IMPLEMENTASI KURIKULUM PENDIDIKAN TINGGI MELALUI PENGEMBANGAN MODEL STUDENT MANUAL

dokumen-dokumen yang mirip
III. METODE PENELITIAN. peta pikiran mata pelajaran fisika kelas X pada salah satu sekolah menengah atas

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development.

STANDAR ISI PEMBELAJARAN

STANDAR ISI SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL

I. PENDAHULUAN. agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk

SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL (SPMI) AKMI BATURAJA

BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada metode. penelitian dan pengembangan.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangankan sebuah media interaktif

BAB III METODE PENELITIAN. (educational research and development) yang mengembangkan bahan ajar

INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI AL-KAMAL

BAB III METODE PENELITIAN

STANDAR ISI SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA, FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS DIPONEGORO SPMI-UNDIP SM 04.

BAB III METODE PENELITIAN

PENELITIAN PENDIDIKAN BERGENRE RESEARCH AND DEVELOPMENT (R&D) Oleh : Pujiadi, S.Pd., M.Pd., M.Kom. Widyaiswara LPMP Jawa Tengah ABSTRAK

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. Politeknik TEDC didirikan pada tahun 2002 berdasarkan ijin. penyelenggaraan dari DIKTI No. 73/D/O/2002. Politeknik TEDC merupakan

BAB 3 METODE PENELITIAN. Penelitian ini secara umum merupakan penelitian yang bertujuan untuk

BAB III METODELOGI PENELITIAN

MENYUSUN KURIKULUM: MENJAWAB TANTANGAN KERJA GLOBAL

Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 232/U/2000

UJIAN AKHIR SEMESTER. Mata Kuliah Metodologi Penelitian Pendidikan. Dosen Pengampu : Prof. Dr. Siti Partini dan Dr. Muh Farozin, M. Pd.

PENGEMBANGAN MEDIA DIGITAL MATH GAME DENGAN MODEL ETNOMATEMATIKA PADA MATA KULIAH MATEMATIKA SMA DITINJAU DARI KEVALIDANNYA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

1. Pasal 7 ayat 1, kurikulum terdiri atas: a. Kurikulum Inti dan b. Kurikulum Institusional Kurikulum inti merupakan kelompok bahan kajian dan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini di fokuskan pada pengembangan model pembelajaran dalam

PEMA UNDIKNAS Standar & Borang SPMI Beban SKS Efektif Program Studi D.25

STANDAR ISI SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO

Manual Mutu Kurikulum Universitas Sanata Dharma MM.LPM-USD.02. Manual Mutu Kurikulum 2

STANDAR ISI PEMBELAJARAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Pedoman Revisi Kurikulum UNSIMAR Poso PJM

KEPUTUSAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL, REPUBLIK INDONESIA NOMOR 232/U/2000 TENTANG

KEPUTUSAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 232/U/2000 TENTANG

Research and Development

BAB III METODE PENELITIAN. dipertanggungjawabkan (Nana Syaodih Sukmadinata, 2009: ).

MONITORING DAN EVALUASI PERGURUAN TINGGI SWASTA JAKARTA 2009

KANTOR PENJAMINAN MUTU INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

B A D A N P E N J A M I N A N M U T U

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa model

GUGUS KENDALI MUTU PROGRAM STUDI MAGISTER TEKNIK ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK USU

BAB III METODE PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan research and

BAB III METODOLOGI. Bab ini menguraikan metode penelitian yang digunakan, subyek penelitian,

MANAJEMEN PENGEMBANGAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI MENGACU KERANGKA KUALIFIKASI NASIONAL INDONESIA (KKNI):

BAB III METODE PENELITIAN. sangat pesat, tidak hanya berorientasi pada penelitian dasar (basic research) dan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. proses atau langkah-langkah untuk mengembangkan suatu produk baru atau

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan dengan metode Penelitian Pengembangan atau

Penelitian dan Pengembangan R&D

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Kehidupan dalam era global menuntut berbagai perubahan pendidikan yang

MANUAL PENINGKATAN STANDAR AKADEMI KEBIDANAN WIJAYA KUSUMA MALANG

PEDOMAN PENGEMBANGAN KURIKULUM SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI CURUP TAHUN 2014

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode Riset and Development atau

MANUAL MUTU UNIVERSITAS MALIKUSSALEH TAHUN

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UNIPMA

PEDOMAN REVISI DAN PENERAPAN KURIKULUM PROGRAM STUDI PROGRAM STUDI NERS SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES) MATARAM

Manual Mutu Akademik FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ISLAM MALANG. Universitas Islam Malang, 2015 All Rights Reserved

BAB III METODE PENELITIAN. atau Research and Development (R&D), yang bertujuan untuk

policy? pedoman? metoda? model belajar? ?...?...?

BAB III METODE PENELITIAN

Manual Mutu Akademik FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA

DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... KEPUTUSAN KETUA STMIK PRABUMULIH... BAB I PENDAHULUAN... 1

III. METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian dan

MONITORING DAN EVALUASI PERGURUAN TINGGI SWASTA JAKARTA 2009

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini bertujuan mengembangkan bahan ajar workshop tentang

III. METODOLOGI PENELITIAN. dan pengembangan (Research and Development). Menurut Borg and Gall (2003),

Kata Kunci: Manajemen Pendidikan, Efektivitas dan Efisiensi, Pembelajaran.

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Pendidikan Kewarganegaraan Sebagai Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian

MANUAL MUTU AKADEMIK

MANUAL MUTU AKADEMIK FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Bab III tesis ini bertujuan menjelaskan metode dan prosedur atau tahapan

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

STANDAR ISI SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research

SERI MATERI PEMBEKALAN PENGAJARAN MIKRO 2015 PUSAT PENGEMBANGAN PPL & PKL KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

PENGEMBANGAN MODUL IPA BERBASIS EKSPERIMEN MATERI PERISTIWA ALAM DI INDONESIA UNTUK SISWA KELAS V SD ARTIKEL

BAB III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan atau Research &

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

PENYUSUNAN MODUL EVALUASI PEMBELAJARAN SEJARAH BERBASIS AUTHENTIC ASSESSMENT PORTOFOLIO

RENCANA STRATEGIS TAHUN

THE DEVELOPMENT OF LEARNING MEDIA BASED ON MULTILEVEL INTERACTIVE QUIZ FOR EXERCISING AL-QUR AN LETTER READING ON STUDENTS WITH HEARING IMPAIRMENT

PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERMUATAN KARAKTER PADA MATERI JURNAL KHUSUS

STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN TINGGI Oleh : Nisa Muktiana/ Nisamuktiana.blogs.uny.ac.id

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN MIKRO INOVATIF BAGI PENINGKATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK CALON GURU BAHASA INDONESIA

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN. Lokasi penelitian di Bandar Lampung. Subjek pada tahap studi lapangan adalah

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Tujuan akhir penelitian ini adalah untuk mengembangkan aplikasi social

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Untuk memenuhi tujuan penelitian, maka penelitian ini didesain dengan

STANDAR 2 STANDAR ISI

Ketentuan Akademik 1. Kurikulum Kepmendiknas nomor 232/U/2000

Transkripsi:

IMPLEMENTASI KURIKULUM PENDIDIKAN TINGGI MELALUI PENGEMBANGAN MODEL STUDENT MANUAL MATA KULIAH DASAR KEAHLIAN (MKK) DI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA CIREBON Oleh: Mumu Muzayyin Maq Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon, Jawa Barat ABSTRAK Penelitian ini dilatar belakangi oleh persalahan yang sering muncul pada setiap mata kuliah dalam proses implementasinya. Salah satu program yang harus dikembangkan ialah pengembangan student manual untuk setiap mata kuliah keahlian khusus. Program pengembangan ini bertujuan untuk mempersiapkan mahasiswa mengusai kompetensi yang dirumuskan dalam kurikulum. Kompetensi tersebut meliputi; (1) Memiliki persepsi dan sikap positif terhadap belajar dan berupaya untuk memperoleh kesuksesan, (2) Mampu memperoleh dan mengintegrasikan pengetahuan, ketrampilan dan sikapnya terhadap mata kuliah dan program studi yang diminatinya, (3) Mampu memperluas dan memperdalam pengetahuan, ketrampilan dan sikap dalam berkarya, (4) Mampu menerapkan pengetahuan, ketrampilan dan sikapnya secara bermakna, (5) Mampu membangun kebiasaan berpikir kritis dan inovatif, bersikap dan bekerja produktif, (6) Menguasai subtansi dan metodologi dasar keilmuan bidang studinya, (7) Menguasai materi ajar mata pelajaran dalam kurikulum sekolah sesuai dengan bidang studinya, (8) Memahami karakteristik, cara belajar dan bekal belajar awal.pengembangan student manual mencakup beberapa pokok substansi dalam mata kuliah antara lain; waktu, lingkup materi, dan proses belajar, pengorganisasian materi pembelajaran, perkembangan dan kemajuan bidang ilmu, teknologi, dan seni. Agar materi yang diajarkan dapat menjamin mutu lulusan yang dihasilkan maka materi ajar yang dikembangkan harus benar-benar sistematis dan sesuai dengan kompetensi. Setidaknya ada lima hal penting yang harus diperhatikan dalam penataan materi ajar dan rumusan kompetensi pada program studi antara lain; (1) seimbang antara keluasan dan kedalaman dengan waktu yang tersedia, (2) sistematis dan kontekstual materi dan sistem evaluasi, (3) semaksimal mungkin dapat mengakomodasi partisipasi aktif mahasiswa, (4) dapat menarik manfaat optimal dari perkembangan dan kemajuan IPTEK dan seni, (5) sesuai dengan kompetensi yang diharapkan. Kata Kunci:Implementasi Kurikulum, Student Manual, Kompetensi Mata Kuliah PENDAHULUAN Pengembangan pendidikan dilakukan melalui berbagai macam pendekatan baik secara internal maupun eksternal. Berbagai pendekatan yang diterapkan semata-mata bertujuan untuk memberikan berbagai perubahan pada berbagai sektor pendidikan. Salah satu pendekatan yang digunakan ialah dengan pengembangan model implementasi kurikulum. Kurikulum memiliki kedudukan sentral yang bersifat sebuah rujukan dalam seluruh proses dan produk dari berbagai program pendidikan. Paradigma hubungan pendidikan dengan kurikulum adalah hubungan antara tujuan dengan isi pendidikan (hubungan antara sasaran dan isi). Kurikulum mengarahkan segala bentuk aktivitas pendidikan untuk tercapainya suatu tujuan pendidikan yang komprehensif. Fullan (1982: 25) mendefinisikan bahwa implementasi sebagai proses dilaksanakannya ide, program dan serangkaian aktivitas yang baru oleh 16

seorang yang mengusahakan dan mengharapkan perubahan. Konteks kurikulum pada perguruan tinggi merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi maupun bahan kajian dan pelajaran serta cara penyampaian dan penilaiannya yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar - mengajar di perguruan tinggi yang mempunyai unsur elemen kompetensi yang harus dikuasai oleh mahasiswanya. Elemen tersebut dirumuskan melalui SK MENDIKNAS No: 045/U/2002 adalah sebagai berikut: 1) Landasan Kepribadian (LK), landasan ini menjadi kelompok bahan kajian dan pelajaran untuk pengembangan manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur. 2) Penguasan Ilmu dan Ketrampilan (PIK) ialah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang ditujukan terutama untuk memberikan landasan penguasaan ilmu dan keterampilan tertentu. 3) Kemampuan Berkarya (KB) ialah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang bertujuan menghasilkan tenaga ahli dengan kekaryaan berdasarkan ilmu dan keterampilan yang dikuasai. Mata kuliah KB pada kurikulum tahun 2002, terdiri dari Mata kuliah KB wajib dan MKB pilihan. Semua bahan kuliah dalam kelompok Mata KB dapat digunakan oleh mahasiswa sebagai matakuliah pendukung skripsi. 4) Sikap dan Perilaku dalam Berkarya (SPB) ialah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang bertujuan untuk membentuk sikap dan perilaku yang diperlukan seseorang dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan ilmu dan keterampilan yang dikuasai. Kurikulum yang diterapkan diharapkan mampu untuk meningkatkan mutu lulusan dalam rangka pencapaian kualitas secara berkelanjutan. Permasalahan yang berkaitan dengan relevansi dan mutu lulusan merupakan sebagai sebuah substansi terpenting oleh setiap lulusan perguruan tinggi. Permasalahan yang paling umum muncul dalam implementasi kurikulum di tingkat perguruan tinggi ialah kurang optimaslisasi sebuah panduan desain pelaksanaan implementasi kurikulum. Permasalahan ini berkenaan dengan pengembangan sistem yang memiliki nilai integrasi kepada berbagai unit teknis pelaksana program implementasi kurikulum. Student manual (panduan sistem) menjadi grand desain yang menjadi harga tawar kepada mahasiswa dan stakeholder untuk terus dikembangkan. Pola otonomi yang dimiliki oleh setiap kampus akan mengantarkan kepada pengembangan sebuah sistem yang terorganisir dalam satu kontrol kualitas sistem yang komprehensif. Pengembangan model student manual menjadi sebuah program yang terus dilakukan untuk mengubah sebuah sistem menjadi lebih efektif. Pengembangan model tersebut masih kurang mendapatkan dukungan penuh dari berbagai pemangku kebijakan sehingga dalam perjalanannya kurang optimal. Proses yang dilakukan ialah penyempurnaan dan penyederhanaan sistem terhadap student manual tersebut. Sistem evaluasi dan monitoring berskala internal masih kurang mendapat dukungan dan masih terlalu jarang dilakukan sehingga proses tersebut akan mengalami stagnasi dalam penyempurnaan produk model pengembangan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development). Pendapat Sukmadinata (2005:164) bahwa penelitian dan pengembangan ialah suatu proses atau langkah-langkah untuk mengembangkan suatu produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada yang dapat dipertanggungjawabkan. Melalui tinjauan secara metodologi, bahwa penelitian ini ialah penelitian pengembangan ( research and development) menggunakan pendekatan kualitatif. Borg dan Gall (1983 : 624) menyatakan a process used to develop and validate educational product. Langkah-langkah dalam penelitian ini dapat dituangkan dalam berbagai siklus yang berdasarkan kajian dan temuan penelitian, setelah itu dilakukan dan dikembangkan suatu produk yang didasarkan pada temuan kajian pendahuluan, diuji dalam suatu situasi dan dilakukan revisi terhadap hasil uji coba sampai pada akhirnya diperoleh suatu model 17

(product) yang dapat digunakan untuk meningkatkan hasil. Dasar pertimbangan dalam pemakaian desain penelitian ini Research and Development, adalah bahwa pendekatan ini dapat mengembangkan dan memvalidasi produk pendidikan dan merupakan strategi untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Prosedur penelitian ini mengemukakan tentang teknik penelitian dengan pengembangan (Research and Development). Prinsip metode ini adalah mengembangkan suatu produk pendidikan, mengujicobakan produk di lapangan, dan menyempurnakan produk berdasarkan data dari lapangan. Dalam penelitian ini, Borg dan Gall (1983 : 626) mengemukakan beberapa langkah yang harus ditempuh antara lain : 1. Research and information collecting (penelitian dan pengumpulan informasi). 2. Planning (perencanaan). 3. Develop Preliminary form of Product (mengembangkan bentuk produk pendahuluan). 4. Preliminary field testing (melakukan pengujian lapangan awal) 5. Main field testing (melakukan pengujian lapangan utama) 6. Main product revision (melakukan revisi produk utama). Populasi dalam penelitian ini ialah seluruh dosen tetap Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon sejumlah 90 orang. Adapun sampel yang digunakan dalam penelitian ini ialah seluruh dosen tetap pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon sebanyak 24 orang dosen. PEMBAHASAN Amanat dari Undang-Undang RI No. 23 tahun 2005 tentang system pendidikan nasional menyatakan bahwa pendidikan tinggi merupakan jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister, spesialis, dan doktor yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi dimana penyelenggaraan pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuannya diberikan kebebasan akademik dan kebebasan mimbar akademik serta otonomi keilmuan. Pokok dasar hukum Pengembangan & Implementasi Kurikulum di Perguruan Tinggi adalah (1) UU RI no. 23 tahun 2005 tentang Sistem Pendidikan Nasional,(2) Kepmendiknas no. 232 tahun 2000 tentang Kurikulum di Perguruan Tinggi, (3) Kepmendiknas no. 45 tahun 2002 tentang pedoman penyusunan kurikulum pendidikan tinggi dan penilaian hasil belajar mahasiswa, (4) PP no. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dan (5) Higher Education Long Term Strategy (HELTS) 2003-2010. Berdasarkan dari berbagai dasar hukum tersebut, bahwa perguruan tinggi memiliki otonomi untuk mengelola sendiri lembaganya sebagai pusat penyelenggaraan pendidikan tinggi, penelitian ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat. Hal ini mengisyaratkan bahwa perguruan tinggi diberikan tanggung jawab untuk mengembangkan kerangka dasar dan struktur kurikulumnya secara mandiri dengan mengacu pada standar nasional pendidikan yang telah ditetapkan untuk setiap program studi. Kurikulum pendidikan tinggi yang menjadi dasar penyelenggaraan program studi terdiri dari kurikulum inti dan kurikulum institusional. Kurikulum inti merupakan kelompok bahan kajian dan pelajaran yang harus dicakup dalam suatu program studi yang dirumuskan dalam kurikulum yang berlaku secara nasional. Implementasi kurikulum melalui pengembangan model student manual untuk menggali dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan ketrampilan, keahlian berkarya, sikap berperilaku dalam berkarya dan cara berkehidupan bermasyarakat, sebagai persyaratan minimal yang harus dicapai peserta didik dalam penyelesaian suatu program studi. Konsep dari Student manual ialah memberikan sebuah gambaran ringkas dari suatu materi setiap mata kuliah yang diambil oleh mahasiswa sehingga dapat membantu mahasiswa dalam menentukan materi-materi yang penting dalam perjalanan perkuliahan selama satu semester mata kuliah yang dikontraknya. Student manual dapat memberikan informasi penting berkenaan dengan sistem perkuliahan yang akan dilaksanakan bersama. Konsep ini memiliki kemiripan rasionalitas. Manual memberikan bagi semua sebuah rencana dan rujukan umum. Keputusan akhir mengenai bentuk dan isi dari Student manual harus 18

berdasarkan pada struktur aktual dari mata kuliah, jumlah mahasiswa siswa yang terlibat, jenis perkuliahan (pengajaran di kelas, laboratorium, pengalaman lapangan, diskusi, dan seterusnya), tujuan pembelajaran, apa yang diharapkan dilakukan oleh mahasiswa, dan seberapa banyak arahan yang diinginkan fakultas agar dimiliki mahasiswa selama mengikuti proses perkuliahan dalam satu semeter tersebut. Beberapa hasil analisis data lapangan bahwa ada beberapa kelebihan dalam desain student manual antara lain: 1. Jika mahasiswa membaca dan memahami dengan jelas apa yang harus mereka selesaikan dan waktu yang diberikan untuk menyelesaikannya, mereka kemungkinan menyelesaikan tugas tepat waktu dan mempersiapkan diri dengan baik untuk ujian. 2. Sebuah manual yang dibuat dengan memperhatikan berbagai kepentingan pengembangan dalam implementasi kurikulu, maka akan dapat mencakup kerangka informasi yang harus diberikan secara terperinci, reproduksi diagram dan tabel yang penting juga harus dimasukan kedalam manual tersebut. 3. Manual akan dapat memberikan sebuah contoh soal dalam manual memiliki dampak positif dengan hasil yang maksimal dalam pembelajaran sekaligus mengurangi kegelisahan ketika ujian. Semakin mahasiswa tahu akan prioritas pembelajaran, maka mereka akan semakin efektif dan efisien dalam belajar. 4. Sebuah manual memperkenalkan mahasiswa dengan logistik yang dibutuhkan. Sebuah manual merinci hal ini sehingga mahasiswa tahu apa yang akan dihadapi dalam setiap pertemuan. 5. Manual harus menggambarkan perkualiahan, sasaran dan tujuannya secara terperinci dan jelas. 6. Manual diberikan diawal perkuliahan dan diberikan penjelasan dengan lengkap. Tabel 1.1 Hasil Prosentase Unsur dalam Manual(dalam %) No Unsur Manual Tidak Sangat Penting Penting Penting 1 Kalender Akademik 100 2 Batasan Waktu Pembayaran Akademik 100 3 Identitas Mata Kuliah 100 4 Status Mata Kuliah 80 5 Tujuan Manual dan Cara Penggunaan 100 6 Tujuan Mata Kuliah 100 7 Deskripsi kompetensi mata kuliah 100 8 Ketersediaan modul perkuliahan 9 Deskripsi program kuliah perpertemuan 95 10 Deskripsi tugas kuliah perpertemuan 100 11 Deskripsi materi perpertemuan 95 12 Metode yang bervariasi 100 13 Sistem alokasi waktu pertemuan 100 14 Media yang digunakan 80 15 Prosedur evaluasi dan penilaian 90 16 Buku rujukan perkuliahan 100 17 Sistem Evaluasi Mata Kuliah 100 18 Program Remedial Mata Kuliah 50 19 Evaluasi Remedial Mata Kuliah 60 20 Evaluasi Standar Mata Kuliah 80 19

Tabel 1.2 Hasil Pengembangan Model No Sebelum Pengembangan Setelah Pengembangan 1 Kalender Akademik Kalender Akademik per prodi lebih jelas 2 Batasan Waktu Pembayaran Akademik SOP Pembayaran Akademik 3 Identitas Mata Kuliah Rumpun Mata Kuliah dijelaskan 4 Status Mata Kuliah Status dan Penempatan Mata Kuliah 5 Tujuan Manual dan Cara Penggunaan SOP Penggunaan Manual 6 Tujuan Mata Kuliah Deskripsi Perkompetensi lebih Jelas 7 Deskripsi kompetensi mata kuliah Unsur Pembentukan Kompetensi Jelas 8 Ketersediaan modul perkuliahan Modul Mata Kuliah diperbaharui 9 Deskripsi program kuliah perpertemuan Adanya Penjelasan Tugas Kuliah 10 Deskripsi tugas kuliah perpertemuan Manual Tugas lebih terperinci 11 Deskripsi materi perpertemuan Materi terperinci dan jelas 12 Metode yang bervariasi Penggunaan variasi metode jelas 13 Sistem alokasi waktu pertemuan Prekwensi waktu harus tertulis 14 Media yang digunakan Media Bervariasi 15 Prosedur evaluasi dan penilaian Kejelasan teknik dan prosedur evaluasi 16 Buku rujukan perkuliahan Buku harus uptodate 17 Sistem Evaluasi Mata Kuliah Prosedur dan sistem evaluasi jelas 18 Program Remedial Mata Kuliah Data dan nilai mata kuliah 19 Evaluasi Remedial Mata Kuliah Dukungan sistem evaluasi 20 Evaluasi Standar Mata Kuliah Review mata kuliah KESIMPULAN Pengembangan program student manual dalam pengembangan sistem implementasi mata kuliah mendapatkan dukungan sistem dari berbagai pihak. Hal ini ditunjukan dengan ketersediaannya perangkat-perangkat pembelajaran untuk setiap mata kuliah yang diperlukan oleh setiap mahasiswa. Penerapan students manual dikhususkan pada mata kuliah dasar keahlian pada setiap mata kuliah yang terdapat di program studi pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon. Mata kuliah dasar keahlian diberikan kepada mahasiswa sesuai dengan jurusan dan program studinya untuk mempermudah proses pembelajaran dan evaluasinya. 20

Berdasarkan hasil pengembangan program student manual ada beberapa hasil yang diperoleh sebagai upaya penyempurnaan model implementasi mata kuliah secara maksimal. implementasi student manual sebagai proses dilaksanakannya ide, program dan serangkaian aktivitas yang baru sebagai usaha dan harapan terhadap perubahan sistem. Pengembangan model student manual pada sektor implementasi kurikulum yang diterapkan diharapkan mampu untuk meningkatkan mutu lulusan dalam rangka pencapaian kualitas secara berkelanjutan. Kenyataannya, tak sedikit para stakeholder yang meragukan akan mutu lulusan perguruan tinggi yang dianggap tidak mampu bersaing untuk bekerja di sektor modern. Hal tersebut ditandai dengan adanya kemampuan untuk bersaing di era global, memiliki subtansi dan criteria kualitas yang terus berkembang, berkaitan dengan pengguna/stakeholder, memiliki prinsip keadilan dan tanggung jawab social, serta memiliki keunggulan. Dengan demikian program pengembangan student manual sangat diperlukan untuk mempersiapkan lulusan yang siap bersaing pada sektor modern. DAFTAR RUJUKAN Akker, J.V. 2006. Principles and Methods of Development Research : Educational Design Research. Arizona : Rotledge. Creswell, John W. 2008. Educational Research: Planning, Conducting and Evaluating Quantitative and Qualitative Research. Third Edition. New Jersay : Pearson, Merril Prenticel Hall. Dimyati dan Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran, Rineka Cipta, 2006, Jakarta. Ditjen Dikti. (1996). Kerangka Pengembangan Pendidikan Tinggi Jangka Panjang. Jakarta:Dikti Ditjen Dikti. 2003. Higher Education Long Term Strategy. Jakarta: Ditjen Dikti E Mulyasa. 2014.Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Nana Syaodih Sumadinata. 2006.Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Rosdakarya. PT. Remaja Rodgers, C.A., dan Burnett, R.E. 1981. Student Manual : The Rationale and Design. (Revision Edition) Syracuse. New York: Center for Instructional Development, Syracuse University. Rusman.2008. Manajemen Kurikulum.Bandung: SPS Universitas Pendidikan Indonesia. Russell, James D. 1984. Modular Instruction: A guide to Design, Selection, Utilization and Evaluation of Modular Materials. Minneapolis: Burgess Publishing Company. Sugiyono. 2004. Metode Penelitian Administrasi. Bandung : Alfabeta. 21