TEORI DASAR RADIOTERAPI

dokumen-dokumen yang mirip
BAB II Besaran dan Satuan Radiasi

BAB III BESARAN DOSIS RADIASI

PELURUHAN RADIOAKTIF. NANIK DWI NURHAYATI,S.Si,M.Si nanikdn.staff.uns.ac.id

MODEL ATOM. Atom : bagian terkecil suatu elemen yg merupakan suatu partikel netral, dimana jumlah muatan listrik positif dan negatif sama.

1BAB I PENDAHULUAN. sekaligus merupakan pembunuh nomor 2 setelah penyakit kardiovaskular. World

Materi. Radioaktif Radiasi Proteksi Radiasi

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Badan Tenaga Nuklir Nasional

Radioaktivitas Henry Becquerel Piere Curie Marie Curie

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

PENGUKURAN RADIASI. Dipresentasikan dalam Mata Kuliah Pengukuran Besaran Listrik Dosen Pengajar : Dr.-Ing Eko Adhi Setiawan S.T., M.T.

BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang

RADIOAKTIF Oleh Arif Yachya, M.Si

BAB 2 RADIOTERAPI KARSINOMA TIROID. termasuk untuk penyakit kanker kepala dan leher seperti karsinoma tiroid.

FISIKA ATOM & RADIASI

ANALISIS WAKTU PELURUHAN TERHADAP PERSYARATAN DOSIS RADIOISOTOP UNTUK PEMERIKSAAN GONDOK

Jumlah Proton = Z Jumlah Neutron = A Z Jumlah elektron = Z ( untuk atom netral)

BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang

DOSIS SERAP DI SEKITAR BATAS DISTRIBUSI BORON

2. Dari reaksi : akan dihasilkan netron dan unsur dengan nomor massa... A. 6

Xpedia Fisika. Soal Fismod 1

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

Radioaktivitas dan Reaksi Nuklir. Rida SNM

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I Jenis Radiasi dan Interaksinya dengan Materi

BORON NEUTRON CAPTURE THERAPY (BNCT)

BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang

Oleh ADI GUNAWAN XII IPA 2 FISIKA INTI DAN RADIOAKTIVITAS

RADIOKIMIA Kinetika dan waktu paro peluruhan. Drs. Iqmal Tahir, M.Si.

PENEMUAN RADIOAKTIVITAS. Sulistyani, M.Si.

KIMIA INTI DAN RADIOKIMIA. Stabilitas Nuklir dan Peluruhan Radioaktif

Kedua nuklida tersebut mempunyai nomor massa (A) yang sama dengan demikian nuklida-nuklida tersebut merupakan isobar.

BAB II DASAR TEORI Sinar-X

X. ADMILNISTRASI. 1. Konsep satuan-satuan radiasi. Besaran-besaran radiologis yang banyak digunakan dalam proteksi radiasi adalah :

FISIKA INTI DI BIDANG KEDOKTERAN, KESEHATAN, DAN BIOLOGI

Xpedia Fisika. Soal Fismod 2

BAB I PENDAHULUAN. Kanker kepala dan leher adalah penyebab kematian akibat kanker tersering

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Bab 2. Nilai Batas Dosis

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang dan Rumusan Masalah. Penggunaan radiasi dalam bidang kedokteran terus menunjukkan

BAB 1 PENDAHULUAN. Salah satu bentuk pemanfaatan radiasi pengion adalah untuk terapi atau yang

ZAT RADIO AKTIF DAN PENGGUNAAN RADIO ISOTOP BAGI KESEHATAN ABDUL JALIL AMRI ARMA

BAB III PROTOKOL PENANGANAN KANKER PROSTAT DENGAN EKSTERNAL BEAM RADIATION THERAPY (EBRT)

PENEMUAN RADIOAKTIVITAS. Sulistyani, M.Si.

BAB I PENDAHULUAN. utama kematian akibat keganasan di dunia, kira-kira sepertiga dari seluruh kematian akibat

I PENDAHULUAN. menerapkan gelombang elektromagnetik, yang bertujuan untuk mengurangi

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

Metode Monte Carlo adalah metode komputasi yang bergantung pada. pengulangan bilangan acak untuk menemukan solusi matematis.

PELURUHAN RADIOAKTIF

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD 01) FISIKA INTI

adukan beton, semen dan airmembentuk pasta yang akan mengikat agregat, yang

2. Radioaktivitas Atom terdiri atas inti atom dan elektron-elektron yang beredar mengitarinya. Reaksi kimia biasa (seperti reaksi pembakaran dan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Permasalahan. langsung maupun tidak langsung. Interaksi antara sinar X dengan sel akan terjadi

BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB V Ketentuan Proteksi Radiasi

Partikel sinar beta membentuk spektrum elektromagnetik dengan energi

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. massanya, maka radiasi dapat dibagi menjadi radiasi elektromagnetik dan radiasi

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 1 PENDAHULUAN. radionuklida, pembedahan (surgery) maupun kemoterapi. Penggunaan radiasi

BAB I PENDAHULUAN. Radiasi matahari merupakan gelombang elektromagnetik yang terdiri atas medan listrik dan medan magnet. Matahari setiap menit

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

INTERAKSI RADIASI DENGAN MATERI NANIK DWI NURHAYATI,S.SI,M.SI

ALAT UKUR RADIASI. Badan Pengawas Tenaga Nuklir. Jl. MH Thamrin, No. 55, Jakarta Telepon : (021)

DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN

RENCANA PERKULIAHAN FISIKA INTI Pertemuan Ke: 1

Kimia Inti dan Radiokimia

PEMBUATAN KURVA ISODOSIS PAPARAN RADIASI DI RUANG PEMERIKSAAN INSTALASI RADIOLOGI RSUD KABUPATEN KOLAKA - SULAWESI TENGGARA

Xpedia Fisika DP SNMPTN 03

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Runusan Masalah

RADIOKIMIA Tipe peluruhan inti

: Dr. Budi Mulyanti, MSi. Pertemuan ke-16

PELURUHAN GAMMA ( ) dengan memancarkan foton (gelombang elektromagnetik) yang dikenal dengan sinar gamma ( ).

PENGARUH EKSTRAK KULIT MANGGIS TERHADAP KANDUNGAN PROTEIN DAGING SAPI YANG DIRADIASI GAMMA

PELURUHAN SINAR GAMMA

BUKU PINTAR PROTEKSI DAN KESELAMATAN RADIASI DI RUMAH SAKIT

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Kanker kepala dan leher merupakan salah satu tumor ganas yang banyak

PAPER BIOLOGI UMUM PENERAPAN ILMU BIOLOGI KE ILMU FISIKA Sinar Gama Penghambat Sel Kanker

DASAR-DASAR TEORI YANG MENDASARI KAJIAN BIORADIASI ANTARA LAIN MODEL ATOM, INTI ATOM DAN RADIOAKTIVITAS ENERGI ABSORSI

U Th He 2

DAFTAR ISI. BAB I PENDAHULUAN. 01 A. Latar Belakang.. 01 Tujuan Instruksional Umum.. 01 Tujuan Instruksional Khusus. 01

BAB III Efek Radiasi Terhadap Manusia

CATATAN KULIAH ATOM, INTI DAN RADIOAKTIF. Diah Ayu Suci Kinasih Departemen Fisika Universitas Diponegoro Semarang 2016

BLOK ELECTIVE. Oleh : Dr.Evo Elidar Hrp.Sp.Rad

Pengantar Dasar Fisika dan Radiologi Kedokteran Gigi Bagi Mahasiswa Kedokteran Gigi

BAB I PENDAHULUAN. tubuh manusia karena terpapari sinar-x dan gamma segera teramati. beberapa saat setelah penemuan kedua jenis radiasi tersebut.

INTI DAN RADIOAKTIVITAS

SMA / MA IPA Mata Pelajaran : Fisika

KIMIA (2-1)

ANALISIS DOSIS RADIASI PADA KOLAM AIR IRADIATOR GAMMA 2 MCi MENGGUNAKAN MCNP

BAB FISIKA INTI DAN RADIOAKTIVITAS

RADIOAKTIVITAS BAGIAN I

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Badan Tenaga Nuklir Nasional

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Alat Proteksi Radiasi

SPEKTROSKOPI-γ (GAMMA)

Analisis Pengaruh Sudut Penyinaran terhadap Dosis Permukaan Fantom Berkas Radiasi Gamma Co-60 pada Pesawat Radioterapi

SUB POKOK BAHASAN. I. Dosis Radiasi & Satuan Pengukur. Dosis Radiasi

PENGUKURAN LAJU DOSIS PAPARAN RADIASI EKSTERNAL DI AREA RADIOTERAPI RSUD DR. SAIFUL ANWAR MALANG. Diterima: 6 Juni 2016 Layak Terbit: 25 Juli 2016

Transkripsi:

BAB 2 TEORI DASAR RADIOTERAPI Radioterapi atau terapi radiasi merupakan aplikasi radiasi pengion yang digunakan untuk mengobati dan mengendalikan kanker dan sel-sel berbahaya. Selain operasi, radioterapi menjadi salah satu metode pengobatan penting untuk membunuh kanker. Ada dua teknik pemberian radiasi, pertama sumber radiasi berasal dari luar tubuh pasien dengan menggunakan mesin khusus, yang dikenal dengan radioterapi eksternal (External Beam Radiation Therapy-EBRT) dan yang kedua dengan menempatkan sumber radioaktif dalam tubuh pasien (brachytherapy). Keefektifan biologi radiasi pengion merupakan fungsi dari linear energy transfer (LET) radiasi pengion, yang akan berbeda untuk setiap jenis radiasi. Jenis radiasi yang dihasilkan dari radioterapi eksternal digambarkan sebagai radiasi dengan LET rendah, dimana energi yang disampaikan pada materi/medium memiliki tingkat mengionisasi yang sedikit atau jarang terjadi. Untuk memperoleh respon biologi yang sama, maka penggunaan radiasi pengion dengan LET rendah membutuhkan dosis yang lebih tinggi dibandingkan radiasi pengion dengan LET tinggi. Dalam penggunaannya, ada dua tujuan utama radioterapi. Tujuan kuratif dan tujuan paliatif [1]. Untuk tujuan kuratif, dosis yang diberikan digunakan untuk membunuh sel tumor. Untuk tujuan ini, radioterapi digunakan dalam periode empat sampai tujuh minggu. Untuk tujuan paliatif, radioterapi digunakan untuk mengurangi gejala yang ditimbulkan dari tumor, misalnya mengurangi sakit, menghentikan pendarahan atau untuk mencegah bahaya penyebaran tumor pada bagian struktur sehat disekitarnya. Pada tujuan ini, radioterapi hanya diberikan dalam periode waktu yang relatif singkat, dalam satu hari atau satu dua minggu. 4

2.1 Satuan Radiasi 2.1.1 Nilai Sinar/Paparan Nilai sinar-x dikenal juga dengan roentgen (R) menyatakan besarnya intensitas sinar-x atau sinar gamma yang dapat menghasilkan ionisasi di udara dalam jumlah tertentu. Dalam hal ini 1 roentgen adalah intensitas sinar-x atau sinar gamma yang dapat menghasilkan ionisasi di udara sebanyak 1,01 10 15 pasangan ion [2] (atau 2,58 10-4 muatan listrik) per kilogram udara [1]. dimana ΔQ adalah jumlah muatan dari semua ion yang dihasilkan ketika semua elektron dibebaskan oleh foton dalam elemen volume udara bermassa Δm. 2.1.2 Dosis Serap Satuan roentgen tidak dapat digunakan untuk mengetahui besarnya dosis radiasi yang diterima oleh suatu medium. Oleh sebab itu didefinisikan besaran dosis serap yang merupakan ukuran banyaknya energi yang diberikan oleh radiasi pengion per unit massa medium [3], yang dapat dituliskan dalam persamaan di bawah ini dimana ΔE d adalah energi yang diberikan radiasi pengion terhadap medium dengan volume tertentu. Δm adalah massa medium dalam elemen volume tersebut. Satuan dosis serap adalah rad [1-3]. 5

Dosis serap sebesar 1 rad sama dengan jumlah radiasi yang diberikan sebesar 0,01 joule energi dalam 1 kg medium. Dalam satuan SI, satuan dosis serap disebut dengan gray, yang disingkat dengan Gy, dengan 1 Gy sebanding dengan 100 rad. 2.1.3 Dosis Ekuivalen Satuan dosis ekuivalen digunakan berkaitan dengan pengaruh radiasi terhadap tubuh manusia atau sistem biologis lainnya. Dalam hal tingkat kerusakan sistem biologis yang dapat ditimbulkan oleh suatu radiasi tidak hanya bergantung pada dosis serapnya saja, tetapi bergantung juga pada jenis radiasinya. Dalam hal ini, ada suatu faktor yang ikut menentukan perhitungan dosis ekuivalen, yang dikenal dengan nama Quality Factor (Q), merupakan suatu (faktor) bilangan yang bergantung pada jenis radiasinya. Satuan untuk dosis ekuivalen adalah rem (rontgent equivalent of man) [2]. Dosis ekuivalen (rem) = dosis serap(rad) Q (2.4) Dalam satuan SI, dosis ekuivalen dinyatakan dalam satuan sievert, disingkat dengan Sv. 1Sv sama dengan 100 rem. Hubungan antara sievert dengan gray dan Q adalah sebagai berikut : Dosis ekuivalen(sv) = dosis serap (Gy) Q N (2.5) dengan N adalah faktor koreksi terhadap adanya laju dosis serap dan faktor koreksi lainnya. Pada saat ini harga N menurut International Commission of Radiation Protection (ICRP) mendekati 1, sehingga persamaannya menjadi: Dosis ekuivalen (Sv) = dosis serap (Gy) x Q (2.6) Harga quality factor (Q) ditentukan oleh kemampuan jenis radiasi dalam mengionisasi materi yang dilewatinya pada jaringan kulit. Harga Q untuk radiasi 6

gamma dan sinar-x adalah 1, sedangkan harga Q untuk jenis radiasi lainnya adalah sebagai berikut : Tabel 2.1. Harga Quality factor untuk berbagai jenis radiasi [2]. Jenis Radiasi Q Gamma, sinar-x, beta 1 Neutron termal 2,3 Neutron cepat, proton 10 Alfa 20 2.1.4 Aktivitas Radiasi Pancaran radiasi bersifat menyebar ke segala arah. Banyaknya partikel yang dipancarkan persatuan waktu dari suatu sumber radiasi merupakan ukuran intensitas atau aktivitas suatu sumber radiasi. Banyaknya partikel yang dipancarkan per satuan waktu menyatakan banyaknya peluruhan per satuan waktu. Satuan untuk aktivitas sumber radiasi digunakan satuan becquerel (Bq). Aktivitas sumber radiasi 1 Bq artinya suatu sumber radiasi memancarkan 1 partikel perdetik [2]. 1 becquerel (Bq) = 1 peluruhan per detik (2.7) Satuan lain untuk menyatakan intensitas suatu radiasi digunakan satuan curie (Ci). 1 curie sama dengan 3,7 10 10 peluruhan per detik. Hubungan antara satuan becquerel dan satuan curie adalah : 1 Ci = 3,7 10 10 Bq, atau 1 Bq = 27,027 10-12 Ci. (2.8) Kedua satuan aktivitas radiasi ini sampai sekarang masih tetap dipakai. Umumnya, untuk intensitas radiasi yang tinggi digunakan satuan curie, sedangkan untuk intensitas rendah digunakan satuan becquerel. 7

2.2 Efek Radiasi dalam Pengobatan Kanker Interaksi radiasi pengion dengan materi biologis diawali dengan interaksi fisika, yaitu proses ionisasi. Elektron yang dihasilkan dari proses ionisasi akan berinteraksi secara langsung maupun tidak langsung [2]. Interaksi secara langsung terjadi ketika penyerapan energi langsung terjadi pada molekul organik dalam sel yang mempunyai arti penting, yaitu DNA. Hal ini dapat memutuskan ikatan kimia DNA dan merusak struktur DNA. Sedangkan interaksi tidak langsung terjadi ketika adanya interaksi radiasi dengan molekul air. Penyerapan energi radiasi oleh molekul air dalam proses radiolisis air akan menghasilkan radikal bebas (H* dan OH*). Kemudian zat radikal bebas ini akan memutuskan ikatan kimia DNA yang menyebabkan kerusakan pada struktur DNA itu. Sel yang mengandung struktur DNA yang telah rusak akan mengalami kematian sel [1,2]. Sel tumor bersifat lebih radiosensitif dibandingkan sel normal. Ketika sel tumor terpapar radiasi, sel tumor yang tidak memiliki kemampuan untuk memperbaiki diri langsung rusak dan mengalami kematian. Sel yang mati akan diproses tubuh dalam mekanisme biologis. 2.3 Fraksinasi Seperti telah dibicarakan sebelumnya sel tumor lebih bersifat radiosensitif dibandingkan sel sehat. Setelah penyinaran, jaringan sehat memiliki tingkat perbaikan sel lebih baik dan lebih cepat daripada jaringan tumor. Dengan memanfaatkan sifat ini, maka dilakukan suatu langkah untuk sel-sel sehat memperbaiki dirinya tetapi tidak memberi kesempatan pada sel tumor untuk memperbaiki diri. Langkah ini dilakukan dengan membagi dosis dalam jumlah kecil secara berkala dan berkesinambungan setiap harinya. Pemberian dosis seperti ini disebut dengan fraksinasi dosis. Untuk terapi konvensional, fraksinasi diberikan 20 sampai 30 kali, dalam setiap kali terapi dosis yang diberikan mendekati 2Gy. Terapi dilakukan sekali sehari, dengan istirahat pada dua hari di akhir pekan. Jadi terapi akan memakan waktu 4 sampai 6 minggu. 8