MEDIA MATRASAIN VOL 8 NO 1 MEI 2011

dokumen-dokumen yang mirip
6.5 Fauvisme Aliran Fauvisme merupakan suatu aliran yang menyimpang dari hukum-hukum seni lukis pada era itu, kelompok ini adalah kaum pembrontak

SEJARAH SENI RUPA TOPIK 7 SENI RUPA MODERN ABSTRAK, KONSTRUKTIFISME, ART NOUVEAU, AVANT GARDE, DESTIJL, ART DECO, BAUHAUS

1 FAUVISME FAUVISME A.

I. PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

ALIRAN NEO KLASIKISME

ESTETIKA BENTUK SEBAGAI PENDEKATAN SEMIOTIKA PADA PENELITIAN ARSITEKTUR

HOME OF MOVIE. Ekspresi Bentuk BAB III TINJAUAN KHUSUS. Ekspresi Bentuk. III.1 Pengertian Tema. Pengertian Ekspresi, adalah :

7.4 Avant Garde Avant Garde buka suatu aliran dalam seni lukis, melainkan gaya yang berkembang dalam dunia fashion serta bergerak ke desain grafis

Bagan 3.1 Proses Berkarya Penulis

BAB I PENDAHULUAN. Kampus Jurusan Teknik Arsitektur Universitas Bina Nusantara. yang Berhubungan dengan Arsitektur.

BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN

III. METODE PENCIPTAAN TOPENG SEBAGAI TEMA DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI RUPA. A. Implementasi Teoritis

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Impressionisme adalah aliran seni yang pada mulanya melakukan

ESTETIKA BENTUK Pengertian. Estetika adalah suatu kondisi yang berkaitan dengan sensasi keindahan yang dirasakan seseorang

I. PENDAHULUAN A. Penjelasan Tema / Ide /Judul Perancangan B. Latar Belakang Perancangan

NIRMANA DUA DIMENSI. Oleh: Dr. Kasiyan, M.Hum. Jurusan Pendidikan Seni Rupa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta 2013

BAB I PENDAHULUAN. dengan apa yang ingin diutarakan pengarang. Hal-hal tersebut dapat

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penciptaan Adi Khadafi, 2013

Skripsi Museum Keroncong

III. METODE PENCIPTAAN. A. Implementasi Teoritis

BAB I PENDAHULUAN. Seni lukis ini memiliki keunikan tersendiri dalam pemaknaan karyanya.

I. PENDAHULUAN. pengalaman dan pengamatan penulis dalam melihat peristiwa yang terjadi

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

KOMSEP KARYA SENI. Oleh: Zulfi Hendri, S.Pd NIP:

Munandar dalam Satriani (2011, hlm. 2) bahwa Kreativitas merupakan

BAB III METODE PENCIPTAAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB V KESIMPULAN. Berdasarkan uraian pada bab-bab sebelumnya, kiranya. telah cukup menjawab berbagai permasalahan yang diajukan

pribadi pada masa remaja, tentang kebiasaan berkumpul di kamar tidur salah seorang teman

III. PROSES PENCIPTAAN

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN

III. METODE PENCIPTAAN

BAB I PENDAHULUAN. gagasan, ekspresi atau ide pada bidang dua dimensi.

BAB III METODE PENCIPTAAN

SENI RUPA KONTEMPOLER. Presentation. Disusun Oleh: XII IPA 7 XII IPA 7 XII IPA 7 XII IPA 7 XII IPA 7 XII IPA 7

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN I ( RPP I )

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. mata pencaharian dengan hormat dan jujur. Dalam versi yang lain seni disebut. mempunyai unsur transendental atau spiritual.

ESTETIKA ABAD KE-20 SUSANNE K. LANGER. Oleh : Ritter Willy Putra Christina Abigail Daniz Puspita

III. METODE PENCIPTAAN. A. Implementasi Teoritik

BAB 1 PENDAHULUAN. diri seseorang. Musik tidak hanya menyentuh, tetapi meresap dan merasuk jiwa

BAB III PROSES PENCIPTAAN KARYA. memberikan ingatan segar kembali akan pengalaman-pengalaman kita dimasa

BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN. kebenaran, hal ini terkait sekali dengan realitas.

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori/Metode Teori membuat Komik. Dalam bukunya, Scott McCloud mengatakan bahwa komik adalah

BAB I DEFINISI OPERASIONAL. Seni merupakan salah satu pemanfaatan budi dan akal untuk menghasilkan

BAB I PENDAHULUAN. menghawatirkan, baik dari segi penyajian, maupun kesempatan waktu dalam

BEELAJAR MENCIPTAKAN RUANG MELALUI GAMBAR ANAK-ANAK Oleh: Taswadi. Abstrak

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara. 1 Koentjaranigrat (seniman). Majalah Versus Vol 2 edisi Februari 2009

BAB I PENDAHULUAN. Harry Atmami, 2015 Seni Kinetik Mitos Situ Bagendit Universitas Pendidikan Indonesia repository.upi.edu perpustakaan.upi.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

2015 PENCIPTAAN KARAKTER SUPERHERO SEBAGAI SUMBER GAGASAN BERKARYA SENI LUKIS

DESKRIPSI KARYA SENI LUKIS CRASH

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB III METODE PENCIPTAAN. A. Implementasi Teoritik

Bab I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha

BAB I PENDAHULUAN. suatu bahasa. Puisi juga merupakan cara penyampaian tidak langsung seseorang

pendidikan seni tersebut adalah pendidikan seni rupa yang mempelajari seni mengolah kepekaan rasa, estetik, kreativitas, dan unsur-unsur rupa menjadi

TEORI DAN KONSEP PERANCANGAN RUANG DALAM

II. KAJIAN PUSTAKA. A. Sumber Pustaka. sangat cemerlang dan sangat indah. Untuk menjadi kupu-kupu yang. Kupu-kupu memiliki banyak jenis dan memiliki

Metode Penciptaan Serikat Serangga Dalam Penciptaan Seni Kriya Oleh: I Nyoman Suardina, S.Sn.,Msn

Meng- abadi -kan Arsitektur dalam Rancangan Gedung Konser Musik Klasik Surabaya

Bentuk Analogi Seni Pertunjukan dalam Arsitektur

Pengamatan Medium Pengafdrukan METODE PENCIPTAAN. terhadap tumbuhan paku sejati (Pteropsida) ini sehingga menghasilkan pemikiran.

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

KOMPLEK GALERI SENI LUKIS di DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. Pada bab pendahuluan ini dikemukakan beberapa poin di antaranya latar belakang

SEJARAH SENI RUPA TOPIK 6 SENI RUPA MODERN IMPRESIONISME, EXPRESIONISME, POINTILISME, FAUVISME, FUTURISME, DADAISME, KUBISME

Struktur Arsitektur dalam Objek Rancang Pusat Komunitas Berperilaku Hijau Surabaya

GALERI SENI LUKIS MODERN DI YOGYAKARTA

SEJARAH DESAIN. Evaluasi Materi Modul 1 s.d 7. Udhi Marsudi, S.Sn. M.Sn. Modul ke: Fakultas Desain dan Seni Kreatif. Program Studi Desain Produk

BAB III METODE PENCIPTAAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG PEMILIHAN STUDI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dihargai keberadaannya. Penenelitian tentang tattoo artist bernama Awang yang

BAB I PENDAHULUAN. Jika kita berbicara tentang peradaban manusia, tidaklah akan lepas dari persoalan seni dan

BAB I PENDAHULUAN. Kelebihan yang utama adalah memiliki akal budi. psikis. Perbedaan yang paling terlihat antara perempuan dan laki-laki terutama

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan masalah yang cukup kompleks dalam kehidupan

V. PENUTUP. A. Kesimpulan

BAB I PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Maranatha

BAB III METODE PENCIPTAAN. A. Implementasi Teoritis

BAB I PENDAHULUAN. di Indonesia disatupadukan dari kebudayaan nasional dan kebudayaan. daerah. Kebudayaan nasional Indonesia merupakan puncak puncak

melodi dan keharmonisan dari nada dan suara yang disusun '). Seni

Unsur dasar senirupa. Pertemuan ke 1

BAB III METODE PENCIPTAAN. keluar dari kegelisahan tersebut. Ide/gagasan itu muncul didorong oleh keinginan

BAB I PENDAHULUAN. beragam. Kebutuhan dan keinginan diperlukan terutama untuk mencapai tujuan hidup

BAB III PROSES PERANCANGAN. A. Bagan Pemecahan Masalah. Perancangan Motif Batik Geometri

DISKRIPSI CIPTAAN LUKISAN JALAN KE CANDI

SEJARAH DESAIN. Gaya Desain Konstruktivisme Modul 7. Udhi Marsudi, S.Sn. M.Sn. Modul ke: Fakultas Desain dan Seni Kreatif. Program Studi Desain Produk

BAB III CELENG SEBAGAI TEMA DALAM KARYA SENI LUKIS. A. Implementasi Teoritis

belajar, belajar seraya bermain, dengan demikian anak akan memiliki kesempatan untuk bereksplorasi, menemukan, mengekspresikan perasaan dan

HASIL DAN PEMBAHASAN

Analisis Kompetensi (AK) Checklist Keterangan. Garis-garis Besar Program Pembelajaran (GBPP) Checklist Keterangan

BAB 4 KONSEP. 4.1 Landasan Teori

1.4 Metodologi Penelitian

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang I.1.1 Latar Belakang Pengadaan Proyek

BAB I PENDAHULUAN. Aliran musik Grunge merupakan sebuah inovasi dari aliran musik rock

BAB I PENDAHULUAN. Musik merupakan suatu hal yang sangat akrab dengan indera pendengaran

LUKISAN BASUKI ABDULLAH DAN MAKNANYA

III. METODE PENCIPTAAN

II. TINJAUAN PUSTAKA. Puisi merupakan salah satu bentuk karya sastra yang bersifat imajinatif yang lahir

KONSEP DASAR PEMBELAJARAN SENI LUKIS PENDIDIKAN SENI RUPA. Oleh: Drs. Susapto Murdowo, M.Sn.

Transkripsi:

ADAPTASI SENI FAUVISME PADA PERANCANGAN ARSITEKTUR Disusun oleh : Dian Arista Lubis 1), Alvin J. Tinangon 2) 1) 2) Mahasiswa Pro Arsitektur Unsrat Staf Pengajar Pro Arsitektur Unsrat ABSTRAK Karya tulis ini meneliusuri tentang konsep-konsep dasar seni lukis, kemuan adaptasikan ke lingkup wilayah arsitektur. merupakan suatu seni inovatif, menjunjung tinggi kebebasan berekspresi, terutama hal penggunaan warna. Warna-warna gunakan terkesan liar atau tidak sesuai kaidah-kaidah lukis sebelumnya. Dimana seni terdahulu, selalu memprioritaskan kemiripan situasi baik warna ataupun objektifitas pemangan tangkap oleh indera pelihat Konsep-konsep dasar kemuan menja karteristik dari itu senri, adaptasikan ke lingkup arsitektur, pada dasarnya sudah berri atas pondasi seni. hal ini lakukan untuk mencegah timbulnya stagnasi dari seorang arsitek, sering terlihat pada hasil-hasil perancangan belakangan ini, yaitu desain monotone berulang. Dalam implementasi seni ke perancangan arsitektur, gunakan strategi transformasi, mana bahasa seni adaptasikan ke bahasa arsitektur kemuan olah tinjauan perancangan arsitektur, dapat melahirkan konsep-konsep perancangan arsitektur. Kata kunci : Fauvisme, Adaptasi, Perancangan. 1. PENDAHULUAN ri orang menghayatinya (Soedarso Seni merupakan sesatu murni. Sp, 2000). Seorang seniman, harus bisa Layaknya sebuah kunci gunakan menginterpretasikan rasa ada pada untuk memasuki dunia pikir seseorang. Seni rinya, suatu karya seni. adalah segala kegiatan hasil karya Adapula beberapa hal penting harus manusia mengutarakan pengalaman selalu pegang teguh berseni adalah batinnya karena sajikan secara unik sikap batin tidak steriotip, serta menarik, memungkinkan timbulnya orijinalitas, kesegaran, kepribaan sang pengalaman atau kagiatan batin pula pada penikmat seni. 82

Suatu karya seni tidak buat suatu mutlak. Melainkan merupakan sebagai hasrat untuk memenuhi kebutuhan suatu manusia paling pokok. Namun lebih kronologis suatu kejaan. condong kebutuhan klasik modern tidak memiliki suatu secara spiritual. Oleh karena itu, terkag batasan waktu jelas. Modern dapat definisi tentang seni itu senri seringkali artikan sebagai suatu pemenuhan syarat, berbeda- karenakan yaitu kreativitas. Dalam artian, seorang seseorang mendekati seni, memilih seniman akan menyebut rinya modern, peraturan parameter menuntunnya, saat menciptakan suatu karya baru berdasarkan seleranya senri. Atau bisa katakan, seni merupakan produk dari kembangkannya. Istilah kesenian modern pemilihan berekpresi. biasanya hubungkan seni memilih mengesampingkan trasi masa lalu atas meum (jalan) mana akan a tempuh, nama semangat eksperimentasi. Seniman untuk mengekspresikan rasa ada pada modern bereksperimen cara pang rinya. baru gagasan segar mengenai alam Dengan kepada beda. pemenuhan Hal meum ini untuk seni,seseorang dapat kelompokkan berdasarkan Misalnya saja, inovasi-inovasi Setiap hal lakukan materi fungsi seni. Kecenderungan melibatkan perasaan dapat katakan sebagai terhadap abstraksi merupakan karakteristik seni. Misalnya saja, seni musik, seni rupa, dari sebagian besar karya seni modern (Anne seni tari, seni lukis. Walaupun meum Ahaira,2009). tempuh berbeda- beda, namun inti dari ber-seni hanyalah mencari suatu keharmonisan rasa seseorang. Segkan pengelompokan berdasarkan karateristik lukisan itu senri, dapat lihat dari ke-khas-an hasil karya Begitu pula halnya seni lukisan. Karakter sorot lukis. Dimana seni lukis, seseorang mengklasifikasikan haruskan untuk melibatkan perasaannya aspek warna, bentuk, serta teknik lukis dari mengharkan sesuatu ada karya tersebut. Misalnya saja seni pikiranya, pada suatu mea. Meskipun lukis dadaisme, kubisme, surrealisme, serta rasa seni lukis. Dimana dari merupakan esensi inti, namun tidak sekit semua seni tersebut, memiliki sudut seniman sudah beracuan pada gaya- pang karateristik tersenri dari gaya seni terdahulu. Pengelompokan penikmat seni. ber-seni lukis permainan pengelompokan seni itu senri tidak dapat hindari. Dimulai lukisan, melingkupi Aliran pelopori oleh Henri Matisse ini lebih mengacu kepada kebebasan pengelompokan berdasarkan zaman seni, berekspresi warna bentuk, hingga banngkan memikirkan detail lukisan pengelompokan berdasarkan karateristik lukisan itu senri. Pada dasarnya menonjolkan keaslian serta pengelompokan objektifitas. Seni selalu bertujuan untuk berdasarkan zaman bukanlah merupakan menciptakan realitas baru dari pengalaman 83

nyata. Cipta inilah mendorong seni Fauvisme merupakan suatu masuk ke arsitektur, bahkan secara seni lukis lahirkan pada awal abad rakal, menjerumuskan arsitektur ke ke-xx. Dua tokoh penggagas seni ini seni (Alvin J. Tinangon, 2006). Meskipun adalah Henri Matisse and André Derain. demikian, pengadaptasian seni ke Mereka berdua terinspirasi dari gaya lukis perancangan arsitektur, tidaklah mudah. Paul Gaguin, kebanyakan memaparkan Tidak hanya dari segi teknis, namun secara lukisan-lukisan suasana objektif visualisasipun, realistis, kemuan gantikan oleh tidak hanya cerminkan begitu saja sebagai bahasa paparan seni, layaknya pengaruh seni lainnya imajinatif. Paul Gaguin bukanlah seorang terhadap arsitektur. Untuk itu, munculah pelukis ber. Namun dari pertanyaan-pertanyaan menyebabkan pernyataannya kepada Paul Sérusier yaitu, rasa ingin tahu, sejauh mana konsep-konsep How do you see these trees? They are dapat adaptasi oleh arsitektur? yellow. So put it in yellow; this shadow, Serta apakah konsep-konsep perancangan rather blue, paint it pure ultramarine; these red muncul akan dapa mendobrak leaves? bersifat Put it emosional vermilion. perancangan arsitektur monotone menggambarkan bahwa ada luapan emosi tidak kasus-kasus campuran daya imajinasi pada lukisan perancangan arsitektur belakangan ini, tersebut. Fauvisme itu senri, merupakan bersikap kaku menuju pada kematian suatu gebrakan kebebasan melukis. karakter seni arsitektur. Dalam, seorang pelukis tidak perlu ekspersif? melihat terpaku 2. PEMBAHASAN pada kaidah-kaidah melukis trasional justru bersifat membekukan karya mereka senri. I. KRONOLOGI FAUVISME Penamaan Fauvisme atau Les Fauvisme sebenarnya muncul Fauves ( bahasa Perancis), berikan sebagai inovasi baru, timbulkan dari oleh seorang kritikus seni bernama Louis kejenuhan Vauxcelles, pada awalnya terkejut merupakan suatu langkah awal berani melihat warna membuka mata beberapa kaum pelukis segerombolan pelukis-pelukis muda dunia, akan kebebasan ber-seni lukis pada saat itu seg mengadakan pameran menerobos kaidah-kaidah trasional karya-karya salon akan pemakaian warna bentuk. Dalam d Automne, sekaligus sebagai deklarasi awal gaya impressionisme senri, para pelukis mana gebrakan pematahan aturan- sudah mulai menggunakan warna-warna aturan seni buat. Kelompok berani (kontras warna asli) menyebut pameran mereka sebagai cage des namun, masih mengejar gradasi-gradasi dari fauves berarti, sangkar binatang- nada warna nyata objek lukis. Namun, binatang liar., seorang seniman dapat keberanian lukis memainkan mereka Improssionisme, menumpahkan emosi ide-ide ada 84

pada rinya, melalui bentuk-bentuk lebih bebas mengeluarkan ekspresi warna tidak biasa (berlebihan). karakter ada pada rinya, mengharkan suatu karya seni hasil tidak biasa. I.I Gaya teknik Dalam beberapa seni lukis, dapati bahwa ada dari adalah kebebasan ber-seni. Seperti mengatur karya seni, sehingga terciptalah artian secara harafiah, berarti sebuah binatang liar. Dengan hal itu, karakter aturan-aturan Esensi dari karya, menginkasikan kelompok mana condong kepada sikap karya tersebut mengacu. Misalnya saja, pemberontakan dari kekakuan kaidah-kaidah Kubisme mengharuskan seni. Namun kebebasan tersebut, tidak karya seni tersebut meniggalkan beberapa ketentuan-ketentuan mengacu pada bentuk-bentuk geometri menja ciri khas dari itu bisa rekayasa sedemikian rupa. Atau senri. Ciri khas dapat kita lihat Naturalisme, realisme, dari luapan emosi begitu berkoar-koar, impressionisme, lebih mengutamakan seperti halnya warna-warna kontras keadaan awal suatu situasi (baik warna bentuk-bentuk tidak begitu detail, ataupun bentuk) tanpa banyak kontribusi sehingga menimbulkan kesan unik pada emosi daya imajinasi dari seniman lukisan. bentukan nya. Beberapa seniman lukis prancis, Berbeda naturalisme, mengemukakan cara realisme, impressionisme, ataupun melihat suatu keadaan atau situasi nyata, lainnya, kemuan interpretasikan daya substansi berlebihan nya, lebih mengacu pada rasa khayal mereka senri. atau emosi seniman. Seorang fauvism, bisa Henri Matisse The Roofs of Collioure (oil on canvas, 1905) Misalnya saja, lukisan The Roofs of Collioure André Derain Pool of London (oil on canvas, 1906) Petersburg tampilan warna oleh Henri Matisse, berbeda. Atau lukisan The Pool of London, menggambarkan suatu situasi kota St. karya André Derain mengekspresikan 85

situasi perairan London begitu sibuk, Seperti halnya seniman lain, cara mengiterpretasikan warna cerah Seorang pelukis pasti akan menemukan titik pada bagian depan lukisan, kemuan jenuh atau kekosongan ide, biasa secara perlahan berubah menja warna sebut stagnasi. Dengan kejenuhan lembut pada bagian belakang. Hal ini tersebut, munculah sebuah motivasi dari lakukan maksud mengekspose, para seniman, pada akhirnya mencoba mengekspersikan situasi terja pada mencari jalan keluar untuk menemukan inti lukisan tersebut. André Derain, berhasil sebuah mea penampungan luapan emosi membuat komposisi baik mereka. Pada permulaan abad ke-20, Henri mengharkan sesuatu Matisse mendobrak beberapa seniman muda, aturan- aturan lukis, seperti halnya melukis termasuk memperhatikan gradasi warna Braque, André Derain, Raoul Dufy, spectrum warna. Dalam lukisannya, André Maurice de Vlaminck merevolusi dunia seni Derain mampu membuat konflik antara Paris lukisan-lukisan panorama warna-warna cerah warna lembut, untuk sosok liar, beraneka warna, membentuk sesuatu harmonis. ekspresif. Oleh para kritikus karya mereka Untuk itu, seorang fauvism tidak pelukis pra-kubisme Georges sebut ber Fauvisme. Dua versi karya Henri Matisse, The mendasarkan pada estetika karya har. Namun lebih pada kesan naluriah Dance, terpapar dari lukisan tersebut. Menurut kariernya seorang fauvism, modern. Karya spiritual memiliki hubungan lukisannya, menandai titik penting perkembangan tersebut lukisan mencerminkan lebih kekaguman Matisse pada seni primitif, berkualitas, banngkan mengejar seperti warna hangat intens dari figur- pendapat tentang estetika dari pengamat figur lukisan warna latar hijau karya itu senri. kebiruan sejuk serta rangkaian gerak I.II Sejarah perkembangan ritmik sosok telanjang seg menari Fauvisme merupakan suatu mengungkapkan cita hedonisme Dimana, kemunculan seni lukis ini, Ahaira,2009). menimbulkan dunia mencoba menambahkan warna-warna ini, tidak biasa pada lukisan mereka. Walapun lukis gebrakan pemakaian warna-warna cerah terdahulu,mana pelukis hanya melukis sudah terlihat pada masa impressionisme pemagan pos impresionisme, namun pada masa tangkap oleh indera pelihat atau secara, lebih jelas terasa. Karena tidak realistis, kemuan bingkai hanya mengandalkan pencahayaan pada kanvas suatu benda situasi, namun pencahayaan alami meyerupai keadaan juga tidak memperdulikan adab-adab lukis nyata. pada biasanya lebih menonjolkan perlukisan. Dikarenakan mendobrak 86 adab-adab atau suatu momen pewarnaan cat, emosional seni muncul pada awal abad ke-xx. kontroversi pembebasan Mereka mulai (Anne

bentuk sapuan-sapuan kuas tersebut rikan oleh André Breton pada lebih halus, cenderung tidak bertekstut. 1924. Dalam ber-, cukup hanya seorang memindahkan seniman apa Perang Dunia I mengakhiri fase ini, tetapi menandai awalinya terdapat pikiran hatinya saja, ke gerakan kanvas, tanpa memperdulikan kejelasan Surealisme. Kelompok seniman, seperti de bentuk dari objek lukisnya. Stijl Bauhaus mengembangkana gagasan Setelah berkembang pesat Prancis, Fauvisme menjalar ke anti-seni, seperti sejumlah Dada baru mengenai keterkaitan seni, arsitektur, desain, penkan seni. Kesenian Jerman, kembangkan sebagai salah modern perkenalkan Amerika Serikat satu Armory Show pada 1913 melalui membebaskan para seniman dari kebiasaan seniman-seniman Eropa pindah ke keteraturan penggunaan warna, bentuk. Amerika serikat selama perang duna I Antara 1910 hingga akhir Perang Dunia I berlangsung. setelah pemberontakan Kubisme, Setelah Perang Dunia II, Amerika beberapa gerakan muncul Paris. Giorgio Serikat menja titik pusat gerakan seni de Chirico pindah ke Paris pada Juli 1911. baru. Dasawarsa 1950-an 1960-an Di tandai kota ini masa a kejayaan bergabung kemunculan Ekspresionisme saudaranya, Andrea (penyair pelukis Abstrak, Pop art, Op art, masih banyak Alberto lagi gerakan lain. Pada akhir 1960-an Savinio). Lewat saudaranya ini, Giorgio de 1970-an, Land art, Performance art, Chirico bertemu Pierre Laprade, anggota Conceptual art, bentuk-bentuk seni baru dewan juri pada Salon d'automne, tempat lain menarik perhatian para kurator a memamerkan tiga karyanya: Enigma of kritikus. Seni pertunjukan instalasi the Oracle, Enigma of an Afternoon, makin meluas. Sekitar periode ini, sejumlah Self-Portrait. seniman arsitek mulai menolak ide kenal nama Pada 1913, Giorgio de Chirico memamerkan karyanya Salon des modern menciptakan karya-karya Postmodern ((Anne Ahaira,2009). Indépents Salon d Automne, Walaupun berumur singkat (1898- karyanya mendapat perhatian dari Pablo 1910), namun sangat berpengaruh Picasso. Lukisan-lukisannya memukau pada misterius anggap penting pada awal membebaskan para seniman, dari kemunculan Surealisme. Song of Love kekakuan seni. Dengan gerakan ini, para (1914), merupakan salah satu karya de seniman bisa lebih mengekspresikan emosi Chirico paling terkenal. Lukisan itu mereka berintuisi akan keadaan merupakan contoh awal gaya Surealis, meski alam, permainan warna. perkembangan gaya lukis dunia, lukis sepuluh tahun sebelum gerakan 87

88

Dari timeline perkembangan karya seni memuaska rinya secara seni, dapatkan bahwa aya batiniah. pengaruh dari - terdahulu, baik Fauvisme tidak hanya mendapat teknik lukisan, ataupun karakter subjek pengaruh dari - seni lain, namun lukisan membentuk satu kesatuan yaitu sebagai pendobrak kebebasan berekpresi. seni, tentunya sangat lah Gaya melukis pengaruhi oleh beberapa seni lukis. - Warna. faktor warna, seni lainnya menjunjung tinggi banyak kebebasan Seperti ekspresionisme, abstrak, serta impresionisme, warna-warna kemas, pop art, menjunjung tinggi kebebasan tidak sesuai warna real (scene baik warna paparkan lihat pada saat itu) namun telah pada lukisan. pengaruhi impresionisme, pengaruhi oleh mana oleh permainan - II. sudah tidak sesuai warna asli DALAM BIDANG ARSITEKTUR melukis. spectrum tangkap IMPLEMENTASI mata SENI LUKIS Selain - seni lukis, ada juga bagian dari big seni lainnya secara langsung. - berekspresi warna. Sehingga seringkali warna lukisan pemangan - juga berpengaruh pada perkembangan juga menuntut aya ekspresi rasa (emosi) meninggalkan jejak teknik lukis dari senimannya. Dalam hal ini, mengenai bertekstur bentuk oleh cat big arsitektur mana katakan menggumpal, kemuan adopsi oleh Markus Zahnd bahwa seni juga oleh merupakan salah satu aspek dasar Bentuk. Objek pembentuk cerita lukisan membentuk pengaruhi oleh - seperti lukisan, arsitektur juga tidak bisa realisme naturalisme. Dimana lepas dari proses mengandalkan daya, pemangan tangkap imajinasi, intuisi rangkum mata, tetap menja objek inti, namun suatu kreatifitas ilmu.beberapa tidak hanya seni lukis, juga telah implementasikan tegaskan komposisi warna pada ke proses pendekatan perancangan lukisan. arsitektur. Misalnya saja futurisme. Tekstur. Aliran secara impresionisme detail. Objek arsitektur. Seperti halnya Teknik. Dalam teknik lukis, Seperti halnya seni, wilayah mengadopsi sebagian besar lukis arsitektur, sense dari seorang arsitek juga pointilisme, lebih mengemukakan sangat garis-garis pendek berkembang Dimana emosi daya imajinasi dari secara horizontal. Kemuan garis-garis perancang akan lebih memunculkan karakter pendek ini padukan ekspresi menuju pada elemen estetika akan warna serta tambahkan luapan arsitektur. Oleh karena itu,pembentukan emosi dari pelukis untuk menja suatu arsitektur sebagai gabungan antara elemen perlukan merancang. 89

seni pegetahuan merupakan sesuatu II.I Adaptasi pada perancangan mutlak. Seperti katakan Gehry, arsitektur My approach to architecture is fferent. I Fauvisme pada dasarnya berada search out the work of artist and use art as a pada ruang lingkup seni lukis. Dimana means inspiration memiliki ciri khas atau karateristik (http://www.kmtspace.com). Pada dasarnya, tersenri dunia seni. Melihat keaa seni arsitektur itu senri, perancangan arsitektur pada saat ini, mana memiliki esensi sama. Yaitu sebagai bentuk konsep perancangan suatu mea untuk mencapai suatu tampilkan bangunan kurang lebih keselarasan. seni, seorang seniman memiliki wujud hampir serupa, mencapai kemuan mengakibatkan kematian ekspresi of keselarasan akan jiwanya, segkan arsitektur, seperti arsitektur. ungkapkan oleh Vitruvius bukunya penan De Architectura, seorang arsitek baiknya terapannya pada big arsitektur. Berikut menyelaraskan ini merupakan skema tempuh hubungan antara aspek Estetika (Venustas), kekuatan (Firmitas), kajian teori seni menerapkan strategi desain tranformasi. serta aspek kegunaan (Utilitas). KARATERISTIK FAUVISME (Bahasa seni) ADAPTASI ARSITEKTURal (Bahasa arsitektur) TRANSFORMAS I Ide- ide ARSITEKTURAL TRANSFORMAS I KONSEP ARSITEKTURAL 90 Untuk itu, perlukan

Dalam konteks ini, itu senri pada desain arsitektur. permasalahannya terletak pada, bagaimana Berikut merupakan bentuk pengaplikasian bahasa-bahasa seni strategi desain cara mengadaptasikan, dapat terjemahkan ke karateristik seni (bahasa seni/ lingkup bahasa arsitektur. Atau bahasa bentuk, bagaimana caranya bahasa dwi- perancangan arsitektur (bahasa arsitektur/ matra transformasikan ke bahasa bahasa tri-matra. implementasikan ke lima aspek rupa penerapan dari dwi-matra), tri-matra) ke lingkup kemuan semantik arsitektur (Markus Zhand, 2009). Dalam proses adaptasi ini, terja pemaknaan karateristik dari seni NO. 1 FAUVISME ARSITEKTUR (Bahasa dwi-matra) (Bahasa tri-matra) Tidak sesuai keadaan nyata/ Ekspresif / imajinatif TINJAUAN ARSITEKTURAL 1. Bentuk unreal 2. skala (ukuran) 3. pattern (warna & pola) 4. material (bahan & tekstur) 5. posisi (letak) 2. Konflik warna (liar) Ke-Kontras-an / visual storsi 1. Bentuk 2. skala (ukuran) 3. pattern (warna & pola) 4. material (bahan & tekstur) 5. posisi (letak) 3. Brushstrokes,horizontal strokes, horizontal 1. Bentuk 2. pattern (warna & pola) 3. posisi (letak) 4. Bentuk tidak detail Abstrak, undetail 1. Bentuk 2. pattern (warna & pola) 3. material (bahan & tekstur) 4. posisi (letak) 5. Bertekstur kuat Hard texture 1. pattern (warna & pola) 2. material (bahan & tekstur) 6. 7. Warna-warna murni Tidak ada shang Warna-warna dasar 1. pattern (warna & pola) (ungradation) 2. material (bahan & tekstur) Solid 1. Bentuk 2. pattern (warna & pola) 3. material (bahan & tekstur) 91

Dari tabel atas, dapatkan bahwa perancangan. Dalam konsep terapan lingkup seni arsitektur sangatlah erat, kaitannya. menggunakan Sehingga, peng-adaptasian material material tekstur solid, konsep-konsep, dapat langsung tekstur kasar, warna- aplikasikan lima aspek pembentuk warna tegas dapat memperlihatkan bentuk ke-kontras-an sifat bangunan secara perancangan arsitektur yaitu (wujud), skala (ukuran), pattern (warna pola), material (bahan tekstur), visual. 5. Posisi (letak), biasanya aspek ini, menkut perancangan ruang serta posisi (letak). Dalam peng-adaptasian seni luar, mana akan terlihat tata letak ke perancangan arsitektur, bangunan dapatkan konsep terapan ke konsep-konsep perancangan sebagai berikut : 1. Dalam sirkulasinya. Dalam lingkup arsitektur, posisi atau tata letak bentuk, aspek itu senri atur berdasarkan mewajibkan bentuk ekspresif, penyesuaian konsep atau daya imajinasi, solid, abstrak, aya ke-kontras-an strokes secara visual, aya strokes pada secara horizontal, bagian-bagian melupakan konsep ke-kontras-an secara interior ataupun eksterior, serta pengembangan secara pengembangan tidak visual. horizontal. 2. Konsep skala (ukuran) terapkan pada perancangan baiknya, 3. PENUTUP I. KESIMPULAN menggunakan konsep imajinatif, 3. serta sesuaikan ke-kontras-an sangat objek,untuk lebih menonjolkan point of pemakaian warna bentuk, kemuan interest dari perancangan itu senri. tunjuk Dalam aspek pattern (warna pola), pemakaian warna-warna secara natural memang merupakan ciri khas inti pelukisan objek secara sesuai dari teknik sebagai aya gerakan kaidah-kaidah pendobrak kemuan penangkapan indera. Dimana penggunaan ke arsitektur warna secara liar merupakan ciri khas inti konsep warna ekspresif, dari kelompok ini. Fauvisme sangat meng- abstrak,kembangkan pola agungkan kebebasan ekspresi emosi memiliki pola ber-seni lukis. Ada pun teknik-teknik tekstur jelas, warna-warna dasar wajibkan secara tersirat, hanya solid, aya strokes, storsi maksudkan sebagai pemberi identitas ke- secara visual khasan itu. Seperti halnya melukis sirkulasi Material horizontal, (bahan tekstur), merupakan tampilan inti dapat merubah 92 menolak, adaptasikan 4. Fauvisme sebagai seni image sebuah objek tidak meniru pemangan tangkap secara objektif, penggunaan warna-warna dasar, tidak aya teknik

shang, warna-warna solid, serta Soedarso, Sejarah Perkembangan Seni garis-garis lukis tidak detail, sehingga Rupa Modern, Jakarta, CV. Stuo tidak menojolkan bentuk. Delapan Puluh Enterprise,2000. Setelah menelaah seni lukis Antoniades, C. Anthony, Poetics of, akhrinya dapatilah substansi- Architecture. New York, Van Nostrand substansi Reinhold,Co, 1992. inti kemuan adaptasikan ke konsepkonsep perancangan arsitektur. Dimana Tinangon, Alvin, Manifestasi Seni Kubistis Ber-Arsitektur arsitektur itu senri, memang sudah berri (Majalah TEKNO vol. 04), Manado, atas pondasi seni. kaitan antara seni Departemen arsitektur sangatlah erat. Dalam arsitektur, Universitas Sam Ratulangi, Fakultas daya imajinasi ekspresi seorang arsitek Teknik, 2006. sangatlah perlukan,untuk menghindari aya kematian jiwa dari perancangan arsitek itu senri. Untuk itu, arsitek-arsitek, baiknya sering mengembangkan strategi- Penkan Nasional Santosa, Hery, Aliran Seni Lukis Eropa, http://www.anneahaira.com.perkemba ngans strategi desain untuk menghindari stagnasi. II. SARAN Dalam hal pengkajian, seni masih sangat kurang. Di karenakan sejarah perkembangan sangat singkat. Untuk itu, pengakajian kaitannya arsitektur masih sangat sempit. Masih terbatas pada penggunaan warna, bentuk, material. Segkan untuk pola hubungan ruang, belum terbahas temukan konsepnya. Untuk itu, sarankan agar tema tentang kaitan seni arsitektur, terutama, untuk kaji lebih men. DAFTAR PUSTAKA Zhand, Markus, Pendekatan Dalam Perancangan Arsitektur, Yogyakarta, Kanisius 2009. Kusmiati, Artini,Dimensi Estetika Pada Karya Arsitektur Dan Desain, Jakarta, Djambatan, 2004. 93