BAB 3 METODE PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
Surabaya, 4 Juni 2013 Perihal: Permohonan untuk Mengisi Kuesioner

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. penelitian, objek penelitian ini menjadi sasaran dalam penelitian untuk

BAB III METODE PENELITIAN. Didalam suatu penelitian, obyek penelitian merupakan hal yang sangat penting

Bab 3 METODE PENELITIAN

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. fenomena atau masalah penelitian yang telah diabstraksi menjadi suatu konsep

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif asosiatif

BAB III METODE PENELITIAN

LAMPIRAN 1: DAFTAR KANTOR AKUNTAN PUBLIK

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini mengambil lokasi di KAP berlokasi di Surakarta dan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

LAMPIRAN. KAP Drs. Basri Hardjosumarto, M.Si, Ak & Rekan (Pusat) 8 KAP Drs. Benny & Veto 1 1 KAP Benny, Tony, Frans & Daniel 7 7

BAB III METODE PENELITIAN. tujuan dalam penelitian. Objek penelitian dalam skripsi ini adalah pengaruh

36 Kompensasi. Variabel kompensasi ini terdiri dari Gaji, Reward dan Insentif. 1. Gaji Menurut Hasibuan (2007) gaji adalah balas jasa yang dibayar sec

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III OBYEK DAN METODE PENELITIAN. Obyek penelitian merupakan variabel-variabel yang menjadi perhatian

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk menguji apakah motivasi,

BAB III METODE PENELITIAN. teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan

BAB III DESAIN PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN

Tabel Daftar Kuesioner. KODE Pertanyaan STS TS N S SS Kantor akuntan publik cenderung. memberikan fee yang besar kepada KAP tersebut.

Lampiran 1. Daftar Kantor Akuntan Publik di Surabaya yang Terdaftar pada Direktori IAPI 2013

BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif adalah sebagai penelitian yang menekankan pada pengujian teori-teori

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi penelitian adalah Inspektorat Provinsi Gorontalo. Penelitian ini

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Lampiran 1. Case Processing Summary N % Cases Valid Excluded a Total

KUESIONER. Bagian A: Audit Fee

Lampiran 1. Daftar Nama Kantor Akuntan Publik di Surabaya

Lampiran 1. Daftar KAP di Surabaya

BAB III METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh KAP yang terdapat di Daerah

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

BAB III METODE PENELITIAN. Pahlawan Seribu ITC BSD No. 33A&35 Serpong, Tangerang Selatan. Penelitian

BAB III OBYEK & METODE PENELITIAN. Obyek pada penelitian ini adalah profesionalisme auditor internal dan

BAB III METODE PENELITIAN. A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian yang akan dilaksanakan di KAP yang berdomisili di wilayah

Daftar Kantor Akuntan Publik

PENGARUH KOMPETENSI DAN SIKAP SKEPTISISME PROFESIONAL DALAM KEBERHASILAN MENDETEKSI FRAUD OLEH AUDITOR EKSTERNAL

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. tentang sesuatu hal objektives, valid, dan reliable tentang suatu hal (variabel

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di RM Sederhana Palembang, Sumatra Selatan yang

BAB III METODE PENELITIAN. dilakukannya penelitian adalah di Kota Semarang.

BAB V HASIL PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kantor Akuntan Publik

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian, objek penelitian ini adalah sepeda motor vario 150 yang berada di kota

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian ini meneliti hubungan dua variabel atau lebih. Bertujuan untuk

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Subyek yang dipilih adalah remaja panti asuhan Akhiruz zaman Bekasi dengan kriteria

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Surakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Sedangkan responden (sampel)

BAB III METODE PENELITIAN. sampel tertentu, teknik pengambilan sampel biasanya dilakukan dengan cara random,

Daftar KAP yang Bersedia Dijadikan Objek Penelitian

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian dengan metode kuantitatif.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. penelitian yang terdiri dari variabel terikat (dependen) yaitu tingkat

BAB III METODE PENELITIAN

IDENTITAS RESPONDEN. [ ] Laki-laki [ ] Perempuan. [ ] [ ] over Lama pengalaman kerja sebagai auditor di KAP : tahun

BAB 3 METODELOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Menurut Indriantoro (2009) populasi adalah sekelompok orang, kejadian, atau

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. lanjut yang disajikan dalam Tabel 4.1. berikut ini: Tabel 4.1. Data kuesioner yang disebar

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dilakukan pada bulan Januari 2016 di Jakarta. Data-data

BAB III METODE PENELITIAN. (KAP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah yang telah terdaftar

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. metode penelitian yang ilmiah pula, sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai

30 dan kualitas audit sebagai variabel dependen. Berikut definisi operasional setiap variabel dalam penelitian ini. 1. Kualitas Audit Kualitas audit m

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. kausal. Sugiyono (2010, hal.13) mengatakan bahwa metode penelitian kuantitatif

BAB III METODE PENELITIAN. Bekasi International Industrial Estate Blok C8 No.12-12A Desa Cibatu

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. supervisor, manager, auditor junior, dan auditor senior.

BAB III METODE PENELITIAN. menentukan obyek-obyek penelitian yang akan diteliti dan besarnya

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. permasalahan ditempat yang akan digunakan sebagai lokasi penelitian,

BAB III METODE PENELITIAN. Waktu penelitian bulan Maret sampai bulan April 2015.

Lampiran 1. Daftar Nama KAP yang Bersedia Menjadi Responden

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Berdasarkan judul yang diangkat yaitu: Pengaruh Promosi, Harga, dan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survey

Berikut ini akan dijelaskan batasan variabel penelitian dan indikatornya, seperti dalam Tabel. 1, berikut ini:

BAB III OBJEK DAN METODOLOGI PENELITIAN. Objek penelitian merupakan sesuatu yang menjadi perhatian dalam suatu

BAB 3 METODELOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III OBYEK DAN METODE PENELITIAN. Objek penelitian merupakan salah satu faktor yang tidak dapat dipisahkan

BAB III METODE PENELITIAN. Barat. Penelitian ini dilakukan pada Maret 2016 sampai dengan selesai.

Transkripsi:

22 BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1. Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, yaitu suatu pendekatan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antar variabel yang menitikberatkan pada pengujian hipotesis, dengan menggunakan alat bantu statistic untuk melakukan pengujiannya. Penelitian kuantitatif dalam melihat hubungan variabel terhadap obyek yang diteliti lebih bersifat sebab dan akibat (kausal), sehingga dalam penelitiannya ada variabel dependen dan independen. Dari variabel tersebut selanjutnya dicari seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen (Sugiyono, 2008:18). Menurut tingkat ekspalanasinya, penelitian ini merupakan penelitian komparatif, yaitu suatu penelitian yang bersifat membandingkan (Indrayanto: 2010). 3.2. Identifikasi Variabel Variabel penelitian adalah segala yang berbentuk apa saja yang ditetapkan untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono dalam Anshori dan Iswati, 2006:57). Penelitian ini merupakan penelitian komparatif dengan menguji perbedaan dua sampel yang terdiri dari variabel bebas dan satu variabel terikat. 23

23 3.2.1. Variabel Terikat (Dependent Variabel) Variabel terikat merupakan variabel yang perubahannya dipengaruhi atau disebabkan oleh variabel lain (Anshori dan Iswati, 2009:57). Variabel terikat dalam penelitian ini adalah audit forensik. 3.2.2. Variabel Bebas (Independent Variabel) Variabel bebas merupakan variabel yang perubahannya mempengaruhi atau menyebabkan perubahan variabel lain (Anshori dan Iswati, 2009:57). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah : 1) Persepsi Junior Audit (X 1 ) 2) Persepsi Senior Audit (X 2 ) 3.3. Definisi Operasional Definisi operasional masing-masing variabel adalah sebagai berikut : 1) Audit forensik dalam penelitian ini di tuangkan dalam beberapa dimensi atau indikator yaitu : a) Definisi dan pelaksanaannya Audit forensik meliputi kegiatan review dokumen keuangan untuk tujuan khusus, yang dapat dilakukan demi mendukung proses litigasi, klaimklaim asuransi, dan juga peradilan tindak-tindak kriminal. Audit forensik dapat mengumpulkan bukti-bukti hukum yang diperlukan untuk menangani kasus-kasus korupsi yang dilaporkan kepada instansi terkait, sehingga audit forensik dapat membantu dalam pemberantasan korupsi. Indikator tentang definisi dan pelaksanaannya dituangkan dalam kuisioner dengan pertanyaan nomor 1,3,11,12, dan 19.

24 b) Tugas audit forensik Tugas auditor forensik adalah untuk membuktikan adanya kecurangan dan kerugian negara yang melekat pada perbuatan melawan hukum. Indikator tentang tugas audit forensik dijabarkan dalam empat item soal yaitu nomor 4,5,13,14. c) Tanggung jawab audit forensik Tanggung jawab audit forensik adalah terletak pada diri auditor forensik yang ditunjuk. Tanggung jawab audit forensik diungkapkan dalam pertanyaan nomor 6. d) Tingkat materialitas audit forensik Tingkat materialitas penyimpangan keuangan audit forensik lebih besar daripada audit laporan keuangan. Item soal nomor 2 mewakili indikator tingkat materialitas audit forensik. e) Bukti audit forensik Bukti-bukti audit yang dikumpulkan oleh auditor forensik harus mendukung terjadinya tindak pidana korupsi dan timbulnya kerugian negara. Bukti-bukti audit ini dijabarkan dalam beberapa item pertanyaan yaitu 9,10,17 dan 18. f) Keahlian audit forensik Sikap integritas dan objektivitas yang tinggi, serta keahlian akuntansi teknis, auditing, keuangan, keahlian investigasi yang tinggi perlu dimiliki oleh auditor forensik. Keahlian audit forensik dijabarkan dalam 4 item soal yaitu nomor 7,8,15 dan16.

25 2) Persepsi merupakan suatu proses dimana individu-individu mengorganisasikan dan menafsirkan kesan indera mereka agar memberi makna kepada lingkungan mereka. 3) Auditor yang bekerja di akuntan publik adalah auditor yang melaksanakan tugas auditnya dengan berpedoman pada standar audit yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Akuntan publik mengemban tugas dan tanggung jawab dari manajemen untuk mengaudit laporan keuangan perusahaan yang dikelolanya. Tingkatan jabatan auditor yang bekerja di KAP biasanya terdiri dari junior auditor, senior auditor, supervisor, manajer dan partner. 4) Korupsi merupakan kegiatan memperkaya diri sendiri, orang lain, suatu badan yang dilakukan dengan melawan hukum, serta dapat merugikan keuangan dan perekonomian negara. 3.4. Jenis dan Sumber Data Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumber data yang dikumpulkan secara khusus dan berhubungan langsung dengan masalah yang akan diteliti. Data primer diperoleh dengan menggunakan daftar pernyataan (kuisioner) yang disebarkan kepada dua kelompok responden, yaitu junior auditor dan senior auditor pada KAP yang ada di Surabaya. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan informasi sesuai dengan yang diinginkan. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan jenis data subyek yang dilakukan secara tertulis. Data subyek ini adalah jenis data yang

26 berupa opini, sikap, pengalaman atau karakteristik seseorang atau sekelompok orang yang menjadi subyek penelitian atau responden. 3.5. Prosedur Pengumpulan Data 3.5.1. Populasi Populasi adalah himpunan individu yang memiliki ciri-ciri atau karakteristik sama. Populasi dalam penelitian ini adalah auditor junior dan auditor senior yang bekerja di Kantor Akuntan Publik (KAP) di Surabaya. 3.5.2. Teknik Penentuan Sampel Penelitian ini adalah penelitian yang menggunakan sampel. Sampel adalah bagian dari populasi yang diharapkan dapat mewakili populasi penelitian. Sampel adalah proses memilih sejumlah elemen dari populasi yang mencakupi untuk mempelajari sampel dan memahami karakteristik elemen populasi. Agar informasi yang diperoleh dari sampel benar-benar mewakili populasi, sampel tersebut harus mewakili karakteristik populasi yang diwakilinya. Teknik penentuan sampel yang digunakan adalah purposive random sampling. Kriteria yang digunakan dalam penelitian ini adalah auditor yang bekerja sebagai junior auditor dan senior auditor di kantor akuntan publik yang memiliki pengalaman tentang audit. Hal ini bertujuan agar pernyataan yang terdapat dalam kuisioner penelitian diisi oleh responden yang tepat. Menurut Supriyoko (1989) dalam Vidayanti (2006) dijelaskan mengenai syarat pengambilan dan penetuan sampel yaitu : 1. Semakin banyak anggota sampel akan semakin representative 2. Jumlah anggota sampel hendaknya lebih dari 30.

27 Berdasarkan atas penentuan jumlah sampel diatas maka penelitian ini mengambil sekurang-kurangnya 30 responden. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari website Ikatan Akuntan Publik Indonesia (IAPI), Kantor Akuntan Publik (KAP) yang ada di Surabaya berjumlah 46 (http://www.iapi.or.id). Dari 46 KAP tersebut hanya 15 KAP yang bersedia untuk menjadi responden. Sebagian besar KAP lainnya menolak dikarenakan alasan kesibukan auditor. Pengiriman kuisioner dilakukan secara langsung pada minggu ke dua bulan januari 2013, dan penarikan kuisioner dilakukan secara bertahap 1-2 minggu berikutnya. Tabel 3.1 Distribusi Kuisioner KAP di Surabaya No Nama KAP (yang bersedia) Kuisioner Kuisioner Presentase (diberikan) (kembali) 1 KAP. Adi Pramono & Rekan 4 4 100% 2 KAP. Agus Iwan Sutanto Kusuma 4 4 100% 3 KAP. Aryanto, Amir Jusuf, Mawar & Saptopo 4 4 100% 4 KAP. Drs. Bambang Siswanto 4 4 100% 5 KAP. Drs. Hanny, Wolfrey & Rekan 4 4 100% 6 KAP. Drs. Zulfikar Ismail 4 4 100% 7 KAP Drs. J. Tanzil & Rekan (Pusat) 4 4 100% 8 KAP Hadori Sugiarto Adi & Rekan (Cab) 4 4 100% 9 KAP Hasnil, M. Yasin & Rekan (Cab) 4 4 100% 10 KAP Johan Malonda Mustika & Rekan (Cab) 4 4 100% 11 KAP Junaedi, Chairul, Subyakto & Rekan (Cab) 4 4 100% 12 KAP Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Ade 4 4 100% Fatma & Rekan (Cab)` 13 KAP Purwantono, Suherman & Surja (Cab) 4 4 100% 14 KAP Soebandi & Rekan 4 4 100% 15 KAP Supoyo, Sutjahjo, Subyantara & Rekan 4 4 100% Sumber : Hasil Penyebaran Kuisioner Tingkat persentase pengembalian kuisioner dari total 60 kuisioner (30 kuisioner untuk junior audit dan 30 kuisioner untuk senior audit) yang disebar adalah 100%.. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini telah memenuhi syarat

28 untuk dilakukan pengolahan selanjutnya, dengan batas minimal sampel yang telah ditetapkan sebelumnya sebanyak 30 responden. 3.5.3. Metode Pengumpulan Data Prosedur pengumpulan data pada penelitian ini adalah metode kuisioner. Kuisioner digunakan untuk memperoleh data yang digunakan untuk mengetahui tingkat persepsi responden terhadap audit forensik. Dalam pembuatan kuisioner tersebut, peneliti terlebih dahulu menetapkan teori yang merefleksikan pemahaman terhadap audit forensik. Selanjutnya peneliti menjabarkan teori tersebut ke atribut-atribut yang mewakilinya. Kuisioner ini terdiri dari pertanyaan tentang audit forensik yang terbagi atas sub bab berdasarkan variabel independennya. Dasar penentuan pertanyaan dalam kuisioner adalah berdasarkan penelitian terdahulu dari Vidayanti (2006) dan jurnal dari Rezaee (1997) yang telah diuji beberapa kali. Kuisioner yang digunakan bersifat tertutup dalam bentuk jawaban checklist. Tujuannya untuk memudahkan responden dalam menjawab pertanyaan dan meningkatkan persentase tingkat pengembalian jawaban, dikarenakan jawaban telah disediakan oleh peneliti dan responden hanya diminta untuk memilih jawaban yang telah disediakan oleh peneliti. Dalam pengukuran variabel, peneliti menggunakan skala Likert. Menurut Sugiyono (2001:86) dalam (Elsa, 2006) skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, persepsi seseorang, atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Dalam skala Likert ini, masing-masing butir pernyataan diberi skor 1 sampai dengan 5. Untuk pernyataan positif, masing-masing jawaban akan mendapat skor, sebagai berikut: Sangat Setuju : Skor 5

29 Setuju : Skor 4 Ragu-ragu : Skor 3 Tidak setuju : Skor 2 Sangat tidak setuju : Skor 1 Untuk pernyataan negatif, masing-masing jawaban akan mendapat skor : Sangat Setuju : Skor 1 Setuju : Skor 2 Ragu-ragu : Skor 3 Tidak setuju : Skor 4 Sangat tidak setuju : Skor 5 Dalam penelitian ini peneliti menghilangkan alternatif jawaban ragu-ragu, hal tersebut bertujuan untuk mendapatkan jawaban yang pasti. Dengan demikian akan diperoleh hasil yang dapat menggambarkan persepsi responden yang sesungguhnya. Selanjutnya skor jawaban ditentukan sebagai berikut : Sangat Setuju : Skor 4 Setuju : Skor 3 Tidak setuju : Skor 2 Sangat tidak setuju : Skor 1 Kuisioner akan disebarkan langsung kepada responden (junior audit dan senior audit) yang bekerja di KAP yang ada di Surabaya.

30 3.6. Teknik Analisis dan Uji Hipotesis 3.6.1 Pengujian Instrumen 3.6.1.1. Pengujian Validitas Uji validitas dilakukan untuk menguji keakurasian pertanyaan-pertanyaan yang digunakan dalam suatu instrument dalam pengukuran variabel. Kuisioner dikatakan valid apabila pertanyaan pada kuisioner mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuisioner itu sendiri (Ghozali, 2009). Tinggi rendahnya validitas instrument menunjukkan sejauh mana data yang terkumpul tidak menyimpang dari gambaran tentang validitas yang dimaksud. Pengujian kuisioner yang dilakukan adalah pengujian dengan pertimbangan atau pendapat dosen, auditor KAP dan telah direvisi beberapa kali. Pengujian validitas dalam penelitian ini menggunakan bantuan program Statistic Program For Social Science (SPSS). Uji validitas dilakukan dengan menghitung korelasi antara skor masing-masing butir-butir pertanyaan dengan total skor butir pertanyaan. 3.6.2. Uji Reliabilitas Pengujian reliabilitas digunakan untuk mengetahui sejauh mana kehandalan item-item pertanyaan kuisioner dalam mengukur konsistensi data yang dikumpulkan. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan dengan Elsa (2006), uji reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan program SPSS dan hasilnya dinyatakan dengan koefisien Alpha Cronbach. Jika nilai uji koefisien reliabilitas mendekati 1,00 maka item-item pertanyaan tersebut dapat dipercaya

31 kehandalannya. Jika kehandalannya kurang dari 0,600 dianggap kurang baik, sedangkan jika berkisar antara 0,700 masih dapat diterima. 3.6.1.3. Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi data yang normal. Apabila asumsi normalitas ini tidak dipenuhi, maka uji statistik akan menjadi tidak valid. Pedoman dalam mengambil keputusan apakah sebuah distribusi data mengikuti distribusi normal adalah : a. Jika nilai signifikansi (nilai probabilitasnya) lebih kecil dari 5%, maka distribusi adalah tidak normal. b. Jika nilai signifikansi (nilai probabilitasnya) lebih besar dari 5%, maka distribusi adalah normal. 3.6.2. Metode Pengujian Hipotesis Penghitungan statistik dalam penelitian ini menggunakan bantuan program SPSS. Dikarenakan penelitian ini merupakan penelitian komparatif dengan data interval, maka dalam teknik analisis untuk menguji hipotesis menggunakan teknik statistik parametris, dimana menguji parameter populasi melalui statistik, atau menguji ukuran populasi melalui data sampel. Untuk menguji hipotesis komparatif dua sampel independen bila datanya berbentuk interval, maka digunakan t-test dua sampel.

32 1. Merumuskan hipotesis statistik Ho : µ j = µ s, artinya tidak terdapat perbedaan tingkat persepsi terhadap audit forensik sebagai upaya dalam pemberantasan korupsi antara junior auditor dan senior auditor pada KAP di Surabaya H 1 : µ j µ s, artinya terdapat perbedaan tingkat persepsi terhadap audit forensik sebagai upaya dalam pemberantasan korupsi antara junior auditor dan senior auditor pada KAP di Surabaya. 2. Level of significant (α) sebesar 0,05. 3. Membandingkan probabilitas (Sig t) dengan α dengan kriteria pengujian sebagai berikut : Ho tidak ditolak jika Sig t > α Ho ditolak jika Sig t < α 4. Menarik kesimpulan.