ABSTRACT

dokumen-dokumen yang mirip
SKRIPSI OLEH: NI PUTU RIMA YANTI JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS UDAYANA

DISTRIBUSI DAN PENANGANAN PASCAPANEN KACANG PANJANG

APLIKASI COMMODITY SYSTEM ASSESSMENT METHOD

ANALISIS EKONOMI JALUR DISTRIBUSI BUNGA GEMITIR (Tagetes erecta L.) DI KECAMATAN PETANG KABUPATEN BADUNG ABSTRACT

MEMPELAJARI JALUR DISTRIBUSI DAN PENANGANAN PASCAPANEN STRAWBERRY DARI KECAMATAN BATURITI KE KOTA DENPASAR.

MEMPELAJARI JALUR DISTRIBUSI DAN PENANGANAN PASCAPANEN STRAWBERRY DARI KECAMATAN BATURITI KE KOTA DENPASAR SKRIPSI

ABSTRACT PENDAHULUAN. Jurnal REKAYASA DAN MANAJEMEN AGROINDUSTRI ISSN : X, Vol 5, No 1, Maret 2017 (12-20)

ANALISIS JALUR DISTRIBUSI PENJUALAN BUAH JERUK SIAM (Citrus nobilis) DI DESA TARO, KECAMATAN TEGALALANG, KABUPATEN GIANYAR

APLIKASI COMMODITY SYSTEM ASSESSMENT METHOD (CSAM) DALAM DISTRIBUSI KUBIS (Brassica Oleracea Var Capitata) DARI PETANI DI KECAMATAN PETANG KE PENGECER

ANALISIS EKONOMI JALUR DISTRIBUSI BUNGA GEMITIR (Tagetes erecta L.) DI KECAMATAN PETANG KABUPATEN BADUNG SKRIPSI

APLIKASI COMMODITY SYSTEM ASSESSMENT METHOD (CSAM) DALAM DISTRIBUSI SAWI PAKCOY (Brassica rapa L) DARI PETANI DI KECAMATAN BATURITI KE PENGECER

ANALISIS JALUR DISTRIBUSI SAYURAN BUNGA KOL (Brassica oleraceae) DARI PETANI DI KECAMATAN BATURITI HINGGA KONSUMEN DI KOTA DENPASAR SKRIPSI

APLIKASI COMMODITY SYSTEM ASSESSMENT METHOD PADA PENANGANAN PASCAPANEN JERUK KEPROK (Citrus reticulata) DARI KECAMATAN PUPUAN SAMPAI DENPASAR.

APLIKASI COMMODITY SYSTEM ASSESSMENT METHOD

MEMPELAJARI JALUR DISTRIBUSI PAPRIKA (Capsicum annuum Var. Grossum) SERTA MARGIN PEMASARAN DAN KEUNTUNGANNYA DARI KECAMATAN BATURITI KE KOTA DENPASAR

Analisis Pemasaran Kakao Pola Swadaya di Desa Talontam Kecamatan Benai Kabupaten Kuantan Singingi

BAB III METODE PENELITIAN. ke konsumen membentuk suatu jalur yang disebut saluran pemasaran. Distribusi

RANTAI NILAI BUNGA POTONG Heliconia caribaea DESA KERTA, KECAMATAN PAYANGAN, KABUPATEN GIANYAR, PROVINSI BALI.

EFISIENSI PEMASARAN CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) Nida Nuraeni (1) Rina Nuryati (2) D. Yadi Heryadi (3)

AGRISTA : Vol. 3 No. 2 Juni 2015 : Hal ISSN ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN KEDELAI DI KABUPATEN GROBOGAN

TATA NIAGA SALAK PONDOH (Salacca edulis reinw) DI KECAMATAN PAGEDONGAN BANJARNEGARA ABSTRAK

POLA DISTRIBUSI PEMASARAN CABAI ( STUDI KASUS DI TIGA KECAMATAN KABUPATEN SEMARANG ) Oleh : SKRIPSI PROGRAM STUDI AGRIBISNIS

IV. METODE PENELITIAN

ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN BUNGA MAWAR POTONG DI DESA KERTAWANGI, KECAMATAN CISARUA, KABUPATEN BANDUNG BARAT. Abstrak

HUBUNGAN SALURAN TATANIAGA DENGAN EFISIENSI TATANIAGA CABAI MERAH

ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN JAGUNG (Zea mays) DI KABUPATEN GROBOGAN (Studi Kasus di Kecamatan Geyer)

dwijenagro Vol. 5 No. 1 ISSN :

ANALISIS PEMASARAN STROBERI DI KABUPATEN KARANGANYAR (STUDI KASUS DI KECAMATAN TAWANGMANGU) SKRIPSI

Analisis Efisiensi Pemasaran Pisang Produksi Petani di Kecamatan Lengkiti Kabupaten Ogan Komering Ulu. Oleh: Henny Rosmawati.

AGRISTA : Vol. 3 No. 3 September 2015 : Hal ISSN ANALISIS PEMASARAN SEMANGKA DI KECAMATAN BAKI KABUPATEN SUKOHARJO

Nurida Arafah 1, T. Fauzi 1, Elvira Iskandar 1* 1 Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

IV. METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN

Oleh : Ir. Hj. Megawati Shiddieqy, M.Si* Wiwin Widiani, SP**

ANALISIS MARKETING BILL KOMODTI CABAI MERAH DI KOTA MEDAN. Staff Pengajar Program Studi Agribisnis Fakultas PertanianUniversitas Sumatera Utara

ANALISIS EFISIENSI SALURAN PEMASARAN IKAN LELE DI DESA RASAU JAYA 1 KECAMATAN RASAU JAYA KABUPATEN KUBU RAYA

AGRISTA : Vol. 3 No. 3 September 2015 : Hal ISSN

BAB IX ANALISIS PEMASARAN PEPAYA SPO DAN PEPAYA NON SPO. memindahkan suatu produk dari titik produsen ke titik konsumen.

ANALISIS MARJIN PEMASARAN AGROINDUSTRI BERAS DI KECAMATAN BUNGARAYA KABUPATEN SIAK

ANALISIS PEMASARAN BAWANG MERAH DI DESA OLOBOJU KECAMATAN SIGI BIROMARU KABUPATEN SIGI

ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN JAMBU AIR DI DESA MRANAK KECAMATAN WONOSALAM KABUPATEN DEMAK

ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN BERAS ORGANIK DI KABUPATEN SRAGEN Ragil Saputro, Heru Irianto dan Setyowati

ANALISIS PENDAPATAN DAN PEMASARAN USAHATANI SEMANGKA DI DESA MARANATHA KECAMATAN SIGI BIROMARU KABUPATEN SIGI

ANALISIS PEMASARAN BERAS DI KABUPATEN KLATEN

EFEKTIVITAS JALUR DISTRIBUSI PENJUALAN JERUK MANIS DI KECAMATAN DAU, KABUPATEN MALANG

KAJIAN PEMASARAN SELADA ORGANIK DI KECAMATAN KEDUNGBANTENG KABUPATEN BANYUMAS. Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Unsoed

V. HASIL DAN PEMBAHASAN. petani responden menyebar antara tahun. No Umur (thn) Jumlah sampel (%) , ,

METODOLOGI PENELITIAN

RANTAI NILAI RUMPUT LAUT DI KABUPATEN KLUNGKUNG

ANALISIS PEMASARAN KOPRADI DESA TAMBU KECAMATAN BALAESANG KABUPATEN DONGGALA

ANALISIS MARGIN PEMASARAN AYAM BROILER DI PASAR TRADISIONAL KOTA MANADO (Study kasus di Pasar Bersehati Calaca dan Pinasungkulan Karombasan)

ANALISIS RANTAI NILAI PEMASARAN IKAN AIR TAWAR DI KABUPATEN LOMBOK BARAT ABSTRAK

A. WAKTU DAN TEMPAT B. METODE PENELITIAN

ANALISIS PEMASARAN JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus) DI KOTA PEKANBARU

Program Studi Agribisnis FP USU Jln. Prof. A. Sofyan No. 3 Medan HP ,

Prosiding Seminar Nasional, Program Studi Teknologi Industri Pertanian bekerjasama dengan Asosiasi Profesi Teknologi Agroindustri (APTA)

MARGIN PEMASARAN IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) DI TEMPAT PENDARATAN IKAN SODOHOA KOTA KENDARI PROVINSI SULAWESI TENGGARA

ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN JERUK SIAM DI KECAMATAN TEBAS KABUPATEN SAMBAS

ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI BAWANG DAUN DI KAWASAN AGROPOLITAN KABUPATEN CIANJUR JAWA BARAT

dwijenagro Vol. 6 No. 1 ISSN :

ANALISIS SALURAN PEMASARAN GULA AREN (Sebuah Kasus di Industri Rumah Tangga di Desa Cigemblong Kecamatan Cigemblong Kabupaten Lebak)

III. METODE PENELITIAN

Maqfirah Van Tawarniate 1, Elly susanti 1, Sofyan 1 Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

EFFICIENCY MARKETING ANALYSIS OF HONEY BEE IN PASURUAN

Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Universitas Brawijaya, Jl. Veteran Malang

ANALISIS MARGIN DAN EFISIENSI SALURAN PEMASARAN KAKAO DI KABUPATEN KONAWE

RANTAI NILAI BUNGA POTONG Heliconia caribeae DESA KERTA, KECAMATAN PAYANGAN, KABUPATEN GIANYAR, PROVINSI BALI SKRIPSI

ANALISIS MARGIN PEMASARAN DAGING AYAM RAS PETELUR AFKIR DI PASAR TRADISIONAL KABUPATEN DAIRI

Analisis Pemasaran Sawi Hijau di Desa Balun Ijuk Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka ( Studi Kasus Kelompok Tani Sepakat Maju)

ANALISIS USAHATANI CABE MERAH (Capsicum Annum L) DI DESA PEREAN TENGAH, KECAMATAN BATURITI, KABUPATEN TABANAN

ANALISIS USAHATANI DAN PEMASARAN KEDELAI DI KECAMATAN KETAPANG KABUPATEN SAMPANG

Rantai Nilai Komoditas Kentang Granola di Desa Candikuning Kecamatan Baturiti Kabupaten Tabanan

ANALISIS PEMASARAN TEMPE PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA MULTI BAROKAH DI KOTA PALU

FUNGSI-FUNGSI PEMASARAN JAGUNG MANIS DI DESA RIDAN PERMAI KECAMATAN BANGKINANG KABUPATEN KAMPAR

Key words: marketing margins, egg, layer, small scale feed mill

HASIL DAN PEMBAHASAN

ANALYSIS OF COST EFFICIENCY AND CONRTIBUTION OF INCOME FROM KASTURI TOBACCO, RICE AND CORN TO THE TOTAL FARM HOUSEHOLD INCOME

ABSTRACT. Keywords: Marketing, Channel Marketing, Margin, Copra

SEPA : Vol. 8 No.1 September 2011 : 9 13 ISSN : ANALISIS BIAYA DAN PENDAPATAN USAHATANI KEDELAI DI KABUPATEN SUKOHARJO

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

RANTAI NILAI BERAS IR64 DI KECAMATAN WANAREJA KABUPATEN CILACAP

ARTIKEL MEIFY SUMAMPOW / JURUSAN SOSIAL EKONOMI, FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO

PENANGANAN PASCA PANEN

POLA DISTRIBUSI DAN MARGIN PEMASARAN BAWANG MERAH DI KOTA PAREPARE. Distribution Pattern and Margin of Shallot Marketing in Parepare City

Analisis Pemasaran Domba dari Tingkat Peternak Sampai Penjual Sate di Kabupaten Sleman

FAKTOR SOSIAL EKONOMI YANG MEMPENGARUHI PENGAMBILAN KEPUTUSAN PETANI DALAM SISTEM PENJUALAN SAYURAN

Jurnal UNIERA Volume 2 Nomor 2; ISSN

Elvira Avianty, Atikah Nurhayati, dan Asep Agus Handaka Suryana Universitas Padjadjaran

MARKETING EFFICIENCY OF PARTNERSHIP SCHEME BROILERS AT SUBDISTRICT KEPUNG KEDIRI REGENCY. Ahmad Zubaidi Adi Ana, Budi Hartono 1 dan Hari Dwi Utami 2

Analisis Pemasaran Susu Segar di Kabupaten Klaten

Lampiran 1. Data Usahatani Jahe Emprit Dengan Satuan Rp/Ha/Musim Tanam. Petani Klaster

ANALISIS TITIK IMPAS SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA PEDAGANG CABAI RAWIT DI WILAYAH KOTA GORONTALO* )

I. PENDAHULUAN. perekonomian di Bali. Sektor ini menyumbang sebesar 14,64% dari total Produk

ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN BAWANG MERAH DI KECAMATAN GERUNG KABUPATEN LOMBOK BARAT

BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Rancabungur, Desa Pasirgaok, Bogor,


KERAGAAN PEMASARAN TAHU

II. TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Kerangka Teoritis Kelayakan Usahatani

III. METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam mengambil sampel responden dalam penelitian ini

Transkripsi:

ANALISIS EKONOMI DAN PENANGANAN PASCAPANEN PADA JALUR DISTRIBUSI SELADA (Lactuca sativa L) DARI DESA CANDIKUNING, KECAMATAN BATURITI SAMPAI KOTA DENPASAR Ni Putu Rima Yanti 1, I.G.A.Lani Triani 2,I Wayan Gede Sedana Yoga 2 1 Mahasiswa Jurusan Teknologi Industri Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian UNUD 2 Dosen Jurusan Teknologi Industri Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian UNUD Email :rimayantin@yahoo.com ABSTRACT This study aims to determine the line distribution lettuce, post-harvest handling during distribution, calculating the percentage loss of postharvest lettuce, knowing the difference of marketing margin and profit margins in line distribution. The study was conducted between February and April 2016 using a sampling technique purposive, random and snowball sampling. There are 5 line distribution of the Candikuning Village, Baturiti to Denpasar which line I farmer - retailer traditional markets - consumer, line II of farmers - the mediator - the market traders - the consumer, line III farmers - wholesalers - retailers - supermarkets retailers - consumers, line IV farmers - the market traders - a traditional market retailers - consumers, line V farmers - the mediator - the consumer. Post-harvest handling at the farm level consists of harvesting, sorting, packing, weighing, transporting. Post-harvest handling at the level of collectors consist of transporting, grading, weighing, storage. Postharvest handling on the market traders consists of the transportation, weighing, display. Post-harvest handling at the retail level consists of washing, packaging, weighing, storage, display. Lost post-harvest at the farm level of 12.14%, the level of collectors 2.15%, market traders level of 1.53%, and at the retail level of 3.03%. Marketing and highest profit margin was to Rp 6.000/kg and Rp 3.784/kg which was in the distribution line III, marketing and profit margins as low as Rp 1.666/kg and Rp 1.171/kg was in the distribution line V. Farm gate price is highest on the line V was 92% of farm gate price the lowest for the line III was 77%. Keyword: line distribution, lettuce, postharvest, economic analysis. PENDAHULUAN Sektor pertanian merupakan salah satu mata pencaharian masyarakat Indonesia. Salah satu andalan sektor pertanian yang dikembangkan saat ini adalah pada sektor pertanian hortikultura, dimana pengembangan sektor pertanian hortikultura ini diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup dari petani. Salah satu pengembangan pertanian hortikultura yang memiliki potensi untuk dikembangkan adalah selada, karena selada sudah mulai digemari oleh masyarakat sehingga permintaan selada saat ini cukup tinggi dan perawatan dari selada juga cukup mudah. Desa Candikuning merupakan salah satu Desa di Kecamatan Baturiti yang merupakan sentra dari penanaman selada, pada tahun 2015 areal penanaman selada seluas 568 are dengan jumlah pemanenan sebesar 25.660 kg (UPTD Kecamatan Baturiti). Harga selada pada bulan April 2016 24

sebesar Rp.20.000,- dan harga tersebut mengalami fluktuasi harga 10-15 % yang disebabkan faktor permintaan dan cuaca yang tidak menentu. Selada yang dihasilkan oleh petani di Desa Candikuning mengalami beberapa jalur distribusi sebelum sampai ketangan konsumen seperti melalui pengepul, pengecer, dan pedagang pasar. Karena jalur distribusi yang dilalui selada cukup panjang dapat menyebabkan kerusakan pada selada seperti kerusakan secara mekanis, kehilangan warna, kehilangan air (layu), dan pembusukan. Menurut Harsojuwono (2008) karena semakin panjang jalur distribusi yang dilewati suatu produk hortikultura maka semakin besar pula tingkat kerusakan dari produk tersebut. Kerusakan kerusakan yang terjadi selama distribusi selada seperti memar akibat benturan, tangkai daun yang patah dan juga busuk dapat menyebabkan kehilangan pascapanen. Untuk menekan terjadinya kehilangan pascapanen maka diperlukan penanganan pascapanen yang baik pada selada agar memar dan rusak dapat ditekan dan kualitas selada yaitu kebersihan, warna selada dan krop pada selada akan tetap terjaga dengan baik sampai ke konsumen. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari sampai April 2016 yang dilaksanakan di Desa Candikuning. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan dengan metode purposive sampling, dasar pertimbangannya karena Desa Candikuning merupakan salah satu penghasil produk hortikultura di Bali. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode survei yang dilakukan dengan cara penyebaran kuisioner. Menurut Singarimbun dan Effendi (1998) penelitian survey adalah suatu usaha untuk mendapatkan dan mengumpulkan data serta informasi dari berbagai individu, baik sebagian maupun seluruhnya dengan menggunakan standar pernyaataan yang terpilih dan terstruktur sesuai dengan kebutuhan akan data serta mengacu pada topik atau judul penelitian. Populasi yang diamati dalam penelitian ini adalah seluruh elemen yang terlibat dalam jalur distribusi selada dari Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti sampai Kota Denpasar terdiri dari petani, pengepul, pengecer, pedagang pasar. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling kemudian dilanjutkan dengan metode snowball sampling. Teknik purvosive sampling dilakukan ketika peneliti memiliki kebebasan dalam menentukan responden yang ditemui berdasarkan pertimbangan tertentu. Snowball sampling digunakan pada saat peneliti mengikuti jalur distribusi yang dilalui sampel, petani akan menunjukan responden selanjutnya hingga berakhir ditingkat pengecer. Teknik pengambilan sampel dengan snowball sampling digunakan untuk menentukan hubungan antar elemen jalur distribusi. Penelitian ini dilakukan pada 3 kelompok tani yang terdapat di Desa Candikuning, dengan jumlah anggota sebanyak 120 orang petani, dari 120 orang petani dipilih sebanyak 75 orang petani dengan pertimbangan 75 orang petani tersebut secara rutin menanam selada, luas lahan antara 1 9 25

Jurnal REKAYASA DAN MANAJEMEN AGROINDUSTRI are dan volume pemanenan antara 15 35 kg/hari. Dari 75 orang petani tersebut kemudian diambil sebanyak 30% dengan metode random sampling, pengambilan sampel dengan metode ini dilakukan dengan cara pengundian, dimana setiap petani diberikan nomor kemudian diambil sebanyak 30% dari masing masing petani sehingga didapatkan jumlah petani terpilih sebanyak 22 orang petani. Diagram alir Pelaksanaan penelitian dapat dilihat pada Gambar 1. Gambar 1. Diagram Alir Pelaksanaan Penelitian Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuisioner kepada responden yang telah ditetapkan. Kuisioner tersebut dibacakan oleh peneliti, agar responden mengerti maksud pertanyaan yang disusun oleh peneliti dan kemudian jawaban dicatat oleh peneliti dalam kuisioner. Data yang diteliti dalam penelitian ini adalah: 1) Jalur distribusi selada 2) Jumlah penjualan selada (kg) 3) Biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani (Bibit, pupuk, tenaga kerja, penyusutan, pajak tanah dan lain-lain dalam (Rp/Are) 4) Harga jual petani (Rp/Kg) 5) Harga beli konsumen (Rp/Kg) 26

6) Biaya pemasaran dalam masing masing jalur (transportasi, penyimpanan, pungutan, dan lain lain) 7) Penanganan pascapanen selada dalam masing-masing jalur distribusi. 8) Kehilangan pascapanen selada dalam masing-masing jalur distribusi. Analisis Data Analisis data memiliki tujuan untuk menyederhanakan data kedalam bentuk yang lebih mudah untuk dibaca dan juga diinterpretasikan Rangkuti (2001). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode kuantitatif dan kualitatif. Analisis Kualitatif Analisis kualitatif merupakan analisis yang dilakukan dengan menguraikan data-data yang didapatkan dari kuisioner. Data tersebut akan memberikan suatu gambaran tentang jalur distribusi selada, dan penanganan pascapanen selada dari Desa Candikuning sampai Kota Denpasar. Analisis Kuantitatif Analisis kuantitatif merupakan suatu analisis yang digunakan untuk menghitung margin keuntungan dan margin pemasaraan yang diperoleh pada setiap jalur distribusi dan mengetahui jalur yang paling efesien untuk masing-masing jalur distribusi yang ada. Langkah-langkah perhitungan yang dilakukan adalah : a. Menghitung margin pemasaran = MP = Margin Pemasaran (Rp) HJ = Harga jual (Rp) HB = Harga Beli (Rp) b. Menghitung Margin Keuntungan MK = Margin Keuntungan (Rp) MP = Margin Pemasaran (Rp) BP = Biaya Pemasaran (Rp) c. Menghitung Farm Gate Price FGP% = Farm Gate Price (%) HJP HJK = Harga Jual Produsen = Harga Jual Konsumen = %= 100 % 27

HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik petani dan pertanian selada di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti Petani yang rutin menanam selada (Lactuca sativa L) Desa Candikuning Kecamatan Baturiti yang menjadi responden dalam penelitian ini sebanyak 22 orang, pendidikan formal petani sebagai responden sangat bervariasi mulai dari Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, dan Sekolah Menengah Atas. Data pendidikan dan kelompok umur dari responden disajikan dalam bentuk grafik sebagai berikut. 120 100 80 60 40 20 Jumlah (orang) Persentase (%) 0 Tanaman selada banyak ditemukan di Desa Candikuning Kecamatan Baturiti karena pada wilayah ini cocok untuk membudidayakan selada, Desa Candikuning memiliki ketinggian mulai 1200-1500 m dpl. Pertanian selada dilakukan mulai dari penyiapan lahan, pembibitan, penanaman bibit, penanganan selama pertumbuhan selada hingga berusia 45 hari sampai siap untuk dipanen. Pengalaman petani dalam bercocok tanam selada berkisar antara 3-5 tahun, dari 22 orang petani yang mengerjakan lahan milik sendiri sebanyak 10 orang dan pengerjaannya dibantu oleh tenaga kerja serta dibantu oleh keluarga, dan jumlah petani yang sebagai penggarap lahan milik orang lain sebanyak 12 orang. Luas lahan yang digunakan untuk penanaman selada secara keseluruhan adalah 125 are, dimana hasil produksi rata-rata petani untuk 1 kali periode panen adalah 7.110 kg, untuk pemanenan selada dilakukan pada sore hari. Petani di Desa Candikuning dalam setahunnya dapat melakukan penanaman berkisar 2-4 periode penanaman, keuntungan rata rata 1 periode penanaman yang diterima dari 22 orang petani berdasarkan hasil survey adalah Rp. 4.710/ kg. 28

Jalur distribusi selada dari Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti sampai Kota Denpasar Jalur distribusi selada dari Desa Candikuning sampai Kota Denpasar terdiri dari 5 jalur distribusi yang dilakukan oleh petani, pengepul, pedagang pasar, dan pengecer.jalur tersebut dapat dilihat pada gambar 2. Gambar 2. Jalur Distribusi Selada Dari Petani Di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti Sampai Kota Denpasar Dari gambar 2 dapat diketahui bahwa terdapat 5 jalur distribusi selada yaitu : Jalur I : Petani Pengecer Pasar Tradisional Konsumen Jalur II : Petani Pengepul Pedagang Pasar Konsumen Jalur III : Petani Pengepul Pengecer - Pengecer Pasar Swalayan Konsumen Jalur IV : Petani Pedagang Pasar - Pengecer Pasar Tradisional Konsumen Jalur V : Petani Pengepul Konsumen Jalur terpanjang pada jalur distribusi selada dari Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti terdapat pada jalur III dengan tahapan dari petani menuju ke pengepul kemudian ke pengecer yang ada di Desa Candikuning lalu ke pengecer pasar tradisional sebelum sampai ke konsumen. Jalur terpendek terdapat pada jalur V dengan tahapan dari petani ke pengepul kemudian ke konsumen dan pada jalur I dengan tahapan dari petani ke pengecer pasar tradisional kemudian ke konsumen. Menurut Yoga dan Yuarini (2016), anggota rantai distribusi terdiri dari anggota utama yang terdiri petani, pedagang pengumpul, dan pedagang, sedangkan anggota pendukung yang terdiri dari pemerintah, pengusaha, dan perguruan tinggi, dimana pada rantai ini disertai hubungan kemitraan pada anggota utama untuk menciptakan kesepakatan kontraktual dan sistem transaksi. 29

Penanganan pascapanen selada dari Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti sampai Kota Denpasar Penanganan pascapanen selada pada 5 jalur distribusi hamper sama. Di tingkat petani penanganan pascapanen yang dilakukan pertama yaitu pemanenan selada, selanjutnya dilakukan sortasi dengan memisahkan produk yang berkualitas baik dengan yang cacat. Pengemasan dilakukan dengan menggunakan plastik, setelah dilakukan pengemasan akan ditimbang untuk mengetahui beratnya sebelum dibawa ke tempat selanjutnya, setelah dilakukan penimbangan selada kemudian diangkut menuju tempat selanjutnya. Penanganan pascapanen pada tingkat pengepul terdiri dari pengangkutan dimana pengangkutan dilakukan dari rumah petani menuju rumah pengepul, pencucian dilakukan untuk membersihkan selada untuk menghilangkan kotoran yang melekat pada selada, selanjutnya dilakukan grading dengan mengkelaskan ukuran produk berdasarkan ukurannya, penimbangan dilakukan untuk mengetahui berat selada, setelah dilakukan grading selanjutnya pengepul melakukan penyimpanan sebelum diambil oleh pengecer atau pedagang pasar ke esokan harinya. Penanganan pascapanen pada tingkat pedagang pasar terdiri dari pengangkutan dari rumah pengepul sampai ke pasar, selanjutnya dilakukan penimbangan untuk mengetahui berat selada, kemudian dilakukan pemajangan untuk menarik konsumen. Penanganan pascapanen pada tingkat pengecer pasar tradisional terdiri dari penimbangan untukmengetahui berat selada sebelum dilakukan pengemasan. Pada pengecer pasar swalayan terdiri sortasi yangdilakukan untuk memisahkan selada yang berkualitas baik dengan yang cacat, kemudian dilanjutkan dengan grading untuk memisahkan selada berdasarkan ukuran, selanjutnya dilakukan pengemasan ke dalam plastik. Kehilangan pascapanen pada setiap elemen jalur distribusi mengalami perbedaan jumlah hal ini disebabkan karena penanganan pascapanen yang berbeda pada setiap elemen jalur distribusi. Kehilangan pasca panen pada tingkat petani sebesar 12,14%, kehilangan pascapanen pada tingkat pengepul sebesar 2,15%, kehilangan pascapanen pada tingkat pedagang pasar sebesar 1,53%, dan pada tingkat pengecer sebesar 3,03%. 30

Margin pemasaran dan margin keuntungan pada jalur distribusi selada Jalur Distribusi Jalur I Jalur II Jalur III Jalur IV Jalur V Harga beli Rp 20,000.00 Rp 20,000.00 Rp 20,000.00 20,000.00 Rp Harga jual Rp 22,500.00 Rp 24,000.00 Rp 26,000.00 25,000.00 Rp Biaya pemasaran Rp 2,000.00 Rp 1,450.00 Rp 2,215.00 1,610.00 Rp Margin pemasaran Rp 2,266.67 Rp 4,000.00 Rp 6,000.00 4,000.00 Rp Margin keuntungan Rp 1,816.67 Rp 2,550.00 Rp 3,784.21 2,390.00 Rp Rp 20,000.00 Rp 21,666.67 Rp 1,486.00 Rp 1,666.67 Rp 1,171.06 Farm Gate Price % 89 83 77 80 92 Dari data diatas menunjukan efisiensi kegiatan distribusi komoditas pertanian juga dipengaruhi oleh panjang pendeknya mata rantai distribusi (Widiastuti dan Harisudin, 2013). pada jalur 1 margin pemasaran sebesar Rp.2.266/kg, margin keuntungan sebesar Rp.1.816/kg, pada jalur 2 margin pemasaran sebesar Rp. 4.000/kg, margin keuntungan sebesar Rp. 2.550/kg, pada jalur 3 margin pemasaran sebesar Rp.6.000/kg, margin keuntungan sebesar Rp. 3.784/kg, pada jalur 4 margin pemasaran sebesar Rp. 4.000/kg, margin keuntungan sebesar Rp.2.390/kg, pada jalur 5 margin pemasaran sebesar Rp. 1.606/kg dan margin keuntungan sebesar Rp. 1.171/kg. Farm Gate Price digunakan untuk membandingkan antara jumlah harga yang diterima oleh petani dengan jumlah harga yang dibayar konsumen dan dinyatakan dalam bentuk persentase. Farm Gate Price tertinggi terdapat pada jalur V yaitu Petani Pengepul Konsumen yaitu 92%, dan Farm Gate Price terendah terdapat pada jalur III yaitu Petani Pengepul Pengecer Pasar Tradisional Konsumen yaitu 77%. Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa semakin panjang jalur distribusi maka semakin rendah efisiensi yang diterima petani, sehingga harga yang dibayar oleh konsumen lebih besar. KESIMPULAN DAN SARAN KESIMPULAN 1. Terdapat 5 jalur distribusi selada dari Desa Candikuning, Kecamaatan Baturiti sampai Kota Denpasar yaitu jalur I (petani pengecer pasar tradisional konsumen), jalur II ( petani pengepul pedagang pasar konsumen ), jalur III (petani pengepul pengecer - pengecer pasar swalayan konsumen), jalur IV (petani pedagang pasar konsumen), jalur V (petani pengepul - konsumen). 2. Penanganan pascapanen ditingkat petani terdiri dari pemanenan, sortasi, pengemasan, penimbangan, pengangkutan. Penanganan pascapanen pada tingkat pengepul terdiri dari pengangkutan, grading, penimbangan, penyimpanan. Penanganan pascapanen pada tingkat pedagang pasar terdiri dari pengangkutan,penimbangan, pemajangan. Penanganan pascapanen pada pengecer terdiri dari penimbangan, pengemasan.penanganan pascapanen ditingkat pengecer pasar tradisional terdiri dari pencucian, pengemasan,penimbangan, pemajangan, pengecer pasar swalayan terdiri dari sortasi, grading, pengemasan. 31

3. Persentase kehilangan pada tingkat petani sebesar 12,14 %, pada tingkat pengepul sebesar 2,15 %, pada tingkat pedagang pasar sebesar 1,53 %, pada tingkat pengecer sebesar 3, 03%. 4. Margin pemasaran dan margin keuntungan tertinggi dari seluruh jalur terdapat pada jalur III dengan kehilangan pascapanen sebesar 17.32 % dan margin pemasaran dan margin keuntungan yang terendah terdapat pada jalur V dengan kehilangan pascapanen sebesar 14.29% SARAN Saran dari penelitian ini adalah perlu dilakukannya penelitian lebih lanjut mengenai dampak kehilangan pascapanen dengan margin pemasaran dan keuntungan. Sebaiknya petani memilih jalur distribusi selada yang memiliki dampak kehilangan pascapanen selada yang rendah. DAFTAR PUSTAKA Harsojuwono, B.A.2008. Pentingnya Penerapan Commodity System Assessment Method (CSAM) Pada Penanganan Dan Distribusi Produk Hortikultura. Orasi Ilmiah Guru Besar.Unud.Badung Rangkuti, F. 2001. Riset Pemasaran. PT Gramedia, Jakarta Singarimbun, M. dan S. Effendi. 1989. Metode Penelitian Survai. P3ES. Jakarta UPTD Kecamatan Baturiti. 2015. Unit Pelaksana Teknis Daerah. Kecamatan Baturiti. UPTD Baturiti, Tabanan Widiastuti, N dan M, Harisudin. 2013. Saluran dan Margin Pemasaran Jagung Di Kabupaten Grobogan. Jurnal Sepa Vol. 9, No. 2, Februari 2013 Yoga, S. G. I. W dan Dw. A. A. Yuarini. 2016. Karakteristik rantai nilai rumput laut di Kabupaten Klungkung. Jurnal Teknologi Industri Pertanian AGROTECHNO Vol 1 No 1 hal 27-30. Prodi Teknologi Industri Pertanian. Fakultas Teknologi Pertanian. Universitas Udayana. 32