UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2009

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Rumusan Masalah Tujuan

UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta LAMPIRAN

TOKOH PENYIAR AGAMA ISLAM BERIKUT WILAYAHNYA ENCEP SUPRIATNA

KERAJAAN SAMUDERA PASAI

I. PENDAHULUAN. Kesultanan Banten merupakan sebuah kerajaan Islam yang pernah berdiri di

KERAJAAN DEMAK. Berdirinya Kerajaan Demak

I. PENDAHULUAN. internasional, adanya kontrol terhadap labour dan hasil tanah serta sudah memilki

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG. Berkembangnya Islam di Nusantara tidak lepas dari faktor kemunduran

BAB I STRATEGI MARITIM PADA PERANG LAUT NUSANTARA DAN POROS MARITIM DUNIA

PERJANJIAN 7 JANUARI 1681 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL POLITIK EKONOMI DI KERAJAAN CIREBON (1681 M-1755 M) SKRIPSI

Nama :. No :. Kelas : XI. BAB 2 PENGARUH PERKEMBANGAN AGAMA DAN KEBUDAYAAN ISLAM DI INDONESIA

2015 ORNAMEN MASJID AGUNG SANG CIPTA RASA

PERAN KI ARDHI SELA DALAM MELAWAN BELANDA PADA ABAD KE-18 M SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN. Ulama di Indonesia dan negara-negara muslim lainnya telah memainkan

Mengenal Peninggalan Sejarah dan Purbakala Banten

BAB II CIREBON SEBELUM ISLAMISASI. Sebelum lahirnya Cirebon sebagai kota seperti saat ini, Cirebon adalah

BAB I PENDAHULUAN. Tradisi upacara panjang jimat keraton kasepuhan sebagai aset budaya lokal kota

YAYASAN WIDYA BHAKTI SMA SANTA ANGELA Jl. Merdeka 24, Bandung MODUL 2 BAHASA INDONESIA XII MIA 3-6 & XII IIS 1-2 OLEH :

Nama Kelompok: Agnes Monica Dewi Devita Marthia Sari Dilla Rachmatika Nur Aisah XI IIS 1

Pengaruh Islam dalam Kepemimpinan Indonesia

BAB III ARAH KIBLAT MASJID AGUNG SANG CIPTA RASA CIREBON. ada desa nelayan kecil yang bernama Muara Jati yang terletak di lereng

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SEMARANG NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG HARI JADI KABUPATEN SEMARANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SEMARANG,

Di samping itu, Sultan HB VII juga menggunakan taktik dengan mengulur waktu dan mencegah penyerahan secara total semua yang diminta oleh pemerintah

C. Masa Kerajaan Islam

SMA/MA IPS kelas 10 - SEJARAH IPS BAB 7. INDONESIA MASA ISLAMLATIHAN SOAL BAB 7

KERAJAAN-KERAJAAN ISLAM AWAL DI INDONESIA

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

ILMUIMAN.NET: Koleksi Cerita, Novel, & Cerpen Terbaik

BAB IV BUDAYA DAN ALAM PIKIR MASA PENGARUH KEBUDAYAAN ISLAM DAN BARAT

BAB 1 PENDAHULUAN. seperti Arab, Melayu, China, Persia, India dan lain sebagainya.

BAB. I PENDAHULUAN. wilayah III (Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan) serta dikenal dengan

BAB I PENDAHULUAN. Setiap daerah atau kota di Indonesia memiliki kesenian dengan ciri

BAB 2 DATA ANALISA. 2.1 Penelitian

Zaman Kesultanan Banten Sunday, 29 January :38

I. PENDAHULUAN. Kerajaan Mataram merupakan salah satu kerajaan berbasis agraris/pertanian

Babilangan Nama dan Jodoh dalam Tradisi Banjar. Pengembangan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, 2004), cet. ke-2, h

I. Berilah tanda silang ( X ) pada huruf a,b,c atau d di depan jawaban yang paling benar!

GAMBARAN UMUM SUKU BANJAR

Remains of the Kraton Pakungwati, the original palace of Sunan Gunung Jati <

PECAHNYA KESULTANAN CIREBON DAN PENGARUHNYA TERHADAP MASYARAKAT CIREBON TAHUN Skripsi

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

PERJUANGAN MELAWAN PENJAJAHAN

KISI-KISI SOAL UJIAN SEKOLAH SEJARAH INDONESIA SMK NEGERI 3 JEPARA TAHUN PELAJARAN 2016/2017

SD kelas 5 - BAHASA INDONESIA BAB 7. Tema 7 Sejarah Peradaban IndonesiaLatihan Soal 7.1

Setelah selesai kegiatan pembelajaran, siswa dapat :

AKULTURASI BUDAYA PADA PERKEMBANGAN KRATON KASEPUHAN CIREBON

Kerajaan Ternate dan Tidore. Oleh Kelompok 08 : Faiqoh Izzati Salwa (08) Muhammad Anwar R (21) Shela Zahidah Wandadi (27)

Tatanan Politik di Nusantara Masa Kedatangan Islam

Gaya Arsitektur Masjid Kasunyatan, Masjid Tertua di Banten

PERJANJIAN 7 JANUARI 1681 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL POLITIK EKONOMI DI KERAJAAN CIREBON (1681 M-1755 M)

BAB III SEKILAS KEMUNCULAN SUNAN GUNUNG JATI. agama Islam di Tanah Jawa bersama kesembilan wali yang dikenal dengan nama

STUDI KOMPARATIF POLA MORFOLOGI KOTA GRESIK DAN KOTA DEMAK SEBAGAI KOTA PERDAGANGAN DAN KOTA PUSAT PENYEBARAN AGAMA ISLAM TUGAS AKHIR

BAB III ANALISIS ATAS KEDUDUKAN TANAH ADAT KERATON KESEPUHAN CIREBON DIHUBUNGKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1960

I. PENDAHULUAN. Islam datang selalu mendapat sambutan yang baik. Begitu juga dengan. kedatangan Islam di Indonesia khususnya di Samudera Pasai.

BAB I PENDAHULUAN. Tengah. Jepara adalah salah satu daerah terpenting di Jawa pada saat itu. Dalam

BAB V KESIMPULAN. Di dalam aktivitas pelayaran dan perniagaan internasional Nusantara

KERAJAAN HINDU-BUDHA DAN ISLAM DI INDONESIA BESERTA PENINGGALANNYA

LETAK KERAJAAN ACEH YANG STRATEGIS YAITU DI PULAU SUMATERA BAGIAN UTARA DAN DEKAT JALUR PELAYARAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL MENYEBABKAN KERAJAAN ACEH

Naskah Drama. Sejarah Kerajaan Samudera Pasai

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

SD kelas 4 - BAHASA INDONESIA BAB 1. INDAHNYA KEBERSAMAANLatihan Soal 1.7

SEJARAH SINGKAT KERAJAAN CIREBON

Strategi Perlawanan Bangsa Indonesia Terhadap Bangsa Barat Sebelum dan Setelah Abad 20

Lampiran 1. Peta Provinsi Banten Dewasa ini. Peta Provinsi Banten

2015 KEARIFAN LOKAL PADA JENIS DAN MOTIF BATIK TRUSMI BERDASARKAN NILAI-NILAI FILOSOFIS MASYARAKAT CIREBON

Pada tahun 30 Hijri atau 651 Masehi, hanya berselang sekitar 20 tahun dari wafatnya Rasulullah SAW, Khalifah Utsman ibn Affan RA mengirim delegasi ke

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar belakang. Kerajaan Langkat diperkirakan berdiri pada abad ke 16. Raja pertama

SILABUS MATA KULIAH SEJARAH INDONESIA MADYA

MELAYU SEBAGAI AKAR TRADISI NUSANTARA. Harnojoyo. S.sos (Plt. Walikota Palembang)

BAB V PENGARUH DAKWAH SUNAN GUNUNG JATI DI KESULTANAN CIREBON. perubahan kebijakan yang menyangkut agama, sosial, politik, dan budaya serta

Bontang dari Cerita Menjadi Kebanggaan

BAB I PENDAHULUAN. besarnya ada tiga tahapan: Pertama, masa masuknya Islam, dimana Pangeran

BAB III MASUKNYA ISLAM DI INDONESIA JALUR ISLAMISASI. 3.1 Proses Islamisasi dan Perkembangan Islam di Indonesia

I. PENDAHULUAN. Sejak tahun pertama masehi, Lampung telah dihuni oleh manusia. Hal ini dibuktikan

PEMERINTAH PROPINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA DINAS PENDIDIKAN MUSYAWARAH KEPALA SEKOLAH (MKS) SMP DKI JAKARTA

SISTEM KETATANEGARAAN KERAJAAN MAJAPAHIT

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Rumusan Masalah

ISLAM DI INDONESIA. UNIVERSITAS MERCU BUANA BEKASI Sholahudin Malik, S.Ag, M.Si. MATA KULIAH AGAMA ISLAM. Modul ke: 04Fakultas.

BAB II PEMBAHASAN. Kamajaya,Karkono,Kebudayaan jawa:perpaduannya dengan islam,ikapi,yogja,1995 2

GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN

PETA WILAYAH KEKUASAAN KERAJAAN MATARAM KUNO

158 Kelas X. Gambar 3.14 Masjid Agung Demak

I. PENDAHULUAN. Palembang muncul sebagai Kesultanan Palembang sekitar pada tahun 1659 dan

, 2015 KOMPLEKS MASJID AGUNG SANG CIPTA RASA DALAM SITUS MASYARAKAT KOTA CIREBON

BAB I PENDAHULUAN. islam di Nusantara. Dan proses masuknya agama Islam di Indonesia menjadi

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Kota Labuhan Deli berada di pesisir Sumatera Timur dimana letaknya

BAB I PENDAHULUAN. dikategorikan ke dalam dua kelompok, yaitu fasilitas yang bersifat umum dan. mempertahankan daerah yang dikuasai Belanda.

Jakarta dulu dan Kini Senin, 22 Juni :55

PANCASILA DALAM SEJARAH PERJUANGAN BANGSA

4 KONDISI UMUM DAERAH PENELITIAN

Sistem konstruksi Masjid Paljagrahan menggunakan menggunakan lantai berbentuk

Benteng Fort Rotterdam

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Definisi Batik

IV. GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN

DAKWAH SUNAN GUNUNG JATI DALAM PROSES ISLAMISASI DI KESULTANAN CIREBON TAHUN

CIREBON DI BAWAH KEKUASAAN MATARAM TAHUN : KAJIAN HISTORIS MENGENAI HUBUNGAN POLITIK, SOSIAL DAN AGAMA

Transkripsi:

SEJARAH KERAJAAN CIREBON DAN KERAJAAN BANTEN Disusun Oleh Kelompok 3 Rinrin Desti Apriani M. Rendi Arum Sekar Jati Fiqih Fauzi Vebri Ahmad UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2009

KERAJAAN CIREBON Kerajaan Cirebon adalah sebuah kesultanan Islam ternama di Jawa Barat pada abad ke-15 dan 16 masehi, dan merupakan pangkalan penting dalam jalur perdagangan dan pelayaran antar pulau. Lokasinya di pantai utara pulau Jawa yang merupakan perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Barat, membuatnya menjadi pelabuhan dan "jembatan" antara kebudayaan Jawa dan Sunda.

LATAR BELAKANG BERDIRINYA KERAJAAN CIREBON Cirebon pada awalnya adalah sebuah dusun kecil yang dibangun oleh Ki Gedeng Tapa, yang lama-kelamaan berkembang menjadi sebuah desa yang ramai dan diberi nama Caruban ( Campuran ) Dengan dukungan pelabuhan yang ramai dan sumber daya alam dari pedalaman, Cirebon kemudian menjadi sebuah kota besar dan menjadi salah satu pelabuhan penting di pesisir utara Jawa baik dalam kegiatan pelayaran dan perdagangan di kepulauan Nusantara maupun dengan bagian dunia lainnya. Selain itu, Cirebon tumbuh menjadi cikal bakal pusat penyebaran agama Islam di Jawa Barat.

Didirikannya istana Pakungwati dan membentuk pemerintahan di Cirebon oleh Walangsungsang. Dengan demikian, yang dianggap sebagai pendiri pertama Kesultanan Cirebon adalah Walangsungsang atau Pangeran Cakrabuana.

PERKEMBANGAN KERAJAAN CIREBON Masa Kesultanan Cirebon (Pakungwati) Pangeran Cakrabuana (. 1479) Raja Cirebon pertama yang memerintah dari keraton Pakungwati dan aktif menyebarkan agama Islam kepada penduduk Cirebon. Sunan Gunung Jati (1479-1568) Pertumbuhan dan perkembangan yang pesat pada Kesultanan Cirebon dimulailah oleh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati. Sunan Gunung Jati kemudian diyakini sebagai pendiri dinasti raja-raja Kesultanan Cirebon dan Kesultanan Banten serta penyebar agama Islam di Jawa Barat seperti Majalengka, Kuningan, Kawali (Galuh), Sunda Kelapa, dan Banten

Fatahillah (1568-1570) Kekosongan pemegang kekuasaan setelah Sunan Gunung Jati Wafat diisi oleh Fatahillah atau Fadillah Khan. Panembahan Ratu I (1570-1649) Pada masa pemerintahannya, Cirebon berada di bawah pengaruh Mataram. Namun, hubungan kedua kesultanan itu selalu berada dalam suasana perdamaian. Kesultanan Cirebon tidak pernah mengadakan perlawanan terhadap Mataram. Mataram menganggap raja-raja Cirebon sebagai keturunan orang suci karena Cirebon lebih dahulu menerima Islam. Panembahan Ratu II (1649-1677) Pada masa pemerintahannya Cirebon terjepit di antara dua kekuatan kekuasaan, yaitu Kesultanan Banten dan Kesultanan Mataram.

SISTEM PEMERINTAHAN Dalam pemerintahannya kerajaan Cirebon menerapkan sistem kekuasaan yang diberikan secara turun temurun atau kekerabatan. Organisasi politik mengacu pada prinsip primus inter pares (pemerintahan yang dipegang oleh tetua masyarakat atau kaolotan), yang mendapat mandat masyarakat dan legitimasi religius-magis. Sebelum menjadi kerajaan Cirebon adalah sebuah dusun yang dikepalai oleh seorang kuwu, dan setelah menjadi kerajaan dipimpin oleh seorang raja atau sultan

KARAKTERISTIK PEMERINTAHAN Ekonomi Nelayan Pembuatan terasi, petis dan garam Berdagang Sosial Budaya Pusat penyebaran Islam Pertemuan budaya jawa dan sunda Berkembang kegiatan sastra Politik Abad 16 dibawah kekuasan pakuan Memproklamasikan kemerdekaan Ditingkatkan menjadi kesiltanan

RAJA RAJA CIREBON Pangeran Cakrabuana (. 1479) Sunan Gunung Jati (1479-1568) Fatahillah (1568-1570) Panembahan Ratu I (1570-1649) Panembahan Ratu II (1649-1677)

PERPECAHAN CIREBON Perpecahan I (1677) Cirebon dipecah menjadi 3 kekuasaan 1. Sultan Keraton Kesepuhan, Pangeran Martawijaya,(1677-1703) 2. Sultan Kanoman, Pangeran Kartawijaya, dengan gelar (1677-1723) 3. Pangeran Wangsakerta, sebagai Panembahan Cirebon (1677-1713) Perpecahan II (1807) Pada masa pemerintahan Sultan Anom IV (1798-1803), terjadi perpecahan karena salah seorang putranya, yaitu Pangeran Raja Kanoman, ingin memisahkan diri membangun kesultanan sendiri dengan nama Kesultanan Kacirebonan. Sementara tahta Sultan Kanoman V jatuh pada putra Sultan Anom IV yang lain bernama Sultan Anom Abusoleh Imamuddin (1803-1811).

KEMUNDURAN CIREBON Setelah masa kemerdekaan Indonesia, Kerajaan Cirebon tidak lagi merupakan pusat dari pemerintahan dan pengembangan agama Islam. Meskipun demikian keraton-keraton yang ada tetap menjalankan perannya sebagai pusat kebudayaan masyarakat khususnya di wilayah Cirebon dan sekitarnya Pada awal bulan Maret 2003, telah terjadi konflik internal di keraton Kanoman, antara Pangeran Raja Muhammad Emirudin dan Pangeran Elang Muhammad Saladin, untuk pengangkatan tahta Sultan Kanoman XII. Pelantikan kedua sultan ini diperkirakan menimbulkan perpecahan di kalangan kerabat keraton tersebut.

PETA LOKASI CIREBON

NEXT TO HYSTORY OF BANTEN

KERAJAAN BANTEN LATAR BELAKANG BERDIRINYA 1. Pada abad I-vi Masehi, Banten dijadikan daerah taklukan Purnawarman, penguasa Kerajaan Tarumanegara 2. Pada pengujung abad XVI, Para penyebar Islam dari Demak dan Cirebon datang sebagai agen pembaharuan. Para elit Islam di bawah pimpinan Sunan Gunung Jati dan puteranya Maulana Hasanuddin, telah melanjutkan otoritas politik Banten Girang,dengan membangun pusat kekuasaan Islam di muara Ciban ten dan berdirinya kesultanan Banten menandai kemerdekaan Banten dari dominasi Kerajaan Pajajaran

Proses Perkembangan Kerajaan Banten PERKEMBANGAN AWAL Banten awalnya adalah kota yang berfungsi sebagai pusat kerajaan yang bercaprak marirtim Perkembangan selanjutnya dari kota Banten memperlihatkan tata kota pusat kerajaan pada masanya yang memiliki ciri khas tersendiri, yaitu penataan yang bercirikan kota Islam.

Pada masa awal perkembangannya, Banten tidak dapat dilepaskan dari pengaruh Kerajaan Demak yang pada tahun 1500-an mengalami kemajuan pesat dan menjadi kerajaan Islam besar di Pulau Jawa. Banten menjadi kerajaan yang berdiri sendiri pada tahun 1552 dengan Maulana Hasanuddin yang menjadi raja pertamanya

PERKEMBANGAN SELANJUTNYA Awal Berdirinya Kesultanan Banten (Abad XVI ) Pada pengujung abad XVI, Para penyebar Islam dari Demak dan Cirebon datang sebagai agen pembaharuan dengan membangun pusat kekuasaan Islam di muara Cibanten Era Keemasan Banten (Abad XVII) Banten mengalami transisi agama dari Hindu ke Islam, dan berlakunya model kehidupan perkotaan dengan jenis peradaban yang mengacu pada pranata budaya keraton Surasowan sebagai pusat politik, ekonomi, dan sosial keagamaan Banten berhasil melepaskan diri dari kekuasaan Demak pada pemerintahan raja Panembahan Yusuf. Setelah itu Banten semakin Memperluas kekuasaanya

SISTEM PEMERINTAHAN Organisasi politik mengacu pada prinsip primus inter pares (pemerintahan yang dipegang oleh tetua masyarakat atau kaolotan), yang mendapat mandat masyarakat dan legitimasi religius-magis.

SILSILAH RAJA_RAJA BANTEN

KARAKTERISTIK PEMERINTAHAN Politik Melepaskan diri dari Demak Perluasan wilayah Menjadi keerajaan maritim Ekonomi Berkembangnya perdagangan Meningkatkan pertanian Pelayaran Sosial Budaya Lahirnya para ulama Penduduk bersifat bebas dan terbuka Pembangunan mesjid Berkembangnya Tulisan di bidang Tafsir, Hadits, Sejarah, Hukum, tauhid dan lain-lain.

KEMUNDURAN BANTEN Kedatangan Belanda di Nusantara Persaingan pedagangan dengan belanda yang berubah menjadi pertentangn politik Adanya politik adu domba yang dilakukan oleh Belanda Terjadi perang saudara antara Sultan Ageng Tirtayasa dengan anaknya Sultan Haji Ditandatanganinya perjanjian antara Banten dan Belanda oleh Sultan Haji Dikuasainya Banten oleh Belanda dan Raja- Rajanya hanya dijadikan sebagai boneka

PETA WILAYAH BANTEN

BANTEN GIRANG

DIPERSILAHKAN BERTANYA.