KONSEP SANGKAN PARANING DUMADI DALAM POLA HIAS Sêmèn MATARAM DI JAWA

dokumen-dokumen yang mirip
KAJIAN BATIK KHAS WONOGIREN SEBAGAI SERAGAM PEGAWAI DI KABUPATEN WONOGIRI

KAJIAN POLA HIAS BATIK BANYUWANGI

TEKNIK SLASHQUILT PADA BLAZER SEBAGAI PAKAIAN KERJA UNTUK WANITA

KAJIAN BATIK WONOGIREN TRADISI TIRTOMOYO DENGAN PENDEKATAN ESTETIKA TIMUR SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan

KAJIAN ESTETIKA KOSTUM PENARI JATHILAN Studi Kasus Pertunjukan Jathilan di Sleman, Yogyakarta

KAJIAN MOTIF BATIK TIRTA INTANPARI SEBAGAI SERAGAM PEGAWAI DI KABUPATEN KARANGANYAR DENGAN METODE KOMPARATIF

KAJIAN ESTETIKA BATIK TRADISI di DESA GIRILOYO, WUKIRSARI, BANTUL, YOGYAKARTA

KAJIAN POLA BATIK MAGETAN

KAJIAN DESAIN PRODUK BATIK LAWEYAN SEBAGAI HIASAN DINDING TAHUN

SKRIPSI. Oleh. Prana Nusa Putra C KRIYA TEKSTIL SURAKARTA

Kajian Estetika Corak Batik Tegal di Kelurahan Bandung Kecamatan Tegal Selatan

KAJIAN RAGAM HIAS BATIK LASEM MASA KINI

PERANCANGAN MOTIF BATIK TULIS DENGAN INSPIRASI LINGKUNGAN DI KEPULAUAN SERIBU

PERANCANGAN SELENDANG BATIK TULIS DENGAN SUMBER IDE ORNAMEN RAGAM HIAS RUMAH GADANG TRADISI MINANGKABAU

PERANCANGAN IKAT CELUP TRADISI JAWA UNTUK PAKAIAN KERJA WANITA

KAJIAN POLA BATIK TIRTO TEDJO MODIFIKASI DI KAMPUNG BATIK LAWEYAN SURAKARTA SKRIPSI

KAJIAN MOTIF BATIK PAGI-SORE PEKALONGAN

DEWI SINTA SEBAGAI SUMBER IDE PERANCANGAN MOTIF DENGAN TEKNIK BATIK TULIS PADA KAIN SUTERA

Perancangan Batik Dengan Sumber Inspirasi Cerita Rakyat dan Flora Fauna Indonesia

PERANCANGAN BATIK DENGAN SUMBER IDE BAHARI DAN LINGKUNGAN RAJA AMPAT

PEMANFAATAN SERAT AGEL SEBAGAI BAHAN UTAMA DALAM PERANCANGAN PRODUK VERTICAL BLIND

PERANCANGAN MOTIF BATIK DENGAN SUMBER IDE KOLEKSI SITUS PURBAKALA SANGIRAN

KAJIAN MOTIF BATIK KAPAL SANGGAT PADA BATIK JAMBI

KAJIAN DESAIN PRODUK BATIK TULIS DI KABUPATEN SUKOHARJO PADA ERA SEKARANG

PEMANFAATAN LIMBAH SPANDUK MMT SEBAGAI MATERIAL DALAM PERANCANGAN PRODUK TEKSTIL PELENGKAP INTERIOR SEBAGAI PARTISI

PENERAPAN RAGAM HIAS RELIEF CANDI PRAMBANAN SEBAGAI PERANCANGAN MOTIF TEKSTIL UNTUK CINDERAMATA

BATIK TULIS KONTEMPORER DI DESA KLIWONAN KABUPATEN SRAGEN

TUGAS AKHIR TEKNIK TEKSTIL TAPESTRI PADA PERANCANGAN LAMPU HIAS DI RUMAH MAKAN LOMBOK ABANG

KAJIAN TEKNIK PRODUKSI BATIK DI PERUSAHAAN BATIK DANAR HADI SURAKARTA DENGAN PENDEKATAN DESAIN

PERANCANGAN MOTIF T-SHIRT EVENT CAPOEIRA SEBAGAI PENCITRAAN SENI BELA DIRI CAPOEIRA

PERANCANGAN MOTIF TERATAI SEBAGAI HIASAN TEPI PADA KAIN LURIK MELALUI TEKNIK BATIK LUKIS

PEMANFAATAN TANAMAN KEMBANG TELEKAN SEBAGAI PEWARNA ALAM BATIK PADA KAIN MORI PRIMA SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan

PEMANFAATAN LIMBAH KULIT MASAK (Sapi dan Kambing) DARI MAGETANDALAM VISUAL KARYA ESTETIS

JURUSAN KRIYA SENI/TEKSTIL FAKULTAS SASTRA DAN SENI RUPA UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2013 commit to user

KAJIAN PRODUK BATIK TEKNIK MALAM DINGIN DENGAN PENDEKATAN DESAIN

PERANCANGAN PRODUK TEKSTIL INTERIOR SEBAGAI PARTISI RUMAH TINGGAL DENGAN KONSEP OPEN PLAN

PERANCANGAN MOTIF TEKSTIL SEBAGAI PEMENUHAN KEBUTUHAN PAKAIAN WANITA DEWASA DENGAN TEKNIK SILK PAINTING

EKSPLORASI ECO PRINTING UNTUK FESYEN WANITA

KAJIAN ESTETIKA BUSANA PERNIKAHAN ADAT SURAKARTA BASAHAN DODOT GADHÜNG MLATHI

PENGEMBANGAN MOTIF PARIJOTO PADA BATIK KUDUS

PERANCANGAN TEKSTIL SEBAGAI MEDIA BANTU PENYAMPAIAN MATERI PELAJARAN BAGI ANAK USIA DINI

TANAMAN INDIGOFERA TINCTORIA SEBAGAI INSPIRASI PERANCANGAN BATIK TULIS UNTUK PAKAIAN EKSKLUSIF WANITA

RUPA DAN DESAIN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

MAKANAN HIDANGAN ISTIMEWA KAMPUNG (HIK) SEBAGAI INSPIRASI PERANCANGAN MOTIF BATIK MALAM DINGIN

EKSPLORASI MOTIF SEKAR JAGAD MENGGUNAKAN TEKNIK LASER CUTTING UNTUK BUSANA SEMI FORMAL

PEMANFAATAN LIMBAH KULIT IMITASI SEBAGAI BAHAN DASAR PEMBUATAN PARTISI

KAJIAN ESTETIKA PADA DESAIN MOTIF TENUN IKAT TRADISI DI DUKUH KENTENG DESA POJOK KECAMATAN TAWANGSARI KABUPATEN SUKOHARJO

KAJIAN VISUAL POLA KRESNA PADA SERAGAM PEGAWAI NEGERI SIPIL KOTA SURAKARTA

POHON SEBAGAI TEMA DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS

UPAYA PENINGKATAN PELAYANAN JAMAAH UMRAH DI LAENA TOUR & TRAVEL JAKARTA SELATAN

PEMANFAATAN SERAT ALAM UNTUK PARTISI DAN TIRAI

TEKNIK BATIK ETCHING SEBAGAI MEDIA PERANCANGAN MOTIF TEKSTIL PADA T-SHIRT REMAJA PRIA TUGAS AKHIR. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan

KAJIAN BATIK PRINTING DI SURAKARTA DENGAN PENDEKATAN DESAIN

PERANCANGAN ILUSTRASI CERITA ANAK JANGAN JAJAN SEMBARANGAN OLEH PENERBIT ANAK KITA

PERANCANGAN GRAFIS T-SHIRT ASYIKNYA BERMAIN CATUR

PROBLEMATIKA SOSIAL DALAM CERPEN KURMA KIAI KARNAWI KARYA AGUS NOOR (Pendekatan Sosiologi Sastra)

PANDANGAN TIGA TOKOH UTAMA WANITA TENTANG EMANSIPASI DALAM NOVEL TIGA ORANG PEREMPUAN KARYA MARIA A. SARDJONO

KRITIK SOSIAL DALAM NOVEL PERTEMUAN DUA HATI KARYA NH. DINI: Tinjauan Sosiologi Sastra Alan Swingewood

PENGEMBANGAN MOTIF BATIK TULIS DESA BAKARAN PERANCANGAN KARYA TUGAS AKHIR

ADMINISTRASI PENJUALAN TIKET KAPAL LAUT DI PT PELAYARAN NASIONAL INDONESIA (PERSERO) CABANG SEMARANG

KAJIAN VISUAL BATIK LUKIS UNTUK PAKAIAN DI SURAKARTA

PROBLEMATIKA SOSIAL DALAM NOVEL SEKALI DALAM 100 TAHUN KARYA MARGA T.

LIRIK LAGU RELIGI GRUP BAND UNGU DALAM ALBUM AKU DAN TUHANKU: Sebuah Pendekatan Stilistika

SISTEM DAN PROSEDUR PERMOHONAN CUTI PEGAWAI DI PT KERETA API INDONESIA (PERSERO) DAERAH OPERASI VI YOGYAKARTA

EFEKTIVITAS PELAKSANAAN UNIT PRODUKSI DI JURUSAN BANGUNAN SMK NEGERI 2 KLATEN

SYAIR IBADAT : Suntingan Teks, Analisis Ajaran Tauhid dan Konsep Ekskatologi

JURUSAN KRIYA SENI/TEKSTIL FAKULTAS SASTRA DAN SENI RUPA UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

PEMAKAIAN BAHASA DALAM JUAL BELI HANDPHONE DAN AKSESORIS HANDPHONE DI SURAKARTA: Suatu Pendekatan Sosiolinguistik

IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMK NEGERI 6 SURAKARTA (STUDI KASUS) SKRIPSI. Oleh: Agus Yuliyanto K

STRATEGI PEMASARAN DI HOTEL PRAMESTHI SOLO DALAM MENINGKATKAN JUMLAH TAMU

JURUSAN KRIYA TEKSTIL FAKULTAS SASTRA DAN SENI RUPA UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2014

PERANAN PELAYANAN TOUR LEADER DI BIRO PERJALANAN WISATA CV. BUMI KENTINGAN TOUR AND TRAVEL SURAKARTA

PROSEDUR PENGADAAN PERSEDIAAN DAN PEMELIHARAAN BARANG KANTOR DI PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk. CABANG SLAMET RIYADI SURAKARTA TUGAS AKHIR

CITRA WANITA JAWA DALAM NOVEL MIMI LAN MINTUNA KARYA REMY SYLADO (KAJIAN KRITIK SASTRA FEMINIS)

EKSPLORASI MOTIF SEKAR JAGAD MENGGUNAKAN TEKNIK LASER CUTTING UNTUK BUSANA SEMI FORMAL

KAJIAN VISUAL DESAIN PRODUK CLOTHING DISTRO OUVAL RESEARCH BANDUNG MELALUI PENDEKATAN CULTURAL STUDIES

PROSEDUR PEMBUATAN DOKUMEN SURAT PERJALANAN REPUBLIK INDONESIA (SPRI) PADA KANTOR IMIGRASI KELAS I YOGYAKARTA

MATA SEBAGAI INSPIRASI PENCIPTAAN SENI GRAFIS

GAMBARAN TOKOH SINTA DALAM NOVEL SINTA OBONG KARYA ARDIAN KRESNA DAN CERITA RAMAYANA KARYA C. RAJAGOPALACHARI: Studi Sastra Bandingan

PENGEMBANGAN KINERJA STAF DI BAGIAN UMUM SEKRETARIAT DAERAH KOTA SURAKARTA

Written by Anin Rumah Batik Tuesday, 06 November :59 - Last Updated Tuesday, 06 November :10

BURUNG HANTU SEBAGAI TEMA DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI GRAFIS

Oleh: Dian Arumsari NIM: S

MUHAMMADIYAH DI KABUPATEN SUKOHARJO

PROGRAM PAKET WISATA ALTERNATIF OUTBOUNDDI LANGIT BIRU INDONESIA

VISUALISASI PERMAINAN BONEKA DALAM KARYA SENI LUKIS

UPAYA PENINGKATAN PELAYANAN PRAMUWISATA DI PURO MANGKUNEGARAN SURAKARTA

TINDAK TUTUR DIREKTIF DAN KESANTUNAN IMPERATIF PADA PAPAN PENGUMUMAN DAN INFORMASI DI WILAYAH SURAKARTA

SISTEM INFORMASI PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DI BAPPEDA (BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH) KABUPATEN SRAGEN

WASIAT NABI MUHAMMAD SAW : Suntingan Teks, Analisis Struktur, dan Fungsi

TINDAK TUTUR EKSPRESIF DAN STRATEGI KESANTUNAN BERBAHASA DALAM ACARA TATAP MATA DI TRANS 7 (Suatu Tinjauan Pragmatik)

EKSPRESI WAJAH ANAK - ANAK SEBAGAI SUMBER IDE DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS

PERANCANGAN PROMOSI NOPIA SUKA NIKI SEBAGAI OLEH-OLEH MAKANAN KHAS BANYUMAS MELALUI DESAIN KOMUNIKASI VISUAL

Disusun Oleh : MADE WEDASWARI NIM DIIII020 SKRIPSI. Disusun Guna Memenuhi Syarat-syarat Untuk Mencapai

STRATEGI PENYUSUNAN DAN PEMASARAN PAKET WISATA BALI UNTUK PELAJAR OLEH CV. PUTRA BAYU TOUR

MISTISISME MITOS PEWAYANGAN DALAM NOVEL RAHVAYANA KARYA SUJIWO TEJO: Analisis Strukturalisme Claude Lévi-Strauss

STRATEGI PEMASARAN PAKET WISATA BIRO PERJALANAN REBORN TOUR INDONESIA. Diajukan untuk Memenuhi Sebagai Persyaratan Memperoleh Gelar Ahli Madya

ANALISIS TOKOH DAN NILAI PENDIDIKAN KARAKTER

VISUALISASI GAJAH SIRKUS DALAM KARYA SENI LUKIS

STUDI PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBANTUAN KOMPUTER PROGRAM MACROMEDIA FLASH UNTUK PEMBELAJARAN MATERI LARUTAN PENYANGGA SMA KELAS XI

Transkripsi:

KONSEP SANGKAN PARANING DUMADI DALAM POLA HIAS Sêmèn MATARAM DI JAWA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi sebagian Persyaratan guna Melengkapi Gelar Sarjana Seni Rupa Jurusan Kriya Seni/Tekstil Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret Disusun oleh Beta Nurmayanti NIM : C0908001 FAKULTAS SASTRA DAN SENI RUPA UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2013 i

PERSETUJUAN KONSEP SANGKAN PARANING DUMADI DALAM POLA HIAS Sêmèn MATARAM DI JAWA Disusun oleh Beta Nurmayanti C0908001 Telah disetujui oleh: Pembimbing I Drs. Sarwono, M.Sn NIP. 195909091986031002 Pembimbing II Ir. Adji Isworo Josef, M. Sn NIP. 195709261988111001 Mengetahui, Ketua Jurusan Kriya Tekstil Dra. Tiwi Bina Affanti, M.Sn NIP. 195907091986012001 ii

iii KONSEP SANGKAN PARANING DUMADI DALAM POLA HIAS Sêmèn MATARAM DI JAWA Disusun Oleh BETA NURMAYANTI C0908001 Telah disetujui oleh Tim Penguji Skripsi Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret Pada Tanggal 2013 Jabatan Nama Tanda Tangan Ketua Drs. Sarwono, M.Sn.. NIP. 195909091986031002 Sekretaris Ir. Adji Isworo Josef, M. Sn.. NIP. 195709261988111001 Penguji I Dr. Sarah Rum Handayani, M.Hum... NIP. 195212081981032001 Penguji II Dra. Tiwi Bina Affanti, M.Sn.. NIP. 195907091986012001 Dekan Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret

PERNYATAAN Yang bertanda tangan di bawah ini : Nama : Beta Nurmayanti NIM : C0908001 Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang berjudul Konsep Sangkan Paraning Dumadi dalam Pola hias Sêmèn Mataram di Jawa adalah betul-betul karya sendiri, bukan plagiasi, dan tidak dibuatkan oleh orang lain. Hal-hal yang bukan karya saya, dalam skripsi ini diberi tanda citasi (kutipan) dan ditunjukkan dalam daftar pustaka. Apabila di kemudian hari terbukti pernyataan ini tidak benar, maka saya bersedia menerima sanksi akademik berupa pencabutan skripsi dan gelar yang saya peroleh dari skripsi tersebut. Surakarta, Yang Membuat Pernyataan, Beta Nurmayanti iv

MOTTO Selalu rendah hati dan bersyukur, namun optimis berusaha dan berdo a semua pasti ada jalan karena Allah SWT mendengarkan do a hamba-hambanya. (Beta Nurmayanti) v

PERSEMBAHAN Karya ini kupersembahkan kepada : 1. Bapak, Ibu serta seluruh keluarga tercinta yang telah memberikan banyak dukungan dan motivasi. 2. UNS, Fakultas Sastra dan Seni Rupa, Jurusan Kriya Seni/ Tekstil. 3. Teman-temanku dan para sahabat yang selalu mendukungku dan selalu memberikan semangat. vi

KATA PENGANTAR Alhamdulillahhirobil alamin, puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas berkah dan hidayah yang telah diberikan, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Skripsi yang berjudul Konsep Sangkan Paraning Dumadi dalam Pola hias Sêmèn Mataram di Jawa ini diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan guna melengkapi gelar Sarjana Seni Rupa Jurusan Kriya Seni/Tekstil, Fakultas Sastra dan Seni Rupa Selama melaksanakan penelitian skripsi, terdapat beberapa pihak terkait yang mendukung berjalannya proses pengerjaan skripsi hingga dapat diselesaikan dengan baik. Pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada : 1. Drs. Riyadi Santosa, M.Ed., Ph.D., Sebagai Dekan Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret Surakarta. 2. Dra. Tiwi Bina Affanti, M.Sn, selaku Ketua Jurusan Kriya Seni / Tekstil Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret Surakarta. 3. Ir. Adji Isworo Josef, M. Sn. selaku koordinator TA dan pembimbing Skripsi. 4. Drs. Sarwono, M. Sn. selaku pembimbing skripsi, yang telah bersedia meluangkan waktu, tenaga dan pikiran guna memberikan pengarahan, dukungan, dan semangat kepada penulis hingga terselesaikannya skripsi ini. 5. Dosen penguji yang telah memberikan kritik dan saran untuk penyempurnaan skripsi. vii

6. Bapak dan Ibu Dosen Seni Rupa, khususnya Kriya Seni / Tekstil Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret Surakarta. 7. KGPH Puger selaku Pengageng Sasana Pustaka Kraton Kasunanan Surakarta dan Prof. Dr Dharsono, M.Sn selaku Guru Besar ISI Surakarta. 8. Ir. Toetti Toekajati Soerjanto selaku Budayawan, penulis buku dan kurator Museum Batik Kuno Danar Hadi di Surakarta dan Asti Suryo. A selaku Assistan Manager Museum Batik Kuno Danar Hadi di Surakarta. 9. Bapak,Ibu dan seluruh keluarga tercinta yang selalu mendo akan, mendukung dalam proses belajar serta memberikan semangat baik spiritual maupun material. 10. Teman-temanku khususnya angkatan 2008, alumni dan adik tingkatku serta semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu. 11. Pihak lain yang telah membantu baik secara langsung maupun tidak langsung yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu. Penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu saran dan kritik yang bersifat membangun sangat penulis harapkan. Surakarta, Penulis viii

DAFTAR ISI Halaman Judul... Halaman Persetujuan... Halaman Pengesahan... Halaman Pernyataan... Halaman Motto... Halaman Persembahan... Kata Pengantar... Daftar Isi... Daftar Gambar... Abstrak... i ii iii iv v vi vii ix xi xvi BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah... 1 B. Rumusan Masalah... 5 C. Tujuan Masalah... 5 D. Manfaat Penelitian... 5 E. Sistematika Penulisan... 7 BAB II. KAJIAN TEORI DAN KERANGKA PIKIR A. Tinjauan Teori... 9 1. Kerajaan Mataram di Jawa... 9 2. Batik Klasik... 12 3. Pola Hias... 14 4. Pola Hias Sêmèn... 22 5. Konsep Sangkan Paraning Dumadi... 59 B. Kerangka Pikir... 64 ix

BAB III. METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian... 66 B. Lokasi Penelitian... 66 C. Populasi dan Sample... 67 D. Strategi dan Bentuk Pendekatan... 68 E. Sumber Data dan Teknik Pengumpulan Data.... 70 F. Validitas Data...... 76 G. Teknik Analisis Data...... 77 BAB IV. KONSEP SANGKAN PARANING DUMADI DALAM POLA HIAS Sêmèn MATARAM DI JAWA A. Latar Belakang Munculnya Pola Hias Sêmèn Mataram di Jawa. 79 B. Bentuk Pola Hias Sêmèn yang Memiliki Konsep Sangkan Paraning Dumadi... 86 C. Makna Pola Hias Sêmèn yang Memiliki Konsep Sangkan Paraning Dumadi... 101 BAB V. PENUTUP A. Kesimpulan... 109 B. Saran... 114 DAFTAR PUSTAKA GLOSSARY LAMPIRAN x

DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Peta Jawa dan Wilayah Mataram... 11 Gambar 2. Isen Motif Batik... 16 Gambar 3. Pola Hias Lung-lungan... 17 Gambar 4. Pola Hias Lereng (kiri atas), Pola Hias Banji (kanan atas), dan Pola Hias Ceplok (bawah)... 18 Gambar 5. Pola Hias Sêmèn Panca Murti... 19 Gambar 6. Pola Hias Lung-lungan... 20 Gambar 7. Pola Buketan... 21 Gambar 8. Kemada Sungging, Kemada Salangan, Stupa dan Cinden... 21 Gambar 9. Motif Pohon Hayat 1... 26 Gambar 10. Motif Pohon Hayat 2... 26 Gambar 11. Motif Pohon Hayat 3... 27 Gambar 12. Motif Pohon Hayat 4... 27 Gambar 13. Motif Pohon Hayat 5... 27 Gambar 14. Motif Pohon Hayat 6... 28 Gambar 15. Motif Meru 1... 28 Gambar 16. Motif Meru 2... 29 Gambar 17. Motif Meru 3... 29 Gambar 18. Motif Meru 4... 30 Gambar 19. Motif Meru 5... 30 Gambar 20. Motif Meru 6... 30 xi

Gambar 21. Motif Tumbuhan 1... 31 Gambar 22. Motif Tumbuhan 2... 31 Gambar 23. Motif Tumbuhan 3... 32 Gambar 24. Motif Tumbuhan 4... 32 Gambar 25. Motif Tumbuhan 5... 33 Gambar 26. Motif Tumbuhan 6... 33 Gambar 27. Motif Garuda 1... 34 Gambar 28. Motif Garuda 2... 34 Gambar 29. Motif Garuda 3... 35 Gambar 30. Motif Garuda 4... 35 Gambar 31 Motif Garuda 5... 36 Gambar 32 Motif Garuda 6... 36 Gambar 33. Motif Burung 1... 37 Gambar 34. Motif Burung 2... 38 Gambar 35. Motif Burung 3... 38 Gambar 36. Motif Burung 4... 39 Gambar 37. Motif Burung 5... 39 Gambar 38. Motif Burung 6... 40 Gambar 39. Motif Bangunan 1... 40 Gambar 40. Motif Bangunan 2... 41 Gambar 41. Motif Bangunan 3... 41 Gambar 42. Motif Bangunan 4... 42 Gambar 43. Motif Bangunan 5... 42 xii

Gambar 44. Motif Bangunan 6... 43 Gambar 45. Motif Naga 1... 44 Gambar 46. Motif Naga 2... 44 Gambar 47. Motif Naga 3... 45 Gambar 48. Motif Naga 4... 45 Gambar 49. Motif Naga 5... 46 Gambar 50. Motif Naga 6... 46 Gambar 51. Motif Binatang Darat 1... 47 Gambar 52. Motif Binatang Darat 2... 47 Gambar 53. Motif Binatang Darat 3... 48 Gambar 54. Motif Binatang Darat 4... 48 Gambar 55. Motif Binatang Darat 5... 48 Gambar 56. Motif Binatang Darat 6... 49 Gambar 57. Motif Lidah Api 1... 49 Gambar 58. Motif Lidah Api 2... 50 Gambar 59. Motif Lidah Api 3... 50 Gambar 60. Motif Lidah Api 4... 50 Gambar 61. Motif Lidah Api 5... 50 Gambar 62. Motif Lidah Api 6... 50 Gambar 63. Motif Kupu-kupu 1... 51 Gambar 64. Motif Kupu-kupu 2... 51 Gambar 65. Motif Kupu-kupu 3... 52 Gambar 66. Motif Kupu-kupu 4... 52 xiii

Gambar 67. Motif Kupu-kupu 5... 52 Gambar 68. Motif Kupu-kupu 6... 53 Gambar 69. Motif Pengisi 1... 53 Gambar 70. Motif Pengisi 2... 54 Gambar71. Motif Pengisi 3... 54 Gambar 72. Motif Pengisi 4... 54 Gambar 73. Motif Pengisi 5... 54 Gambar 74. Motif Pengisi 6... 55 Gambar 75. Sistim rapor ABCD = 1 langkah ke semua arah... 56 Gambar 76.Sistim rapor KLMN = ½ langkah ke kiri-kanan, 1 langkah ke depan dan ke belakang... 56 Gambar 77. Sistim rapor OPQR = 1 langkah miring... 57 Gambar 78. Sistim rapor WXYZ = 1 langkah... 57 Gambar 79. Penyusunan bebas pada pola hias Sêmèn Rama... 58 Gambar 80. Skema Kerangka Pikir... 65 Gambar 81. Skema Teknik Analisis Interaktif... 77 Gambar 82. Pola Hias Sêmèn Semeru... 87 Gambar 83. Motif Garuda, Motif Dampar, Motif Pohon Hayat, Motif Naga (Kiri ke Kanan)... 87 Gambar 84. Motif Burung, Motif Lidah Api, Motif Meru (Kiri ke Kanan).. 87 Gambar 85. Pola Hias Sêmèn Peksi Raja... 88 Gambar 86. Motif Peksi, Motif Garuda, Motif Burung (Kiri ke Kanan)... 89 Gambar 87. Motif Kupu, Motif Meru, Motif Lidah Api (Kiri ke Kanan)... 89 xiv

Gambar 88. Pola Hias Sêmèn Basuto... 90 Gambar 89. Motif Lidah Api, Motif Dampar, Motif Pohon Hayat... 90 Gambar 90. Motif Burung, Motif Meru, Motif Ikan... 90 Gambar 91. Pola Hias Sêmèn Buron Wono... 92 Gambar 92.Motif Singa, Motif Meru, Motif Bangunan, Motif Lidah Api, Motif Ikan (Kiri ke Kanan)... 92 Gambar 93. Motif Pohon Hayat, Motif Peksi Naga, Motif Meru... 92 Gambar 94. Motif Gajah, Motif Dampar, Motif Burung... 93 Gambar 95. Pola Hias Sêmèn Nogo... 94 Gambar 96. Motif Lida Api, Motif Garuda, Motif Meru (Kiri ke Kanan)... 94 Gambar 97. Motif Naga, Motif Bangunan, Motif Burung, Motif Pohon Hayat (Kiri ke Kanan)... 94 Gambar 98. Pola Hias Sêmèn Srikaton... 95 Gambar 99. Motif Garuda, Motif Naga, Motif Burung... 96 Gambar 100. Motif Meru dan Motif Lidah Api... 96 Gambar 101. Pola Hias Sêmèn Panca Murti 1... 97 Gambar 102.Motif Naga, Motif Burung, Motif Garuda... 98 Gambar 103. Motif Lidah Api dan Motif Meru... 98 Gambar 104. Pola Hias Sêmèn Panca Murti 2... 99 Gambar 105. Motif Lidah Api, Motif Burung, Motif Meru... 99 Gambar 106. Motif Lar dan Motif Naga... 100 xv

ABSTRAK Beta Nurmayanti. C 0908001. 2013. Konsep Sangkan Paraning Dumadi dalam Pola hias Sêmèn Mataram di Jawa. Skripsi: Jurusan Kriya Seni/ Tekstil Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret Surakarta. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini, yaitu (1) Bagaimana latar belakang munculnya Pola Hias Sêmèn Mataram di Jawa. (2) Bagaimana bentuk Pola Hias Sêmèn yang memiliki konsep sangkan paraning dumadi. (3) Bagaimana makna Pola hias Sêmèn yang mengandung konsep sangkan paraning dumadi. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui bagaimana latar belakang munculnya Pola Hias Sêmèn Mataram di Jawa. (2) Mengetahui bentuk pola hias Sêmèn yang memiliki konsep sangkan paraning dumadi. (3) Mengetahui makna Pola hias Sêmèn yang mengandung konsep sangkan paraning dumadi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Lokasi penelitian di Kerajaan Mataram di Jawa setelah pengesahan Perjanjian Giyanti (1755), yang mengesahkan pembagian Mataram menjadi 2 (dua) kerajaan kecil yaitu Kasunanan yang berkedudukan di Surakarta dan Kasultanan yang berkedudukan di Yogyakarta. Sample yang dipakai adalah teknik purposive sampling. Strategi dan bentuk penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan studi kasus terpancang. Sumber data yang digunakan adalah informan, narasumber, tempat atau lokasi penelitian, dokumen dan arsip, serta foto. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi dan wawancara. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis interaktif. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa latar belakang munculnya pola hias Sêmèn Mataram di Jawa, berawal pada saat pemerintahan Paku Buwono IV (1787-1816) di saat beliau mengangkat putera mahkota sebagai calon penggantinya. Pada saat Paku Buwono V (1816-1823) diangkat menjadi raja, Paku Buwono IV menciptakan pola untuk mengingatkan puteranya kepada perilaku dan watak seorang penguasa, seperti wejangan yang diberikan oleh Prabu Rama kepada Raden Gunawan Wibisana saat akan menjadi Raja Alengka. Wejangan tersebut dikenal dengan sebutan Hasta Brata, yang dijelaskan sebagai perbuatan baik atau dapat pula diartikan sebagai sifat baik yang dimiliki para dewa. Delapan Dewa yang memiliki sifat baik, yakni : 1) Dewa Indra 2) Dewa Surya 3) Dewa Anila/Bayu (Dewa Angin) 4) Dewa Kuwera 5) Dewa Baruna 6) Dewa Agni/Brama 7) Dewa Yama 8) Dewa Candra. Watak-watak atau brata yang diajarkan oleh Prabu Rama yaitu:1)endra-brata 2) Yama-brata 3) Surya-brata 4) Sasi-brata 5) Bayu-brata atau anila-brata 6) Dhanaba-brata atau Kuwera-brata 7) Pasa-brata atau Baruna-brata 8) Agni-brata 9) Subyek Hasta Brata yaitu Raja. xvi

17 Ajaran tentang 8 watak/sifat kepemimpinan (kautaman) dilukiskan sebagai pola yang terdiri dari 9 motif (8 motif+1 motif subyek). Ornamen-ornamen pokok pada pola hias Sêmèn Rämä sebagai berikut: (1) Ornamen Meru. (2) Ornamen Lidah-api. (3) Ornamen Baito atau kapal laut. (4) Ornamen Burung. (5) Ornamen Garuda. (6) Ornamen Pusaka. (7) Ornamen Dampar atau Takhta atau Singgasana. (8) Ornamen Binatang. (9) Ornamen Pohon Hayat. Demikian gambaran wejangan atau ajaran Hasta Brata yang mungkin sekali antara sifat baik yang dimiliki para Dewa dan watak-watak yang diajarkan Prabu Rama ada hubungannya dengan arti filosofi didalam pola hias Rämä. Pola hias Sêmèn Mataram memiliki jumlah yang sangat banyak, data yang didapatkan terkait dengan pola hias Sêmèn yang memiliki konsep sangkan paraning dumadi, peneliti mengambil contoh 8 pola hias Sêmèn. Pola hias tersebut yakni: 1) Pola Hias Sêmèn Semeru 2) Pola Hias Sêmèn Peksi Raja 3) Pola Hias Sêmèn Basuto 4) Pola Hias Sêmèn Buron Wono 5) Pola Hias Sêmèn Nogo 6) Pola Hias Sêmèn Srikaton 7) Pola Hias Sêmèn Panca Murti 1 8) Pola Hias Sêmèn Panca murti 2. Susunan pola hias Sêmèn secara keseluruhan menggambarkan motif pohon hayat dikelilingi oleh motif-motif utama lainnya yang seolah-olah menjaga keberadaan pohon hayat. Selain motif pohon hayat, subyek dari Hasta Brata juga dapat menjadi pusat. Motif utama terdiri dari lambang Bumi (Meru), Api (Lidah Api), Angin (Burung), Air (Ikan atau Naga). Motif selingan secara variatif menghiasi ruang kosong yang secara keseluruhan memberikan satu-kesatuan (unity) pola susunan batik. Makna filosofi ornament utama pola hias Sêmèn yang memiliki konsep Sangkan Paraning Dumadi tersebut mempunyai arti: 1. Meru, melambangkan gunung, atau tanah yang disebut juga bumi. 2. Lidah api, melambangkan nyala api, yang disebut juga agni atau geni. 3. Ulat atau naga, melambangkan air atau banyu disebut juga tirta (uddhaka). 4. Burung, melambangkan angina tau maruta. 5. Garuda atau Lar garuda, melambangkan mahkota atau penguasa tertinggi, yaitu penguasa jagad dan isinya. Ornamen-ornamen tersebut menggambarkan bahwa hidup manusia itu dikuasai (dipurbawasesa kawengku) oleh kekuasaan tertinggi atau penguasa jagad, dan hidup itu berasal dari empat unsur yaitu bumi, geni, banyu, dan angin. Keempat unsur hidup tersebut memberikan watak dasar pada hidup itu sendiri, yaitu angkara murka, candela, dusta dan adil suci.