NO. ISK/PKS-PRS/03 Status Dokumen No. Distribusi DISAHKAN Pada tanggal 15 Februari 2013 Dimpos Giarto Valentino Tampubolon Direktur Utama Hal. 1 dari 5
FRM/JKO-WKM/15-00 07 Mei 2012 SEJARAH PERUBAHAN DOKUMEN Tanggal Catatan Perubahan Alasan Perubahan 15/02/2013 Perubahan terjadi pada identitas Perusahaan berupa Logo Prestasi Perusahaan memperoleh sertifikasi ISO 9001:2008 SMM Hal. 2 dari 5
1. Tujuan 1.1. Sebagai panduan dalam melakukan operasional pada stasiun threshing. 1.2. Menuangkan TBS yang sudah direbus dengan menggunakan mesin Tippler untuk proses pemisahan antara janjang dengan buah. 1.3. Memisahkan buah dari janjang yang telah direbus untuk diangkut ke mesin digester melalui conveyor dan elevator. 1.4. Menghasilkan buah yang siap proses di stasiun pressing. 2. Ruang Lingkup Instruksi kerja ini berlaku mulai dari pengeluaran lory dari proses perebusan sampai dengan buah siap diproses pada stasiun pressing di PKS PT. BUM. 3. Pengertian/Definisi 3.1. PKS PT. BUM adalah Pabrik Minyak Kelapa Sawit PT. Bangkitgiat Usaha Mandiri. 3.2. Stasiun Threshing adalah tempat/stasiun untuk memisahkan buah dari tandan/janjang. 3.3. Stasiun Pressing adalah tempat/stasiun untuk memisahkan antara minyak mentah (crude oil) dengan biji sawit (nut) dan serat (fiber). 3.4. Tandan/janjang kosong adalah janjang sawit yang sudah terpisah dari buah sawit. 3.5. Lory adalah tempat untuk memindahkan buah menuju proses berikutnya. 3.6. Mesin Tpipler adalah mesin penuang buah ke mesin Digester. 3.7. Hopper Tippler adalah tempat penampungan buah pada mesin Tippler. 3.8. Empty Bunch Conveyor adalah alat/konveyor untuk memindahkan janjang kosong ke dalam Empty Bunch Hopper. 3.9. Empty Bunch Hopper adalah tempat penampungan janjang kosong. 3.10. Asisten Proses adalah penanggung jawab pada bagian proses produksi CPO dan Kernel. Hal. 3 dari 5
4. Referensi Prosedur Produksi CPO dan Kernel No. PSM/PKS-PRS/01. 5. Ketentuan Umum 5.1. Apabila 3 (tiga) mesin Press beroperasi secara bersamaan, lamanya waktu penuangan buah untuk satu lory berkisar pada 14 s/d 15 menit. 5.2. Apabila 2 (dua) mesin Press beroperasi secara bersamaan, lamanya waktu penuangan buah untuk satu lory berkisar pada 19 s/d 20 menit. 5.3. Asisten Proses dapat melakukan koordinasi dengan unit Kebun/Estate dalam rangka pemanfaatan janjang kosong hasil proses Thressing. 5.4. Pengisian Tippler Log Sheet dilakukan setiap 1 (satu) jam 6. Rincian Instruksi Kerja 6.1. Operator harus memastikan lory buah ditempatkan sejajar dengan rel mesin Tippler. 6.2. Pastikan pada saat penuangan buah, pengunci mesin Tippler sudah terbuka. 6.3. Putar lory secara perlahan sampai dipastikan semua buah tertuang ke dalam Hopper Tippler dengan sistem hydrolic manual. 6.4. Pastikan pada saat lory masuk dan keluar mesin Tippler terkunci dengan baik. 6.5. Keluarkan lory yang telah kosong dari mesin Tippler, dan lakukan proses penuangan buah berikutnya. 6.6. Pastikan umpan buah pada Hopper Tippler merata dan tidak berlebihan. 6.7. Operator harus memastikan lory masuk dan keluar mesin Tippler secara lancar sampai proses selesai. 6.8. Operator harus menjaga kebersihan areal stasiun Threshing. 6.9. Laporkan setiap ditemukannya kejanggalan pada mesin-mesin di areal stasiun Threshing ke Asisten Proses/Mandor Proses. 6.10. Pastikan pada saat mengoperasikan mesin Tippler tidak ada orang yang berdiri di sekitar mesin. Hal. 4 dari 5
6.11. Lakukan pemeriksaan efisiensi mesin Thresher dengan menghitung janjang yang masih mengandung buah pada mesin Empty Bunch Conveyor untuk mengetahui efisiensi keberhasilan rebusan. 6.12. Lakukan pengecekan volume pada Empty Bunch Hopper secara berkala. 6.13. Apabila Empty Bunch Hopper sudah penuh, operator harus segera melaporkan kepada Asisten Proses untuk pengambilan tindakan. 6.14. Lakukan pencatatan hasil proses pada tippler log sheet 7. Daftar Dokumen Pendukung. Tippler Log Sheet. 8. Lampiran Tidak ada Hal. 5 dari 5