BAB III DATA PERANCANGAN

dokumen-dokumen yang mirip
1. Kemampuan perlindungan yang tak sempurna karena memakai APD yang kurang tepatdan perawatannya yang tidak baik

PEMBELAJARAN V ALAT PELINDUNG DIRI

Kompetensi Dasar : Mengikuti prosedur lingkungan kerja tentang kesehatan, keselamatan dan keamanan

TUGAS PRAKARYA: SABLON

BAB V ULASAN HASIL PERANCANGAN

Secara sederhana yang dimaksud dengan APD adalah :

DAFTAR ISI. Daftar Isi...1 BAB I KONSEP PENILAIAN Bagaimana Instruktur akan Menilai Tipe Penilaian...2

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB IV HASIL PENELITIAN. Setelah melakukan penelitian pada Tunas Den s yang berlokasi di jalan

INFORMASI DAN SPESIFIKASI

PENERAPAN RAGAM HIAS PADA BAHAN TEKSTIL

BAB I PENDAHULUAN. 1.

BAB II PRODUK DAN JASA

DAFTAR ISI BAB I PENGANTAR Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi Penjelasan Materi Pelatihan Desain Materi Pelatihan 1

DAFTAR ISI. Daftar Isi...1 BAB I KONSEP PENILAIAN Bagaimana Instruktur akan Menilai Tipe Penilaian...2

BAB III SURVEY LAPANGAN

BAB V PEMBAHASAN. TM PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur Area Madiun telah diperoleh

SL : Selalu KD : Kadang-kadang SR : Sering TP : Tidak Pernah

BAB IV HASIL PENELITIAN

Hirarki Pengendalian Potensi Bahaya K3

Lampiran 1 LEMBAR PERSETUJUAN PENELITIAN. Responden yang saya hormati,

4 PENGETAHUAN BAHAN DAN ALAT

Definisi dan Tujuan keselamatan kerja

BAB II. Metodologi Perancangan

Penerapan Ragam Hias pada Bahan Tekstil

PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR UNIT AIR BAKU

BIDANG KONSTRUKSI SUB BIDANG TUKANG BANGUNAN GEDUNG

Cara Membuat Sablon Baju Secara Manual

PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DI PT X LAMPUNG TENGAH

MODUL 1 ALAT KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (ALAT PELI NDUNG DI RI / APD) TINGKAT X PROGRAM KEAHLI AN TEKNI K PEMANFAATAN TENAGA LI STRI K

BAB II METODE PERANCANGAN

PERALATAN PERLINDUNGAN DIRI

BAB II METODE PERANCANGAN

a. Katun Combed Nama cotton combed (katun combed) diambil dari nama mesin pemintalnya, yaitu mesin combing. Mesin combing sendiri berfungsi untuk memb

BAB V PEMBAHASAN. identifikasi kebutuhan dan syarat APD didapatkan bahwa instalasi laundry

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

ALAT PELINDUNG DIRI PERSONAL PROTECTIVE EQUIPMENT

BAB II. METODE PERANCANGAN

PERANGKAT RPP SMK. Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup KELAS X / SEMESTER I

BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT

MENERAPKAN PROSEDUR KEAMANAN, KESELAMATAN DAN KESEHATAN DI TEMPAT KERJA

ANALISA PROSES PRODUKSI SULAMAN KERAWANG KHAS GORONTALO. Hariana Jurusan Teknik Kriya - Universitas Negeri Gorontalo

Media Workshop. Kain dan Serat Pembentuknya. Oleh: Yuliab Koersen. May 22, Rahasia Kain untuk Kenyamanan Tidur

BAB II LANDASAN TEORI

Pengaturan Parameter Proses Pencetakan Pada Teknologi Sablon Digital

ALAT-ALAT PELINDUNG DIRI (APD) DI LABORATORIUM

BAB III DATA DAN ANALISA PERANCANGAN

BAB IV HASIL DAN ANALISA

INFORMASI DARI PEMPROV DKI JAKARTA. Kriteria evaluasi ambang batas lulus/tidak lulus? (Ya/Tidak) Jenis Barang Nama Barang Pengguna Spesifikasi Barang

KUESIONER PENELITIAN

Perlengkapan pribadi untuk pendakian antara lain:


BAB II TINJAUAN PUSTAKA. serikat pekerja dengan pengusaha dan pemerintah sebagai satu kesatuan system dalam

BAB IV IDENTIFIKASI PERMASALAHAN

SL : Selalu KD : Kadang-kadang SR : Sering TP : Tidak Pernah

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Penjelasan Judul Perancangan

SOAL UJIAN TENGAH SEMESTER PRAKARYA KELAS VII

Panduan penggunamu. ZANKER TD4213

BAB II METODE PERANCANGAN

TINJAUAN TENTANG KAWASAN PESISIR ALAT PELINDUNG DIRI KASUS DI KEPULAUAN TUPABIRING KAB. PANGKEP ZAENAB P ZAENAB

MEMPELAJARI PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PT KOMATSU INDONESIA

BAB II METODE PERANCANGAN

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 23/M-DAG/PER/6/2009 TANGGAL : 19 Juni 2009 DAFTAR LAMPIRAN

Peralatan Perlindungan Pekerja

PROSEDUR TENTANG ALAT PELINDUNG DIRI (APD)

Alat Pelindung Diri Kuliah 8

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB I KONSEP PENILAIAN

BAB I PENDAHULUAN. kerja karyawan. Di samping itu, Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah

BIDANG KONSTRUKSI SUB BIDANG TUKANG BANGUNAN GEDUNG

SOAL PENILAIAN AKHIR SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2017/2018. Mata Pelajaran : Prakarya dan KWU Kompetensi Keahlian : AP/TB/MM/KK/UPW

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia termasuk negara agraris yang berpotensi menghasilkan Sumber

LAPORAN TUGAS AKHIR DESAIN GRAFIS PADA KAOS TEMA CEGAH SAKIT JANTUNG

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

Personal Protective Equipments (PPE)

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Nako terdiri dari 7 orang pengrajin kemudian kelompok ketiga diketuai oleh Ibu

BAB II GAMBARAN UMUM TENTANG KUMIHIMO

BAB III DATA DAN ANALISIS PERANCANGAN A. KELOMPOK DATA BERKAITAN DENGAN ASPEK FUNGSI PRODUK

Disampaikan pada Acara PKK Ibu-ibu Desa Trihanggo Sleman Yogyakarta Tahun 2004

BAB 3 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAGIAN 7 PROSES DAN PROSEDUR DALAM PEMBUATAN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL

BAB II METODE PERANCANGAN

SPESIFIKASI TEKNIS Jenis Barang Satuan Pakaian Dinas Lapangan (PDL) Kode Rekening :

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.08/MEN/VII/2010 TENTANG ALAT PELINDUNG DIRI

BENDA DAN KEGUNAANNYA

Menggambar Busana. Untuk SMK Program Keahlian Tata Busana

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II METODE PERANCANGAN

Pengertian Seni Kriya, Fungsi, Macam & Contoh Seni Kriya

KARYA ILMIAH PELUANG BISNIS BISNIS CLOTHING BERBASIS JOB ORDER

KESELAMATAN KERJA PADA PENGERJAAN BENGKEL

A. RINCIAN INDUSTRI ALAS KAKI DAN/ATAU INDUSTRI TEKSTIL DAN PRODUK TEKSTIL: 1. Industri alas kaki terdiri dari:

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.206, 2010 KEMENTERIAN PERDAGANGAN. Tekstil. Produk Tekstil. Perubahan.

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 02/M-DAG/PER/1/2010 TENTANG

BAB II METODE PERANCANGAN

SPESIFIKASI TEKNIS PAKET PEKERJAAN : PENGADAAN PAKAIAN DINAS OPERASIONAL & ATRIBUT SATPOL.PP TAHUN ANGGARAN : 2014 NO JENIS BARANG SPESIFIKASI UMUM 1

A. Bagan Pemecahan Masalah. Cetak Saring. Desain Motif Fauna

Transkripsi:

3.1 Tabel Data Perancangan BAB III DATA PERANCANGAN Tabel 3. Data Perancangan 14

3.2 Data Objek Perancangan 3.2.1 Alat Pelindung Diri Alat Pelindung Diri (APD) adalah kelengkapan yang wajib digunakan saat bekerja sesuai bahaya dan resiko kerja untuk menjaga keselamatan pekerja itu sendiri dan orang di sekelilingnya. Kewajiban itu sudah disepakati oleh pemerintah melalui Departemen Tenaga Kerja Republik Indonesia. Adapun bentuk dari alat tersebut adalah : Safety Helmet Berfungsi sebagai pelindung kepala dari benda yang bisa mengenai kepala secara langsung. Safety Belt Berfungsi sebagai alat pengaman ketika menggunakan alat transportasi ataupun peralatan lain yang serupa (mobil,pesawat, alat berat dan lain-lain). Sepatu Karet (sepatu boot) Berfungsi sebagai alat pengaman saat bekerja di tempat yang becek ataupun berlumpur. Kebanyakan di lapisi dengan metal untuk melindungi kaki dari benda tajam atau berat, benda panas, cairan kimia dan sebagainya. Safety shoes (Sepatu pelindung) Seperti sepatu biasa, tetapi dari bahan kulit dilapisi metal dengan sol dari karet tebal dan kuat. Berfungsi untuk mencegah kecelakaan fatal yang menimpa kaki karena tertimpa benda tajam atau berat, benda panas, cairan kimia dan sebagainya. Sarung Tangan Berfungsi sebagai alat pelindung tangan pada saat bekerja di tempat atau situasi yang dapat mengakibatkan cedera tangan. Bahan dan bentuk sarung tangan disesuaikan dengan fungsi masing-masing pekerjaan. 15

Safety Harness (Tali Pengaman) Berfungsi sebagai pengaman saat bekerja di ketinggian. Diwajibkan menggunakan alat ini di ketinggian lebih dari 1,8 meter. Ear Plug / Ear Muff (Penutup Telinga) Berfungsi sebagai pelindung telinga pada saat bekerja di tempat yang bising. Safety Glasses (Kaca Mata Pengaman) Berfungsi sebagai pelindung mata ketika bekerja (misalnya mengelas). Respirator (Masker) Berfungsi sebagai penyaring udara yang dihirup saat bekerja di tempat dengan kualitas udara buruk (misal ber Pelindung wajah (Face Shield) Berfungsi sebagai pelindung wajah dari percikan benda asing saat bekerja. Jas Hujan (Rain Coat) Berfungsi melindungi dari percikan air saat bekerja (misal bekerja pada waktu hujan atau sedang mencuci alat). 5 Semua jenis APD harus digunakan sebagaimana mestinya, gunakan pedoman yang benar-benar sesuai dengan standar keselamatan kerja. Menurut ketentuan Balai Hiperkes, syarat-syarat Alat Pelindung Diri adalah : 1. APD harus dapat memberikan perlindungan yang kuat terhadap bahaya yang spesifik atau bahaya yang dihadapi oleh tenaga kerja 2. Berat alat hendaknya seringan mungkin dan alat tersebut tidak menyebabkan rasa ketidaknyamanan yang berlebihan 5. http://hiperkes.wordpress.com/2008/04/04/alat-pelindung-diri/ 16

3. Alat harus dapat dipakai secara fleksibel 4. Bentuknya harus cukup menarik 5. Alat pelindung tahan untuk pemakaian yang lama 6. Alat tidak menimbulkan bahaya-bahaya tambahan bagi pemakainya yang dikarenakan bentuk dan bahayanya yang tidak tepat atau karena salah dalam menggunakannya 7. Alat pelindung harus memenuhi standar yang telah ada 8. Alat tersebut tidak membatasi gerakan dan persepsi sensoris pemakainya 9. Suku cadangnya harus mudah didapat guna mempermudah pemeliharaannya APD yang disediakan harus memenuhi syarat : 1. Harus memberikan perlindungan yang cukup terhadap bahaya yang dihadapi tenaga kerja/sesuai dengan sumber bahaya yang ada. 2. Tidak mudah rusak. 3. Tidak mengganggu aktifitas pemakai. 4. Mudah diperoleh dipemasaran. 5. Memenuhi syarat spesifik lain. 6. Nyaman dipakai. Dalam program pengadaan APD untuk melindungi tenaga kerja dalam bekerja, maka penyimpanan, pemeliharaan APD sebaiknya dibilik yang sangat sensitif terhadap perubahan tertentu, waktu kadaluarsanya dan tidak akan menimbulkan alergi terhadap sipemakai serta tidak menularkan penyakit. 3.2.2 Material Desain Bahan yang umumnya digunakan digunakan pada produk jas hujan yaitu parasut. Dari berbagai jenis bahan yang digunakan, produk jas hujan yang dibuat menggunakan bahan taslan pada bagian luar dan puring di bagian dalam. Penggunaan bahan Taslan dipilih karena bahan taslan memiliki lapisan coating sehingga waterproof. Warna orange dipilih agar mudah terlihat dan warna orange merupakan warna untuk tim penyelamat di Indonesia. Kelebihan lainnya adalah lebih tahan terhadap berbagai bakteri, tahan air (water-resistant) dan juga tidak mudah susut ataupun melar. Namun seperti jenis serat lainnya yang memiliki kelebihan dan kekurangan sebagai bahan tekstil, polyester juga memiliki 17

kelemahan yaitu tidak bisa menyerap keringat sehingga terasa panas saat digunakan di cuaca yang panas. 6 Bahan Utama Gambar 1. Bahan Taslan Coating Sumber : www.google.com Taslan adalah kain polyester modern yang dibuat dengan teknologi tinggi. Beberapa keunggulan yang dimiliki bahan ini adalah kuat, anti air, lembut, awet, dan cepat melakukan pengeringan dan mengontrol kelembaban. Adapun kelebihan dari bahan taslan yaitu : 1. Anti Air Bahan taslan adalah bahan import dari Korea dan memiliki jaminan kualitas terjamin, terutama untuk masalah anti air. Apabila terkena air hujan, air tidak akan masuk ke dalam. 2. Cepat Kering 3. Anti Gores 4. Beragam pilihan warna Terdapat berbagai macam pilihan warna untuk memudahkan Anda memilih warna favorit, baik yang polos maupun yang motif. 6. http://soscilla.blogspot.com/2010/07/ciri-ciri-kain-polyester-kelebihan-dan.html 18

Benang Bahan Pendukung Benang yang digunakan yaitu benang jahit merk Toyolon. Biasa dijual dengan jumlah lusin. Dalam menjahit pakaian, pemilihan benang hendaknya disesuaikan dengan serat bahan dan ketebalan bahan yang diinginkan. Untuk menjahit bahan dari serat alam hendaknya menggunakan benang yang berbahan dasar dari serat alam, begitu pula untuk menjahit bahan dari serat sintetis hendaknya menggunakan benang dari serat sintetis pula. Jenis benang berdasarkan fungsinya: 1. Benang jahit ialah benang yang digunakan untuk menjahit. Halus kasar benang ditentukan menurut nomor benang. Makin tinggi nomor benang makin halus benang tersebut. Misalnya benang jahit no. 60 lebih halus dari benang no. 50 dan no. 40. 2. Benang mouline yaitu benang yang berlainan warna disering/dipilin jadi satu sehingga benang mouline disebut juga benang pelangi. Benang ini digunakan untuk menghias pakaian atau kain. 3. Benang melange (benang serabut campur) yaitu benang yang mempunyai warna beraneka ragam yang dibuat dengan cara dipintal. Digunakan untuk menghias pakaian. 4. Benang yaspis yaitu benang yang dipilin dari dua benang yang belum dipilin sehingga bentuknya berupa satu benang bulat. Digunakan untuk menghias pakaian. 5. Benang logam yaitu benang yang terbuat dari logam berlapis plastik atau plastik berlapis logam. Bentuk benang berkilau, ada yang warna perak dan ada yang warna emas. Digunakan untuk menghias pakaian atau lenen rumah tangga dan juga digunakan sebagai bahan untuk tenunan seperti tenun songket. 6. Benang karet yaitu benang yang terbuat dari karet yang telah divulkanisasi. 7. Benang sulam atau suji yaitu benang yang digunakan untuk menyulam atau menghias pakaian. Benang suji tersedia dalam aneka 19

warna. Ada yang hanya satu warna dan ada juga yang palang atau warna bertingkat. 8. Benang bordir yaitu benang yang digunakan untuk membordir atau menyulam dengan mesin. Benang ini mengkilat dan tersedia dalam aneka warna. Bahan dan tekstur benang bordir sebenarnya tidak jauh berbeda dengan benang jahit. 9. Benang jagung yaitu benang yang terbuat dari serat selulosa berwarna krem atau broken white. Digunakan untuk membuat renda, menjahit kasur dan lain- lain. 10. Benang tetoron yaitu benang sintetis yang kuat digunakan sebagai bahan kaitan untuk membuat pelengkap busana berupa tas, ikat pinggang, dan lainlain. 11. Benang wol yaitu benang yang agak berbulu dan pilinannya longgar. 12. Benang Lusi adalah benang yang digunakan untuk arah panjang kain pada proses weaving. 13. Benang Pakan adalah benang yang digunakan untuk arah lebar kain pada proses weaving. 14. Benang Rajut (Knitting Yarn) adalah benang yang digunakan untuk pembuatan kain rajut (knitting fabric). Benang rajut memiliki karakteristik berbeda dibadingkan dengan benang lainnya. Volume benangnya lebih tebal dan biasa dimanfaatkan untuk membuat lukisan, pakaian, topi dan sepatu. 15. Benang Jahit Sewing Thread adalah benang yang digunakan untuk menjahit. 16. Benang Hias(Fancy Yarn) adalah benang yang dibuat dengan efek hias pada twistnya, antara lain seperti slub yarn. 7 7. http://fitinline.com/article/read/jenis-jenis-benang-berdasarkan-fungsinya 20

Gambar 2. Benang Jahit Sumber : http://bismacenter.ning.com Gambar 6. Benang Karet Sumber : http://yarnsandthreads.com Gambar 3. Benang Mouline Sumber : http://galerie.alittlemercerie.com Gambar 7. Benang Bordir Sumber : http://benangbordir.com/ Gambar 4. Benang Melange Sumber : http://cdn.iceyarns.com Gambar 8. Benang Wol Sumber : http://himattekseducate.blogspot.com Gambar 5. Benang Logam Sumber : http://www.metals-b2b.com Gambar 9. Benang Knitting Yarn Sumber : http://merajutyuk.blogspot.com 21

Sablon Jenis sablon yang digunakan yaitu sablon manual. Pada proses sablon, digunakan cat minyak karena bahan dasar yang digunakan waterproof sehingga tidak akan luntur jika terkena hujan atau air. Jenis font yang digunakan yaitu Arial untuk memudahkan tingkat keterbacaan dan menyesuaikan dengan font yang digunakan pada logo basarnas. Jenis-jenis sablon beraneka ragam mulai dari yang sederhana hingga yang rumit dan tipe atau metode penyablonan pun ada beberapa macam pula. Sementara ada 3 metode penyablonan yang baru saya kenal yaitu: 1. Sablon manual Sablon manual sesuai dengan namanya merupakan suatu kegiatan cetakmencetak tanpa memerlukan atau menggunakan mesin,namun hanya dengan tenaga kerja manusia semata. Sablon adalah proses mencetak dengan menggunakan kain saring khusus yang disebut screen. Daya penggunaan sablon sangatlah luas, atau boleh disebutkan hampir tidak terbatas jumlahnya,mengingat usaha sablon ini dapat dilakukan oleh perorangan dari usaha-usaha berskala kecil dirumah-rumah (home industry) sampai kepada pabrik-pabrik yang besar. Walaupun cara pengerjaannya secara manual, untuk masalah kualitasnya tidak usah diragukan karena sablon manual merupakan pelopor dari semua jenis sablon bahkan banyak yang mengatakan sablon manual lebih bagus dibanding sablon jenis lainnya dan kebanyakan produsen kaos di negeri ini menggunakan sablon manual. 2. Sablon digital Sablon digital menggunakan tekhnik sublimasi, alat yang dibutuhkan adalah printer warna yang dimodifikasi dengan menggunakan tinta sublimation dan alat bantu lainnya adalah kertas transfer dan mesin hot pres. Gambaran sederhana cara kerjanya adalah desain gambar di print secara mirror atau terbalik ke kertas transfer setelah itu kertas transfer di tempel diatas bahan lalu di jepit didalam hot pres untuk mentransfer gambar keatas permukaan kaos. Kelemaha sablon digital hasilnya kurang bagus untuk bahan cotton 100%, bahan cotton yang 22

mengandung polyester akan mendapatkan hasil lebih bagus dan lebih banyak kandungan polyester-nya akan lebih bagus hasil sablonnya. Kelemahan lainnya, hasil sablon tidak akan maksimal pada bahan kaos berwarna gelap dan memerlukan banyak daya listrik karena mesin hotpress memiliki watt yang tingi. 3. Sablon dengan printer DTG (Direct To Garment) Metode penyablonan jenis ini menggunakan printer khusus untuk bahan kain khususnya kaos. Tinta yang digunakan printer ini tidak seperti tinta biasa yang kita pakai untuk print di kerja tapi tinta yang digunahan menggunakan tinta khusus untuk bahan-bahan yang terbuat dari kain. Hampir semua jenis kain bisa disablon dengan printer DTG mulai dari cotton combed, PE, serena, hyget, lacost dll. Kaos yang mau disablon bisa berupa bahan atau kaos yang sudah jadi bahkan untuk kaos jadi bisa disablon di beberapa bagian yang sulit seperti punggung, tangan dan kantong. Jenis printer DTG yang saya ketahui ada tiga macam, untuk bahan berwarna terang, warna gelap dan yang bisa untuk segala jenis warna terang maupun gelap. Dari sisi harga printer DTG juga berbeda-beda, untuk printer berkemampuan mencetak di bahan warna gelap lebih mahal dari yang warna terang dan printer yang berkemampuan mencetak di semua warna bahan lebih mahal dari keduanya dalam arti printer untuk semua jenis warna bahan memiliki harga paling mahal dibanding kedua jenis printer lainnya. 8 8. http://www.katsubacloth.com/mengenal-jenis-jenis-sablon.html 23

3.3 Objek Referensi dan Inspirasi 3.3.1 Studi Karya Sejenis Gambar 10. Jas hujan dan packaging Axio Sumber : www.google.com Jas hujan Axio dijual dengan harga dipasaran Rp. 150.000 s/d Rp. 200.000. Berbentuk baju dan celana dengan packaging berupa tas yang terpisah. Biasa digunakan masyarakat. Gambar 11. Jas hujan dan packaging Doqment Sumber : www.google.com Jas hujan Doqment dijual dengan harga dipasaran Rp. 355.000 s/d Rp. 450.000. Berbentuk baju dan celana dengan packaging berupa tas yang terpisah. Biasa digunakan petugas bandara namun sekarang banyak digunakan oleh para bikers dan masyarakat. 24

Gambar 12. Tim evakuasi di China Sumber : www.google.com Petugas penyelamat sedang mengevakuasi seorang warga di China dengan berbagai pergerakan dan medan yang ekstrim. Dari berbagai karya sejenis yang telah ada penulis mendapatkan inspirasi untuk membuat jas hujan dari bentuk yang cocok untuk tim SAR yaitu celana dan baju, serta model packaging yang bisa digunakan untuk menjadi tas. 25