KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) KEGIATAN : SINKRONISASI RENCANA DETAIL TATA RUANG KAWASAN INDUSTRI KABUPATEN SITUBONDO PEKERJAAN : SINKRONISASI RENCANA DETAIL TATA RUANG KAWASAN INDUSTRI KABUPATEN SITUBONDO 1. Latar Belakang Kawasan industri menurut Keputusan Presiden Nomor 53 tahun 1989 tentang Kawasan industri, Pasal 1 menyebutkan bahwa kawasan industri adalah kawasan tempat pemusatan kegiatan industri pengolahan yang dilengkapi dengan prasarana, sarana dan fasilitas penunjang lainnya yang disediakan dan dikelola oleh Perusahaan Kawasan Industri. Secara konseptual Kawasan Industri merupakan kawasan tempat pemusatan kegiatan industri pengolahan (manufacture) yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana serta fasilitas penunjang lainnya yang disediakan oleh badan pengelola (pemerintah/swasta), sehingga para investor atau pengusaha akan memiliki semanga tuntuk memasukkan modalnya di sector industri. Dengan ketersediaan lahan, sarana dan prasarana serta fasilitas lainnya yang memadai, akan menghasilkan efisiensi ekonomi dalam berinvestasi (mendirikan pabrik dan industri) dibandingkan setiap investor harus menyediakan sendiri fasilitas tersebut. Sarana dan prasarana yang dimaksud di atas meliputi jalan, pengolahan air bersih dan air kotor terpadu, komersial, perumahan, jaringan listrik, jaringan telekomunikasi, jaringan gas dan sebagainya, sehingga pabrik (disebut dengan perusahaan industri) yang masuk ke Kawasan Industri akan mendapatkan sarana/prasarana ini. Pembangunan dan pengembangan Kawasan Industri bertujuan untuk mengendalikan pemanfataan ruang. Dalam hal pembangunan industri, khususnya 1
pengembangan kawasan industri (dimana keterkaitan pada suatu lokasi agak terbatas), maka permasalahan pokoknya adalah lokasi mana atau penetapan pengembangan gugusan mana yang menjanjikan pemanfaatkan regional terbaik. Sasaran dari strategi ini adalah: a) Menciptakan tata ruang kegiatan pengembangan yang seimbang terutama untuk menjangkau wilayah-wilayah potensial baru; b) Pada waktu yang sama membuka peluang partisipasi masyarakat setempat. 2. Maksud dan Tujuan Dari hasil Rencana Detail Ruang Kawasan Industri Kabupaten Situbondo Tahun 2006-2016, ada beberapa hal yang perlu untuk disesuaikan dengan peraturan perundangan yang berlaku. Penyesuaian ini disebabkan munculnya beberapa peraturan/kebijakan yang baru terkait dengan penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Industri Kabupaten Situbondo. Maksud dilaksanakan Pekerjaan Sinkronisasi Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Industri Kabupaten Situbondo adalah untuk memperbaiki dan menyesuaikan subtansi yang ada dalam dokumen Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Industri dengan peraturan kebijakan yang baru. Tujuan Pekerjaan Sinkronisasi Tata Ruang Kawasan Industri adalah supaya Dokumen Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Industri yang telah disusun dapat menjadi dokumen yang dapat dipertanggungjawabkan baik dari subtansinya maupun dari peraturan perundangan yang ada. 3. Sasaran Sasaran yang akan dicapai dalam Pekerjaan Sinkronisasi Tata Ruang Kawasan Industri adalah tercapainya kesesuaian Dokumen Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Industri Kabupaten Situbondo yang telah disusun dengan peraturan perundangan yang berlaku. 4. Manfaat Berdasarkan tujuan dan sasaran di atas, maka manfaat Sinkronisasi Tata Ruang Kawasan Industri, yaitu : 1. Sebagai pedoman dalam memberikan arahan secara makro dalam mendukung pengembanagan kawasan industri di wilayah perencanaan Kabupaten 2
Situbondo; 2. Sebagai pedoman dalam memberikan arahan rencana kependudukan di wilayah perencanaan; 3. Sebagai dasar rencana penataan bangunan; 4. Sebagai dasar dalam memberikan arahan rencana kebutuhan ruang di kawasan industri Kabupaten Situbondo; 5. Sebagai dasar dalam merencanakan kebutuhan prasarana dan sarana di kawasan industri Kabupaten Situbondo; 6. Menjamin implementasi pembangunan agar sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat dalam pengembangan lingkungan/kawasan yang berkelanjutan; 7. Menjamin terpeliharanya hasil pembangunan pasca pelaksanaan karena sehingga masyarakat juga merasakan dampak dari pembangunan kawasan industri. 5. LokasiKegiatan Kawasan Industri Kabupaten Situbondo 6. Sumber Dana Kegiatan ini dibiayai dari sumber pendanaan berasal dari 7. Nama dan Proyek/Satuan Kerja Pengguna Anggaran APBD Kabupaten Situbondo Tahun 2014, dengan pagu anggaran sebesar Rp. 142.500.000 (Seratus Empat Puluh Dua Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) Pengguna Anggaran : Drs. Haryadi Tejo Laksono., M.Si (Kepala BAPPEDA Kabupaten Situbondo) Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) : Khrisna Ari Purnama, ST (Kasubbid. Pertanahan, Lingkungan Hidup, Perhubungan dan Permukiman) 8. Ruang Lingkup 1. Lingkup Kegiatan Satuan Kerja : BAPPEDA Kabupaten Situbondo Lingkup Kegiatan ini untuk penyedia jasa konsultan adalah perusahaan jasa konsultan yang memiliki Bidang usaha tata lingkungan dengan Sub Bidang Jasa Konsultansi Lingkungan/Sub Bidang Jasa Perencanaan Urban atau dengan Klasifikasi layanan perencanaan penataan ruang/sub klasifikasi jasa perencanaan dan perancangan perkotaan/jasa Perencanaan Wilayah. 2. Lingkup Materi 3
1. Mensinkronkan dokumen Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Industri Kabupaten Situbondo (yang meliputi antara lain : Pendahuluan Fakta & Analisa, Produk Rencana dan Album Peta); 2. Mensinkronkan dokumen Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Industri Kabupaten Situbondo dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Situbondo; 3. Mensinkronkan dokumen Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Industri Kabupaten Situbondo, dengan Peraturan Pemerintah No.24 Tahun 2009 tentang Kawasan Industri. 9. Produk Yang Dihasilkan Produk yang dihasilkan/keluaran yang dihasilkan dalam penyusunan Sinkronisasi Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Industri Kabupaten Situbondo, meliputi : a. Dokumen Laporan Pendahuluan (draft dan final); b. Dokumen Fakta dan Analisa (draft dan final); c. Dokumen Rencana (draft dan final); d. Album Peta; e. Flashdisk. 10. WaktuPelaksanaan Jangka waktu pelaksanaan kegiatan Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Industri Kabupaten Situbondo dilaksanakan dalam waktu 75 (tujuh puluh lima hari) hari kalender atau sekitar 2,5 (dua koma lima) bulan. Seperti pada jadwal berikut ini : No Langkah Kegiatan 1 Penyusunan Draft Laporan pendahuluan 2 Penyusunan Laporan Pendahuluan 3 Penyusunan Draft Laporan Fakta Analisa 4 Penyusunan Laporan Fakta Analisa 5 Penyusunan Draft Laporan Rencana 6 Penyusunan Laporan Rencana Bulan (Minggu) I II III 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 11. Tenaga Ahli Yang Dibutuhkan Adapun kualifikasi dan jumlah tenaga ahli yang diperlukan pada Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Industri Kabupaten Situbondo, yaitu : 4
Posisi Kualifikasi Tenaga Ahli : Team Leader Team Leader yang disyaratkan adalah Sarjana Teknik Sipil/Teknik Arsitektur yang telah berpengalaman selama 9 (sembilan) tahun untuk S1. atauhun untuk S2.) taun un. Ahli Sipil Ahli Sipil yang disyaratkan adalah Sarjana Teknik Sipil yang telah berpengalaman 5 (lima) tahun untuk S1. 1 (satu) tahun untuk S2. Ahli Geodesi Ahli Geodesi yang disyaratkan adalah Sarjana Teknik Geodesi yang telah berpengalaman 5 (lima) untuk S1. atau 1 (satu) tahun untuk S2. Ahli Teknik Ahli Teknik Industri yang Industri disyaratkan adalah Sarjana Teknik Industri yang telah berpengalaman 5 (lima) untuk S1. atau 1 (satu) tahun unt2. Tenaga Pendukung Suveyor Tenaga surveyor yang disyaratkan adalah minimal lulusan STM/SMK/SMA yang berpengalaman minimal 3 (tiga) tahun. Jumlah Orang Bulan 1 orang x 2,5 bln 1 orang x 2 bln 1 orang x 2 bln 1 orang x 2,5 bln 3 orang x 1,5 bln Drafter Drafter yang disyaratkan adalah minimal lulusan STM/SMK berpengalaman minimal 3 (tiga) tahun. 3 orang x 2 bln Operator Komputer Operator Komputer yang disyaratkan adalah minimal lulusan STM/SMK/SMA 3 orang x 1,5 bln 5
berpengalaman minimal 3 (tiga) tahun. Tenaga Administrasi Tenaga Administrasi yang disyaratkan adalah lulusan SMK/SMA berpengalaman minimal 3 (tiga) tahun dibidang adminitrasi proyek. 2 orang x 2,5 bln 12. Pendekatan Dan Metodologi Pendekatan dan metodologi Pekerjaan Sinkronisasi Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Industri Kabupaten Situbondo dilakukan dengan cara sebagai berikut : a. PendekatanStudi PendekatanstudidalamPekerjaanSinkronisasi Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Industri Kabupaten Situbondo yang dimaksud adalah dasar pemikiran atau kaidah-kaidah yang dipakai sebagai acuan dalam melaksanakan studi dalam hal ini adalah Keputusan Menteri Perindustrian Nomor: 291/M/SK/101989 tentang Tata Cara Perijinan dan Standar Teknis Kawasan Industri. b. Metodologi Agar dapat mencapai hasil yang optimal, Pekerjaan Sinkronisasi Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Industri Kabupaten Situbondo menggunakan metode yang komprehensif, yakni dengan memadukan kajian lapangan dan analisis yang memadai. Data yang dikumpulkan terdiri dari Data Primer dan Data Sekunder. Data primer merupakan data yang diambil langsung dari lapangan. Sedangkan data sekunder merupakan data yang diambil secara tidak langsung, yaitu data yang diperoleh dari berbagai sumber data spasial terdahulu yang pernah dilakukan. 13.Spesifikasi/ Standart Teknis 1. Standard Dokumen Pendahuluan Dibuat dalam rangka persiapan pekerjaan survey berisikan latar belakang pekerjaan, maksud dan tujuan, lingkup pekerjaan, jadwal pelaksanaan kegiatan maupun instrumen-instrumen survey yang akan 6
digunakan di lapangan pada saat survey lapangan. Adapun spesifikasi Laporan Pendahuluan adalah sebagai berikut : a. Judul Buku : LAPORAN PENDAHULUAN b. Jumlah Buku : 5 (Lima) Buku, tidak termasuk draft c. Ukuran Buku : F4 (Folio) 80 gram d. Pengetikan : Spasi 1,5 (pada kertas HVS putih polos) 2. Standard Dokumen Fakta dan Analisa Yang berisi data & informasi dari lapangan yang memuat seluruh permasalahan umum, data/informasi penggunaan tanah/bangunan, data/informasi pelayanan perkotaan serta informasi lainnya yang mendukung, Adapun spesifikasi buku laporan Fakta dan Analisa adalah sebagai berikut: a. Judul Buku : LAPORAN FAKTA DAN ANALISA b. Jumlah Buku : 5 (Lima) Buku, tidak termasuk draft c. Ukuran Buku : F4 (Folio) 80 gram d. Pengetikan : Spasi 1,5 (pada kertas HVS putih polos) 3. Standard Dokumen Rencana Laporan ini ditulis secara sistematis dalam bentuk uraian deskripsi, skema dan tabel-tabel yang dilengkapi dengan peta-peta dan gambar ilustrasi. Adapun spesifikasi buku laporan Rencana adalah sebagai berikut : a. Judul Buku : LAPORAN RENCANA b. Jumlah Buku : 15 (Lima Belas) Buku, tidak termasuk draft c. Ukuran Buku : F4 (Folio) 80 gram d. Pengetikan : Spasi 1,5 (pada kertas HVS putih polos) 4. Standard Album Peta a. Ketentuan-ketentuan Untuk Album Peta Menggunakan jenis kertas HVS ukuran A0; 7
14. Peralatan, Material, PersonildanFasilit asdaripembuatko mitmen Diproses dengan digital GIS menggunakan software MapInfo; Dicetak menggunakan Ploter; Informasi spasial peta meliputi : Peta Administratif Wilayah Perencanaan skala1 : 5.000; Peta Geologi Wilayah Perencanaan skala 1 : 5.000; Peta Kemiringan Lahan Wilayah Perencanaan skala 1 : 5.000; Peta Existing Tata Guna Tanah Eksisting skala 1 : 5.000; Peta Rencana Detai Tata Ruang Kawasan Industri skala 1 : 5.000; Peta Rencana Zonasi Fasilitas Kawasan Industri Petaskala 1 : 5.000; Peta Rencana Jaringan Prasarana Kawasan Industri skala1 : 5.000; Album Peta A0 dibuat dalam rangkap 2 (dua) semua asli; Perekaman Peta A0 ke dalam Flashdisk (16 GB) sesuai dengan format A0, jumlah 2 (dua) buah; b. Ketentuan-ketentuan Peta A3 Secara umum format peta A3 sama halnya dengan peta format A0, akan tetapi skala yang digunakan pada peta A3 menyesuaikan ukuran kertas yang ada. Peta-peta format A3 ini digunakan untuk Laporan Pendahuluan, Laporan Fakta Analisa, maupun Laporan Rencana. Pejabat Pembuat Komitmen menyediakan fasilitas ruang rapat dan surat pengantar survey dan atau surat keterangan tenaga ahli untuk mendukung penyelesaian pekerjaan. 15. Peralatan dan Material dari Penyedia Jasa Konsultansi Penyedia Jasa Konsultansi wajib menyediakan segala keperluan peralatan dan material yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan ini, yaitu : 1. Kendaraan bermotor untuk mobilisasi personil; 2. Peralatan Kantor sepertikomputer/laptop dan Printer. 8
16. Landasan Hukum Landasan hukum yang menjadi dasar pertimbangan dalam kegiatan penyusunan Sinkronisasi Dan Penyusunan Kebijakan Tentang Tata Ruang ini adalah : 1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1984 tentang Perindustrian; 2. Undang-undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung; 3. Undnag-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah; 4. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah; 5. Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan; 6. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang; 7. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah; 8. Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan AngkutanJalan; 9. Undang-Undang RI Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup; 10. Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2010 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Tanaman Pangan Berkelanjutan; 11. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Pemukiman; 12. Undang-undang No 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk kepentingan Umum; 13. Peraturan Pemerintah No.22 Tahun 1982 tentang Tata Pengaturan Air; 14. Peraturan Pemerintah No.23 Tahun 1982 tentang Irigasi; 15. Peraturan Pemerintah No.28 tahun 1985 tentang Perlindungan Hutan; 16. Peraturan Pemerintah No.13 tahun 1987 tentang Izin Usaha Industri; 17. Peraturan Pemerintah No.10 Tahun 2000 tentang Ketelitian Peta untuk Penataan Ruang Wilayah; 18. Peraturan Pemerintah No.25 Tahun 2000 tentang 9
Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom; 19. Peraturan Pemerintah Nomor 77 Tahun 2001 tentang Irigasi; 20. Peraturan Pemerintah No.16 Tahun 2004 tentang Penatagunaan Tanah; 21. Peraturan Pemerintah No. 16 Tahun 2005 Tentang Pengembangan SPAM; 22. Peraturan Pemerintah No.34 tahun 2006 tentang Jalan; 23. Peraturan Pemerintah No.40 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional; 24. Peraturan Pemerintah No.6 tahun 2007 tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan serta Pemanfaatan Hutan; 25. Peraturan Pemerintah No.38 Tahun 2007 tentang Kewenangan Pemerintah,Pemerintah Propinsi, dan Pemerintah Kabupaten/Kota; 26. Peraturan Pemerintah No.26 tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional; 27. Peraturan Pemerintah No.42 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sumber Daya Air; 28. Peraturan Pemerintah No.43 Tahun 2008 tentang Air Tanah; 29. Peraturan Pemerintah No.24 Tahun 2009 tentang Kawasan Industri; 30. Peraturan Pemerintah No.15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang; 31. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 3 tahun 1989 tentang Pengelolaan Kawasan Budidaya; 32. Keputusan Presiden Nomor 53 Tahun 1989 tentang Kawasan Industri; 33. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung; 34. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 1990 tentang Penggunaan Tanah Bagi Pembangunan Kawasan Industri; 35. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 41 tahun 1996 tentang Kawasan Industri; 36. Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 62 Tahun 2000 tentang Koordinasi Penataan Ruang Nasional; 10
37. Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1990 tentang Peremajaan Pembinaan Kawasan Kumuh yang berada di atas Tanah Negara; 38. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2005 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pelaksanaan Pembangunan Untuk Kepentingan Umum; 39. Keputusan Menteri Pertanian No.837/KPTS/UM/1980 dan No. 683/KPTS/UM/II/1998 tentang Klasifikasi Kemampuan Lahan; 40. Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 291/M/SK/1989 tentang Tata Cara Perijinan dan Standar Teknis Kawasan Industri, Lampiran I dan Lampiran II; 41. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor Kep.39/MENLH/8/1996 tentang Jenis Usaha atau Kegiatan Yang Wajib Dilengkapi dengan Analisa Dampak Lingkungan; 42. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 12/MENLH/3/1994 tentang Pedoman Umum Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL); 43. Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 250/M/SK/10/1994 tentang Pedoman Teknis Penyusunan Pengendalian Dampak Terhadap Lingkungan Hidup Pada Sektor Industri; 44. Keputusan Menteri Perindutrian dan Perdagangan Nomor 30/MPP/SK/2/1996 tentang Penentapan Jenisjenis Industri Dalam Pembinaan Masing-masing Direktorat Jenderal dan Kewenangan Pemberian Ijin Usaha Indsutri dan Ijin Usaha Kawasan Industri di Lingkungan Departemen Perindsutrian dan Perdagangan; 45. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 5 Tahun 1992 tentang Rencana Tapak Tanah dan Tata Tertib Pengusahaan Kawasan Industri serta Prosedur Pemberian IMB dan Ijin Undang-undang Gangguan (UUG)/HO bagi Perusahaan yang Berlokasi dalam Kawasan Industri; 46. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 378/KPTS/1987 tentang Pengesahan 33 Standar 11
Konstruksi Bangunan Indonesia; 47. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 8 Tahun 1998 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang di Daerah; 48. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 1998 tentang Tata Cara Peran Serta Masyarakat Dalam Proses Perencanaan Tata Ruang di Daerah; 49. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 50 Tahun 2009 tentang Pedoman Koordinasi Penataan Ruang Daerah; 50. Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 7 Tahun 1986 tentang Penetapan Batas Wilayah Kota di Seluruh Indonesia; 51. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 63/PRT/1993 tentang Garis Sempadan Sungai, Daerah Manfaat Sungai, Daerah Penguasaan Sungai dan Bekas Sungai; 52. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan; 53. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2008 tentang Pedoman Perencanaan Kawasan Perkotaan; 54. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 06/PRT/M/2007 tentang Pedoman Umum Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan; 55. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05/PRT/M/2008 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan; 56. Peraturan Menteri Perumahan Rakyat Nomor 31/PERMEN/M/2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Kawasan Siap Bangun dan Lingkungan Siap Bangun Yang Berdiri Sendiri; 57. Peraturan Menteri Perumahan Rakyat Nomor 32/PERMEN/M/2006 tentang Petunjuk Teknis Kawasan Siap Bangun dan Lingkungan Siap Bangun Yang Berdiri Sendiri; 58. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 41/Permentan/OT.140/9/2009 tentang Kriteria Teknis Kawasan Peruntukan Pertanian; 59. Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 14 Tahun 1989 tentang Pengaturan dan Pengendalian secara 12
Proporsional Pembangunan Rumah Tinggal di Wilayah Perkotaan; 60. Peraturan Menteri PU No 20/PRT/M/2011 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi Kabupaten/Kota. 61. Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Tahun 2013-2033 Kabupaten Situbondo. 13
17. Penutup Demikian Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini disusun, maka Konsultan Perencana hendaknya memeriksa dan mempelajari semua bahan yang telah diterima dan mencari bahan masukan yang diperlukan dalam upaya mengoptimalkan penyelesaian pekerjaan ini. Situbondo, Agustus 2014 PEJABAT PELAKSANA TEKNIS KEGIATAN PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN Drs. MARSUDI Pembina Tingkat I NIP. 19580405 198603 1 010 KHRISNA ARI PURNAMA, ST Penata MudaTingkat I NIP. 19760514 200903 1 005 Mengetahui, KEPALA BAPPEDA KABUPATEN SITUBONDO Drs. HARYADI TEJO LAKSONO, M.Si Pembina Tingkat I NIP. 19681127 198903 1 007 14