RENCANA STRATEGIS ( RENSTRA )

dokumen-dokumen yang mirip
GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN

PERSEN TASE (%) Dinas Kelautan dan Perikanan ,81 JUMLAH ,81

PROFILE DINAS PERIKANAN DAN KELAUTAN

ARAH KEBIJAKAN PENGEMBANGAN KONSEP MINAPOLITAN DI INDONESIA. Oleh: Dr. Sunoto, MES

VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

Potensi Kota Cirebon Tahun 2010 Bidang Pertanian SKPD : DINAS KELAUTAN PERIKANAN PETERNAKAN DAN PERTANIAN KOTA CIREBON

Lomba Penulisan Artikel HUT KORPRI Ke 43 Kabupaten Cilacap Mengangkat HARKAT, MINAPOLITAN Cilacap*

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) DIREKTORAT PERLUASAN DAN PENGELOLAAN LAHAN TA. 2013

I. PENDAHULUAN. pembangunan di Indonesia yakni sektor pertanian. Sektor pertanian. merupakan sektor yang penting dalam pembangunan Indonesia karena

I. PENDAHULUAN. Indonesia sebagai negara agraris dan maritim memiliki potensi besar dalam

BAB II PERENCANAAN KINERJA A. RENCANA KINERJA DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN TAHUN 2014

I. PENDAHULUAN. Telah menjadi kesepakatan nasional dalam pembangunan ekonomi di daerah baik tingkat

1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 50 TAHUN 2015 TENTANG PEMBERDAYAAN NELAYAN KECIL DAN PEMBUDIDAYA-IKAN KECIL

RANCANGAN RENCANA KERJA DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN MALANG TAHUN 2016 BAB I PENDAHULUAN

a. Pelaksanaan dan koordinasi pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya ikan dalam wilayah kewenangan kabupaten.

BAB I PENDAHULUAN. terhadap sektor perikanan dan kelautan terus ditingkatkan, karena sektor

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) DIREKTORAT PERLUASAN DAN PENGELOLAAN LAHAN TA. 2014

I. PENDAHULUAN. Selatan dilatarbelakangi oleh Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun Povinsi Kalimantan Selatan) dan Peraturan Gubernur Kalimantan

RENCANA KERJA DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN TAHUN Forum SKPD

III. METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif kualitatif

10. Pemberian bimbingan teknis pelaksanaan eksplorasi, eksploitasi, konservasi, dan pengelolaan kekayaan laut di wilayah laut kewenangan daerah.

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 50 TAHUN 2015 TENTANG PEMBERDAYAAN NELAYAN KECIL DAN PEMBUDIDAYA-IKAN KECIL

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Kabupaten Tulang Bawang adalah kabupaten yang terdapat di Provinsi

CC. URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH DI BIDANG KELAUTAN DAN PERIKANAN

V. DESKRIPSI DAERAH PENELITIAN. Kabupaten Morowali merupakan salah satu daerah otonom yang baru

1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BUPATI KEBUMEN PERATURAN BUPATI KEBUMEN NOMOR 72 TAHUN 2008 TENTANG

4. GAMBARAN UMUM WILAYAH

Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Banyuasin

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. maret Pada tahun 2008 tentang pembentukan Kabupaten Mesuji dan

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BREBES NOMOR 13 TAHUN 2008 TENTANG

BAB II VISI, MISI, TUJUAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

IV. GAMBARAN UMUM. A. Gambaran Umum Kabupaten Lampung Tengah. Kabupaten Lampung Tengah meliputi areal seluas 4.789,62 Km 2 terletak

terukur dengan tingkat kepuasan pelayanan di bidang Bina Marga dan Pengairan.

1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

5.3. VISI JANGKA MENENGAH KOTA PADANG

I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BUPATI TASIKMALAYA KEPUTUSAN BUPATI TASIKMALAYA NOMOR 18 TAHUN 2004 TENTANG

PEDOMAN UMUM INDUSTRIALISASI KELAUTAN DAN PERIKANAN

1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN PELALAWAN BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. mempercepat proses pelaksanaan pembangunan dan hasil-hasilnya upaya

BAB III VISI, MISI, DAN ARAH PEMBANGUNAN DAERAH

BAB.III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN

PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2016

BAB I PENDAHULUAN. Pembangunan ekonomi daerah berorientasi pada proses. Suatu proses yang

Renstra BKP5K Tahun

Terlaksananya kebijakan pengelolaan sumberdaya kelautan dan ikan. Terlaksananya penataan ruang laut sesuai dengan peta potensi laut.

I. PENDAHULUAN. budidaya perikanan, hasil tangkapan, hingga hasil tambaknya (Anonim, 2012).

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Rencana Kerja Tahunan

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LEBAK NOMOR : 03 TAHUN 2001 SERI D PERATURAN DAERAH KABUPATEN LEBAK NOMOR : 40 TAHUN 2000 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 77 TAHUN 2001 TENTANG I R I G A S I PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

IV. GAMBARAN UMUM. mempergunakan pendekatan one river basin, one plan, and one integrated

4 PEMBANGUNAN PERIKANAN DI WILAYAH PENELITIAN

PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT DALAM KONSEP MINAPOLITAN

Rencana Strategis

III. METODE PENELITIAN. Data yang digunakan untuk mengidentifikasi sektor dan subsektor unggulan di

Bab II. Tujuan, Kebijakan, dan Strategi 2.1 TUJUAN PENATAAN RUANG Tinjauan Penataan Ruang Nasional

STRATEGI DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PERTANIAN

PEMERINTAH KABUPATEN SITUBONDO

VISI DAN MISI H. ARSYADJULIANDI RACHMAN H. SUYATNO

PENDAHULUAN Latar Belakang

1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Budidaya ikan sistem karamba jaring apung di Waduk Kedungombo Kabupaten Boyolali. Sutini NIM K UNIVERSITAS SEBELAS MARET BAB I PENDAHULUAN

BUPATI SUKAMARA PERATURAN BUPATI SUKAMARA NOMOR 18 TAHUN 2008 T E N T A N G

Penetapan kebijakan norma, standar, prosedur, dan kriteria penataan ruang laut sesuai dengan peta potensi laut.

LAKIP 2015 DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI

BAB 18 REVITALISASI PERTANIAN

Kiat Kiat Jurus Jitu Pengembangan Minapolitan

BAB II PERENCANAAN KINERJA

PEMERINTAH KABUPATEN MAHAKAM ULU TEMA RKPD PROV KALTIM 2018 PENGUATAN EKONOMI MASYRAKAT MENUJU KESEJAHTERAAN YANG ADIL DAN MERATA

BAB I PENDAHULUAN. Trilogi pembangunan yang salah satunya berbunyi pemerataan pembangunan

C. URUSAN PILIHAN YANG DILAKSANAKAN 1. URUSAN PERIKANAN

KEPUTUSAN BUPATI JEMBRANA NOMOR 608 TAHUN 2003 TENTANG URAIAN TUGAS DINAS PERTANIAN, KEHUTANAN DAN KELAUTAN KABUPATEN JEMBRANA BUPATI JEMBRANA,

POTENSI PERIKANAN DALAM PENGEMBANGAN KAWASAN MINAPOLITAN DI KABUPATEN CILACAP, JAWA TENGAH. Oleh : Ida Mulyani

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN TANGERANG NOMOR 8 TAHUN 2012

B A B I V U r u s a n P i l i h a n K e l a u t a n d a n P e r i k a n a n URUSAN PILIHAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

BUPATI KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN BUPATI KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 20 TAHUN 2009 TENTANG

I. PENDAHULUAN. perikanan. Usaha di bidang pertanian Indonesia bervariasi dalam corak dan. serta ada yang berskala kecil(said dan lutan, 2001).

URUSAN KELAUTAN DAN PERIKANAN YANG MERUPAKAN KEWENANGAN DAERAH PROVINSI Kelautan, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil

1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB II KEBIJAKAN PEMERINTAH KOTA SEMARANG

I. PENDAHULUAN. Pembangunan merupakan suatu proses perubahan untuk. meningkatkan taraf hidup manusia. Aktivitas pembangunan tidak terlepas

BUPATI PACITAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN PACITAN NOMOR 11 TAHUN 2013 TENTANG

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR

BUPATI LEBAK PROVINSI BANTEN PERATURAN DAERAH KABUPATEN LEBAK PROVINSI BANTEN NOMOR 3 TAHUN 2016 TENTANG

BAB IV VISI DAN MISI DAERAH

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. satu Balai yang dibentuk berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor:

Transkripsi:

RENCANA STRATEGIS ( RENSTRA ) DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN TULANG BAWANG TAHUN 2011 2016 PEMERINTAH KABUPATEN TULANG BAWANG MENGGALA

DAFTAR ISI Cover Renstra... i Daftar Isi... ii Bab I Pendahuluan... 1 Bab II Keadaan Umum Wilayah... 2 2.1 Administrasi Wilayah... 2 2.2 Potensi... 3 Bab III Masalah dan Issue issue... 8 Bab IV Rencana Strategis... 9 4.1. Visi... 9 4.2. Misi... 9 4.3. Tujuan... 10 4.4. Sasaran... 11 Bab V Kebijakan Strategis... 13 Bab VI Program Prioritas... 14 Bab VII Penutup... 15

BAB I PENDAHULUAN Secara yuridis formal Kabupaten Tulang Bawang ditetapkan sebagai Kabupaten dengan Undang-undang Nomor 2 Tahun 1997. Sebelumnya daerah ini merupakan bagian dari Kabupaten Lampung Utara. Salah satu orientasi pembangunan yang berkembang adalah konsep pembangunan berkelanjutan (suistainable development) yang dapat diwujudkan melalui keterkaitan yang tepat antara alam, aspek sosial ekonomis dan kultur. Dalam kerangka inilah diperlukan adanya rencana strategis (RENSTRA) yang dapat menyeimbangkan proses perubahan, sehingga eksploitasi sumber daya alam, arah investasi, orientasi perkembangan teknologi dan perubahan kelembagaan dapat konsisten dengan kebutuhan saat ini dan masa mendatang. Dinas Kelautan dan Perikanan Tulang Bawang selaku penyelenggara urusan rumah tangga daerah di bidang perikanan berkewajiban merencanakan kegiatan pembangunan dan pemerintahan di bidang perikanan. Kegiatan tersebut meliputi : mengarahkan, mengendalikan, mengkoordinasikan, memfasilitasi dan mengawasi pengelolaan potensi sumberdaya ikan yang sangat besar tersebut sehingga dapat memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya baik bagi masyarakat Tulang Bawang sendiri khususnya maupun masyarakat di luar daerah. Untuk itulah Rencana Strategis (RENSTRA) ini disusun yang memuat visi, misi, tujuan, sasaran dan strategis pengelolaan yang terpadu dan dapat menjadi pedoman bagi pihak-pihak yang berkepentingan (stake holders) di Kabupaten Tulang Bawang.

Dokumen RENSTRA ini merupakan dokumen yang dinamis yang harus dikaji ulang setiap tahun atau perlu direview untuk setiap 3 (tiga) tahun untuk mengantisipasi setiap perubahan dan penyesuaian akibat dari pembangunan.

BAB II KEADAAN UMUM WILAYAH 2.1. Administrasi Wilayah Berdasarkan Peraturan Daerah No. 7 Tahun 2005, secara administrasi Kabupaten Tulang Bawang pada tahun 2005 dimekarkan menjadi 24 kecamatan. Namun sejak bulan Juni 2007 Kabupaten Tulang Bawang menjadi 28 wilayah administrasi kecamatan dan 240 kampung/kelurahan. Kabupaten Tulang Bawang yang terletak antara 105º09-105º55 arah timur barat dan 04º08-04º41 arah utara selatan, dan secara geografis daerah Kabupaten Tulang Bawang merupakan dataran dengan ketinggian antara 0 39 m di atas permukaan laut. Wilayah ini terletak di bagian hilir dari aliran 2 (dua) sungai yaitu Way Mesuji dan Way Tulang Bawang yang bermuara ke Laut Jawa yang berada di bagian timur Wilayah Tulang Bawang. Daerah Kabupaten Tulang Bawang dengan kantor pusat pemerintahan di Kota Menggala yang diresmikan menjadi ibu kota Kabupaten Tulang Bawang oleh Menteri Dalam Negeri pada tahun 1997. Kabupaten Tulang Bawang sebelumnya merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Lampung Utara. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1997 maka terbentuklah Kabupaten Tulang Bawang dengan batas wilayah administrasi kabupaten : Sebelah Utara Sebelah Selatan Sebelah Barat Sebelah Timur : Kabupaten Mesuji : Kabupaten Lampung Tengah : Kabupaten Tulang Bawang Barat : Laut Jawa

Selanjutnya Kabupaten Tulang Bawang menyadari luas wilayah dan besarnya tantangan pembangunan Kabupaten Tulang Bawang maka didukung dengan aspirasi masyarakat pada tahun 2007, Bupati Tulang Bawang Dr. Abdurahman Sarbini mengambil sebuah terobosan besar dengan memekarkan Wilayah Tulang Bawang menjadi 3 Kabupaten, yaitu : kabupaten induk Kabupaten Tulang Bawang, dan 2 (dua) kabupaten baru Tulang Bawang Barat dan Mesuji sedangkan dalam proses pemekaran Kabupaten Tulang Bawang Barat dan Mesuji yaitu dengan disahkannya UU No. 49 dan UU No 50. Tahun 2008 tentang pembentukan kedua kabupaten tersebut. Setelah wilayahnya dimekarkan, kini Kabupaten Tulang Bawang memiliki wilayah 4385.84 km² dari luas Propinsi Lampung. Merupakan daerah agragris, yang ditunjukkan dengan mata pencarian pokok penduduknya di sektor pertanian. Pada tahun 2009 tentang pembentukan Kabupaten Mesuji dan Kabupaten Tulang Bawang Barat, maka wilayah Kabupaten Tulang Bawang menjadi 15 kecamatan, 4 kelurahan dan148 kampung setelah dikurangi wilayah Kabupaten Mesuji dan Kabupaten Tulang Bawang Barat. Secara geografis Kabupaten Tulang Bawang mempunyai 4 unit topografi yaitu: a. Daerah dataran dimanfaatkan untuk lahan pertanian, perkebunan, perikanan dan pencadangan pengembangan transmigrasi. b. Daerah rawa, terdapat di sepanjang pantai timur dengan ketinggian 0 1 m yang merupakan daerah rawa pasang surut yang sangat baik untuk usaha perikanan dan berpotensi untuk persawahan pasang surut. c. Daerah river basin, terdapat 2 river basin yang utama yaitu river basin Sungai Tulang Bawang dan river basin sungai sungai kecil lainnya. Pada areal river basin Sungai Tulang Bawang dengan anak sungainya membentuk pola aliran sungai dendritic yang merupakan pola pada umumnya sungai sungai di Lampung. Daerah ini memiliki luas 10.150

km² dengan panjang 753 km yang digunakan untuk pengembangan tambak udang. d. Daerah alluvial, merupakan pantai sebelah timur yang merupakan bagian hilir dari sungai sungai besar yaitu Tulang Bawang dan Mesuji, berpotensi dalam pengembangan usaha penangkapan ikan dan sebagai pelabuhan perikanan. 2.2 Potensi 2.2.1 Potensi Kelautan dan Perikanan Jumlah nelayan laut di Kabupaten Tulang Bawang hingga saat ini 1.779 orang, nelayan sungai/rawa 616 orang, petani ikan kolam 1.747 orang, dan petani ikan tambak 14.202 orang. Jadi, jumlah keseluruhannya 18.880 oarng yang berusaha di bidang kelautan dan perikanan. Luas areal pemeliharaan dan penangkapan di Kabupaten Tulang Bawang untuk potensi laut seluas 59.100,00 ha dengan produksi 14.000,00 ton. Sedangkan luas areal penangkapan perairan darat seluas 140,50 ha, dengan produksi 85,00 ton, waduk 617,00 ha dengan produksi 102,00 ton, rawa 45.000,00 ha dengan produksi 231,00 ton, sungai 0,876 ha dengan produksi 65,10 ton, kolam (empang) 13,40 ha dengan produksi 95,40 ton, tambak 27.797,36 ha dengan produksi 65.336,90 ton, cekdam 342,00 ha dengan produksi 78,40 ton, mina padi (sawah) 53 ha dengan produksi 6,00 ton. Jumlah areal penangkapan seluruhnya pada tahun 2009/2010 sebesar 133.011,14 ha dengan produksi 79.993,80 ton. Sedangkan pada tahun sebelumnya (2007/2008) jumlah areal penangkapan/pemeliharaan sebesar 258.923 ha dengan produksi 74.479,03 ton, maka terjadi peningkatan yang cukup besar pada tahun 2007 /2008. Jumlah kapal/perahu penangkapan ikan baik di laut dan darat masih sangat kurang memadai, jumlah keseluruhannya 1.060 buah yang terdiri dari : kapal motor 251

buah, motor tempel 549 buah, perahu besar 45 buah, perahu sedang 97 buah, perahu kecil 67 buah, jukung 51 buah. Demikian juga dengan jumlah jenis dan jumlah alat penangkapan ikan laut dan darat di Kabupaten tulang Bawang masih belum memadai, di pantai timur hanya menggunkan jaring klitik 141 buah, jaring insang 858 buah, bagan 76 buah, rawai 251 buah. Sedangkan di sungai yang menggunakan jaring insang 1.830 buah, dan bubu 323 buah. Sedangkan di rawa jaring insang 199 buah. Tabel 1. Potensi Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Tulang Bawang No. Jenis Sumberdaya Pemanfaatan Potensi Lestari/Pengembangan 1 Penangkapan Laut (ton/th) Perairan umum (ha) 56.400,3 1.920 141.000 90.500 2 Budidaya Laut Air Payau (ha) Air Tawar - KJA (unit) - Keramba - Kolam - 64.250 10 unit 320 unit 406 unit - 600.000 ha 1000 unit 12.000 unit 320 ha Potensi yang tergambarkan di atas, masih belum dapat termanfaatkan secara optimal sehingga peluang usaha yang berskala besar maupun skala rumah tangga dalam memanfaatkan potensi usaha yang terbuka lebar. Namun agar dapat dilakukan secara efisien dan efektif perlu adanya dukungan prasarana infrastruktur pada wilayah yang memiliki potensi tersebut.

Penangkapan ikan di perairan umum di Kabupaten Tulang Bawang dilakukan di rawa-rawa, lebak lebung, dan sungai. Pada tahun 2009/2010 kontribusi produksi hasil tangkapan dari kegiatan ini mencapai 45.000,00 ton. Produksi ikan tersebut sebagian besar dihasilkan dari perairan rawa-rawa yang terletak di Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Tulang Bawang. Sejalan dengan pertumbuhan industri dan pertambahan jumlah penduduk, maka prospek peluang usaha penagkapan ikan dari perairan umum Tulang Bawang hanya tersisa ± 40% lagi. Untuk itu peluang usaha yang masih memungkinkan dari kegiatan tersebut adalah budidaya di kolam atau di keramba dan pengelolaan (pasca panen) jenis ikan air tawar seperti ikan asap, ikan asin, dan jenis olahan lainnya. Produksi olahan dari Kabupaten Tulang Bawang pada tahun 2007/2010 mencapai 860 ton dengan daerah pemasaran terutama daerah Jakarta. Potensi pertambakan di Kabupaten Tulang Bawang cukup besar sampai mencapai 64.200 ha yang ada di Tulang Bawang. Dari lahan potensial yang ada tersebut telah dibuka menjadi lebih produktif seluas 25.750 ha, yang berarti masih ada peluang pengembangan lahan pertambakan seluas 22.500 ha, kegiatan usaha budidaya udang/ikan di tambak wilayah Kabupaten Tulang Bawang terkonsentrasi di Tulang Bawang.

Tabel 2. Potensi dan Pemanfaatan Lahan Tambak (ha) No Uraian Potensi Pemanfaatan Peluang 1 2 PT. CPB Tambak Rakyat 23.500 40.730 16.000 26.000 7.500 14.750 Jumlah 64.230 42.000 22.250 Peluang pengembangan usaha budidaya ikan di keramba apung air tawar mencapai 1.000 unit. Kegiatan budidaya ikan di keramba apung dilakukan di sepanjang sungai-sungai Tulang Bawang, sedangkan Keramba Jaring Apung (KJA) air tawar yang diadakan di Kabupaten Tulang Bawang terdapat 10 unit. Peluang usaha jaring apung tersebut belum sepenuhnya termanfaatkan secara optimal, unit keramba apung yang tercatat saat ini baru 1.000 unit, berarti peluang pengembangan ke depan masih mencapai 90% dari potensi yang ada. Jenis komoditas yang dapat dikembangkan di cekdam dan aliran sungai adalah untuk keramba apung dan KJA adalah : ikan patin, ikan baung dan kerang hijau.

BAB III MASALAH DAN ISSUE-ISSUE Secara garis besar permasalahan yang mengemuka adalah sebagai berikut : a. Pada budidya air payau yang dilaksanakan masyarakat masih bersifat tradisional. b. Penanganan pasca panen tidak optimal mengakibatkan penurunan kualitas produk. c. Rusaknya sabuk hijau (green belt) di pantai timur akibat pembukaan tambak yang tidak berwawasan lingkungan. d. Masih banyaknya masyarakat yang menangkap dengan bahan peledak/bom, bahan beracun/pestisida, aliran listrik, strum dan yang lainnya. e. Menurunnya kualitas air sungai akibat pencemaran baik industri maupun rumah tangga yang berakibat rendahnya produktivitas budidaya ikan dengan menggunakan kurungan/jaringan/keramba. f. Belum optimalnya dan kesinambungan sarana prasarana produksi perikanan. g. Belum optimalnya pengelolaan TPI Kuala Teladas.

BAB IV RENCANA STRATEGIS Dengan melihat potensi, kondisi fisik serta penduduk maka disusunlah Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran dari Pembangunan Kelautan dan Perikanan di Kabupaten Tulang Bawang. 4.1. VISI TERWUJUDNYA SEKTOR KELAUTAN DAN PERIKANAN YANG TANGGUH SERTA MASYARAKAT PEMBUDIDAYA IKAN DAN NELAYAN YANG MAKMUR DAN SEJAHTERA. 4.2. MISI a. Membangun dan mendukung pembangunan fisik prasarana dan sarana di bidang Budidaya Kelautan dan perikanan; b. Meningkatkan perekonomian melalui konsentrasi pada sektor Kelautan dan Perikanan dengan melakukan upaya pemulihan stabilitas ekonomi, titik berat pada pembangunan ekonomi kerakyatan; c. Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia yang beriman, bertakwa dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi; d. Membuka peluang dan kesempatan investasi yang bersifat ramah lingkungan; e. Pelestarian dan pemanfaatan sumberdaya perairan dan lingkungannya secara proporsional; f. Membuka peluang dan mendorong investasi sub sektor perikanan; g. Menata tumbuh kembangkan kawasan sentra produksi pembudidayaan sebagai embrio lumbung.

4.3. TUJUAN a. Meningkatkan kapasitas pelayanan terhadap pembudidaya, nelayan dan masyarakat pengguna jasa; b. Meningkatkan pemanfaatan dan kenyamanan penggunaan sarana dan prasarana yang tersedia; c. Meningkatkan perekonomian yang berkonsentrasi pada sektor perikanan dengan berpijak pada ekonomi kerakyatan; d. Meningkatkan sumberdaya manusia yang berkualitas, sejahtera, berketahanan dan menguasai iptek yang memadai; e. Meningkatkan peluang dan kesempatan investasi yang bersifat ramah lingkungan terbuka secara luas; f. Meningkatkan pengelolaan dan melestarikan sumberdaya perairan yang berpotensi ekonomi secara proporsional; g. Meningkatkan kualitas dan profesionalisme sumberdaya manusia aparatur pembudidaya Kelautan dan Perikanan; h. Mengembangkan fasilitas sarana dan prasarana penyelenggaraan adminstrasi pemerintahan dalam rangka pelayanan prima; i. Meningkatkan investasi dan kesempatan kerja di bidang Kelautan dan Perikanan melalui pembenahan permodalan, hubungan kemitraan, penanganan pasca panen dan pengembangan pemasaran; j. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan petani ikan - nelayan serta peningkatan PAD dari sektor Kelautan dan perikanan; k. Menjaga kelestarian sumberdaya Kelautan dan Perikanan agar dapat termanfaatkan secara berkesinambungan; l. Meningkatkan rehabilitasi dan konservasi sumberdaya Kelautan dan perikanan;

m. Melaksanakan pengendalian dan pengawasan sumberdaya Kelautan dan Perikanan agar dalam pengelolaannya dapat dilakukan secara tepat, tertib dan bertanggung jawab; n. Meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat yang berusaha pada sektor perikanan. 4.4. SASARAN a. Terwujudnya dan berkembangnya masyarakat pembudidaya ikan dan nelayan yang berkonsentrasi pada sektor Kelautan dan Perikanan dan titik berat ekonomi kerakyatan; b. Terwujudnya dan meratanya kualitas sumberdaya manusia yang beriman dan bertakwa serta menguasai iptek; c. Terbukanya dan berpeluangnya kesempatan berinvestasi yang bersifat ramah lingkungan; d. Terpeliharanya dan terkelolanya sumberdaya perairan dan lingkungannya yang berpotensi ekonomi secara proporsional; e. Terwujudnya supremasi hukum di segala bidang kehidupan dan terpeliharanya pemerintahan yang bebas dari KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme); f. Tersedianya fasilitas kegiatan produksi dan pemasaran hasil usaha di bidang Kelautan dan Perikanan pada TPI dan Unit Pembenihan; g. Termanfaatnya secara optimal sarana dan prarana yang telah terbagun sesuai dengan peraturan dan fungsinya; h. Tercapainya laju pertumbuhan ekonomi sektor Kelautan dan Perikanan yang meningkat dan kontinyu; i. Terwujudnya peningkatan pendapatan per kapita dan kesejahteraan pembudidaya, petani ikan dan nelayan; j. Terciptanya struktur ekonomi masyarakat, petani ikan dan nelayan yang kuat dan berorientasi pasar;

k. Tergali dan berkembangnya produk-produk perikanan yang berorientasi akuabisnis; l. Terwujudnya dan tersedianya kualitas sumberdaya manusia yang sesuai dengan teknologi Kelautan dan Perikanan yang akan dibangun; m. Terbukanya peluang kesempatan masyarakat, petani ikan dan nelayan untuk memperoleh pendidikan yang bermutu dan peningkatan sarana pendidikan; n. Serasi dan selarasnya keimanan dan ketakwaan masyarakat, petani ikan dan nelayan dalam mengisi pembangunan; o. Terdukungnya laju pertumbuhan investasi di bidang Kelautan dan Perikanan sebagai modal pembangunan; p. Terwujudnya ketersediaan tenaga kerja yang sesuai dengan kemampuan dan keahlian di bidang Kelautan dan perikanan; q. Terwujudnya peningkatan pendapatan per kapita masyarakat petani ikan dan nelayan; r. Tergali dan terkelolanya Pendapatan Asli Daerah dari sektor Kelautan dan Perikanan dalam rangka pembiayaan otonomi daerah; s. Termanfaatkannya potensi Sumberdaya Perairan dan Lingkungannya; t. Terpelihara dan terkelolanya potensi Sumberdaya Perairan dan Lingkungannya yang berazas kelestarian dan berbasis rakyat; u. Menurunnya tingkat pencemaran lingkungan perairan sampai ambang baku mutu lingkungan; v. Menurunnya tingkat penangkapan ikan dengan menggunakan alat dan bahan terlarang.

BAB V KEBIJAKAN STRATEGIS Untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan maka disusunlah kebijakan strategis sebagai berikut : 1. a. Penerapan ilmu dan teknologi yang tepat guna dan tepat hasil. b. Pengembangan teknologi secara modern. c. Pengembangan prasarana dan sarana, mekanisme dan kelembagaan pemasaran hasil produksi dan ikan. 2. a. Pengembangan fisik sarana dan prasarana. b. Optimalisasi fungsi pelayanan dan jasa Tempat Pelelangan Ikan dan Unit Pembenihan. c. Optimalisasi fungsi pelayanan ikan terpadu. d. Penerapan prinsip-prinsip manajemen dalam pengelolaan operasional unitunit pelayanan pembudidaya dan perikanan. e. Penerapan peraturan yang berlaku sebagai dasar operasional dan pendayagunaan fisik sarana dan prasarana pembudidaya, kelautan dan perikanan. 3. a. Peningkatan kualitas SDM aparatur, nelayan dan petani ikan baik dari segi teknis maupun administrasi. b. Pengelolaan fasilitas perkantoran dan pelayanan prima. 4. a. Peningkatan proses pemanfataan sumberdaya alam dan lingkungan yang ramah dan bertanggung jawab. b. Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengendalian dan pengawasan sumberdaya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan.

BAB VI PROGRAM PRIORITAS 1 a. Modernisasi manajemen produksi perikanan rakyat b. Fasilitas pemasaran c. Kemitraan usaha bidang kelautan dan perikanan d. Intensifikasi produk hasil perikanan e. Minapolitan, udang dan bantuan di Rawa Jitu Timur (RJT) 2. a. Pembangunan dan pengembangan prasarana dan sarana untuk mendukung proses operasional dan pemasaran pada Tempat Pelelangan Ikan, Unit Pembenihan dan Unit Pelayanan Ikan Terpadu b. Mendorong dan memberikan kemudahan usaha di bidang pembudidaya kelautan dan perikanan c. Pembinaan dan penyuluhan terhadap penanganan pasca panen serta penerapan Manajemen Mutu Terpadu 3. a. Pengembangan SDM aparatur, nelayan dan petani ikan melalui pelatihan dan pendidikan baik teknis maupun administrasi b. Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan melalui pembinaan organisasi dan manajemen dinas c. Pengembangan, penataan dan penambahan fasilitas kantor guna meningkatkan pelayanan prima 4. a. Pemanfaatan SDA secara optimal melalui teknologi tepat guna dan ramah lingkungan b. Pengawasan pemanfaatan sumberdaya pembudidaya dan perikanan

BAB VII P E N U T U P Dengan mengacu pada Rencana Strategis Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2009-2014 dan dengan mengucap syukur Alhamdulillah tersusunlah Rencana Strategis (RENSTRA) Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Tulang Bawang untuk tahun 2011 2016. Kami berharap RENSTRA ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang terlibat dalam pengelolaan potensi Kelautan dan Perikanan Kabupaten Tulang Bawang. Namun demikian kami menyadari bahwa RENSTRA ini masih mengandung berbagai kelemahan dan kekurangan. Oleh karena itu segala saran dan perbaikan dapat disampaikan kepada kami, agar dapat dikaji kembali dalam rangka membangun sektor Kelautan dan Perikanan Kabupaten Tulang Bawang demi terwujudnya Masyarakat Tulang Bawang yang Beriman, Bertakwa, Aman, Sejahtera, Mandiri, Berketahanan melalui Pembangunan yang Bertumpu pada Potensi Akuabisnis. An. KEPALA DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN TULANG BAWANG Sekretaris Dinas, Dra. YULIDAYATI, MH NIP. 19640731 196103 2 002