaya Aktual Biaya aktual (Actual Cost = AC) atau Actual Cost of Work Perform (ACWP) adalah jumlah biaya aktual pekerjaan yang telah dilaksanakan pada suatu kurun pelaporan tertentu. Biaya ini diperoleh dari data-data akuntansi atau keuangan proyek pada tanggal pelaporan (misalnya, akhir bulan). Jadi AC merupakan jumlah aktual dari anggaran yang digunakan untuk melaksanakan pekerjaan pada kurun waktu tertentu. b. Nilai Hasil Nilai Hasil (Earned Value = EV) atau Bugdeted Cost of Work Performanced (BCWP) adalah nilai pekerjaan yang telah selesai terhadap anggaran yang disediakan untuk melaksanakan pekerjaan tersebut. Bila angka AC dibandingkan dengan EV akan
terlihat perbandingan antara biaya yang telah dikeluarkan untuk pekerjaan yang terlaksana terhadap biaya yang seharusnya dikeluarkan untuk maksud tersebut. c. Jadwal Anggaran Jadwal Anggaran (Planned Value = PV) atau Budgeted Cost of Work Schedule (BCWS) menunjukkan anggaran untuk suatu paket pekerjaan yang disusun dan dikaitkan dengan jadwal pelaksanaan. Jadwal anggaran merupakan perpaduan antara biaya, jadwal dan lingkup kerja, dimana pada setiap elemen pekerjaan telah diberi alokasi biaya dan jadwal yang dapat menjadi tolok ukur pelaporan pelaksanaan pekerjaan. d. Varians Biaya dan Jadwal Terpadu Analisis varians sederhana dianggap kurang mencukupi untuk menganalisis kemajuan proyek, karena metode ini tidak mengintegrasikan aspek biaya dan jadwal. Untuk mengatasi hal tersebut indikator PV< EV< dan AC digunakan dalam menentukan Varians Biaya dan Varians Jadwal secara terpadu. Varians Biaya/Cost Varians (CV) dan Varians Jadwal/Schedule Varians (SV) menurut Iman Suharto, 1997., Dirumuskan sebagai berikut: Varians Biaya (CV) = EV AC atau CV = BCWP ACWP (2.2) Varians Jadwal (SV) = EV PV atau SV = BCWP BCWS ( 2.3) Kriteria untuk kedua indikator tersebut diatas baik itu CV (Cost Varians) maupun SV (Schedule Varians) ditabelkan oleh Iman Soeharto seperti tersebut dibawah ini: Tabel 2.1. Analisa Varians Terpadu Varians Jadwal Varians Biaya Keterangan Positive Positive Pekerjaaan terlaksana lebih cepat daripada jadwal dengan dengan biaya lebih kecil dari pada anggaran.
Nol Positive Positif Nol Nol Nol Negatif Negative Nol Negative Negatif Nol Positif Negative Sumber: Iman Suharto, 1997:273 Pekerjaan terlaksana tepat sesuai jadwal dengan biaya lebih rendah daripada anggaran. Pekerjaan terlaksana sesuai dengan anggaran dan selesai lebih cepat daripada jadwal. Pekerjaan telaksana sesuai jadwal dan anggaran Pekerjaan selesai terlambat dan menelan biaya lebih tinggi dari pada anggaran Pekerjaan terlaksana sesuai jadwal dengan menelan biaya di atas anggaran Pekerjaan selesai terlambat dan menelan biaya sesuai anggaran Pekerjaan selesai lebih cepat dari pada rencana dengan menelan biaya di atas anggaran e. Indeks Produktivitas dan Kinerja Pengelola proyek seringkali ingin mengetahui penggunaan sumber daya, yang dapat dinyatakan sebagai indeks produktivitas atau indeks kinerja. Indeks kinerja terdiri dari indeks kinerja biaya (Cost Performance Index = CPI) dan indeks kinerja jadwal ( Schedule Performance Index = SPI).
Indeks Kinerja Biaya atau (2.4) Indeks Kinerja Jadwal atau ( 2.5) Dengan kriteria indeks kinerja (performance index): 1. Indeks kinerja < 1, berarti pengeluaran lebih besar daripada anggaran atau waktu pelaksanaan lebih lama dari jadwal yang direncanakan. Bila anggaran dan jadwal sudah dibuat secara realistis, maka berarti ada sesuatu yang tidak benar dalam pelaksanaan kegiatan. 2. Indeks kinerja > 1, berarti kinerja penyelenggaraan proyek lebih baik dari perencanaan, dalam arti pengeluaran leebih kecil dari anggaran atau jawal lebih cepat dari rencana. 3. Indeks kinerja makin besar perbedaannya dari angka 1, maka makin besar penyimpangannya dari perencanaan dasar atau anggaran. Bahkan bila didapat angka yang terlalu tinggi berarti prestasi pelaksanaan pekerjaan sangat baik, perlu pengkajian lebih dalam apakah mungkin perencanaannya atau anggarannya justru yang tidak realistis. f. Proyeksi Pengeluaran Biaya dan Jangka Waktu Penyelesaian Proyek Membuat prakiraan biaya atau jadwal penyelesaian proyek berdasarkan atas indikator yang diperoleh saat pelaporan akan memberikan petunjuk besarnya biaya pada akhir proyek (Estimation at Completion = EAC) dan prakiraan waktu penyelesaian proyek (Estimation at Schedule = EAS). Prakiraan biaya atau jadwal bermanfaat karena memberikan peringatan dini mengenai hal-hal yang akan terjadi pada masa yang akan datang, bila kecenderungan yang ada pada saat pelaporan tidak mengalami perubahan. Bila pada pekerjaan tersisa dianggap kinerjanya tetap seperti pada saat pelaporan, maka perkiraan biaya untuk pekerjaan tersisa (ETC) adalah: ( 2.6)
Perhitungan terakhir biaya konstruksi (EAC) dihitung dengan menggunakan beberapa asumsi seperti dijelaskan dalam Tabel 2.2 berikut ini: Tabel 2.2. Alternatif perhitungan EAC Asumsi Performa biaya yang akan datang sama dengan seluruh performa biaya masa lampau Performa biaya yang akan datang akan sama dengan 3 alat pengukur masa lampau Performa biaya yang akan datang akan dipengaruhi Rumus
penambahan performa jadwal masa lampau Performa biaya yang akan datang digabungkan pada beberapa proporsi dai kedua indeksnya Sumber: Iman Suharto, 1997 ( 2.7) (2.8) ( 2.9) (2.10) Sedangkan prakiraan waktu seluruh pekerjaan: Dimana: BAC (Budget at Completion) SPI (Schedule Performance Index) CPI (Cost Performance Index) = Anggaran Biaya Proyek Total = Indeks Kinerja Jadwal = Indeks Kinerja Biaya ( 2.11) ( 2.12)
ETC(Estimation Temporary Cost) = Prakiraan Biaya untuk Pekerjaan Tersisa. EAC (Estimation All Completion) = Prakiraan Total Biaya Proyek ETS(Estimation Temporary Schedule)= Prakiraan Waktu untuk Pekerjaan Tersisa EAS (Estimation All Schedule) = Prakiraan Total Waktu Proyek 2.2.4. Estimasi Biaya langsung dan Biaya Tak Langsung 2.2.4.1. Biaya Langsung Biaya langsung adalah biaya yang dikeluarkan untuk material, tenaga kerja, peralatan dan jasa subkontraktor untuk pelaksanaan proyek sesuai dengan rencana dan spesifikasi di dalam lingkup pekerjaan. Pekerjaan subkontraktor merupakan paket kerja yang terdiri dari jasa dan material yang disediakan oleh subkontraktor. Inti dari prakiraan biaya secara detail adalah yang didasarkan pada penentuan jumlah material, tenaga kerja, peralatan dan jasa sunkontraktor yang merupakan bagian terbesar dari biaya total proyek yaitu berkisar antara 85%, yang terdiri dari biaya peralatan sebesar 20-25%, material curah 20-25%, biaya konstruksi dilapangan yaitu tenaga kerja, jasa subkontraktor 45-50% (George J. Ritz, 1994). Penentuan estimasi biaya untuk material perlu dipertimbangkan pengaruhnya terhadap faktor kuantitas dan faktor waktu. Faktor kuantitas dari setiap jenis material dapat diperoleh penghematan dari segi biaya. Demikian juga pertimbangan terhadap faktor waktu saat pemasaran sampai saat penerimaan material di lokasi. Biaya untuk peralatan bisa berupa biaya penyewaan ataupun biaya pembelian biaya konstruksi yang digunakan sebagai sarana untuk pelaksanaan pekerjaan konstruksi seperti truck, crane, fork-lift, grader, scraper dan sebagainya. Biaya tenaga kerja meliputi tenaga kerja dilapangan, sedangkan tenaga ahli dibidang konstruksi termasuk biaya overhead lapangan dan merupakan biaya tidak langsung. Identifikasi biaya tenaga kerja/jam orang merupakan penjabaran dan kajian yang
mendalam merupakan faktor yang amat penting dalam menentukan perkiraan biaya konstruksi. Juga aspek lain seperti aspek produktivitas tenaga kerja, tingkatan gaji, keahlian dan lain-lain. 2.2.4.2 Biaya Tidak Langsung Dalam penentuan estimasi biaya proyek dikenal biaya tidak langsung yang umumnya disebut biaya overhead yang terdiri dari biaya overhead lapangan dan overhead kantor. Overhead lapangan adalah termasuk semua biaya untuk operasi dari semua aktivitas pekerjaan dilapangan yang tidak termasuk didalam biaya langsung. Biaya tidak langsung dilapangan (overhead lapangan) berkisar antara 8-12% dari total biaya konstruksi, sedangkan biaya overhead kantor adalah 3-5% dari total biaya proyek (George J. Ritz, 1994). Beberapa bagian utama dari biaya overhead lapangan antara lain adalah : 1. Biaya pengadaan bangunan sementara dan berbagai fasilitas proyek seperti pagar, gedung, direksi kit, jalan masuk, kantor, drainase, perumahan sementara untuk tenaga kerja. 2. Gaji karyawan dan staf di lapangan 3. Keamanan dan keselamatan lokasi proyek 4. Sistem utilitas kebutuhan proyek seperti air, listrik, telephon. 5. Pengaturan material dan gudang 6. Transportasi dan perlengkapan konstruksi seperti lift, crane, truck 7. Perumahan tenaga kerja 8. Alat komunikasi dan pelayanan 9. Biaya laboratorium, pengujian lapangan, biaya pengawasan 10. Dewatering (pemompaan) air tanah dan sebagainya. Biaya overhead kantor meliputi: 1. Gaji karyawan dan staf kantor
2. Peralatan dan kebutuhan kantor, sewa kantor, pemasaran, reklame 3. Sistem utilitas kantor, air listrik, telephon 4. Asuransi, pembayaran bunga pinjaman 5. Pengurusan ijin dan pajak PPN, PPh 6. Sumbangan/pungutan 7. Biaya perjalanan dinas dan akomodasi dan lain-lain BAB III
METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif, yaitu penelitian yang menggunakan data-data terukur. Analisis dikumpulkan, lalu disusun, dijelaskan, kemudian dianalisis sehingga menghasilkan hasil akhir yang dapat disimpulkan. Sedangkan deskriptif maksudnya adalah dengan menjelaskan masalah-masalah yang sudah terkait. 3.2. Pengumpulan Data Data-data yang diperlukan antara lain adalah: 1. Laporan mingguan/harian jumlah tenaga kerja berdasarkan laporan konsultan pengawas. 2. Daftar harga satuan dan upah tenaga kerja. 3. Rekapitulasi perhitungan proyek. Data-data tersebut ditunjukkan pada lampiran. 3.3. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data merupakan cara-cara yang digunakan untuk mendapatkan data. Data diperoleh dari konsultan pengawas yang melakukan pengawasan pembangunan proyek tersebut. Daftar harga dan bahan sebagian diperoleh dari pelaksanaan proyek di lapangan. 3.4. Tahap dan Prosedur Penelitian Tahapan dalam analisis data merupakan urutan langkah yang dilaksanakan secara sistematis dan logis sesuai dasar teori permasalahan sehingga didapat analisis yang
akurat untuk mencapai tujuan penulis. Tahapan dalam penelitian ini adalah sebagi berikut: a. Tahap I Sebelum melakukan penelitian perlu dilakukan studi literatur untuk memperdalam ilmu yang berkaitan dengan topik penelitian. Kemudian menentukan rumusan masalah sampai dengan kompilasi data. b. Tahap II Menghitung biaya langsung, biaya tak langsung, pajak, dan total biaya konstruksi. Biaya langsung dihitung dari laporan harian proyek yang diuangkan. Dalam laporan tersebut terdapat kebutuhan pekerja, alat, dan mareial tiap harinya. Ketersediaan kebutuhan tersebut diuangkan tiap harinya. Kemudian diakumulasikan dari minggu ke-1 sampai ke-14. Biaya tak langsung dihitung dari presentase terhadap biaya konstruksi. Pajak diestimasikan 10% dari total biaya langsung dan tak langsung. Biaya total konstruksi dihitung dari penjumlahan biaya langsung dan tak langsung serta ditambah pajak. c. Tahap III Menghitung ACWP, BCWP, BCWS. ACWP dihitung dari total biaya langsung dan tak langsung (minggu ke-1 sampai ke-) sedangkan untuk minggu ke-14 dihitung dari total biaya langsung, biaya tak langsung dan pajak. BCWP dihitung dari bobot actual terhadap seluruh pekerjaan terhadap nilai kontrak. BCWS dihitung dari bobot pekerjaan terhadap rencana anggaran biaya. d. Tahap IV Menghitung CV, CPI, SPI, ETC. CV dihitung dari selisih BCWP dengan ACWP. CPI dihitung dari perbandingan BCWP dengan ACWP. SPI dihitung dari BCWP/BCWS. ETC dihitung dari selisih BAC dengan BCWP dibagi CPI. e. Tahap V Menghitung EAC. EAC dihitung dengan menggunakan rumus ACWP + (BAC- BCWP)/(CPI) f. Tahap VI
Pembahasan dan kesimpulan. Pembahasan ini menjelaskan tentang perhitungan yang telah dilakukan. Kesimpulan disebut juga pengambilan keputusan. Pada tahap ini, data yang telah dianalisa dibuat suatu kesimpulan yang berhubungan dengan tujuan penelitian. Tahapan penelitian secara skematis dalam bentuk bagan alir dapat dilihat pada Gambar 3.1.
Mulai Studi Literatur Pengambilan Data Analisis Data Biaya langsung, Biaya Tak Langsung, Total Biaya Konstruksi (kebutuhan tenaga kerja, bahan, dan sewa alat) ACWP (Actual Cost of Work Perform) Biaya langsung + Biaya Tak Langsung + Pajak (minggu ke-14) BCWS (Budgeted Cost of Work Perform) Bobot Rencana x Nilai Kontrak SPI (Schedule Performance Index) CPI (Cost Performace Index) CV (Cost Variance) ETC (Estimation Temporary Schedule) BCWP/BCWS BCWP/ACWP EAC (Estimation All Completion) Pembahasan Kesimpulan Selesai
BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN Pada sub bab ini disajikan analisis data dan perhitungan tabulasi analisis identifikasi varians dan konsep nilai hasil. Semua perhitungan dalam penelitian ini dilakukan dengan bantuan program microsoft Excel. 4.1. Actual Cost of Work Performance (ACWP) Actual Cost Proyek pembangunan gedung perkuliahan FISIPOL Universitas Gadjah Mada ini didapat dari biaya langsung ditambah biaya tidak langsung dan pajak. Biaya langsung dihitung dari laporan harian yang diuangkan, pajak hanya dibayarkan pada minggu terakhir. 4.1.1. Perhitungan Biaya Langsung Biaya langsung dihitung dari laporan harian proyek. Laporan harian melaporkan kebutuhan tenaga kerja, alat, dan material. Upah pekerja, bahan material, dan sewa alat didapat dari kontraktor. Dengan mengalikan jumlah kebutuhan tenaga kerja dengan upah, alat dengan harga sewa alat, dan bahan material dengan harga material kemudian menjumlahkannya dapat diketahui besarnya biaya langsung tiap hari yang dikeluarkan proyek tersebut. Dalam 1 minggu terdapat 6-7 hari kerja dengan masa penelitian 36 minggu, sehingga terdapat 252 lembar hitungan biaya langsung. Berikut contoh perhitungan biaya langsung pada minggu ke-2 dapat dilihat pada Tabel 4.1. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran A.
Tabel 4.1. Perhitungan Biaya Langsung Minggu ke-2 Tenaga Jumlah Project Manager 1 Site Manager 1 Supervisor 2 Dra er 1 Administrasi 1 Surveyor 1 Helper Mekanik 1 Logistik 1 Upah (Rp) Harga bahan (Rp) Jumlah (Rp) Tukang Kayu 19 45,000 855,000 Tukang Besi Tukang Batu 1 37000 Tukang Cor Tenaga Cat 21 40,000 Tenaga harian 9 35000 Pekerja 51 35,000-37,000-840,000 315,000 1,785,000 Bahan - Seng 240 20,110 4,826,400 Conblok 372.6 12,035 4,484,241 Papan 9.5 3,518,420 33,424,990 Paku 1.365 11,060 15,097 Cat 312.44 18,396 5,747,646 Kayu 6/12 cm 5.475 2,714,210 14,860,300
Panel 24 376,970 9,047,280 Batu kali 24.57 342,962 8,426,576 Classibord 102.02 75,390 7,691,288 Bata merah 6600 450 2,970,000 Pasir pasang 35.69 65,340 2,331,985 Minggu Ke Biaya Langsung Minggu Ke Biaya Langsung Minggu Ke Biaya Langsung Alat-alat - Palu 2 - Benang 2 - Kuas 21 7,040 147,840 Linggis 5 - Tang 1 Waterpass 1 Theodolith 1 Exavator 1 Total 97,805,643 Total biaya langsung dari minggu ke-1 sampai dengan minggu ke-36 adalah Rp 17.435.630.565. Data selengkapnya terdapat pada Tabel 4.2. Tabel 4.2. Perhitungan Total Biaya Langsung
1 36,235,800 13 626,654,450 25 435,600,550 2 97,805,643 14 787,800,500 26 358,950,000 3 67,203,607 15 563,230,450 27 1,452,507,500 4 103,450,600 16 624,850,050 28 82,545,000 5 217,458,500 17 834,450,000 29 1,545,565,000 6 556,750,900 18 463,400,500 30 1,023,580,900 7 113,215,750 19 302,402,500 31 865,785,000 8 345,675,050 20 145,650,000 32 630,453,250 9 360,078,600 21 0 33 313,050,850 10 376,050,650 22 69,650,750 34 397,560,500 11 438,567,000 23 375,234,000 35 786,750,000 12 825,355,875 24 465,780,000 36 746,330,840 Total 17,435,630,565 4.1.2. Perhitungan Biaya Tak Langsung dan Total Biaya Konstruksi. Total biaya konstruksi dihitung dengan rumus: Total Biaya Konstruksi = Biaya langsung + Biaya Tak Langsung Biaya langsung proyek 85% dari total biaya konstruksi dan biaya tak langsung proyek 15% dari total biaya konstruksi (George J. Ritz, 1994) Total Biaya Konstruksi = Biaya langsung + Biaya Tak Langsung 0.85 Total Biaya Konstruksi = Rp 17,435,630,565 Total Biaya Konstruksi = Total Biaya Konstruksi = Rp 20,512,506,547 Biaya Tak Langsung = 0.15 x Total Biaya Konstruksi = 0.15 x Rp 20,512,506,547 = Rp 3,076,875,982.06
Biaya Tak Langsung tiap minggu = Rp 3,076,875,982.06 : 36 = Rp 85,468,777 Biaya tidak langsung diasumsi sama selama 36 minggu. Pajak diestimasi 10% dari total biaya langsung dan tak langsung. Pajak = 10% x (Biaya langsung + Biaya Tak langsung) = 10 % x (Rp17,435,630,565 + Rp 3,076,875,982.06) = Rp 2,051,250,654 4.1.3. Perhitungan Actual Cost of Work Performance (ACWP) tiap minggu Actual Cost of Work Performance (ACWP) dihitung dari penjumlahan biaya langsung, biaya tak langsung dan pajak. Pajak dijumlahkan hanya pada minggu terakhir (minggu ke-36). Biaya tak langsung tiap minggu didapat dari total biaya tak langsung dibagi jumlah minggu yang ada. Perhitungan ACWP selengkapnya ada pada Tabel 4.3. Tabel 4.3. Perhitungan Actual Cost of Work Performance (ACWP) Minggu Ke Biaya Langsung (Rp) Biaya Tak Langsung (Rp) ACWP (Rp) ACWP Komula.f (1) (2) (3) (4) (5) 1 36,235,800 85,468,777 121,704,577 121,704,577 2 97,805,600 85,468,777 183,274,377 304,978,955 3 67,203,650 85,468,777 152,672,427 457,651,382 4 103,450,600 85,468,777 188,919,377 646,570,759 5 217,458,500 85,468,777 302,927,277 949,498,036 6 556,750,900 85,468,777 642,219,677 1,591,717,713 7 113,215,750 85,468,777 198,684,527 1,790,402,240 8 345,675,050 85,468,777 431,143,827 2,221,546,067 9 360,078,600 85,468,777 445,547,377 2,667,093,444 10 376,050,650 85,468,777 461,519,427 3,128,612,871 11 438,567,000 85,468,777 524,035,777 3,652,648,648 12 825,355,875 85,468,777 910,824,652 4,563,473,300
13 626,654,450 85,468,777 712,123,227 5,275,596,527 14 787,800,500 85,468,777 873,269,277 6,148,865,804 15 563,230,450 85,468,777 648,699,227 6,797,565,031 16 624,850,050 85,468,777 710,318,827 7,507,883,858 17 834,450,000 85,468,777 919,918,777 8,427,802,635 18 463,400,500 85,468,777 548,869,277 8,976,671,912 19 302,402,500 85,468,777 387,871,277 9,364,543,189 20 145,650,000 85,468,777 231,118,777 9,595,661,966 21-85,468,777 85,468,777 9,681,130,743 22 69,650,750 85,468,777 155,119,527 9,836,250,270 23 375,234,000 85,468,777 460,702,777 10,296,953,047 24 465,780,000 85,468,777 551,248,777 10,848,201,824 25 435,600,550 85,468,777 521,069,327 11,369,271,151 26 358,950,000 85,468,777 444,418,777 11,813,689,928 27 1,452,507,500 85,468,777 1,537,976,277 13,351,666,205 28 82,545,000 85,468,777 168,013,777 13,519,679,982 29 1,545,565,000 85,468,777 1,631,033,777 15,150,713,759 30 1,023,580,900 85,468,777 1,109,049,677 16,259,763,436 31 865,785,000 85,468,777 951,253,777 17,211,017,213 32 630,453,250 85,468,777 715,922,027 17,926,939,240 33 313,050,850 85,468,777 398,519,627 18,325,458,867 34 397,560,500 85,468,777 483,029,277 18,808,488,144 35 786,750,000 85,468,777 872,218,777 19,680,706,921 36 746,330,840 85,468,777 2,883,050,271 22,563,757,191 Keterangan: Kolom 4 = kolom 2 + kolom 3 Minggu ke-36, kolom 4 = kolom 2 + kolom 3 + pajak (Rp 2,051,250,654) Kolom 5 = komulatif dari kolom 4 4.2. Budget Cost of Work Schedule (BCWS) BCWS dihitung dari bobot rencana pekerjaan yang dilaksanakan dalam jadwal pelaksanaan proyek dikali dengan rencana anggaran biaya (rab) kemudian diakumulasikan tiap minggunya, yang dapat dirumuskan sebagai berikut: BCWS = (% bobot rencana) x (anggaran)
Perhitungan BCWS komulatif minggu ke-1 (13-17 April 2011) pada pekerjaan persiapan antara lain pekerjaan bongkar conblok lama, pembersihan lokasi, pengukuran dan pemasangan bouwplank, pagar proyek (sewa), direksi kit (sewa), sedangkan untuk pekerjaan tanah, pekerjaan beton dan tangga belum dilakukan di minggu ke-1. Contoh perhitungan BCWS pada item pekerjaan bongkar conblok lama: BCWS = (% bobot rencana) x anggaran BCWS = = Rp 2,142,000 Dari item pekerjaan diakumulasikan sehingga didapat jumlah BCWS minggu ke-1 Rp 20,512,471. Tabel 4.4. Perhitungan Budget Cost of Work Schedule (BCWS) minggu ke-1
Total 0.086 20,512,470 84 Hasil perhitungan BCWS masing-masing minggu dapat dilihat pada Tabel 4.5. Tabel 4.5. Perhitungan Budget Cost of Work Schedule (BCWS) Minggu ke BAC (Rp) Bobot Rencana (%) BCWS (Rp) BCWS Komula.f (Rp) (1) (2) (3) (4) (5) 1 23,800,000,00 0 0.086 20,512,471 20,512,471 2 23,800,000,00 0 0.086 20,512,471 41,024,942 3 23,800,000,00 0 0.086 20,512,471 61,537,413 4 23,800,000,00 0 0.097 23,171,175 84,708,588 5 23,800,000,00 0 0.108 25,667,221 110,375,809 6 23,800,000,00 0 0.197 46,772,734 157,148,543 7 23,800,000,00 0 1.261 300,033,692 457,182,234 8 23,800,000,00 0 1.503 357,687,838 814,870,072 9 23,800,000,00 0 2.577 613,219,821 1,428,089,893 10 23,800,000,00 0 3.684 876,682,682 2,304,772,575 11 23,800,000,00 0 3.495 831,805,907 3,136,578,482 12 23,800,000,00 0 5.012 1,192,755,342 4,329,333,824 13 23,800,000,00 0 4.973 1,183,622,480 5,512,956,304 14 23,800,000,00 0 3.714 884,046,767 6,397,003,071 15 23,800,000,00 0 2.325 553,303,475 6,950,306,546 16 23,800,000,00 0 3.153 750,322,584 7,700,629,129 17 23,800,000,00 0 4.367 1,039,411,895 8,740,041,024 18 23,800,000,00 0 3.920 932,891,552 9,672,932,576 19 23,800,000,00 0 3.867 920,450,733 10,593,383,309 20 23,800,000,00 0 1.480 352,311,797 10,945,695,106
21 23,800,000,00 0 0.000 22 23,800,000,00 0 0.000 23 23,800,000,00 0 1.821 24 23,800,000,00 0 2.601 25 23,800,000,00 0 4.141 26 23,800,000,00 0 5.472 27 23,800,000,00 0 4.202 28 23,800,000,00 0 4.617 29 23,800,000,00 0 5.675 30 23,800,000,00 0 7.364 31 23,800,000,00 0 7.276 32 23,800,000,00 0 6.610 33 23,800,000,00 0 3.643 34 23,800,000,00 0 0.473 35 23,800,000,00 0 0.117 36 23,800,000,00 0 0.000-10,945,695,106-10,945,695,106 433,340,503 11,379,035,609 618,963,769 11,997,999,378 985,627,366 12,983,626,744 1,302,280,565 14,285,907,309 1,000,001,911 15,285,909,220 1,098,767,168 16,384,676,388 1,350,576,327 17,735,252,715 1,752,544,344 19,487,797,059 1,731,735,221 21,219,532,280 1,573,125,886 22,792,658,166 867,034,509 23,659,692,675 112,506,863 23,772,199,539 27,800,461 23,800,000,000-23,800,000,000 Keterangan: Kolom 4 = kolom 2 x kolom 3 Kolom 5 = komulatif dari kolom 4 4.3. Budget Cost of Work Performance (BCWP) Budget Cost of Work Performance (BCWP) dihitung dari bobot aktual terhadap seluruh pekerjaan dikali dengan besarnya nilai kontrak, kemudian diakumulasikan tiap minggunya. Bobot aktual terhadap seluruh pekerjaan diperoleh dari laporan kemajuan proyek, sesuai dengan Rumus 2.1: BCWP = (% bobot aktual) x (anggaran) Contoh perhitungan BCWP pada minggu ke-10 (13-19 pekerjaan pasangan batu andesit kolom: Juni 2011) pada item
BCWP = (% bobot aktual ) x (anggaran) BCWP = = Rp 22,610,000 Tabel 4.6. Perhitungan Budget Cost of Work Performance (BCWP) minggu ke- 10
22 tambah janggutan plafon gypsump lt1 s/d lt4 lobby 23,800,000,000 - - 23 pasang GRC krazu dinding li ltg s/d lt4 23,800,000,000 - - - - - - IV pekerjaan finishing - - 1 pekerjaan cat interior ltb ( 䳰 dak dikerjakan) 23,800,000,000 - - 2 pekerjaan cat interior ltg ( 䳰 dak dikerjakan) 23,800,000,000 - - Catatan: item no 1&2, di dalam BA Teknis Aanwizing (pasal A.IV) pekerjaan cat interior lt. B & G dihilangkan ( 晐 dak dikerjakan) 23,800,000,000 - - 3 pekerjaan cat interior lt1 23,800,000,000 - - 4 pekerjaan cat interior lt2 23,800,000,000 - - 5 pekerjaan cat interior lt3 23,800,000,000 0.019 4,522,000 6 pekerjaan cat interior lt4 23,800,000,000 0.007 1,666,000 7 pekerjaan cat exterior ltg 23,800,000,000 0.004 952,000 8 pekerjaan cat exterior lt1 23,800,000,000 0.006 1,428,000 9 pekerjaan cat exterior lt2 23,800,000,000 0.006 1,428,000 10 pekerjaan cat exterior lt3 23,800,000,000 0.006 1,428,000 11 pekerjaan cat exterior lt4 23,800,000,000 0.008 1,904,000 12 pekerjaan cat exterior sirip sirip fasad 23,800,000,000 0.040 9,520,000 13 penutup dilatasi lantai ltb 23,800,000,000 - - 14 penutup dilatasi lantai ltg 23,800,000,000 - - 15 penutup dilatasi lantai lt1 23,800,000,000 - - 16 penutup dilatasi lantai lt2 23,800,000,000 - - 17 penutup dilatasi lantai lt3 23,800,000,000 - - 18 penutup dilatasi lantai lt4 23,800,000,000 - - 19 penutup dilatasi kolom ltb 23,800,000,000 - - 20 penutup dilatasi kolom ltg 23,800,000,000 - - 21 penutup dilatasi kolom lt1 23,800,000,000 - - 22 penutup dilatasi kolom lt2 23,800,000,000 - - 23 penutup dilatasi kolom lt3 23,800,000,000 - - 24 penutup dilatasi kolom lt4 23,800,000,000 - - 25 penutup dilatasi plat talang atap 23,800,000,000 - - 26 pasang washtafel ltb 23,800,000,000 - - 27 pasang kaca cermin ltb 23,800,000,000 - - 28 reflektor lampu ACP (wika) 23,800,000,000 - - 29 external wall coa 䳰 ng ( textur granite body coat) 23,800,000,000 - - - I LANTAI BASEMENT -3900-1 pekerjaan persiapan -
a. Pembersihan lokasi 23,800,000,000 - - b. Papan nama proyek 23,800,000,000 - - c. Pengukuran dan pemasangan bouwplank 23,800,000,000 - - d. Pagar proyek (sewa) 23,800,000,000 0.004 952,000 e. Listrik dan air kerja 23,800,000,000 0.002 476,000 f. Direksi kit (sewa) 23,800,000,000 - - - - - - 4 pekerjaan tangga ltb - - a. plat tangga ltb 23,800,000,000 0.014 3,332,000 b. plat bordes ltb 23,800,000,000 0.005 1,190,000 c. Balok B5 300x500 ltb 23,800,000,000 0.001 238,000 - - 5 pekerjaan pit li ltb - - a. galian pit li 23,800,000,000 - - b. urug pasir 10cm bawah pit li 23,800,000,000 - - c. rabat beton 7cm bawah pit li 23,800,000,000 - - d. Plat beton t=20cm S3 ltb 23,800,000,000 - - e. plat dinding beton t=15cm 23,800,000,000 - - f. balok sloof TB2 23,800,000,000 - - - - II LANTAI GROUND -0070 - - 1 Pekerjaan Beton ltg 23,800,000,000 - - a. Kolom K1 550x800 ltg 23,800,000,000 0.310 73,780,000 b. Kolom K3 450x450 ltg 23,800,000,000 0.308 73,304,000 c. Kolom K4 450x450 ltg 23,800,000,000 0.131 31,178,000 d. Kolom K5 450x450 ltg 23,800,000,000 0.080 19,040,000 e. Kolom K6 450x450 ltg 23,800,000,000 0.061 14,518,000 f. Balok B3 300x500 ltg 23,800,000,000 0.104 24,752,000 g. Balok B4 300x500 ltg 23,800,000,000 0.083 19,754,000 h. Balok B5 300x500 ltg 23,800,000,000 0.089 21,182,000 i. Balok B6 250x500 ltg 23,800,000,000 0.001 238,000 j. Balok B7 200x500 ltg 23,800,000,000 0.012 2,856,000 k. Balok B8 300x500 ltg 23,800,000,000 - - l. Plat lantai t=12cm S1 (spandeck) ltg 23,800,000,000 0.222 52,836,000 m. Plat beton t=12cm S4 ltg 23,800,000,000 - - n. besi stage balok 23,800,000,000 - - o. besi stage plat 23,800,000,000 - - p. Balok B12 150x400 ltg 23,800,000,000 0.009 2,142,000
q. Plat beton t=7cm ltg 23,800,000,000 0.013 3,094,000 - - 2 pekerjaan tangga ltg - - a. plat tangga ltg 23,800,000,000 - - b. plat bordes ltg 23,800,000,000 - - c. Balok B5 300x500 ltg 23,800,000,000 - - - - 3 pekerjaan li ltg - - a. plat dinding beton t=15cm ltg 23,800,000,000 - - b. Balok B3 300x500 ltg 23,800,000,000 0.035 8,330,000 - - III LANTAI 01 +4700 - - 1 Pekerjaan Beton lt1 23,800,000,000 - - a. Kolom K1 550x800 lt1 23,800,000,000 - - b. Kolom K3 450x450 lt1 23,800,000,000 - - c. Kolom K4 450x450 lt1 23,800,000,000 - - d. Kolom K5 450x450 lt1 23,800,000,000 - - e. Kolom K6 450x450 lt1 23,800,000,000 - - f. Kolom K7 450x450 lt1 23,800,000,000 - - g. Balok B3 300x500 lt1 23,800,000,000 0.005 1,190,000 h. Balok B4 300x500 lt1 23,800,000,000 0.020 4,760,000 i. Balok B5 300x500 lt1 23,800,000,000 0.018 4,284,000 j. Balok B6 250x500 lt1 23,800,000,000 - - k. Balok B7 200x500 lt1 23,800,000,000 0.007 1,666,000 l. Balok B8 300x500 lt1 23,800,000,000 0.008 1,904,000 m. Plat lantai t=12cm S1 (spandeck) lt1 23,800,000,000 - - n. Plat beton t=12cm S4 lt1 23,800,000,000 0.078 18,564,000 o. Plat beton waffle t=12cm lantai +4700 23,800,000,000 - - p. Balok BW1 600x1400 23,800,000,000 - - q. Balok BW2 600x1400 23,800,000,000 - - r. Balok BW3 600x1150 23,800,000,000 - - s. Balok BW4 600x825 23,800,000,000 - - t. Balok BW5 600x725 23,800,000,000 - - u. Balok BWA 150x600 23,800,000,000 - - v. besi stage balok 23,800,000,000 - - w. besi stage plat 23,800,000,000 - - x. Balok B12 150x400 lt1 23,800,000,000 - - y. Plat beton t=7cm lt1 23,800,000,000 - - - - -
I Pekerjaan Persiapan - 1 pembersihan lahan 23,800,000,000 - - 2 pekerjaan cut 23,800,000,000 0.042 9,996,000 3 pekerjaan fill 23,800,000,000 0.243 57,834,000 4 bongkar conblok lama 23,800,000,000 - - - - - - - - Total 2 198 523,124,000 Hasil perhitungan BCWP selama 36 minggu dapat dilihat pada Tabel 4.7. Tabel 4.7. Perhitungan Budget Cost of Work Performance (BCWP) Minggu ke BAC (Rp) Bobot Aktual (%) BCWP (Rp) BCWP Komula.f (Rp) (1) (2) (3) (4) (5) 1 23,800,000,000 0.092 21,896,000 21,896,000 2 23,800,000,000 0.146 34,748,000 56,644,000 3 23,800,000,000 0.330 78,540,000 135,184,000 4 23,800,000,000 1.041 247,758,000 382,942,000 5 23,800,000,000 1.142 271,796,000 654,738,000 6 23,800,000,000 3.308 787,304,000 1,442,042,000 7 23,800,000,000 0.735 174,930,000 1,616,972,000 8 23,800,000,000 2.312 550,256,000 2,167,228,000 9 23,800,000,000 2.231 530,978,000 2,698,206,000 10 23,800,000,000 2.198 523,124,000 3,221,330,000 11 23,800,000,000 2.662 633,556,000 3,854,886,000 12 23,800,000,000 3.957 941,766,000 4,796,652,000 13 23,800,000,000 3.054 726,852,000 5,523,504,000 14 23,800,000,000 3.834 912,492,000 6,435,996,000 15 23,800,000,000 2.205 524,790,000 6,960,786,000 16 23,800,000,000 3.118 742,084,000 7,702,870,000 17 23,800,000,000 3.885 924,630,000 8,627,500,000 18 23,800,000,000 2.924 695,912,000 9,323,412,000 19 23,800,000,000 1.565 372,470,000 9,695,882,000 20 23,800,000,000 0.932 221,816,000 9,917,698,000
21 23,800,000,000 - - 9,917,698,000 22 23,800,000,000 0.692 164,696,000 10,082,394,000 23 23,800,000,000 2.519 599,522,000 10,681,916,000 24 23,800,000,000 2.788 663,544,000 11,345,460,000 25 23,800,000,000 2.241 533,358,000 11,878,818,000 26 23,800,000,000 2.415 574,770,000 12,453,588,000 27 23,800,000,000 6.637 1,579,606,000 13,815,900,000 28 23,800,000,000 0.531 126,378,000 13,942,278,000 29 23,800,000,000 7.788 1,853,544,000 15,795,822,000 30 23,800,000,000 4.600 1,094,800,000 16,890,622,000 31 23,800,000,000 4.022 957,236,000 17,847,858,000 32 23,800,000,000 3.304 786,352,000 18,634,210,000 33 23,800,000,000 1.901 452,438,000 19,086,648,000 34 23,800,000,000 2.453 583,814,000 19,670,462,000 35 23,800,000,000 6.371 1,516,298,000 21,186,760,000 36 23,800,000,000 9.821 2,337,398,000 23,524,158,000 Keterangan: Kolom 4 = kolom 2 x kolom 3 Kolom 5 = komulatif dari kolom 4 Pengeluaran biaya pada minggu ke-36 antara lain untuk pembelian alumunium composite panel rangka metal furing dan pasang sirip fasad alumunium composite panel sebesar Rp 1,291M, jendela dan pintu (fin. Anodize), plafon gipsum, cat exterior, cat coating textur, pintu (emergency steel door), pasangan batu alam, lampu LED smart panel, amatur lampu waffle, lampu kolom, cable tray dan lain-lain yang totalnya mencapai Rp 2,337,398,000. Dari tabel dapat diketahui bahwa, total biaya konstruksi tanpa memperhitungkan bunga selama masa konstruksi adalah sebesar Rp 23.524.158.000,00 Total biaya konstruksi dengan memperhitungkan bunga selama masa konstruksi, dengan asumsi bunga sebesar i = 12% per tahun, dan masa konstruksi n = 36 minggu dengan nilai Present Value (PV) masing-masing minggu dihitung dengan Rumus 2.13:
Hasil perhitungan total biaya konstruksi dengan memperhitungkan bunga selama masa konstruksi dapat dilihat pada Tabel 4.8. abel 4.8. Perhitungan Budget Cost of Work Performance (BCWP) Dengan bunga i = 0.25%
Keterangan: Kolom 4 = kolom 2 x kolom 3 Kolom 5 = kolom 4 x (1 + i) kolom 1 Kolom 6 = komulatif dari kolom 5 Dari tabel dapat diketahui bahwa, total biaya konstruksi dengan memperhitungkan bunga selama masa konstruksi adalah sebesar Rp 24.915.251.041,00 4.4. Cost Performance Index (CPI) Cost Performance Index (CPI) dihitung dengan menggunakan Rumus 2.4. Contoh perhitungan CPI pada minggu ke-15: CPI = = = Perhitungan CPI selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 4.9. Tabel 4. 9. Perhitungan Cost Performance Index (CPI)
Minggu BCWP Komula.f ACWP ke (Rp) Komula.f (Rp) CPI (1) (2) (3) (4) 1 21,896,000 121,704,577 0.1799111 2 56,644,000 304,978,955 0.1857308 3 135,184,000 457,651,382 0.2953864 4 382,942,000 646,570,759 0.5922662 5 654,738,000 949,498,036 0.6895622 6 1,442,042,000 1,591,717,713 0.9059659 7 1,616,972,000 1,790,402,240 0.9031334 8 2,167,228,000 2,221,546,067 0.9755494 9 2,698,206,000 2,667,093,444 1.0116653 10 3,221,330,000 3,128,612,871 1.0296352 11 3,854,886,000 3,652,648,648 1.0553673 12 4,796,652,000 4,563,473,300 1.0510968 13 5,523,504,000 5,275,596,527 1.0469914 14 6,435,996,000 6,148,865,804 1.0466964 15 6,960,786,000 6,797,565,031 1.0240117 16 7,702,870,000 7,507,883,858 1.0259709 17 8,627,500,000 8,427,802,635 1.0236951 18 9,323,412,000 8,976,671,912 1.0386268 19 9,695,882,000 9,364,543,189 1.0353823 20 9,917,698,000 9,595,661,966 1.0335606 21 9,917,698,000 9,681,130,743 1.0244359 22 10,082,394,000 9,836,250,270 1.0250241 23 10,681,916,000 10,296,953,047 1.0373861 24 11,345,460,000 10,848,201,824 1.0458378 25 11,878,818,000 11,369,271,151 1.0448179 26 12,453,588,000 11,813,689,928 1.0541658 27 13,815,900,000 13,351,666,205 1.0347697 28 13,942,278,000 13,519,679,982 1.0312580 29 15,795,822,000 15,150,713,759 1.0425794 30 16,890,622,000 16,259,763,436 1.0387988 31 17,847,858,000 17,211,017,213 1.0370019 32 18,634,210,000 17,926,939,240 1.0394530 33 19,086,648,000 18,325,458,867 1.0415372 34 19,670,462,000 18,808,488,144 1.0458290 35 21,186,760,000 19,680,706,921 1.0765243 36 23,524,158,000 22,563,757,191 1 0425639
Keterangan: Kolom 4 = kolom 2 : kolom 3 Dari hasil hitungan minggu ke-36 terlihat nilai CPI sebesar 1.0425639 > 1. Menunjukkan bahwa dalam proyek pembangunan gedung FISIPOL UGM, kinerja penyelenggaraan proyek lebih baik dari perencanaan, dalam arti pengeluaran lebih kecil dari anggaran. 4.5. Cost Varians (CV) Cost Varians (CV) dihitung dengan Rumus 2.2. Contoh perhitungan Cost Varians (CV) pada minggu ke-25: CV = BCWP-ACWP = Rp 11,878,818,000 Rp 11,369,271,151 =Rp 509,546,849 Perhitungan CV selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 4.10. Tabel 4.10. Perhitungan Cost Varians (CV) Minggu BCWP Komula.f ACWP ke (Rp) Komula.f (Rp) CV Komula.f (1) (2) (3) (4) 1 21,896,000 121,704,577-99,808,577 2 56,644,000 304,978,955-248,334,955 3 135,184,000 457,651,382-322,467,382 4 382,942,000 646,570,759-263,628,759 5 654,738,000 949,498,036-294,760,036
6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 1,442,042,000 1,591,717,713-149,675,713 1,616,972,000 1,790,402,240-173,430,240 2,167,228,000 2,221,546,067-54,318,067 2,698,206,000 2,667,093,444 31,112,556 3,221,330,000 3,128,612,871 92,717,129 3,854,886,000 3,652,648,648 202,237,352 4,796,652,000 4,563,473,300 233,178,700 5,523,504,000 5,275,596,527 247,907,473 6,435,996,000 6,148,865,804 287,130,196 6,960,786,000 6,797,565,031 163,220,969 7,702,870,000 7,507,883,858 194,986,142 8,627,500,000 8,427,802,635 199,697,365 9,323,412,000 8,976,671,912 346,740,088 9,695,882,000 9,364,543,189 331,338,811 9,917,698,000 9,595,661,966 322,036,034 9,917,698,000 9,681,130,743 236,567,257 10,082,394,000 9,836,250,270 246,143,730 10,681,916,000 10,296,953,047 384,962,953 11,345,460,000 10,848,201,824 497,258,176 25 11,878,818,000 11,369,271,151 509,546,849 26 11,813,689,928 639,898,072
Keterangan: Kolom 4 = kolom 2 kolom 3 Dari hasil hitungan minggu ke-36 terlihat nilai CV sebesar + Rp 960,400,809. Hal ini menunjukkan bahwa dalam proyek pembangunan gedung FISIPOL UGM, biaya yang dikeluarkan kontraktor lebih kecil dari anggaran yang tersedia yaitu Rp 23.800.000.000 atau mendapatkan keuntungan Rp 960,400,809. 4.6. Estimation Temporary Cost (ETC) Estimation Temporary Cost (ETC) dihitung untuk mengetahui prakiraan biaya untuk pekerjaan yang tersisa. Dihitung dengan Rumus 2.6: ETC = Contoh perhitungan ETC pada minggu ke-15:
ETC = = = Rp 16,815,786,330 Perhitungan ETC dapat dilihat pada Tabel 4.11. Tabel 4.11. Perhitungan Estimation Temporary Cost (ETC)
14 23,800,000,000 15 23,800,000,000 16 23,800,000,000 17 23,800,000,000 18 23,800,000,000 19 23,800,000,000 20 23,800,000,000 21 23,800,000,000 22 23,800,000,000 23 23,800,000,000 24 23,800,000,000 25 23,800,000,000 26 23,800,000,000 27 23,800,000,000 28 23,800,000,000 29 23,800,000,000 30 23,800,000,000 31 23,800,000,000 32 23,800,000,000 6,435,996,000 1.0466964 16,589,340,703 6,960,786,000 1.0240117 16,444,357,322 7,702,870,000 1.0259709 15,689,656,255 8,627,500,000 1.0236951 14,821,308,081 9,323,412,000 1.0386268 13,938,199,972 9,695,882,000 1.0353823 13,622,135,887 9,917,698,000 1.0335606 13,431,531,924 9,917,698,000 1.0244359 13,551,166,881 10,082,394,000 1.0250241 13,382,715,029 10,681,916,000 1.0373861 12,645,324,585 11,345,460,000 1.0458378 11,908,672,151 11,878,818,000 1.0448179 11,409,817,929 12,453,588,000 1.0541658 10,763,403,539 13,815,900,000 1.0347697 9,648,620,108 13,942,278,000 1.0312580 9,558,929,092 15,795,822,000 1.0425794 7,677,283,889 16,890,622,000 1.0387988 6,651,315,255 17,847,858,000 1.0370019 5,739,759,831 18,634,210,000 1.0394530 4,969,719,857 33 23,800,000,000 19,086,648,000 1.0415372 4,525,380,161 34 23,800,000,000 1.0458290 3,948,578,661
Keterangan: Kolom 5 = (kolom 2 kolom 3): kolom 4 Dari hitungan minggu ke-36 didapat nilai proyeksi keperluan dana untuk sisa pekerjaan (ETC) yaitu sebesar Rp 264,580,433 4.7. Estimation All Completion (EAC) Prakiraan total biaya proyek dihitung menggunakan Rumus 2.7: EAC = Contoh perhitungan EAC pada minggu ke-20: EAC = = = Rp 23,027,193,889 Hasil perhitungan EAC dapat dilihat pada Tabel 4.12 Tabel 4.12. Perhitungan Estimation All Completion (EAC)
5 23,800,000,00 0 654,738,000 949,498,036 0.6895622 34,514,650,511 6 23,800,000,00 0 1,442,042,000 1,591,717,713 0.9059659 26,270,303,888 7 23,800,000,00 0 1,616,972,000 1,790,402,240 0.9031334 26,352,697,079 8 23,800,000,00 0 2,167,228,000 2,221,546,067 0.9755494 24,396,508,528 9 23,800,000,00 0 2,698,206,000 2,667,093,444 1.0116653 23,525,566,231 10 23,800,000,00 0 3,221,330,000 3,128,612,871 1.0296352 23,114,982,420 11 23,800,000,00 0 3,854,886,000 3,652,648,648 1.0553673 22,551,390,057 12 23,800,000,00 0 4,796,652,000 4,563,473,300 1.0510968 22,643,015,280 13 23,800,000,00 0 5,523,504,000 5,275,596,527 1.0469914 22,731,801,648 14 23,800,000,00 0 6,435,996,000 6,148,865,804 1.0466964 22,738,206,507 15 23,800,000,00 0 6,960,786,000 6,797,565,031 1.0240117 23,241,922,353 16 23,800,000,00 0 7,702,870,000 7,507,883,858 1.0259709 23,197,540,113 17 23,800,000,00 0 8,627,500,000 8,427,802,635 1.0236951 23,249,110,716 18 23,800,000,00 0 9,323,412,000 8,976,671,912 1.0386268 22,914,871,883 19 23,800,000,00 0 9,695,882,000 9,364,543,189 1.0353823 22,986,679,075 20 23,800,000,00 0 9,917,698,000 9,595,661,966 1.0335606 23,027,193,889 21 23,800,000,00 0 9,917,698,000 9,681,130,743 1.0244359 23,232,297,623 22 23,800,000,00 10,082,394,00 0 0 9,836,250,270 1.0250241 23,218,965,299 23 23,800,000,00 10,681,916,00 10,296,953,04 0 0 7 1.0373861 22,942,277,631 24 23,800,000,00 11,345,460,00 10,848,201,82 0 0 4 1.0458378 22,756,873,974 25 23,800,000,00 11,878,818,00 11,369,271,15 0 0 1 1.0448179 22,779,089,080 26 23,800,000,00 12,453,588,00 11,813,689,92 0 0 8 1.0541658 22,577,093,467 27 23,800,000,00 13,815,900,00 13,351,666,20 0 0 5 1.0347697 23,000,286,313 28 23,800,000,00 13,942,278,00 13,519,679,98 0 0 2 1.0312580 23,078,609,074 29 23,800,000,00 15,795,822,00 15,150,713,75 0 0 9 1.0425794 22,827,997,647 30 23,800,000,00 16,890,622,00 16,259,763,43 0 0 6 1.0387988 22,911,078,690 31 23,800,000,00 17,847,858,00 17,211,017,21 0 0 3 1.0370019 22,950,777,043 32 23,800,000,00 18,634,210,00 17,926,939,24 0 0 0 1.0394530 22,896,659,096 33 23,800,000,00 19,086,648,00 18,325,458,86 0 0 7 1.0415372 22,850,839,028 34 23,800,000,00 19,670,462,00 18,808,488,14 0 0 4 1.0458290 22,757,066,805 35 23,800,000,00 21,186,760,00 19,680,706,92 0 0 1 1.0765243 22,108,185,712 36 23,800,000,00 23,524,158,00 22,563,757,19 0 0 1 1.0425639 22,828,337,624 Keterangan:
Kolom 6 = kolom 4 + ((kolom 2 kolom 3) : kolom5) Dari hitungan minggu ke-36 didapat nilai estimasi biaya untuk penyelesaian akhir proyek sebesar Rp 22,828,337,624 4.8. Perbandingan Present Value, Earned Value, dan Actual Cost Perbandingan grafik antara present value, earned value dan actual cost dapat dilihat pada Gambar 4.1:
Gambar 4.1. Perbandingan Present Value (PV), Earned Value (EV), dan Actual Cost (AC) Grafik diatas menunjukkan hubungan antara PV, EV, dan AC. Hubungan ketiga grafik dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Perbandingan grafik PV dan EV Grafik diatas menunjukkan bahwa grafik BCWP (EV) dari minggu ke-1 sampai minggu ke-18 selalu diatas grafik BCWS (PV) yang menunjukkan banyak kegiatan menurut time schedule belum seharusnya dikerjakan tetapi sudah dikerjakan. Sedangkan dari minggu ke-19 sampai dengan minggu ke-36 grafik EV selalu di bawah grafik EV yang menunjukkan bahwa pekerjaan tertinggal dari schedule yang direncanakan. 2. Perbandingan grafik PV dan AC Grafik menunjukkan bahwa dari minggu ke-1 sampai minggu ke-14 nilai AC komulatif lebih besar dari nilai PV komulatif, yang berarti biaya aktual komulatif yang dikeluarkan dalam proyek lebih besar dari biaya komulatif yang direncanakan. Sedangkan dari minggu ke-15 sampai minggu ke-36 nilai AC berada dibawah PV yang menunjukkan biaya aktual komulatif lebih kecil dari biaya komulatif rencana. 3. Perbandingan EV dan AC Pada minggu ke-1 sampai minggu ke-12 nilai AC berada diatas EV yang berarti biaya aktual komulatif lebih besar dari biaya yang seharusnya dikeluarkan menurut nilai kontrak. Proyek mengalami kerugian yang ditunjukkan dengan nilai varians biaya negatif. Minggu ke-13 sampai minggu ke-36 nilai EV diatas nilai AC. Proyek mengalami keuntungan yang ditunjukkan dengan nilai varians biaya positip. 4.9. Grafik Histogram EAC
Gambar 4.2. Grafik Histogram EAC tiap minggu Grafik EAC komulatif pada minggu ke-1 nilainya paling tinggi dari minggu-minggu sesudahnya, dikarenakan biaya aktual yang dikeluarkan lebih besar dari anggaran rencana, sehingga perkiraan biaya untuk menyelesaikan proyek jadi besar. Dari minggu ke-1 sampai minggu ke-9 mengalami penurunan nilai yang signifikan, yang menunjukkan biaya untuk penyelesaian proyek mulai mendekati nilai rencana. Minggu ke-10 sampai dengan minggu ke-36 nilai EAC bergerak stabil antara Rp 22,108,185,712 Rp 23,525,566,231, menunjukkan biaya komulatif yang dikeluarkan dalam minggu tersebut jumlah komulatifnya hampir sama dengan prakiraan biaya akhir.
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. KESIMPULAN Hasil analisis dengan menggunakan analisis nilai hasil pada proyek pembangunan gedung perkuliahan FISIPOL Universitas Gadjah Mada Yogyakarta adalah sebagai berikut: 1. Biaya pelaksanaan proyek berdasar nilai kontrak Rp 23,800,000,000 sedangkan total biaya pelaksanaan proyek berdasar analisis actual cost sebesar Rp 23,524,158,000 sehingga terdapat keuntungan sebesar Rp 275,824,000. 2. Total biaya pelaksanaan proyek berdasarkan analisis nilai hasil Rp 22,828,337,624 sehingga terdapat keuntungan sebesar Rp 960,400,809. 3. Total biaya konstruksi dengan memperhitungkan bunga selama masa konstruksi adalah Rp 24,915,251,041 5.2. SARAN 1. Pada penelitian yang seperti ini bisa menggunakan microsoft project atau primavera. 2. Perlu dilakukan penerapan lebih dalam mengenai penggunaan rumusan EAC pada kondisi performa biaya yang akan datang. 3. Pelaksanaan proyek hendaknya, mencermati faktor biaya dan waktu supaya dapat mencapai hasil yang maksimal.