PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN KOMPENSASI TERHADAP KEPUASAN KERJA SERTA DAMPAKNYA PADA KINERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL KANTOR KECAMATAN KEBON JERUK, JAKARTA BARAT Sus Novita Rotua Situmorg, Haryadi Sarjono 2,2 Jurus Majemen, Fakultas Ekonomi d Bisnis, BINUS University, Jakarta Komplek joglo Baru Blok E 6 RT 007/006, Lemabay, Jakarta 640 sussitumorg@gmail.com Abstrak Kesukses dalam mewujudk tuju ktor sgat bergtung pada sumber daya musia yg ada di dalam orgisasi ktor tersebut. Untuk mewujudk tuju dari ktor, maka ktor harus memperhatik faktor yg mempengaruhi Kinerja Pegawai Negeri Sipil ditarya faktor Motivasi Kerja, Kompensasi, d Kepuas Kerja. Deng tercapainya Kinerja Pegawai Negeri Sipil diharapk Ktor Kecamat Kebon Jeruk dapat mencapai tujunya. Jenis peneliti yg digunak adalah deng Metode Deskriptif, Korelasi Pearson d Path Analysis berguna untuk mengetahui tggap karyaw tentg Motivasi Kerja, Kompensasi terhadap Kepuas Kerja serta Dampaknya pada Kinerja Pegawai Negeri Sipil Ktor Kecamat Kebon Jeruk dima populasi karyaw Ktor Kecamat Kebon Jeruk sebyak 60 responden. Diperoleh hasil perhitung persama struktural yaitu, Y = 0,579 X + 0,325 X 2 + 0,644 ε dima R 2 = 0,585, Persama stuktural sub-struktur 2 yaitu, Z = 0,9 X + 0,239 X 2 + 0,68 Y + 0,402 ε 2 dima R 2 = 0,838 Kesimpul d Sar peneliti ini Motivasi Kerja (X ) d Kompensasi (X 2 ) secara bersama-sama memberik pengaruh yg signifik terhadap Kepuas Kerja (Y) sebesar 58,8%. Motivasi Kerja (X ), Kompensasi (X 2 ), d Kepuas Kerja (Y) secara bersama-sama memberik pengaruh yg signifik terhadap Kinerja Pegawai Negeri Sipil (Z) sebesar 83,8%. Kata kunci: motivasi kerja, kompensasi, kepuas kerja Pendahulu Beberapa tahun belakg ini Instsi Pemerintah dicap sebagai lembaga yg tidak becus dalam bekerja. Hya memak gaji buta, dima kinerjya nol. Sehingga, masyarakat berggap bahwa semua yg bekerja di Instsi Pemerintah mereka yg tak mampu dijadik sebagai pengadu masyarakat. Maka dari itu, ggap tersebut perlah dibenahi deng adya kebijakkebijak yg telah dibuat oleh Pemerintah guna mendapatk kepercaya dari masyarakat, memberik pelay yg terbaik bagi masyarakat, d menjadik pemimpin yg bijaksa, bertggung jawab di masing-masing Provinsi DKI Jakarta. Untuk dapat bertah d berkembg, Ktor menuntut tingkat kemampu, maupun tggung jawab dari para karyawnya. Namun disamping tuntut kinerja karyaw dari ktor terhadap karyawnya, ktor juga harus memperhatik faktor kepuas kerja dari para karyawnya. Semakin puas karyaw maka semakin tinggi produktifitas, disiplin d loyalitas karyaw tersebut terhadap ktor sehingga mempermudah pencapai tuju ktor. Berkait deng masalah diatas, permasalah pokok yg ingin diteliti dalam peneliti ini adalah : ) Seberapa besar kontribusi motivasi kerja d kompensasi secara simukt d parsial terhadap kepuas kerja pada Ktor Kecamat Kebon Jeruk? 2) Seberapa besar kontribusi motivasi kerja, kompensasi, serta kepuas kerja karyaw secara simult d parsial terhadap kinerja Pegawai Negeri Sipil pada Ktor Kecamat Kebon Jeruk? Tuju Peneliti. Untuk mengetahui kontribusi motivasi kerja d kompensasi secara simult d Jurnal Ekonomi, Volume 4 Nomor, Mei 203 47
parsial terhadap kepuas kerja Ktor Kecamat Kebon Jeruk. (T-) 2. Untuk mengetahui kontribusi motivasi kerja, kompensasi, serta kepuas kerja secara simult d parsial terhadap kinerja Pegawai Negeri Sipil Ktor Kecamat Kebon Jeruk. (T-2) Definisi Motivasi Kerja Menurut Winardi (2007, p.), motivasi berasal dari kata motivation yg berarti menggerakk. Motivasi merupak hasil sejumlah proses yg bersifat internal atau eksternal bagi seorg individu, yg menyebabk timbulnya sikap tusias dalam hal melaksak kegiat-kegiat tertentu. Sedgk, motivasi kerja adalah suatu kekuat potensial yg ada dalam diri seorg musia, yg dapat dikembgknya sendiri atau dikembgk oleh sejumlah kekuat luar yg pada intinya berkisar sekitar imbal moneter d non-moneter, yg dapat mempengaruhi hasil kinerjya secara positif atau secara negatif, hal ma tergtung pada situasi d kondisi yg dihadapi org yg bersgkut. Menurut As ad (2002, p.45) motivasi kerja didefinisik sebagai sesuatu yg menimbulk semgat atau dorong kerja. Oleh sebab itu, motivasi biasa disebut sebagai pendorong atau semgat kerja. Tuju Motivasi Kerja Menurut Hasibu (2009, p.46), tuju motivasi kerja adalah :. Meningkatk moral d kepuas kerja karyaw. 2. Meningkatk kedispilin karyaw. 3. Mengefektifk pengada karyaw. 4. Menciptak suasa d hubung kerja yg baik. 5. Meningkatk loyalitas, kreativitas, d partisipasi karyaw. 6. Meningkatk kesejahtera karyaw. 7. Mempertinggi rasa tggungjawab karyaw terhadap tugas-tugasnya. Dimensi Motivasi Kerja Menurut Sutrisno Edy (2009, p.24), dimensi motivasi kerja terbagi menjadi dua, yaitu : a. Faktor Intern : keingin untuk hidup, pengharga, pengaku. b. Faktor Ektern : kondisi lingkung kerja (cahaya yg cukup, bersih, strategis), adya jamin pekerja. Definisi Kompensasi Menurut Hasibu (2009, p.8), kompensasi adalah semua pendapat yg berbentuk ug, barg lgsung atau tidak lgsung yg diterima karyaw sebagai imbal jasa yg diberik kepada perusaha. Perusaha mengharapk agar kompensasi yg dibayark memperoleh imbal prestasi kerja yg lebih besar bagi karyaw. Gaji adalah balas jasa ug dibayarak secara periodik kepada karyaw tetap serta mempunyai jamin yg pasti. Maksudnya, gaji ak tetap dibayark walaupun pekerja tersebut tidak masuk. Upah adalah balas jasa yg dibayark kepada pekerja hari yg berpedom atas perji yg disepakati membayarnya. Tuju Kompensasi a. Ikat Kerja Sama b. Pengada Efektif c. Stabilitas Karyaw d. Disiplin Jenis Kompensasi Menurut Triton (2007, p.25) menjelask, kompensasi yg diberik kepada karyaw berdasark sifat penerimanya dapat dibedak dalam dua jenis, yaitu :. Kompensasi yg bersifat fincial, kompensasi yg diterima oleh karyaw dalam bentuk ug (bernilai ug). Yg termasuk dalam jenis kompensasi bersifat fincial adalah gaji atau upah, bonus, pengobat, asursi, d lain sebagainya yg dibayark orgisasi atau perusaha. 2. Kompensasi bersifat non-fincial, kompensasi yg diberik oleh orgisasi atau perusaha terutama deng maksud untuk mempertahk karyaw dalam jgka pjg. Yg termasuk dalam kompensasi non-fincial adalah program wisata, penyedia fasilitas ktin (cafeteria), penyedia tempat beribadah di ktor. Jurnal Ekonomi, Volume 4 Nomor, Mei 203 48
Berdasark mekisme penerimanya kompensasi dapat dibedak dalam dua macam yaitu :. Kompensasi lgsung, yaitu kompensasi yg penerimanya tidak secara lgsung berkait deng prestasi kerja, yaitu upah d gaji. 2. Kompensasi perlengkap atau kompensasi tidak lgsung, yaitu kompensasi yg penerimanya tidak secara lgsung berkait deng prestasi kerja. Yg termasuk di dalamnya yaitu : a. Perlindung umum, seperti jamin sosial, pengggur, d cacat. b. Perlindung pribadi, seperti pensiun, tabung, pesgon tambah, d asursi. c. Pembayar saat tidak bekerja, seperti pada waktu mengikuti pelatih, cuti kerja, sakit, saat libur, d acara pribadi. d. Tunjg siklus hidup dalam bentuk btu hukum, perawat org tua, perawat ak, program kesehat, d konseling. Definisi Kepuas Kerja Menurut pendapat Robbins (2003, p.0) kepuas kerja sebagai suatu sikap umum seseorg individu terhadap pekerjanya. Berdasark pendapat Siagi (2009, p.295) kepuas kerja merupak suatu cara pdg seseorg baik yg bersifat positif maupun yg bersifat negatif tentg pekerjanya. Menurut pendapat T. Hi (200, p.03-94) kepuas kerja adalah sebagai keada emosional yg menyengk atau tidak menyengk deng ma para karyaw memdg pekerja mereka. Kepuas kerja mencermink perasa seseorg terhadap pekerjanya. Dimensi Kepuas Kerja Dimensi yg menentuk kepuas kerja menurut Robbins (2003, p.49-50), adalah: a. Kerja yg secara mental mentg, karyaw cenderung lebih menyukai pekerja-pekerja yg memberi mereka kesempat untuk menggunak keterampil d kemampu yg masih mereka miliki,menawark beragam tugas, kebebas d ump balikmengenai betapa baik mereka bekerja. Karakteristik ini membuat kerja secara mentg. Pekerja yg kurg mentg menciptak kebos, tetapi yg terlalu byak mentg menciptak frustasi d perasa gagal. Pada kondisi ttg yg sedg, kebyak karyaw ak mengalami keseng d kepuas. b. Kondisi kerja yg mendukung. Karyaw peduli ak lingkung kerja baik untuk kenyam pribadi maupun untuk memudahk mengerjak tugas yg baik, seperti kondisi fisik kerja yg nyam d am,pemberi diklat untuk memudahk karyaw dalam mengerjak tugasnya deng baik. c. Rek kerja yg mendukung. Bagi kebyak karyaw, kerja juga mengisi kebutuh ak interaksi sosial. Oleh karena itu tidaklah mengejutk bila mempunyai rek sekerja yg ramah d mendukung menghtar kepada kepuas kerja yg meningkat. Perilaku atas juga merupak determin utama dari kepuas. Definisi Kinerja Karyaw Maluyu S.P. Hasibu (2009, p.34) mengemukak kinerja (prestasi kerja) adalah suatu hasil kerja yg dicapai seseorg dalam melaksak tugas-tugas yg dibebk kepadya yg didasark atas kecakap, pengalam, d kesungguh, serta waktu. Menurut Sutrisno Edy (2009, p.64) kinerja karyaw (prestasi kerja) adalah hasil upaya seseorg yg ditentuk oleh kemampu karakteristik pribadinya, serta presepsi terhadap pernya dalam pekerja itu. Pada umumnya, kinerja karyaw (prestasi kerja) adalah tingkat sejauh ma keberhasil seseorg didalam melakuk tugasnya dinamak level of performce oleh Vroom (dalam As ad, 200). Tuju Penilai Kinerja Karyaw Menurut Sutrisno Edy (2009, p.68) penilai kinerja karyaw (prestasi kerja) merupak sebuah proses formal untuk melakuk peninjau kembali hasil prestasi Jurnal Ekonomi, Volume 4 Nomor, Mei 203 49
kerja seseorg secara periodik. Proses penilai kinerja karyaw ditujuk untuk memahami prestasi kerja seseorg. Tuju ini memerluk suatu proses, yaitu sergkai kegiat yg saling berkait. Dimensi Kinerja Karyaw Berdasark Peratur Sekretaris Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor Tahun 2009, Petunjuk pelaksa perartur Gubernur Nomor 25 Tahun 2009 Tentg Tunjg Kinerja Daerah. Pada Bab 4 Pasal 6, mengenai indikator Kinerja PNS terdiri atas : Metode Peneliti Desain Peneliti Jenis peneliti yg digunak adalah asosiatif. Deng peneliti asosiatif ini dapat diketahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Dalam pelaksanya metode peneliti yg dilakuk adalah survey. Unit alisis yg dituju adalah individu, yaitu para karyaw pns Ktor Kecamat Kebon Jeruk d informasi yg di dapat dari karyaw tersebut hya dikumpulk satu kali pada waktu tertentu atau disebut juga cross sectional. Tuju Peneliti Tabel Desain Peneliti Desain Peneliti Metode Unit Peneliti Analisis Jenis Peneliti T- Asosiat if T-2 Asosiat if Sumber : Penulis (200) Survey Survey Individ u- karyaw Individ u- karyaw Time Horizo n cross sectio nal cross sectio nal Jenis d Sumber Data Dalam peneliti ini data yg digunak adalah data primer yg jenis datya merupak data kutitatif yg diperoleh dari penyebar kuesioner kepada karyaw Ktor Kecamat Kebon Jeruk.. BHU (Bad Hasil Utama) a. Ketepat waktu penyelesai pekerja. b. Kebenar hasil pekerja. c. Ketepat d kebenar pembuat d penyampai lapor pelaksa tugas. d. Membuat lapor kerja awal bul. 2. BPU (Bad Perilaku Utama) a. Kebenar menyampaik data d informasi dalam tugas. b. Kemampu bekerja sama dalam tim kerja. c. Kepemimpin Tabel 2 Jenis d Sumber Data Peneliti Tuju Data Jenis Data T- Motivasi kerja, kompensasi, terhadap kepuas kerja T-2 Motivasi kerja, kompensasi, d kepuas kerja terhadap kinerja pegawai negeri sipil. Sumber : Data Peneliti (200) Sumber Data Kutitatif Primer - kuesioner Kutitatif Primer - kuesioner Teknik Pengumpul Data Untuk mendapatk data yg ak diolah, maka teknik pengumpul data yg dilakuk penulis dalam peneliti ini adalah sebagai berikut : Studi kepustaka/riset kepustaka (Library Research) Peneliti ini dilakuk untuk memperoleh data sekunder deng membaca, mengumpulk data, mencatat, mempelajari text book d buku-buku pelengkap atau referensi, seperti: jurnal, artikel, lapor resmi dari ktor, internet research d media cetak lainnya di perpustaka atau tempat lainnya.. Peneliti lapg/riset lapg (Field Research) a) Observasi, tinjau lgsung ke lapg. b) Kuesioner, daftar pertya yg menggunak skala pengukur. Teknik Pengambil Data Menurut Suprto (2000, p.22), didalam statistik dikenal dua cara pengumpul data, yaitu cara sensus d cara sampling. Sensus Jurnal Ekonomi, Volume 4 Nomor, Mei 203 50
adalah cara pengumpul data di ma seluruh elemen populasi diselidik satu per satu. Ada dua alas dilakuknya sensus: () Suatu peneliti sensus ak layak dilakuk jika populasinya relatif sedikit d (2) suatu peneliti sensus hya diperluk jika unit elemen populasi sgat bervariasi (Hermaw, 2005,p47). Berdasark alas yg dikemukak oleh Hermaw tersebut, maka dalam peneliti ini digunak cara sensus, yaitu deng mengambil semua populasi yg ada, karena jumlah populasinya relatif sedikit. Populasi dalam peneliti ini adalah seluruh pegawai negeri sipil KtorKecamat Kebon Jeruk yg berjumlah 60 org. Metode Analisis Metode Analisis Berdasark Tuju Peneliti Tabel 3 Metode Analisis Berdasark Tuju Peneliti Tuju Alat alisis Path Analysis d T- Korelasi Pearson Path Analysis d T-2 Korelasi Pearson Sumber : Hasil Data Peneliti (200) Koefisien Korelasi Pearson Berdasark Riduw d Engkos Ahmad Kuncoro (2008, p.6) untuk mengetahui hubung tara variable X deng Y d X 2 deng Y d X d X 2 terhadap Y digunak teknik korelasi. Analisis korelasi yg digunak adalah Pearson Product Moment, deng rumus: Analisis Jalur (Path Analysis) Terdapat beberapa definisi mengenai alisis jalur ini, ditarya : Analisis jalur ialah suatu teknik untuk mengalisis hubung sebab akibat yg terjadi pada regresi bergda jika variabel bebasnya mempengaruhi variabel tergtung tidak hya secara lgsung tetapi juga secara tidak lgsung. (Robert D. Retherford 993). Sedgk definisi lain mengatak: Analisis jalur merupak pengembg lgsung bentuk regresi bergda deng tuju untuk memberik estimasi tingkat kepenting (magnitude) d signifiksi (significce) hubung sebab akibat hipotetikal dalam sepergakat variabel. (Paul Webley 997) Asumsi alisis jalur mengikuti asumsi umum regresi linear, yaitu: a. regresi harus layak. Kelayak ini diketahui jika gka signifiksi pada ANOVA sebesar < 0.05 b. Predictor yg digunak sebagai variable bebas harus layak. Kelayak ini diketahui jika gka Stdard Error of Estimate < Stdard Deviation c. Koefesien regresi harus signifik. Penguji dilakuk deng Uji T. Koefesien regresi signifik jika T hitung > T tabel (nilai kritis) d. Tidak boleh terjadi multikolinieritas, artinya tidak boleh terjadi korelasi yg sgat tinggi atau sgat rendah tar variable bebas. e. Tidak terjadi otokorelasi. Terjadi otokorelasi jika gka Dubin d Watson sebesar < d > 3. Uji Hipotesis Varibel untuk rc uji hipotesis ini adalah : X = Motivasi Kerja X 2 = Kompensasi Y = Kepuas Kerja Z = Kinerja Pegawai Negeri Sipil Terdapat dua hipotesis yg perlu diuji. Hipotesisnya adalah sebaai berikut : Hipotesis = Motivasi Kerja d Kompensasi berpengaruh secara simult d parsial terhadap Kepuas Kerja. Hipotesis 2 = Motivasi Kerja, Kompensasi, d Kepuas Kerja berpengaruh secara simult d parsial Terhadap Kinerja Pegawai Negeri Sipil. Rcg Implikasi hasil Peneliti Setelah semua data selesai diolah, maka diperoleh gambar mengenai gambar siri kepribadi karyaw di Ktor Kecamat Jurnal Ekonomi, Volume 4 Nomor, Mei 203 5
Kebon Jeruk dari faktor Motivasi kerja d Kompensasi Terhadap Kepuas kerja serta Dampaknya Pada Kinerja Pegawai Negeri Sipil Ktor Kecamat Kebon Jeruk, d Apakah karyaw Ktor Kecamat Kebon Jeruk telah memiliki tingkat Kepuas Kerja yg tinggi, serta sejauh ma Ktor Kecamat Kebon Jeruk mencapai Kinerja Pegawai Negeri Sipil bila hasilnya menunjukk bahwa faktor Motivasi Kerja d Kompensasi, serta Dampaknya pada Kinerja Pegawai Negeri Sipil masih rendah, perlu dicari penyebabnya d diadak usaha untuk memperbaikinya. Setelah itu, dilakuk alisis terhadap data yg diperoleh dari kuesioner yg disebar kepada staf karyaw Ktor Kecamat Kebon Jeruk, untuk mengetahui apakah faktor Motivasi kerja d Kompensasi mempunyai pengaruh Terhadap Kepuas kerja serta Dampaknya pada Kinerja Pegawai Negeri Sipil Ktor Kecamat Kebon Jeruk. Bila didapatk Regression Residual Total a. Predictors: (Constt), x2, x b. Dependent Variable: y Tabel 4 Anova sub-struktur ANOVA b ternyata variabel-variabel tersebut berkontribusi terhadap Kepuas Kerja pada Ktor Kecamat Kebon Jeruk, maka perlu dilakuk usaha untuk meningkatk Kinerja Pegawai Negeri Sipil melalui faktor-faktor tersebut, dilihat dari aspek-aspek yg merupak indikator dari setiap variabel. Hasil D Pembahas Analisa Pengaruh Motivasi Kerja (X ) d Kompensasi (X 2 ) Terhadap Kepuas Kerja (Y) Sub struktur, yaitu mengenai alisis jalur tara Motivasi Kerja (X ), Kompensasi (X 2 ) terhadap Kepuas Kerja (Y). Hasil yg diperoleh adalah seperti yg ditunjukk oleh tabel 4., 4.2, d 4.3. Persama struktural untuk sub-struktur adalah: Y = ρ yxx + ρ yx2 X 2 + ρ y ε Sum of Squares df Me Square F Sig. 7.62 2 3.806 40.239.000 a 5.39 57.095 3.003 59 Tabel 5 Summary sub- struktur Summ ary Chge Statistics Adjusted Std. Error of R Square R R Square R Square the Estimate Chge F Chge df df2 Sig. F Chge.765 a.585.57.30754.585 40.239 2 57.000 a. Predictors: (Constt), x2, x Penguji Secara Simult tara Variabel X, X 2 d Y Uji secara simult ditunjukk oleh tabel 4. Hipotesis: H 0 : Variabel Motivasi Kerja d Kompensasi tidak berkontribusi secara simult d signifik terhadap variabel Kepuas Kerja H a : Variabel kualitas pelay d kualitas produk tabung berkontribusi secara simult d signifik terhadap variabel citra perusaha. Keputus : Dari hasil uji signifiksi pada tabel 4.2 deng = 0,05, didapat nilai sig sebesar 0,000 maka nilai sig lebih kecil dari (sig ), yaitu 0,000 0,05. Hal tersebut menunjuk bahwa H 0 ditolak d H a diterima. Besarnya pengaruh variabel X d X 2 terhadap variabel Y dapat diketahui deng melihat nilai R 2 pada tabel 4.2. Dari tabel tersebut nilai R 2 sebesar 0,585 Jurnal Ekonomi, Volume 4 Nomor, Mei 203 52
atau sama deng 58,5%, sedgk sisya diluar peneliti yg mempengaruhi Y (ρ y ε ) sebesar 4,5% dipengaruhi oleh variabel lainnya diluar peneliti. Sementara itu besarnya koefesien jalur bagi variabel lain sebesar = = 0,644 Tabel 6 Coefficients sub-struktur Summ ary Chge Statistics Adjusted Std. Error of R Square R R Square R Square the Estimate Chge F Chge df df2 Sig. F Chge.96 a.838.830.2429.838 96.686 3 56.000 a. Predictors: (Constt), y, x2, x Berdasark tabel 4.3 diperoleh persama struktural sub-struktur : Y = 0,579X + 0,325 X 2 + 0,644ε Analisa Pengaruh Motivasi Kerja (X ) d Kompensasi (X 2 ) Terhadap Kepuas Kerja (Y) serta Dampaknya pada Kinerja Pegawai Negeri Sipil Pada bagi ini ak dijelask sub struktur 2, yaitu mengenai alisis jalur tara Motivasi Kerja (X ), Kompensasi (X 2 ) terhadap Kepuas Kerja (Y) d Dampaknya pada Kinerja Pegawai Negeri Sipil (Z). Persama struktural untuk sub-struktur 2 adalah: Z = ρ zxx + ρ zx2 X 2 + ρ zy Y + ρ z ε 2 Regression Residual Total Tabel 7 Anova sub-struktur 2 a. Predictors: (Constt), y, x2, x b. Dependent Variable: z (Constt) x x2 a. Dependent Variable: y ANOVA b Sum of Squares df Me Square F Sig. 7.04 3 5.67 96.686.000 a 3.285 56.059 20.299 59 Tabel 8 Summary Unstdardized Coefficients Coe fficients a Stdardized Coefficients B Std. Error Beta t Sig..67.288 2.327.024.473.075.579 6.279.000.285.08.325 3.527.00 Penguji Secara Simult tara variabel X, X 2 d Y deng Variabel terikat Z Hipotesis: H 0 : Variabel Motivasi Kerja, Kompensasi d Kepuas Kerja tidak berkontribusi secara simult d signifik terhadap variabel Kinerja Pegawai Negeri Sipil. H a : Variabel Motivasi Kerja, Kompensasi, d Kepuas Kerja berkontribusi secara simult d signifik terhadap variabel Kinerja Pegawai Negeri Sipil. Keputus: Dari hasil uji signifiksi pada tabel 4.5 deng = 0,05, didapat nilai sig sebesar 0,000 maka nilai sig lebih kecil dari (sig ), yaitu 0,000 0,05. Hal tersebut menunjuk bahwa H 0 ditolak d H a diterima, Besarnya pengaruh variabel X,X 2 d Y terhadap variabel Z dapat diketahui deng melihat nilai R 2 pada tabel 5. Dari tabel tersebut nilai R 2 sebesar 0,838 atau sama deng 83,8%, sedgk sisya sebesar 6,2% dipengaruhi oleh variabel lainnya diluar peneliti. Sementara itu besarnya koefesien jalur bagi variabel lain diluar peneliti yg mempengaruhi Z (ρ z ε 2 ) sebesar = = 0,402 Jurnal Ekonomi, Volume 4 Nomor, Mei 203 53
Motivasi Kerja (X ) 2 = 0,402 ZX = 0,9 YX = 0,579 = 0,644 Kepuas Kerja (Y) ZY = 0,68 Kinerja PNS (Z) YX2 = 0,325 Kompensasi (X 2) ZX2 = 0,239 (Constt) x x2 y a. Dependent Variable: z Sumber : Hasil Pengolah Data, (200) Tabel 9 Coefficients sub-struktur 2 Unstdardized Coefficients Coe fficients a Stdardized Coefficients B Std. Error Beta t Sig. -.772.238-3.250.002.95.077.9 2.526.04.26.070.239 3.72.000.772.04.68 7.406.000 Berdasark tabel 9 persama Tabel 0 adalah untuk melihat pengaruh struktural sub-struktur 2: Z = 0,9 X + lgsung, tidak lgsung d pengaruh total 0,239X 2 + 0,68 Y + 0,402ε 2 tar variabel berdasark dari hasil yg telah didapat pada alisis sub-struktur d 2. Tabel 0 Rgkum Dekomposisi Koefisien Jalur Pengaruh Variabel X terhadap Y X terhadap Z X 2 terhadap Y X 2 terhadap Z Sumber : Hasil Pengolah Data (200) Koefisi en Jalur Lgsu ng 0,579 0,579 Pengaruh Tidak Lgsung Melalui Y 0,9 0,9 0,579 x 0,68 = 0,357 0,325 0,325 - - Total 0,579 0,548 0,325 0,329 0,329 0,325 x 0,68 = 0,200 0,529 0,68 0,68-0,68 Y terhadap Z ε 0,644 - - - ε 2 0,402 - - - Jurnal Ekonomi, Volume 4 Nomor, Mei 203 54
Kesimpul Motivasi Kerja (X ) d Kompensasi (X 2 ) secara simult memberik kotribusi terhadap Kepuas Kerja (Y) sebesar 58,5%. Dima Motivasi Kerja (X ) memberik kontribusi terhadap Kepuas Kerja (Y), sebesar 0,579. D Kompensasi (X 2 ) memberik kontribusi terhadap Kepuas Kerja (Y), sebesar 0,325. Motivasi Kerja (X ), Kompensasi (X 2 ), d kepuas Kerja (Y) secara simult memberik kotribusi terhadap Kinerja Pegawai Negeri Sipil (Z) sebesar 83,8%. Dima Motivasi Kerja (X ) memberik kontribusi terhadap Kinerja Pegawai Negeri Sipil (Z) sebesar 0,9. Kompensasi (X 2 ) memberik kontribusi terhadap Kinerja Pegawai Negeri Sipil (Z), sebesar 0,239. D Kepuas Kerja (Y) memberik kontribusi terhadap Pegawai Negeri Sipil (Z), sebesar 0,68. Daftar Pustaka As ad, Mohamad, Psikologi Industri Seri Ilmu Sumber Daya Musia, Liberty Yogyakarta, 2002 Hasibu, Malau, Majemen Sumber Daya Musia, PT. Bumi Aksara, Jakarta, 2009 Koesmono, Tem. H., Pengaruh Budaya Orgisasi Terhadap Motivasi D Kepuas Kerja Serta Kinerja Karyaw Pada Sub Sektor Industri Pengolah Kayu Skala Menengah di Jawa Timur, 2005. http://puslit.petra.ac.id/journals/articles. php?publishedid=man05070205, 5 Maret 200 Riduw d Engkos Achmad Kuncoro, Cara Menggunak d Memakai Analisis Jalur (PATH ANALYSIS) Cetak ke 2, Alfabeta, Bdung, 2008 Rivai, Veithzal, Kepemimpin d Perilaku Orgisasi Edisi Kedua, PT Rajagrafindo Persada, Jakarta, 2004 Samsul, Hubung tara kompensasi, iklim orgisasi d motivasi deng kepuas kerja karyaw di lingkung karyaw Koperasi KODANUA Jakarta, Error! Hyperlink reference not valid., 5 Mei 200 Robbins, Stephen P. Benyamin Mol, Perilaku Orgisasi, Jilid, PT. Indeks Gramedia, Jakarta, 2003 Suprto, J., Statistik,Teori d Aplikasi; Edisi Keenam Jilid 2, Erlgga, Jakarta, 200 Sutrisno, Edy, Sumber Daya Musia, Cetak ke 2, 2009 T.Hi, Hdoko, Reksohadiprojo, Majemen Sumber Daya Musia d Perusaha, Edisi Kedua, BPFE UGM, Yogyakarta, 2003 Kreitner,Robert, Angelo Kinicki, Perilaku Orgisasi 2 (Edisi 5), Salemba Empat, Jakarta, 2005 Notoatmodjo, Soekidjo, Pengembg Sumber Daya Musia, PT. Rineka Cipta, Jakarta, 2003 PB, Triton, Majemen Sumber Daya Musia, Tugu Publisher, Yogyakarta, 2007 Jurnal Ekonomi, Volume 4 Nomor, Mei 203 55