BAB 4 PUSING BERPUTAR

dokumen-dokumen yang mirip
Bab 10 NYERI. A. Tujuan pembelajaran

BAB 2 NYERI KEPALA. B. Pertanyaan dan persiapan dokter muda

1. TES BATAS ATAS BATAS BAWAH

Vertigo. DR. Dr. Wiratno, Sp.THT-KL (K)

Pemeriksaan Pendengaran

Tes pendengaran rutin untuk diagnosis gangguan pendengaran Rinne, Weber, Schwabah test. Test penala nada tinggi dan nada rendah

12/3/2010 YUSA HERWANTO DEPARTEMEN THT-KL FK USU/ RSUP H. ADAM MALIK MEDAN FISIOLOGI PENDENGARAN

Pendahuluan Meniere s disease atau penyakit Meniere atau dikenali juga dengan hydrops endolimfatik. Penyakit Meniere ditandai dengan episode berulang

(Assessment of The Ear)

Tujuan Praktikum Menentukan ketajaman penglihatan dan bitnik buta, serta memeriksa buta warna

PERAMBATAN BUNYI MELALUI TULANG TENGKORAK

BAB 3 PENURUNAN KESADARAN

asuhan keperawatan Tinnitus

BAB 7 PENURUNAN DAYA INGAT

AUDIOLOGI. dr. Harry A. Asroel, Sp.THT-KL BAGIAN THT KL FK USU MEDAN 2009

ASKEP GANGGUAN PENDENGARAN PADA LANSIA

BAB 11 KELUMPUHAN OTOT WAJAH

BAB I PENDAHULUAN. pendengaran terganggu, aktivitas manusia akan terhambat pula. Accident

BAB I PENDAHULUAN. Vertigo berasal dari istilah latin, yaitu vertere yang berarti berputar, dan igo

Audiometri. dr. H. Yuswandi Affandi, Sp. THT-KL

1. Pria 35 tahun, pekerja tekstil mengalami ketulian setelah 5 tahun. Dx a. Noise Induced HL b. Meniere disease c. Labirintis d.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang juta diantaranya terdapat di Asia Tenggara. Dari hasil WHO Multi Center

LABOLATORIUM PEMERIKSAAN SISTEM SENSORIK DAN SISTEM KOORDINASI

BAB I PENDAHULUAN. igo yang berarti kondisi. Vertigo merupakan subtipe dari dizziness yang

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN

TAJAM DENGAR PADA PEKERJA KLUB MALAM FULL MUSIK

PEMERIKSAAN SISTEM SENSORIK DAN SISTEM KOORDINASI

BAB I PENDAHULUAN. 1.1.Latar belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar belakang. bayi dengan faktor risiko yang mengalami ketulian mencapai 6:1000 kelahiran

Tuli pada Lingkungan Kerja

FISIK DIAGNOSTIK THT Dody Novrial

THT CHECKLIST PX.TELINGA

ASKEP GANGGUAN PENDENGARAN PADA LANSIA

Struktur dan Mekanisme Pendengaran Pada Manusia

V E R T I G O. Yayan A. Israr, S. Ked. Author : Faculty of Medicine University of Riau Arifin Achmad General Hospital of Pekanbaru

BAB I PENDAHULUAN. duduk terlalu lama dengan sikap yang salah, hal ini dapat menyebabkan

PENGENDALIAN KEBISINGAN DAN LINGKUNGAN. Oleh. KRT.Adi Heru Husodo. Pencemaran udara itu dapat disebabkan oleh berbagai kemungkinan, misalkan :

BAB IV METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian ini adalah Ilmu Fisiologi khususnya fisiologi

CHECKLIST ANAMNESIS KASUS NYERI KEPALA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. praktik kedokteran keluarga (Yew, 2014). Tinnitus merupakan persepsi bunyi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Data Administrasi diisi oleh Nama: NPM/NIP:

Pemeriksaan Sistem Saraf Otonom dan Sistem Koordinasi. Oleh : Retno Tri Palupi Dokter Pembimbing Klinik : dr. Murgyanto Sp.S

BAB I PENDAHULUAN. Setiap orang mendambakan untuk dapat memiliki hidup yang sehat, sehingga

LAPORAN KASUS. Kepaniteraan Klinik Bagian Ilmu Kesehatan THT-KL Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kudus Periode 17 Oktober November 2016

Definisi Vertigo. Penyebab vertigo

LAPORAN TUGAS PEMERIKSAAN KESEIMBANGAN

BAB 4 METODE PENELITIAN. mulai bulan 1 Februari sampai dengan 5 Mei Skema rancangan penelitian ditampilkan pada gambar 15.

CLINICAL EXPOSURE BLOK NEUROPSIKIATRI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. suara dan gelombang tersebut merambat melalui media udara atau penghantar

Diagnosis dan Tatalaksana Vertigo. Diagnosis and Management of Vertigo

REHABILITASI PADA NYERI PUNGGUNG BAWAH. Oleh: dr. Hamidah Fadhil SpKFR RSU Kab. Tangerang

SKIZOFRENIA HEBEFRENIK

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ANATOMI, FISIOLOGI TELINGA, HIDUNG, TENGGOROKAN

AUDIOMETRI NADA MURNI

BAHAN AJAR VERTIGO. Nama Mata Kuliah/Bobot SKS : Sistem Neuropsikiatri / 8 SKS

KERANGKA TEORI DAN KERANGKA KONSEP Kerangka Teori

BAB 1 : PENDAHULUAN. kesehatan dan keselamatan kerja. Industri besar umumnya menggunakan alat-alat. yang memiliki potensi menimbulkan kebisingan.

Definisi Bell s palsy

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

DDH (Developmental Displacement of the Hip)-I

BAB I PENDAHULUAN. lansia, menyebabkan gangguan pendengaran. Jenis ketulian yang terjadi pada

PENILAIAN KETERAMPILAN KELAINAN THORAX (ANAMNESIS + PEMERIKSAAAN FISIK)

HUBUNGAN DIABETES MELITUS DENGAN GANGGUAN PENDENGARAN DI RSUP H. ADAM MALIK MEDAN TAHUN Oleh : ANNISA DWI ANDRIANI

ABSTRAK GAMBARAN KARAKTERISTIK MIGRAIN DI RUMAH SAKIT UMUM PENDIDIKAN (RSUP) DR. HASAN SADIKIN BANDUNG PERIODE JANUARI 2010 JUNI 2012

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

BAB I PENDAHULUAN. menimbulkan bisingan dalam proses produksi. Kebisingan dapat. memicu terjadinya Noise Induced Hearing Loss (NIHL).

Sinonim : - gangguan mood - gangguan afektif Definisi : suatu kelompok ggn jiwa dengan gambaran utama tdptnya ggn mood yg disertai dengan sindroma man

Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha Jl.Prof. Drg. Suria Sumantri No.65, Bandung

BAB I PENDAHULUAN. Menurut UU Kesehatan No. 36 Tahun 2009 mengenai kesehatan

BAB I PENDAHULUAN. makin banyak lokasi, semakin banyak bahan dan alat yang digunakan dan

KEJADIAN KURANG PENDENGARAN AKIBAT KEBISINGAN MESIN KERETA API PADA PEMUKIM PINGGIR REL DI KELURAHAN GEBANG KABUPATEN JEMBER

Obat Untuk Diabetes Dengan Komplikasi Neuropati Perifer

Telinga. Telinga tersusun atas tiga bagian yaitu telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam.

BAB 3 METODE PENELITIAN. Desain penelitian : prospektif dengan pembanding internal. U1n. U2n

BAB 1 PENDAHULUAN. bunyi. Indera pendengaran merupakan indera yang sangat penting bagi

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar belakang Masalah. Pendengaran adalah salah satu indera yang memegang peran sangat

BAB I PENDAHULUAN. tidak disebabkan kerusakan di dalam otak. Namun, dapat menyebabkan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. inflamasi kronik telinga tengah yang ditandai dengan perforasi membran timpani

BUKU PENUNTUN KERJA KETERAMPILAN KLINIK

BAB I PENDAHULUAN. Nyamuk merupakan penyebab dan pembawa beberapa jenis penyakit seperti

BAB 1 PENDAHULUAN. setelah nyeri kepala (Migren) dan low back pain menurut Abdulbar Hamid dalam

ABSTRAK. Hubungan Penurunan Pendengaran Sensorineural dengan Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Terkontrol dan Tidak Terkontrol di RSUP Sanglah

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. teknologi yang pesat menjadi stresor pada kehidupan manusia. Jika individu

Sahniriansa Sahionge,2013. Pembimbing I : Decky Gunawan,dr.,M.Kes.AIFO Pembimbing II : Endang Evacusiany,Dra.Apt.MS.AFK

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

TERAPI INHALASI MODUL PULMONOLOGI DAN KEDOKTERAN RESPIRASI. : Prosedur Tidakan pada Kelainan Paru. I. Waktu. Mengembangkan kompetensi.

GANGGUAN PENDENGARAN DI KAWASAN KEBISINGAN TINGKAT TINGGI (Suatu Kasus pada Anak SDN 7 Tibawa) Andina Bawelle, Herlina Jusuf, Sri Manovita Pateda 1

KESEHATAN MATA DAN TELINGA

Tuli Konduktif e.c Suspek Otosklerosis Auris Sinistra pada Pasien Laki-laki berusia 49 Tahun

LEMBARAN PENJELASAN KEPADA CALON SUBJEK PENELITIAN. Saya dr. Azwita Effrina Hasibuan, saat ini sedang menjalani Program

BAB I PENDAHULUAN. beberapa komponen penting, yaitu sendi temporomandibula, otot

KRITERIA DIAGNOSIS DAN DIAGNOSIS BANDING SUDDEN DEAFNESS (SSNHL)

Transkripsi:

BAB 4 PUSING BERPUTAR A. Tujuan pembelajaran 1. Melaksanakan anamnesis pada pasien dengan gangguan pusing berputar 2. Menerangkan mekanisme terjadinya dengan gangguan pusing berputar. 3. Membedakan klasifikasi dengan gangguan pusing berputar. 4. Menjelaskan etiologi dengan gangguan pusing berputar. 5. Mengidentifikasi tanda dan gejala gangguan pusing berputar. 6. Melaksanakan pemeriksaan neurologi pada pasien dengan gangguan gangguan pusing berputar. 7. Menegakkan diagnosis banding pada pasien dengan gangguan pusing berputar. 8. Merencanakan manajemen terapi pada pasien gangguan pusing berputar. 9. Menjelaskan prognosis pada pasien dengan gangguan pusing berputar. B. Pertanyaan dan persiapan dokter muda Sebagai persiapan, dapatkah Saudara menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut: 1. Apa gejala-gejala gangguan pusing berputar? 2. Apa gejala-gejala penyertanya? 3. apakah etiologi dari pusing berputar?

4. Dapatkah saudara menjelaskan bagaimana mekanisme terjadinya pusing berputar? 5. Pemeriksaan neurologis apa saja yang harus dilakukan? 6. Terapi apakah yang dapat diberikan pada pasien yang datang dengan keluhan pusing berputar? 7. Bagaimana prognosis bagi pasien dengan keluhan pusing berputar?

C. Algoritme kasus Panduan Belajar Ilmu Penyakit Saraf 2006

D. Daftar keterampilan (kognitif dan psikomotor) Dokter muda mampu melakukan test romberg, disdiadokokinesis, tes dismetri, tes nistagmus, tes tandem gait, tes nilen barani, tes kalori, tes swabach, tes rinne, tes webber E. Penjabaran prosedur 1. Hal-hal dalam anamnesis yang penting untuk pusing berputar Patient s precise defeniton of dizziness Onsetnya Keparahannya Ada atau tidaknya ilusi gerakan Presence or absence of an illusion of motion Simtom-simtomnya persinten atau intermiten jika intermiten, frekuensinya, If intermittently, frequency, duration, and timing of attacks Hubungannya pusing berputar dan posisi tubuh (misalnya berdiri,duduk, berbaring) Adanya faktor presipitasi dari pusing berputar dengan gerakan kepala Gejala-gejala penyerta (misalnya nausea, vomiting, tinnitus, hearing loss, weakness, numbness, diplopia, dysarthria, dysphagia, difficulty with gait and balance, palpitations, shortness of breath, dry mouth*, chest pain) Obat-obat yang telah digunakan, terutama obat antihipertesni atau obat ototoksis * yang disebabkan karena hiperventilasi Modified from Campell WW, Pridgeon RP. Practical Primer of Clinical Neurology, Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkin, 2002

2. Pemeriksaan fungsi pendengaran : a. Tes Rinne Tes Rinne prinsipnya membandingkan hantaran sura lewat udara dan tulang. Pada orang normal hantaran suara lewat udara adalah lebih baik dibandingkan lewat tulang (tes ini positif juga pada tuli Sensori Neural Hearing Loss, meskipun perbandingannya lebih kecil). Cara periksa: garpu tala yang sudah digetarkan diletakkan dengan kaki menempel os. Mastoideum salah satu pasien pasien diminta memberi tanda bila bunyi garpu tala sudah tidak terdengar lagi. Pada saat itu juga garpu tala dipindahkan ke depan liang telinga pasien bila normal/hantaran udara baik maka bunyi garpu tala masih terdengar minimal 2 kali lebih lama daripada yang terdengar lewat tulang mastoideum tadi. Hasil: bila masih terdengar berarti tes Rinne (+) pada tulang tersebut. Terdapat telinga normal atau tuli saraf (Sensori Neural Hearing Loss). bila sudah tak terdengar lagi alias suar garpu tala lebih baik jika lewat os. Mastoideum daripada lewat lubang telinga berarti tes Rinne (-), yang ditemui pada tuli antaran. b. Tes Weber Prinsipnya adalah membandingkan antara tulang antara telinga kiri dan kanan, dimana getaran akan terdengar lebih keras pada tuli hantaran dibandingkan pada telinga normal dan atau tuli saraf. Cara periksa: Pasien diminta menggigit garpu tala yang sudah digetarkan atau bisa juga garpu tala tersebut diletakkan di verteks.

Hasil: bila suara terdengar sama keras berarti kedua telinga normal bila salah satu sisi terdengar lebih keras (terjadi lateralisasi) berarti kemungkinan: - sisi tersebut merupakan telinga yang sakit pada pasien tuli hantaran/tuli konduktif sebab hantaran tulang sisi yang sakit diperpanjang - sisi tersebut merupakan telinga yang sehat pada pasien tuli unilateral; sebab tulang sisi yang sakit diperpendek. c. Tes Schwabach Prinsipnya adalah membandingkan hantaran tulang telinga pasien terhadap hantaran tulang telinga pemeriksa. Dengan catatan hantaran tulang pemeriksa dianggap normal (standar). Cara kerja: garpu tala yang bergetar langsung diletakkan pada planum mastoideum pemeriksa, sampai tak terdengar lagi, lalu segera dipindah ke planum mastoideum pasien dapat juga dilakukan sebaliknya pasien duluan. Hasil: bila pasien masih mampu mendengar dibandingkan pemeriksa, berarti Schwabach diperpanjang, terdapat tuli hantaran jika garpu tala diletakkan lebih dulu pada planum mastiodeum penderita baru setelah tak terdengar olehnya ke telinga pemeriksa. Dan bila pemeriksa masih mendengar berarti Schwabach diperpendek. Terdapat tuli saraf (SNHL).