PENGANTAR EKONOMI KELEMBAGAAN (ESL224)

dokumen-dokumen yang mirip
PEREKONOMIAN INDONESIA DI ERA GLOBALISASI

EKONOMI POLITIK SUMBERDAYA ALAM DAN LINGKUNGAN (ESL 426 )

BAB I PENDAHULUAN. wilayah. Karena pada dasarnya, investasi merupakan satu pengeluaran

KRISIS EKONOMI DI INDONESIA MATA KULIAH PEREKONOMIAN INDONESIA

VIII. KESIMPULAN DAN IMPLIKASI KEBIJAKAN

INDUSTRI.

4.2 Strategi dan Kebijakan Pembangunan Daerah

PENGANTAR EKONOMI KELEMBAGAAN (ESL224)

BAB I PENDAHULUAN. Era globalisasi ekonomi telah membawa pembaharuan yang sangat cepat

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

EKONOMI KELEMBAGAAN RASIONALITAS, OPPORTUNITY DAN DETERMINAN BIAYA TRANSAKSI. Koordinator : Dr. Ir. Aceng Hidayat, M.T

Keuntungan dan Kekurangan Sistem Informasi Outsourcing dan Insourcing di Perusahaan (Tugas Individu)

Daya Saing Global Indonesia versi World Economic Forum (WEF) 1. Tulus Tambunan Kadin Indonesia

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2009 TENTANG PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menjadikan Bogor sebagai Kota yang nyaman beriman dan transparan

BAB I PENDAHULUAN. Pembangunan nasional merupakan usaha peningkatan kualitas manusia, yang

KERANGKA PEMIKIRAN. berupa derasnya arus liberalisasi perdagangan, otonomi daerah serta makin

PENGANTAR EKONOMI KELEMBAGAAN (ESL224)

Pengarahan KISI-KISI PROGRAM PEMBANGUNAN KABUPATEN TEMANGGUNG TAHUN 2014

PENGANTAR EKONOMI KELEMBAGAAN (ESL224)

BAB I PROFIL PERUSAHAAN

Terwujudnya Kota Mojokerto sebagai Service City yang Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera dan Bermoral.

INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2009 TENTANG PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PROGRAM EKONOMI PDI PERJUANGAN Oleh : Muhammad Islam

STRATEGI DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PERTANIAN

ANDRI HELMI M, SE., MM. SISTEM EKONOMI INDONESIA

Bab I. Pendahuluan. memberikan bantuan permodalan dengan menyalurkan kredit pertanian. Studi ini

MENINGKATKAN PERAN SEKTOR PERTANIAN DALAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN 1

BAB I PENDAHULUAN. Globalisasi bukanlah merupakan hal yang baru bagi kita. Globalisasi

BAB I PENDAHULUAN. Masyarakat Ekonomi ASEAN akan segera diberlakukan pada tahun 2015.

IKHTISAR EKSEKUTIF. Ikhtisar Eksekutif

VIII. KESIMPULAN DAN IMPLIKASI KEBIJAKAN. dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan net ekspor baik dalam

I. UMUM PENJELASAN ATAS PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR NOMOR 6 TAHUN 2011 TENTANG PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH

INTERAKSI MANUSIA DENGAN LINGKUNGAN EKONOMI. Kegiatan manusia dalam memanfaatkan lingkungan ekonominya

PENGERTIAN TRANSAKSI DAN BIAYA TRANSAKSI

IKHTISAR EKSEKUTIF. Pencapaian kinerja sasaran Pemerintah Kabupaten Rote Ndao Tahun 2015 dapat digambarkan sebagai berikut : iii

PERATURAN DAERAH KABUPATEN LEMBATA NOMOR 10 TAHUN 2012 TENTANG PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

I. PENDAHULUAN. daerah, masalah pertumbuhan ekonomi masih menjadi perhatian yang penting. Hal ini

BAB I PENDAHULUAN. Setelah beberapa tahun kemudian atau di tahun 1970-an, fakta

WALIKOTA BALIKPAPAN PROVINSI KALIMANTAN TIMUR PERATURAN DAERAH KOTA BALIKPAPAN NOMOR 12 TAHUN 2014 TENTANG USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH

BAB I PENDAHULUAN. pemerataan pendapatan di Indonesia. Usaha kecil yang berkembang pada

5.3. VISI JANGKA MENENGAH KOTA PADANG

MATERI PERDAGANGAN LUAR NEGERI

Organisasi dan Efektivitas Organisasi

Menyoal Efektifitas APBN-P 2014 Mengatasi Perlambatan Ekonomi

BAB I PENDAHULUAN. mengejar ketertinggalan pembangunan dari negara-negara maju, baik di kawasan

BAB I PENDAHULUAN. tantangan yang lebih terbuka, sehingga sangat dibutuhkan kehadiran setiap

BAB VI SASARAN, INISITIF STRATEJIK DAN PROGRAM PEMBANGUNAN KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM

POTENSI USAHA KERAJINAN TUMANG BOYOLALI SEBAGAI PENDEKATAN PEMBANGUNAN PEDESAAN YANG BERTUMPU PADA KEGIATAN USAHA KECIL

Keinginan Aburizal Bakri untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa terpandang, terhormat & bermartabat

Bab I PENDAHULUAN. tangganya sendiri. Dalam pelaksanaan urusan ini membutuhkan banyak. sumber daya dan kemampuan, diantaranya diperlukan kemampuan

BAB I PENDAHULUAN. Dalam era perdagangan bebas saat ini, telah terjadi perubahan secara

PEMODELAN KEBIJAKAN PENGEMBANGAN UMKM INOVATIF

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Master Plan

BAB I PENDAHULUAN. Aktivitas dalam perdagangan internasional seperti ekspor dan impor sangat

Ketua Komisi VI DPR RI. Anggota Komisi VI DPR RI

Agenda dan Prioritas Pembangunan Jawa Timur

Tabel 1.1. Konsumsi Beras di Tingkat Rumah Tangga Tahun Tahun Konsumsi Beras*) (Kg/kap/thn)

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI

EKONOMI POLITIK SUMBERDAYA ALAM DAN LINGKUNGAN (ESL 426 )

Written by Danang Prihastomo Friday, 06 February :22 - Last Updated Wednesday, 11 February :46

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian. Perkembangan perekonomian nasional yang dihadapi dunia usaha saat ini

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

KESIAPAN KABUPATEN MAROS MELAKSANAKAN SDGs. Ir. H. M. HATTA RAHMAN, MM (BUPATI MAROS)

BAB I PENDAHULUAN. inovasi yang berdampak pada meningkatnya kinerja sekolah. seseorang tidaklah cukup efektif untuk mengerjakan sesuatu tanpa

MAKALAH NERACA PEMBAYARAN. Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Perekonomian Indonesia Yang Dibina Oleh Ibu Dra. Sudarti, M.Si.

Strategi Pemberdayaan Lembaga Keuangan Rakyat BPR

I. PENDAHULUAN. Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator yang penting dalam

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang

AKSELERASI INDUSTRIALISASI TAHUN Disampaikan oleh : Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian

BAB I PENDAHULUAN. bisnis. Berdasarkan Peraturan Menteri Negara BUMN No. PER-01/MBU/2011

SISTEM EKONOMI INDONESIA

I. PENDAHULUAN. Kebijakan pembangunan merupakan persoalan yang kompleks, karena

RINGKASAN DOKUMEN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG DAERAH (RPJPD) KABUPATEN PASURUAN TAHUN

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

Teori Ketergantungan Terhadap Sumber Daya (Resource Dependence Theory)

BAB I PENDAHULUAN. mengembangkan sistem manajemen pemerintahan dan pembangunan antara lain

Rencana Umum Penanaman Modal Aceh

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia dan beberapa daerah perkotaan mempunyai pola. baik di daerah pedesaan dan perkotaan. Dualisme kota dan desa yang terdapat

VI. STRATEGI PENINGKATAN DAYA SAING INDUSTRI AGRO INDONESIA

Keseimbangan Ekonomi Empat Sektor. Oleh: Ruly Wiliandri, SE., MM

VISI MISI KABUPATEN KUDUS TAHUN

KERANGKA PEMIKIRAN Kerangka Pemikiran Teoritis

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

II. TINJAUAN PUSTAKA

Transkripsi:

PENGANTAR EKONOMI KELEMBAGAAN (ESL224) KULIAH 13: EKONOMI KELEMBAGAAN, KINERJA EKONOMI DAN STRATEGI PEMBANGUNAN Koordinator : Dr. Ir. Aceng Hidayat, M.T Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan (ESL) Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor

INDIKATOR KINERJA SISTEM EKONOMI KAPITALIS Sistem ekonomi kapitalis menggunakan pertumbuhan ekonomi sebagai indikator kinerja ekonomi Dalam sekala makro, pertumbuhan ekonomi ditentukan oleh tabungan, investasi dan populasi. Negara yang memiliki banyak tabungan bisa investasi, dan dengan investasi negara bisa menyediakan lapangan pekerjaan bagi penduduk. Investasi dikombinasikan dengan tenaga kerja menghasilkan output Investasi melibatkan modal, lahan dan sumberdaya alam Negara yang tidak punya tabungan bisa investasi dengan dua cara: mengundang investor asing (PMA) atau meminjam uang (debt) Pendek kata, dalam sistem ekonomi kapitalis investasi harus terus dilakukan agar ekonomi bisa terus tumbuh

INDIKATOR KINERJA EKONOMI MENURUT EKONOMI KELEMBAGAAN (1) Dalam ekonomi kelembagaan, pertumbuhan/efisiensi ekonomi bisa dicapai tanpa investasi, yaitu: melalui peningkatan produktifitas tenaga kerja dengan cara melakukan spesialisasi dan pembagian kerja Untuk dapat melakukan spesialisasi harus ada kelembagaan yang efisien, yaitu kelembagaan dengan biaya transaksi rendah Ada kelembagaan yang jelas yang dapat menjamin kepastian transaksi Ada mekanisme penegakan hukum Biaya transaksi yang rendah dapat menyebabkan pasar berjalan secara benar Produktifitas dapat pula dipengaruhi oleh kelembagaan informal sperti agama, code of conduct, budaya, dan keyakinan. Kelembagaan informal seperti budaya menghargai waktu, kerja keras, tekun, juju dapat meningkatkan produktivitas China memiliki budaya kerja bagus karena dipengaruhi oleh konfusianisme yang mempunyai komitmen terhadap pendidikan dan waktu

INDIKATOR KINERJA EKONOMI MENURUT EKONOMI KELEMBAGAAN (2) Dalam jangka panjang, budaya yang baik dapat dibentuk melalui kelembagaan formal Produktifitas dapat pula ditingkatkan melalui inovasi teknologi pendekatan dinamis teori pertumbuhan baru Dengan pendekatan ini, faktor produksi bertambah selain modal, tanah, tenaga kerja juga teknologi Peningkatan teknologi dapat dilakukan dengan cara: 1) Pertama, negara harus mampu meningkatkan kreatifitas manusia. Manusia harus mendapatkan ruang gerak yang leluasa untuk berfiir kreatif, inovatif dan melakukan eksperimen 2) Kedua, mengupayakan agar pasar modal berfungsi dengan baik, artinya harus ada anggarann/modal untuk mengkonversi ide menjadi temuan baru 3) Ketiga, menciptakan kondisi yang kompetitif sehingga perusahaan terpicu untuk bekerja secara efisien

ORGANISASI EKONOMI (1) Secara umum, organisasi ekonomi dibagi dua ketegori: o Non-kontraktual kapitalis/neoklasik, melihat organisasi ekonomi sebagai faktor produksi o Kontraktual (aliran ekonomi kelembagaan) a) Pilihan publik b) Hak kepemilikan c) Teori agensi d) Biaya transaksi o Empat model oraganisasi ekonomi pada aras konkrit (Hage dan Finsterbuch 1987) : a. Model birokrasi-mekanik dengan karakteristik : teknologi sederhana, pasar besar, produktifitas, efisiensi, masal, rutin, hirarkis, sentralistis b. Profesional organik, dengan karakteristik tekologi tinggi, pasar kecil, inovasi, kualitas produk, rutinitas, hierarkis, sentralisasi rendah c. Model kerajinan tradisional dengan karakteristik teknologi sederhana, pasar kecil d. Model perpaduan organik-mekanik, tepat untuk teknologi yang kompleks dan pasar besar

ORGANISASI EKONOMI (2) o Ekonomi kapitalis/neoklasik, menempatkan organisasi sebagai faktor produksi; sedangkan dalam ekonomi kelembagaan organisasi dilihat sebagai struktur tata kelola (governance struktur) o Pengertian perusahaan 1) kontrak yang lebih kompleks dari biasanya (nexus contract); 2) merupakan aset fisik yang dimiliki secara gabungan. Dalampengertian yang kedua kepemilikan menjadi masalah karena memberikan hak membuat keputusan dengan berbagai kemungkinan yang tidak bisa dituangkan dalam kontrak secara detail. o Dalam skala makro, kepemilikan perusahaan juga merupakan masalah. Apakah kepemilikan pribadi atau publik, masing-masing memiliki struktur insentif. o Perusahaan pribadi aset perusahaan merupakan aset pribadi sehingga manager memiliki insentif yang rendah untuk mendapatkan laba. o Perusahaan publik aset milik publik termasuk manager bisa memiliki aset perusahaan tersebut berupa saham. Namun timbul persoalan kepemilikan dan pengawasan. Share holder memegang saham besar yang diwakili oleh komisaris; ada juga share holder yang terpecahpecah dalam ukuran kecil akan timbul free riders.

URGENSI KELEMBAGAAN DALAM STRATEGI PEMBANGUNAN o Peran ekonomi kelembagaan pada level makro adalah menyiapkan kerangka dasar (infrastruktur kelembagaan) agar proses produksi, pertukaran dan distribusi dalam aspek ekonomi, sosial, hukum, politik dan lain-lain berjalan sesuai yang diinginkan o Kerangka kelembagaan akan mewarnai dan mengarahkan perjalanan pembangunan sebuah komunitas, organisasi atau negara. o Apakah negara akan mendahulukan pertumbuhan? Pemerataan? Sangat ditentukan oleh kerangka kelembagaan dari negara tersebut o Dengan kata lain, kelembagaan ekonomi, politik dan sosial sangat ditentukan oleh kerangka dasar dari kelembagaan negara tersebut.

STRATEGI PEMBANGUNAN (1) o Strategi pembangunan sebuah negara harus didasarkan pada keunggulan negara tersebut o Perlu pengidentifikasian, penemuan, atau pengupayaan keunggulan tersebut o Ada dua macam keunggulan: o Komparatif : diamaknai sebagai keunggulan bersifat given yang dimiliki oleh negara tersebut seperti kelimpahan sumberdaya alam, sumberdaya manusia, upah buruh yang murah, keterasediaan infrastruktur, budaya kerja dan lain-lain o Kompetitif: dimaknaai sebagai keunggulan yang diperoleh melalui upaya, latihan, pengalaman, inovasi teknologi, kreatifitas sehingga negara tersebut secara kompetitif (daya saing) unggul dari negara lain. o Keunggulan kompetitif pada akhirnya akan menjadi keunggulan komparatif karena secara komparasi negara tersebut unggul dibandingkan negara lain o Teknologi, knowledge, skill sering dijadikan indikator keunggulan kompetitif yang pada akhirnya menjadikan negara tersebut unggul secara komparasi

STRATEGI PEMBANGUNAN (2) o Keunggulan komparatif atau kompetitif biasanya mempengaruhi kebikana ekonomi suatu negara. o Kebijakan bisa menekankan pada ekspor atau import negara berkembang yang belum kompetitif biasanya menekankan dulu substitusi impor setelah kuat baru berorientasi ke ekspor o Ekspor negara berkembang umumnya merupakan barang primer dengan elastisitas permintaan rendah; dan impor barang industri o Sedangkan negara maju ekspor barang industri yang sudah mendapatkan sentuhan teknologi sehingga lebih kompetitif untuk dapat menembus pasar. o Untuk menjaga keseimbangan neraca pembayaran, negara berkembang melakukan kebijakan perlindungan ekonomi dalam negeri seperti subsidi, hak monopoli, lisensi, tarif, dan lain-lain o Kebijakan tersebut biasanya tidak bertahan lama karena menyebabkan ekonomi bekerja secara tidak efisien sehingga kalah dengan produk luar; o Dan, hasil studi menunjukan bahwa berbagai perlindungan/ keistimewaan yang diberikan tidak menyebabkan ekonomi efisien.

STRATEGI PEMBANGUNAN (3) o Kegagalan strategi SI tersebut disebabkan oleh tidak adanya insentif yang mendorong perusahaan/pelaku ekonomi yang mendapatkan perlindungan melakukan inovasi. Bahkan, mereka terjebak dalam pemburuan rente berlebihan dengan memanfaatkan keistimewaan2 tersebut, atau menyogok, meloby dll dan lupa melakukan inovasi-inovasi o Gagal menjalankan kebijakan ini, negara-negara berkembang melakukan kebijakan promosi ekspor. Keberhasilan kebijakan ini sangat ditentukan oleh kemampuan memilih sektor unggulan yang memiliki daya saing o Ada fakta lain yang menarik, umumnya negara dengan kelimpahan sumberday alam besar secara ekonomi merupakan negara miskin dutch deases. Disebut dutch deases karena apada era tahun 1970an Belanda yang kaya dengan sumbnerdaya alam minyak dan gas justu tidak mampu mengakumulasi kekayaan akibat melemahnya ekspor industri manufaktur. o Sebaliknya, negara miskin sumberdaya alam justru kaya. Singapur merupakan negara kaya yang miskin sumberdaya alam. Demikian juga, Jepang dan Korea Selatan. o Hal ini dikarenakan negara-negara tersebut dapat membuat kebijakan yang tepat yang dilandasi dengan infrastruktur kelembagaan yang kuat.

STRATEGI PEMBANGUNAN (4) o Negara berkembang yang saat ini berhasil memasuki negara industri seperti Korea Selatan, Singapur, Hongkong, Malaysia dll dikarenakan telah meletakan kelembagaan dasar sebagai pijakan pembangunan secara kuat dan jelas. Mereka melakukan proteksi sekaligus juga insentif terhadap para pelaku ekonomi agar lebih kreatif, dan inovatif. o Sementara negara maju, kebijakanya lebih tertumpu pada pengembangan infrastruktur yang kuat yang sepesifik sesuai dengan kondisi negaranya; dan peningkatan kualitas SDM melalui berbagai pendidikan, pelatihan, riset yang berkualitas o Baik yang dilakukan oleh negara berkembang seperti di atas maupun oleh negara maju pada akhirnya mereka memliki keunggulan komparatif dibanding negara-negara lain. o Indonesian mememiliki landasan kelembagaan yang lemah, tidak memiliki visi yang kuat, modal sosial seperti nilai-nilai kedisiplinan, kejujuran, apresiasi terhadap waktu yang juga lemah sehingga masih berkutat dengan persoalan elementer pembangunan. o Diperlukan reorientasi kebijakan pembangunan dengan pembenahan infrastruktur kelembagaan yang kuat.

KERANGKA PENILAIAN KINERJA PEMERINTAH o Dapat diukur dengan dua indikator utama: oefisiensi : hubungan anatar input dan output atau pemanfaatan sumberdaya dengan hasil yang diharapkan oefektifitas : diukur dengan paramter oaksesibilitas keterjangkauan secara fisik, keterwakilan kelompk prioritas, kesanggupan, okesesuian kecocokan pelayanan dengan kebutuhan masyarakat opencapaian omutu (kualitas) : kualitas pelayanan opelayanan pemerintah dapat dikur melalui biaya transaksi yang bersumber pada rasionalitas terbatas, oportunisme, dan spesifitas aset. okeberhasilan strategi pembangunan ekonomi ditentukan oleh kualitas disain kelembagaan baik untuk mikro maupun untuk makronya.