(Muhtar Karnain, Hariadi Said, Ucok H. Refiater)

dokumen-dokumen yang mirip
DOKUMEN INSTRUMEN PENILAIAN UJIAN KETERAMPILAN

BAB V KEBUGARAN JASMANI. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 117

LAMPIRAN 7. Prosedur Pelaksanaan Tes. Prosedur tes : pernafasan atau dapat pula untuk mengukur VO2 Max. kebutuhan

Latihan Kekuatan Otot Tubuh Bagian Atas

A. Daya Tahan dan Kekuatan Otot

Melatih Kebugaran. Kecepatan gerak Loncat katak

BAB III METODE PENELITAN

TES KESEGARAN JASMANI INDONESIA (TKJI)

Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Volume 1 : Hal , Januari 2017

PETUNJUK PELAKSANAAN BARROW MOTOR ABILITY TEST. a. Tujuan : Untuk mengukur komponen power otot tungkai

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Jl.Sekolah pembangunan NO. 7A Medan Sunggal

TES KESEGARAN JASMANI INDONESIA (TKJI)

METODOLOGI PENELITIAN. Menurut Arikunto Suharsimi (2006:160) Metodologi penelitian adalah cara

BAB I PENDAHULUAN. Secara umum pembinaan olahraga di Indonesia diarahkan untuk

PEMERIKSAAN KESEGARAN JASMANI ANAK USIA SEKOLAH LANJUTAN. Oleh: Cerika Rismayanthi, M.Or NIP

III. METODOLOGI PENELITIAN. Menurut Arikunto (2002: 160) metode penelitian adalah cara yang digunakan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

PERMAINAN MENUJU CABANG OLAHRAGA SOFTBALL

bab 1 gerak dasar kata kunci berjalan memutar melempar berlari mengayun menangkap melompat menekuk menendang

Lampiran 3. Petunjuk Pelaksanaan TKJI untuk Anak Usia Tahun. Tes ini bertujuan untuk mengukur kecepatan.

MATA PELAJARAN PENJASORKES

BAB III PROSEDUR PENELITIAN. Dalam sebuah penelitian diperlukan suatu metode penggunaan metode dalam

TES KESEGARAN JASMANI INDONESIA (TKJI)

Deni Kurniadi Suro Prapanca Penjas Orkes Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah Kelas II

BAB II KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN. menghasilkan lompatan yang sejauh-jauhnya. Dalam pelaksanaannya,lompat jauh

ARTIKEL ILMIAH ANALISIS TINGKAT KEBUGARAN JASMANI PADA SISWA PUTRA SMA NEGERI DI KABUPATEN MUARO JAMBI TAHUN PELAJARAN 2012/ 2013

BAB II KAJIAN PUSTAKA. gerak. Dalam kehidupan sehari-hari kemampuan gerak sangat dibutuhkan baik

BAB III METODE PENELITIAN

LAMPIRAN 1. INSTRUMEN PENELITIAN Test of Gross Motor Development 2 (TGMD-2)

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian agar dapat menungkap jawaban yang diinginkan. Metode ini. dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono,2012:2).

terdiri dari Langkah Berirama terdiri dari Latihan Gerak Berirama Senam Kesegaran Jasmani

BAB II KAJIAN TEORITIS DAN DAN HIPOTESIS TINDAKAN. beregu. Permainan kasti dimainkan dilapangan terbuka. Jika ingin menguasai

PEMBELAJARAN TEHNIK DASAR PERMAINAN BOLA VOLLI OLEH SUARDI. B

BAB I PENDAHULUAN. yang terpendam tanpa dapat kita lihat dan rasakan hasilnya. Menindak lanjuti. mahluk yang butuh berinteraksi dengan lingkungannya.

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN. Berdasarkan tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui power otot

I. PENDAHULUAN. kompleks, karena mencakup dimensi bio-sosio-kultural. Ditinjau dari aspek

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

I. PENDAHULUAN. Sikap lilin merupakan bagian dari keterampilan gerak dasar dalam senam

2 FIKK, Universitas Negeri Gorontalo (Risna Podungge)

Mari Belajar Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

BAB III METODE PENELITIAN. dan Kesehatan (FPOK) dan Gelanggang Olahraga Stadion Bumi Siliwangi

I. PENDAHULUAN. Meroda merupakan salah satu gerak dasar yang kompleks, karena dalam

Deni Kurniadi Suro Prapanca Penjas Orkes Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah Kelas IV

Petunjuk Pelaksanaan Tes Kesegaran Jasmani Indonesia. 1) lintasan lurus, datar, tidak licin, berjarak 30 meter, dan mempunyai

II. TINJAUAN PUSTAKA. (Casady, Mabes, dan Alley :1971) yang dikutip oleh Sudarno,SP (1992:9)

TEKNIK LANJUT BOLAVOLI

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) : Teknik dasar passing atas dalam permainan Bola Voli

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

PENGARUH LATIHAN PUSH UP DAN PULL UP TERHADAP KEMAMPUAN JAUHNYA LEMPARAN KEDALAM PADA PEMAIN SEPAKBOLA SISWA SMK NEGERI 1 BATUDAA

III. METODE PENELITIAN. variabel satu dengan variabel yang lain. Sedangkan menurut Soekidjo

Lampiran 1 NILAI AWAL. Jumlah No Nama L/P Awalan Mengguling Lanjutan. Jml N T/B

BAB II KAJIAN TEORI. Menurut Chaplin (1997 : p. 34) ability (kemampuan, ketangkasan, untuk mengerjakan sesuatu yang diwujudkan melalui test.

2.2.1 Menunjukkan sikap tanggung jawab Menunjukkan kemauan bekerjasama dalam melakukan berbagai aktivitas fisik.

BAB II KAJIAN TEORI KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESIS. sesungguhnya akandigunakan sebagai teknik pemberian atau penyajian

BAB 1 GERAK DASAR KATA KUNCI BERJALAN MEMUTAR MELEMPAR BERLARI MENGAYUN MENANGKAP MELOMPAT MENEKUK MENENDANG

BAB III METODE PENELITIAN. adalah survei dengan teknik tes dan pengkuran.

I. PENDAHULUAN. banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Permainan bola basket memiliki

Lampiran 1. Surat Ijin Dari Fakultas

BAB III PROSEDUR PENELITIAN. mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2010:3). Metode

III. METODOLOGI PENELITIAN. tujuan dengan sebaik mungkin dari usaha penelitian itu sendiri (Surachmad,

BAB III METODE PENELITIAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

BAB II KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN. pemberi bola kepada si pemukul. Namun pada permaianan kippers si pemukul

BASIC MOTOR ABILITY OF GRADE IV AND V STUDENTS IN SD N KERATON YOGYAKARTA ACADEMIC YEAR 2015/2016

BAB III METODE PENELITIAN. A. Lokasi Dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian 1. Lokasi

Permainan Bola Voli. 1. Sejarah Permainan Bola Voli. 2. Pengertian Bola Voli. 3. Lapangan Bola Voli

BAB II KAJIAN TEORITIS DAN PENGAJUAN HIPOTESIS. permainan kasti dengan baik, maka harus menguasai teknik-teknik dasarnya.

METODE PENELITIAN. perlakuan (treatment), seperti pendapat Thomas dan Nelson (1997:352).

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB III METODE PENELITIAN. membuktikan sesuatu atau untuk mencari sebuah jawaban.

III. METODOLOGI PENELITIAN. yang akan digunakan dalam proses penelitiannya, sebab metode penelitian

BAB III METODELOGI PENELITIAN

BAB II LANDASAN TEORI, KERANGKA BERFIKIR DAN HIPOTESIS. terbukti hampir diseluruh dunia memainkan olahraga ini. Menurut Sindhu dkk

BAB I PENDAHULUAN. Untuk mencapai prestasi yang maksimal, banyak. Harsono (2000:4) mengemukakan bahwa: Apabila kondisi fisik atlet dalam

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Lampiran 1. Surat Ijin Penelitian

LARI JARAK PENDEK (SPRINT)

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode dalam penelitian ini menggunakan komparatif. Menurut Ulber (2005)

BAB III PROSEDUR PENELITIAN

METODE PENELITIAN. kegunaan tertentu (Sugiyono, 2010 : 16). Metode penelitian merupakan hal yang

BAB III METODE PENELITIAN. mengukur seberapa besar hubungan dan tingkat singinifikan antara power otot

III. METODE PENELITIAN. digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitian. Metode penelitian

Analisis SKKD Gerak. Aris Fajar Pambudi FIK UNY

BAB III SUBJEK DAN METODE PENELITIAN

KRITERIA/KETUNTASAN PENSKORAN. No Aspek Komponen Skor Keterangan 1 Sikap Badan 1. Condong ke depan 2. Pandangan ke depan 3.

Penjasorkes. Untuk SD/MI Kelas III

HUBUNGAN KEKUATAN OTOT LENGAN DENGAN KEMAMPUAN CHEST PASS PEMAIN BOLA BASKET SISWA SMP N 11 KOTA JAMBI

Roni Ahmad mahasiswa pada Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga; Risna Podungge, S.Pd M.Pd dosen pada Jurusan Pendidikan Keolahragaan dan Syarif

BAB III METODE PENELITIAN. Jasmani Melalui Bermain sirkuit 8 Pos Siswa kelas IV dan V SD Negeri

BAB II KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN Hakikat Tolak Peluru dan Aspek-Aspeknya. bermula diletakkan dipangkal bahu.

SILABUS. Indikator Ketercapaian Kompetensi. Materi Pembelajaran. Tingkat Ranah. Tingkat Ranah. Alokasi Waktu. Sumber/ Bahan/Alat.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

III. METODOLOGI PENELITIAN. sesuai dengan tujuan penelitian. Tujuan penelitian ini adalah untuk

BAB II KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN. yaitu Athlon yang berarti memiliki makna bertanding atau berlomba (Yudha

BAB II KAJIAN PUSTAKA. latihan ini dilakukan secara berulang-ulang dan tuntutan yang semakin dipersulit

Kata Kunci: Kemampuan Gerak Dasar.

BENTUK-BENTUK LATIHAN MULTILATERAL

FORMAT RPP. 1.1 Melakukan teknik Menendang Bola. Siswa dapat Melakukan teknik Menendang Bola. a. Ringkasan materi : Menendang bola menuju target

Transkripsi:

STUDI ANALISIS TINGKAT KEBUGARAN FISIK MAHASISWA SEMESTER 1 ANGKATAN 2013 JURUSAN PENDIDIKAN KEPELATIHAN OLAHRAGA FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN DAN KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO (Muhtar Karnain, Hariadi Said, Ucok H. Refiater) muhtarkarnain@yahoo.co.id Pendidikan Kepelatihan Olahraga Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Dan Keolahragaan Universitas Negeri Gorontalo Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebugaran fisik mahasiswa semester 1 angkatan 2013 jurusan pendidikan kepelatihan olahraga FIKK UNG. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Data di ambil dari hasil tes keterampilan mahasiswa dengan populasi secara keseluruhan. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa mahasiswa baru jurusan pendidikan kepelatihan olahraga FIKK UNG yang memiliki kemampuan fisik yg layak untuk diterima sebesar 63,04% atau sebanyak 58 orang dan yg tidak layak di terima sebesar 36,96% atau sebanyak 34 orang dari 92 orang untuk menjadi mahasiswa baru. Kata kunci : Tingkat kebugaran fisik PENDAHULUAN Untuk menjadi mahasiswa jurusan pendidikan kepelatihan olahraga FIKK tidak cukup dengan lulus tes pengetahuan saja. Akan tetapi harus mengikuti tes keterampilan jurusan pendidikan kepelatihan olahraga yang sesuai tuntutan kebutuhan jurusan tersebut. Tes tersebut sangat membutuhkan dukungan fisik yang prima. Hal ini dikarenakan dalam mengikuti perkuliahan selama 8 semester atau lebih mahasiswa akan berhadapan dengan aktivitas yan mengutamakan fisik. Mulai dari semester satu sampai semester enam rata-rata perkuliahannya dilakukan secara praktek. Mata kuliah praktek secara otomatis membutuhkan kemampuan fisik dari setiap individu dalam hal ini mahasiswa.

Yang menjadi persyaratan dalam tes keterampilan tersebut terdiri dari 3 macam yaitu (1) tes antropometri yang berupa berat badan, tinggi badan dan kecacatan tubuh. (2) tes keterampilan yang meliputi; Push-up, Sit-up, lari 60 meter, Ball wall past test, Stork standing balance. (3) tes kesehatan yang mengcakup tensi darah dan tes buta warna. Semuanya merupakan syarat akan menjadi mahasiswa jurusan pendidikan kepelatihan olahraga FIKK di UNG. Oleh karena itu mahasiswa jurusan pendidikan kepelatihan olahraga FIKK dituntut untuk menguasai ataupun memiliki sekurang-kurangnya satu bakat tersendiri diantara semua cabang olahraga. Hal ini menegaskan bahwa jurusan pendidikan kepelatihan olahraga FIKK berbeda dengan jurusan lainnya di UNG. Tes, Pengukuran, dan Evaluasi merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam berbagai kegiatan pengajaran dan pelatihan olahraga. Karena ketiga hal ini dapat mengetahui perkembangan dan kekurangan, yang akhirnya dapat menghasilkan keputusan yang tepat. Pegajaran dan pelatihan olahraga adalah suatu proses yang dinamis, dimana pengajar atau pelatih dan Pembina berhadapan dengan permasalahan yang membutuhkan pemecahan semakin teliti hasil yang diperoleh melalui tes dan pengukuran maka akan semakin baik keputusan yang diambil. Menilai atau mengevaluasi minat (interest), kemampuan (Competency) dan pengalaman calon mahasiswa terkait bidang keolahragaan yang diminatinya. sebagai data awal untuk kepentingan proses perkuliahan dan seleksi individual dalam perkuliahan yang akan diberikan.maka dalam hal ini saia akan meneliti data dari hasil tes uji keterampilan dasar dengan mengumpulkan data sekundernya. Push-Up Push-up merupakan satu persyaratan yang termasuk dalam tes keterampilan dasar bagi calon mahasiswa baru untuk menjadi mahasiswa jurusan pendidikan kepelatihan olahraga FIKK 2013. Dalam tes ini mahasiswa diwajibkan melakukan push-up selama 60 detik sesuai dengan kemampuan tiap individu. Hal ini disebabkan

guna mengetahui seberapa besar kekuatan dan daya tahan otot lengan tiap individu dalam melakukan push-up. Menurut Margono dan Budi Aryanto (2010:83) push-up merupakan gerakan yang berfungsi melatih otot lengan dan otot perut. Selanjutnya menurut Farida Mulyaningsih dan kawan-kawan (2010:69) push-up merupakan latihan untuk menguatkan otot-otot lengan. Untuk putra usahakan agar lutut tidak menyentuh lantai, sedangkan putri lutut boleh menempel pada lantai. Jadi, push-up merupakan satu bentuk latihan yang mengutamakan kekuatan otot lengan. Hal ini juga dikatakan oleh Deni Kurniadi dan Suro Prapanca (2010:22) bahwa push-up bertujuan menguatkan kekuatan otot pada lengan dan otot bahu. Adapun prosedur pelaksanaan push-up adalah posisi awal tubuh sejajar dengan permukaan dan siku membentuk sudut 90. Apabila ada aba-aba Ya posisi tubuh naik semaksimal mungkin dengan lengan diluruskan, setelah itu posisi tubuh kembali keposisi awal dan dilakukan selama 60 detik (1 menit). Untuk putra sebagai tumpuannya menggunakan ujung kaki, sedangkan putri tumpuan menggunakan kedua lutut dengan kedua kaki disilang. Norma penilaian test push-up (jumlah pengulangan) KATEGORI PUTRA PUTRI Sangat Baik >45 >35 Baik 40-45 30-35 Sedang 30-35 20-25 Kurang 20-25 10-15 Sangat Kurang <20 <10 SMBPTN 2013 Sit-Up Menurut Lasinem dan Sri Santoso Sabarini (2010:87) sit-up merupakan gerakan untuk menguatkan otot perut dan pinggang. Hal yang sama juga dikatakan oleh Deni Kurniadi dan Suro Prapanca (2010:22) bahwa sit-up merupakan latihan kekuatan otot perut.

Selanjutnya menurut Mufid dan Najib Sulhan (2010:23) merupakan salah satu latihan yang bertujuan untuk meningkatkan kelentukan dan koordinasi. Jadi Sit-up pada umumnya merupakan gerakan latihan yang bertujuan menguatkan otot perut. Adapun prosedur dari sit-up adalah tubuh sejajar dengan permukaan dan lutut ditekuk sekitar 45 dengan posisi tangan ditempelkan dibelakang bagian kepala. Apabila ada aba-aba Ya tubuh bergerak kedepan sampai lutut secepat mungkin dan setelah itu posisi tubuh kembali keposisi awal serta dilakukan selama 60 detik. Norma penilaian test Sit-up (jumlah pengulangan) Norma penilaian test Sit-up (jumlah pengulangan) KATEGORI PUTRA PUTRI Sangat Baik >50 >35 Baik 40-50 30-35 Sedang 30-35 20-25 Kurang 20-25 10-15 Sangat Kurang <20 <10 SMBPTN 2013 Lari Cepat 60m Menurut Lasinem dan Sri Santoso Sabarini (2010:11) lari cepat mengutamakan kekuatan dan kecepatan. Lari ini dapat dilakukan perorangan maupun dilombakan. Teknik berlari cepat adalah langkah kaki panjang, posisi badan condong kedepan, siku ditekuk dan menggunakan ujung kaki. Lari cepat 60m merupakan persyaratan yang harus dilewati calon mahasiswa baru dalam uji keterampilan di jurusan pendidikan kepelatihan olahraga. Lari cepat ini bertujuan untuk mengukur kecepatan dengan menggunakan start melayang. Norma penilaian Lari cepat 60m (waktu dalam detik) KATEGORI PUTRA PUTRI Sangat Baik <10.20 <14.40 Baik 10.20-12.09 14.40-16.09 Sedang 12.10-14.09 16.10-18.09

Kurang 14.30-18.00 18.10-20.09 Sangat Kurang >18.00 >20.09 SMBPTN 2013 Ball Wall Past Test Ball wall past test merupakn latihan ataupun gerakan yang bertujuan untuk melatih koordinasi mata dan tangan. Menurut Mufid dan Najib Sulhan (2010:60) melempar atau mengoperkan bola, menangkap atau mematikan lawan pada permainan bola kasti. Lempar tangkap bola dilakukan guna mengetahui tangan yang bisa sepenuhnya menangkap dan melempar dengan baik maupun sudah tidak baik. Dalam lempar tangkap bola skor yang dihitung berdasarkan jumlah bola yang dapat dilempar dengan tangan dominan dan ditangkap dengan tangan yang lain. Untuk uji keterampilan yang dijadikan persyaratan untuk calon mahasiswa baru menjadi mahasiswa FIKK diberikan waktu uji selama 30 detik. Berikut adalah norma penilaian lempar tangkap bola (jumlah pengulangan). Norma penilaian Lempar tangkap bola (jumlah pengulangan) KATEGORI PUTRA PUTRI Sangat Baik >40 >30 Baik 35-40 25-30 Sedang 25-30 15-30 Kurang 15-20 5-10 Sangat Kurang <15 <5 SMBPTN 2013 Stork Standing Balance Stork Standing balance merupakan salah satu satu persyaratan dalam uji keterampilan bagi mahsiswa baru FIKK 2013. Stork Standing balance adalah gerkan berdiridengan satu kaki dijinjit berguna untuk mengukur sejauh mana keseimbangan yang dimiliki setiap individu. Selanjutnya menurut Shodiki Chandra dan Achmad Esnoe Sanoesi (2010:108) gerakan berdiri dengan satu kaki merupakan gerakan latihan keseimbangan yang bertumpuh pada satu kaki dengan tujuan menjaga keseimbangan badan. Norma penilaian Stork Standing balance (waktu dalam detik)

HASIL KATEGORI PUTRA PUTRI Sangat Baik >50 >50 Baik 40-50 40-50 Sedang 25-39 25-39 Kurang 10-24 10-24 Sangat Kurang <10 <10 SMBPTN 2013 NO ITEM TEST KATEGORI SB B S K SK 1 PUSH UP 30,43% 17,40% 30,43% 19,52% 2,17% 2 SIT UP 13,04% 48,92% 32,60% 5,44% - 3 LARI 60 M 89,13% 9,79% 1,09% - - 4 BALL WALL TEST - - 2,18% 76,09% 21,74% 5 STORK STANDING 15,22% 11,96% 15,22% 29,35% 28,26% 1. Hasil tes dengan predikat sangat kurang (SK) sebanyak 6 orang dari 92 orang peserta atau 10,43%. 2. Hasil tes dengan predikat kurang (K) sebanyak 24 orang dari 92 orang peserta atau 26,08% 3. Hasil tes dengan predikat sedang (S) sebanyak 15 orang dari 92 orang peserta atau 16,30%. 4. Hasil tes dengan predikat baik (B) sebanyak 16 orang dari 92 orang peserta atau 17,62%. 5. Hasil tes dengan predikat sangat baik (SB) sebanyak 27 orang dari 92 orang peserta atau 29,56%.

PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian bahwa nilai hasil tes keterampilan pisik berdasarkan petunjuk penilaian yang dikeluarkan oleh panitia SMBPTN 2013 khususnya dalam bidang olahraga menujukan bahwa: Calon mahasiswa baru jurusan pendidikan kepelatihan olahraga Fakultas Iilmu-Ilmu Kesehatan dan Keolahragaan Universitas Negeri Gorontalo terdapat sebanyak 9 orang atau 10,43% yang tergolong dalam kemampuan sangat kurang. Hal ini membuktikan bahwa tidak semua calon mahasiswa baru yang memilih jurusan pendidikan kepelatihan olahraga layak dan pantas untuk diterima sebagai mahasiswa baru angkatan 2013. Dengan kata lain jika mereka dipaksakan maka bukan tidak tidak mungkin akan mengalami masalah dalam mengikuti perkulian. Artinya kepada calon mahasiswa jurusan pendidikan kepelatihan olahraga yang tergolong dalam kelompok sangat kurang sebaiknya tidak diterima. Selanjutnya untuk calon mahasiswa baru jurusan pendidikan kepelatihan olahraga Fakultas Iilmu-Ilmu Kesehatan dan Keolahragaan Universitas Negeri Gorontalo angkatan tahun 2013 yang tergolong dalam kelompok kemampuan kurang yaitu sebanyak 24 orang atau 26,08 %. Artinya calon mahasiswa baru jurusan pendidikan kepelatihan olahraga tahun 2013 sedikitnya terdapat 24 orang dari 92 calon mahasiswa jurusan pendidikan kepelatihan olahraga Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan dan Keolahragaan yang terindikasi memiliki kemampuan yang kurang untuk menjadi mahasiswa jurusan pendidikan kepelatihan olahraga. Jika hal ini dipaksakan maka dapat diasumsikan bahwa mereka akan dihadapkan pada permasalahan yang rumit. Hal ini bisa terjadi karena pada prinsipnya syarat utama menjadi mahasiswa jurusan pendidikan kepelatihan olahraga harus memiliki kondisi pisik yang prima. Syarat ini menjadi penting karena 60-70% mata kuliah pada jurusan pendidikan kepelatihan olahraga adalah praktek atau dilaksanakan di lapangan. Artinya setiap calon mahasiswa baru jurusan pendidikan kepelatihan olahraga wajib hukumnya memiliki kondisi pisik yang prima. Oleh karena itu jika ke 24 orang calon mahasiswa baru jurusan pendidikan kepelatihan olahraga tetap diterima, maka calon

mahasiswa tersebut harus berusaha keras untuk mengejar ketertinggalan kondisi pisik yang mereka miliki. Selain itu usaha yang sungguh-sungguh dari dosen pengajar mata kuliah harus ektra keras, guna mensejajarkan kondisi pisik mereka dengan mahasiswa liannya yang sudah tergolong sedang, baik dan sangat baik. Sementara itu untuk calon mahasiswa baru yang tergolong dalam kelompok berkemampuan sedang dalam hal keterampilan pisik sesuai hasil tes yaitu sebanyak 15 orang atau 16,30% dari 92 orang calon mahasiswa baru. Kelompok ini termasuk dalam kategori layak untuk menjadi mahasiswa baru jurusan pendidikan kepelatihan olahraga Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan dan Keolahragaan Universitas Negeri Gorontalo. Meski demikian mereka yang tergolong dalam kelompok ini harus memaksimalkan potensi pisik yang mereka muliki guna mengikuti perkuliahan yang secara umum lebih mengutamakan kesiapan pisik. Artinya mereka harus selalu menyiapkan diri dalam hal kondisi pisik untuk keberlanjutan perkuliahan. Calon mahasiswa baru jurusan pendidikan kepelatihan olahraga Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan dan Keolahragaan Universitas Negeri Gorontalo angkatan tahun 2013 yang tergolong dalam kategori baik yaitu sebanyak 16 orang atau sebesar 17,62% dari total calon mahasiswa baru 92 orang. Hasil menunjukan bahwa mereka benar-benar siap untuk menjadi mahasiswa baru jurusan pendidikan kepelatihan olahraga. Kesiapan secara pisik yang mereka tunjukan pada saat tes keterampilan pisik yang dilaksanakan oleh panitia mengindikasikan bahwa mereka layak untuk diterima sebagai mahasiswa baru jurusan pendidikan kepelatihan olahraga. Gambaran kondisi pisik yang mereka tunjukan pada saat tes keterampilan pisik merupakan modal utama untuk kelangsungan perkuliahan nanti. Artinya mereka secara pisik dapat dikatakan benar-benar siap dan layak untuk menjadi peserta didik pada jurusan pendidikan kepelatihan olahraga Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan dan Keolahragaan Universitas Negeri Gorontalo tahun 2013. Kelompok terakhir adalah mereka yang tergolong dalam kategori sangat baik, dimana komunitas ini hanya berjumlah 27 orang atau dengan prosentase 29,56%. Mereka yang tergolong dalam kategori ini termasuk langka atau dengan kata

lain sangat minim. Artinya kehadiran mereka tidak menjadi beban bagi jurusan pendidikan kepelatihan olahraga Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan dan Keolahragaan Universitas Negeri Gorontalo. Kelompok ini diharapkan menjadi lokomotif bagi rekan-rekan mereka yang memiliki kemampuan pisik dengan kategori baik, sedang dan kurang serta mereka yang tergolong dalam kelompok sangat kurang. Kehadiran mereka diharapkan membantu mereka-mereka yang tergolong dalam kondisi pisik yang kurang memadai untuk perkuliahan. Dengan demikian kehadiran mereka membawa manfaat bagi jurusan pendidikan kepelatihan olahraga Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan dan Keolahragaan Universitas Negeri Gorontalo. KESIMPULAN Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa mahasiswa baru T.A 2012/2013 jurusan pendidikan kepelatihan olahraga Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan dan Keolahragaan Universitas Negeri Gorontalo memiliki kemampuan fisik yang layak untuk diterima sebesar 63,04% atau sebanyak 58 orang. Sedangkan yang tidak layak diterima sebesar 36,96% atau sebanyak 34 orang. DAFTAR PUSTAKA Andi Suntoda (Hariadi Said).2013. Analisis Potensi Fisik Mahasiswa Baru JurusanPendidikan Keolahragaan FIKK UNG Ariyanto, Budi, Margono. 2010. Penjasorkes. Jakarta: Pusat Perbukuan Kementerian Pendidikan Nasional Chandra, Sodikin., Achmad Esnoe Sanoesi. 2010. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Jakarta: Pusat Perbukuan Kementerian Pendidikan Nasional Darwin (Sakrinatum Pujiarto). 2013. Perbandingan anatara latihan dumbbell dan push-up terhadap hasil peningkatan kemampuan tolakan pada tolak peluru siswa kelas 8 SMP Negeri 8 kota Jambi.

http://pengertian-kata.blogspot.com/2011/11/kekuatan-strenght.html http://ms.wikipedia.org/wiki/daya_tahan_kardiovaskular https://www.facebook.com/permalink.php?id=411911535505495&story_fbi =420476337982348 http://dhaenkpedro.wordpress.com/keseimbangan-balance/ http://isnatunnisa.wordpress.com/2012/11/02/04-a-pengertian-koordinasi/ Kurniadi, Deni., Suro Prapanca. 2010. Penjas Orkes. Jakarta: Pusat Perbukuan Pendidikan Nasional Lasinem, Sri Santoso Sabarini. 2010. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan.Jakarta: Pusat Perbukuan Kementerian Pendidikan Nasional Margono, Budi Ariyanto. 2010. Penjasorkes. Jakarta: Pusat Perbukuan Kementerian Pendidikan Nasional Mufid, Najib Sulhan. 2010. Mari Belajar Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Jakarta: Pusat Perbukuan Kementerian Pendidikan Nasional Mulyaningsih, Farida., Erwin Setyo Kriswanto., Yudanto, Herkamaya Jatmika. 2010. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Jakarta: Pusat Perbukuan Pendidikan Nasional Said Hariadi.2013. Analisis Potensi Fisik Mahasiswa Baru Jurusan Pendidikan Keolahragaan FIKK UNG 2013 Sarjono dan Sumarjo.2010. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Jakarta: Pusat Perbukuan Pendidikan Nasional Supardi, Suroyo. 2010. Penjasorkes. Jakarta: Pusat Perbukuan Kementerian Pendidikan Nasional