JUDUL PENELITIAN Masalah Tujuan

dokumen-dokumen yang mirip
PERBANDINGAN EFEKTIFITAS OBAT KUMUR BEBAS ALKOHOL YANG MENGANDUNG CETYLPYRIDINIUM CHLORIDE (CPC) DENGAN CHLORHEXIDINE (CHX)

BAB III METODE PENELITIAN

Lampiran 1. Skema Alur Pikir

BAB 4 METODE PENELITIAN

BAB 4 METODE PE ELITIA

METODELOGI PENELITIAN. Umum DR. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung dan Laboratorium. Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Lampung dalam waktu 4

LAMPIRAN A SKEMA KERJA PEMBUATAN SUSPENSI BAKTERI

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik untuk menguji

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. Sampel penelitian ini adalah biakan murni S. mutans yang berasal dari

LAMPIRAN. Sampel Daun Tumbuhan. dicuci dikeringanginkan dipotong-potong dihaluskan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. pengukuran zona hambat yang berikut ini disajikan dalam Tabel 2 : Ulangan (mm) Jumlah Rata-rata

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dan eksplorasi. Penelitian ini

BAB III METODE PENELITIAN. Desain penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian eksperimental

BAB III METODE PENELITIAN. laboratoris murni yang dilakukan secara in vitro. Yogyakarta dan bahan uji berupa ekstrak daun pare (Momordica charantia)

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan dengan rancang bangun penelitian

Lampiran 1. Hasil identifikasi bunga lawang

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari hingga Maret 2015.

SKEMA ALUR PIKIR. Kulit Buah Manggis

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif laboratorium dengan metode

Lampiran 2. Morfologi Tanaman Jengkol (Pithecellobium lobatum Benth)

LAPORAN HASIL PENELITIAN PENENTUAN POTENSI JAMU ANTI TYPHOSA SERBUK HERBAL CAP BUNGA SIANTAN

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian bulan Desember 2011 hingga Februari 2012.

III. METODE PENELITIAN

Lampiran 1. Hasil Identifikasi Tumbuhan

Sampel air kolam, usus ikan nila dan endapan air kolam ikan. Seleksi BAL potensial (uji antagonis)

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian

A : Tanaman ceplukan (Physalis minima L.)

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian eksplorasi yang dilakukan dengan cara

EFEKTIVITAS STERILISASI AUTOKLAF PADA PENGGUNAAN INSTRUMEN MEDIS DI DEPARTEMEN BEDAH MULUT FKG USU PERIODE JANUARI MARET 2015

Y ij = µ + B i + ε ij

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Pengetahuan Alam, Universitas Lampung. reaksi, mikropipet, mikrotube, mikrotip, rak tabung reaksi, jarum ose,

II. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Biologi

LAMPIRAN. Lampiran 1. Alur Kerja Isolasi Bakteri Endofit dari Batang dan Akar Tanaman Dara metode Radu & Kqueen (2002) yang dimodifikasi

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan April-Juni 2014 di Laboratorium

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Biologi

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari sampai bulan April 2014.

III. METODE PENELITIAN. 3.1 Jenis dan Rancangan Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif laboratorik dengan

BAB IV METODE PENELITIAN

LAMPIRAN 1. Skema Alur Pikir

Rumusan masalah Apakah ada efek antibakteri Aloe vera terhadap Enterococcus faecalis sebagai bahan medikamen saluran akar?

METODE PENELITIAN. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung.

BAB 5 HASIL PE ELITIA

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Analis Kesehatan

BAB III BAHAN DAN METODE

BAB III METODE PENELITIAN. A. Rancangan Penelitian. Pada metode difusi, digunakan 5 perlakuan dengan masing-masing 3

MATERI DAN METODE Lokasi dan Waktu Materi Prosedur Karakterisasi Isolat L. plantarum dan Bakteri Indikator

BAB I PENDAHULUAN. menciptakan hubungan oklusi yang baik (Dika et al., 2011). dua, yaitu ortodontik lepasan (removable) dan ortodontik cekat (fixed).

3 METODOLOGI 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian 3.2 Bahan dan Alat Penelitian 3.3 Metode Penelitian

METODE PENELITIAN. Waktu Penelitian. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2011 sampai dengan bulan April Bahan dan Alat.

BAB III METODE PENELITIAN. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian

MATERI DAN METODE. Pekanbaru. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei sampai September

BAB III METODE PENELITIAN. Departemen Biologi Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga,

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. melalui makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Berbagai macam bakteri ini yang

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Departemen Biologi

MATERI DAN METODE. Kasim Riau yang beralamat di Jl. HR. Soebrantas KM 15 Panam, Pekanbaru.

BAB III METODE PENELITIAN. A. Waktu dan Tempat Penelitian. MIPA dan Laboratorium Universitas Setia Budi Surakarta. B.

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 1 PENDAHULUAN. di saluran akar gigi. Bakteri ini bersifat opportunistik yang nantinya bisa menyebabkan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian observasional laboratorik.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Penelitian yang dilakukan menggunakan daun sirsak (Annona muricata) yang

BAB IV METODE PENELITIAN. Post test only control group design (Marczyk dkk., 2005). Bagan rancangan

BAB III METODE PENELITIAN. Subyek pada penelitian ini adalah bakteri Enterococcus faecalis yang

BAB III METODE PENELITIAN. dan eksperimen dengan cara mengisolasi dan identifikasi mikroba endofit dari

Koloni bakteri endofit

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan Desember 2014.

DEPARTEMEN BIOLOGI FMIPA USU LAMPIRAN

II. METODELOGI PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN. Desain penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorik dengan

Penelitian ini dilakukan di laboratorium Mikrobiologi Pangan Universitas Katolik Soegijapranata pada Agustus 2013 hingga Januari 2014.

kultur murni 5 ml SDA miring, (+) 5 ml SDB suspensi Aspergillus niger inkubasi suhu kamar steril Aspergillus niger pada cawan petri selama 4 hari

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Pertanian

BAHAN DAN METODE. Tempat dan Waktu Penelitian. Alat dan Bahan

PETUNJUK PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI. Disusun oleh : Dr. Henny Saraswati, M.Biomed PROGRAM STUDI BIOTEKNOLOGI FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN

3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODELOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Rancangan Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah RAL

PERBEDAAN EFEKTIFITAS ANTARA KEJU CHEDDAR DAN YOGHURT PLAIN TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI STREPTOCOCCUS MUTANS SECARA IN VITRO

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimental yang bersifat analitik

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Biologi Fakultas

BAB I PENDAHULUAN. seperti kesehatan, kenyamanan, dan rasa percaya diri. Namun, perawatan

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. rongga mulut dengan sejumlah tujuan antara lain untuk menyingkirkan bakteri

III. MATERI DAN METODE

BAB III METODE PENELITIAN

EFEKTIFITAS EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU TERHADAP PERTUMBUHAN STREPTOCOCCUS MUTANS (IN VITRO)

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. tubuh keseluruhan (Tambuwun et al., 2014). Kesehatan gigi dan mulut tidak

IV. KULTIVASI MIKROBA

BAB 3 METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. menggunakan media Mannitol Salt Agar (MSA). pada tenaga medis di ruang Perinatologi dan Obsgyn Rumah Sakit Umum

METODE PENELITIAN. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Januari-Mei 2015 di Laboratorium

bio.unsoed.ac.id III. METODE PENELITIAN A. Materi, lokasi, dan waktu penelitian 1. Materi penelitian 1.1. Alat

BAB I PENDAHULUAN. 90% dari populasi dunia. Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) Departemen

BAB IV METODE PENELITIAN. Merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan completely. rendomized posttest only control group design.

BAB III METODE PENELITIAN

Transkripsi:

JUDUL PENELITIAN PERBANDINGAN EFEKTIFITAS OBAT KUMUR BEBAS ALKOHOL YANG MENGANDUNG CETYLPYRIDINIUM CHLORIDE (CPC) DENGAN CHLORHEXIDINE (CHX) TERHADAP Streptococcus mutans (PENELITIAN IN VITRO) Streptococcus mutans sangat berperan dalam mekanisme pembentukan plak gigi dan peningkatan kolonisasi bakteri dalam plak gigi. 7 Plak akan berakumulasi sebanding dengan pertumbuhan Streptococcus mutans jika bakteri tersebut tidak dapat disingkirkan dari permukaan gigi. 8 Hal ini yang menjadi pemicu akumulasi dan interaksi dari bakteri lain. 8 Streptococcus mutans bersama protein-protein saliva dan partikel partikel makanan akan meningkatkan kontaminasi dalam produksi asam dan retensi dari bakteri tersebut di dalam rongga mulut. Hal-hal tersebut di atas merupakan awal dari karies gigi. 8 kontrol plak secara mekanis tidak dapat mencapai seluruh permukaan rongga mulut dibutuhkan obat kumur sebagai tambahan dalam kontrol plak yang dapat menjangkau seluruh permukaan rongga mulut. 1 Menurut Quirynen, dkk (2005 cit. Rawlinson dkk, 2008) pada umumnya obat kumur mengandung 5-25% alkohol. 3 Namun, terdapat individu-individutertentu yang tidak dapat menggunakan obat kumur yang mengandung alkohol, seperti anak-anak, ibu hamil/menyususi, penderita diabetes, pecandu alkohol, pasien-pasien yang menggunakan metronidazole, pasien dengan xerostomia, dan umat muslim. 1,2 Wynder dkk (1983, cit. Quirynen dkk, 2005) menyatakan bahwa kandungan alkohol yang terdapat dalam obat kumur juga dapat meningkatkan risiko kanker rongga mulut, terutama bila digunakan pada pemakaian reguler. 3 Cetylpyridinium Chloride (CPC) adalah senyawa amonium kuartenari yang merupakan bakterisid monokationik. 4,5,6 Sifat kelarutan CPC menyebabkan CPC dapat dibuat dalam sediaan bebas alkohol. 2,3 Ketiadaan alkohol pada formula CPC menyebabkan CPC lebih menguntungkan dan cocok untuk semua individu. 2,3 CPC dalam sediaan obat kumur, dapat membantu pasien mengkontrol plak pada area-area yang sulit dijangkau sikat gigi atau benang gigi. 2 Berdasarkan uraian di atas penulis tertarik untuk melakukan uji efektifitas obat kumur bebas alkohol yang mengandung cetylpyridinium chloride (CPC) yan dbandingkan dengan obat kumur yang mengandung chlorhexidine (CHX) dalam menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans yang merupakan bakteri pemicu pembentukan plak. Masalah 1. Apakah terdapat perbedaan efektifitas diantara sediaan obat kumur bebas alkohol yang mengandung cetylpyridinium chloride dalam menghambat Streptococcus mutans? 2. Apakah terdapat perbedaan diantara sediaan obat kumur bebas alkohol yang mengandung cetylpyridinium chloride dengan sediaan obat kumur yang mengandung chlorhexidine dalam menghambat Streptococcus mutans? Tujuan 1. Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan efektifitas diantara sediaan obat kumur bebas alkohol yang mengandung cetylpyridinium chloride dalam menghambat Streptococcus mutans 2. Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan diantara sediaan obat kumur bebas alkohol yang mengandung cetylpyridinium chloride dengan sediaan obat kumur yang mengandung chlorhexidine dalam menghambat Streptococcus mutans?

Lampiran 2. Skema Alur Penelitian 1. Pembuatan media Nutrient Agar (NA) dan Mueller Hinton Agar (MHA) NA (1,15 MHA (3,8 Dilarutkan dalam 50 ml Dilarutkan dalam 100 ml Dipanaskan hingga mendidih di atas hotplate Dipanaskan hingga mendidih di atas hotplate Media dibagi ke dalam 5 tabung dalam jumlah yang Media dibagi ke dalam 10 tabung dalam jumlah yang sama Disterilkan dalam autoklaf Disimpan dalam lemari es Jika akan dipergunakan kembali dipanaskan di atas hotplate hingga mencair kembali NA : dibuat dalam bentuk agar miring MHA : tiap media dalam tabung dituang dalam petri (10

2. Peremajaan Streptococcus mutans Satu sengkelit Biakan murni S.mutans serotip c diambil dengan ose steril Ose tersebut digoreskan secara merata pada 5 tabung media Inkubasi selama 24 jam, suhu Koloni S.mutans pada media 3. Uji Efektifitas Obat Kumur dengan Metode Difusi Agar Penetesan bahan coba pada cakram kosong CPC 1 CHX CPC 2 masing-masing bahan coba diteteskan pada 10 cakram kosong. Tiap cakram kosong ditetesi sebanyak 10 μl menggunakan pipet mikro Didiamkan selama 60 menit

Persiapan Suspensi Bakteri Koloni S.mutans pada media NA Diambil beberapa sengkelit menggunakan ose steril Disuspensikan pada larutan NaCl 0,85%, kemudian di vortex dan disesuaikan kekeruhanya dengan standar Mc Farland Diusapkan secara merata pada 10 petri yang berisi media MHA Didiamkan selama 15 menit Peletakan Cakram yang Telah berisi bahan Coba pada media MHA 10 Petri berisi media MHA yang telah diinokulasi S.mutans tadi masing-masing dibagi dalam tiga Cakram yang berisi CPC Cakram yang berisi CPC Cakram yang berisi Diletakkan pada media MHA yang telah diinokulasi S.mutans tadi Diinkubasi selama 24 jam pada suhu 37 C Pengamatan zona hambat yang terbentuk disekitar cakram

Hasil Pengukuran Zona Hambat Masing-Masing Bahan Coba Kelompok Chlorhexidine CPC 2 CPC 1 Ulangan d1 d2 d rataratratrata d rata- d rata- d1 d2 d1 d2 1 1.44 1.34 1.39 1.27 1.35 1.31 1.27 1.29 1.28 2 1.54 1.62 1.58 1.41 1.38 1.395 1.32 1.36 1.34 3 1.83 1.71 1.77 1.31 1.35 1.33 1.35 1.25 1.3 4 1.5 1.54 1.52 1.4 1.37 1.385 1.38 1.28 1.33 5 1.39 1.41 1.4 1.36 1.39 1.375 1.33 1.36 1.345 6 1.49 1.51 1.5 1.41 1.43 1.42 1.26 1.22 1.24 7 1.47 1.53 1.5 1.39 1.29 1.34 1.28 1.29 1.285 8 1.61 1.53 1.57 1.49 1.49 1.49 1.37 1.38 1.375 9 1.43 1.49 1.46 1.29 1.38 1.335 1.36 1.24 1.3 10 1.53 1.63 1.58 1.38 1.37 1.375 1.29 1.38 1.335 rata-rata 1.527 1.3755 1.313