PENGEMBANGAN LKS PEMECAHAN MASALAH KAIDAH PENCACAHAN DENGAN PENDEKATAN METAKOGNITIF UNTUK SMA KELAS XI

dokumen-dokumen yang mirip
Pengembangan Bahan Ajar Dimensi Tiga Menggunakan Pendekatan Open-Ended di Kelas VIII MTs

BAB I PENDAHULUAN. pembelajaran matematika yang dirumuskan dalam Kurikulum Tingkat

PENGEMBANGAN LKS BERBASIS DISCOVERY LEARNING

PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATERI POLA BILANGAN

PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) BERBASIS PENEMUAN TERBIMBING PADA MATERI EKSPONEN DAN LOGARITMA UNTUK SISWA KELAS X SMA KARTIKA 1-5 PADANG

PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) BERBASIS KONSTRUKTIVISME PADA MATERI KAIDAH PENCACAHAN UNTUK SISWA KELAS XI IS SMAN 3 LENGAYANG

PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA BERBASIS PENEMUAN TERBIMBING PADA MATERI PELUANG UNTUK SISWA KELAS XI IPA SMA ADABIAH 2 PADANG

PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS KONSTRUKTIVISME PADA MATERI HIMPUNAN UNTUK SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 LUBUK ALUNG

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) BERBASIS KONSTRUKTIVIS PADA MATERI RUANG DIMENSI TIGA DI SMA

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) MATEMATIKA BERBASIS DISCOVERY LEARNING PADA MATERI TEOREMA PYTHAGORAS KELAS VIII MTsN LUBUK BUAYA PADANG

PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS PEMECAHAN MASALAH PADA MATERI PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL UNTUK SISWA KELAS VII SMPN 12 PADANG

PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) BERBASIS MASALAH PADA MATERI BENTUK ALJABAR UNTUK SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 SIJUNJUNG JURNAL

PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) BERBASIS PENEMUAN TERBIMBING PADA MATERI KAIDAH PENCACAHAN UNTUK SISWA KELAS XI MIA SMAN 7 PADANG

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PROGRAM LINEAR MENGGUNAKAN APLIKASI GEOGEBRA BERBANTUAN ANDROID DI SEKOLAH MENENGAH ATAS

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) BERBASIS MASALAH UNTUK MATERI HIMPUNAN PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMPN 3 LUBUK BASUNG.

TINJAUAN TENTANG PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS INQUIRY UNTUK PESERTA DIDIK KELAS VII SMP

PRAKTIKALITAS PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) BERBASIS KONSTRUKTIVISME PADA MATERI MATRIKS UNTUK KELAS XI SMAN 3 PADANG ARTIKEL E-JURNAL

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA KELAS VIII SMP

Key Words: Student worksheet, Discovery Learning, social aritmatic

Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) Berbasis Brain Based Learning

Yulia Fanrista Vera*), Zulfaneti ** ), Melisa ** ) ABSTRACT

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA BERBASIS PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING UNTUK MEMFASILITASI KEMAMPUAN KONEKSI SISWA SMP/MTs

DEVELOPING MATHEMATICAL LEARNING BASED ON DISCOVERY LEARNING MODEL

Oleh. Erwina Yulia Nengsih * ), Melisa ** ), Rahima ** ) ABSTRACT

Rizallisa Ariyanti*), Anna Cesaria**), Merina Pratiwi**) ABSTRACT

Keywords : Worksheet, Problem Solving, Circles. PENDAHULUAN

PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS MASALAH PADA MATERI PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL UNTUK SISWA KELAS VII MTsN I MATUR KABUPATEN AGAM

Oleh: Mahasiswa Program Studi Pendididkan Matematika STKIP PGRI Sumatera Barat. ABSTRACT

PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) BERBASIS PENEMUAN TERBIMBING PADA MATERI PERBANDINGAN UNTUK SISWA KELAS VII SMP NEGERI 12 PADANG

Key Words: Development, Student Worksheet (LKS), Contructivism, Ratio.

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) BERBASIS REALISTIK PADA MATERI BARISAN DAN DERET DI KELAS X SMA TAMANSISWA PADANG

Oleh ABSTRACT PENDAHULUAN

PRAKTIKALITAS PERANGKAT PEMBELAJARAN BERORIENTASI CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DALAM MATERI SUHU DAN KALOR DI KELAS X SMA ADABIAH 2 PADANG

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL SETTING KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) MATEMATIKA BERBASIS PENEMUAN TERBIMBING PADA MATERI KELILING DAN LUAS SEGITIGA.

PURNAMA INSANI MURSAL NIM.

Oleh: Desi Novita *), Anna Cesaria **), Hamdunah **) Mahasiswa Program Studi Pendididkan Matematika STKIP PGRI Sumatera Barat.

Universitas Negeri Padang; Jl. Prof. Dr. Hamka, Air Tawar, Padang, Indonesia.

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK POKOK BAHASAN KUBUS DAN BALOK

Key Words: LKS, brain based learning, aljabar operation.

Julia Putriani *), Anny Sovia **), Lucky Heriyanti Jufri **) ABSTRACT

PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS REALISTIK UNTUK MATERI PECAHAN PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS V MIN KORONG GADANG KECAMATAN KURANJI.

PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) DENGAN PENDEKATAN PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MATERI PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN KELAS X SMKN 6 PADANG.

PENERAPAN STRATEGI METAKOGNITIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA KELAS XI IPA 1 SMA NEGERI 3 PADANG

PENGEMBANGAN MODUL PADA MATERI SEGIEMPAT DAN SEGITIGA BERBASIS PEMECAHAN MASALAH UNTUK SISWA KELAS VII SMP. Oleh ABSTRACT

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) POKOK BAHASAN KUBUS dan BALOK

PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS KONSTRUKTIVISME UNTUK MATERI BILANGAN BULAT PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS VII SMPN 2 RAO UTARA KECAMATAN RAO UTARA

PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) BERBASIS PENEMUAN TERBIMBING PADA MATERI MATRIKS UNTUK KELAS X SMKN 4 PADANG. Oleh

PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) BERBASIS PENEMUAN TERBIMBING PADA MATERI PERSAMAAN LINIER SATU VARIABEL UNTUK SISWA KELAS VII

PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) BERBASIS PENEMUAN TERBIMBING PADA MATERI ARITMATIKA SOSIAL UNTUK SISWA KELAS VII SMP 1 BAYANG UTARA ABSTRACT

Oleh ABSTRACT. Berdasarkan observasi yang dilakukan di SMAN 2 Padang, diperoleh informasi bahwa peserta didik dalam belajar

PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATERI PENYAJIAN DATA STATISTIK UNTUK KELAS X SMA N 3 PADANG. Oleh

VALIDASI LEMBAR KERJA PADA MATERI LIMIT, TURUNAN, DAN INTEGRAL PADA PERKULIAHAN MATEMATIKA DASAR

PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) BERBASIS KONSTRUKTIVISME PADA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR KELAS VIII SMPN 23 PADANG

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR UNTUK PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS MAHASISWA CALON GURU MATEMATIKA

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA MODEL STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING SETTING CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK UNTUKMENINGKATKAN KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIK DAN SELF EFFICACY

PENGEMBANGAN LKS DENGAN PENDEKATAN PMRI PADA SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL UNTUK SMP KELAS VIII

MENGKONSTRUKSI PENGETAHUAN SISWA PADA MATERI SEGITIGA DAN SEGIEMPAT MENGGUNAKAN BAHAN AJAR INTERAKTIF MATEMATIKA BERBASIS KONSTRUKTIVISME

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) MATEMATIKA BERBASIS PEMECAHAN MASALAH PADA MATERI HIMPUNAN KELAS VII SMPN 7 PADANG

PENGEMBANGAN LKS BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK DAN STRATEGI PEMBELAJARAN PQ4R PADA MATERI HIMPUNAN KELAS VII SMPN 11 KOTA JAMBI

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) BERBASIS KONTEKSTUAL UNTUK MATERI BILANGAN BULAT PADA SISWA KELAS VII SMP MUHAMMADIYAH 6 PADANG.

PENGEMBANGAN SOAL-SOAL OPEN-ENDED

JURNAL RISET FISIKA EDUKASI DAN SAINS

BAB III METODE PENELITIAN

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS KONTEKSTUAL UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA SMP

PENGEMBANGAN PAKET SOAL MODEL PISA KONTEN CHANGE AND RELATIONSHIP UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN PENALARAN DAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA

Kemampuan Pemahaman Matematis Melalui Strategi Think Talk Write Pada Siswa Kelas XI IPS SMA Islam As- Shofa Pekanbaru

Laily Anisa Nurhidayati 38, Susanto 39, Dafik 40

PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS MASALAH PADA MATERI SEGI EMPAT KELAS VII MTs PONDOK PESANTREN DR M NATSIR ALAHAN PANJANG Oleh

VALIDASI PENGEMBANGAN MODUL FISIKA DASAR BERBASIS PROBLEM BASED INSTRUCTION UNTUK MAHASISWA STKIP PGRI SUMATERA BARAT

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) BERBASIS REALISTIK PADA MATERI SEGI EMPAT

PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS REALISTIK UNTUK MATERI HIMPUNAN DI KELAS VII SMPN 24 PADANG ABSTRACT

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA BERBASIS INKUIRI TERBIMBING UNTUK KELAS V SEKOLAH DASAR

PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) BERBASIS REALISTIK UNTUK MATERI RUANG DIMENSI TIGA PADA KELAS X SMA N 1 BONJOL KABUPATEN PASAMAN ABSTRACT

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) BIOLOGI BERBASIS GAMBAR PADA MATERI POKOK PLANTAE UNTUK SMA. Oleh

MATHEdunesa Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Volume 3 No 3 Tahun 2014

Indah Figa Wardhani 1, Hobri 2, Ervin Oktavianingtyas 3

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA BERBASIS PENDEKATAN PROBLEM SOLVING PADA MATERI SISTEM KOORDINASI MANUSIA UNTUK SMA ABSTRACT

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS MODEL PEMBELAJARAN PROYEK MATERI ALAT-ALAT OPTIK UNTUK KELAS X SMA

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL PADA MATERI PECAHAN

Ellan 1, Hobri 2, Nurcholif 3

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA MATERI PERBANDINGAN KELAS VII SMP/MTs

PENGEMBANGAN MODUL MATERI HIMPUNAN BERBASIS KONTEKSTUAL UNTUK SISWA KELAS VII SMP/MTs ABSTRACT

ANALISIS METAKOGNISI TERHADAP PEMECAHAN MASALAH DALAM MATERI KAIDAH PENCACAHAN PADA SISWA KELAS XII IPS I MAN I KUBU RAYA

Tika Nurpitasari 23, Suharto 24, Arika Indah Kristiana 25

BAB III METODE PENELITIAN

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA BERORIENTASI PROBLEM SOLVING DENGAN STRATEGI MIND MAPPING PADA MATERI LARUTAN PENYANGGA KELAS XI SMA

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI HIMPUNAN UNTUK SISWA KELAS VII SMP/MTs

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) MATEMATIKA BERBASIS CONTEXTUAL

PERANCANGAN LEMBAR KERJA MATEMATIKA DASAR PADA MATERI LIMIT, TURUNAN, DAN INTEGRAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH

Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis Penemuan Terbimbing Pada Materi Persamaan Kuadrat Untuk SMPN 12 Padang

Keywords : Teaching Materials, Student Worksheets, Learning Cycle 5-E

PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING

PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS MASALAH UNTUK MATERI PROGRAM LINEAR PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS X SMKN 6 PADANG ABSTRACT

PENGEMBANGAN WEBSITE BAHAN AJAR TURUNAN UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK

BAB III METODE PENELITIAN. Berdasarkan Van den Akker (1999:3-5) tujuan penelitian pengembangan bisa

Oleh. Sri Thirteen Julian *), Rahmi **), Anna Cesaria **)

Transkripsi:

JPPM Vol. 9 No. 1 (2016) PENGEMBANGAN LKS PEMECAHAN MASALAH KAIDAH PENCACAHAN DENGAN PENDEKATAN METAKOGNITIF UNTUK SMA KELAS XI Risnawati 1), Wahyunur Mardianita 2), Hernety 3) Pendidikan Matematika FITK Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim rwati04@gmail.com wahyunurmardianita@yahoo.co.id ABSTRACT Learning should lead students to be able to solve the problems given, one effort to engage students by providing metacognitive question. Metacognitive question includes comprehension questions, questions of strategy, the question of connections, and reflection questions. Metacognitive learning is guides students to understand the information received and assess their own understanding, calculate how much time it takes to learn something and pick a plan that is effective for learning or solve a problem. Math problems are very diverse, and discussed are applicable mathematics is a common issue in the daily activity of students, such as the problems that exist in the rules of enumeration materials are combinations and permutations. Thus, the need to design a set of questions that guide students in understanding the problems of combinations and permutations, making it easier for students to understand the material. This research aims to develop a material of student worksheet for rule of enumeration which discusses combinations and permutations with metacognitive approaches are valid, practical and has a potential effect on students' ability to solve problems. The study consisted of two phases, namely pleminary and formative evaluation. At the stage of pleminary will be analyze of student worksheet as a result of the design of teaching materials. At the stage of formative evaluation will be do self evaluation, prototyping (expert review, one-to-one and small group), field test to obtain students worksheet are valid, practical, and effective. The result showed that the material in student worksheet for rule of enumeration with metacognitive approach that has been developed completely valid criteria, practical and effective. Keywords : Student Works Sheet, Metacognitive, The Rules of Enumeration ABSTRAK Pembelajaran sebaiknya mengarahkan siswa agar mampu menyelesaikan permasalahan yang diberikan, salah satu upaya mengarahkan siswa yaitu dengan memberikan pertanyaan metakognitif. Pertanyaan metakognitif tersebut meliputi pertanyaan pemahaman, pertanyaan strategi, pertanyaan koneksi, dan pertanyaan refleksi. Pembelajaran metakognitif yaitu membimbing siswa untuk memahami suatu informasi yang diterima kemudian menilai pemahaman mereka sendiri, menghitung berapa waktu yang diperlukan untuk belajar dalam mempelajari sesuatu dan memilih rencana yang efektif untuk belajar atau memecahkan suatu masalah. Masalah matematika sangat beragam, dan yang dibahas adalah matematika aplikatif yaitu masalah yang biasa terjadi dalam kehidupan sehari-hari siswa, seperti masalah yang ada dalam materi kaidah pencacahan yaitu kombinasi dan permutasi. Maka, perlu dirancang suatu kumpulan soal yang membimbing siswa dalam memahami masalah kombinasi dan permutasi, sehingga memudahkan siswa dalam memahami materi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKS materi Kaidah Pencacahan yang membahas masalah kombinasi dan permutasi dengan pendekatan metakognitif yang valid, praktis dan mempunyai efek potensial terhadap kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah. Penelitian ini terdiri dari dua tahapan yaitu pleminary dan formative evaluation. Pada tahap pleminary dilakukan analisis LKS sebagai hasil desain bahan ajar. Pada tahap formative evaluation dilakukan Self Evaluation, Prototyping (expert review, one-to-one, dan small group), Field Test untuk memperoleh LKS yang valid, praktis, dan efektif. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa LKS materi Kaidah Pencacahan menggunakan pendekatan metakognitif yang telah dikembangkan memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif. Kata kunci: LKS, metakognitif, kaidah pencacahan 138

Risnawati, dkk A. PENDAHULUAN Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 Tahun 2006 tersebut terlihat jelas bahwa salah satu tujuan yang harus dicapai siswa dalam pembelajaran matematika adalah siswa memiliki kemampuan memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh. Pemecahan masalah dalam matematika biasanya dikemas dalam bentuk soal cerita yang tidak dapat dipecahkan secara rutin. Menurut Shadiq (2004), dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah dibutuhkan empat langkah penting seperti memahami masalah, merencanakan cara penyelesaian, melaksanakan rencana, dan menafsirkan hasilnya. Tetapi pada kenyataannya, masih banyak ditemukannya siswa yang belum mampu dalam memecahkan masalah matematika berbentuk soal cerita tersebut. Rendahnya kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika dalam bentuk soal cerita bukan hanya terjadi pada siswa SD, tetapi juga dialami oleh siswa SMP dan SMA. Agar dapat memecahkan masalah matematika tersebut dengan benar, maka seharusnya siswa menerapkan lima langkah mudah dalam memecahkan masalah matematika yang dimulai dengan membaca soal, pilih informasi penting, menentukan strategi belajar yang tepat, menyelesaikan masalah, dan memeriksa jawaban. Kesuksesan seseorang dalam memecahkaan masalah sangat tergantung pada kesadarannya tentang apa yang mereka ketahui dan bagaimana dia melakukannya. Untuk mengetahui hal tersebut, bisa menggunakan prinsip belajar metakognisi. Metakognisi adalah suatu hal yang berkaitan dengan apa yang dia ketahui tentang dirinya sebagai individu yang belajar dan bagaimana dia mengontrol serta menyesuaikan prilakunya. Meta berasal dari bahasa Yunani yang berarti setelah, melebihi, atau di atas. Jadi, metakognisi dapat diartikan sebagai setelah atau di atas kognisi. Anak perlu menyadari akan kelebihan dan kekurangan yang dimilikinya. Dengan kemampuan seperti ini, seseorang dimungkinkan memiliki kemampuan tinggi dalam pemecahan masalah, karena dalam setiap langkah yang dia kerjakan senantiasa muncul pertanyaan: Apa yang saya kerjakan?, Mengapa saya mengerjakan ini?, Hal apa yang membantu saya dalam menyelesaikan masalah ini?. Ketika menyelesaikan masalah matematika, siswa dituntut untuk memahami hal-hal yang ada pada teks soal tersebut agar dapat menjawabnya dengan benar. Menurut Cardelle-Elawar dikutip oleh Santrock (2011) mengatakan bahw keterampilan metakognitif diajarkan kepada murid untuk membantu mereka memecahkan soal matematika. Selama belajar matematika, guru membimbing anak yang kurang pandai untuk belajar mengetahui kapan mereka tidak tahu makna dari satu kata, tidak punya semua informasi yang diperlukan untuk memecahkan masalah, tidak tahu cara membagi problem langkah-langkah menjadi spesifik, atau tidak tahu cara malakukan perhitungan. Setelah memberikan pembelajaran ini, murid yang diberi training metakognitif tersebut diharapkan akan mendapatkan nilai matematika yang baik dan mempunyai sikap yang lebih baik terhadap matematika. Pembelajaran dengan metakognitif mampu meningkatkan kemampuan matematika siswa, hal ini sesuai dengan pendapat ahli matematika yaitu Laurens dan juga adanya penelitian yang dilakukan Noornia (2009) tentang pembelajaran metakognitif yang mampu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Dari uraian di atas, perlu dirancang suatu bahan ajar yang mampu mengembangkan keterampilan metakognitif siswa agar kemampuan pemecahan masalah matematikanya menjadi meningkat Bahan ajar yang dikembangkan adalah Lembar Kerja Siswa (LKS). LKS adalah alat bantu belajar dan dirancang untuk memberikan 139

Pengembangan LKS Pemecahan Masalah Kaidah Pencacahan pengalaman belajar kepada siswa dalam mengembangkan keterampilan metakognitifnya dengan caranya sendiri, seperti bagaimana mereka memahami masalah, merencanakan cara penyelesaian, melaksanakan rencana, dan menafsirkan hasilnya. Masalah matematika yang diberikan dalam LKS disesuaikan dengan aktivitas yang sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari siswa. Salah satunya, yaitu materi kaidah pencacahan yang meliputi kombinasi dan permutasi. Materi tersebut sering dijumpai dalam aktivitas sehari-hari B. METODE PENELITIAN Penelitian ini mengembangkan LKS Kombinasi dan Permutasi untuk kelas XI SMA dan termasuk ke dalam penelitian pengembangan. Adapun desain penelitian ini berasal dari teori penelitian pengembangan milik Plomp. Adapun langkah-langkahnya terdiri dari 2, yaitu: 1. Tahap Pleminary Ini disebut juga tahap persiapan, kegiatan yang dilakukan adalah mencari informasi dari lingkungan di sekitar untuk memperoleh gambaran hal-hal yang akan dihadapi pada proses penelitian nanti. Informasi yang diperoleh didapat melalui wawancara dengan kolega, menganalisis silabus dan materi tentang kaidah pencacahan, menganalisis sumber belajar dan media yang tersedia. Kemudian peneliti mengatur jadwal penelitian dan prosedur kerja sama dengan guru kelas yang dijadikan tempat penelitian. 2. Tahap Formative evaluation a. Self Evaluation 1) Analisis Tahap ini dimulai dengan menganalisisis kondisi kesiapan siswa kelas XI MA Darel Hikmah Pekanbaru dalam belajar, menganlisis analisis standar kompetensi dan siswa seperti dalam membentuk kelompok belajar, kapan menggunakan labor komputer, dan lain-lain. Namun kenyataannya, banyak siswa yang tidak bisa menjawab soal-soal kombinasi dan permutasi secara tulisan tetapi mereka mampu menjawab secara lisan. Untuk menyeimbangkan jawaban lisan dan tulisan siswa, maka dirancang suatu lembar kerja yang mengembangkan keterampilan metakognitifnya yang bisa mengembangkan aspek kognitif siswa juga mengembangkan komunikasi matematisnya. kompetensi dasar, kemudian menganalisis perangkat atau bahan yang akan dikembangkan analisis sumber belajar dengan mengumpulkan dan mengidentifikasi sumber-sumber mana yang mendukung penyusunan LKS. 2) Desain Setelah menganilisis keadaan kelas dan kebutuhan penelitian, tahap selanjutnya yaitu mendesain perangkat yang akan dikembangkan yaitu dengan mendesain kisi-kisi, tujuan, dan metode yang akan dikembangkan, lalu perangkat yang telah didesain divalidasi oleh pakar (expert) dan teman sejawat. b. Prototyping 1) Expert Review Setelah perangkat dicermati, dinilai dan dievaluasi oleh pakar. Peneliti mendapat masukan dan kritikan merevisi perangkat yang dikembangkan. Tahap ini menentukan sejauh mana perangkat yang dikembangkan telah valid menurut validator dan layak untuk diujicobakan ke kelas. 140

Risnawati, dkk Tabel 1. Validasi LKS Kaidah Pencacahan Metode pengumpulan No. Aspek data Instrumen 1. Tujuan Diskusi dengan pakar Lembar 2. Rasional matematika dan pakar validasi 3. Konten pendidikan 4 Kesesuaian konsep 5. Kebahasaan 6. Penampilan fisik 7. Keluwesan 2) One-to-one Pada tahap one-to-one, peneliti memilih memilih 2 siswa lakilaki dan 2 siswa perempuan kelas XII yang menjadi tester dengan memiliki kemampuan berbeda untuk membaca semua LKS mengujicobakan yang bertujuan untuk memperoleh masukan dari siswa apakah LKS yang dikembangkan dapat jelas dibaca (uji keterbacaan) dan dipahami sebelum diujicobakan di lapangan. 3) Small group Setelah melalui tahap awal yaitu Expert Review dan one-to-one kemudian setelah memperoleh masukan dari tester, perangkat tersebut diperbaiki dan Didiskusikan kepada pakar kemudian akan diperoleh Expert Review yang kedua. Kemudian hasilnya diujicobakan pada small group (diujicobakan terbatas kepada 6 siswa kelas XI dengan kemampuan berbeda). Hasil dari pelaksanaan ini digunakan untuk revisi sebelum diujicobakan pada tahap field test. c. Field Test Setelah melalui serangkaian proses prototipe, LKS yang sudah diujicobakan dan dinyatakan valid, tahap selanjutnya adalah menguiujicobakan ke seluruh siswa kelas XI yang menjadi subjek (kelas XIA) dan diobservasi untuk mengetahui LKS ini sudah praktis, dan efektif. Alur penelitian di atas dapat dilihat dari bagan berikut ini: Gambar 1. Diagram Alir Prosedur Penelitian C. HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Validitas LKS dan instrumen penelitian Hasil validasi dari validator menunjukkan bahwa LKS pemecahan masalah materi kaidah pencacahan dengan pendekatan metakognitif yang dikembangkan sudah valid. Artinya LKS telah menilai apa yang seharusnya dinilai sesuai dengan kompetensi yang dirumuskan 141

Pengembangan LKS Pemecahan Masalah Kaidah Pencacahan pada silabus. Validitas LKS ditinjau dari validitas isi dan konstruk. Tabel 2. Hasil Validasi LKS Validasi Aspek yang Dinilai Skor Validator 1 2 LKS Tujuan 10 11 Rasional 7 9 Konten 11 10 Kesesuaian konsep 10 9 Kebahasaan 7 8 Penampilan fisik 6 6 Keluwesan 6 6 Jumlah Skor 57 56 Skor Rata-rata = (Jumlah Skor/ jumlah indikator) 3,56 3,5 Nilai Rata-Rata Skor Total 3,53 Tabel di atas memperlihatkan bahwa menurut skala likert rerata skor hasil validasi LKS oleh validator adalah 3,53 (89,06 %) dengan kriteria sangat valid. Kevalidan RPP sesuai dengan rekapitulasi lembar validasi dari para ahli dengan skor 3,71 (95,2%). Untuk angket motivasi sangat valid dengan skor 3,68 (92,56%). 2. Praktikalitas LKS Hasil uji coba yang dilakukan pada kelas XIA yang berjumlah 42 siswa MA Darel Hikmah Pekanbaru menunjukkan bahwa LKS pemecahan masalah dengan pendekatan metakognitif bersifat praktis. Praktis yaitu LKS tepat digunakan dalam pembelajaran. Menurut para guru, LKS bisa langsung digunakan untuk semua siswa dengan kemampuan berpikirnya yang beragam, isi LKS sudah sesuai dengan materi kaidah pencacahan yang hendak dicapai siswa dan dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan LKS. LKS juga mampu mempersingkat waktu bagi guru dalam penyampaian materi. Menurut para siswa, LKS mempermudah mereka dalam memahami materi kaidah pencacahan, dan soal-soal LKS bervariasi, penyampaian maksud soal sangat menarik, dan sesuai dengan permasalahan sehari-hari. 3. Efektifitas LKS LKS dengan pendekatan metakognitif yang telah dibuat dan diujicobakan sudah efektif. Efektif berarti hasil belajar siswa dalam mengerjakan LKS tuntas secara klasikal sekitar 85,71% atau sekitar 36 siswa dari 42 siswa mampu menjawab dengan baik dan benar soal-soal dalam LKS, aktivitas siswa dalam belajar menjadi meningkat dan respon siswa sangat positif. a. Aktivitas siswa Berdasarkan observasi aktivitas siswa selama pembelajaran menunjukkan bahwa LKS LKS pemecahan masalah dengan pendekatan metakognitif dapat meningkatkan aktivitas positif siswa, yaitu adanya keterlibatan seluruh anggota diskusi dalam membahas soal-soal LKS. Aktivitas mengarah pada pengembangan kemampuan berpikir siswa yaitu adanya interaksi dalam mengemukakan pendapat, membandingkan jawaban teman dengan jawaban sendiri.. Siswa juga sudah bisa menjawab secara spontan pertanyaan guru yang mengulas soal-soal dalam LKS dan siswa bisa membuat contoh lain tentang kombinasi dan permutasi sesuai dengan aktivitas mereka sehari-hari. Dalam presentasi, siswa saling mengemukakan argumennya apabila terdapat jawaban siswa yang kurang sesuai dan kemampuan siswa dalam menjelaskan jawaban di depan kelas sudah baik. b. Respon siswa Berdasarkan angket yang berisi indikator respon siswa dalam belajar dengan metakognitif diperoleh gambaran umum bahwa respon siswa dalam mengerjakan LKS adalah sangat positif. Siswa mengungkapkan bahwa soal-soal tentang kombinasi dan permutasi sangat menarik, sehingga mereka bisa membedakan antara kombinasi dan 142

Risnawati, dkk permutasi dalam kegiatan mereka seharihari. Selain itu, respon siswa diperoleh juga dari wawancara yang dilakukan peneliti dengan 6 orang siswa. Wawancara mengulas tentang bagaimana siswa menjawab soal-soal yang telah mereka kerjakan, dan meminta mereka mengungkapkan apa yang mereka rasakan D. KESIMPULAN DAN SARAN LKS pemecahan masalah dengan pendekatan metakognitif dihasilkan valid, praktis dalam keterpakaiannya, serta efektifitas dalam meningkatkan hasil belajar, juga meningkatkan aktivitas siswa, dan respon siswa sangat positif. RPP yang digunakan, pedoman wawancara, angket motivasi dan lembar observasi aktifitas siswa berkategori valid, untuk lembar observasi aktivitas siswa, motivasi belajar, dan berpikir kreatif siswa juga valid. Hasilnya LKS pemecahan masalah dengan pendekatan metakognitif sudah dapat mengaktifkan siswa terutama mereka yang berkemampuan rendah. Sedangkan motivasi belajar mahasiswa setelah pembelajaran menggunakan LKS pemecahan masalah dengan pendekatan metakognitif adalah sangat tinggi. Hasil penilaian validator terhadap LKS pemecahan masalah dengan pendekatan metakognitif berdasarkan persentase dari setiap aspek dinyatakan Noornia, Anton. 2009.Pengaruh Penguasaan Kemampuan Metakognitif Terhadap Penyelesaian Soal Problem Solving. setelah mengerjakan soal-soal tersebut. Semua siswa yang diwawancarai menyatakan bahwa pembelajaran memberikan efek positif bagi siswa dalam memahami kombinasi dan permutasi sehingga mereka mampu membedakan keduanya dalam menyelesaikan masalah matematika. sebagai berikut: Tujuan pembelajaran yang dirumuskan dalam indikator kompetensi terlihat sangat jelas, rasional LKS pemecahan masalah dengan pendekatan metakognitif yaitu bermanfaat bagi siswa. Isi LKS sudah sesuai dengan teori yang dipakai, karakteristik LKS pemecahan masalah dengan pendekatan metakognitif adalah ringkasan materi dapat dijadikan sebagai pengetahuan awal. LKS dapat memberikan pengalaman belajar sendiri bagi mahasiswa. Latihan terbimbing membantu mahasiswa mengkonstruksi pengetahuannya. LKS memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengkonstruksi sendiri pengetahuannya dan dapat memunculkan interaksi baik antara mahasiswa dengan dosen maupun mahasiswa dengan siswa. Kesesuaian tampak antara tujuan dengan materi, penggunaan bahasa pada buku kerja terlihat pada kalimat yang sederhana dan jelas. DAFTAR PUSTAKA Laurens, Theresia. 2011. Pengembangan Metakognisi dalam Pembelajaran Matematika (Seminar nasional Matematika 20 11). http://p4mriunpat.wordpress.com/ 2011/11/14/metakognisi-dalampembelajaran-matematika http://karyailmiahbatang.blogspot.com/2009/11/pen garuh-penguasaankemampuan.html Shadiq, Fadjar. 2004. Pemecahan Masalah Penalaran dan Komunikasi. Yogyakarta: Widya PPPG Matematika Santrock, John W. 2011. Psikologi Pendidikan, Jakarta: Kencana 143

Pengembangan LKS Pemecahan Masalah Kaidah Pencacahan Trianto. 2010.Mendesain Model Pembelajaran Inovatif- Progresif. Jakarta: Kencana Zakaria, Effandi et.al. 2007. Trend Pengajaran dan Pembelajaran Matematik. Kuala Lumpur: Lohprint Sdn, Bhd 144