==========================================

dokumen-dokumen yang mirip
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

KEWIRAUSAHAAN III. Power Point ini membahas mata kuliah Kewirausahaan III. Endang Duparman. Modul ke: Arissetyanto. Fakultas SISTIM INFORMASI

KONSEP SISTEM INFORMASI

BAB III LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN

MANAJEMEN BIAJA DAN ETRATEGI

MANAJEMEN OPERASI. Operasi dan Produktivitas

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

OPERASI DAN PRODUKTIVITAS

PROSES PERENCANAAN PRODUKSI #1

Muhammad Bagir, S.E.,M.T.I. Sistem Informasi Bisnis

Pembahasan Materi #5

MANAJEMEN OPERASI DAN PRODUKTIVITAS

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. output. Manajemen operasi dapat di terapkan pada perusahan manufaktur maupun jasa.

TUGAS E-BISNIS ANALISIS SUPPLY CHAIN MANAGEMENT

PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM MENDUKUNG PERUBAHAN PROSES BISNIS DI PERUSAHAAN MANUFAKTUR (Studi Kasus : Perusahaan Benang Polyester X )

Just in time dalam Manajemen Logistik

OVERVIEW OPERATIONS MANAGEMENT

Manajemen startegik Dosen: Prof DR Ir Rudy C Tarumingkeng

BAB 2 LANDASAN TEORI

Konsep Just in Time Guna Mengatasi Kesia-Siaan dan Variabilitas dalam Optimasi Kualitas Produk

BAB II LANDASAN TEORI

Oleh : Edi Sugiarto, S.Kom, M.Kom. Edi Sugiarto, M.Kom - Supply Chain Management dan Keunggulan Kompetitif

ENTERPRISE RESOURCE PLANNING

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil analisis data di atas, kesimpulan dari analisis strategi yang

SISTEM INFORMASI MANUFAKTUR DALAM KERANGKA KERJA SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

8 BANGUNAN TEORI INTEGRASI AGROINDUSTRI

BAB II LANDASAN TEORI. semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan fungsi-fungsi lain

BAB II KERANGKA TEORETIS. pemasaran (yang sering disebut dengan istilah saluran distribusi). Saluran

Pembahasan Materi #1

Bisnis adalah usaha menjual barang atau jasa yang dilakukan oleh perorangan, sekelompok orang atau organisasi kepada konsumen (masyarakat) dengan

BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN

ERP merupakan fungsi sistem aplikasi software yang dapat membantu organisasi dalam

Oleh : Edi Sugiarto, S.Kom, M.Kom

MAKALAH MANAJEMEN PEMASARAN

LAMPIRAN 1 URAIAN TUGAS, WEWENANG DAN TANGGUNG JAWAB UNTUK MASING MASING JABATAN DI PT. KARYA DELI STEELINDO MEDAN.

Supply Chain Management. Tita Talitha,MT

TUGAS KELOMPOK MATA KULIAH SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

BAB VII PRODUK Apa itu produk? Barang dan Jasa

OPTIMALISASI PENGGUNAAN MODAL KERJA UNTUK MENINGKATKAN PROFITABILITAS PADA PT MILLENNIUM INTERNASIONAL, TBK

SUPPLY CHAIN MANAGEMENT

Manajemen Pemasaran. Sistem Informasi Pemsaran Modern Dan Riset Pemasaran. Abdul Gani,SE MM. Modul ke: Fakultas Ekonomi & Bisnis

Ratih Wulandari, ST., MT

KONSEP EKONOMI MANAJERIAL ILMU MANAJEMEN

Objek Pembelajaran. Objek Pembelajaran. Pertemuan 2 Klasifikasi Sistem Informasi

KONSEP SI LANJUT. WAHYU PRATAMA, S.Kom., MMSI.

KONSEP SI LANJUT. WAHYU PRATAMA, S.Kom., MMSI.

BAB 1 PENDAHULUAN. berbagai sisi kehidupan manusia. Melalui pemanfaatan sistem informasi, maka

SISTEM INFORMASI E-BISNIS

BAB 2 LANDASAN TEORI

MANAJEMEN PERSEDIAAN Modul ini akan membahas tentang gambaran umum manajemen persediaan dan strategi persdiaan barang dalam manajemen persediaan

BAB I PENDAHULUAN. logistik sudah digunakan untuk mengatasi berbagai jenis kebutuhan manusia dan

Oleh : Edi Sugiarto, S.Kom, M.Kom

ERP ( Enterprise Resource Planning ) Perencanaan Sumber Daya Perusahaan

MANAJEMEN RANTAI PASOKAN. Suhada, ST, MBA

PENJADWALAN OPERASI MANAJEMEN OPERASIONAL MINGGU KESEBELAS BY. MUHAMMAD WADUD, SE., M.SI. FAKULTAS EKONOMI UNIV. IGM

Merancang Jaringan Supply Chain

ERP ( Enterprise Resource Planning )

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PERTEMUAN KE-9 AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN BERDASARKAN STRATEGI & AKTIFITAS

BAB I PENDAHULUAN. laba yang maksimal serta mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan.

Sistem Informasi Manufaktur

BAB I PENDAHULUAN. yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu

DEFINISI dan TUJUAN SIKLUS PENGELUARAN

Materi Bahasan. Lingkup ecrm ERP SCM Supplier Relationalship Management Partner Relationalship Management Agar e-business sukses

BAB I PENDAHULUAN. umumnya, serta kondisi persaingan yang ketat dalam lingkungan bisnis yang

I. PENDAHULUAN Latar Belakang

PENGARUH STRATEGI PENGEMBANGAN PRODUK TERHADAP NIAT BELI KONSUMEN PADA MAJALAH SAUDAGAR

Pengukuran Kinerja SCM

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TELAAH KEPUSTAKAAN

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Enterprise Resource Planning

Pengantar Sistem Produksi Lanjut. BY Mohammad Okki Hardian Reedit Nurjannah

MEMPRODUKSI BARANG DAN JASA (PRODUCING GOODS AND SERVICES) Gambar 11.1 Proses Transformasi Sumber Daya

MANAJEMEN LOGISTIK & SUPPLY CHAIN MANAGEMENT KULIAH 7: MENGELOLA PERSEDIAAN PADA SUPPLY CHAIN. By: Rini Halila Nasution, ST, MT

PERENCANAAN & PENGENDALIAN OPERASI

BAB I PENDAHULUAN. memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi. Penerapan teknologi informasi

BAB II LANDASAN TEORI. barang dari supplier. Pembelian adalah suatu usaha yang dilakukan untuk

Menghilangkan kegagalan/kesalahan dalam segala bentuk Percaya bahwa biaya persediaan dapat dikurangi Perbaikan secara terus menerus

BAB II. organisasi mulai dari perencanaan sistim operasi, perancangan sistim operasi hingga

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang dan Permasalahan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Siste Si m ste Info nf rmasi Akuntansi Ak Hata Maulana, M.T.I

BAB 1 PENDAHULUAN. Dewasa ini banyak perusahaan-perusahaan khususnya otomotif dan juga

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

BAB III LANDASAN TEORI. Desain Sistem Informasi menerangkan sistem adalah sekumpulan dari elemenelemen

BAB I PENDAHULUAN. distribusi sangat tergantung kepada pemilihan moda transportasi yang

BAB 1 PENDAHULUAN. investasi lebih dalam teknologi informasi terutama dalam Supply Chain mereka.

BAB I PENDAHULUAN. fashion. Mulai dari bakal kain, tas batik, daster, dress, rompi, dan kemeja

BAB III Landasan Teori

Manajemen Operasional

SISTEM PRODUKSI JUST IN TIME (SISTEM PRODUKSI TEPAT WAKTU) YULIATI, SE, MM

PENGUKURAN DAN PENINGKATAN KINERJA RANTAI PASOKAN DENGAN PENDEKATAN SCOR (SUPPLY CHAIN DI PT. XYZ TUGAS SARJANA DEA DARA DAFIKA SIAGIAN NIM.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian (Zulian Zamil : 2003).

Transkripsi:

Isi dapat dicopy dengan mencantumkan nama penulis. By Tatag Lindu Bhakti, S.T., M.Eng. Silakan kunjungi website saya di www.tatag.net ========================================== Penjelasan 10 critical success factor (CSF) untuk kegiatan operasional: 1. Definisi Produk Bagaimana mendefinisikan produk. Produk barang berbeda sifat dengan produk jasa. Definisikan produk sedetail mungkin. Semakin detail semakin baik. Dan perlunya standarisasi produk. Riset harus dilakukan untuk mendapatkan inovasi. Seperti halnya kehidupan, semua produk pasti memiliki umur. Produk akan mengalami 4 fase: perkenalan, remaja, matang dan kadaluarsa. Perlu adanya perlakuan khusus di tiap-tiap fase produk ini. Inovasi adalah cara untuk meremajakan produk. Produk yang matang di satu tempat belum tentu mengalami fase yang sama di tempat lain. Contohnya adalah internet. Di negara maju mungkin telah mencapai fase matang tetapi di negara berkembang masih mencapai fase remaja. 2. Kendali Kualitas Produk Bagaimana mencapai kualitas produk. Kualitas adalah keinginan pelanggan/target pasar secara detail yang dihubungkan dengan sifat-sifat produk barang/jasa. Manager harus dapat mendefinisikan dengan tepat kualitas yang diinginkan oleh pelanggan untuk dikomunikasikan dengan seluruh elemen pembangun kualitas. Kualitas adalah gratis namun menjadi usaha wajib yang harus dilakukan (dalam hal ini adalah tanggung jawab manager secara penuh) dan diberikan kepada seluruh elemen sistem. Penurunan kualitas berkorelasi kuadratis terhadap konsumen (prinsip Taguchi). Kualitas turun 3x lipat maka konsumen akan menurun 9x lipat. Gunakan prinsip pareto: masalah-masalah akan terdistribusi normal dengan simpangan kecil. Masalah yang signifikan akan mengambil jumlah yang jauh lebih sedikit daripada masalahmasalah kecil. Masalah-masalah signifikan biasa menyita 70-80% dari total permasalahan. Dengan menyelesaikan masalah signifikan maka manager dapat menyelesaikan 70-80% persoalan dengan baik. Seorang manager diharuskan mengenali masalah-masalah signifikan ini dengan baik kemudian menyelesaikannya secara ekonomis.

3. Teknologi Proses Produksi Bagaimana sebuah produk diproduksi. Hal ini menyangkut teknologi dan ekonomi perusahaan. Intinya adalah produktifitas. Produktifitas didefinisikan sebagai perbandingan antara output yang dihasilkan dengan besarnya masukan atau dengan kata lain adalah gain ekonomi. Produktifitas berbeda dengan produksi. Produksi adalah proses menghasilkan output. Sama sekali tidak mempedulikan besaran input. Dalam proses produksi, perbandingan antara kualitas dengan output real didefinisikan sebagai utilisasi. Sedangkan perbandingan antara perkiraan output yang diharapkan (lebih rendah dari kualitas) dengan output real didefinisikan sebagai efisiensi. Misal: utilisasi 75% artinya output real = 75% dari rancangan ideal. Efisiensi 60% berarti output real = 60% dari harapan realistis. Andaikan harapan realistis adalah 80% dari rancangan ideal berarti utilisasi = 60% x 80% = 48%. Target Output adalah kualitas. Kualitas adalah output ideal. Output real selalu memiliki efisiensi lebih rendah dari kualitas. Berikut adalah gambaran dari proses operasional sebuah sistem produksi barang/jasa Gambar 1. Gambaran Produktivitas

Seperti pada gambar, produktifitas sebuah sistem didefinisikan sebagai besarnya output (AB) dibandingkan besarnya input (AE). Produktifitas adalah cara yang paling signifikan untuk menaikkan kemakmuran. Secara tinjauan ekonomi modern, tidak ada cara lain untuk menaikkan kemakmuran yang lebih efektif daripada menaikkan produktifitas. Ada beberapa cara untuk menaikkan produktifitas: 1. Menaikkan utilisasi/efisiensi dengan input konstan. 2. Menurunkan input dengan menjaga utilitas/efisiensi yang konstan. Sebaiknya dihindari prosedur menaikkan produktifitas dengan cara menurunkan input yang bersamaan dengan menaikkan utilisasi/efisiensi. 4. Strategi Lokasi Adalah bagaimana cara bagi seorang manager untuk menentukan posisi spasial secara tepat untuk meningkatkan produktifitas. Mengoptimasi posisi titik-titik kerja terhadap para kustomer akan meningkatkan produktifitas secara umum. Tugas seorang manager adalah menentukan titik-titik kerja yang paling ekonomis baik jalur produksi maupun pemasaran. 5. Tata Letak Produksi Adalah sebuah tinjauan spasial untuk mengatur bagian dalam titik kerja secara individual. Tujuannya adalah mengoptimasi kinerja spasial per titik kerja yang aktif. Penyusunan ulang ruang kerja dengan visualisasi perpindahan tenaga kerja dan produk akan meningkatkan produktifitas. Misal: barang yang bergerak ke pekerja akan memiliki efisiensi waktu yang lebih tinggi daripada pekerja yang mendekati barang. Langkah kerja terpendek adalah terbaik karena memiliki waktu terpendek. 6. Human Capital Development Adalah bagaimana seorang manager mengatur sustainabilitas sebuah organisasi. Ini adalah bagian terpenting dalam industri jasa. The right men in the right place adalah prinsip efisiensi human capital development. Tugas manager dalam konteks ini antara lain: 1. Memberikan insentif dan denda yang sesuai dengan pekerjaan yang telah dilakukan 2. Memberikan pelatihan yang tepat

3. Spesialisasi pekerjaan dan pembagian beban pekerjaan 4. Rotasi karyawan terutama secara hirizontal (penukaran job pada level yang sama) 5. Kaderisasi 7. Supply Chain Management Adalah bagaimana agar sebuah produk dapat tetap memiliki input yang konstan. Manajemen rantai pasokan penting dilakukan guna mempertahankan keberlangsungan sistem produksi. Prinsip utamanya adalah menjalin hubungan yang baik dengan sistem pemasok. Bukan prinsip mana yang paling murah diantara banyak pemasok /sistem lelang. Sistem lelang akan meningkatkan produktifitas jangka dekat tetapi akan menurunkan secara drastis sustainabilitas sebuah produksi. 8. Inventory Management Adalah bagaimana cara mengatur semua aset perusahaan yang dikhususkan ke aset produk. Prinsip inventory management modern adalah Just In Time (JIT). Secara harfiah dapat digambarkan pas butuh pas ada. JIT adalah sistem yang mereduksi stok sampai taraf optimum dengan mempertahankan kualitas output. Banyak persediaan yang dimiliki berarti akan menaikkan biaya penyimpanan (barang rusak, sewa gudang, dll) dan akan sulit merespon pasar yang berubah dengan cepat (yang berarti pula umur produk yang pendek). Tetapi mustahil sebuah perusahaan mencapai kualitas output yang diharapkan tanpa adanya masukan. Sehingga teknik ini harus digabungkan dengan manajemen rantai pasokan yang handal. Semboyan yang tepat: persediaan adalah malapetaka. 9. Penjadwalan dan Peramalan Penjadwalan adalah langkah yang digunakan bagi seorang manager untuk mensinkronisasi seluruh elemen sesuai dengan peramalan pasar yang dilakukan. Dalam hal ini seorang manager dituntut memprediksi dengan tepat tentang definisi kualitas dan kuantitas produk untuk mempertahankan dan menaikkan produktifitas. Seorang manager bertanggungjawab penuh terhadap peramalan produksi. 10. Perawatan Adalah usaha memperlama sistem produksi.

Tambahan: Gambar 2. Siklus Produk Sebuah perusahaan terdiri atas 3 bagian utama 1. Marketing (mengkonversi produk menjadi aliran uang / cashflow; meng-generate demand) 2. Keuangan (mengendalikan aliran uang / cashflow) 3. Operasional (menghasilkan produk) Masukan sistem produksi efektif terdiri dari 3 komponen: 1. Tenaga Kerja ( 10% ) 2. Modal ( 38% ) 3. Manajemen ( 52% ) *)Penentu kesuksesan proyek terbesar adalah masukan manajemen (52%).

Gambar 3. Manajemen proyek (lengkap) Strategi proyek ada 3 1. Pembedaan Produk (paling mudah) 2. Harga yang Rendah (medium) 3. Respon konsumen yang cepat (paling sulit)

Dalam manajemen 3 bagian utama perusahaan, dikenal adanya Critical Success Factor (CSF); CSF Marketing (6) : 1. Pemasaran 2. Distribusi 3. Promosi 4. Harga 5. Jalur Distribusi 6. Penempatan Produk CSF Keuangan (7): 1. Pinjaman 2. Investasi 3. Modal Kerja 4. Piutang 5. Utang 6. Pengendalian Keuangan 7. Kredit CSF Operasional (10): lihat hal 1~4