1 FAUVISME FAUVISME A.
|
|
|
- Ratna Iskandar
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 FAUVISME 1FAUVISME A. Konsep Seni Fauvisme Di Perancis pada akhir abad ke 19 berkembang aliran Fauvisme, aliran ini merambah ke beberapa tempat di Eropa dengan landasan kekaryaan yang berpegang pada konsep seni ekspressionisme yang telah dipelopori oleh Van Gogh. Fauvisme berasal dari kata Les fauves (bahasa Perancis) yang artinya binatang liar atau the wild beasts. Istilah ini dipakai oleh Louis Vauxelles (seorang kritikus Perancis) ketika la melihat keliaran dari sekelompok pelukis-pelukis muda yang berpameran di Salon d Automne (galeri milik Rousseau) pada tahun Vauxelles menyebut pameran itu sebagai Cage des fauves, sangkar binatang-binatang liar. Maka peristiwa Louis Leroy dengan impressionisme nya sekitar 30 tahun yang lalu terulang kembali. Istilah tersebut justru diangkat oleh gerombolan pe1ukis yang berpameran tadi menjadi nama resminya. Sebelumnya mereka juga menawarkan kelompoknuya dengan nama Kelompok Salon d Automne. Mereka menggelar Pameran Salon d Automne di Gallery milik Rousseau pada tahun 1905, karya-karyanya: Mattise, Derain, Vlaminck, Marquet, dan Rouault, merupakan cikal bakal lahirnya gerakan Fauvisme. Kelahiran fauvisme ini merupakan suatu pertanda munculnya abad dinamika baru dalam seni rupa yang berarti terjadinya peralihan nilai-nilai baru pula. Kelompok ini mengkaji pandangan mereka terhadap realitas ekonomi dan gerakan sosial pada masa itu sebagai landasan untuk mewujudkan keinginan mengungkapkan seni mereka. Selain itu suasana beberapa kota besar di Eropa menjadi pusat pertumbuhan gerakan baru, terutama kota Paris, yang pada masa selanjutnya melahirkan gerakan avant-garde. Lukisan-lukisan kaum fauvis memang terasa sangat bebas (untuk tidak menyebut liar ) baik dalam hal bentuk maupun warnanya, terutama untuk ukuran pada waktu itu. Sebuah pohon bisa saja berwarna merah atau biru, demikian pula massa daunnya. Bahkan sebuah karya Henri Matisse yang sangat terkenal ( Portrait a la rale verte, 1905) menggambarkan wajah seorang wanita dengan garis hijau membentang dari kening sampai dagu. Seorang pelukis Fauvis yang lain Maurice de Vlaminck, seusai menonton pameran besar retrospektif van Gogh terkagum kagum akan warna-warnanya yang galak dan tidak seperti keadaan di alam itu dan hingga ia 1
2 berkomentar, Pada hari ini rasanya saya lebih cinta kepada van Gogh dari pada kepada bapak saya sendiri. Maka jelaslah bahwa pelukis Belanda itu mempunyai andil yang besar dalam liarnya warna-warna lukisan Fauvisme ini, tetapi ekspresinya yang meluap-luap nampaknya kurang menjadi perhatian kaum Fauvis. Istilah timbul berkenaan dengan karya Henri Matisse, yang menurut kritisi seni pada masa itu merupakan karya-karya yang memadukan unsur neo-renaisans dengan menghadirkan warna-warna yang mencolok. Sehingga Louis Vauxelles mencap Henri Mattise sebagai raja binatang buas, dan mengatakan this is the starting point of Fauvism (Arnason, History of Modern Art, h. 22). Henri Mattise ( ), pelopor Fauvisme, menyatakan bahwa fauvisme lahir karena reaksi terhadap metodisme yang lamban dan tidak tepat pada neo-impresionisme Seurat dan Paul Signac. Menurut Mattise, melukis haruslah jujur, tidak mengada-ada, berjalan di atas kepentingan puncak keinginan. Andil Mattise dalam perkembangan seni modern adalah keberaniannya mendobrak melalui konsep ketepatan bukan selalu merupakan suatu kebenaran. Karya-karyanya banyak dipengaruhi oleh wawasannya terhadap seni dari Timur seperti keramik Persia, mosaik Bizantinum, atau permadani Islam. Karya terakhir yang cukup terkenal antara lain: Orang telanjang biru (1907), Wanita dalam biru (1937), Bu1u-bulu putih (1919), dan Green Stripe (Madame Mattise). Tokoh lainnya adalah Derain ( ), Maurice de Vlaminck ( ), Raoul Dufy (187719, 3), Georges Rouault ( ), dan Koes van Dougen ( ). Fauvisme tidak berumur panjang, tetapi andilnya sebagai unsur pembebasan dalam perkembangan seni rupa modern sangat besar dan menentukan arah perkembangan seni modern dalam perjalanan sejarah seni modern. Sekalipun Fauvisme belum memperkenalkan bentuk-bentuk abstrak, tetapi peluang untuk sampai di sana sudah ada. Dari beberapa karyakarya para pendukungnya, bentuk-bentuk di alam masih dapat ditemui; sebagai contoh sebuah lukisan menggambarkan pemandangan di Collloure, dan lukisan lain menggambarkan pelukis dan modelnya di dalam studio. 2
3 B. Tokoh dan Pengaruh Fauvisme Keberadaan Fauvisme sangat terkait erat dengan tiga sosok tokohnya yaitu Henri Mattise, Andre Derain, dan Maurice de Vlaminck, serta berpengaruh besar kepada George Braque. Derain bekerja dengan Vlaminck di Chatou dan dengan Mattise di Collioure. Ketiga tokoh itu seringkali berbeda pendapat, namun sebagai satu kelompok mereka dapat bersatu terutama dalam pameran kelompok, dimana mereka justru saling mensupport satu dengan yang lainnya. Henri Mattise ( ), seperti Degas, Manet, dan beberapa lainnya, Mattise adalah calon ahli hukum yang tidak pernah membayangkan bahwa lebih dari 60 tahun sisa hidupnya akan dihabiskan dengan dunia lukis; pada usia 22 tahun, ia melepaskan studinya untuk belajar melukis di Paris kepada Bouguereau, tetapi merasa kurang cocok lalu pindah kepada Gustave Moreau. Keduanya adalah tokoh dari Akademi. Pada periode awal melukis Mattise menekuni gaya Impresionisme, dan banyak dipengaruhi oleh Gauguin dan Cezzane. Pada periode Fauvisme, Mattise telah menemukan ungkapan yang tegas, berani dan mencolok. Karya Mattise yang terkenal berjudul Green Stripe (Madame Mattise). Pengenalan Mattise atas lmpresionisme membuat karya-karya awalnya s ang, at bernada Impresionistik, seperti misalnya yang dapat kita lihat pada salah satu lukisannya yang berjudul La Deserte (1897), lalu pada karyanya La Colffure (1901) yang menggambarkan wanita di depan kaca dengan punggungnya menghadap penonton itu, terlihat adanya pengaruh Cezanne dan Gauguin. Lukisannya yang terakhir banyak melukiskan bidangbidang yang luas dengan warna flat mirip karya Gauguin. Dari Cezanne ia belajar bahwa warna dalam sebuah lukisan yang terorganisasi dengan baik dapat memiliki power, sehingga menunjang keseluruhan performance lukisan. Pada tahun 1905 nampaknya Mattise mulai menyadari artinya baru dari warna vang dengan jelas terlihat pada lukisan-lukisannya, misalnya Pohon-pohon Zaitun di Colloure (1905). la mempelajari bahwa warna-warna yang murni itu mempunyai karakteristik sendiri, strukturnva sendiri dan bisa bicara sendiri, tidak sekedar berfungsi deskriptif atau dekoratif saja. Dengan demikian maka bisa saja pohon berwarna merah, langit orange, dan mukapun boleh pula diberi bergaris hijau 3
4 C. Tokoh-Tokoh Fauvisme yang Lain Pelukis yang terkenal lainnya adalah rekan terdekat di antaranya adalah Andre Derain ( ), dan Maurice de Valminck ( ). Adapun yang lain adalah Raoul Dufy ( ), van Dougen ( ) yang datang dari negeri Belanda, dan George Rouault ( ). D. Pembahasan Karya Seni: Henri Matisse (baca An-re Ma-tes), Red Room (harmony in Red), , Cat minyak di atas kanvas, 5 11" X 8 1". Komposisi warna hijau, biru, kemudian merah, adalah warna-warna yang dipergunakan Matisse dalam karyanya yang bertajuk Red in Harmony ibarat panggung sandiwara. Divisualisasikan sebuah interior yang comfortable, suasana rumah yang nyaman dengan seorang pelayan wanita yang sedang menata buah dan anggur. Seniman memilih warna yang dianggap dapat menampilkan kehangatan dan keceriaan. Ia melukiskan objek-objek dengan sederhana dan kebiasaan yang skematis dan menyamakan bentuk-bentuk luar- sebagai contoh, ia membuat out line pada sisi meja, pola dari permukaan meja dibuat berulang ke dinding samping. Warna-warna yang dipergunakan sangat kontras. Proses Matisse melukis sekalipun menggunakan warna-warna yang mencolok namun terlihat seperti paduan nada yang harmonis. Pada awalnya, karyanya lebih didominasi hijau, kemudian selama proses melukis ia menambahkan warna biru. Warna yang dipergunakan diapresiasi oleh Matisse, sehingga pada akhirnya dia merasakan warna merah adalah yang paling tepat. Seperti Van Gogh dan Gauguin, Matisse menggunakan warna yang menimbulkan rasa emosional. Ia menyatakan bahwa melalui warna dapat memberikan ungkapan penghayatan emosi. 4
5 Andre Derain (baca An-dra Du-ran), London Bridge, 1906, cat minyak di atas kanvas, 2 2" X 3 3" Ungkapan warna. Andre Derain ( ), juga seorang anggota Fauve, karyanya seunik Matisse. Karya Derain seolah mengikuti Matisse, komposisi warnanya menggunakan warna-warna yang kontras, dan mendatangkan respon emosi dari pemirsa. London Bridge adalah tajuk karya seni Derain. Perspektif dan jarak dilukiskan oleh warna. Untuk menciptakan kesan ruang, seniman menggunakan cahaya dan bayangan yang kontras, sehingga lukisan terasa semakin berbobot. Sebagai informasi Derain memiliki latar belakang pendidikan yang baik. Hal ini tampak dalam lukisannya yang lain yakni Boats in Colliose (lihat gambar bawah). Lukisan Derain, memiliki kekuatan yang ditampilkan dalam bentuk perspektif yang berani/menyimpang, penyederhanaan bentuk mengungkapkan kegelisahan dan keyakinan. Sapuan kwasnya merupakan contoh dari kebudayaan lukisan Perancis. Derain merupakan seorang seniman yang berhasil memadukan gaya melukis Vlaminck dengan Matisse. Teknik pointilist yang dipergunakannya yakni dengan cara memisah-misahkan warna sehingga warna seolah menjadi high spirit dan bergaya ceria serta gembira. Lukisan pemandangan Derain, dengan judul Saint Tropez, Collioure dan London bukan merupakan masterpiece dari periode fauves, tetapi justru merepresentasikan karya puncak Derain yang selalu concern dengan pendapatnya solid, kekal, dan menentang Impressionist yang puas dengan efek cahaya. 5
6 Georges Rouault (baca Zhorzh Ru-o), The Old King, , Cat minyak di atas kanvas, 2 61/4" X 1 91/4". Warna Fauve untuk menyatakan usaha-usaha sosial. Seniman Perancis Georges Rouault ( ) bukan berasal dari lingkungan Fauve, tetapi ia belajar kepada Gustave Moreau, seorang guru yang terpengaruh perkembangan Matisse. Ia berkarya dengan minat serupa dalam hal warna. Karyanya tidak memasukkan unsur sosial atau politik, karyanya bergerak dalam wilayah sosial dan komentar-komentar yang sedang berlangsung menghancurkan semangat orang. Karya Rouault terkenal dengan tema potret orang udik, prostitusi, dan senimanseniman, semua kelihatan sebagai figur-figur tragis. Rouault memberikan kekuatan religius yang meyakinkan, hal ini tidak mengherankan bila karyakaryanya memiliki nada tambahan religius. Warna-warna yang dipergunakan Rouault memberikan dampak untuk berimajinasi. Karya Rouault yang memiliki power dilukiskan pada The Old King. Seniman melukiskan seorang figur raja, wajahnya sangar berwibawa, memiliki status sosial yang diperlihatkan dengan batu permata-merah menyala, hijau zamrud, dan biru tua, warna yang dipergunakan bermacammacam. Outline figur diberi garis hitam yang kuat/tebal, aliran ini merupakan ciri khasnya. Karyanya mirip dengan gaya kaca patri, karena ternyata Rouault juga bekerja sebagai pembuat barang-barang dari kaca sehingga karyanya terpengaruh oleh kedalaman dan intensitas warna kaca. Raja yang sangar dilukiskan seperti rajawali, kulit berwarna gelap, dan rambutnya yang tipis memberi kesan raja yang lalim. Disini, Rouault menghasilkan kekuatan yang bersifat menantang mengimajinasikan pimpinan yang berwibawa tak kenal ampun. Hal yang berlawanan dengan sikapnya, Raja dilukiskan menghadap kearah bunga yang berada dalam genggamannya. Daftar Pustaka: Gardner, 2000, Gardner s Art Through The Ages, H. Harcourt Coll. Pub. H.W. Janson, 1995, History of Art,, Prentice Hall Inc. Ingo F. Walter, 1997, Impressionism, Taschen. 6
MODUL SEJARAH SENI MODERN
MODUL SEJARAH SENI MODERN Nama Mata Kuliah : Sejarah Seni Modern Kode Mata Kuliah : Pengajar : Ariesa Pandanwangi, M.Sn Semester : Pendek Hari Pertemuan/ Jam : Senin / 07.00-09.30 Tempat Pertemuan : Ruang
6.5 Fauvisme Aliran Fauvisme merupakan suatu aliran yang menyimpang dari hukum-hukum seni lukis pada era itu, kelompok ini adalah kaum pembrontak
6.5 Fauvisme Aliran Fauvisme merupakan suatu aliran yang menyimpang dari hukum-hukum seni lukis pada era itu, kelompok ini adalah kaum pembrontak dalam seni lukis Julukan aliran ini adalah Binatang Jalang,
ALIRAN NEO KLASIKISME
ALIRAN NEO KLASIKISME Aliran Neo Klasikisme adalah gerakan untuk mempertegas kembali (neo) kepada aliran klasikisme. Muncul system pendidikan bersifat akademis ditambah dengan Royal Academic kian memperkokoh
DISKRIPSI CIPTAAN LUKISAN JALAN KE CANDI
DISKRIPSI CIPTAAN LUKISAN JALAN KE CANDI DIPAMERKAN PADA PAMERAN SENIRUPA IKATAN KELUARGA ALUMNI SEKOLAH SENI RUPA INDONESIA 20-26 NOVEMBER 2011 DI TAMAN BUDAYA SURAKARTA SK DEKAN : 0614/UN.34.12/KP/2011
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Impressionisme adalah aliran seni yang pada mulanya melakukan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Impressionisme adalah aliran seni yang pada mulanya melakukan pemberontakan artistik terhadap standar umum seni di akhir abad ke 19 di Perancis. Daripada melukis
BAB IV KAJIAN ILUSTRASI MANUAL BERWARNA KARYA RUKMUNAL HAKIM
BAB IV KAJIAN ILUSTRASI MANUAL BERWARNA KARYA RUKMUNAL HAKIM Penyandang buta warna tentu memiliki sesuatu hal yang mempengaruhinya dalam proses pembuatan karya visualnya. Adler (seperti dikutip Damajanti,
pribadi pada masa remaja, tentang kebiasaan berkumpul di kamar tidur salah seorang teman
DESKRIPSI KARYA SENI LUKIS BERJUDUL: THREE GIRLS IN THE BEDROOM Judul : Three Girls in the Bedroom Ukuran : 100x100 cm Tahun : 2006 Media : Oil on canvas Dipamerkan pada acara: Pameran Seni Rupa dengan
SEJARAH SENI RUPA TOPIK 6 SENI RUPA MODERN IMPRESIONISME, EXPRESIONISME, POINTILISME, FAUVISME, FUTURISME, DADAISME, KUBISME
SEJARAH SENI RUPA TOPIK 6 SENI RUPA MODERN IMPRESIONISME, EXPRESIONISME, POINTILISME, FAUVISME, FUTURISME, DADAISME, KUBISME TUJUAN INSTRUKSIONAL MATERI PERKULIAHAN BUKU REFERENSI QUIZ LINLS KE INTERNET
Gambar 1. GUSTAVE COURBET. Anak Pemecah Batu. (1849). Kapur. Gambar 2. GUSTAVE COURBET. Pemecah Batu. (Detail) (1849). Cat Minyak di atas Kanvas.
Apakah lukisan itu? Apa perbedaan lukisan dengan gambar? Perhatikan contoh gambar yang dibuat oleh pelukis Perancis Gustave Courbet (Gambar 1). Gambar itu merupakan sketsa untuk lukisan pada Gambar 2,
Gambar: 5. 5a. Pasar Bali
Kelompok lukisan yang secara utuh mengalami pembaharuan pada bidang tema, proporsi, anatomi plastis, pewarnaan, dan sinar bayangan dalam lukis Pita Maha Oleh: Drs. I Dewa Made Pastika a. Judul lukisan
BAB III METODE PENCIPTAAN. A. Implementasi Teoritik
BAB III METODE PENCIPTAAN A. Implementasi Teoritik 1. Tematik Gagasan atau ide merupakan hal yang harus dimiliki seorang pencipta karya seni dalam proses penciptaan karya seni. Subjektifitas dari seorang
DISKRIPSI LUKISAN DUA PENARI
DISKRIPSI LUKISAN DUA PENARI Dipamerkan Pada Pameran Dies Natalis Universitas Negeri Yogyakarta ke-43 Tahun 2007 Oleh Sigit Wahyu Nugroho,M.Si Fakultas Bahasa Dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta 2007
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penciptaan Adi Khadafi, 2013
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penciptaan Perkembangan dunia kesenirupaan saat ini sudah sangat pesat sekali dengan inovasi bahan dan media dari karya seni rupa yang sudah beragam dan kadang tidak
SENI RUPA KONTEMPOLER. Presentation. Disusun Oleh: XII IPA 7 XII IPA 7 XII IPA 7 XII IPA 7 XII IPA 7 XII IPA 7
SENI RUPA KONTEMPOLER Presentation Disusun Oleh: XII IPA 7 XII IPA 7 XII IPA 7 XII IPA 7 XII IPA 7 XII IPA 7 Start Seni Rupa Kontemporer Tujuan Pembelajaran Definisi Contoh Karya Ciri - Ciri Referensi
Analisis Kompetensi (AK) Checklist Keterangan. Garis-garis Besar Program Pembelajaran (GBPP) Checklist Keterangan
Form Evaluasi - Dokumen DPBK Nama Penyusun : Ariesa Pandanwangi Fakultas/Jurusan : Seni Rupa Desain / Seni Rupa Murni Mata Kuliah : SEJARAH SENI RUPA MODERN Analisis Kompetensi (AK) Checklist Keterangan
LUKISAN BASUKI ABDULLAH DAN MAKNANYA
LUKISAN BASUKI ABDULLAH DAN MAKNANYA 2017 Judul : "Kakak dan Adik" Nama seniman : Basuki Abdullah tahun : 1971 ukuran : 65 x 79 cm. Lukisan Basuki Abdullah yang berjudul Kakak dan Adik (1978) ini merupakan
STUDI PUSTAKA PSIKOLOGI WARNA
STUDI PUSTAKA PSIKOLOGI WARNA 2.6 Psikilogi Warna Pada Ruang Psikologi warna menurut Hideaki Chijawa dalam bukunya "Color Harmony" : a. Warna hangat : merah, kuning, coklat, jingga. Dalam lingkaran warna
III. METODE PENCIPTAAN TOPENG SEBAGAI TEMA DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI RUPA. A. Implementasi Teoritis
III. METODE PENCIPTAAN TOPENG SEBAGAI TEMA DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI RUPA A. Implementasi Teoritis Penulis menyadari bahwa topeng merupakan sebuah bagian peninggalan prasejarah yang sekarang masih mampu
MEDIA MATRASAIN VOL 8 NO 1 MEI 2011
ADAPTASI SENI FAUVISME PADA PERANCANGAN ARSITEKTUR Disusun oleh : Dian Arista Lubis 1), Alvin J. Tinangon 2) 1) 2) Mahasiswa Pro Arsitektur Unsrat Staf Pengajar Pro Arsitektur Unsrat ABSTRAK Karya tulis
BAB I PENDAHULUAN. beragam. Kebutuhan dan keinginan diperlukan terutama untuk mencapai tujuan hidup
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Manusia adalah makhluk sosial yang memiliki tujuan, kebutuhan, dan keinginan yang beragam. Kebutuhan dan keinginan diperlukan terutama untuk mencapai tujuan hidup seseorang.
BAB I PENDAHULUAN. gagasan, ekspresi atau ide pada bidang dua dimensi.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Seni lukis adalah karya seni rupa dua dimensional yang menampilkan citra visual melalui unsur titik, garis, bidang, tekstur, dan warna. Sebagai karya seni murni,
DESKRIPSI KARYA SENI LUKIS BERJUDUL: HOME SWEET HOME Karya: Dwi Retno Sri Ambarwati, MSn
1 DESKRIPSI KARYA SENI LUKIS BERJUDUL: HOME SWEET HOME Karya: Dwi Retno Sri Ambarwati, MSn Judul : Home Sweet Home Ukuran : 100x100 cm Tahun : 2006 Media : Oil on canvas Dipamerkan pada acara Penciptaan
Oleh: Dr. Kasiyan, M.Hum. Jurusan Pendidikan Seni Rupa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta 2013
NIRMANA WARNA Oleh: Dr. Kasiyan, M.Hum. Jurusan Pendidikan Seni Rupa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta 2013 WARNA Merupakan kesan yang timbul oleh pantulan cahaya yang ditangkap oleh
III. METODE PENCIPTAAN. A. Implementasi Teoritis
III. METODE PENCIPTAAN 1. Tematik A. Implementasi Teoritis Kehidupan dunia anak-anak yang diangkat oleh penulis ke dalam karya Tugas Akhir seni lukis ini merupakan suatu ketertarikaan penulis terhadap
III. METODE PENCIPTAAN. A. Implementasi Teoritik
III. METODE PENCIPTAAN A. Implementasi Teoritik 1. Tematik Tema kekerasan terhadap anak (child abuse) akan diwujudkan dalam suatu bentuk karya seni rupa. Perwujudan tema tersebut didukung dengan adanya
BAB III CELENG SEBAGAI TEMA DALAM KARYA SENI LUKIS. A. Implementasi Teoritis
BAB III CELENG SEBAGAI TEMA DALAM KARYA SENI LUKIS A. Implementasi Teoritis Istilah kata celeng berasal dari sebagian masyarakat Jawa berarti babi liar. Jika dilihat dari namanya saja, sudah nampak bahwa
Pengamatan Medium Pengafdrukan METODE PENCIPTAAN. terhadap tumbuhan paku sejati (Pteropsida) ini sehingga menghasilkan pemikiran.
Proses Sumber Persiapan gagasan Sketsa Pengalaman Ide atau Gagasan Karya Pewarnaan Konsultasi BAB I I I Pengamatan Medium Pengafdrukan METODE PENCIPTAAN Media Teknik massa Pencetakan A. Implementasi Teoritik
Sejarah Umum Seni Lukis
Sejarah Umum Seni Lukis Zaman prasejarah Secara historis, seni lukis sangat terkait dengan gambar. Peninggalan-peninggalan prasejarah memperlihatkan bahwa sejak ribuan tahun yang lalu, nenek moyang manusia
Unsur dasar senirupa. Pertemuan ke 1
Unsur dasar senirupa Pertemuan ke 1 Titik Titik adalah unsur seni rupa dua dimensi yang paling dasar. Titik dapat dikembangkan menjadi garis dan bidang. Titik merupakan unsur penting dalam seni rupa. Sebagai
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perancangan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perancangan Sejalan dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, dunia fotografi pun terus mengalami perkembangan yang luar biasa dari waktu ke waktu. Dewasa
BAB I PENDAHULUAN. suatu bahasa. Puisi juga merupakan cara penyampaian tidak langsung seseorang
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Puisi merupakan ungkapan perasaan yang dihayati oleh penyairnya ke dalam suatu bahasa. Puisi juga merupakan cara penyampaian tidak langsung seseorang terhadap
PERKEMBANGAN SENI RUPA MODERN & KONTEMPORER
PERKEMBANGAN SENI RUPA MODERN & KONTEMPORER - Pengertian Seni Modern dan Kontemporer - Ciri-ciri Seni Modern dan Kontemporer - Corak seni Modern dan Kontemporer - Aliran-aliran yang - berkembang -- Perbedaan
Bagan 3.1 Proses Berkarya Penulis
A. Pemilihan Ide Pengkaryaan BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN Lingkungan Pribadi Ide Lingkungan Sekitar Kontemplasi Stimulasi Sketsa Karya Proses Berkarya Apresiasi karya Karya Seni Bagan 3.1 Proses
BAB V KESIMPULAN. Berdasarkan uraian pada bab-bab sebelumnya, kiranya. telah cukup menjawab berbagai permasalahan yang diajukan
305 BAB V KESIMPULAN Berdasarkan uraian pada bab-bab sebelumnya, kiranya telah cukup menjawab berbagai permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini. Penjelasan yang terkait dengan keberadaan seni lukis
III. PROSES PENCIPTAAN
III. PROSES PENCIPTAAN A. Implementasi Teoritik 1. Tematik Dunia virtual dalam media sosial memang amat menarik untuk dibahas, hal ini pulalah yang membuat penulis melakukan sebuah pengamatan, perenungan
BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori/Metode Teori membuat Komik. Dalam bukunya, Scott McCloud mengatakan bahwa komik adalah
14 BAB 4 KONSEP DESAIN 4.1 Landasan Teori/Metode 4.1.1 Teori membuat Komik Dalam bukunya, Scott McCloud mengatakan bahwa komik adalah Gambar-gambar dan lambing-lambang yang terjukstaposisi dalam turutan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Seni merupakan bagian dari kebudayaan yang lahir dari hasil budi daya manusia dengan segala keindahan, dan kebebasan berekspresi dari manusia sendiri. Seiring dengan
BAB I PENDAHULUAN. Kelebihan yang utama adalah memiliki akal budi. psikis. Perbedaan yang paling terlihat antara perempuan dan laki-laki terutama
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penciptaan Diantara makhluk-makhluk yang diciptakan Tuhan manusia merupakan makhluk yang paling sempurna, manusia memiliki berbagai kemampuan yang tidak dimiliki
BAB III. A. Implementasi Teoritis. yang menarik dan umumnya tampak cantik. Selain fungsi alamiah sebagai
BAB III A. Implementasi Teoritis Bunga merupakan bagian pada tanaman yang memiliki bentuk dan warna yang menarik dan umumnya tampak cantik. Selain fungsi alamiah sebagai pembiakan pada tanaman, juga dianggap
7.4 Avant Garde Avant Garde buka suatu aliran dalam seni lukis, melainkan gaya yang berkembang dalam dunia fashion serta bergerak ke desain grafis
7.4 Avant Garde Avant Garde buka suatu aliran dalam seni lukis, melainkan gaya yang berkembang dalam dunia fashion serta bergerak ke desain grafis Avant Garde dalam bahasa Perancis berarti "garda terdepan"
BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN
50 BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN A. Perwujudan Karya Seni Kemajuan yang tengah dialami oleh kaum feminis (perempuan) merupakan suatu titik puncak kejenuhan atas ideologi patriarki, penulis sendiri
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah 1.1.1 Latar Belakang Wallpaper adalah sejenis bahan yang digunakan untuk melapisi dan menghias dinding untuk kebutuhan interior rumah, kantor, atau fungsi bangunan
KONSEP DASAR PEMBELAJARAN SENI LUKIS PENDIDIKAN SENI RUPA. Oleh: Drs. Susapto Murdowo, M.Sn.
KONSEP DASAR PEMBELAJARAN SENI LUKIS PENDIDIKAN SENI RUPA Oleh: Drs. Susapto Murdowo, M.Sn. KONSEP DASAR PENDIDIKAN SENI Seni dalam Pendidikan Pendidikan melalui Seni (Education through Art) SENI DALAM
BAB III BUNGA TERATAI DALAM LUKISAN
digilib.uns.ac.id BAB III BUNGA TERATAI DALAM LUKISAN A. Implementasi Teoritis Bardasarkan uraian dari bab 2, terdapat pokok-pokok temuan mengenai bunga teratai, mengenai bentuk bunga, pola hidup, serta
INTERAKSI MANUSIA DAN KOMPUTER
INTERAKSI MANUSIA DAN KOMPUTER PEWARNAAN Astrid Lestari Tungadi, S.Kom., M.TI. KOMPONEN WARNA Warna terbentuk dari: 1. Hue (Corak) 2. Intensity (Intensitas) 3. Saturation (Kejenuhan atau Jumlah Putih pada
SEJARAH SENI RUPA TOPIK 7 SENI RUPA MODERN ABSTRAK, KONSTRUKTIFISME, ART NOUVEAU, AVANT GARDE, DESTIJL, ART DECO, BAUHAUS
SEJARAH SENI RUPA TOPIK 7 SENI RUPA MODERN ABSTRAK, KONSTRUKTIFISME, ART NOUVEAU, AVANT GARDE, DESTIJL, ART DECO, BAUHAUS TUJUAN INSTRUKSIONAL MATERI PERKULIAHAN BUKU REFERENSI QUIZ LINLS KE INTERNET TUJUAN
BAB III METODE PENCIPTAAN
BAB III METODE PENCIPTAAN A. Riset Ide Kemunafikan merupakan salah satu fenomena dalam masyarakat, oleh karena itu riset idenya merupakan forming dari beberapa kasus yang terjadi di masyarakat berdasarkan
BAB III METODE PENCIPTAAN
BAB III METODE PENCIPTAAN Manusia membuat suatu karya seni dengan maksud atau tujuan yang berbeda-beda, perkembangan karya seni dan daya guna nya sendiri tidak lepas dari perkembangan kebutuhan manusia.
BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL
BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL Berikut ini akan dijelaskan mengenai strategi perancangan dan konsep visual sebagai landasan dalam membuat film animasi ini. III.1 Strategi Perancangan III.1.1
BAB III METODE PENCIPTAAN. A. Implementasi Teoritik
BAB III METODE PENCIPTAAN A. Implementasi Teoritik 1. Tematik Ide dalam proses penciptaan karya seni dapat diperoleh dari hasil pengalaman pribadi maupun pengamatan lingkungan. Kemudian, melalui proses
Warna ialah sifat cahaya yang ditentukan oleh panjang gelombang (atau oleh kandungannya sebagai paduan untuk beberapa panjang gelombang).
Warna ialah sifat cahaya yang ditentukan oleh panjang gelombang (atau oleh kandungannya sebagai paduan untuk beberapa panjang gelombang). Julat panjang gelombang nampak untuk cahaya dikenali sebagai spektrum
03FDSK. Studio Desain 1. Denta Mandra Pradipta Budiastomo, S.Ds, M.Si.
Modul ke: Studio Desain 1 Fakultas 03FDSK Penjelasan mengenai kontrak perkuliahan yang didalamnya dijelaskan mengenai tata tertib, teknis, serta bahan untuk perkuliahan di Universitas Mercu Buana Denta
BAB I PENDAHULUAN. Seni atau art berasal dari kata dalam bahasa latin yaitu ars, yang memiliki arti
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Seni atau art berasal dari kata dalam bahasa latin yaitu ars, yang memiliki arti keahlian, namun pada perkembangannya seni juga dapat diartikan sebagai sebuah
BAB III ELABORASI TEMA
BAB III ELABORASI TEMA 3.1. Ruang aktif. 3.1.1. Pengertian ruang aktif. Ruang aktif adalah ruang yang memilki berbagai macam kegiatan, didalam ruangan tersebut adanya perubahan interior atau eksterior
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Kegiatan melukis realis merupakan bentuk ekspresi jiwa seseorang dalam
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kegiatan melukis realis merupakan bentuk ekspresi jiwa seseorang dalam menggambar objek seperti apa adanya atau sesuai dengan objek yang nyata (sebenarnya) ke dalam
MENGAPRESIASI KARYA SENI LUKIS
SENI BUDAYA MENGAPRESIASI KARYA SENI LUKIS Nama : Alfina Nurpiana Kelas : XII MIPA 3 SMAN 84 JAKARTA TAHUN AJARAN 2016/2017 Karya 1 1. Bentuk, yang merupakan wujud yang terdapat di alam dan terlihat nyata.
8 Macam Nuansa Warna Interior Minimalis
8 Macam Nuansa Warna Interior Minimalis Apa yang harus anda ketahui mengenai trend interior di tahun 205 Kata Pengantar Hi, terima kasih sudah mendownload free ebook ini. Di ebook ini saya yakin anda akan
BAB III GAGASAN BERKARYA
BAB III GAGASAN BERKARYA 3.1 Konsep Karya Sudah sejak lama para seniman melukiskan alam sebagai tema utama karyanya. Alam dianggap sebagai referensi utama dalam berkarya. Pada masa-masa sebelum abad pencerahan
Seminar Nasional BOSARIS III Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya
PENERAPAN DESAIN DALAM RANGKAIAN BUNGA SEBAGAI PELENGKAP DEKORASI RUANG Arita Puspitorini PKK Abstrak, Bunga sejak dulu hingga kini memiliki peran penting dalam kehidupan manusia, karena bunga dirangkai
BAB III MASA ANAK-ANAK SEBAGAI TEMA DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI GRAFIS. A. Implementasi Teoritis
BAB III MASA ANAK-ANAK SEBAGAI TEMA DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI GRAFIS A. Implementasi Teoritis Penulis mengangkat karya yang bertemakan masa kanak-kanak dalam penciptaan karya seni grafis, karena masa
Cahaya sebagai media Fotografi. Syarat-syarat fotografi. Cahaya
Cahaya sebagai media Fotografi Pencahayaan merupakan unsur dasar dari fotografi. Tanpa pencahayaan yang optimal, suatu foto tidak dapat menjadi sebuah karya yang baik. Pengetahuan tentang cahaya mutlak
BAB I PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Maranatha
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Manusia dalam siklus hidupnya tidak dapat melepaskan diri dari busana. Busana merupakan salah satu penunjang yang digunakan manusia agar bisa berinteraksi dan berkomunikasi
PERSEMBAHAN. Karya Tugas Akhir ini kupersembahkan. kepada: 1. Tuhan Yang Maha Esa yang selalu. memberikan berkat. 2. Ayah dan Ibu tercinta.
PERSEMBAHAN Karya Tugas Akhir ini kupersembahkan kepada: 1. Tuhan Yang Maha Esa yang selalu memberikan berkat. 2. Ayah dan Ibu tercinta. 3. Saudaraku yang tercinta. 4. Teman-teman dan almamaterku. v MOTTO
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Masjid merupakan tempat peribadatan umat muslim yang dapat kita temukan di mana-mana di seluruh dunia. Masjid selain sebgai tempat peribadatan juga telah menjadi
BAB III KONSEP PERANCANGAN
BAB III KONSEP PERANCANGAN 3.1. Tujuan Perancangan Tujuan dari perancangan yang saya buat agar bisa menaikkan pangsa pasar clas mild dan bisa mempromosikan band band lokal agar bisa menjadi band nasional.
DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR... i. ABSTRAK... ii UCAPAN TERIMA KASIH... iii DAFTAR ISI... vii
DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... i ABSTRAK... ii UCAPAN TERIMA KASIH... iii DAFTAR ISI... vii DAFTAR GAMBAR... xi BAB I PENDAHULUAN... 1 A. LATAR BELAKANG... 1 B. PERUMUSAN MASALAH... 3 C. TUJUAN PENCIPTAAN...
Konsep BAB V KONSEP. 5.1 Kerangka Konsep. 5.2 Konsep Young Dynamic
BAB V KONSEP 5.1 Kerangka Konsep Konsep Sekolah Fotografi Darwis Triadi adalah sebuah sekolah fotografi yang didirikan oleh seorang fotografer profesional bernama Andreas Darwis Triadi pada tahun 2003.
I. PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG
1 I. PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG 1. Batasan Masalah Karya seni mempunyai pengertian sangat luas sehingga setiap individu dapat mengartikannya secara berbeda. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, karya
KARYA SENI LUKIS BESAR TINGKAT DUNIA. Oleh: Drs. Maraja Sitompul, M.Sn.
KARYA SENI LUKIS BESAR TINGKAT DUNIA Oleh: Drs. Maraja Sitompul, M.Sn. SENI SEBAGAI KEINDAHAN Seni: segala keindahan yang diciptakan manusia Balinesse Beauty Kakak dan Adik, 1978 BASUKI ABDULLAH ALIRAN
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Gambaran Umum Objek Observasi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Observasi 1.1.1 Sejarah Cafe Lawangwangi Cafe Lawangwangi Creative Space merupakan salah satu tempat dimana para seniman dapat memamerkan sekaligus menjual hasil
BAB V KONSEP PERANCANGAN. Taman
V.1. Konsep Gaya dan Tema BAB V KONSEP PERANCANGAN Kebutuhan : Natural Gaya yang dapat membuat nyaman pengunjung Gaya yang dapat menarik masyarakat umum Gaya yang dapat menampilkan kebudayaan Informatif
BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN
BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN Sebuah karya seni dapat terlihat dari dorongan perasaan pribadi pelukis. Menciptakan karya seni selalu di hubungkan dengan ekspresi pribadi senimannya. Hal itu di awali
IV. ANALISIS KARYA. suasana pertunjukan sirkus. Gajah yang seakan-akan muncul dari dalam
IV. ANALISIS KARYA KARYA 1 Judul : Gajah Sirkus Media : Acrylic pada kanvas ukuran : 60x 130cm Tahun : 2016 Karya pertama yang berjudul Gajah Sirkus dengan menunjukkan suasana pertunjukan sirkus. Gajah
III. METODE PENCIPTAAN
III. METODE PENCIPTAAN A. Implementasi Teoritis 1. Tematik Kisah dongeng tentang Raja Arthur memiliki sesuatu yang membuat penulis memiliki sebuah pandangan tertentu yang membawa penulis untuk melakukan
KARYA ILMIAH : KARYA SENI MONUMENTAL JUDUL KARYA: ENERJIK. PENCIPTA : IDA AYU GEDE ARTAYANI. S.Sn, M. Sn
KARYA ILMIAH : KARYA SENI MONUMENTAL JUDUL KARYA: ENERJIK PENCIPTA : IDA AYU GEDE ARTAYANI. S.Sn, M. Sn PAMERAN: PEGELARAN SENI (PENCIPTAAN SENI) DANA DIPA ISI DENPASAR, 2010 FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN
BAB I PENDAHULUAN. Selain unsur visualisasi, teknik sapuan kuas yang ada di atas kanvas juga
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Seni lukis merupakan cabang seni rupa yang terdiri dari unsur-unsur pokok berupa bidang, garis, bentuk dan warna yang berwujud karya dua dimensi. Di dalam seni lukis
By: Ahmad SYAUQI Ahsan
By: Ahmad SYAUQI Ahsan Warna Primer Kadang kita diajarkan bahwa warna primer adalah Merah, Kuning, dan Biru: Cukup bagus untuk mencampur cat. Namun tidak bagus untuk digunakan dalam mencampur cahaya Retina
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penciptaan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penciptaan Seni lukis merupakan salah satu bagian dari cabang seni yang memiliki unsur dua dimensi dan sangat terkait dengan gambar. Secara historis terlihat bahwa sejak
BAB I PENDAHULUAN. menjadi sangat cepat. Begitu pula dengan gaya hidup masyarakat yang juga
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan jaman yang semakin modern membuat arus globalisasi menjadi sangat cepat. Begitu pula dengan gaya hidup masyarakat yang juga mengikuti arus globalisasi
BAB IV TINJAUAN VISUAL PADA IKLAN TELEVISI RICHEESE NABATI VERSI RICHEESE LAND FACTORY
BAB IV TINJAUAN VISUAL PADA IKLAN TELEVISI RICHEESE NABATI VERSI RICHEESE LAND FACTORY Peranan unsur visual dalam iklan Richeese Nabati versi Richeese Land sangat penting. Iklan disajikan dengan alur cerita
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sejak awal keberadaannya, seluruh manusia di muka bumi ini memerlukan suatu tempat untuk bernaung maupun berlindung, baik yang bersifat tetap maupun sementara.
III. METODE PENCIPTAAN
III. METODE PENCIPTAAN A. Implementasi Teoritik 1. Tematik Kucing adalah hewan yang memiliki karakter yang unik dan menarik. Tingkah laku kucing yang ekspresif, dinamis, lincah, dan luwes menjadi daya
Art Nouveau. Ciri-ciri
Art Nouveau adalah sebuah aliran / style seni rupa modern yang marak pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 di Eropa daratan. Art nouveau merupakan lanjutan dari Art and craft movement. Abad ke-20 merupakan
BAB III KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN
BAB III KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN 1.1 Konsep Perencanaan Dan Perancangan Proyek perencanaan dan perancangan untuk interior SCOOTER OWNERS GROUP INDONESIA Club di Bandung ini mengangkat tema umum
VAN GOGH, DARI IMPRESIONISME MENUJU POST- IMPRESIONISME
VAN GOGH, DARI IMPRESIONISME MENUJU POST- IMPRESIONISME Penulis : Ganes Woro Retnani NPM : 0906529161 Pembimbing : Ingrid C Bernard NIP : 195609211985112001 Fakultas Prodi : Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas
NIRMANA DUA DIMENSI. Oleh: Dr. Kasiyan, M.Hum. Jurusan Pendidikan Seni Rupa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta 2013
NIRMANA DUA DIMENSI Oleh: Dr. Kasiyan, M.Hum. Jurusan Pendidikan Seni Rupa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta 2013 PENGERTIAN NIRMANA Berasal dari dua akar kata, yakni nir yang artinya
BAB III GAGASAN BERKARYA
BAB III GAGASAN BERKARYA 3.1 Tafsiran Tema Karya untuk Tugas Akhir ini mempunyai tema besar Ibu, Kamu dan Jarak. Sebuah karya yang sangat personal dan dilatar belakangi dari pengalaman personal saya. Tema
HASIL DAN PEMBAHASAN
27 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil dari penelitian ini menunjukkan kualitas estetika pohon-pohon dengan tekstur tertentu pada lanskap jalan dan rekreasi yang bervariasi. Perhitungan berbagai nilai perlakuan
MELUKIS REALIS VERSUS FOTOGRAFI
MELUKIS REALIS VERSUS FOTOGRAFI Muslim Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan ABSTRAK Melukis teknik realis sudah ada sejak awal pelukis-pelukis Yunani Kuno memoleskan kuwasnya pada kanvas.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Makanan merupakan kebutuhan pokok bagi makhluk hidup untuk bertahan dan hidup. Tanpa makanan, manusia tidak dapat bertahan karena manusia menempati urutan teratas dalam
AURELIA SARI PUTRI WIRANANDA. Impession of Rock Mountain (2017) Acrylic on Canvas 40 x 40 Cm. Deskripsi:
AURELIA SARI PUTRI WIRANANDA Impession of Rock Mountain (2017) Acrylic on Canvas 40 x 40 Cm Lukisan Wena terkesan sederhana, naif dan polos. Goresan dan warna tidak banyak digunakan, namun secara tersamar
BAB III BURUNG HANTU SEBAGAI TEMA DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI GRAFIS. A. Implementasi Teori
BAB III BURUNG HANTU SEBAGAI TEMA DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI GRAFIS A. Implementasi Teori Penulis menjadikan burung hantu sebagai sumber tema dalam penciptaan karya seni karena burung hantu memiliki beragam
BAB I DEFINISI OPERASIONAL. Seni merupakan salah satu pemanfaatan budi dan akal untuk menghasilkan
1 BAB I DEFINISI OPERASIONAL A. LATAR BELAKANG MASALAH Seni merupakan salah satu pemanfaatan budi dan akal untuk menghasilkan karya yang dapat menyentuh jiwa spiritual manusia, karya seni merupakan suatu
Prinsip. Oleh: S. Thya Safitri, MT
Sejarah dan Prinsip Desain Grafis Oleh: S. Thya Safitri, MT Poin Kunci Desain Grafis Perubahan ide dan Orang yang melakukan desain Mempelajari Sejarah Desain Grafis relatif baru dilakukan, Namun dapat
02FDSK. Studio Desain 1. Denta Mandra Pradipta Budiastomo, S.Ds, M.Si. Hapiz Islamsyah, S.Sn
Modul ke: Studio Desain 1 Fakultas 02FDSK Penjelasan mengenai kontrak perkuliahan yang didalamnya dijelaskan mengenai tata tertib, teknis, serta bahan untuk perkuliahan di Universitas Mercu Buana Denta
PEMANDANGAN ALAM PEDESAAN DI BANTUL SEBAGAI INSPIRASI PENCIPTAAN LUKISAN
608 PEMANDANGAN ALAM PEDESAAN DI BANTUL SEBAGAI INSPIRASI PENCIPTAAN LUKISAN THE RURAL LANDSCAPE IN BANTUL AS AN INSPIRATION FOR THE CREATION OF PAINTINGS Oleh: Bayu Sapta Aji, Program Studi Pendidikan
2015 PENCIPTAAN KARAKTER SUPERHERO SEBAGAI SUMBER GAGASAN BERKARYA SENI LUKIS
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penciptaan Tokoh pahlawan atau superhero Indonesia sepertinya sudah lama sekali hilang di dunia perfilman dan media lainnya di tanah air. Tidak bisa dipungkiri, hal
HOME OF MOVIE. Ekspresi Bentuk BAB III TINJAUAN KHUSUS. Ekspresi Bentuk. III.1 Pengertian Tema. Pengertian Ekspresi, adalah :
BAB III TINJAUAN KHUSUS III.1 Pengertian Tema Pengertian Ekspresi, adalah : Ungkapan tentang rasa, pikiran, gagasan, cita-cita, fantasi, dan lain-lain. Ekspresi merupakan tanggapan atau rangsangan atas
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN I ( RPP I )
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN I ( RPP I ) Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Alokasi Waktu : SMP NEGERI 3 KALASAN : Seni Budaya (Seni Rupa) : IX (sembilan) /1 (Satu) : 3 X 40 menit A. Kompetensi
