Dokumen Pengadaan Secara Elektronik
|
|
|
- Yenny Erlin Hardja
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Republik Indonesia Secara Elektronik ( D O K U M E N P E M I L I H A N ) Pengadaan Jasa Konsultansi Badan Usaha Untuk Metode e-seleksi Umum dengan Prakualifikasi
2 D O K U M E N P E M I L I H A N Nomor : 09.a/01/POKJATIM8/ULP/APBD/IV/2013 Tanggal : 29 April 2013 untuk Pengadaan Jasa Konsultansi PENYUSUNAN KEBIJAKAN TENTANG PENYUSUNAN TATA RUANG Kelompok Kerja Unit Layanan Pengadaan: Pokja Tim 8 ULP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun Anggaran : 2013 Secara Elektronik Metode e-seleksi Umum
3 62 Kerangka Acuan Kerja (KAK) Penyusunan Kebijakan Tentang Penyusunan Tata Ruang (Penyusunan Database Infrastruktur ke PU-an Untuk Pengembangan Wilayah) 1.1. Latar Belakang Pengembangan suatu wilayah baik dalam skala kawasan maupun regional sangat berkaitan erat dengan prasarana-sarana dasar perkotaan (PSD-PU). Dalam hal ini keberadaan prasarana-sarana dasar tersebut menjadi pendukung sekaligus pengarah pengembangan, selain adanya bangkitan-bangkitan ekonomi penting lainnya. Ditinjau dari perannya, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berperan penting sebagai wilayah pengembangan kawasan yang dinilai strategis. Keberadaan sosial kota-kota dan koridor perkotaan yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung serta kecenderungan perkembangan yang ada, mengindikasikan adanya kecenderungan yang cukup kuat dalam perkembangan wilayah selatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai wilayah penting dan strategis dalam konteks wilayah yang lebih luas. Pengembangan wilayah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tidak terlepas dari peran penting dari prasarana-sarana dasar perkotaan; yaitu sebagai pendukung, pengarah sekaligus menjadi daya tarik kegiatan pembangunan suatu wilayah. Di satu sisi, prasarana-sarana dasar perkotaan menjadi salah satu penggerak arah pengembangan wilayah yang cukup penting, apabila keberadaannya dapat berdaya guna dan berhasil guna. Di sisi lain, buruknya kinerja prasarana-sarana dasar perkotaan justru akan menghambat kegiatan pembangunan itu sendiri. Kinerja tersebut dipengaruhi adanya permasalahan-permasalahan yang mempengaruhi efektifitas kinerjanya, baik permasalahan fisik dan non-fisik. Dalam hal ini keberadaan prasarana-sarana tersebut sangat
4 63 perlu untuk ditinjau ulang untuk dapat disusun suatu evaluasi yang tepat, yang menjadi masukan penting guna tahapan perencanaan selanjutnya. Demi terselenggaranya pembangunan yang berhasil guna dan berdaya guna, diperlukan adanya keselarasan antara pengembangan prasarana-sarana dasar perkotaan dengan aspek-aspek keruangan (fisik) wilayah yang terkait dengan aspek-aspek non-teknik. Dibutuhkan data yang lengkap, terperinci dan akurat tentang kondisi eksisting prasarana-sarana perkotaan sebagai masukan bagi penyiapan program-program pengembangan berikutnya. Dukungan lain yang tidak kalah penting dalam pengembangan wilayah tersebut adalah keberadaan sarana/fasilitas umum yang berfungsi sebagai media/wadah pelayanan sosial di tiap tingkat pemerintahan wilayah, khususnya kecamatan dan desa. Distribusi atau sebaran sarana umum tersebut diupayakan untuk dapat menyediakan pelayanan sosial secara optimal; disesuaikan dengan hirarkhi pelayanannya sebagai pusat pelayanan bagi wilayah di sekitarnya. Sarana umum yang dimaksudkan di sini meliputi sarana pemerintahan, sosial, keamanan, pendidikan, rekreasi, dan lain-lain. Pengembangan masing-masing sarana tersebut menjadi wewenang dan tanggung jawab instansi/dinas yang bersangkutan. Distribusi sarana umum tersebut menentukan efektifitas pelayanannya. Dalam hal ini diperlukan distribusi atau sebaran yang proporsional dan seimbang, sesuai dengan tingkat kebutuhan masingmasing wilayah kecamatan dan desa. Kegiatan inventarisasi jalan dan prasarana-sarana wilayah perlu dilakukan di 7 kabupaten/kota, pada tahun anggaran Maksud, Tujuan, Sasaran dan Manfaat Maksud
5 64 Maksud pekerjaan Penyusunan Database Infrastruktur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah untuk memberikan gambaran tentang kondisi eksisting prasarana-sarana dasar ke-pu-an dan sebagai dasar atau pedoman dalam perencanaan/pembangunan serta peningkatan/perbaikan PSD-PU di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tujuan Tujuan yang ingin dicapai melalui pekerjaan ini adalah: a. Memperoleh dukungan teknis dalam bidang ke-pu-an secara akurat, sebagai bahan dasar penyusunan perencanaan PSD-PU di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. b. Sebagai pendukung keputusan terhadap langkah-langkah pengembangan dan penanganan infrastruktur bidang ke-pu-an. c. Mengidentifikasi kondisi eksisting komponen-komponen PSD-PU secara lengkap, akurat dan terperinci; meliputi jaringan jalan, drainase, air kotor/limbah, persampahan, air bersih, listrik dan telepon. d. Mengevaluasi, merumuskan tindak lanjut langkah-langkah penanganan bidang PSD-PU, serta memberikan arahan bagi pemecahan masalah yang berguna bagi perencanaan di masa mendatang, sehingga akan diperoleh suatu sistem dan kinerja prasarana-sarana perkotaan yang efektif dan efisien, berhasil guna dan berdaya guna Sasaran Sasaran yang ingin dicapai antara lain adalah: a. Menyediakan gambaran terperinci dalam bentuk dokumen data primer PSD-PU bagi Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka
6 65 Belitung mengenai kondisi eksisting prasarana ke-pu-an dalam bentuk grafik dan tulisan yang komunikatif. b. Mengidentifikasi permasalahan berkaitan dengan kinerja prasarana maupun faktor-faktor yang mempengaruhinya. c. Merekomendasikan usulan berkaitan dengan peningkatan atau perbaikan PSD-PU di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Manfaat Manfaat pekerjaan Penyusunan Database Infrastruktur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah : a. Menyediakan data base prasarana-sarana dasar perkotaan (PSD- PU) dan sarana (fasilitas) umum secara terperinci, sehingga kondisi kinerja dan permasalahannya dapat teridentifikasi dengan jelas dan lengkap. b. Sebagai bahan masukan bagi evaluasi terhadap keberadaan dan kinerja prasarana-sarana dasar dan sarana umum perkotaan. c. Sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan proyek-proyek PSD-PU. d. Memberikan gambaran yang jelas mengenai indikasi kebutuhan untuk penyusunan rencana selanjutnya Landasan Hukum Pendataan dan inventarisasi PSD-PU berdasarkan peraturanperaturan yang berlaku, dalam hal ini antara lain: a. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang; b. Undang-undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan. c. Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah d. Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup.
7 66 e. Undang-undang Nomor 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. f. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman. g. Peraturan Pemerintah No. 102 Tahun 2000 tentang Standarisasi Nasional. h. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Pelaksanaan Pemerintah Daerah. i. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 20 Tahun 2011 tentang Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Kota. j. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 1985 tentang Jalan. k. Surat Keputusan Menteri Kimpraswil No. 360/KPTS/M/2004 tentang Kriteria Pemanfaatan Ruang dan Pengendalian Pemanfaatan Ruang di Sepanjang Jalan Arteri Primer Antar Kota. l. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah No. 327/KPTS/M/2002 tentang Penetapan Enam Pedoman Bidang Penetaan Ruang. m. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No. 480/KPTS/1996 tentang Penetapan Ruas-Ruas Jalan dalam Jaringan Primer menurut Peranannya. n. Keputusan Menteri PU Nomor 184/KPTS/1990 tentang Pengesahan 18 Standar Konsep SNI Bidang PU Lingkup Pekerjaan Lingkup Wilayah Perencanaan (Spasial) Penyusunan Penyusunan Database Infrastruktur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencakup seluruh wilayah kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Lingkup Material
8 67 Secara material produk kegiatan Penyusunan Database Infrastruktur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berisi tentang: a. Informasi tentang kegiatan (pembangunan) PSD-PU yang ada/berlangsung. b. Inventarisasi dan identifikasi kondisi (kinerja), lokasi pendataan dan permasalahan yang ada. c. Data teknis bidang PSD-PU di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. d. Identifikasi kebutuhan pengembangan komponen PSD-PU e. Penyusunan skala prioritas penanganan PSD-PU di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung; f. Rekomendasi penanganan PSD-PU di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Lingkup Kegiatan a. Basis data (data base) dibuat meliputi prasarana-sarana dasar PU (jalan, drainase, sanitasi, air bersih, persampahan, listrik dan telepon). b. Kedalaman data disyaratkan sampai dengan cakupan wilayah kecamatan, dilengkapi dengan data teknis yang ada. c. Sumber data diperoleh dari lapangan (data primer) dan didukung oleh data sekunder. d. Data diolah dikelompokkan berdasarkan jenis prasarana-sarana perkotaan dan sarana umum per-lokasi (titik, penggal, simpul, dll). e. Penyediaan data dilakukan dengan akurat dan cermat, serta ditampilkan secara menarik dan informatif, dapat dibaca oleh semua kalangan. f. Data mudah diedit sesuai dengan kebutuhan pengembangan yang ada. Pengeditan data dilakukan oleh tenaga sebanyak 5 orang yang
9 68 akan dilatih oleh Konsultan tentang cara pengeditan database Sistem Informasi Geogarfis. g. Data tersebut ditampilkan baik dalam bentuk hardcopy berupa laporan dan album peta maupun softcopy dalam format Sistem Informasi Geografis (SIG) dan dapat diakses secara online serta dalam media CD Kedalaman Materi Pendataan Kedalaman materi PSD-PU di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung hingga sampai dengan cakupan kecamatan Keluaran Pekerjaan Produk yang diharapkan adalah sebagai berikut: a. Kompilasi data eksisting terperinci tentang keberadaan prasaranasarana kawasan dan sarana umum yang ada, meliputi rincian lokasi dan rincian teknisnya. b. Uraian review atas kondisi prasarana-sarana kawasan dan sarana umum yang ada, disertai permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan kinerja masing-masing. c. Pengelompokan data secara sistematis dan terperinci, disesuaikan dengan karakteristik masing-masing PSD-PU. d. Rekomendasi tentang penanganan (perencanaan, pembangunan baru, pemeliharaan) prasarana-sarana kawasan dan sarana umum. e. Peta-peta sebagai media informasi yang menarik dan mudah dibaca. Peta tersebut harus dapat diedit untuk mempermudah aparat Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam melakukan pemutahiran data. f. Basis Data Infrastruktur berbasis Sistem informasi Geografis (SIG) dan dapat diakses secara online.
10 69 2. Metodologi 2.1. Metodologi Pendataan 1) Jenis Data dan Metode Perolehan Data Jenis data yang dikumpulkan pada proses pencataan meliputi data primer dan data sekunder. Data primer merupakan data yang didapat langsung dari survey di lapangan, sedangkan data sekunder merupakan data yang diperoleh dari pengumpulan, catatan, kompilasi maupun studi dan penelitian yang pernah diadakan oleh berbagai lembaga dan instansi. Masing-masing menggunakan metodologi tertentu sesuai dengan kondisi dan materi yang disurvei. Observasi fisik dan wawancara yang terdapat pada survei primer pada prinsipnya dilakukan melalui dua cara, yaitu kuantitatif (penghitungan, pengukuran dan sebagainya) serta kualitatif (visual lingkungan, pendapat dan sebagainya). Sedangkan survei data sekunder dilakukan melaui berbagai instansi dan kelembagaan lain yang sekiranya mendukung pemyusunan PSD-PU di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini. Data Instansional, baik melalui dinas, departemen, lembaga pemerintah, pemerintahan wilayah setempat (kecamatan dan desa) yang termasuk dalam wilayah kabupaten, serta swasta yang relevan dengan pekerjaan ini digunakan untuk kegiatan pendataan sekunder. Selain itu, survei ini dilaksanakan untuk mendapatkan data kewilayahan, kependudukan, kondisi perumahan, sosial perekonomian, sarana prasarana serta peraturan-peraturan/perundangan yang berkaitan. Pendataan ke lapangan lebih ditekankan untuk pengecekan dan pengontrolan kondisi jaringan prasarana dan sarana yang sebenarnya. 2) Proses Pendataan Secara garis besar, tahapan yang terdapat pada proses pendataan meliputi langkah persiapan, pelaksanaan serta penyusunan dan pengolahan atau kompilasi. a) Tahap Persiapan Pada tahap ini diperlukan persiapan segala sesuatu bagi pelaksanaan survai, meliputi hal-hal sebagai berikut : Mobilisasi dan demobilisasi tenaga kerja
11 70 Penyusunan daftar data yang akan diambil baik secara observasi lapangan maupun instansional. Penghimpunan, penelitian, literatur, standard perencanaan yang dibutuhkan untuk pelaksanaan pekerjaan, termasuk pembuatan peta dasar maupun peta tematik yang dibutuhkan. Pengurusan perijinan dan persyaratan administratif untuk survai lapangan dan instansional. b) Tahap Pelaksanaan Survai Kegiatan pelaksanaan survai lapangan dan instansional ini meliputi peninjauan keadaan lapangan secara visual, pengukuran fisik, pencacahan, wawancara serta pengumpulan informasi dari instansiinstansi pemerintah tingkat kabupaten dan kecamatan maupun masyarakat. 3) Tahap Kompilasi Data/Penyusunan Hasil Survai Tahap ini meliputi pemilihan dan penstrukturan yang sistematik sehingga mudah dikenali dan dipahami segala keadaan dari seluruh kawasan perencanaan. 4) Tahap Analisis Data Dalam tahap ini akan dilakukan penilaian terhadap berbagai komponen PSD-PU yang dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip pendekatan dan metode pengamatan dan analisis praktis yang dapat dipertanggung jawabkan baik secara ilmiahmaupun praktis. 5) Rekomendasi Penanganan Prasarana dan Sarana Rekomendasi berisi masukan, usulan penataan dan usulan penanggulangan/penanganan PSD-PU Metodologi Pemetaan Tahapan-tahapan yang akan dilaksanakan dalam pelaksanan pekerjaan pemetaan, dapat dilihat pada diagram alir dibawah ini.
12 71 BAGAN ALIR PROSES PEMETAAN PSD-PU di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Data Sekunder Peta Dasar Peta Tematik Survey Ke lapangan Digitasi Pengolahan Data Lapangan PUBLISHING PETA PRASARANA-SARANA BASIS DATA PRASARANA-SARANA INDIKASI KEBUTUHAN PENANGANAN 1) Metode Pengumpulan Data a. Data sekunder sebagai pendukung validitas data primer; diperoleh dari peraturan/kebijakan/ketentuan/literatur dari masing-masing dinas/instansi yang bersangkutan; bersifat terbaru/terakhir dan atau memiliki dasar hukum atau ketetapan yang ada. b. Pengumpulan data primer diperoleh dari pengamatan, pengukuran di lokasi sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada; melalui survei lapangan. a) Pengumpulan Data Sekunder Data sekunder yang diperlukan untuk pekerjaan ini adalah merupakan data-data peta dasar dan peta tematik prasarana-sarana kota, peta-peta tersebut adalah :
13 72 Peta Rupa Bumi skala 1 : , yang mencakup wilayah perencanaan Peta wilayah kecamatan Peta Status dan Kelas jalan Peta Prasarana dan Sarana Pelayanan Umum Peta Jaringan Listrik Peta Jaringan Telepon Peta Jaringan Air Bersih Peta Jaringan Drainase Peta Jaringan Air Limbah (Sanitasi) Peta Prasarana-sarana yang ada Data-data tersebut diperoleh dari instansi-instansi atau perusahaanperusahaan yang diperkirakan mempunyai data tersebut baik dalam bentuk peta maupun tabel, dalam hal ini antara lain kantor Bappeda, kantor Prasarana Kota, PLN, dan Telkom. b) Survey Data Primer Berbekal data sekunder yang telah dikumpulkan baik berupa peta maupun tabel, dilakukan pemutakhiran data (updating) dengan cara turun langsung ke lapangan melakukan survey pencocokan antara data peta atau tabel dengan kenyataan kondisi di lapangan pada saat sekarang ini. Pelaksanaan survey dilakukan dengan menambahkan atau mengurangi unsur-unsur prasarana-sarana yang tergambar dalam peta yang dibawa ke lapangan. Untuk unsur-unsur yang belum tergambar dalam peta, dilakukan pengukuran dengan menggunakan GPS, kemudian digambarkan pada peta tersebut. Untuk memudahkan orientasi penggambaran, dicari unsur-unsur terdekat yang dapat dengan mudah diidentifikasi dalam peta dan terdekat dengan posisi unsur yang akan ditambahkan. Selain malaksanakan pemutakhiran data peta, dilaksanakan juga inventarisasi prasarana-sarana tersebut dalam bentuk tabel yang formatnya telah dipersiapkan dengan format yang baik dan komunikatif. 2. Dijitasi Peta Dasar dan Peta Tematik Karena hasil yang akan diserahkan pada akhir pekerjaan ini adalah data dalam bentuk digital, maka harus dilakukan konversi dari data
14 73 yang berbentuk hardcopy (cetakan) ke dalam format digital. Untuk melakukan konversi data-data tersebut, khususnya data peta maka dilakukan proses digitasi. 3. Pemrosesan Data Lapangan Pemrosesan data lapangan dilaksanakan di studio dengan menggunakan bantuan perangkat komputer. Data-data peta hasil pemutakhiran dari pekerjaan survey lapangan dilakukan digitasi khususnya untuk unsur-unsur yang sebelumnya belum tergambar pada peta dasarnya. Pemrosesan data-data spasial ini dilaksanakan dengan menggunakan perangkat lunak Arc GIS. Setelah semua unsur terdigitasi, dilakukan klasifikasi terhadap unsur-unsur tersebut, sesuai dengan klasifikasi yang telah ditentukan dan dimasukkan ke dalam layer-layer sesuai dengan klasifikasinya Penyajian Data 1) Satuan Perwilayahan a) Satuan Administratif Yang dimaksud dengan satuan administratif adalah nilai tingkat administratif kabupaten, kecamatan dan desa. Satuan ini dipergunakan karena merupakan satuan yang telah baku, diberlakukan secara resmi, dapat diterima oleh semua pihak serta terdapat beberapa aspek pendataan yang hanya dapat dikumpulkan menurut satuan ini khususnya adalah data sekunder. b) Satuan Fisikal dan atau Kawasan Satuan yang dimaksud adalah daerah yang mempunyai batas fisik yang jelas, misalnya jalan, sungai, tanah lapang. Sedangkan kawasan adalah wilayah yang dibatasi oleh perbedaan pemanfaatan lahan. Untuk menampung hasil-hasil pendataan fisik lapangan biasanya digunakan satuan ini Penyajian Peta dan Data Tabular Hasil dari pekerjaan pemetaan ini akan disajikan dalam dua format cetak dan format digital berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) serta peralatan aplikasi data base yang terdiri dari
15 74 Software original aplikasi GIS, GPS (handheld), Laptop, Komputer PC 1 set, Printer A3 dan External Harddisk. Sedangkan hasil pekerjaan dalam bentuk tabel akan disajikan dengan format yang telah direncanakan dengan tepat sehingga bisa lebih komunikatif, memudahkan bagi pengguna dalam membaca maupun menganalisanya. Hasil pekerjaan baik yang berupa peta maupun tabel disajikan per wilayah Kecamatan. Peta disajikan dengan skala menyesuaikan dengan ukuran kertas cetak yaitu ukuran A Konsultasi dan Pembahasan Laporan Konsultasi dilakukan sejak awal kegiatan, dilakukan secara formal dan informal. Dalam setiap pembahasan minimal dihadiri oleh tim teknis dan dinas/instansi terkait. Pembahasan formal dalam bentuk diskusi dan presentasi dilakukan sebanyak 3 (tiga) kali atau sesuai dengan jadual dalam kontrak Laporan 1) Laporan Pendahuluan Laporan Pendahuluan berisi tentang: a. Pemahaman Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang diartikulasikan sebagai persepsi terhadap KAK. b. Penjabaran KAK ke dalam item-item jenis dan urutan kegiatan (menampilkan jadual kegiatan). c. Struktur organisasi tata kerja dan personil yang bertanggung jawab. d. Bahan dan rencana kegiatan survey (instansional dan lapangan). e. Ancangan laporan antara. Laporan ini disiapkan 4 (empat) minggu dimulai semenjak kontrak ditandatangani, diserahkan sebanyak 10 (sepuluh) eksemplar setelah muatan laporan dibahas dan disetujui tim teknis.
16 75 2. Laporan Antara Laporan Antara berisi tentang: a. Hasil survey terdiri atas: Data eksisting (data dasar, produk peraturan dan hal-hal lain yang dipandang perlu). Peta-peta dasar dan peta-peta pendukungnya. b. Metode pengamatan dan analisis praktis yang dipergunakan. Laporan ini disiapkan dalam waktu 16 (enam belas) minggu semenjak penandatanganan kontrak dan diserahkan kepada pemberi tugas. Diserahkan setelah dibahas dan disetujui tim teknis didasarkan atas masukan dan pembahasan yang hadir. Laporan diserahkan sebanyak 10 (sepuluh) eksemplar. 3 Laporan Konsep Akhir Laporan ini disiapkan dalam waktu 20 (Dua puluh) minggu semenjak penandatanganan kontrak dan diserahkan kepada pemberi tugas. Diserahkan setelah dibahas dan disetujui tim teknis didasarkan atas masukan dan pembahasan yang hadir. Laporan diserahkan sebanyak 10 (sepuluh) eksemplar. 4 Laporan Akhir Laporan Akhir berisi tentang: a. Data eksisting prasarana-sarana perkotaan dan sarana umum; Data eksisting prasarana-sarana transportasi (jalan). Data eksisting prasarana-sarana air bersih. Data eksisting prasarana-sarana drainase. Data eksisting prasarana-sarana air kotor/limbah. Data eksisting prasarana-sarana persampahan. Data eksisting prasarana-sarana listrik. Data eksisting prasarana-sarana telepon. Data eksisting sarana umum (pemerintahan, sosial, perdagangan,dll).
17 76 b. Penilaian kondisi prasarana-sarana perkotaan dan sarana umum, permasalahan yang berkaitan dengan kinerjanya serta permasalahan-permasalahan yang mungkin akan timbul di masa mendatang berkaitan dengan keberadaannya saat ini. Laporan ini disiapkan dalam waktu 27 (dua puluh tujuh) minggu semenjak penandatangan kontrak dan diserahkan kepada pemberi tugas. Diserahkan setelah dibahas dan disetujui tim teknis didasarkan atas masukan dan pembahasan yang hadir. Laporan diserahkan sebanyak 10 (sepuluh) eksemplar. 5 Album Peta Album peta berisi tentang peta-peta yang merupakan gambaran terperinci dan akurat tentang prasarana-sarana wilayah dan sarana umum yang ada. Penampilan peta harus jelas, komunikatif dan sesuai aturan baku dalam penyajiannya. Peta prasarana-sarana dasar perkotaan dan sarana umum disajikan dalam skup wilayah kecamatan. Album peta adalah dalam format kertas A1, dengan skala menyesuaikan untuk cakupan wilayah kecamatan. Jumlah album peta sebanyak 10 (sepuluh) eksemplar. Soft Copy Sebanyak 10 buah. 6 Bentuk Laporan Format Laporan Pendahulan, Antara dan Akhir adalah sebagai berikut: Ukuran kertas : A4 ukuran 21 x 29,7 80 gram. Jenis kertas : HVS polos berwarna putih. Spasi : 1.5 untuk tulisan dan single untuk tabel Bahan cover : jenis buffalo tebal dilaminating. Jilid : dijilid bukan spiral atau plastik. Format Album Peta : Ukuran kertas : A1 ukuran 59,4 x gram. Jenis kertas : HVS polos berwarna putih. Jilid : dijilid bukan spiral atau plastik.
18 77 3. KebutuhanTenaga 3.1 Tenaga Ahli Agar diperoleh hasil / keluaran yang optimal, maka perlu dibentuk suatu tim yang mampu menangani kegiatan, yang terdiri atas beberapa disiplin ilmu yang berkaitan dengan penyelesaian pekerjaan. Kebutuhan Tenaga Ahli sebagai pelaksana yang akan dilibatkan dalam pekerjaan ini adalah : Team Leader merangkap Perencana Wilayah dan Kota dengan jumlah 6 orang bulan yang memiliki latar belakang pendidikan S2 Perencanaan Wilayah dan Kota dengan pengalaman kerja sekurang kurangnya 5 tahun di bidang perencanaan kota dan kawasan permukiman; 1 (satu) Orang Ahli Permukiman, dengan jumlah 6 orang bulan, dengan latar belakang pendidikan Sarjana Perencanaan Wilayah dan Kota Strata 2 (S2), berpengalaman 5 tahun atau S1 Arsitektur atau S1 Perencanaan Wilayah dan Kota dengan pengalaman kerja di bidang perancangan kawasan permukiman sekurang-kurangnya 8 tahun; 1 (satu) Orang Ahli Prasarana Permukiman dengan jumlah 6 orang bulan, dengan latar belakang pendidikan S2 Teknik Sipil, berpengalaman 5 tahun atau S1 Teknik Sipil dengan pengalaman kerja di bidang perencanaan prasarana permukiman sekurangkurangnya 8 tahun; 2 (dua) orang Ahli Teknologi Informasi dengan jumlah 6 orang bulan, dengan latar belakang pendidikan S2 Teknologi Informasi/Komputer dengan pengalaman kerja di bidang Teknologi Informasi sekurang kurangnya 5 tahun atau S1 Teknologi
19 78 Informasi/Komputer dengan pengalaman kerja sekurang-kurangnya 8 tahun. 2 (dua) Orang Ahli Pemetaan salama 6 bulan dengan jumlah 12 orang bulan, dengan latar belakang pendidikan S2 Geodesi/Geografi dengan pengalaman 5 tahun bekerja dibidang pemetaan dan GIS atau S1 Geodesi/Geografi dengan pengalaman dibidang pemetaan dan GIS sekurang-kurangnya 8 tahun; 1 (satu) orang Ahli Lingkungan dengan jumlah 6 orang bulan, dengan latar belakang pendidikan S2 Teknik Lingkungan dengan pengalaman kerja di bidang perencanaan dan pengembangan prasarana lingkungan sekurang kurangnya 5 tahun atau S1 Teknik Lingkungan dengan pengalaman kerjan sekurang-kurangnya 8 tahun; 1 (satu) Orang Ahli Transportasi dengan jumlah 6 orang bulan, dengan latar belakang pendidikan S2 Teknik Sipil Transportasi, berpengalaman 5 tahun atau S1 Teknik Sipil dengan pengalaman kerja di bidang perencanaan prasarana jalan sekurang-kurangnya 8 tahun; 1 (satu) Orang Ahli Geologi dengan jumlah 6 orang bulan, dengan latar belakang pendidikan S2 Teknik Geologi, berpengalaman 5 tahun atau S1 Teknik Geologi dengan pengalaman kerja di bidang geologi sekurang-kurangnya 8 tahun; 1 (satu) orang Ahli Ekonomi Pembangunan dengan jumlah 6 orang bulan, dengan latar belakang pendidikan S2 Ekonomi Pembangunan, berpengalaman 5 tahun, atau S1 Ekonomi
20 79 Pembangunan dengan pengalaman kerja di bidang perencanaan program pembangunan sekurang kurangnya 8 tahun. 3.1 Tenaga Pendukung Dalam mendukung pelaksanaan kegiatan ini dibutuhkan: 2 (dua) orang Administrator yang akan membantu dalam proses penyusunan dokumen selama 6 bulan 14 (empat belas) orang Surveyor Teknis, yang akan membantu dalam melakukan pendataan dan pemetaan atau pengukuran di lapangan, dengan latar belakang pendidikan Sarjana S1/Ahli Pratama D-3 dan berpengalaman sekurang-kurangnya 4 tahun. 3 (tiga) orang Operator CAD/GIS, dengan latar belakang pendidikan Sarjana S1/Ahli Pratama D-3 berpengalaman sekurangkurangnya 4 tahun yang akan membantu dalam proses pemetaan, 2 (dua) orang Pengemudi ( Sopir) yang akan membantu dalam mobilisasi personil dan peralatan selama 6 bulan 1 (satu) orang Office Boy selama 6 bulan.
KERANGKA ACUAN KERJA KEGIATAN
KERANGKA ACUAN KERJA STUDI PENATAAN DAN PERENCANAAN DED KOMPONEN PSU KAWASAN KUMUH KEGIATAN PERENCANAAN DAN PENYIAPAN PRASARANA SARANA DAN UTILITAS KAWASAN KUMUH LOKASI : KABUPATEN BANGGAI LAUT TAHUN ANGGARAN
BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN (AANWIZJING)
PANITIA PENGADAAN/KELOMPOK KERJA/PEJABAT PENGADAAN JASA KONSULTANSI SUMBER DANA APBD TAHUN ANGGARAN 2011 DINAS PENATAAN RUANG DAN PERMUKIMAN PROVINSI SUMATERA UTARA BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN (AANWIZJING)
BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN (AANWIZJING)
PANITIA PENGADAAN/KELOMPOK KERJA/PEJABAT PENGADAAN JASA KONSULTANSI SUMBER DANA APBD TAHUN ANGGARAN 2011 DINAS PENATAAN RUANG DAN PERMUKIMAN PROVINSI SUMATERA UTARA BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN (AANWIZJING)
BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN (AANWIZJING)
PANITIA PENGADAAN/KELOMPOK KERJA/PEJABAT PENGADAAN JASA KONSULTANSI SUMBER DANA APBD TAHUN ANGGARAN 2011 DINAS PENATAAN RUANG DAN PERMUKIMAN PROVINSI SUMATERA UTARA BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN (AANWIZJING)
BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN (AANWIZJING)
PANITIA PENGADAAN/KELOMPOK KERJA/PEJABAT PENGADAAN JASA KONSULTANSI SUMBER DANA APBD TAHUN ANGGARAN 2011 DINAS PENATAAN RUANG DAN PERMUKIMAN PROVINSI SUMATERA UTARA BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN (AANWIZJING)
BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN (AANWIZJING)
PANITIA PENGADAAN/KELOMPOK KERJA/PEJABAT PENGADAAN JASA KONSULTANSI SUMBER DANA APBD TAHUN ANGGARAN 2011 DINAS PENATAAN RUANG DAN PERMUKIMAN PROVINSI SUMATERA UTARA BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN (AANWIZJING)
KERANGKA ACUAN KERJA PENDAMPINGAN PENYUSUNAN RENCANA INDUK PENGEMBANGAN SPAM KABUPATEN TELUK WONDAMA
KERANGKA ACUAN KERJA PENDAMPINGAN PENYUSUNAN RENCANA INDUK PENGEMBANGAN SPAM KABUPATEN TELUK WONDAMA. Latar Belakang a. Dasar Hukum Sejalan dengan peran Pemerintah Pusat sebagai fasilitator dalam era otonomi
K E R A N G K A A C U A N K E R J A ( K A K )
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH DINAS PERUMAHAN RAKYAT DAN KAWASAN PERMUKIMAN Jl. Madukoro Blok AA BB Kompleks PRPP Semarang Telp (024) 7608435 Fax (024) 7608202 K E R A N G K A A C U A N K E R J A ( K
BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN (AANWIZJING)
PANITIA PENGADAAN/KELOMPOK KERJA/PEJABAT PENGADAAN JASA KONSULTANSI SUMBER DANA APBD TAHUN ANGGARAN 2011 DINAS PENATAAN RUANG DAN PERMUKIMAN PROVINSI SUMATERA UTARA BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN (AANWIZJING)
KERANGKA ACUAN KERJA DATABASE PERENCANAAN JALAN KECAMATAN SAMPANG KABUPATEN SAMPANG
KERANGKA ACUAN KERJA DATABASE PERENCANAAN JALAN KECAMATAN SAMPANG KABUPATEN SAMPANG I. LATAR BELAKANG Transportasi merupakan pendukung perekonomian suatu daerah. Tersedianya suatu jaringan dan sistem transportasi
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) KEGIATAN : SINKRONISASI RENCANA DETAIL TATA RUANG KAWASAN INDUSTRI KABUPATEN SITUBONDO PEKERJAAN : SINKRONISASI RENCANA DETAIL TATA RUANG KAWASAN INDUSTRI KABUPATEN SITUBONDO
KAK (KERANGKA ACUAN KERJA)
KAK (KERANGKA ACUAN KERJA) NAMA KEGIATAN : PENYUSUNAN SISTEM INFORMASI DAN DATABASE BIDANG PENGAIRAN KOTA BONTANG (TAHAP II) LOKASI : KOTA BONTANG SKPD : DINAS PEKERJAAN UMUM KOTA BONTANG BIDANG PENGAIRAN
KERANGKA ACUAN KERJA PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI JARINGAN JALAN PROVINSI SUMATERA BARAT
KERANGKA ACUAN KERJA PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI JARINGAN JALAN PROVINSI SUMATERA BARAT I. PENDAHULUAN I.1. LATAR BELAKANG Dalam rangka menunjang kegiatan program tahunan bidang prasarana jalan yang
PENGEMBANGAN POTENSI WISATA ALAM KABUPATEN TULUNGAGUNG DENGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
PENGEMBANGAN POTENSI WISATA ALAM KABUPATEN TULUNGAGUNG DENGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Oleh : Misbakhul Munir Zain 3506100055 Program Studi Teknik Geomatika ITS, Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111 Email
PEMERINTAH KOTA PANGKALPINANG DINAS TATA KOTA PANGKALPINANG
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) Pembuatan Aplikasi Data Base Lampu Jalan 1.1 Latar Belakang Pembangunan sistem basis data ruang yang mantap dalam rangka mendukung rencana pembangunan kota dapat dimanfaatkan
KERANGKA ACUAN KERJA
KERANGKA ACUAN KERJA PENYUSUNAN RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM (RISPAM) KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA TAHUN ANGGARAN 2016 1. LATAR BELAKANG Penyediaan air minum adalah kebutuhan dasar dan hak
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
PEMERINTAH KABUPATEN WONOGIRI BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN Jalan Pemuda I / 26 Telepon (0273) 321131 Fax. E-mail [email protected] [email protected]
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
Pemerintah Propinsi Sulawesi Utara BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH ( B A P P E D A ) Jalan 17 Agustus Telp. (0431) 851380, 863204, PO Box 147, M A N A D O http: www.bappedasulut.go.id e-mail: [email protected]
BERITA ACARA PENJELASAN DOKUMEN PEMILIHAN. Nomor : 154/BA/PP1/D.I/VI/2011 Tanggal : 17 Juni 2011
BADAN PERTANAHAN NASIONAL RI PANITIA PENGADAAN BARANG DAN JASA KEDEPUTIAN BIDANG SURVEI, PENGUKURAN DAN PEMETAAN Jl. Kuningan Barat I No.1 Jakarta Selatan Telp. 5207030 5202328 BERITA ACARA PENJELASAN
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
PEMERINTAH KABUPATEN WONOGIRI BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN Jalan Pemuda I / 26 Telepon (0273) 321131 Fax. E-mail [email protected] [email protected]
UNTUK PELAKSANAAN PEMILIHAN PENYEDIA JASA KONSULTANSI KEGIATAN : PENYUSUNAN DETAIL ENGINEERING DESAIN (DED) PEMBANGUNAN GEDUNG DPRD PADA
P E M E R I N T A H K A B U P A T E N P U R B A L I N G G A DINAS PEKERJAAN UMUM Alamat Jl. Raya Purbalingga - Kaligondang Km. 2, Telp. (0281) 893158 - Purbalingga UNTUK PELAKSANAAN PEMILIHAN PENYEDIA
BAB 1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang dan Permasalahan
BAB 1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang dan Permasalahan Sumberdaya alam yang berlimpah baik hayati maupun non hayati yang terdapat di Provinsi Papua akan memberikan manfaat yang lebih besar jika pemanfaatannya
BAB VIII. KERANGKA ACUAN KERJA
114 BAB VIII. KERANGKA ACUAN KERJA LATAR BELAKANG Sungai merupakan salah satu sumber daya alam yang keberadaannya sering dimanfaatkan oleh manusia untuk berbagai keperluan, antara lain untuk penyediaan
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) Pekerjaan Penyusunan Kajian Anomali Air Tanah di Kabupaten Purworejo dan Kabupaten Kebumen
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) Pekerjaan Penyusunan Kajian Anomali Air Tanah di Kabupaten Purworejo dan Kabupaten Kebumen 1. Latar Belakang Bumi kita lebih dari 80% terdiri dari air, namun hanya 2% yang dianggap
I. Latar Belakang dan Dasar Hukum
KERANGKA ACUAN KERJA PEKERJAAN HARGA ANALISA SATUAN PEKERJAAN JALAN DAN JEMBATAN DI KABUPATEN TANGERANG DINAS BINA MARGA DAN SUMBER DAYA AIR KABUPATEN TANGERANG TAHUN ANGGARAN APBD 2017 I. Latar Belakang
KERANGKA ACUAN KERJA PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PENATAAN RUANG (SIMTARU) KOTA BALIKPAPAN TAHUN 2016
1 KERANGKA ACUAN KERJA PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PENATAAN RUANG (SIMTARU) KOTA BALIKPAPAN TAHUN 2016 I. LATAR BELAKANG Seiring dengan kemajuan teknologi informasi yang sangat pesat maka akan mempengaruhi
BAB I PROFILE PERUSAHAAN
Contoh Usulan Teknis Pekerjaan perencanaan Jalan BAB I PROFILE PERUSAHAAN 1.1. Latar Belakang Perusahaan Perusahaan... merupakan perusahaan swasta umum yamg sahamnya sepenuhnya dimiliki oleh warga negara
BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN (AANWIZJING)
PANITIA PENGADAAN/KELOMPOK KERJA/PEJABAT PENGADAAN JASA KONSULTANSI SUMBER DANA APBD TAHUN ANGGARAN 2011 DINAS PENATAAN RUANG DAN PERMUKIMAN PROVINSI SUMATERA UTARA BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN (AANWIZJING)
III. METODOLOGI PENELITIAN. prosedur (tata kerja) ilmiah geografi, untuk mencapai tujuan penelitian, di bidang
III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian geografi adalah tata cara kerja atau pedoman yang sistematis untuk memahami obyek penelitian gegrafi, dengan menggunakan alat dan melalui
RANCANG BANGUN SISTEM PENGELOLAAN PEMETAAN WILAYAH JAWA TENGAH BERBASIS GIS
RANCANG BANGUN SISTEM PENGELOLAAN PEMETAAN WILAYAH JAWA TENGAH BERBASIS GIS Budi Widjajanto Abstrak : Perencanaan pembangunan yang baik dilakukan tidak hanya dengan memperhatikan data data deskriptif,
BAB V KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) STUDI LARAP PEMBANGUNAN BENDUNG GERAK KARANGNONGKO
BAB V KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) STUDI LARAP PEMBANGUNAN BENDUNG GERAK KARANGNONGKO Uraian Pendahuluan 1. Latar Belakang Rancangan Rencana Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Bengawan Solo memuat
UNTUK PELAKSANAAN PEMILIHAN PENYEDIA JASA KONSULTANSI KEGIATAN : DED GEDUNG DINPERINDAGKOP PADA
P E M E R I N T A H K A B U P A T E N P U R B A L I N G G A DINAS PEKERJAAN UMUM Alamat : Jl. Raya Purbalingga - Kaligondang Km. 2, Telp. (0281) 893158 - Purbalingga UNTUK PELAKSANAAN PEMILIHAN PENYEDIA
Berisi tentang Rencana Kerja Pelaksanaan Kegiatan Pemeriksaan Keandalan dan Kelaikan Bangunan Gedung di Kota Semarang tahun 2010.
Berisi tentang Rencana Kerja Pelaksanaan Kegiatan Pemeriksaan Keandalan dan Kelaikan Bangunan Gedung di Kota Semarang tahun 2010. 5.1. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan adalah
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Tinjauan Umum Kegiatan studi akan diawali dengan melakukan persiapan termasuk mobilisasi dan menyusun rencana survai serta pemantapan rencana kerja. Kemudian dilanjutkan
KERANGKA ACUAN KERJA STUDI KELAYAKAN PENGEMBANGAN TAMAN MAKAM PAHLAWAN KABUPATEN BEKASI
KERANGKA ACUAN KERJA STUDI KELAYAKAN PENGEMBANGAN TAMAN MAKAM PAHLAWAN KABUPATEN BEKASI I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Aktivitas sosial dan budaya mencirikan perkembangan suatu wilayah di samping aktivitas
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) Uraian Pendahuluan 1
1 KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) Uraian Pendahuluan 1 1. Latar Belakang Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah berupaya meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Penelitian Diresmikannya Kota Tasikmalaya sebagai daerah otonom pada tanggal 17 Oktober 2001 mengandung konsekuensi adanya tuntutan peningkatan pelayanan
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) Uraian Pendahuluan 1
1 KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) Uraian Pendahuluan 1 1. Latar Belakang Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah berupaya meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) PERENCANAAN PEMBANGUNAN KOLAM RENANG PELATIHAN LOKASI : TANJUNG UBAN PROVINSI KEPULAUAN RIAU TAHUN ANGGARAN 2016 A. PENDAHULUAN 1. PENGERTIAN 1.1. Nama Kegiatan. Nama Kegiatan
PENDAHULUAN BAB 1 PENDAHULUAN
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sanitasi sebagai salah satu aspek pembangunan memiliki fungsi penting dalam menunjang tingkat kesejahteraan masyarakat, karena berkaitan dengan kesehatan, pola hidup,
BAB I PENDAHULUAN. Berkaitan dengan hal itu, maka perlu segera disusun materi teknis peraturan zonasi untuk seluruh Kota Cimahi.
1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Pada dasarnya perkembangan suatu wilayah secara faktual dapat berubah sesuai dengan kecepatan, dinamika, atau pola perkembangan kegiatan masyarakat setempat dan atau
PENGEMBANGAN DATA DAN INFORMASI TATA RUANG KABUPATEN/KOTA BERBASIS CITRA SATELIT DAN GIS PENGANTAR Pesatnya perkembangan teknologi informasi membawa perubahan yang besar di berbagai bidang termasuk bidang
BAB. I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG
BAB. I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Balai Perlindungan Sosial Provinsi Banten didirikan berdasarkan Keputusan Gubernur Banten No. 40 Tahun 2002, sebagai Unit Pelaksana Teknis Dinas pada Dinas Provinsi
BAB I PENDAHULUAN I-1
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Sampah merupakan suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia saat ini. Hampir setiap kegiatan yang dilakukan manusia selalu menghasilkan sampah, terutama
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) TERM OF REFERENCES (TOR)
KOP PERUSAHAN KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) TERM OF REFERENCES (TOR) PEKERJAAN : PERENCANAAN TEKNIS PEMBANGUNAN JALAN HOTMIX SANGOWO LOKASI PEKERJAAN : SANGOWO KECAMATAN MOROTAI TIMUR SUMBER DANA : APBD TAHUN
BAB I PENDAHULUAN. Tengah, Lampung Timur, dan Lampung Selatan, maka dibuat peta lahan. daya alam dan manusia serta memperluas lapangan pekerjaan dan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam rangka menggali potensi lahan daerah kabupaten wilayah Lampung Tengah, Lampung Timur, dan Lampung Selatan, maka dibuat peta lahan investasi pada daerah tersebut.
1. LATAR BELAKANG. a. Dasar Hukum
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) FASILITASI PENYUSUNAN MASTER PLAN SISTEM PERSAMPAHAN DAN REVITALISASI DED PERSAMPAHAN KOTA PANGKALPINANG 1. LATAR BELAKANG a. Dasar Hukum UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan
Aplikasi GIS PDP3D G.I.S P.D.P.3.D PT. Lexion Indonesia
Proposal Aplikasi GIS PDP3D G.I.S P.D.P.3.D Geographic Information System Pusat Data Perencanaan dan Pengendalian Pembangunan Daerah PT. Lexion Indonesia Jl. Bendul Merisi Selatan IV No 72 Surabaya Phone.
KERANGKA ACUAN KERJA ( K A K )
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH DINAS PEKERJAAN UMUM SUMBER DAYA AIR DAN PENATAAN RUANG Jl. Madukoro Blok. AA-BB TELP.7608201 (HUNTING) FAX.7612334 SEMARANG 50144 Website : http://pusdataru.jatengprov.go.id
PENDAHULUAN BAB I Latar Belakang Proyek
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Proyek Sesuai dengan semangat otonomi daerah mengenai kebijakan pengaturan mengenai sumber daya air maka diterbitkan UU No.7 Tahun 04 tentang Sumber Daya Air (SDA).
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang DKI Jakarta sebagai Ibukota Negara Republik Indonesia merupakan kota megapolitan yang sibuk dan berkembang cepat, dalam satu hari menghasilkan timbulan sampah sebesar
MODUL 6 : PENILAIAN KELENGKAPAN SUBSTANSI MATERI TEKNIS, RAPERDA, DAN PETA UNTUK STANDAR REKOMENDASI GUBERNUR
0 2 5 12 15 24 25 PENDAHULUAN EVALUASI MATERI TEKNIS EVALUASI RAPERDA EVALUASI PETA PEMBENTUKAN TIM UNTUK PENILAIAN KEAN SUBSTANSI REFERENSI DASAR HUKUM PENILAIAN KEAN SUBSTANSI TUJUAN INSTRUKSIONAL
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) I. Umum 1. Program : Pengembangan Ketenagalistrikan dan Migas 2. Kegiatan : Evaluasi dan Penyusunan Rencana Umum Ketenagalistrikan Daerah 3. Pekerjaan : Evaluasi Dokumen Rencana
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) STUDI KELAYAKAN TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) KABUPATEN NIAS BARAT 1. LATAR BELAKANG Sampah sebagai hasil samping dari berbagai aktifitas/kegiatan dalam kehidupan maniusia maupun
1. DATA PROYEK. Lokasi : Kota Kupang Sumber Dana : APBNP Tahun Anggaran : 2017 Waktu Pelaksanaan : 20 hari kalender
BAB VI. ADENDUM KERANGKA ACUAN KERJA(KAK) ADENDUM KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) PERENCANAAN RENOVASI GEDUNG KANTOR, REHABILITASI POS JAGA ATAS, PEMBANGUNAN PAGAR BARU, DAN PERLUASAN BLOK HUNIAN PADA RUMAH
LAMPIRAN I CONTOH PETA RENCANA STRUKTUR RUANG WILAYAH KABUPATEN L - 1
LAMPIRAN I CONTOH PETA RENCANA STRUKTUR RUANG WILAYAH KABUPATEN L - 1 LAMPIRAN II CONTOH PETA RENCANA POLA RUANG WILAYAH KABUPATEN L - 2 LAMPIRAN III CONTOH PETA PENETAPAN KAWASAN STRATEGIS KABUPATEN L
Prosiding Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Prasarana Wilayah (ATPW), Surabaya, 11 Juli 2012, ISSN
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PEMELIHARAAN JALAN KABUPATEN SEBAGAI PENUNJANG KEPUTUSAN PEMELIHARAAN JALAN KABUPATEN (STUDI KASUS JALAN KABUPATEN DI KECAMATAN PARAKAN KABUPATEN TEMANGGUNG) KETUT CHANDRA
KERANGKA ACUAN KERJA
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) Pengguna Anggaran : Ir. ANGGIT HERMANUADI, M.Si PEMERINTAH KABUPATEN PROBOLINGGO SATKER/SKPD : BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH NAMA PROGRAM : PENGKAJIAN PEMBANGUNAN BIDANG
BAB 1 PENDAHULUAN. Pokja AMPL Kota Makassar
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sanitasi sebagai salah satu aspek pembangunan memiliki fungsi penting dalam menunjang tingkat kesejahteraan masyarakat, karena berkaitan dengan kesehatan, pola hidup,
METODE PENELITIAN. deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu
III. METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif. Metode deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek,
KERANGKA ACUAN KERJA ( K A K )
z PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH DINAS PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR Jalan Madukoro Blok AA BB Semarang Telp. (024) 7608201, 7608342, 7621825 Fax : 7612334, 7621825 Kode Pos : 50144 E-mail : [email protected]
Strategi Sanitasi Kabupaten Malaka
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pembangunan Sanitasi di Indonesia telah ditetapkan dalam misi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJMPN) tahun 2005 2025 Pemerintah Indonesia. Berbagai langkah
KERANGKA ACUAN KERJA
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) Pengguna Anggaran : Ir. ANGGIT HERMANUADI, M.Si PEMERINTAH KABUPATEN PROBOLINGGO SATKER/SKPD NAMA PROGRAM NAMA KEGIATAN : BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH : PENGKAJIAN PEMBANGUNAN
USULAN TEKNIS DAN PENAWARAN BIAYA KEGIATAN STUDI KESESUAIAN LAHAN RENCANA TANAMAN...
USULAN TEKNIS DAN PENAWARAN BIAYA KEGIATAN STUDI KESESUAIAN LAHAN RENCANA TANAMAN... UNIVERSITAS JAMBI FAKULTAS PERTANIAN Maret 0 I. PENDAHULUAN.. Latar Belakang Kebutuhan akan bahan baku industri dan
BAB IV. KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) Uraian Pendahuluan
BAB IV. KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) Uraian Pendahuluan. Latar Belakang : Kegiatan Perencanaan Teknis Pembuatan Liftt dan Eskalator Gedung DPRD Kota Bontang ini untuk mengakomodir kebutuhan pengguna gedung
FORMAT SURAT KEPUTUSAN MENTERI, KEPUTUSAN GUBERNUR, DAN KEPUTUSAN BUPATI/WALIKOTA TENTANG PENETAPAN PELAKSANAAN PENINJAUAN KEMBALI
LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI AGRARIA DAN TATA RUANG/ KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL NOMOR 6 TAHUN 2017 TENTANG TATA CARA PENINJAUAN KEMBALI RENCANA TATA RUANG WILAYAH FORMAT SURAT KEPUTUSAN MENTERI,
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sanitasi sebagai salah satu aspek pembangunan memiliki fungsi penting dalam menunjang tingkat kesejahteraan masyarakat, karena berkaitan dengan kesehatan, pola hidup,
Pangkalanbalai, Oktober 2011 Pemerintah Kabupaten Banyuasin Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penanaman Modal
Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Banyuasin Tahun 2012 2032merupakan suatu rencana yang disusun sebagai arahan pemanfaatan ruang di wilayah Kabupaten Banyuasin untuk periode jangka panjang 20
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kegiatan penduduk dapat ditampung dalam ruang-ruang sarana sosial dan ekonomi, tetapi tidak akan berjalan dengan baik tanpa didukung oleh pelayanan infrastruktur yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan penduduk kota kota di Indonesia baik sebagai akibat pertumbuhan penduduk maupun akibat urbanisasi telah memberikan indikasi adanya masalah perkotaan yang
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) Kegiatan : PERENCANAAN PENGEMBANGAN PERUMAHAN Pekerjaan : DED PENATAAN KAWASAN TPU DINAS PERUMAHAN RAKYAT DAN KAWASAN PERMUKIMAN KOTA PEKANBARU TAHUN ANGGARAN 2017 0 Uraian Pendahuluan
( KUALIFIKASI :USAHA KECIL )
P E M E R I N T A H K A B U P A T E N P U R B A L I N G G A DINAS PEKERJAAN UMUM Alamat Jl. Raya Purbalingga - Kaligondang Km. 2, Telp. (0281) 893158 - Purbalingga UNTUK PELAKSANAAN PEMILIHAN PENYEDIA
Pelaksanakan survai dan pengolahan data adalah untuk memperoleh data dan informasi tentang kondisi awal kawasan perencanaan.
TPL301 PERENCANAAN KOTA PERTEMUAN III : PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA Oleh : Ir. Darmawan L. Cahya, MURP, MPA ([email protected]) Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Tkik Teknik
WALIKOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT
Menimbang WALIKOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT PERATURAN WALIKOTA PADANG NOMOR 29 TAHUN 2015 TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS TATA RUANG, TATA BANGUNAN, DAN PERUMAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2013 TENTANG KETELITIAN PETA RENCANA TATA RUANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2013 TENTANG KETELITIAN PETA RENCANA TATA RUANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa untuk melaksanakan
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) KEGIATAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN JARINGAN IRIGASI PEKERJAAN DETAIL ENGGINERING DESAIN (DED) JARINGAN IRIGASI LOKASI : IRIGASI DESA TUVA (Kec.Gumbasa),IRIGASI DESA PULU (Kec.Dolo
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) PEKERJAAN : FEASIBILITY STUDY, MASTER PLAN, DAN DED BLOK PLAN PERKANTORAN PEMERINTAH PROVINSI 1. LATAR BALAKANG Pertumbuhan kota yang relatif cepat mengakibatkan permasalahan
BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Masalah Pengalihan fungsi lahan sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) kota semakin banyak terjadi pada saat sekarang. Hal ini seiring dengan permintaan pembangunan berbagai
BAB III METODOLOGI 3.1 PENDEKATAN MASALAH
BAB III METODOLOGI 3.1 PENDEKATAN MASALAH Penyusunan garis besar langkah kerja merupakan suatu tahapan kegiatan dengan menggunakan metodologi. Metodologi pendekatan analisis dilakukan dengan penyederhanaan
Bab. I Pendahuluan. KHARISMA KARYA, pt Engineering Consultant Review Master Plan dan DED Drainase Kota Kabupaten Majene I.
Bab I Pendahuluan I.1 LATAR BELAKANG Pada tahun anggran 2009 di Kabupaten Majene telah dilaksanakan kegiatan pembuatan rencana induk /master plan drainase melalui biaya APBD, akan tetapi hasil perencanaan
PENDAHULUAN. Bab Latar Belakang. BPS Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung
Bab - 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sanitasi merupakan salah satu pelayanan dasar yang kurang mendapatkan perhatian dan belum menjadi prioritas pembangunan di daerah. Dari berbagai kajian terungkap
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Objek penelitian tugas akhir ini adalah Daerah Irigasi Tada yang berada di desa Tada Kecamatan Tinombo Selatan Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi
LAPORAN AKHIR VOLUME 2 : STUDI KELAYAKAN DAFTAR ISI PETA LOKASI DAFTAR ISI DAFTAR SINGKATAN RINGKASAN EKSEKUTIF
LAPORAN AKHIR VOLUME 2 : STUDI KELAYAKAN DAFTAR ISI PETA LOKASI DAFTAR ISI DAFTAR SINGKATAN RINGKASAN EKSEKUTIF BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang... 1-1 1.2 Tujuan Studi... 1-2 1.3 Wilayah Studi dan
BAB I PENDAHULUAN.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang PT. Aetra Air Tangerang merupakan perusahaan hasil kerjasama pemerintah kabupaten Tangerang dengan pihak swasta (KPS) yang menyuplai kebutuhan air bersih bagi penduduk
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2013 TENTANG KETELITIAN PETA RENCANA TATA RUANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2013 TENTANG KETELITIAN PETA RENCANA TATA RUANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) PERENCANAAN PEMBUATAN MAKET PELABUHAN KARGO
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) PERENCANAAN PEMBUATAN MAKET PELABUHAN KARGO PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Pelabuhan merupakan salah satu infrastruktur penting dalam menunjang pertumbuhan ekonomi suatu daerah.
KERANGKA ACUAN KERJA I. LATAR BELAKANG
KERANGKA ACUAN KERJA I. LATAR BELAKANG a. Setiap bangunan Gedung harus diwujudkan dan dilengkapi dengan peningkatan Mutu atau Kualitas, sehingga mampu memenuhi secara optimal fungsi bangunannya, dan dapat
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) PEKERJAAN : PERENCANAAN PEMBANGUNAN SARANA DAN PRASARANA PASAR DALAM WILAYAH KOTA LANGSA
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) PEKERJAAN : PERENCANAAN PEMBANGUNAN SARANA DAN PRASARANA PASAR DALAM WILAYAH KOTA LANGSA 1. LATAR BELAKANG Kota Langsa yang merupakan kota madya hasil pemekaran dari Kabupaten
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN Bab I berisikan penjabaran dan pembahasan tentang latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, batasan masalah dan sistematika penulisan laporan Tugas Akhir
2 sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b, perlu membangun bendungan; d. bahwa untuk membangun bendungan sebagaimana dimaksud pada huruf c, yang
No.771, 2015 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMEN PU-PR. Bendungan. Pencabutan. PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27/PRT/M/2015 TENTANG BENDUNGAN DENGAN RAHMAT
MENTERI AGRARIA DAN TATA RUANG/ KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL
MENTERI AGRARIA DAN TATA RUANG/ KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL PERATURAN MENTERI AGRARIA DAN TATA RUANG/ KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2017 TENTANG TATA CARA PENINJAUAN
PEMERINTAH KOTA CIMAHI
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) PA/KPA : DINAS KEBERSIHAN DAN PERTAMANAN KOTA CIMAHI PEMERINTAH KOTA CIMAHI OPD : DINAS KEBERSIHAN DAN PERTAMANAN KOTA CIMAHI BIDANG PERMUKIMAN DAN PERUMAHAN NAMA KPA : DJANI
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS TEMPAT PENGOLAHAN BARANG BEKAS DI SURAKARTA
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS TEMPAT PENGOLAHAN BARANG BEKAS DI SURAKARTA Disusun Oleh : Widya Lestafuri K3513074 Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas
BAB I. I.1.Latar Belakang PENDAHULUAN
1 BAB I PENDAHULUAN I.1.Latar Belakang Salah satu dari sekian banyak sumber daya alam yang diciptakan oleh Allah SWT untuk kelangsungan hidup manusia adalah tanah atau lahan. Pengertian tanah menurut Sumaryo
E. RUANG LINGKUP KEGIATAN 1. Uraian Kegiatan
KERANGKA ACUAN KERJA PENYUSUNAN DOKUMEN UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAN UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP (UKL UPL) RENCANA PEMBANGUNAN PELABUHAN A. LATAR BELAKANG Kabupaten Kepulauan Mentawai merupakan
BUPATI BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 26 TAHUN 2008 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PEKERJAAN UMUM KABUPATEN BELITUNG
BUPATI BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 26 TAHUN 2008 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PEKERJAAN UMUM KABUPATEN BELITUNG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BELITUNG, Menimbang Mengingat
Sejalan dengan berkembangnya suatu kota atau wilayah dan meningkatnya kebutuhan manusia, infrastruktur jalan sangat diperlukan untuk menunjang proses
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sistem transportasi terutama infrastruktur jaringan jalan merupakan salah satu modal utama dalam perkembangan suatu wilayah. Pada daerah perkotaan, terutama, dibutuhkan
BAB I PENDAHULUAN. Kota Medan sebagai Ibukota Provinsi Sumatera Utara adalah sebagai pusat
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Kota Medan sebagai Ibukota Provinsi Sumatera Utara adalah sebagai pusat kegiatan pemerintahan, sosial politik, pendidikan dan kebudayaan. Keberadaan fasilitas pendidikan
