BAB V PENUTUP Berdasarkan hasil Analisis data dan pembahasan pada bab IV, maka pada bab V ini disajikan kesimpulan dan implikasi berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang telah dilaksanakan. 5.1 Kesimpulan Pada persoalan penelitian yang pertama apakah budaya organisasi berpengaruh terhadap etos kerja, maka dapat disimpulkan bahwa budaya organisasi berpengaruh terhadap etos kerja. Pada persoalan penelitian yang kedua apakah religiusitas berpengaruh terhadap etos kerja, maka dapat disimpulkan religiusitas berpengaruh terhadap etos kerja. Pada persoalan penelitian yang ketiga apakah etos kerja berpengaruh terhadap loyalitas, maka dapat disimpulkan etos kerja berpengaruh terhadap loyalitas. Pada persoalan penelitian yang terakhir yaitu apakah etos kerja menjadi perantara budaya organisasi dan religiusitas terhadap loyalitas maka dapat disimpulkan etos kerja menjadi perantara budaya organisasi dan religiusitas terhadap loyalitas. 89
5.2 Implikasi 5.2.1 Implikasi Teoritis 1. Terdapat pengaruh positif dan signifikan budaya organisasi terhadap etos kerja sejalan dengan Chan (2004), Asifudin (2004), Pinder (1998), Nurhani (2006) juga penelitian yang dilakukan Mudzakir dan Nurlita. 2. Terdapat pengaruh religiusitas terhadap etos kerja sejalan dengan Phale (2003) dan penelitian Saputra (2004), Prasetyo (2009), Ali dan Azim (2001. 3. Terdapat pengaruh positif dan signifikan Etos Kerja terhadap loyalitas Sejalan dengan penelitian Ali dan Azim (2001). 5.2.2 Implikasi Terapan 1. Budaya organisasi meningkatkan etos kerja karyawan Universitas Kristen Satya Wacana, dari statistik deskriptif rata-rata terendah terdapat pada no 11 pernyataan atasan mengerti kebutuhan dan masalah karyawan. Atasan atau pemimpin sebaiknya dapat mengerti kebutuhan dan masalah karyawan. Untuk membangun budaya organisasi yang baik dan kuat maka peran pemimpin sangat penting. Pemimpin harus mengayomi, memberi dukungan dan perhatian kepada bawahannya dan bersama-sama merumuskan budaya organisasi yang sesuai dengan visi dan misi Universitas. 90
2. Dalam penelitian ini religiusitas mempunyai pengaruh paling besar terhadap etos kerja. Religiusitas yang tinggi dapat meningkatkan etos kerja dan karyawan dapat bekerja lebih semangat, pernyataan terendah terdapat pada no 10 berdoa dan menyerahkan diri sebelum mengambil keputusan dan no 1 selalu menghadiri kegiatan beribadah yang diwajibkan ajaran agama. Para karyawan harus lebih didorong, diingatkan untuk selalu dapat menghadiri kegiatan beribadah juga menyediakan waktu untuk beribadah para karyawan sehingga dapat selalu mendekatkan diri dan menyerahkan diri kepada Tuhan dalam segala sesuatu sehingga menerapkan ajaran-ajaran agama dalam melakukan pekerjaanya di organisasi. 3. Etos kerja berpengaruh terhadap loyalitas karyawan, jika karyawan etos kerjanya tinggi maka tidak akan membuat masalah yang akan merugikan. Etos kerja mempunyai pengaruh paling besar ke loyalitas dibandingkan dengan budaya organisasi dan religiusitas dengan nilai koefisien beta 518. Pernyataan terendah etos kerja terdapat pada no 9 menggunakan kreasi-kreasi baru dan gagasan inovatif dalam bekerja. Organisasi harus memberi dukungan penuh kepada karyawan untuk mengemukakan gagasannya dalam organisasi dan memfasilitasi untuk memunculkan ide yang kreatif dengan mengadakan pelatihan, pendanaan dan 91
adanya waktu khusus atasan dan bawahan bertemu membahas kemajuan organisasi. 5.2.3 Kelemahan dan Keterbatasan Penelitian Hasil penelitian masih mempunyai kelemahan yang perlu diperhatikan bagi peneliti lain. Kelemahan tersebut antara lain: 1.Etos kerja mempunyai nilai r square 0,337 yang berarti 33,7% pengaruh etos kerja dapat dijelaskan oleh faktor budaya organisasi dan religiusitas, sedangkan 66,3% dijelaskan oleh faktor lainnya sehingga perlu menambah variabel lain yang diperkirakan dapat mempengaruhi etos kerja. 2.Loyalitas mempunyai nilai r square 0,293 yang berarti 29,3% pengaruh loyalitas dapat dijelaskan oleh faktor budaya organisasi, religiusitas dan etos kerja sedangkan 70,7% dijelaskan oleh faktor lainnya yang tidak diteliti. 3. Responden hanya pada Karyawan Universitas Kristen Satya Wacana yang non akademik atau bukan dosen sehingga di penelitian berikutnya subyek penelitian diperluas. 4.Sampling yang digunakan yaitu non random sampling dengan prosedur penyebaran tidak mendata terlebih dahulu nama-nama dari karyawan yang akan mengisi kuisioner, dan prosedur penulis langsung membagikan kuisioner ke setiap bagian 92
tempat bekerja karyawan Universitas Kristen Satya Wacana dan karyawan yang kebetulan bertemu dengan peneliti dan dianggap cocok sebagai sumber data diminta mengisi kuisioner. 93