STANDAR 3 STANDAR PROSES PEMBELAJARAN

dokumen-dokumen yang mirip
STANDAR PROSES PEMBELAJARAN

STANDAR 4 STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN

INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI AL-KAMAL

STANDAR 2 STANDAR ISI

STANDAR III STANDAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

Visi Visi Universitas Dhyana Pura adalah Perguruan Tinggi Teladan dan Unggulan.

BAB III STANDAR PROSES

KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

STANDAR 8 STANDAR PEMBIAYAAN PEMBELAJARAN

Panduan Proses Validasi Soal Ujian (UTS-UAS)

STANDAR II STANDAR NASIONAL PENELITIAN

LAPORAN PENGENDALIAN MUTU PROSES PEMBELAJARAN. Semester Ganjil 2016/ 2017

PROSEDUR PROSES PERKULIAHAN SPMI - UBD

PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR MONITORING PELAKSANAAN PERKULIAHAAN DAN PRAKTIKUM

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PRAKTIKUM

Universitas Respati Yogyakarta. Jln. Laksda Adi Sucipto KM 6.3 Depok Sleman Yogyakarta B A D A N P E N J A M I N A N M U T U

No Pertanyaan Skor Catatan Auditor ED AI

Universitas Pendidikan Indonesia Fakultas Ilmu Pendidikan Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan. Copyright by Asep Herry Hernawan

PEDOMAN STANDAR AKADEMIK STMIK SUMEDANG

STANDAR PROSES PEMBELAJARAN

STANDAR PENGELOLAAN PEMBELAJARAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS ISLAM MADURA

PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS)

1. TUJUAN : menjamin proses perkuliahan dapat berjalan baik sesuai dengan ketentuan.

STANDAR PENILAIAN PEMBELAJARAN

INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI AL-KAMAL

STMIK AKAKOM 2011 STANDAR AKADEMIK. Versi 1.0. PJM. Standar Akademik STMIK AKAKOM Halaman 1

PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS TRILOGI

STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL

BUKU PEMBIMBINGAN AKADEMIK

OPERASIONAL PROSEDUR PERKULIAHAN

STANDAR PENILAIAN PEMBELAJARAN UNIVERSITAS ISLAM MADURA

Tanggal Pembuatan. Jumlah hal. 19 Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Taman Siswa Bima

PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR PRAKTIKUM

INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI AL-KAMAL

STANDAR PENILAIAN PEMBELAJARAN

STANDAR PENGELOLAAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL

SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL (SPMI) AKMI BATURAJA

KODE/NOMOR STANDAR OPERATIONAL PROSEDUR (SOP)

UNIVERSITAS ISLAM MALANG

INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI AL-KAMAL

BAHAN AJAR (MINGGU KE 1) MATA KULIAH EVALUASI PEMBELAJARAN FISIKA STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN (SNP)

Lamp 1. PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PROSES UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH

Visi Visi Universitas Dhyana Pura adalah Perguruan Tinggi Teladan dan Unggulan.

UNIVERSITAS HASANUDDIN Kode / No : STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR Tanggal : PELAKSANAAN PERKULIAHAN Revisi : Halaman : PROGRAM STUDI FISIOTERAPI

UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI HAJI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN Jl. Politeknik Senggarang Telp. (0771) Fax (0771)

STANDARD OPERATING PROCEDURE PEMBIMBINGAN AKADEMIK

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO Nomor : 077/KEP/UDN-01/IV/2009. tentang PENYELENGGARAAN PERKULIAHAN DI UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

STANDAR PROSES PEMBELAJARAN

STANDAR PENGELOLAAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT. 1. Visi dan Misi Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surakarta

STANDAR PENGELOLAAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO

Standard Operating Procedure Prodi Teknik Industri. [Type the author name] [Type the company name] [Pick the date]

STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL

STANDAR III.1 PROSES PEMBELAJARAN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

EDISI : 2. PENGEMBANGAN RPP. Modul : Pengembangan RPP Soal-soal seputar RPP

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2008 TENTANG

Nomor 008/SOP-KIMIA/2017 PROSEDUR OPERASIONAL Tanggal Terbit 05 Maret 2017 Revisi 1 MONITORING DAN

Visi Visi Universitas Dhyana Pura adalah Perguruan Tinggi Teladan dan Unggulan.

KEBIJAKAN SISTEM PENJAMINAN MUTU AKADEMIK INTERNAL DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

BABI PENDAHULUAN. Kedudukan guru sebagai tenaga profesional bertujuan untuk melaksanakan. sistem pendidikan nasional dan mewujudkan tujuan pendidikan

KUESIONER PEMANTAUAN DAN EVALUASI PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN GURU (PEPPG)

PEDOMAN PEMBELAJARAN DAN MONITORING EVALUASI PEMBELAJARAN

UNIVERSITAS ISLAM MALANG

STANDAR PENGELOLAAN PENELITIAN POLTEKKES KEMENKES MATARAM KEMENTERIAN KESEHATAN RI

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 51 B. TUJUAN 51 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 52 D. UNSUR YANG TERLIBAT 52 E. REFERENSI 52 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 53

STANDAR PENGELOLAAN PEMBELAJARAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

BAB I PENDAHULUAN. Berdasarkan PP 19 Tahun 2005 Pasal 20 dinyatakan bahwa: Perencanaan

OPERASIONAL PROSEDUR

OPERASIONAL PROSEDUR PERATIKUM

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR MONITORING PELAKSANAAN PERKULIAHAAN DAN PRAKTIKUM

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PEMBIMBINGAN AKADEMIK

DOKUMEN: PROSEDUR OPERASIONAL BAKU

RPP. Pengertian RPP. Komponen RPP

KISI-KISI UJI KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH/MADRASAH

MANUAL MUTU PELAKSANAAN

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 29 B. TUJUAN 29 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 29 D. UNSUR YANG TERLIBAT 30 E. REFERENSI 30 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 30

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR BELAJAR MENGAJAR PENGENDALIAN MUTU DOSEN

UNIT PENJAMINAN MUTU STIKES DHARMA HUSADA BANDUNG STANDAR MUTU SPMI

SOP PERKULIAHAN. Kode/No : Form/Std/A.1.a.00 AKBID MUHAMMADIYAH CIREBON. Tanggal :12 Juni Revisi : 01 FORMULIR SPMI.

PROSEDUR PEMBIMBINGAN AKADEMIK SPMI - UBD

STANDAR 2 : STANDAR ISI PEMBELAJARAN

STANDARD OPERATING PROCEDURE PERKULIAHAN

2013, No.71 2 Mengingat : 1. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; 2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 T

DOKUMEN: PROSEDUR OPERASIONAL BAKU

PROSES PEMBELAJARAN TURUNAN STANDAR MUTU UNIVERSITAS MADURA 2016 STANDAR SPMI UNIRA KODE DOKUMEN STANDAR TANGGAL DIKELUARKAN

PANDUAN MONEV PENGEMBANGAN KURIKULUM, PEMBELAJARAN DAN SUASANA AKADEMIK BADAN PENJAMINAN MUTU (BPM)

PPMI ( Pusat Penjaminan Mutu )

UNIVERSITAS ISLAM MALANG. Standard Operating Procedure (SOP) MONITORING DAN EVALUASI PERKULIAHAN

PENYUSUNAN STANDAR SPMI PERGURUAN TINGGI

STANDAR PROSES PENELITIAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS ISLAM MADURA

STANDAR PROSES PEMBELAJARAN

SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS MUSLIM NUSANTARA AL-WASHLIYAH

UNIVERSITAS INTERNASIONAL BATAM

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

STANDARD PELAYANAN PRIMA LABORATORIUM SISTEM KONTROL

STANDAR OPERATIONAL PROSEDUR BELAJAR MENGAJAR DESAIN DAN PENGENDALIAN KURIKULUM

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PROSES UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH

STANDAR PENILAIAN PENELITIAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS ISLAM MADURA

PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 55 TAHUN 2017 TENTANG STANDAR PENDIDIKAN GURU

DOSEN PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS STKIP SILIWANGI BANDUNG

Transkripsi:

STANDAR 3 STANDAR PROSES PEMBELAJARAN Standar proses pembelajaran mencakup keseluruhan tolok ukur pencapaian minimal pada suatu siklus penjaminan mutu tentang seluruh proses kegiatan pada setiap jurusan/program studi yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi serta pengembangannya secara berkelanjutan. Standar proses terdiri dari: 1. Standar perencanaan proses pembelajaran 2. Standar pelaksanaan proses pembelajaran 3. Standar penilaian hasil proses pembelajaran 4. Standar pengawasan proses pembelajaran. STANDAR 1-3 PROSES PEMBELAJARAN 1

STANDAR PERENCANAAN PROSES PEMBELAJARAN 1. Visi dan Misi POLNAM Visi Politeknik Negeri Ambon: Menjadikan Politeknik Negeri Ambon sebagai lembaga Pendidikan Tinggi Vokasi yang Profesional, Unggul dan Berintegritas berorientasi Kepulauan. Misi Politeknik Negeri Ambon: 1. Menyelenggarakan sistem Pendidikan Tinggi Vokasi yang menghasilkan lulusan berkualitas, inovatif dan berdaya saing. 2. Menyelenggarakan penelitian terapan dan pengabdian kepada masyarakat yang bermanfaat bagi pengembangan IPTEKS sebagai bentuk pemberdayaan untuk meningkatkan kesejahteraan pada masyarakat kepulauan. 3. Menyelenggarakan sistem pengelolaan pendidikan yang didasarkan pada prinsip-prinsip tata pamong dan tata kelola. 2. Rasional Perencanaan proses pembelajaran diperlukan agar proses pembelajaran dapat dilakukan secara sistematis dan berkualitas. untuk itulah perlu tersedia standar perencanaan proses pembelajaran., yaitu : 1. Standar Penyusunan Jadwal, 2. Standar Pemberian Tugas Mengajar Pada Dosen, 3. Standar Kontrak Mengajar, 4. Standar Penyusunan RPP, 5. Standar Kontrol Aktivitas Proses Belajar Mengajar. 3. Subyek / Pihak yang Bertanggungjawab untuk Mencapai / Memenuhi Isi Standar 1. Direktur Politeknik Negeri Ambon 2. Pembantu Direktur 1 3. Ketua Jurusan/Program Studi 4. Dosen 5. Staf Administrasi Akademik Jurusan 6. Staf Administrasi Akademik Lembaga 4. Definisi Istilah 1. Proses pembelajaran diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreatifitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik; pendidik memberikan keteladanan; setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksananya proses pembelajaran secara efektif dan efisien. 2. Perencanaan proses pembelajaran itu meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang sekurang-kurangnya memuat tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar. 3. Jadwal Kuliah adalah daftar yang berisi informasi tentang hari, waktu perkuliahan, mata kuliah, kode mata kuliah, ruang kuliah, dan dosen pengampunya. 2 STANDAR 1-3 PROSES PEMBELAJARAN

4. Surat Tugas Mengajar Dosen adalah surat tugas yang berisi informasi tugas atau kewajiban dosen untuk mengampu mata kuliah tertentu dengan jumlah SKS atau jam sesuai kurikulum yang berlaku. 5. RPP adalah acuan pelaksanaan pembelajaran satu mata kuliah tertentu, berisi informasi kompetensi mata kuliah yang harus dicapai oleh mahasiswa pada semester berjalan, dijabarkan dalam nama mata kuliah, deskripsi mata kuliah, kompetensi umum, kompetensi khusus, pokok bahasan, sub pokok bahasan, media pembelajaran, waktu yang diperlukan untuk menyampaikan materi kuliah, dan buku pustaka yang digunakan. Selain itu juga berisi daftar informasi materi perkuliahan setiap pertemuan sebagai detail RPP yang menyangkut hal-hal yang akan dilakukan dosen pada setiap tatap muka dari penyajian sampai pada penutup. 6. Kontrak Perkuliahan adalah form yang berisi informasi materi perkuliahan yang akan diberikan sebagai acuan pembelajaran selama 1 semester berjalan yang ditandatangani oleh Ketua Jurusan/Program Studi, dosen dan ketua kelas sebagai bentuk kesepakatan dosenuntuk menjalankan tugasnya. 7. Kontrol Perkuliahanadalah form isian yang berisi hal-hal berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran, yaitu nama mata kuliah, nama dosen,kesesuaian materi yang diajarkan dosen dengan RPP, jumlah kehadiran dosen, dan validasi dari struktural jurusan. 5. Pernyataan Isi Standar 1. Jadwal dibuat oleh jurusan paling lambat 2 minggu sebelum perkuliahan dimulai dan telah dibicarakan dalam rapat jurusan. 2. Surat keputusan mengajar dibuat oleh bagian akademik 2 minggu sebelum perkuliahan dimulai. 3. Beban Kinerja Dosen (BKD) dan Rencana Program Semester (RPS) dimasukan oleh dosen ke jurusan 1 minggu sebelum perkuliahan dimulai. 4. Kontrak perkuliahan dibuat dan ditandatangani oleh dosen dan mahasiswa secara tertulis pada pertemuan pertama dan dimasukan pada jurusan. 5. Sarana dan prasarana (ruang kuliah, meja, kursi, whiteboard, LCD, bengkel, dan laboratorium) pembelajaran telah tersedia paling lambat 2 minggu sebelum perkuliahan dimulai. 6. Bahan ajar dan bahan praktek tersedia dan siap pakai paling lambat 2 minggu sebelum perkuliahan dimulai. 7. Adanya daftar hadir mengajar paling lambat 1minggu sebelum perkuliahan dimulai. 6. Strategi 1. Pembantu Direktur Bidang Akademik berkoordinasi dengan pimpinan Jurusan dan pihak-pihak yang terkait. 2. Ketua Jurusan mendiskusikan berbagai hal berkaitan dengan perencanaan PBM pada setiap semester. 3. Ketua Jurusan menugasi pihak-pihak terkait untuk melaksanakan tugas seperti tertulis dalam pernyataan standar. 7. Indicator 1. Jadwal sudah diumumkan paling lambat 2 (dua) minggu sebelum perkuliahan dimulai. 2. Surat keputusan mengajar sudah keluar 1 (satu) minggu sebelum STANDAR 1-3 PROSES PEMBELAJARAN 3

perkuliahan dimulai. 3. RPP sudahtersusun 1 (satu) minggu sebelum perkuliahan dimulai. 4. Kontrak perkuliahan sudah disampaikan kepada mahasiswa pada saat pertemuan perkuliahan pertama. 5. Kontrol Aktivitas Proses Belajar Mengajar telah disiapkan paling lambat 1 (satu) minggu sebelum perkuliahan dimulai. 6. Sarana dan prasarana (ruang kuliah, meja, kursi, whiteboard, LCD, bengkel, dan laboratorium) pembelajaran telah tersedia paling lambat 2 (dua) minggu sebelum perkuliahan dimulai. 7. Bahan ajar dan bahan praktek tersedia dan siap pakai paling lambat 2 (dua) minggu sebelum perkuliahan dimulai. 8. Dokumen Terkait 1. Pengumuman Jadwal 2. SK Pembebanan Mengajar kepada Dosen 3. Formulir RPKPS 4. Formulir Kontrak Perkuliahan 5. Formulir Kontrol Aktivitas PBM 6. Formulir Daftar Hadir Mahasiswa dan Pemantauan Materi Kuliah dengan RPKPS 7. Buku/Kartu Pembimbingan Mahasiswa 9. Referensi 1. Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2014 tentang Standar nasional Pendidikan Tinggi 2. UU RI No 14 tahun 2005 tentang UU Guru dan Dosen 3. PP No 19 tahun 2005 tentang Standar Nasioanl Pendidikan 4. PP No. 66 tahun 2010 tentang Perubahan PP No. 17 tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi 5. PP No. 17 tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi. 4 STANDAR 1-3 PROSES PEMBELAJARAN

STANDAR PELAKSANAAN PROSES PEMBELAJARAN 1. Visi dan Misi POLNAM Visi Politeknik Negeri Ambon: Menjadikan Politeknik Negeri Ambon sebagai lembaga Pendidikan Tinggi Vokasi yang Profesional, Unggul dan Berintegritas berorientasi Kepulauan. Misi Politeknik Negeri Ambon: 4. Menyelenggarakan sistem Pendidikan Tinggi Vokasi yang menghasilkan lulusan berkualitas, inovatif dan berdaya saing. 5. Menyelenggarakan penelitian terapan dan pengabdian kepada masyarakat yang bermanfaat bagi pengembangan IPTEKS sebagai bentuk pemberdayaan untuk meningkatkan kesejahteraan pada masyarakat kepulauan. 6. Menyelenggarakan sistem pengelolaan pendidikan yang didasarkan pada prinsip-prinsip tata pamong dan tata kelola. 2. Rasional Untuk memenuhi jumlah maksimal peserta didik per kelas, beban mengajar maksimal per pendidik, rasio maksimal buku teks pelajaran setiap peserta didik, rasio maksimal jumlah peserta didik setiap pendidik, dan pembimbingan akademik kepada mahasiswa maka diperlukan standar pelaksanaan proses pembelajaran. 3. Subyek / Pihak yang Bertanggungjawab untuk Mencapai / Memenuhi Isi Standar 1. Direktur Politeknik Negeri Ambon 2. Pembantu Direktur 1 3. Ketua Jurusan/Program Studi 4. Dosen 5. Staf Administrasi Akademik Lembaga 6. Staf Administrasi Akademik Jurusan 4. Definisi Istilah 1. Proses pembelajaran diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik; pendidik memberikan keteladanan; setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan ptoses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran secara efektif dan efisien. 2. Pelaksanaan pembelajaran itu harus memperhatikan jumlah maksimal peserta didik per kelas dan beban mengajar maksimal per pendidik, rasio maksimal buku teks pelajaran setiap peserta didik dan rasio maksimal jumlah peserta didik setiap pendidik, dan rasio maksimal jumlah peserta didik setiap pendidik. 3. Pembimbingan akademik adalah pembimbingan yang dilakukan oleh dosen pembimbing akademik kepada mahasiswa berkaitan dengan permasalahan akademik dan nonakademik. 5. Pernyataan Isi Standar 1. Jumlah peserta didik per kelas maksimal 30 orang agar perkuliahan dapat dilaksanakan dengan baik. 2. Beban mengajar minimal per tenaga pendidik 4 SKS per STANDAR 1-3 PROSES PEMBELAJARAN 5

6 STANDAR 1-3 PROSES PEMBELAJARAN semester. 3. Rasio maksimal jumlah peserta didik untuk setiap dosen untuk rekayasa 20:1 dan non rekayasa 30:1. 4. Perpustakaan Lembaga/Program studi memiliki minimal 5 referensi untuk 1 mata kuliah, agar perkuliahan dapat dilaksanakan secara berkualitas. 5. Pembimbing akademik melaksanakan proses pembimbingan akademik agar kesulitan akademik dan non akademik mahasiswa dapat diminimalkan, minimal sebulan sekali dalam satu semester. 6. Lingkungan tempat proses pembelajaran berlangsung harus tenang dan nyaman, tidak ada mahasiswa di luar kelas. 7. Pelaksanaan PKL dilakukan selama 3 bulan. 8. Surat Tugas Pembimbingan PKL diberikan kepada dosen paling lambat 1 minggu sebelum kegiatan PKL dilaksanakan. 9. Pembimbing PKL melaksanakan proses pembimbingan minimal 1 minggu sekali terutama untuk membantu mahasiswa dalam menyelesaikan tugas PKL dan merumuskan masalah bagi penulisan Tugas Akhir. 10. Pembimbing Tugas Akhir melaksanakan proses pembimbingan Tugas Akhir maksimal 3 bulan. Jika batas akhir penyelesaian Tugas Akhir terlewati, maka judul Tugas Akhir dan pembimbing harus diganti. 6. Strategi 1. Ketua Jurusan/Program Studi memberikan pengarahan tentang berbagai hal berkaitan dengan pelaksanaan PBM pada pihakpihak terkait. 2. Ketua Jurusan/Program Studi menugasi pada pihak-pihak terkait untuk melaksanakan tugas seperti tertulis dalam pernyataan standar. 7. Indikator 1. Jumlah peserta didik per kelas maksimal 30 orang. 2. Beban mengajar minimal per pendidikan minimal 4 SKS per semester. 3. Rasio maksimal jumlah peserta didik untuk setiap dosen untuk rekayasa 20:1 dan non rekayasa 30:1. 4. Program studi memiliki minimal 5 judul buku untuk 1 mata kuliah. 5. Pembimbing akademik melaksanakan proses pembimbingan akademik minimal tiga kali dalam satu semester. 6. Pembimbing PKL melaksanakan proses pembimbingan minimal 1 minggu sekali. 7. Pembimbing Tugas Akhir melaksanakan proses pembimbingan Tugas Akhir maksimal 3 bulan. 8. Dokumen Terkait 1. RPKPS 2. Prosedur Pembimbingan Akademik 3. Formulir Daftar Hadir Mahasiswa dan Materi Kuliah dengan RPKPS 4. Buku/Kartu Pembimbingan Mahasiswa 9. Referensi 1. Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2014 tentang Standar nasional Pendidikan Tinggi 2. UU No 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen 3. PP No 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan

4. PP No. 66 tahun 2010 tentang Perubahan atas PP No. 17 tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi 5. PP No. 17 tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi 6. PP No. 37 tahun 2009 tentang Dosen. STANDAR 1-3 PROSES PEMBELAJARAN 7

STANDAR PENILAIAN HASIL PROSES PEMBELAJARAN 8. Visi dan Misi POLNAM Visi Politeknik Negeri Ambon : Menjadikan Politeknik Negeri Ambon sebagai lembaga Pendidikan Tinggi Vokasi yang Profesional, Unggul dan Berintegritas berorientasi Kepulauan. Misi Politeknik Negeri Ambon : 7. Menyelenggarakan sistem Pendidikan Tinggi Vokasi yang menghasilkan lulusan berkualitas, inovatif dan berdaya saing. 8. Menyelenggarakan penelitian terapan dan pengabdian kepada masyarakat yang bermanfaat bagi pengembangan IPTEKS sebagai bentuk pemberdayaan untuk meningkatkan kesejahteraan pada masyarakat kepulauan. 9. Menyelenggarakan sistem pengelolaan pendidikan yang didasarkan pada prinsip-prinsip tata pamong dan tata kelola. 9. Rasional Penilaian hasil pembelajaran dilakukan untuk mengukur dan menilai tingkat pencapaian kompetensi. Penilaian juga digunakan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan dalam proses pembelajaran, sehingga dapat dijadikan dasar untuk pengambilan keputusan, dan perbaikan proses pembelajaran yang telah dilakukan. Oleh sebab itu kurikulum yang baik dan proses pembelajaran yang benar perlu didukung oleh sistem penilaian yang baik, terencana dan berkesinambungan. Dengan adanya pedoman penilaian yang tepat, diharapkan dapat berfungsi sebagai acuan pendidik dalam melaksanakan penilaian pencapaian kompetensi mahasiswa, laporan kemajuan hasil belajar dan perbaikan proses pembelajaran. 10. Subyek / Pihak yang Bertanggungjawab untuk Mencapai / Memenuhi Isi Standar 7. Direktur Politeknik Negeri Ambon 8. Pembantu Direktur I 9. Ketua Jurusan /Program Studi 10. Dosen yang bersangkutan 11. Bagian Administrasi Akademik 11. Definisi Istilah Penilaian hasil pembelajaran adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi hasil pembelajaran yang dicapai peserta didik. 12. Pernyataan Isi Standar 1. Penilaian dosen terhadap prestasi yang dicapai oleh mahasiswa sesuai dengan buku Peraturan Akademik POLNAM. 2. Evaluasi dosen terhadap capaian hasil belajar minimal melalui 3 kali kegiatan evaluasi, yaitu tugas-tugas harian/praktek, ujian tengah semester, dan ujian akhir semester. 3. Dosen menyerahkan nilai UTS dan UAS ke jurusan paling lambat 1 minggu sebelum rapat evaluasi. 4. Soal UTS dan UAS mengacu ke RPS dan untuk kelas paralel berlaku satu soal yang disusun oleh koordinator matakuliah. 5. Pengumuman hasil belajar dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang 8 STANDAR 1-3 PROSES PEMBELAJARAN

tercantum dalam kalender akademik. 6. Mahasiswa dinyatakan lulus apabila sudah menyelesaikan kegiatan prakuliah, menyelesaikan seluruh mata kuliah yang dipersyaratkan dan lulus tugas akhir. 7. Strategi 1. Mengharuskan setiap dosen dan mahasiswa memiliki buku peraturan akademik POLNAM pada awal setiap tahun ajaran baru, sehingga dapat mengetahui proses evaluasi dan penilaian. 2. Membuat laporan evaluasi hasil pembelajaran yang akan disampaikan pada saat evaluasi jurusan. 3. Diumumkannya hasil penilaian pembelajaran kepada mahasiswa pada papan informasi jurusan, sehingga dapat menjadi umpan balik bagi mahasiswa dalam meningkatkan ataupun memperbaiki hasil belajar. 4. Data nilai dari Dosen dikumpulkan ke jurusan sebelum rapat evaluasi jurusan,kemudian dari jurusan akan melaporkan hasil penilaian kebagian akademik sesuai dengan kalender akademik. 5. Dikeluarkannya Daftar Nilai Semester (DNS) setiap akhir semester. 6. Adanya penghargaan dari POLNAM bagi mahasiswa yang dinyatakan berprestasi terbaik (cumlaude) pada setiap akhir studi. 7. Adanya surat keputusan dari bagian akademik bagi mahasiswa yang dinyatakan tidak memenuhi persyaratan kelulusan dan persyaratan akademik (mahasiswa Drop Out ) pada setiap akhir semester. 8. Indicator 1. Mahasiswa dapat menyelesaikan setiap tugas yang diberikan ataupun mengikuti ujian yang diprasyaratkan. 2. Dosen dapat membuat laporan evaluasi hasil pembelajaran mahasiswa. 3. Dosen dapat menyerahkan nilai UTS dan UAS kejurusan satu minggu setelah ujian berakhir. 4. Dosen dapat mengumumkan nilai akhir mahasiswa setelah penilaian selesai dilakukan. 5. Peningkatan tingkat kelulusan mahasiswa dapat tercapai. 9. DokumenTerkait 8. Panduan penilaian hasil belajar berdasarkan Buku Peraturan Akademik POLNAM 9. Formulir pemantauan kesesuaian TIK tiap mata kuliah dengan soal dan jawabannya. 10. Formulir laporan evaluasi mahasiswa 10. Referensi 1. Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2014 tentang Standar nasional Pendidikan Tinggi 2. Buku Peraturan Akademik POLNAM. STANDAR 1-3 PROSES PEMBELAJARAN 9

STANDAR PENGAWASAN PROSES PEMBELAJARAN 1. Visi dan Misi POLNAM Visi Politeknik Negeri Ambon: Menjadikan Politeknik Negeri Ambon sebagai lembaga Pendidikan Tinggi Vokasi yang Profesional, Unggul dan Berintegritas berorientasi Kepulauan. Misi Politeknik Negeri Ambon: 10. Menyelenggarakan sistem Pendidikan Tinggi Vokasi yang menghasilkan lulusan berkualitas, inovatif dan berdaya saing. 11. Menyelenggarakan penelitian terapan dan pengabdian kepada masyarakat yang bermanfaat bagi pengembangan IPTEKS sebagai bentuk pemberdayaan untuk meningkatkan kesejahteraan pada masyarakat kepulauan. 12. Menyelenggarakan sistem pengelolaan pendidikan yang didasarkan pada prinsip-prinsip tata pamong dan tata kelola. 2. Rasional Demi terciptanya proses pembelajaran yang baik, maka diperlukan monitoring kehadiran dosen, pengawasan kehadiran mahasiswa, dan ketercapaian materi kuliah, sehingga dibuat standar pengawasan proses pembelajaran. 3. Subyek / Pihak yang Bertanggungjawab untuk Mencapai / Memenuhi Isi Standar 1. Direktur Politeknik Negeri Ambon 2. Pembantu Direktur 1 3. Ketua Jurusan/Program Studi 4. Dosen 5. Staf Administrasi Akademik Lembaga 6. Staf Administrasi Akademik Jurusan 4. Definisi Istilah 1. Proses pembelajaran diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik; pendidik memberikan keteladanan; setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran secara efektif dan efisien. 2. Pengawasan proses pembelajaran itu meliputi pemantauan, supervisi, evaluasi, pelaporan, dan pengambilan langkah tindak lanjut yang diperlukan. 3. Pengawasan kehadiran dosen adalah kegiatan mengontrol kehadiran dosen dalam satu semester agar dosen dengan tingkat kehadirannya di bawah standar dapat diketahui. 4. Pengawasan kehadiran mahasiswa adalah kegiatan mengontrol kehadiran mahasiswa dalam satu semester agar mahasiswa dengan tingkat kehadirannya di bawah standar dapat diketahui. 5. Pengawasan ketercapaian materi kuliah adalah kegiatan mengontrol ketercapaian materi kuliah agar ketercapaian atau ketidaktercapaian materi kuliah dapat diketahui. 5. Pernyataan Isi Standar 1. Proses pembelajaran diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, 10 STANDAR 1-3 PROSES PEMBELAJARAN

menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik; pendidik memberikan keteladanan; setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran secara efektif dan efisien. 2. Pengawasan proses pembelajaran itu meliputi pemantauan, supervisi, evaluasi, pelaporan, dan pengambilan langkah tindak lanjut yang diperlukan, dilakukan pada setiap akhir semester. 3. Pengawasan kehadiran dosen oleh Kajur/Kaprodi adalah kegiatan mengontrol kehadiran dosen dalam satu semester agar dosen dengan tingkat kehadirannya di bawah standar dapat diketahui. 4. Pengawasan kehadiran mahasiswa oleh Kajur/Kaprodi adalah kegiatan mengontrol kehadiran mahasiswa dalam satu semester agar mahasiswa dengan tingkat kehadirannya di bawah standar dapat diketahui. 5. Pengawasan ketercapaian materi kuliah adalah kegiatan mengontrol ketercapaian materi kuliah agar ketercapaian atau ketidaktercapaian materi kuliah dapat diketahui melalui absen dan RPS oleh Kajur/Kaprodi. 6. Strategi 1. Ketua Jurusan/Program Studi menjelaskan kepada dosen perihal monitoring kehadiran dosen di kelas. 2. Ketua Jurusan/Program Studi mensosialisasikan perihal monitoring kehadiran mahasiswa di kelas. 3. Ketua Jurusan/Program Studimenjelaskan perihal pengawasan ketercapaian materi kuliah untuk setiap mata kuliah. 7. Indikator 1. Sekretaris Jurusan memonitor kehadiran dosen di kelas agar dosen minimal 1 minggu sekali. 2. Sekretaris Jurusan memonitor kehadiran mahasiswa setiap minggu untuk mengeluarkan surat peringatan sesuai Peraturan Akademik. 3. Ketua Jurusan/Program Studi mengontrol ketercapaian materi kuliah minimal 2 minggu sekali. 4. Ketua Jurusan/Program Studi melakukan evaluasi PBM minimal 2 (dua) kali dalam satu semester. 5. Ketua Jurusan/Program Studi memfasilitasi setiap mata kuliah. 6. Pembantu Direktur 1 melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan PBM yang dilakukan oleh dosen, melalui SPMI, minimal 1 (satu) semester. 8. Dokumen Terkait 1. RPKPS 2. Formulir Monitoring Kehadiran Dosen di kelas 3. Formulir Monitoring Kehadiran Mahasiswa 4. Formulir pemantauan kesesuaian TIK dengan materi pengajaran 5. Buku/Kartu Pembimbingan Mahasiswa 9. Referensi 1. Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2014 tentang Standar nasional Pendidikan Tinggi 2. UU No 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen 3. PP No 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan 4. PP No. 66 tahun 2010 tentang Perubahan atas PP No. 17 tahun STANDAR 1-3 PROSES PEMBELAJARAN 11

12 STANDAR 1-3 PROSES PEMBELAJARAN 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi 5. PP No. 17 tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi 6. PP No. 37 tahun 2009 tentang Dosen.