BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. Populasi dalam penelitian ini adalah PT. Bank Syariah Mandiri dan Bank

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN. Statistik Deskriptif menjelaskan karakteristik dari masing-masing

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV PENGUJIAN. Uji validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat tingkat kevalidan atau

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL PEMBAHASAN. Berikut ini diringkas pengiriman dan penerimaan kuesioner : Tabel 4.1. Rincian pengiriman Pengembalian Kuesioner

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. melalui kuesioner. Kuesioner yang disebar sebanyak 34 kuesioner, pekerjaan, dan tingkat pendidika terakhir.

Data Deskriptif Keterangan Jumlah %

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. berada di meruya selatan. dengan total 100 kuesioner yang diantarkan langsung

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. Objek penelitian ini adalah perusahaan LQ45 yang terdaftar di Bursa Efek

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN. Responden dalam penelitian ini adalah seluruh Wajib Pajak Orang Pribadi

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL UJI REGRESI PENGARUH KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN TERHADAP CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY. Descriptive Statistics

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. atau populasi dan untuk mengetahui nilai rata-rata (mean), minimum, Tabel 4.1. Hasil Uji Statistik Deskriptif

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Analisis Karakteristik Berdasarkan Responden

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. Perusahaan emiten manufaktur sektor (Consumer Goods Industry) yang

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Analisis Jumlah WP, Jumlah Pokok Ketetapan PBB dan Realisasi TABEL 4.1 JUMLAH WAJIB PAJAK DAN KETETAPAN PBB

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA ACE HARDWARE DI MARGO CITY DEPOK

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN Hasil Jawaban Responden Atas Variabel Kepatuhan Wajib Pajak. kerelaan nilai dalam membayar pajak sebagai berikut :

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Textile dan Otomotif yang terdaftar di BEI periode tahun

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Tabel 4.1 Hasil Statistik Deskriptif. Berdasarkan tabel 4.1 dapat diketahui bahwa dengan jumlah

BAB IV HASIL PENELITIAN. A. Penyajian Statistik Deskripsi Hasil Penelitian. kecenderungan jawaban responden dari tiap-tiap variabel, baik mengenai

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. Statistik deskriptif menggambarkan tentang ringkasan data-data penelitian

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 5.1 Karakteristik Responden Penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk melihat kuat pengaruh

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. diperoleh dari penyebaran kuesioner pada konsumen.

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV PEMBAHASAN. Berdasarkan data olahan SPSS yang meliputi audit delay, ukuran

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. digunakan dalam penelitian ini serta dapat menunjukkan nilai maksimum, nilai

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN HASIL

Nama : Nurlita NPM : Pembimbing : Rini Tesniwati,SE.,MM

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN. A. Deskripsi Data Penelitian ini dilakukan terhadap siswa di MAN se Kabupaten Blitar

DAFTAR LAMPIRAN. Data Variabel Pertumbuhan Ekonomi Atas Dasar Harga Berlaku. Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Barat Tahun

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun Pengambilan sampel

BAB IV HASIL PENELITIAN

Jumlah Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

BAB IV HASIL PENELITIAN. Kepung Kabupaten Kediri adalah sebagai berikut : No. Nama Sekolah Alamat

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. periode dan dipilih dengan cara purposive sampling artinya metode

KUESIONER PENGARUH KUALITAS LAYANAN, KEPERCAYAAN, IMAGE TERHADAP KEPUASAN NASABAH YANG MEMINJAM DANA

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling

BAB IV HASIL PENELITIAN. kecenderungan jawaban responden dari tiap-tiap variabel, baik mengenai

Bab IV. Analisis dan Hasil Pembahasan. Penelitian ini menggunakan kuisioner yang dibagikan ke 125 orang

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. dari tiga variabel independen yaitu Dana Pihak Ketiga (DPK), Non Performing

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Analisis Pengaruh Kualitas Produk Dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Pada Rumah Makan Ayam Bakar Kia-Kila

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun dan

BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN. membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum.

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. saham pada perusahaan food and beverages di BEI periode Pengambilan. Tabel 4.1. Kriteria Sampel Penelitian

BAB IV. Tabel 4.1. dan Pendapatan Bagi Hasil. Descriptive Statistics. Pembiayaan_Mudharabah E6 4.59E E E9

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. Tabel 4.1. Analisis Descriptive Statistics. N Minimum Maximum Mean LDR 45 40,22 108,42 75, ,76969

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 110 responden yang berada di

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. penelitian ini meliputi jumlah sampel (N), nilai minimum, nilai maksimum,

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. Cabang Pekalongan yang berjumlah nasabah. Dengan

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN

Transkripsi:

58 BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN A. Analisis Hasil 1. Statistik Deskriptif a. Analisis Deskriptif Statistik Deskriptif digunakan untuk melihat gambaran secara umum data yang telah dikumpulkan dalam penelitian ini. Gambaran tersebut dapat dilihat dari hasil yang telah diolah pada tabel 4.1 berikut Tabel 4.1 Analisis Deskriptif Descriptive Statistics N Minimum Maximum Mean Std. Deviation Ekspekstasi Kinerja 100 21 34 26.22 3.344 Kualitas Sistem 100 21 35 29.16 3.077 Kepuasan pengguna 100 17 34 27.70 2.904 Pengguna sistem e-filing WPBN 100 22 33 28.36 2.497 Valid N (listwise) 100 Dari data di atas menunjukan bahwa jumlah data yang di analisa adalah sebanyak 100. 1) Ekspekstasi Kinerja (X1) Nilai minimum dari total variabel ekspekstasi kinerja terhadap 100 responden yang dianalisa adalah 21. Nilai maksimum dari total variabel ekspekstasi kinerja terhadap 100 responden yang dianalisa adalah 34. Nilai rata-rata sebesar 26,22 dan standar deviasi 3,344. Dimana standar deviasi

59 adalah suatu ukuran yang menggambarkan tingkat penyebaran data dari nilai rata-rata. 2) Kualitas sistem (X2) Nilai minimum dari total variabel kualitas sistem terhadap 100 responden yang dianalisa adalah 21. Nilai maksimum dari total variabel kualitas sistem terhadap 100 responden yang dianalisa adalah 35. Nilai rata-rata sebesar 29,16 dan standar deviasi 3,077. 3) Kepuasan pengguna (X3) Nilai minimum dari total variabel kepuasan pengguna terhadap 100 responden yang dianalisa adalah 17. Nilai maksimum dari total variabel kepuasan pengguna terhadap 100 responden yang dianalisa adalah 34. Nilai rata-rata sebesar 27,70 dan standar deviasi 2,904. 4) Wajib pajak badan pengguna sistem e-filing (Y) Nilai minimum dari total variabel wajib pajak badan pengguna sistem e- filing terhadap 100 responden yang dianalisa adalah 22. Nilai maksimum dari total variabel wajib pajak badan pengguna sisitem e-filing terhadap 100 responden yang dianalisa adalah 33. Nilai rata-rata sebesar 28,36 dan standar deviasi 2,497. b. Analisis Frekuensi Analisis frekuensi dalam penelitian ini digunakan untuk melihat gambaran secara umum karakteristik data responden yang telah

60 dikumpulkan melalui kuesioner. Gambaran tersebut dikategorikan berdasarkan jenis usaha, lama penggunaan, dan jenis SPT 1) Data responden berdasarkan Jenis Usaha Berdasarkan jenis usaha dibagi menjadi empat kategori yaitu manufaktur, perbankan, perdagangan dan jasa, dan lainnya. Dengan melihat tabel dibawah ini maka dapat diketahui presentase responden manufaktur, perbankan, perdagangan dan jasa, dan lainnya sebagai berikut; Tabel 4.2 Responden berdasarkan jenis usaha Jenis Usaha Frequency Percent Manufaktur 15 15% Perbankan 2 2% Perdagangan dan Jasa 73 73% Lainnya 10 10% Total 100 100% Dari tabel 4.2 dapat diketahui bahwa responden manufaktur berjumlah 15 badan dengan persentase 15%, dan untuk responden perbankan berjumlah 2 badan dengan persentase 2%, dan untuk responden perdagangan dan jasa berjumlah 73 badan dengan persentase 73%, sedangkan jenis usaha lainnya yang didominasi oleh lembaga keuangan non bank berjumlah 10 badan dengan presentasi 10%, sehingga total responden sebesar 100 badan atau sebesar 100%. Maka dapat disimpulkan bahwa

61 dalam penelitian ini reponden perdagangan dan jasa lebih mendominasi daripada manufaktur, perbankan dan lainnya. 2) Data responden berdasarkan Lama penggunaan Berdasarkan lama penggunaan dibagi menjadi tiga kategori yaitu kurang dari 1 tahun, 1 sampai 3 tahun dan lebih dari 3 tahun. Rinciannya dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Tabel 4.3 Responden berdasarkan lama penggunaan Lama Penggunaan Frequency Percent < 1 Tahun 60 60% 1 3 Tahun 30 30% >3 Tahun 10 10% Total 100 100% Dari tabel 4.3 lama penggunaan diatas dapat dilihat bahwa responden yang paling banyak adalah yang masa kerjanya < 1 tahun dengan persentase 60% sebanyak 60 responden, dan masa kerja 1 3 tahun dengan persentase 30% sebanyak 30 responden, dan yang paling sedikit masa kerja > 3 tahun dengan persentase 10% sebanyak 10 responden. 3) Data responden berdasarkan Jenis SPT Berdasarkan jenis SPT dibagi menjadi tiga kategori yaitu PPH, PPN, PPH & PPN. Dengan melihat tabel dibawah ini maka dapat diketahui

62 presentase responden yang menggunakan jenis SPT PPH, PPN, PPH & PPN sebagai berikut : Tabel 4.4 Responden berdasarkan jenis SPT Jenis SPT Frequency Percent PPH 55 55% PPN 10 10% PPH & PPN 35 35% Total 100 100% Dari tabel 4.4 jenis SPT diatas dapat dilihat bahwa responden yang paling banyak adalah jenis SPT PPH dengan persentase 55% sebanyak 55 responden, dan jenis SPT PPN dengan persentase 10% sebanyak 10 responden, sedangkan jenis SPT PPH & PPN dengan persentase 35% sebanyak 35 responden. 2. Pengujian Instrumen Data a. Hasil Uji Validitas Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu mengungkapkan suatu yang akan diukur oleh koesioner tersebut. Suatu butir pertanyaan dapat dikatakan valid jika r hitung r tabel. Berdasarkan tabel r diketahui nilai r tabel product moment untuk 100 responden dengan

63 responden 0.05 yitu (n-2) = 98 yaitu sebesar 0.197. Selain itu, pertanyaan dikatakan valid jika kolerasi masing-masing indikator pertanyaan terhadap total skor menunjukan hasil yang signifikan, sig < 0.05. Tabel berikut menunjukan hasil uji validitas empat variabel untuk 100 responden. Tabel 4.5 Validitas Item Pertanyaan Ekspekstasi Kinerja (X 1 ) Item Person Sig. (2-tailed) Keterangan Pertanyaan Correlation PX01 0.460 0.000 Valid PX02 0.467 0.000 Valid PX03 0.537 0.000 Valid PX04 0.603 0.000 Valid PX05 0.567 0.000 Valid PX06 0.845 0.000 Valid PX07 0.801 0.000 Valid Berdasarkan tabel 4.5 diatas, dapat dilihat bahwa semua item pertanyaan dikatakan valid karena satu pertanyaan memiliki nilai signifikan dibawah 0.05 dan nilai r hitung (Person Correlation) > nilai r tabel product moment. Dari Output SPSS yang kemudian datanya telah diolah terlihat bahwa korelasi antara masing masing pernyataan terhadap r tabel menunjukkan hasil yang signifikan. Jadi dapat disimpulkan bahwa masing masing indikator pernyataan ekspektasi kinerja adalah valid.

64 Tabel 4.6 Validitas Item Pertanyaan Kualitas Sistem (X 2 ) Item Person Sig. (2-tailed) Keterangan Pertanyaan Correlation PX08 0.664 0.000 Valid PX09 0.627 0.000 Valid PX10 0.698 0.000 Valid PX11 0.575 0.000 Valid PX12 0.731 0.000 Valid PX13 0.663 0.000 Valid PX14 0.406 0.000 Valid Berdasarkan tabel 4.6 diatas, dapat dilihat bahwa semua item pertanyaan dikatakan valid karena satu pertanyaan memiliki nilai signifikan dibawah 0.05 dan nilai r hitung (Person Correlation) > nilai r tabel product moment. Dari Output SPSS yang kemudian datanya telah diolah terlihat bahwa korelasi antara masing masing pernyataan terhadap r tabel menunjukkan hasil yang signifikan. Jadi dapat disimpulkan bahwa masing masing indikator pernyataan kualitas sistem adalah valid. Tabel 4.7 Validitas Item Pertanyaan Kepuasan Pengguna (X 3 ) Item Person Sig. (2-tailed) Keterangan Pertanyaan Correlation PX15 0.727 0.000 Valid PX16 0.600 0.000 Valid PX17 0.455 0.000 Valid PX18 0.350 0.000 Valid PX19 0.552 0.000 Valid PX20 0.686 0.000 Valid PX21 0.628 0.000 Valid

65 Berdasarkan tabel 4.7 diatas, dapat dilihat bahwa semua item pertanyaan dikatakan valid karena satu pertanyaan memiliki nilai signifikan dibawah 0.05 dan nilai r hitung (Person Correlation) > nilai r tabel product moment. Dari Output SPSS yang kemudian datanya telah diolah terlihat bahwa korelasi antara masing masing pernyataan terhadap r tabel menunjukkan hasil yang signifikan. Jadi dapat disimpulkan bahwa masing masing indikator pernyataan kepuasan pengguna adalah valid. Tabel 4.8 Validitas Item Pertanyaan Wajib Pajak Badan Pengguna Sistem E-filling (Y) Item Person Sig. (2-tailed) Keterangan Pertanyaan Correlation PY22 0.642 0.000 Valid PY23 0.425 0.000 Valid PY24 0.619 0.000 Valid PY25 0.336 0.000 Valid PY26 0.537 0.000 Valid PY27 0.636 0.000 Valid PY28 0.749 0.000 Valid Berdasarkan tabel 4.8 diatas, dapat dilihat bahwa semua item pertanyaan dikatakan valid karena satu pertanyaan memiliki nilai signifikan dibawah 0.05 dan nilai r hitung (Person Correlation) > nilai r tabel product moment. Dari Output SPSS yang kemudian datanya telah diolah terlihat bahwa korelasi antara masing masing pernyataan terhadap r tabel menunjukkan hasil yang signifikan. Jadi dapat disimpulkan bahwa masing masing indikator pernyataan Wajib Pajak Badan Pengguna Sistem e-filing adalah valid.

66 b. Hasil Uji Reabilitas Uji Reliabilitas merupakan alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan suatu indikator dari variabel suatu konstruk. Satu kuesioner dikatakan reliabel jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten dari waktu ke waktu. Pengukuran yang reliabel akan menunjukan instrument yang sudah dipercaya dan dapat menghasilkan data yang dapat dipercaya pula. Reliabilitas suatu konstruk dinyatakan reliabel jika nilai Cronbach s Alpha > 0,60. Reliabilitas yang kurang dari 0,60 dinyatakan kurang baik. Dan reliabilitas dengan nilai 0,70 dinyatakan dapat diterima. Sedangkan untuk nilai 0,80 adalah baik. 1) Uji Reabilitas terhadap X1 (Ekspestasi Kinerja) Tabel 4.9 Hasil Uji Reabilitas (X 1 ) Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items.737 7 Hasil output SPSS pada Tabel 4.9 menunjukan bahwa konstruk atau variabel ekspekstasi kinerja memberikan Cronbach s Alpha 0,737. Hasil tersebut dapat dihasilkan dengan menginput seluruh butir pertanyaan ke dalam perhitungan SPSS. Maka berdasarkan hasil ini dapat dilihat bahwa Cronbach s Alpha 0,737 > 0,60. Hal ini berarti jawaban responden untuk variabel X1 dinyatakan reliabel atau dapat diterima sebagai instrument penelitian.

67 2) Uji Reabilitas terhadap X2 (Kualitas Sistem) Tabel 4.10 Hasil Uji Reabilitas (X 2 ) Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items.736 7 Hasil output SPSS pada Tabel 4.10 menunjukan bahwa konstruk atau variabel kualitas sistem memberikan Cronbach s Alpha 0,736. Hasil tersebut dapat dihasilkan dengan menginput seluruh butir pertanyaan ke dalam perhitungan SPSS. Maka berdasarkan hasil ini dapat dilihat bahwa Cronbach s Alpha 0,736 > 0,60. Hal ini berarti jawaban responden untuk variabel X2 dinyatakan reliabel atau dapat diterima sebagai instrument penelitian. 3) Uji Reabilitas terhadap X3 (Kepuasan Pengguna) Tabel 4.11 Hasil Uji Reabilitas (X 3 ) Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items.665 7 Hasil output SPSS pada Tabel 4.11 menunjukan bahwa konstruk atau variabel kepuasan pengguna memberikan Cronbach s Alpha 0,665. Hasil tersebut dapat dihasilkan dengan menginput seluruh butir pertanyaan ke dalam perhitungan SPSS. Maka berdasarkan hasil ini dapat dilihat bahwa

68 Cronbach s Alpha 0,665 > 0,60. Hal ini berarti jawaban responden untuk variabel X3 dinyatakan reliabel atau dapat diterima sebagai instrument penelitian. 4) Uji Reabilitas terhadap Y (Wajib Pajak Badan Pengguna Sistem e- filing) Tabel 4.12 Hasil Uji Reabilitas Wajib Pajak Badan Pengguna Sistem e-filing (Y) Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items.650 7 Hasil output SPSS pada Tabel 4.12 menunjukan bahwa konstruk atau variabel wajib pajak pengguna sistem e-filing memberikan Cronbach s Alpha 0,650. Hasil tersebut dapat dihasilkan dengan menginput seluruh butir pertanyaan ke dalam perhitungan SPSS. Maka berdasarkan hasil ini dapat dilihat bahwa Cronbach s Alpha 0,650 > 0,60. Hal ini berarti jawaban responden untuk variabel Y dinyatakan reliabel atau dapat diterima sebagai instrument penelitian. 3. Pengujian Asumsi Klasik a. Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah dalam model regresi variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Dalam penelitian ini uji normalitas menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Pengujian ini dikatakan normal jika signifikan lebih besar dari 0,05.

69 Tabel 4.13 Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual N 100 Normal Parameters a,b Mean 0E-7 Std. Deviation 2.23248049 Most Extreme Differences Absolute.111 Positive.062 Negative -.111 Kolmogorov-Smirnov Z 1.111 Asymp. Sig. (2-tailed).169 a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. Berdasarkan Tabel 4.13, terlihat bahwa pada kolom Kolmogorov- Smirnov dapat diketahui nilai signifikansi untuk seluruh variabel lebih besar dari 0,05 yaitu 0,169 maka dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal. b. Uji Multikolonieritas Uji Multikolonieritas digunakan untuk menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi antar variable independen. Jika terjadi korelasi, maka dinamakan terdapat problem multikolonieritas. Salah satu cara untuk mengetahui ada atau tidaknya multikolonieritas ini adalah dengan menggunakan Variance Inflation Factor (VIF) dan Tolerance. Batas nilai VIF adalah 10 dan T adalah 0,10.

70 Tabel 4.14 Hasil Uji Multikolonieritas Coefficients a Model Unstandardized Standardized t Sig. Collinearity Coefficients Coefficients Statistics B Std. Error Beta Tol VIF (Constant) 10.194 3.737 2.728.008 Ekspektasi Kinerja.166.070.222 2.376.020.951 1.051 Kualitas Sistem.265.078.319 3.411.001.952 1.051 Kepuasan Pengguna.220.079.256 2.794.006.994 1.006 a. Dependent Variable: Y Berdasarkan tabel 4.14 dapat diketahui bahwa setiap variabel memiliki nilai Tolerance tidak kurang dari 0.10 dan Veriance Inflation Factor (VIF) tidak lebih dari 10, sehingga dapat dinyatakan model regresi linier berganda terbebas dari uji multikolonieritas. c. Uji Autokorelasi Autokorelasi adalah keadaan dimana pada model regresi ada korelasi antara residual pada periode t dengan residual pada periode sebelumnya (t-1). Model regresi yang baik adalah yang tidak adanya masalah autokorelasi.

71 Tabel 4.15 Hasil Uji Autokorelasi Model Summary b Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin- Watson 1.448 a.200.175 2.267 1.750 a. Predictors: (Constant), X3, X2, X1 b. Dependent Variable: Y Dari output diatas dapat diketahui bahwa nilai Durbin Watson sebesar 1,750. Sedangkan dari tabel DW dengan signifikansi 0,05 dan jumlah data (N) = 100, serta K = 3 ( K adalah jumlah variabel independen ) diperoleh nilai dl sebesar 1,6131 dan du sebesar 1,7364. Karena du < d < 4-du (1,7364 < 1,750 < 4-1,7364), maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada autokorelasi, positif atau negatif dan keputusan diterima. d. Uji Heteroskedastisitas Heteroskedastisitas adalah varian residual yang tidak sama pada semua pengamatan didalam model regresi. Regresi yang baik seharusnya tidak terjadi heteroskedastisitas

72 Gambar 4.1 Hasil Uji Heteroskedastisitas Gambar 4.1 menunjukan titik-titik yang menyebar secara acak dan tidak membentuk pola tertentu serta tersebar diatas dan dibawah angka 0 (nol) pada sumbuh Y. ini berarti tidak terjadi heteroskedastisitas sehingga model regresi layak digunakan untuk memprediksi Wajib Pajak badan pengguna sistem e-filing berdasarkan masukan atas variabel ekspektasi kinerja, kualitas sistem, dan kepuasan pengguna. 4. Hasil Regresi dan Hasil Uji Hipotesis a. Analisis Regresi Berganda Untuk mengetahui hubungan dua atau lebih indevenden variabel dengan satu dependen variabel, misalnya dalam penelitian ini yaitu ekspekstasi kinerja, kualitas sistem, kepuasan pengguna dan wajib pajak pengguna sistem e-filing. Berdasarkan pada pengolahan data,

73 menggunakan software SPSS 20.0 maka didapatkan suatu model linier berganda dalam tabel 4.16 sebagai berikut: Tabel 4.16 Coefficients a Model Unstandardized Standardized t Sig. Collinearity Coefficients Coefficients Statistics B Std. Error Beta Tol VIF (Constant) 10.194 3.737 2.728.008 Ekspektasi Kinerja.166.070.222 2.376.020.951 1.051 Kualitas Sistem.265.078.319 3.411.001.952 1.051 Kepuasan pengguna.220.079.256 2.794.006.994 1.006 a. Dependent Variable: Y Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa nilai koefisien dari persamaan regresi. Dalam penelitian ini persamaan regresi berganda yang digunakan adalah: Y= a + b 1 X 1 + b 2 X 2 + b 3 X 3 + Tingkat Wajib pajak badan pengguna sistem e-filing = 10.194 + 0.166X 1 + 0.265X 2 + 0.220X 3 Keterangan : a = Konstanta b = Koefisien regresi Y = Tingkat wajib pajak badan pengguna sistem e-filing X1 = Ekspekstasi Kinerja

74 X2 = X3 = Kualitas Sistem Kepuasan Pengguna = Standar error Dari hasil pengujian regresi di atas, maka dapat diketahui bahwa: 1) Nilai konstanta sebesar 10.194 menunjukan bahwa ekspekstasi kinerja, kualitas sistem, dan kepuasan pengguna dianggap konstan atau tetap. 2) Nilai koefisiensi regresi variabel ekspekstasi kinerja sebesar 0.166 menunjukan bahwa ekspekstasi kinerja mempengaruhi secara positif dan signifikan terhadap wajib pajak badan pengguna sistem e-filing. Semakin besar ekspektasi kinerja yang dimiliki oleh Wajib Pajak maka semakin besar juga wajib pajak badan pengguna sistem e-filing. 3) Nilai koefisiensi regresi variabel kualitas sistem sebesar 0.265 menunjukan bahwa kualitas sistem mempengaruhi secara positif dan signifikan terhadap wajib pajak badan pengguna sistem e- filing. Semakin besar kualitas sistem yang ditingkatkan oleh Aparat Pajak, maka semakin besar juga jumlah wajib pajak badan pengguna sistem e-filing. 4) Nilai koefisiensi regresi variabel kepuasan pengguna sebesar 0.220 menunjukan bahwa kepuasan pengguna mempengaruhi secara positif dan signifikan terhadap wajib pajak badan pengguna sistem

75 e-filing. Kepuasan pengguna yang dilakukan bertujuan untuk menguji seberapa besar e-filing dalam membantu melaporkan SPT pajaknya. b. Analisis Koefisien Determinasi (R 2 ) Analisis koefisien determinasi (uji adjusted R square), untuk mengukur sejauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefesien determinasi adalah nol dan satu. Hasil uji koefisien determinasi dapat dilihat pada kolom adjusted R square, yang ditampilkan pada tabel berikut : Tabel 4.17 Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summary b Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1.448 a.200.175 2.267 a. Predictors: (Constant), X3, X2, X1 b. Dependent Variable: Y Pada tabel 4.17 di atas dapat dilihat besarnya Adjusted R Square adalah 0,175, hal ini berarti 17,5% variasi wajib pajak badan pengguna e-filing dapat dijelaskan oleh variasi ketiga variabel independen yaitu ekspekstasi kinerja, kualitas sistem, dan kepuasan pengguna. Sedangkan

76 sisanya (100% - 17,5% = 82,5%) dijelaskan oleh variabel lain diluar variabel independen yg digunakan. c. Uji Hipotesis 1) Uji signifikan Parameter Individual (Uji Statistik t) Tabel 4.18 Hasil Uji t Statistik Coefficients a Model Unstandardized Standardized T Sig. Coefficients Coefficients B Std. Error Beta (Constant) 10.194 3.737 2.728.008 Ekspektasi Kinerja.166.070.222 2.376.020 Kualitas Sistem.265.078.319 3.411.001 Kepuasan Pengguna.220.079.256 2.794.006 a. Dependent Variable: Y Uji t dipakai untuk melihat signifikan dari pengaruh variabel independen secara individu terhadap variabel dependen dengan membandingkan antara t hitung dengan t tabel pada signifikan 0.05. Berdasarkan tabel t dengan tingkat signifikan 0.05/2 = 0.025 diketahui df2 (n k - 1) atau 100 3 1 = 96, (n adalah jumlah sempel, dan k adalah jumlah variabel independen), diperoleh angka sebesar 1.9850. hasil uji t dari pengujian stastitik adalah sebagai berikut : a) Variabel ekspektasi kinerja (X 1 )

77 Hasil perbandingan antara t hitung dan t tabel ternyata t hitung (2.376) > t tabel (1.9850) dan tingkat signifikasi < 0.05 (0.020 < 0.05), maka keputusan yang diambil adalah Ho 1 ditolak dan Ha 1 diterima. Dengan kata lain variabel ekspektasi kinerja (X 1 ) secara individu berpengaruh signifikan terhadap wajib pajak badan pengguna sistem e-filing (Y). b) Variabel kualitas sistem (X 2 ) Hasil perbandingan antara t hitung dan t tabel ternyata t hitung (3.411) > t tabel (1.9850) dan tingkat signifikasi < 0.05 (0.001 < 0.05), maka keputusan yang diambil adalah Ho 1 ditolak dan Ha 1 diterima. Dengan kata lain variabel kualitas sistem (X 2 ) secara individu berpengaruh signifikan terhadap wajib pajak badan pengguna sistem e-filing (Y). c) Variabel kepuasan pengguna (X 3 ) Hasil perbandingan antara t hitung dan t tabel ternyata t hitung (2.794) > t tabel (1.9850) dan tingkat signifikasi < 0.05 (0.006 < 0.05), maka keputusan yang diambil adalah Ho 1 ditolak dan Ha 1 diterima. Dengan kata lain variabel kepuasan pengguna (X 3 ) secara individu berpengaruh signifikan terhadap wajib pajak badan pengguna sistem e-filing (Y). 2) Uji signifikan simultan (Uji Statistik F) Uji statistik F pada dasarnya menunjukan apakah semua variabel bebas (independen) yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel terikat (dependen).

78 Tabel 4.19 Hasil Uji F Statistik ANOVA a Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig. Regression 123.627 3 41.209 8.018.000 b 1 Residual 493.413 96 5.140 Total 617.040 99 a. Dependent Variable: Y b. Predictors: (Constant), X3, X2, X1 Berdasarkan tabel 4.19 diatas dapat disimpulkan bahwa nilai F hitung diperoleh sebesar 8.018 dengan tingkat signifikan 0.000. Sedangkan pada tabel F dengan signifikan 0.05, diketahui df 1 (jumlah variabel = 1) atau 4 1 = 3, dan df2 (n k - 1) atau 100 3 1 = 96, (n adalah jumlah sempel, dan k adalah jumlah variabel independen), diperoleh angka sebesar 2.70. Hasil perbandingan antara F hitung dan F tabel ternyata F hitung (8.018) > F tabel (2.70) dan tingkat signifikasi < 0.05 (0.000 < 0.05), maka dapat dinyatakan terdapat signifikan ekspekatsi kinerja, kualitas sistem, dan kepuasan pengguna terhadap wajib pajak pengguna sistem e-filing.

79 B. Pembahasan 1. Ekspektasi Kinerja Terhadap Tingkat Wajib Pajak Badan Pengguna Sistem E-filing Pengetahuan tentang sistem pelaporan SPT menggunakan e-filing yang dimiliki oleh masyarakat dituding sangat berpengaruh terhadap jumlah wajib pajak badan dalam memenuhi kewajiban pajaknya. Tanpa adanya ekspektasi kinerja e-filling maka Wajib Pajak akan mengalami kesulitan dalam melaporkan E-SPT pajaknya, melakukan pengisian Surat Pemberitahuan (SPT), dan tidak akan mengetahui tentang peraturan perundang-undangan perpajakan sehingga Wajib Pajak otomatis akan melakukan kelalaian dalam melapor pemenuhan kewajiban perpajakannya. Menurut Winna Titis Sugihanti (2011) dalam penelitiannya yang berjudul Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Perilaku Wajib Pajak Untuk Menggunakan E-filing Studi Empiris pada Wajib Pajak Badan Kota Semarang. Dari hasil penelitian yang dilakukan Winna diketahui bahwa ekspektasi kinerja berpengaruh signifikan terhadap minat perilaku pengguna e-filing. Sedangkan dalam penelitian ini, diketahui bahwa ekspektasi kinerja memiliki pengaruh signifikan terhadap wajib pajak pengguna e-filing dan berdasarkan dari hasil kuesioner yang menyangkut ekspektasi kinerja, didapatkan rata-rata 3.74 yang berarti Setuju (S) bahwa kuesioner tersebut berpengaruh pada ekspektasi kinerja (X 1 ). Dari hasil uji t diperoleh t hitung

80 sebesar 2.376 dengan tingkat signifikan 0.020. Oleh karena t hitung > t tabel dan tingkat signifikan 0.05. 2. Kualitas Sistem Terhadap Tingkat Wajib Pajak Badan Pengguna Sistem E-filing Sistem merupakan faktor wajib pajak yang dapat dikendalikan oleh pemerintah. Kantor Pelayanan Pajak memiliki peran yang sangat penting dalam segala jenis pelayanan yang berhubungan dengan pemenuhan kewajiban maupun hak wajib pajak dibidang perpajakan seperti penerbitan atau pencabutan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), melayani Wajib Pajak dalam mengisi, dan menyampaikan Surat Pembertahuan. Penyediaan pelayanan yang berkualitas merupakan keniscayaan yang harus dipenuhi oleh setiap penyelenggaraan Negara sesuai dengan tuntutan dan perkembangan masyarakat. Menurut Winna Titis Sugihanti (2011) dalam penelitiannya yang berjudul Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Perilaku Wajib Pajak Untuk Menggunakan E-filing Studi Empiris pada Wajib Pajak Badan Kota Semarang. Dari hasil penelitian yang dilakukan Winna diketahui bahwa kualitas sistem berpengaruh signifikan terhadap minat perilaku pengguna e-filing. Sedangkan dalam penelitian ini, diketahui bahwa kualitas sistem memiliki pengaruh signifikan terhadap wajib pajak pengguna e-filing dan berdasarkan dari hasil kuesioner yang menyangkut kualitas sistem didapatkan rata-rata 4.16 yang berarti Setuju (S) bahwa kuesioner tersebut berpengaruh pada kualitas sistem (X 2 ). Dari hasil uji t diperoleh t hitung

81 sebesar 3.411 dengan tingkat signifikan 0.001. Oleh karena t hitung > t tabel dan tingkat signifikan 0.05. 3. Kepuasan Pengguna Terhadap Tingkat Wajib Pajak Badan Pengguna Sistem E-filing Dalam pelaksanaan sistem e-filing bahwa pengguna yang merasa puas terhadap sistem e-filing akan mengulangi penggunaan e-filing tersebut di masa yang akan datang. Begitu pula sebaliknya, jika tingkat kepuasan pengguna rendah maka pengguna tidak akan menggunakan sistem di masa yang akan datang. Hal ini menunjukkan bahwa kepuasan pengguna sering dijadikan proksi kesuksesan suatu sistem yang diterapkan. Menurut Winna Titis Sugihanti (2011) dalam penelitiannya yang berjudul Analisis Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Minat Perilaku Wajib Pajak Untuk Menggunakan E-filing Studi Empiris pada Wajib Pajak Badan Kota Semarang. Dari hasil penelitian yang dilakukan Winna diketahui bahwa kepuasan pengguna berpengaruh signifikan terhadap minat perilaku pengguna e-filing. Sedangkan dalam penelitian ini, diketahui bahwa kepuasan pengguna memiliki pengaruh signifikan terhadap wajib pajak pengguna e-filing dan berdasarkan dari hasil kuesioner yang menyangkut kepuasan pengguna didapatkan rata-rata 3.95 yang berarti Setuju (S) bahwa kuesioner tersebut berpengaruh pada kepuasan pengguna (X 3 ). Dari hasil uji t diperoleh t hitung sebesar 2.794 dengan tingkat signifikan 0.006. Oleh karena t hitung > t tabel dan tingkat signifikan 0.05.